Annyeong semuanya, makasih banyak tetep baca ff-ff di blog ini. this is my newest fanfiction. i’m sorry if its not good enough but hope you all can enjoy it ya ^^ feel free to read, give suggestion, or critic me. your comments are love for me ^^ thank you so much for always support this blog. saranghae❤

Main cast: Song Hyejin, Cho Kyuhyun

*****

Gadis ini tersenyum bangga pada dirinya saat ia berhasil mendarat dengan selamat ―ia lompat dari pohon― di salah satu kelas kosong yang ada di lantai dua. Ia menepuk-nepuk seragam barunya agar debu hilang dari tubuhnya. Ia juga merapikan kemeja, jas, dan roknya. Senyumnya belum hilang karena ia pikir, ia sudah menemukan tempat yang pas untuk bersembunyi. “Kurasa aku bisa menunggu disini sampai upacara penyambutan murid baru selesai,” katanya pada dirinya sendiri.

“Aku mencintaimu, Victoria. Aku tak bisa terus-menerus menjadi sahabatmu sejak kecil,” kata sebuah suara. Gadis itu mencari sumber suara yang ternyata berasal dari luar kelas itu. Ia mendapati seorang wanita dan pria ―yang kemungkinan besar adalah sunbaenya― berbicara di koridor kelas. Rasa penasaran membuatnya tanpa sadar mengintip kedua orang tersebut.

Wanita yang dipanggil Victoria, kini menatap pria itu dengan lembut. Ia mengelus wajah pria itu lalu menciumnya. “Aku juga mencintaimu,” katanya. Pria itu tampak sangat bahagia. “Tapi aku tak akan pernah bisa menjadi kekasihmu,” lanjutnya. Pernyataan itu membuat hati sang pria hancur, terlihat jelas di wajahnya. “Kau sahabatku, aku mau kau selalu ada disampingku sebagai temanku, Kyuhyun. Mianhe, aku tak bisa membalas perasaanmu. Kau boleh melampiaskan kekesalanmu padaku. Kau boleh membenciku jika kau mau,” kata Victoria.

Pria itu, Kyuhyun, memaksakan senyumnya untuk wanita itu. “Kau sangat tahu aku tak bisa membencimu. Kalau aku mau melampiaskan kekesalanku, aku akan cari cara lain, yang tidak akan menyakitimu karena aku tak mampu melakukannya,” katanya.

Wanita itu membalas senyuman Kyuhyun. “Terima kasih, Kyuhyun ah. Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Aku harus ada saat upacara penyambutan murid baru nanti,” kata Victoria. Gadis itu pergi begitu saja namun pria itu tetap menatap punggung Victoria.

Gadis yang sejak tadi mengintip dari dalam kelas tak habis pikir dengan pria itu. Menurutnya, pria yang bernama Kyuhyun itu terlalu baik.

“Kau yang dari tadi mengintip dari kelas XII-E, kalau kau anak yang baik, sebaiknya kau tidak bolos upacara,” kata pria itu terkesan dingin, berbeda dengan cara ia berbicara pada Victoria.

“Omona!” gumam gadis itu terkejut. Ia tak menyangka pria itu menyadari kehadirannya. Gadis itu tak mungkin tetap bersembunyi, akhirnya ia menampakkan dirinya di depan pria itu. “A.. Aku tidak membolos. Aku.. Tersesat,” dalihnya.

Kyuhyun menatap gadis itu datar lalu tertawa kecil. Senyumnya yang tersungging seakan mengejeknya, ‘aku tahu kau berbohong,’ tapi anehnya gadis itu tak merasa tersinggung atau kesal. Ia justru penasaran dengan pria itu. Matanya kini tak bisa lepas dari pria itu. Saat pria itu berjalan mendekatinya, ia merasakan jantungnya berdetak lebih kencang.

“Upacaranya masih lima menit lagi. Kalau kau kesana sekarang, kurasa kau masih bisa mengejarnya,” katanya lalu ia pergi begitu saja melewati gadis itu. Gadis itu menatap kepergiannya dengan ketidak-relaan. Ia sendiri tak mengerti mengapa hatinya merasakan hal seperti itu.

“Ah,” Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu kembali membalikkan tubuhnya untuk dapat melihat gadis itu. “Apa yang kau lihat tadi, rahasiakan,” katanya dengan wajah tanpa senyum, tanpa emosi.

Entah kenapa, hati gadis itu merasa sakit saat pria itu menatapnya dingin. Ia ingin pria itu menatapnya dengan lembut seperti saat ia menatap wanita bernama Victoria. Ia ingin melihatnya tersenyum, senyum untuknya. “Aku akan merahasiakannya,” jawab gadis itu.

*****

“Hyejin, kau kemana saja? Untung saja kau sudah tiba. Sebentar lagi upacaranya akan dimulai,” kata Yeonhee, teman gadis yang tadi berniat untuk membolos. Gadis yang bernama Hyejin itu hanya tersenyum sebagai jawaban.

Upacara pun dimulai. Satu persatu petinggi di sekolah itu memberikan sambutan pada murid baru. Hyejin tak kaget saat melihat sunbaenya yang bernama Victoria ada di atas podium, ternyata dia adalah mantan sekretaris OSIS sekolah Hyejin.

Saat Victoria memberikan sambutan, tanpa sengaja Hyejin mendapati pria bernama Kyuhyun berdiri di pintu samping aula tersebut. Hati Hyejin rasanya seperti ditusuk-tusuk saat ia melihat Kyuhyun menatap Victoria dengan lembut. Ia bahkan tersenyum tulus walaupun Victoria tak menyadari keberadaannya.

Hyejin sangat kesal melihatnya. Ia menyadari kalau dirinya cemburu. It takes a minutes to like someone, and an hour to love someone. Hyejin sadar ia mencintai pria itu terlalu cepat dan disaat yang salah, saat pria itu deeply in love with another girl. Namun, ia pun menyadari bahwa ia tak bisa menyangkal perasaannya atau melupakan rasa yang baru muncul itu because she knows that it will takes a lifetime to forget someone.

*****

“Yaa, Hyejin! Jangan melamun! Makananmu sudah dingin!” seru Yeonhee saat mendapati Hyejin melamun untuk kesekian kalinya. “Aniya, aku tidak melamun,” dalih Hyejin yang kini sudah tersadar dan kembali menghabiskan makan siangnya.

“Kau akhir-akhir ini terlalu sering melamun. Kuperhatikan, kau juga selalu melihat pria yang bersama Victoria sunbae,” celoteh Yeonhee. Belum sempat Hyejin berkomentar, Yeonhee melanjutkan pembicaraannya, “Kalau kau menyukai pria itu, sebaiknya kau segera lupakan dia. Bahkan aku yang orang asing pun bisa melihat kalau pria itu jatuh cinta pada Victoria sunbae. Sayang sekali Victoria sunbae sudah berpacaran dengan Sungmin sunbae,”

Hyejin tersenyum mendengar kenyataan pahit itu. Bukan senyum tulus tentunya. “Semua yang kau katakan benar. Aku tahu kalau sunbae itu menyukai Victoria sunbae,”

Sambil tetap melanjutkan ritualnya makan, Yeonhee bertanya pada Hyejin, “Lalu rencana kau setelah ini?”

“Menyatakan perasaanku pada Kyuhyun sunbae,” jawab Hyejin. Yeonhee, reflek, tersedak karena ia sangat kaget dengan jawaban sahabatnya itu.

