You’ve Fallen For Me

Annyeong author Rye back~
Special FF because today is our leader birthday <33 kkkk
happy reading~

main cast:

1. Park Jungsoo-Leeteuk ( SJ )
2. Lee Yongran- fei onnie

another: Park Sonrye- me :DD
genre: romantic-comedy

Happy reading!

You’ve Fallen For Me START!

Seorang perempuan duduk di sofa sambil terus memencet remote TV-nya, sesekali ia melirik jam di dinding yang rasanya bergerak sangat amat lama. Ketika pintu apartemen besar itu terbuka gadis itu langsung bangun dari sofa putih. Ia mendesah saat melihat pria di hadapannya yang berusaha tersenyum dengan pipi merah membengkak. Gadis itu mengambil tas yang dipegang laki-laki itu lalu menedang kakinya.

“ AUUUUW! Ya!! Park Sonrye!!!”

Gadis yang dipanggil Sonrye itu bukannya berhenti tapi malah mencubit bagian pipi yang tidak bengkak.

“Uachh!” rintih laki-laki itu sekali lagi.

Sonrye meninggalkan pria itu dan berjalan kearah refrigerator dan mengambil es dan memasukannya dalam kantung kecil.Pria itu hanya bisa tersenyum dengan penuh kasih lalu beranjak ke sofa yang telah diduduki Sonrye selama 4 jam.

Sonrye kembali dan mengompres pipi laki-laki itu dengan pelan-pelan. “Oppa, geumanhaja.(berhentilah).” Ucap Sonrye dengan wajah prihatin.

“Sonrye-ah aku baik-baik saja.”

Sonrye menekan kompresannya dengan lebih kuat dan membuat oppanya kembali merintih. “Oppa bilang ini baik-baik saja?” tanyanya kesal. “geumanhaja oppa. Jangan main-main seperti ini lagi, aku tahu oppa tak percaya pada takdir ataupun cinta. Tapi ratusan perempuan yang oppa ajak bermain itu mungkin percaya akan hal itu.”

Pria itu terdiam sebentar lalu hanya tersenyum. “Sonrye-ah, aku menyayangimu.” Ucapnya sebelum pergi meninggalkan adiknya itu.

“Oppa! Ya!! Leeteuk oppa!”

:::

Dua orang sedang beradu wrestling . Yang satu badannya besar seperti pegulat tapi satunya slim dan bahkan di kucir satu. Pertandingan itu tampak sengit hingga akhirnya seorang yang ukuran badannya lebih mini berhasil menjatuhkan lawannya.

Peluit berbunyi dan seorang wasit mengangkat tangannya “10 Point! Lee Youngran seungri(menang)!”

Semua penonton langsung bertepuk tangan dan meneriakan nama Lee Youngran berkali-kali.

Youngran tersenyum senang lalu menjabat  tangan lawannya lalu berbalik ke ruang ganti. Dia segera berganti baju dan lari keluar. Tapi didepan pintu fansnya yang sebagian besar laki-laki sudah berkumpul disana.

Youngran jadi terpojok dan merasa sangat tidak nyaman. Mukanya mulai menegang, “maaf aku harus cepat-cepat.. maaf…” ucapnya ditengah teriakan-teriakan para namja.

“Youngran noona, aku suka sekali pada noona.” Ucap salah seorang pria yang ada dibaris depan.

Youngran mulai kehabisan kesabarannya, ia bukan artis, ia juga bukan model atau apapun yang harusnya dikerebuti dan di foto-foto. “YA!! NAPPEUN NOM!! AKU BILANG AKU MAU LEWAT!” Teriak Youngran yang membuat para laki-laki itu menggeser tubuh mereka dan membiarkan jalan di depan Youngran kosong mulus.

Youngran menyelempangkan tasnya lalu berjalan lurus melewati laki-laki yang bengong itu.

Segerombolan perempuan dipinggir taman memperhatikan kejadian itu. “Itu Lee Youngran kan?” Tanya salah satu dari mereka

“Dia benar-benar bintang di kampus ini. Sayang sebentar lagi dia akan lulus.” timpal yang lain.

“Aku ingin jadi seperi dia, sudah cantik, pintar, keren, jago olah raga pula.” Ucap yang lain lagi dan disambut oleh anggukan teman-temannya.

Mereka semua terdiam sebentar lalu salah satu dari mereka mulai bicara lagi. “Tapi rasanya cewek seperti itu jadi sulit didekati laki-laki. Aku dengar Youngran sunbae-nim tak pernah punya pacar.”

:::

Youngran melihat jamnya yang menunjukkan pukul 8 pagi, akhirnya ia lulus dari masa kuliahnya dan memulai masa kerja. Ia melihat ke langit hari ini matahari bersinar terang. Ia berjalan cepat-cepat jangan sampai ia telat di hari pertama ia kerja.

Ia melewati gang yang kecil, ia tahu gang itu ujungnya jalan buntu. Tiba-tiba saja ia melihat seorang laki-laki berlari dan diikuti 4 orang berwajah seperti preman memasuki gang itu. Perasaan Youngran menjadi tidak enak. Tak beberapa lama setelah itu ia mendengar suara pukulan.

“Aiish!!” desah Youngran lalu membalik badannya dan berlari kearah gang kecil itu.

Seperti tebakannya pria itu dipukuli 4 preman itu, anehnya pria itu sama sekali tak membalas. Hal itu membuat Youngran geram sendiri. Youngran mengambil sebuah batu disampingnya dan melempar kearah tangan yang akan menghajar pria itu.

“AUUW!” rintih pria yang kini tangannya sudah berdarah.

Kelima pria yang ada disana menatapnya heran. Dua orang dari 4 preman itu menghampirinya dan hendak memukulnya tapi Youngran segera menghindar. Ia malah menarik kerah salah satu pria itu. “Kalau pria jangan main keroyokan! Apalagi sampai berani memukul permpuan.” Ucap youngran lalu melakukan tendangan mautnya kearah selangkangan pria itu yang membuatnya sukses jatuh ke tanah.

Tiba-tiba saja pria yang satu lagi menampar pipi Youngran. Sebelum Youngran memperoleh kembali kesadarannya ia melihat pria yang tadi menamparnya sudah jatuh di tanah.

“Ibuku bilang pria tidak boleh memukul wanita.”

Youngran bisa melihat pria yang tadi dipukuli itu sekarang berdiri didepannya. Ia menggenggam tangan Youngran dan mengajaknya lari dari tempat itu. Mereka berhenti berlari saat 4 preman itu sudah tak terlihat lagi.

Nafas mereka tampak tidak teratur, entah berapa jauh mereka berlari. Youngran melihat tangannya masih digenggam pria yang entah siapa namanya. Ia segera menarik tangannya dan menendang kaki pria itu.

“OUUCH! YA!” teriak pria itu, tapi omelannya berhenti saat memandang wajah cantik dihadapanya.

“kalau kau memang bisa melawan harusnya dari awal. Kalau beginikan aku juga jadi terseret dalam masalahmu!” Omel Youngran. “Harusnya kita bawa mereka ke polisi. Masa cowok begitu dibiarkan berkeliaran di kota Seoul ini! AISH! Menyebalkan!” cerocos Youngran menumpahkan kekesalannya.

“kau tidak takut?” Tanya pria itu dengan pandangan takjub.

Youngran memandang kedua mata pria itu lalu menggeleng. “untuk apa? Aku pemegang sabuk hitam. Mereka itu cuma badannya besar doang.” Youngran melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Pria itu menahan tawanya tapi tak berhasil, akhirnya tawanya yang unik lepas dan menampilkan lesung pipi yang hanya ada satu-satunya di pipi kirinya. “namamu siapa?”

“Aku tidak meberi tahu namaku kepada orang yang tak kukenal.” Ucap Youngran dingin, tapi kemudian hatinya kembali luluh saat melihat darah mengalir di wajah tampan pria itu. “Haish! Tunggu di bangku itu.” perintah Youngran sambil menunjuk sebuah bangku taman lalu berlari meninggalkan pria itu.

Tak lama setelah itu Youngran kembali membawa air, perban, plester, betadine dan alat kompres. “sinikan wajahmu.”  Ucap Youngran, tapi karena pria didepannya tidak menurut ia terpaksa menjambak rambut pria itu setelah memukul kepala pria itu. “Jangan seperti anak kecil begitu!”

“Namaku Leeteuk, siapa namamu?” tanya pria yang ternyata bernama Leeteuk itu tiba-tiba.

Youngran tetap tak bergeming ia melanjutkan membersihkan luka pria itu dulu dengan sapu tangannya yang telah dibasahi air, lalu meneteskan sedikit betadine dan memerban bagian kepala, lalu tangan leeteuk, sentuhan terakhir Youngran menempelkan plester di pipi pria itu dan menyuruh Leeteuk memegang kompresnya. “kompres dibagian yang terasa sakit. Aku pergi dulu.” Ucapnya lalu menyelempangkan tasnya.

Leeteuk menahannya dan bangun, ia mengompres pipi Youngran yang tadi ditampar. Youngran terdiam kedua matanya tertuju pada mata teduh Leeteuk dihadapannya lalu Leeteuk tersenyum menampilkan lesung pipinya yang pasti membuat wanita manapun jatuh hati, tapi berbeda dengan Youngran.

“Kubilang kompres dibagian yang sakit! Babo!” ucap Youngran lalu Youngran mengenggam pergelangan tangan Leeteuk dan membimbing tangan itu mengompres bagian sebelah kanan mata Leeteuk yang membiru. “Babo.” Ucap Youngran sekali lagi sebelum ia pergi meninggalkan Leeteuk mematung di tempatnya.