“Aku masih memikirkan cara dan timing yang tepat untuk memberitahukan perasaanku padanya. Makanya selama dua minggu ini aku hanya bisa menatapnya dari jauh seperti ini,” lanjut Hyejin. Yeonhee terdiam dan menatap Hyejin dengan mata yang sudah melebar. Yeonhee tercengang dengan pemikiran sahabatnya itu.

“Kau serius?” tanya Yeonhee yang Hyejin jawab dengan anggukan. “Hyejin, aku peringatkan kau. Kalau kau tetap menyukainya, kau hanya akan tersakiti. Loving your crush is the biggest mistake because in the end your heart gets broken,” lanjut Yeonhee.

Hyejin tersenyum lirih. “Aku tahu, Yeonhee. Aku hanya ingin dia tahu tentang perasaanku,”

Yeonhee menghela nafas panjang. Ia tak ingin membantu temannya namun ia juga merasa iba pada Hyejin. “Kalau begitu, kita pakai cara kuno saja,”

*****

Jantunga Hyejin berdetak sangat kencang. Berulang kali ia mensugesti dirinya untuk tenang namun debaran itu kembali lagi. “Yeonhee pabo! Cara ini sama saja seperti membunuhku secara perlahan! Kalau Kyuhyun sunbae tidak datang-datang, aku pasti mati karena serangan jantung!” gumam Hyejin dalam hatinya.

‘Annyeonghasimika Kyuhyun sunbae. Sepulang sekolah sunbae ada waktu? Aku menunggumu di rooftop sekolah. Aku ―the one who knows your secret―’ Hyejin teringat surat yang ditulisnya dan ia mulai menyesalinya. Cara ini terlalu kuno.

Hyejin menatap langit biru di atasnya dan ia mulai merasa tenang. “Apa Kyuhyun sunbae akan datang? Kalau ia tak datang, bukankah itu berarti aku sudah ditolaknya? Tapi kalau seperti itu.. menyedihkan sekali,” gumam Hyejin lirih.

“Hei, apa maumu?” tanya sebuah suara yang tiba-tiba muncul. Hyejin menoleh ke sumber suara dan mendapati orang yang ditunggunya sudah berada di ambang pintu rooftop itu.

Hyejin sangat senang melihat pria itu, namun dengan segera jantungnya kembali berdetak kencang mengingat kalau ia harus menyatakan perasaannya pada Kyuhyun sunbae. “Hei, gadis tuEunhyuktip, apa maumu?” tanya pria itu lagi.

Hyejin tertawa mendengar panggilannya tadi. “Aku bukan tuEunhyuktip, aku tak sengaja saat itu. Lagipula, namaku Song Hyejin,” jelasnya.

Pria itu tak tertawa ataupun tersenyum. Tampangnya sangat datar dan terkesan dingin. Mata yang menatap Hyejin itu membuatnya goyah. “I wish i had the courage to tell him that i love him and the strength to hear his answer,” gumam Hyejin.

Hyejin menghembuskan nafas panjang, mengunpulkan segenap keberaniannya. “Aku.. Aku menyukaimu Kyuhyun sunbae. Aku menyukai kesungguhanmu yang mencintai Victoria sunbae. Aku menyukai caramu menatapnya dan tersenyum padanya. Aku ingin suatu saat kau juga bisa menatapku dengan lembut dan tersenyum padaku, tidak seperti saat ini. Intinya.. Saranghae,” kata Hyejin. Ia sendiri tak mengerti mengapa kalimat itu keluar dengan sangat lancar.

Kini jantungnya kembali abnormal. “Ya, i.. itu saja yang ingin aku sampaikan. Sunbae tak perlu menjawabnya sekarang. Ka.. Kau bisa berpikir dulu. Ki.. kita juga mungkin bisa mencoba untuk saling mengenal satu sama lain dulu,” lanjut Hyejin dengan setengah gagap tanpa berani menatap Kyuhyun sunbae.

“Tak perlu,” kata Kyuhyun. “Eh?” Hyejin yang bingung dengan jawaban Kyuhyun, reflek, kembali menatap pria itu. Ah, mata itu lagi. Hati Hyejin sakit melihat mata itu. Ia juga merasakan bad feeling saat melihat mata itu. Sesuatu yang tidak ia harapkan sepertinya akan terjadi.

“Aku tak perlu waktu berpikir untuk menjawabnya. Aku tak menyukaimu,” katanya lugas.

Hyejin mematung mendengar hal itu. Hatinya sangat sakit tak tertahankan. Sebulir air matanya mengalir tak bisa ia tahan. “Kalau alasannya karena Kyuhyun sunbae belum mengenalku, kita bisa mencoba untuk berteman terlebih dulu,” kata Hyejin dalam zona pertahanannya. Sekuat tenaga ia melarang air matanya mengalir.

“Karena aku sangat mencintai Victoria. Meskipun aku mengenalmu, hal itu tak akan mengubah apapun,” jawabnya.

Deg! Jantung Hyejin berdetak kencang, kali ini bukan karena rasa bahagia. Hati Hyejin rasanya seperti ditusuk puluhan pisau. Sangat sakit, sampai-sampai ia tak tahu bagaimana harus berekspresi.

“Hmm, jangan pulang dulu. Sebentar lagi urusanku selesai. Sudah, jangan menangis lagi. Aku akan menghiburmu. Besok akan kupukul Sungmin karena dia sudah menyakitimu,” kata pria itu lewat ponselnya untuk orang di seberang sana. Dari cara berbicaranya yang lembut dan penuh perhatian itu, Hyejin sangat tahu siapa yang menelpon Kyuhyun sunbae disaat yang krusial seperti ini.

Hati Hyejin tersakiti lagi. Apa ia tak cukup menyakiti Hyejin dengan ucapannya? Kini ia menyakiti Hyejin dengan perbuatannya. Bagaimana mungkin ia dapat tersenyum pada gadis lain, berbicara lembut pada gadis lain, di depan perempuan yang baru ditolaknya?

“Kalau kau sudah mengerti maksudku, aku akan pergi,” katanya lalu pergi begitu saja meninggalkan Hyejin sendirian. Kyuhyun adalah pria terburuk. Bagaimana mungkin ia meninggalkan Hyejin begitu saja?

“Hyejin,” panggil Yeonhee yang ternyata sedari tadi ada di rooftop itu. Ia bersembunyi dengan sangat baik sambil mendengarkan semua percakapan Hyejin dan Kyuhyun. “Kau baik-baik saja?” tanya Yeonhee.

Hyejin tersenyum lirih. “Kyuhyun adalah pria terkejam. Bagaimana mungkin ia tak memberikan kesempatan padaku? Bahkan ia bersikap lembut pada Victoria di depanku, padahal ia tahu aku menyukainya. Ia tak keren sama sekali. Aku salah menilainya,” kata Hyejin sambil tertawa.

Yeonhee memeluk Hyejin tiba-tiba. “Iya, kepribadiannya sangat jelek. Lupakan saja dia. He’s not deserve your tears,” kata Yeonhee.

Pelukan sahabatnya yang hangat membuat Hyejin lemah. Ia tak bisa lagi menahan tangisannya. Air matanya mengalir sangat deras sampai ia susah bernafas. “I don’t know why people call this feeling heartbreak, it feels like every part of my body is broken too,”

*****

“Matamu bengkak,” kata Yeonhee pada Hyejin yang baru saja masuk kelas.

“Semalam aku menangis terus. Tenang saja, sekarang aku sudah lega dan aku sudah bertekad untuk melupakan Kyuhyun sunbae!” kata Hyejin penuh semangat.