:::

Satu bulanpun berlalu sejak kejadian itu dan Leeteuk tetap tidak tahu siapa nama penyelamatnya waktu itu. Dicari kemanapun ia tak berhasil menemukan gadis itu. Dan semua itu berdampak pada keseharian Leeteuk yang jadi suka uring-uringan.

“Oppa… memangnya tak punya pacar sebulan itu segini buruknya yah? Aku yang seumur hidup belum pernah punya pacar aja tidak masalah.” Ucap Sonrye sambil melirik Leeteuk yang tidur malas-malasan di sofanya. “Oppa sebulan ini benar-benar jadi aneh, apa waktu dipukuli bulan lalu kepala oppa juga dipukul? Apa kita harus cek ke dokter?” Tanya Sonrye khawatir.

“Ya~! Park Sonrye~”

“YA~! Park Jungsoo~” balas Sonrye memanggil nama asli oppanya.

“Ya~ Sonrye ah! Bagaimana bisa kau pakai bahasa non-formal pada oppamu yang lebih tua 12 tahun ini?”

‘merong~’ Sonrye menjulurkan lidahnya. Lalu menghampiri Leeteuk, dan melihat tumpukan map dihadapannya, Map-map itu semua adalah pekerjaan Leeteuk, sebagia map mengenai omset perusahaan dan sebagiannya ada map CV untuk pegawai baru. Ooppa, aku bilang omma nih, oppa kerjanya malas-malasan.masa dua hari map-map ini dibiarkan begitu saja.”

Leeteuk diam saja dan membiarkan Sonrye membuka map-map itu dan menaruhnya dengan asal-asalan.

“Oppa, yang ini namanya Lee Youngran, wajahnya cantik, Oppa. Rapornya tidak ada angka 7. Dia bisa bahasa inggris, dan pemegang sabuk hitam juga. Oppa bahkan tanggal lahirnya sama denganku! Oppa lihat ini!” ujar Sonrye sambil memperlihatkan map berwarna biru sapphire.

Awalnya Leeteuk malas dan terus  menutup matanya, ia hanya ingin istirahat sebentar lagi. Tapi Sonrye terus mengguncang badannya dan begitu melihat CV itu, matanya tertuju pada foto gadis yang satu bulan ini membuatnya uring-uringan. “YA~! Park Sonrye~” ucap leeteuk dengan cara biasa ia memanggil adiknya.

“waeyo?” balas Sonrye.

Tiba-tiba saja Leeteuk mencium pipi sonrye dan memeluknya erat. “aku menyayangimu!” ucapnya lalu mengambil HPnya dan menelpon nomor sekertarisnya. “Sekertaris Kim besok suruh semua yang mengajukan CV ini bertemu langsung denganku. Aku yang akan mewawancarai mereka.”

:::

Youngran melipat kedua tangannya dan mulai berdoa, ia duduk di kursi tunggu dengan khawatir. Ia merupakan nomor terakhir untuk diwawancara dan semua orang yang telah diwawancara lebih dulu seperti mereka mengalami mental break down. Tapi bagaimanapun Youngran ingin sekali mendapatkan pekerjaan di tempat ini.

Perusahaan ini merupakan perusahaan properti nomor 1 di Korea. Pekerjaan yang ditawarkan adalah bagian manager pemasaran dengan gaji sebulan sebesar $5000, dibayar dengan dollar pula!

Saat pintu wawancara terbuka dan pelamar nomor 20 keluar dari tempat itu Youngran merasa jantungnya mau meledak.

“Nomor 21, Lee Youngran!”

“Aku!” ucap Youngran langsung berdiri dan masuk ke ruang wawancara.

Youngran memsang senyum terbaiknya saat memasuki ruangan itu tapi senyumnya langsung menghilang siapa yang ada dihadapannya. “kau.. kenapa kau bisa.. disini?” Tanya Youngran sambil menunjuk pria dengan jas rapi dihadapannya. Wajah tampannya terlihat segar berbeda dengan pertama kali mereka bertemu.

“begitukah sikap pelamar terhadap direkturnya?”

Kini mata Youngran melebar dua kali lipat. Dengan masih tak percaya dan canggung ia duduk di kursi yang disediakan. “maafkan aku.”

“Sekarang  pasti kau menyesal tak bersikap ramah padaku, menendangku, dan tidak mau memberitahu namamu.” Ucap Leeteuk dengan senyum kemenangan.

Youngran hanya terdiam .  “Maafkan aku sajang-nim.” Ucapnya sambil menunduk.

“Oke, Tanya jawab dimulai.” Ucapnya sambil meneliti CV Youngran lalu menutupnya. “Apa hobimu?”

“Eh? HA?”

“Aku tanya apa hobimu?”

“maaf, sajangnim, bukannya seharusnya anda mengajukan pertanyaan…”

Leeteuk mengetuk pulpennya ke meja. “sekarang sajanimnya aku atau kamu?”

Youngran bingung tapi lalu menjawab. “tentu saja anda.”

“kalau begitu artinya aku bertanya dan kau hanya perlu menjawab.”

Youngran masih tak mengerti seumur-umur ia melamar kerja ia tak pernah ditanya hobinya. “Aku tak punya hobi yang special tapi aku suka mendengarkan musik.”

“Oh… Apa kau pernah pacaran?’

Youngran baru saja ingin mengomel tapi melihat mata Leeteuk ia tahu ia harus menjawabnya. “Tidak pernah. Aku tidak suka laki-laki….”

“Jadi kau suka perempuan?”

Sekrang youngran malah semakin tersudut , kenapa dia jadi keliatan seperti lesbi begini… “Maksudku aku tidak suka laki-laki yang macam seperti anda ini, memanfaatkan kekuasaan untuk mengintimidasi pelamar.” Jawab Youngran yang hampir habis kesabarannya.

“Kau mau pacaran denganku?”

Youngran mendesah panjang lalu ia menghampiri meja Leeteuk. “Leeteuk-ssi aku rasa kau perlu ke dokter untuk memeriksa otakmu. Aku kesini untuk melamar pekerjaan, aku membutuhkan uang untuk menghidupi keluargaku dengan lebih baik. Tapi melihatmu aku jadi kesal. Kenapa kau suka sekali mengacaukan jadwalku?” omel Youngran yang sudah membuang jauh-jauh keinginannya untuk masuk ke perusahaan properti no.1 di korea ini.

“Lee Youngran-ssi tenang dulu..”

“Kau tahu saat aku menolongmu itu sebenarnya aku punya jadwal lain, harusnya saat ini aku sudah bekerja di perusahaan pariwisata dan keliling dunia. Karena dirimu aku telat datang di hari pertamku bekerja, dan aku langsung dipecat. Terimakasih untukmu hari ini juga karena melihat wajahmu aku membiarkan kesempatanku mejadi manajer hilang.” Ujar Youngran lalu keluar dari tempat wawancara itu.

Leeteuk terdiam ditempatnya beberapa detik lalu tersenyum dan lesung pipinya pun terlihat. Ia segera berdiri dan keluar menuju ruang tunggu, Youngran masih disana membereskan barang-barangnya.

“Aku Park Jungsoo selaku Direktur disini akan mengumumkan hasil wawancara disini dan sekarang juga.”

Semua pelamar itu segera berdiri dari tempatnya dan memandang kearah Jungsoo. Sedangkang Youngran melebarkan matanya dan berpikir ‘apa yang akan orang gila ini lakukan lagi?’

“Sebelumnya aku ingin minta maaf, dari melihat CV kalian aku hanya tertarik pada satu orang, tapi kupikir tidak adil jika tidak memberi yang lain kesempatan. Tapi ternyata pilihanku memang tidak salah. Lee Youngran-ssi selamat, mulai hari ini kau jadi manajer pemasaran disini. Aku mohon kerjasamanya.”

Semua pelamar selain Youngran terdiam sebentar lalu mau tak mau mereka bertepuk tangan dan Youngran menatap Leeteuk dengan pandangan membunuh. ‘neo jigeum mwohaneun goya?!!! (sekarang apa yang kau lakukan)’

:::

“Youngran-ah Sudah waktunya istirahat, ayo makan siang.” Ucap Leeteuk berulang kali sejak 10 menit yang lalu.

Youngran menatap tajam Leeteuk. “aku harus memberikan laporan ini secepatnya jadi jangan berisik.” Ucapnya tak kalah tajam dengan matanya.

“Tapi ini sudah jam makan siang.”

Youngran menghembuskan nafasnya lalu meletakan pulpennya dan berdiri mendorong Leeteuk keluar lalu memasukan Leeteuk ke dalam ruang kantor direktur. “Kalau kau lapar duduk disini akan kupesankan makanan untukmu sajang-nim, tapi jangan ganggu aku.”

“Youngran-ah, bagaimana pekerjaan hari ini?”

Youngran merasakan tatapan penasaran kearahnya dari rekan-rekan kerjanya.

“Aku sedang bicara padamu loh.” Ucap Leeteuk dengan aegyo yang hampir membuat Youngran mual.

“Pekerjaanku baik-baik saja, terima kasih atas perhatian anda.” Ucap Youngran sesopan mungkin. “dan perkerjaanku akan lebih lebih baik lagi jika sajang-nim tidak disini. Cepat pergi dari sini aku tak mau yang lain salah paham.” Bisik youngran.

Tapi Leeteuk malah tersenyum lebar lalu berjalan ke tengah ruangan. “Walau sudah 3 minggu Youngran disini bersama kita mungkin ia masih canggung tolong perlakukan dia dengan baik.” Ucap Leeteuk lalu kembali ke ruangnnya sambil bersiul.

Akibatnya teman-teman kerja Youngran langsung mengerubutinya dan mulai bertanya ‘mengapa sajangnim sangat baik padamu’ ‘apa rahasianya’ ‘apa kalian pacaran’ dll.