Seharian itu Hyejin pikir ia benar-benar sudah melupakan Kyuhyun tapi ternyata melupakan seseorang tak semudah itu. Hyejin menghela nafas panjang saat mendapati Kyuhyun sedang berbicara dengan Victoria di lorong loker sepatu mereka. Jantungnya masih berdebar kencang saat melihat Kyuhyun dan hatinya masih sakit saat melihat mereka bersama.

Hyejin tak mendengar apa yang mereka bicarakan, ia tak mau tahu. Namun, dari tadi Hyejin selalu memandang Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun tersenyum dengan tulus dan tertawa dengan gembira saat mendengarkan cerita Victoria.

Namun, semua kebahagiaan itu bersifat sementara. Semuanya lenyap saat Sungmin datang dan memeluk Victoria di depan Kyuhyun. Victoria bahkan tak segan untuk mencium pipi Sungmin. Kini senyum yang masih ada di wajah Kyuhyun hanya senyum lirih. Ia menyembunyikan kepahitannya untuk dirinya sendiri. Hati Hyejin sangat sakit melihat hal itu.

“Gadis itu pura-pura tak tahu perasaan Kyuhyun atau bagaimana, sih? Berarti Sungmin sunbae tidak jadi putus dengan Victoria sunbae?” gumam Hyejin menerka-nerka.

Hyejin melihat Sungmin dan Victoria sunbae pergi. Tinggal Kyuhyun sunbae sendirian tak bergeming dari tempatnya tadi. Ia memandang terus kepergian dua orang sahabatnya.

“Sunbae, mereka sudah pergi. Sampai kapan kau akan berdiri disitu?” tanya Hyejin bersikap sebiasa mungkin.

“Bukan urusanmu,” balasnya saat ia tersadar ada Hyejin di sampingnya. “Kau sedang apa disini? Bukannya kau sudah kutolak?” tanyanya dingin.

Hati Hyejin sakit dan kesal sekali mendengar perkataan itu. ‘Aku sangat salah menyukainya. Kepribadiannya sangat jelek!‘ kata Hyejin dalam hati. Tapi, saat Hyejin memandang wajah itu, ia menyadari bahwa Kyuhyun berusaha menyembunyikan kesedihannya dengan berkata kasar padanya. Hyejin iba pada pria ini, hatinya sedih melihat Kyuhyun tersakiti.

Kyuhyun beranjak pergi dari tempatnya namun langkahnya terhenti saat Hyejin berbicara. “Don’t waste your time on someone who isn’t willing to waste her time on you,” kata Hyejin.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap Hyejin penuh emosi. Ia berjalan ke arah Hyejin dan mendorongnya ke tembok. “Kau tahu apa tentang perasaanku, ha?!” serunya sarat dengan amarah.

Hyejin merasa takut. Tubuhnya sakit karena didorong, tangannya juga sakit karena saat ini Kyuhyun menahannya, tapi hatinya sangat sakit mendapati dari mata Kyuhyun keluar sebulir air mata. Air mata yang Hyejin tahu sudah sekian lama ia tahan.

Tangan Hyejin bergerak dengan sendirinya, menghapus air mata Kyuhyun yang keluar. “All this time, you always wear a mask to hide your tears. No one knows the pain you really feel. But now, would you tell me what you feel? Your pain, your sadness, your broken heart, you can share it with me. You don’t have to hide it again, Kyuhyun sunbae,” kata Hyejin.

Perkataan Hyejin membuat hati Kyuhyun mencelos. Ia melepaskan pegangannya pada tangan Hyejin. Ia tak lagi menahan Hyejin. Ia juga tak menatap Hyejin. Ia takut kalau Hyejin akan membaca hatinya lebih dalam. Ia tak menyangka gadis yang baru ia kenal lebih mengerti tentang dirinya daripada gadis yang selama ini selalu ada di sampingnya. Ia tak mau menerima kenyataan itu karena hal itu sama saja seperti the one who he care the most, she never cared at all.

Melihat Kyuhyun yang sangat tersiksa dengan perasaannya sendiri membuat Hyejin sangat sedih. Ia memeluk pria itu dengan erat dan berkata, “I can’t promise to solve all your pain, but i can promise you that you won’t have to face them alone,” kata Hyejin.

Hyejin bisa merasakan Kyuhyun membalas pelukannya. Hyejin merasakan bahunya yang mulai basah dengan air mata Kyuhyun. Hyejin bisa mendengarkan isakan Kyuhyun. Ia akhirnya merasakan betapa sakitnya hati Kyuhyun selama ini.

*****

“Kau ditolak dengan cara yang sangat dramatis, tapi kini kau justru menawarkan diri menjadi temannya. Kau ini bodoh atau terlalu baik, sih?” tanya Yeonhee kesal.

“Bodoh dan terlalu baik itu beda tipis. Aku juga menyesali keputusanku,” jawab Hyejin jujur. “Kalau ia selalu ada di dekatku, bagaimana mungkin aku melupakannya,” runtuk Hyejin pada dirinya sendiri.

Seorang pria tiba-tiba muncul di belakang Hyejin, tapi Hyejin tak menyadarinya. Pria itu pun, dengan bahasa isyarat, menyuruh Yeonhee tidak memberitahukan Hyejin tentang kehadirannya. “Tapi aku juga tidak tega saat melihatnya. Dia jauh lebih menderita daripada aku, Yeonhee. Aku ingin menjadi kekuatan untuknya. Aku ingin ia bahagia. Aku melakukan ini bukan untuk membuatnya jatuh cinta padaku, aku tulus ingin menolongnya, Yeonhee,” lanjut Hyejin.

“Bukankah itu ide yang bagus untuk membuat Kyuhyun sunbae jatuh cinta padamu?” tanya Yeonhee, berpura-pura di depan Hyejin kalau pria itu, Kyuhyun sunbae, tidak ada di belakang Hyejin.

I can’t make he love me, want me, or understand me. All i can do is hope that someday he will,” jawab Hyejin dengan tulus.

Yeonhee menghela nafasnya panjang, ia tak tahu bagaimana cara mencegah sahabatnya itu. “Baiklah, aku akan mendukungmu. Tapi, sekali saja ia membuatmu menangis, kau tak boleh melarangku untuk menghajarnya. Arraseo?” ujar Yeonhee tapi matanya menatap lekat Kyuhyun sunbae yang masih berdiri di belakang Hyejin. Tatapan yang menyatakan bahwa apa yang ia katakan sangat serius. Kyuhyun tersenyum sekilas pada Hyejin walau gadis itu tak melihatnya. Kesungguhan gadis itu membuatnya tenang. Entah kenapa rasa itu muncul.

*****

“Hey, sunbae! Sedang apa kau di halte ini? Bukannya kau bawa motor?” tanya Hyejin saat ia mendapati Kyuhyun duduk di halte tempat Hyejin biasa menunggu bus.

“Aku menunggu seseorang,” kata Kyuhyun. Hyejin tersenyum mendengar hal itu. Ia merasa Kyuhyun tak sedingin dulu.

“Menunggu siapa?” tanya Hyejin lalu duduk di sebelah Kyuhyun.

“Kau tak perlu tahu,” jawab Kyuhyun tanpa berani menatap Hyejin. Sikap Kyuhyun itu membuat Hyejin tahu siapa yang ditunggu pria itu. “Ah, kau menunggu Victoria sunbae rupanya,” tebak Hyejin yang membuat Kyuhyun terdiam dan Hyejin mengerti arti diam itu.