“Youngran-ah  kok belum pulang? Siapa yang menyuruhmu lembur begini?”

Youngran memandang Leeteuk dengan tatapan ingin menerkamnya, kalau saja gajinya tidak besar ia pasti sudah hekang dari perusahaan ini. ‘gara-gara siapa kalau bukan kau!’ rutuk youngran dalam kepalanya.

Leeteuk berjalan pergi dari ruangan itu, awalnya Youngran berpikir Leeteuk pulang tapi beberapa saat ia kembali membawa susu coklat panas. Setelah itu Leeteuk tidak melakukan apa-apa hanya duduk disamping meja Youngran bekerja sampai gadis itu selesai.

Leeteuk datang lebih pagi dari biasanya dan melihat Youngran sudah ada di mejanya. “Youngran-ah paagi. Apa semalam kau memimpikanku?”

Youngran melotot dan menginjak kaki Leeteuk dengan high heelsnya. “coba saja kau datang ke mimpiku. Aku injak 13 kali dari ini.” Ucap youngran

Leeteuk hanya bisa merintih bahkan sepatunya yang seharga 1 juta tak bisa menahan rasa sakitnya.

— Hari-hari Youngran dan Leeteuk seperti itu terus berulang, berkali-kali Leeteuk berusaha PDKT terhadap Youngran maka berkali-kali juga ia ditolak, diinjak, dipukul, di tendang, atau dicubit. Tapi entah kenapa Leeteuk tidak bisa menghentikan dirinya sama seperti sebagaimanapun isengnya Park Sonrye terhadapnya ia tak bisa berhenti menyayanginya.

:::

Semenjak kedatangan Youngran di kantor, pemasaran berjalan lancar ditambah banyak ide-ide baru dari Leeteuk membuat omset naik berkali-kali lipat. Dan disinilah Leeteuk, Youngran dan seluruh staff, yang telah berjuang keras selama kurang lebih 6 bulan ini, di sebuah rumah makan samgyupsal.

Mereka semua makan ramai-ramai, menyanyi ramai-ramai dan minum ramai-ramai juga.

“Sajangnim kami pulang dulu!”  ucap staffnya yang satu per satu meninggalkan tempat makan itu.

Semakin lama tempat itu semakin sepi dan bau alkohol yang tersisa sangat kuat.

“Ya! YA! Youngran itu sajang-nim kita!” ucap salah satu rekan kejanya saat ia melihat Youngran memukul Leeteuk dan mulai mengomel dengan bahasa non-formal.

“kenapa kau harus datang ke hidupku? Kenapa kau kacaukan semuanya? Kenapa kau suka mempermainkanku? Kau pikir ini lucu?” Tanya Youngran bertubi-tubi sambil terus memukul Leeteuk.

Leeteuk menahan Youngran yang sedang mabuk itu untuk berhenti memukulnya lalu menyuruh semua staff yang tersisa pulang. Akhirnya hanya tinggal mereka berdua. Youngran masih terus mengomel tak  jelas. Hingga akhirnya Leeteuk menciumnya untuk membuat gadis itu diam.

Saat itu perlahan Youngran larut dalam cumbuan Leeteuk, bukan Leeteuk namanya kalau he is not a good kisser. He is really a good kisser bahkan untuk Youngran yang baru pertama kali melakukannya ia merasa sangat nyaman.

I did all that meaning stuff because I think I fall in love with you.” Ucap Leeteuk saat mengakhiri ciumannya

Youngran terdiam sesaat menyentuh bibirnya yang sedikit basah dengan jarinya yang lentik. Tiba-tiba air matanya mengalir dan kembali memukul Leeteuk.

“Ya! Ya Lee Youngran!!”  kali ini Leeteuk tak bisa menahan gadis itu.

how dare you?! Its my first kiss, harusnya aku melakukannya dengan pria yang akan ku nikahi!” teriak Youngran yang lalu berakhir jatuh ke lantai, Youngran memang tak pernah kuat saat bersentuhan dengan alkohol.

Leeteuk tersenyum mendengar kata-kata itu, ternyata Youngran yang selama ini kuat dan mandiri juga memiliki impian seperti perempuan pada umumnya. Leeteuk mengangkat Youngran dengan satu tangannya, membiarkan gadis itu merasa nyaman diatas punggungnya.

Setelah membayar tagihan itu Leeteuk berjalan kearah parkiran dengan Youngran yang masih dipunggungnya. Tapi saat ia ingin membuka pintu mobilnya,  ia merasa sayang membiarkan Youngran lepas dari punggungnya.

Entah sejak kapan perasaannya terhadap gadis ini jadi sebesar ini.  Ia berjalan menyusuri trotoar, sedangkan Youngran sudah tertidur pulas di punggungnya. Ia berjalan selama hampir satu jam untuk sampai di apartementnya, menikmati kebersamaan mereka.