“Kau tak perlu merasa tak enak padaku. Memang aku belum bisa melupakanmu dan hatiku masih terasa sakit saat sunbae memikirkan Victoria sunbae. Tapi aku sadar, rasa sakitku ini tidak sebanding dengan yang Kyuhyun sunbae rasakan. Jadi, aku pasti bisa bertahan,” jawab Hyejin tegas. Kyuhyun bisa merasakan kesungguhan gadis itu dan hal itu membuatnya tak bisa berkomentar apapun.

“Ah, Kyuhyun ah,” panggil sebuah suara dan tak lama kemudian Victoria pun muncul. Tanpa berbicara apapun, tiba-tiba Victoria langsung memamerkan jari manisnya yang menggunakan sebuah cincin. “Sungmin membelikan ini khusus untukku. Bahkan di dalamnya ada inisial nama kami berdua. Ia melamarku Kyuhyun! Tidak resmi, sih, tapi aku bahagia sekali,” cerita Victoria. Kyuhyun mendengarkan semua itu dengan seksama dan ikut tersenyum atas kebahagiaan gadis itu.

Hyejin yang melihat itu semua hanya bisa menghela nafas panjang. Hatinya cemburu tapi ia juga kesal dengan sikap gadis itu. Akhirnya, ia memutuskan untuk diam saja. Hyejin bisa melihat senyum Victoria menghilang saat ia menyadari keberadaan Hyejin. “Siapa dia?” tanya Victoria pada Kyuhyun.

“Annyeonghaseyo, Victoria sunbae. Song Hyejin imnida. Kelas X-E. Senang berkenalan dengan sunbae,” ujar Hyejin yang Victoria balas dengan senyuman manisnya. “Senang berkenalan denganmu juga, Hyejin,” balasnya.

“Hai Victoria, Kyuhyun,” sapa Sungmin sunbae yang baru saja datang dengan motornya. “Kajja, kita pulang, chagi,” ajak Sungmin pada Victoria. Victoria memeluk pria itu dan menciumnya kilat. “Sebentar lagi, ya,” bisiknya. Hyejin khawatir pada Kyuhyun namun pria itu lebih tegar daripada yang Hyejin kira.

“Kenapa kalian bisa saling kenal?” tanya Victoria sambil merangkul tangan Kyuhyun. Sungmin tidak akan cemburu akan hal itu karena itu memang kebiasan Victoria pada teman masa kecilnya ini. Ya, Hyejin pun juga sadar kalau ‘skinship’ itu sudah menjadi kebiasaan mereka tapi Hyejin kesal melihat gadis itu dengan gampangnya merangkul Kyuhyun setelah ia menyakiti Kyuhyun kesekian kalinya.

“Aku hanya teman Kyuhyun sunbae, Victoria sunbae. Ia yang menolongku saat aku tersesat di hari upacara penyambutan murid baru,” jawab Hyejin.

Victoria menghela nafas panjang seakan ia lega mendengar jawaban Hyejin. “Aku kira kalian berpacaran,” jawab Victoria.

“Kalau misalnya aku berpacaran dengan Kyuhyun sunbae memangnya kenapa, Victoria sunbae?” tanya Hyejin saat ia tak bisa menahan lagi kekesalannya. Menurut Hyejin, gadis itu terlalu egois.

Tiba-tiba saja Kyuhyun melepaskan tangan Victoria yang tadi merangkulnya. Kini Kyuhyun menarik tangan Hyejin pelan dan mengenggam tangannya di depan Victoria dan Sungmin. “Mianhe, aku telat memberitahumu, Hyejin adalah pacarku, Victoria, Sungmin. Ia hanya masih malu untuk mengakuinya,”

Hyejin sangat terkejut, hatinya juga sakit mendengar ucapan Kyuhyun itu namun ia mengontrol ekspresi wajahnya dengan sangat baik sehingga Victoria tak tahu kalau Kyuhyun sedang membohonginya. Hyejin mendapati Victoria menatapnya dengan tampang ‘tak percaya’ yang Hyejin balas dengan senyuman.

“Wah, selamat Kyuhyun! Akhirnya kau menemukan pasanganmu juga,” kata Sungmin sambil memeluk Kyuhyun. “Salam kenal ya, Hyejin. Tolong jaga sahabat terbaikku ini,” kata Sungmin pada Hyejin. Setelah itu, Victoria juga mengucapkan selamat tapi Hyejin bisa merasakan ketidak-tulusan dari gadis itu. Akhirnya Sungmin mengajak Victoria pergi sehingga hanya Hyejin dan Kyuhyun berdua.

“Kenapa kau mengatakan hal itu?” tanya Hyejin tegas namun Kyuhyun hanya terdiam. “Kau hanya ingin melihat reaksi gadis itu, kan?” tebak Hyejin yang sangat tepat. “See? Kau sudah lihat, kan, tadi? Ia tampak tak menyukai kehadiranku sebagai pacar sunbae. Lalu, setelah ini apa yang sunbae lakukan? Kembali padanya lalu membiarkan aku begitu saja?” tanya Hyejin. Ia sangat kesal menyadari bahwa Kyuhyun baru saja mempermainkan perasaannya. Ia memanfaatkan perasaan suka Hyejin untuk Victoria.

“Aku tak pernah mengharapkan sunbae membalas perasaanku. Aku hanya berharap sunbae menghargai perasaan sayangku padamu,” balas Hyejin dengan suara yang melemah. Kyuhyun kini membalikkan tubuhnya untuk dapat melihat Hyejin. Ia mendapati gadis itu sudah menatapnya dengan bola mata yang berair.

Kyuhyun hanya terdiam tanpa bisa melakukan pembelaan apapun. Ia sendiri tahu dirinya sangat salah karena semua yang dikatakan Hyejin sangat tepat. “Mianhe,” hanya itu kata yang Kyuhyun ucapkan.

Bertepatan dengan itu, bus yang Hyejin tunggu datang. Ia segera naik bus itu tanpa berpamitan dengan Kyuhyun. Saat bus itu melaju, Kyuhyun dapat melihat Hyejin menangis. Hati Kyuhyun mencelos, ia baru sadar kalau ia keterlaluan pada gadis yang sudah sangat baik padanya.

*****

“Hyejin, apa benar kau berpacaran dengan Kyuhyun sunbae? Seharian ini kau jadi trending topic di sekolah ini! Mereka tak menyangka hal ini akan terjadi karena mereka pikir Kyuhyun hanya bisa mencintai Victoria,” ujar Yeonhee disela-sela makan siang mereka.

Hyejin menghela nafasnya dan tetap melanjutkan makan siangnya. “Aku sendiri tak mengerti hubungan kami sebenarnya apa,” jawabnya seadanya yang membuat Yeonhee penasaran.

Hyejin menceritakan semuanya yang direspon oleh Yeonhee dengan satu kalimat, “Aku akan menghajarnya sekarang juga,”

Yeonhee sudah bangkit dari tempat duduknya dan belum sempat Hyejin menahannya, pria itu muncul dihadapan mereka berdua bersama dengan delapan orang temannya termasuk Victoria dan Sungmin.

“Boleh kami bergabung?” tanya Kyuhyun sunbae. Yeonhee sudah sangat kesal tapi Hyejin memohonnya dalam bahasa tubuh untuk tidak mencari masalah di tempat ini.