Akhirnya setelah lima menit berdebat untuk membawa masuk Youngran ke rumahnya, Ia memutuskan untuk membuka pintunya. Seperti biasa Sonrye yang menunggu di ruang tamu langsung lari menyambut Leeteuk tapi mukanya tak seperti biasa.

Ia segera melakukan flying kick kearah Leeteuk. “YA!! Oppa! Berani-beraninya bawa cewek ke rumah!! Sudah berapa kali ku bilang terserah oppa mau pacaran dengan yang mana tapi hanya boleh satu perempuan yang dibawa ke rumah ini, hanya onnieku yang akan oppa nikahi.” Omel Sonrye.

“dia bukan pacarku tapi….” Leeteuk masih merasa kakinya sakit tapi kemudian ia maju dan membisikan sesuatu kearah Sonrye.

:::

Youngran terbangun dari tidur lelapnya saat ia membuka mata matahari terik masuk lewat jendela kamar itu. Youngran segera bangun dan merasa kepalanya pusing, ia merasa berada di tempat yang ia tak kenal. Ia berjalan kearah kamar itu dan melihat banyak foto Leeteuk dan seorang perempuan yang mukanya hampir mirip dengan Leeteuk. Lalu ia terduduk di atas sofa putih sesaat dan mengingat kejadian semalam.

Ia berlari keluar kamar dan melihat Leeteuk sedang duduk di ruang makan sambil membaca Koran..

“Youngran-ah kau sudah ba…” Leeteuk tak sampai mengucapkan satu kalimat itu karena Youngran tiba-tiba mengambil koran itu dari tangannya, menggulung dan memukul kepala Leeteuk.

“Ya! Apa yang kau lakukan semalam? itu ciuman pertamaku!”

Leeteuk menahan tangan Youngran lalu tersenyum dan segera mencium Youngran. Koran yang dipegang Youngran sampai jatuh ke lantai dan perlahan ia menutup matanya, dan membiarkan bibir lembut Leeteuk bersentuhan dengan bibirnya lebih lama.

Setelah itu leeteuk melepaskan Youngran dan tersenyum sangat amat manis hingga lesung pipinya terlihat, “I know you want it. Mulai hari ini kau tak perlu menghitungnya lagi.” Ucap Leeteuk sambil menjulurkan lidahnya.

Youngran membeku ditempatnya sesaat dan tersadar kembali setelah mendengar suara ‘PUUK!’ Youngran melihat gadis yang tadi ada di foto bersama Leeteuk itu ada dihadapannya memukul leeteuk dengan koran yang tadi digunakannya.

“Onnie maafkan oppaku, dia memang selalu seenaknya. Namaku Park Sonrye adiknya Jungsoo oppa.”  Sonrye membungkukan sedikit badannya

Refleks Youngran ikut membungkuk. “tidak apa-apa.” Ucapnya.

See, she wants it. Buktinya dia bilang tidak apa-apa.” Leeteuk membela dirinya yang berakhir mendapat dua cubitan di kedua pipinya.

:::

Youngran tidak mengerti mengapa semua berubah jadi begini, sekarang seperti saat ini ia bahkan bingung harus bagaimana. Padahal Leeteuk hanya mengajaknya untuk piknik. Ia merasa jantungnya berdebar dan mulai membayangkan apa yang akan meeka lakukan bersama.

Dengan jantung yang terus berdetak cepat ia menaiki bus dan menuju taman yang di-sms Leeteuk semalam. Ia turun di halte sambil membawa satu box khusus untuk piknik, ia merasa tak nyaman dengan dress mini, seta high heels yang dibelinya semalam juga, bahkan ia juga menggunakan make up tipis.

Tapi kesalahan Youngran adalah ia memakai high heels dan saat sampai di tempat piknik ia menginjak rerumputan , rasanya sepatunya tertancap di tanah. Akhirnya heelsnya malah kotor, ia menunggu di bangku taman sambil membersihkan sepatunya. Saat ia melihat sekitar ia melihat beberapa couple yang juga berpiknik. Semuanya tampak menyenangkan, tapi kesenangan itu tak berlangsung lama karena Leeteuk tak kunjung muncul.

Hampir satu jam berlalu dan Youngran terus mencoba menghubungi Leeteuk tapi telponnya tidak aktif. Youngran bangun dan hendak berjalan ke took 24 jam dihadapannya tapi karena high heels-nya ia malah jatuh. Youngran tak merintih tapi ia melihat kakinya sedikit lecet dan bagian bawah dressnya kotor tanah.

“Aish, kalau kau tak datang habis kau Park Jungsoo” ucapnya saat berusaha untuk berdiri.

Tiba-tiba sebuah tangan terulur membantunya berdiri mendudukannya kembali ke bangku tadi. Orang itu mencopot high heels Youngran dan menggantikannya dengan sebuah wedges yang cantik, memang sedikit kebesaran. “Mana ada yang ke piknik pakai heels nona, memangnya ini pertama kalinya kau kencan?” ledeknya.