“Silahkan. Aku juga mau pergi karena disini membuat emosiku panas,” kata Yeonhee dan Kyuhyun sadar kalau ia yang Yeonhee maksud.

“Gadis itu kenapa seperti itu, sih?” omel Victoria. “Aku mohon dengan hormat, jangan menjelek-jelekan sahabatku, Victoria sunbae,” kata Hyejin yang membuat Victoria dan teman-temannya yang lain terdiam.

Setelah Yeonhee pergi, Kyuhyun dan teman-temannya mulai mengambil posisi duduk. Anehnya, Hyejin merasa mereka semua sengaja untuk membuat Kyuhyun duduk jauh dari Hyejin dan Victoria sengaja duduk di sebelah Kyuhyun.

“Hai, Song Hyejin, rumahmu dimana? Dulu kau sekolah dimana? Ulang tahunmu kapan? Warna favoritmu?” tanya kedua teman pria Kyuhyun yang duduk di sebelah kanan dan kiri Hyejin. Mereka bahkan merangkul pundak Hyejin dan mengelus-ngelus rambut Hyejin. Hal itu membuat Hyejin sangat risih. Ia melirik ke arah Kyuhyun untuk meminta pertolongan tapi yang ia lihat justru membuatnya sedih. Kyuhyun sama sekali tak memperhatikannya, ia justru sibuk berbicara dengan Victoria.

“Kau lihat sendiri, kan? Kyuhyun sebenarnya tidak menyukaimu. Ia bahkan tidak cemburu padahal kami sudah merangkul pacarnya seperti ini. Ia hanya menyukai Victoria,” bisik salah satu teman Kyuhyun. Meskipun Hyejin tahu kalau Kyuhyun dan dirinya hanya pura-pura pacaran, hati Hyejin tetap terasa sakit sekali mendengar kenyataan itu.

“Aku tahu itu. Sunbae tidak perlu menjelaskan hal ini lagi padaku,” jawab Hyejin diiringi senyuman lirih. Reaksi Hyejin diluar dugaan teman-teman Kyuhyun, mereka sendiri tak percaya gadis itu masih bisa tersenyum mendengar hal ini. “Ehm, bisa sunbae menjauh sedikit?” tanya Hyejin yang membuat kedua orang itu melepaskan rangkulannya pada Hyejin.

“Kyuhyun ah, bagaimana ceritanya kau bisa pacaran dengan Hyejin? Apa yang kau suka darinya?” tanya Victoria tiba-tiba. Hyejin pura-pura tidak mendengarkan hal itu dan terus melanjutkan makan siangnya.

“Apa dia suka strawberry? Dia suka segala sesuatu yang berwarna pink? Apa dia suka menonton Barbie sampai saat ini? Dia suka belanja? Apa ia sering memintamu untuk menemaninya ke salon?” tanya Victoria pada Kyuhyun.

“Dia tidak seperti itu,” jawab Kyuhyun yang membuat Hyejin mematung ditempatnya. “Dia berbeda denganmu, Victoria. Dia tidak merepotkan, dia tidak sefeminim dirimu, dia tidak secuek dirimu, tapi…”

‘Tapi yang kamu cintai tetap saja gadis itu’ kata Hyejin dalam hatinya saat ia mendapati Kyuhyun menatap lekat manik mata Victoria. Hati Hyejin sangat sakit. Air matanya nyaris mengalir. Kalau ia tak segera pergi dari tempat itu, mereka semua akan melihatnya menangis. “Aku sudah selesai makan, aku permisi dulu,” kata Hyejin tanpa berani menatap mereka semua.

Saat Hyejin hendak pergi, tak sengaja Eunhyuk ―Teman Kyuhyun yang disebelah Hyejin tadi― sempat melihat wajah Hyejin yang basah karena air mata. Hatinya mencelos melihat hal itu. “Kyuhyun, kau tak mengejarnya?” tanyanya yang membuat teman-teman yang lain heran karena tujuan mereka sejak awal ingin membuat gadis itu sadar kalau Kyuhyun hanya milik Victoria. Tentu saja, Kyuhyun dan Sungmin tidak tahu rencana ini. Ini ide Victoria.

“Buat apa Kyuhyun mengejarnya? Bukannya ia pergi karena ia sudah selesai makan? Kau disini saja, Kyuhyun,” ujar Victoria.

“Ia menangis,” sela Eunhyuk. “Aku melihat air matanya tadi. Ia menangis untukmu, Kyuhyun,” lanjutnya. Hati Kyuhyun mencelos mendengar perkataan Eunhyuk. Lagi-lagi gadis itu mengorbankan perasaannya demi Kyuhyun. Mengingat itu, Kyuhyun segera pergi mengejar Hyejin.

“Yaa! Kyuhyun ya, jangan pergi!” seru Victoria namun Kyuhyun tak mendengarnya. Kini ia menatap Eunhyuk kesal, “Kenapa kau berkata seperti itu?!” serunya pada Eunhyuk.

“Karena sudah waktunya Kyuhyun bahagia,”

*****

Hyejin menangis sekencang-kencangnya karena ia tahu di taman belakang sekolahnya ini jarang dikunjungi oleh para siswa. Hanya dia dan Yeonhee yang sering ke tempat ini, terutama tiap ada masalah.

“Yeonhee, kau kah itu?” tanya Hyejin saat mendengar ada suara langkah kaki.

“Ya, ini aku,” jawab Yeonhee. “Kau berdiri disana saja ya, aku tak mau kau melihatku saat ini. Aku sangat kacau,” kata Hyejin ditengah isakannya.

“Baiklah, kau cerita saja,” jawab Yeonhee. Ia menatap pria yang berdiri di sampingnya dengan tatapan kesal. “Ini gara-gara kau!” ujar Yeonhee dalam bahasa isyarat pada Kyuhyun yang ternyata ada di tempat itu.

“Aku tahu dia bukan pacarku. Kalaupun kemarin ia berkata seperti itu, semuanya ia lakukan untuk Victoria. Tapi hatiku sakit, Yeonhee, melihatnya sangat peduli pada Victoria dan menganggapku tak ada. Aku kesal pada gadis itu yang sangat egois. Aku juga kesal pada Kyuhyun yang menyiksa dirinya sendiri dengan tetap mencintai gadis itu. Namun, aku lebih kesal pada diriku sendiri yang sama bodohnya dengan Kyuhyun. Kenapa aku tetap mencintainya saat aku tau ia tak mungkin mencintaiku? Loving someone that doesn’t love me is like reaching for a star. I know i’ll never reach it but i just got to keep trying. Stupid me, right?” ujar Hyejin sambil tertawa mengejek dirinya sendiri.

“Aniya, i’m the stupid one,” ujar seorang pria yang mengambil posisi duduk di sebelah Hyejin. Hyejin sendiri terkejut dengan kehadiran pria itu.

“Kau dengar semuanya?” tanya Hyejin sambil terisak. Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban. “Aku yang suruh Yeonhee pergi,” jawab Kyuhyun.

Hyejin mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Ia tak mau melihat pria itu saat ini. “For being stupid and didn’t realize your feeling, i’m sorry,” kata Kyuhyun.

“Aku sudah memaafkanmu,” jawab Hyejin setengah hati.

“How if we make ‘it’ real?” tanya Kyuhyun yang tak Hyejin mengerti. “Maksudnya?”

“Real dating,” jawab Kyuhyun. “Aku ingin memberikan kesempatan untuk hatiku mencintaimu dan melupakan Victoria,” lanjutnya.

Hyejin senang, terharu, terkejut, sekaligus sedih mendengar hal itu sampai ia tak tahu bagaimana mengekspresikannya. “Apa kau mau?” tanya Kyuhyun.

Hyejin menatap Kyuhyun lekat. Hatinya ingin memberikan kesempatan pada pria itu. Hyejin mengangguk sebagai jawaban. “Kau harus berjanji, kau akan mencoba melupakannya,” ujar Hyejin yang Kyuhyun setujui.

*****

“Aku sudah pacaran dengan Hyejin. Kali ini ‘for real’,” ujar Kyuhyun pada Eunhyuk yang duduk di sebelahnya. Eunhyuk menghela nafas panjang dan tersenyum lega pada Kyuhyun. “Akhirnya. Aku senang mendengarnya,” kata Eunhyuk.

“Gadis itu sudah sangat baik bagiku. Aku merasa harus berbuat sesuatu untuknya,” ujar Kyuhyun. “Any idea? Kau tahu aku tak pandai mengenai hal seperti ini,”

“Mungkin kau bisa mengajaknya kencan,”

*****

“Hyejin, setelah ini kau mau kemana?” tanya Kyuhyun yang secara khusus menghampiri Hyejin setelah jam pulang sekolah berbunyi. Ia tampak tidak tenang dan Hyejin menyadarinya.

“Aku tidak kemana-kemana, sih. Kau kenapa, sunbae? Kau tampak tak sehat,” jawab Hyejin.

Kyuhyun menatap Hyejin lama dan meyakini dirinya kalau ia harus melakukan hal ini. “Aku punya dua tiket ke Lotte World, hadiah undian, sayang kalau tidak dipakai,” kata Kyuhyun tanpa berani menatap Hyejin. Ia mengeluarkan tiket dari kantongnya dan menunjukannya pada Hyejin.

“Sunbae mengajakku kencan?” tebak Hyejin tepat sasaran yang membuat Kyuhyun terdiam. Hyejin tersenyum bahagia melihat hal itu. “Jadi, kita kencan dengan memakai seragam seperti ini? Ide bagus,” ujar Hyejin. “Terima kasih, sunbae. Aku senang sekali,” lanjutnya.

Kyuhyun yang melihat senyum tulus Hyejin terenyuh. “Kajja, kita berangkat,”

Setibanya disana, Hyejin dan Kyuhyun benar-benar menikmati kebersamaan mereka. “Sunbae, sunbae, sunbae, apa kau bisa main lempar panah? Kalau kau berhasil membuat panah itu jatuh di lingkaran tengah, hadiahnya liburan ke Jeju! Kau harus coba!” seru Hyejin sambil menarik-narik Kyuhyun. Melihat antusias gadis itu, Kyuhyun hanya bisa tersenyum.

Sudah sekian kali Kyuhyun mencoba, tetapi ia tetap tak berhasil mendapatkan hadiah itu. “Aigo, sunbae jangan sedih. Kita main yang lain saja. Kajja!” ajak Hyejin saat ia menyadari kalau Kyuhyun mulai kesal karena ia tak bisa mendapatkan hadiah itu.

Lagi-lagi, Kyuhyun tersenyum karena Hyejin begitu memikirkannya. Sikap Kyuhyun memang tak berubah. Ia tetap cool. Tapi, ia sendiri menyadari bahwa sejak ia bersama Hyejin, ada hal yang tak sama lagi pada dirinya. Kini, ia lebih banyak tersenyum. Ia tak lagi mengingat Victoria. Hatinya tak lagi terasa sakit.

“Sunbae, sudah hampir jam 9 malam, kita mau kemana lagi?” tanya Hyejin. Kyuhyun berjalan menghampiri Hyejin yang ada di depannya. Ia menatap Hyejin lekat lalu mengenggam tangan Hyejin. “Kita naik bianglala, kau mau?” tanyanya.

“Sunbae, terima kasih,” kata Hyejin saat mereka sudah duduk di dalam bianglala. “Hari ini aku sangat senang,” lanjutnya.

“Hm, aku juga,” balas Kyuhyun.

Hyejin menatap keluar jendela bianglala itu. Ia tersenyum saat melihat bulan di langit malam itu. “Kau menyukai bulan?” tanya Kyuhyun.

“Ya, aku sangat menyukainya,”

“Kenapa? Bukankah matahari lebih indah dan cahayanya lebih terang?” tanya Kyuhyun bingung.

Hyejin menatap manik mata Kyuhyun lalu tersenyum padanya. “Everyone wants to be the sun that lighta up your life but i’d rather be your moon so i can shine on you during your darkest hour when your sun isn’t around,” katanya.

Hati Kyuhyun mencelos mendengar kata-kata Hyejin. Ia bisa merasakan jantungnya berdetak sangat cepat. Ia bangkit dari tempat duduknya dan kini duduk berlutut di depan Hyejin. “Sunbae, kembalilah ke tempat dudukmu,” kata Hyejin.

“Hyejin, terima kasih,” kata Kyuhyun sambil mengelus pipi Hyejin. “Saranghae,” ujarnya.

Hyejin tampak tak percaya mendengar kata itu keluar dari mulut Kyuhyun. Ia berusaha meyakini dirinya kalau ia tak salah dengar. “Aku mimpi,” gumam Kyuhyun.

“Kau tidak sedang bermimpi, Hyejin,” kata Kyuhyun. Tanpa ia sadari, ia mendekatkan wajahnya pada Hyejin. Ia sendiri tak mengerti, ia ingin gadis itu percaya pada perasaannya, pada komitmennya.

“Apa sunbae benar mencintaiku?” tanya Hyejin. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Akhirnya, Kyuhyun mencium Hyejin. Sangat hangat dan lembut. Hyejin sangat bahagia sampai air matanya mengalir.

“Sudah, jangan menangis lagi. Sebentar lagi putaran bianglalanya selesai. Mereka bisa salah paham kalau melihat kau seperti ini,” kata Kyuhyun yang sudah kembali menjadi dirinya yang biasanya.

Hyejin tertawa kecil melihat pria itu sambil menghapus air matanya. “Aku sangat senang, Oppa,” ujarnya yang membuat wajah Kyuhyun tersipu malu mendengar Hyejin memanggilnya ‘oppa’ untuk yang pertama kali.

*****

Sebulan sudah terlewati sejak kebersamaan mereka. Hyejin sangat bahagia karena ia merasa Kyuhyun banyak berubah. Meskipun kadang ia masih ragu, tapi saat-saat bersama Kyuhyun selalu menguatkannya. Ia harap semua ini bukan hanya sementara, tapi untuk selamanya.

“Kau sudah lama menunggu?” tanya Kyuhyun yang baru datang di restaurant tempat mereka berjanjian. “Aniya, aku juga baru datang,” jawab Hyejin.

Hari ini sangat spesial bagi Hyejin. Ulang tahunnya yang pertama kali ia rayakan dengan kekasihnya. Mereka langsung memesan makanan dan berbincang-bincang. Tiba-tiba saja, ponsel Kyuhyun berbunyi. Wajah Kyuhyun berubah saat ia melihat caller id yang menelponnya. Ia segera mengangkat telepon itu.

“Victoria ah, waeyo?” jawabnya. Jantung Hyejin berdetak kencang mendengar nama itu. Perasaannya tidak enak, terutama saat mendengar isakan tangis dari orang di seberang sana.