“Leeteuk-ssi!! Kenapa kau telat? Tahu tidak aku menunggumu disini selama 1 jam,” ucap Youngran mengutarakan kekesalannya.

“Youngran-ah tahu tidak aku menunggumu 2 jam disini karena aku ingin segera melihatmu, aku juga melihatmu turun dari bis bernomor plat xxxx , berjalan dengan susah payah ke bangku ini karena heelsmu?” tanyanya sambil memandang dua mata Youngran.

“Aku berlari mencari toko sepatu tapi karena ini tempat piknik tak ada yang menjualnya, aku terpaksa mengemudikan mobilku dengan kecepatan 100 km/ jam untuk sampai ke mall terdekat dan membeli sepatu ini. Sekarang  kau malah marah-marah, tapi karena kau cantik hari ini kumaafkan.” Perkataan panjang itu berakhir dengan sangat manis.

Rasanya Youngran mengerti sekarang, she just has fallen for Leetuk. Ia tersenyum dan memeluk Leeteuk untuk pertama kalinya. “terima kasih, maafkan aku.” Ucapnya lalu melepaskan pelukannya, sudah pasti kini Leeteuk mematung ditempatnya, mukanya Leeteuk ingin membuat Youngran tertawa. “Kau akan berterimakasih setelah ini karena aku sudah bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan makanan untuk piknik hari ini.” Ucap Youngran sambl menunjukan box yang ia bawa.

:::

“Onnie, apa yang membuat onnie suka pada leeteuk oppa?”

Youngran terdiam dan berhenti memakan makanannya dan melihat Sonrye dihadapannya. “eh?”  Yooungran berusaha mengendalikan emosinya.

Hari ini Sonrye mengajaknya jalan di mall dekat perusahaan Youngran saat makan siang. Akhir-akhir ini ia memang sering bertemu dengan Sonrye tapi biasanya mereka hanya membahas seputar pekerjaan, alat make-up, baju dan kawan-kawannya.

“Karena aku penasaran, Leeteuk oppa baru kali ini menyukai seseorang sampai seperti ini. Ini juga pertama kalinya oppa memperkenalkanku pada pacarnya. Onnie, do you know he maybe really good at dating, tapi dia itu orang yang gampang kesepian.”

Youngran tersenyum lalu mengacak rambut Sonrye. “I know it. That’s why I’ve fallen for him. Dan buat pertanyaanmu tadi aku juga tidak tahu, he is indeed annoying person. Tapi aku rasa lama-lama aku menyukainya juga. Aku suka semuanya, dia menyebalkan, kami sering bertengkar, aku sering memukulnya tapi sekalipun dia tidak pernah memukulku. He is weird also but I love it too.”

Sonrye tersenyum lebar, “Onnie bagaimana kalau oppa mengajakmu menikah sekaang juga?”

Youngran kembali terkejut. “Ya~ Sonrye-ah~  apa yang kau katakan? kami bahkan belum pacaran, dia tak pernah mengatakan dia menyukaiku, begitu pula denganku. Lagipula dia bosku.”

“Aku tanya bagaimana kalau oppa mau menikahi onnie? bukan masalah pacaran atau pekerjaan. Onnie sudah 4 tahun mengenal oppaku kan? Kau orang pertama yang membuatnya 4 tahun tanpa satu ekor pacarpun. Jadi bagaimana menurut onnie?”

Youngran tersenyum dan menatap mata Sonrye. “I Do sonrye –ah. Aku tak tahu apa jadiku jika tanpa dia mengisi hari-hariku. Selama bersama dalam 4 tahun ini, rasanya membuatku benar-benar jatuh dalam pesonanya.” Jawab Youngran dengan yakin.

Sonrye tersenyum lebar mendengarnya, “Mian onnie..” ucapnya pelan sambil nyengir lebar, “oppa did u hear it?” Tanya Sonrye.

Seseorang yang duduk dibelakang Sonrye tiba-tiba bangun dan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

“YA~ SONRYE –AH!” teriak Youngran saat melihat Leeteuk yang kini berada disebelah sonrye.

“Mianhe onnieku sayang, aku benar-benar ingin oppa membelikan laptop baru untuk kuliahku. Mian onnie, oppa bilang oppa akan membelikannya jika onnie mau menikah dengan oppa. Jadi pastikan onnie menikah dengan oppaku hari ini juga. Ara?” ucap Sonrye lalu berusaha melarikan diri, sonrye berdiri mencium pipi Leeteuk “Oppa jangan lupa laptopku.” Ucapnya lalu lari keluar dari restoran itu tanpa menghabiskan makanannya.

Youngran langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya, mukanya merah padam. ‘Awas Kau Park Sonrye!!’’ teriak Youngran dalam hatinya

Tiba-tiba Leeteuk menarik tangan Youngran dan membawanya keluar dari restoran itu setelah membayar makanan mereka.