“Aku butuh kau saat ini, Kyuhyun. Aku butuh kau,” kata Victoria. Kyuhyun terdiam ditempatnya. Wajahnya penuh kekhawatiran begitu pula Hyejin. Ia khawatir kalau Kyuhyun akan lebih mementingkan Victoria daripada dirinya.

Setelah sambungan telepon itu terputus, Kyuhyun segera memakai jaketnya dan hendak pergi dari tempat itu. Hati Hyejin sangat sakit karena pria itu seakan tidak menganggap keberadaannya. “Kau mau kemana?” tanya Hyejin. Ia berusaha menahan air matanya.

“Hyejin, aku harus menemui Victoria. Dia membutuhkanku,” kata Kyuhyun.

“Kalau saat ini aku berkata, aku juga sangat membutuhkanmu, apa kau akan tinggal disini untukku?” tanya Hyejin lirih.

Kyuhyun menatap manik mata Hyejin. “Mianhe, Hyejin. Aku akan tetap pergi,” katanya.

“Kau harus kembali, aku menunggumu!” seru Hyejin saat Kyuhyun sudah diambang pintu restaurant itu. Hyejin yakin Kyuhyun mendengarnya karena langkahnya terhenti sesaat, namun hati Hyejin sangat sakit karena Kyuhyun tidak menoleh kebelakang untuk melihat Hyejin.

Hyejin melihat jam tangannya. Dua menit lagi, hari akan berganti. Air matanya menetes saat ia melihat lilin di atas kue ulang tahunnya. Ia mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun berulang kali namun pria itu tidak mengangkatnya.

“Nona, restaurantnya akan segera tutup,” kata salah seorang pelayan yang mengingatkan Hyejin.

Hyejin menyalakan lilin itu. Air matanya mengalir saat ia make a wish. “Aku ingin Kyuhyun selalu bersamaku. Hanya itu,” katanya. Tangisnya menderas saat ia tersadar kalau hati Kyuhyun saat ini belum sepenuhnya untuk Hyejin.

*****

“Song Hyejin! Apa kau sudah dengar kalau Sungmin sunbae dan Victoria sunbae putus?” tanya Yeonhee saat ia bertemu dengan Hyejin di loker sepatu. Hyejin menggeleng sebagai jawaban. Ia juga baru mendengar hal itu.

Hati Hyejin tidak tenang. Ia khawatir pada perasaan Kyuhyun. ‘Apa dengan begini Kyuhyun akan kembali pada Victoria?’ kata Hyejin dalam hati.

“Hyejin, disana sangat ramai. Ayo kita lihat!” ajak Yeonhee yang melihat keributan di lapangan sekolah.

Setibanya Hyejin di kerumunan itu, hati Hyejin mencelos saat mendapati Kyuhyun memeluk erat Victoria yang sedang menangis. Ia tak kembali untuk Hyejin semalam dan kini pria itu memeluk gadis yang pernah sangat ia sayangi. Apa ia mau membuat Hyejin tersakiti lagi?

Hyejin melihat Sungmin sunbae tergeletak lemah di tanah dan ada bekas pukulan di wajahnya. “Aku tak akan memaafkan kau kalau kau membuatnya menangis lagi!” seru Kyuhyun.

Ia mengambil tasnya dan membawakan tas Victoria. Ia terus memeluk Victoria sambil berjalan melewati kerumunan itu. “Cho Kyuhyun,” panggil Hyejin saat pria itu lewat di depannya.

Langkah Kyuhyun terhenti. Ia menatap Hyejin lekat sama seperti Hyejin yang menatapnya lirih saat ini. “Wae, oppa? Wae?” tanya Hyejin sedih.

“Mianhe, Hyejin,” kata Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Hyejin yang masih mematung di tempatnya. Tangisan Hyejin leleh saat pria itu meninggalkannya. Ia tak mengerti mengapa pria itu tiba-tiba berubah.

*****

“Sebentar lagi pertandingan basket putri antar kelas akan dimulai. Yang pertama kali akan bertanding adalah kelas X-E dengan XII-A,” ujar Master of Ceremony acara tahunan sekolah itu.

Para pemain mulai memasuki lapangan. Song Hyejin dan Victoria ada disana. “Mianhe,” kata Victoria saat ia berdiri di belakang Hyejin untuk menjaganya. Hyejin menghela nafas panjang. “Aku tak tahu apa yang kau bicarakan,” kata Hyejin. Begitu ia mendapat operan bola basket dari temannya, ia segera menggiring bola itu menjauh dari Victoria.

Hyejin berhasil mencetak skor pertama untuk kelasnya. Ia sangat senang terutama saat temannya memujinya. Ia juga ingin dipuji oleh Kyuhyun. Ia mencari dimana pria itu berdiri dan saat ia menemukannya, hatinya terasa sangat sakit. Pria itu tak tersenyum padanya. Ia bahkan tak melihatnya. Matanya hanya tertuju pada Victoria.

“Hyejin, kajja, kembali ke tempatmu,” ujar kapten tim Hyejin. Hati Hyejin sangat sedih namun ia berusaha melakukan yang terbaik untuk teman-temannya.

Saat Hyejin hendak melakukan lay up untuk memasukan bola itu ke dalam ring, ia tak menyadari kalau Victoria berusaha menghadangnya. Tubuh mereka bertabrakan cukup keras dan membuat keduanya terjatuh.

“Auw!” teriak mereka bersamaan.

“Hyejin, kau tidak apa-apa? Dimana yang sakit? Hyejin ah, kau masih bisa bermain?” tanya beberapa orang yang mengerumuni Hyejin. Hyejin hanya tersenyum sebagai jawaban karena tubuhnya sangat kesakitan terutama pergelangan kakinya.

Hati Hyejin mencelos saat menyadari kalau Kyuhyun tak datang untuk mengkhawatirkannya. Ia lebih sedih lagi saat melihat Kyuhyun berlari ke arah Victoria. Wajahnya sangat khawatir seakan ia takut kehilangan gadis itu.

Apakah Kyuhyun tak pernah puas melukai hatinya? Bagaimana mungkin ia tak menolong Hyejin dan kini ia malah menggendong Victoria di depan Hyejin dan teman-temannya?

Air mata Hyejin mengalir tak tertahankan. Teman-teman Hyejin yang khawatir segera menolongnya. “Dimana yang sakit, Hyejin?” tanya Yeonhee khawatir.

Hyejin memeluk Yeonhee erat. “Hatiku.. sakit sekali, Yeonhee. Aku tidak kuat,” isaknya.

*****

Yeonhee sudah menahan Hyejin untuk tidak menjenguk Victoria di ruang kesehatan tapi gadis itu tidak mendengarkan. Ia tetap datang untuk Victoria dan hatinya sangat sakit melihat Kyuhyun ada disitu menemani Victoria. Ia tak datang untuk menolong Hyejin. Ia tak menemani Hyejin disaat Hyejin membutuhkannya.

“Mianhata,” ujar Hyejin menyadarkan mereka berdua kalau ia ada disana. “Apa sunbae baik-baik saja? Sungguh, aku benar-benar tidak tahu kalau sunbae akan menghadangku tadi,” jelas Hyejin.

“Tidak apa-apa,” balas Victoria lemah.

“Sekarang kau bisa keluar dan pulang, Hyejin,” ujar Kyuhyun

“Ah, sunbae mau istirahat? Arraseo,” ujar Hyejin lalu mengenggam tangan Kyuhyun. “Kajja, kita pulang, Kyuhyun. Sendi dipergelangan kakiku tergeser, mungkin aku akan merepotkanmu nanti,” kata Hyejin.