:::

“Omma aku tidak akan mengikuti perjodohan itu. Aku akan menikah dengan Youngran.” Ucap Leeteuk saat sampai di kantor ruang ketua direktur.

Youngran semakin tak mengerti dengan situasi ini, sejak diperjalanan dari restoran hingga ke tempat ini Leeteuk hanya mengatakan satu kalimat ‘kau tak bisa kabur’

Bukan hanya Youngran tapi mama Leeteuk dan semua staff saat ini bahkan sudah menjadi saksi mata peristiwa penting kelangsungan penerus perusahaan property nomor satu di Korea ini.

“Sejak kapan kalian pacaran?”  Tanya ommanya Leeteuk

Youngran hanya dapat menundukkan kepalanya, ia bahkan tak pernah pacaran dengan Leeteuk mereka hanya bertemu setiap hari, pergi makan siang bersama, saat sabtu malam mereka nonton bersama, kadang mereka piknik bersama, kadang pergi ke taman bermain bersama, tapi jika ditanya pacaran atau tidak jawaban mereka tidak.

“Kami memang tidak pacaran tapi selama 4 tahun ini aku hanya menyukai Youngran, Sonrye juga menyukai Youngran, aku rasa omma juga menyukainya. Sejak ia masuk kesini omset perusahaan kita selalu naik.”

“Jungsoo ah, bagaimana bisa kau menentukan semua sendiri, dan soal kau mau menikahi Youngran juga kau tentukan sendiri.” Omel Mrs. Park.

Leeteuk maju dan  berdiri disamping ommanya lalu berlutut, bahkan Youngran dan Leeteuk omma terkejut dibuatnya, seorang Leeteuk yang pride-nya selangit melakukan hal ini demi seorang gadis yang bahkan bukan pacarnya. “Hari ini usiaku 31 omma, aku rasa aku cukup dewasa untuk menentukan semuanya sendiri.”

Wajah Mama Leeteuk mengeras dan menatap Youngran tajam. “Kau menyukai anakku? Apa yang kau pperbuat padanya sammpai ia berlutut begini?”

Youngran mati kutu. “a.. itu.. ah.. aku juga tidak tahu bu direktur tapi aku menyukainya..” Ia bahkan kini ikut berlutut. “maafkan aku, harusnya aku yang berlutut untuk memintanya,”

Tiba-tiba Leeteuk omonim memukul kepala Leeteuk. “Ya! Bagaimana bisa kau bengong saat seorang gadis berlutut untukmu!” omelnya, lalu melepaskan cincin yang selama 34 tahun menghiasi jari manisnya. “Sebelum aku berubah pikiran pakaikan ini pada Youngran.”

Leeteuk tersenyum lebar, mengambil cincin itu dan berjalan kearah Youngran, membangunkan gadis yang kini membeku dalam posisinya. “Maafkan aku youngran-ah.” Ucapnya masih dengan senyum menghiasi wajahnya.

Youngran mencubit pipi Leeteuk. “sakit tidak?”

“Sakitttt!!” jawab leeteuk kesal. “Kenapa semua perempuan disekitarku suka sekali memukul, menendang dan mencubit sih?”

Youngran menutup wajahnya dengan kedua tangannya, gadis itu menangis dan masih tak percaya akan apa yang terjadi padanya hari ini. “Maaf.. maaf.” Ucap Youngran sambil menghapus sisa air matanya.

Leeteuk meraih tangan kiri Youngran dan memasangkan cincin itu di jari manis Youngran. “terima kasih,” ucap Leeteuk lalu memperlihatkan bahwa ia telah berhasil memasangkan cincin itu dijari manis Youngran pada ommanya.

Ommanya tersenyum puas melihat cincin itu sangat pas ditangan pasangan anak laki-lakinya. “Walau kalian sudah menikah disini tapi kalau tak ada resepsi rasanya aneh. Ran-ah kau ingin pernikahan yang seperti apa? Gaun pengatinnya? bulan madu ke Sarontini juga bagus, kau suka Saronitini? Aishh siapa saja yang harus ku undang yah…  SEKERTARIS KIIMMM~” omma Leeteuk langsung berlari keluar dari ruangannya dan mencari sekertaris Kim.

Kini tinggal Youngran yang masih merasa ada dalam mimpinya dan Leeteuk yang tersenyum super lebar.

“Halo nyonya Park yang baru, kau ingin punya berapa anak? Kurasa anak laki-laki tidak buruk untuk anak pertama. Anak perempuan yang manis seperti Sonrye juga tak masalah. Aku tak sabar menunggu malam datang.” Ujar Leeteuk sambil mencubit pipi Youngran untuk menyadarkan gadis itu dari mimpinya.

“YA! LEETEUK-AH~! “ akhirnya Youngran melakukan flying kick pada pria yang  1 menit lalu menjadi suaminya.

-THE END-

Thanks for reading wait for ur comment and like~~

happy birthday uri ahjussi kkkk~❤