Kyuhyun menatap Hyejin. Ia melepaskan tangan Hyejin dari tangannya. “Aku tetap disini menjaga Victoria,” balas Kyuhyun yang membuat hati Hyejin sangat sakit.

“Waeyo?” tanya Hyejin lirih.

“Victoria membutuhkanku, Hyejin,”

“Tapi aku juga membutuhkanmu!” seru Hyejin setelah sekian lama ia menahan emosi dan rasa sakitnya. Air matanya sudah mengalir deras. “Hatiku sakit melihatmu lebih mementingan Victoria sunbae. Aku pacarmu, oppa,” kata Hyejin dalam isakannya.

“Kalau aku hanya menyakitimu, bagaimana kalau kita berpisah?” tanya Kyuhyun.

“Eh?” Air mata Hyejin mengalir mendengar kata itu keluar dari mulut Kyuhyun. Perkataan itu membuat Hyejin ingat saat-saat Kyuhyun bersamanya. Ia ingat bagaimana pria itu memintanya untuk menjadi kekasihnya. Ia ingat bagaimana pria itu mengatakan bahwa ia akan mencintai Hyejin dan melupakan Victoria.

‘Apa semua yang ia katakan selama ini hanya kebohongan? Liar! Apa selama ini hanya aku yang benar-benar mencintai?’

“Hyejin, kau lama sekali?” tanya Yeonhee saat mendengar langkah kaki Hyejin. Yeonhee sangat terkejut saat mendapati Hyejin menangis histeris. Ia hanya bisa memeluk Hyejin untuk menenangkannya.

‘She give a chance to him to fix her heart but he just broke her even more’

*****

“Victoria sunbae, berhenti menyakiti Hyejin. Berhenti berpikir kalau Kyuhyun adalah milikmu!” seru Yeonhee pada wanita yang berdiri di hadapannya.

“Kau wanita licik! Kau kemarin pasti berpura-pura pingsan, kan, agar Kyuhyun mengkhawatirkanmu? Kau keterlaluan!” seru teman Yeonhee yang lain.

“Gara-gara sunbae, Hyejin diputuskan oleh Kyuhyun!” seru yang lain. Mereka bertiga terus-menerus mengungkapkan kekesalan mereka sampai akhirnya mereka dikerumuni oleh siswa lainnya.

Hyejin yang diberitahu oleh siswa lain tentang masalah itu segera menghampiri Yeonhee dan kawan-kawan. “Sudahlah, Yeonhee dan kawan-kawan. Terima kasih banyak kalian membelaku,” sela Hyejin yang membuat mereka semua terdiam.

“Sunbae tidak apa-apa?” tanya Hyejin tulus mengkhawatirkan Victoria.

Victoria langsung menepis tangan Hyejin yang hendak menolongnya. Hyejin terdiam untuk mengontrol emosinya. “Aku minta maaf atas perbuatan teman-temanku. Aku melakukan hal ini bukan untukmu, melainkan untuk sahabat-sahabatku,” kata Hyejin tegas.

“Satu hal lagi aku minta darimu,” kata Hyejin sebelum ia pergi. Air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan. “Jangan sakiti Kyuhyun lagi. Jangan jadikan ia tempat sampah yang hanya kau panggil saat kau butuh dia. If you love him, let him know. If not, please gently let him go,” katanya lirih.

“Apa yang kau lakukan, Hyejin?” tanya sebuah suara yang sangat Hyejin kenali, Cho Kyuhyun.

“Victoria ah, kau tak apa-apa?” tanya Kyuhyun pada Victoria. Ia memeluk Victoria dan membantu gadis itu untuk membawa tasnya. Ia pergi begitu saja tanpa berbicara pada Hyejin. Ia bahkan tak menatap gadis itu. Ia seakan menganggap gadis itu tak pernah ada disana bahkan dihidupnya.

Yeonhee hendak mengejar Kyuhyun namun Hyejin menahannya. “Kyuhyun and her, that’s what he want. Me and him, that’s what i dream all the time,” kata Hyejin ditengah isakannya.

*****

4  months later

Berbulan-bulan pun berlalu tanpa mereka sadari. Kyuhyun dan Victoria telah lulus. “Hyejin, kau sudah tahu kalau Kyuhyun akan melanjutkan kuliah di Amerika?” tanya Yeonhee.

“Aku tahu,” jawab Hyejin dengan senyumnya.

“Kau masih menyukainya?” tanya Yeonhee.

If you truly love someone, then the only thing you want for them is to be happy, even if its not with you. Jujur saja, aku masih menyayanginya,” jawab Hyejin.

“It’s amazing how he can break your heart but you still love him with all the little pieces,” balas Yeonhee. “Aku percaya, waktu akan mengubah semuanya. Tenang saja, ya, Hyejin,”

“Setelah ini kau mau kemana?” tanya Yeonhee.

“Aku ada misi rahasia, jadi kita berpisah sampai sini ya Yeonhee. Thank you so much!” kata Hyejin lalu pergi meninggalkan Yeonhee.

Ia berdiri di depan pagar rumah itu sedari tadi. Ia menatap jendela yang ada di lantai dua, berharap apa yang ia cari muncul disana. Namun, Hyejin segera tersadar kalau ia harus berhenti berharap. Ia menggantungkan bungkusan yang telah ia siapkan dipagar rumah itu.

“Selamat tinggal,” kata Hyejin dengan senyuman tulus diwajahnya.

******

“Kyuhyun, ada sesuatu di depan pagar untukmu,” ujar ibu Kyuhyun sambil meletakan barang itu di meja belajar Kyuhyun.

“Pagi-pagi seperti ini.. Dari siapa, omma?” tanya Kyuhyun yang masih terbaring malas di tempat tidurnya.

“Entahlah, kau buka saja mungkin ada nama pengirimnya. Sepertinya benda itu sudah ada diluar sejak semalam. Saat ibu mengambilnya, kotaknya sangat dingin,” jelas ibunya. “Aigo, anakku, cepat bangun dan siapkan barang-barang yang akan kau bawa ke Amerika nanti,”

“Iya, bu,” ujar Kyuhyun setengah hati sambil bangkit dari tempat tidurnya.

Kyuhyun berjalan ke meja belajarnya dan duduk disana. Ia membuka bungkusan itu dan mendapat sebuah syal rajut yang rajutannya kurang rapi. Tak sengaja, ia menemukan sebuah kertas kecil di dalam bungkusan itu. “Somewhere there’s someone who dreams of your smile and finds in your presence that life is worth while, so when you are lonely in there, remember it’s true: somebody, somewhere, is thinking of you. ―Your Moon―”

Air mata Kyuhyun meleleh setelah membaca surat itu. Ia sangat tahu siapa penulisnya dan surat itu membuatnya teringat dengan kebersamaan mereka yang singkat namun sangat menyenangkan. Ia kembali melihat syal itu dan tersenyum lirih. Ia membayangkan bagaimana gadis itu merajut syal ini untuk dirinya yang telah menyakitinya.

Air mata Kyuhyun menderas. Rasa sakit dan rindu yang selama ini ia tahan kini membuncah. “Aku merindukanmu, Hyejin. Sangat. Semoga kau segera melupakanku,”

*****

6 years later

“Hari ini kita mengadakan pesta sambutan untukmu dan teman-temanmu, Hyejin,” seru seniornya di tempat kerjanya yang baru. “Terima kasih, Ryeowook sunbae,” balas Hyejin.

Mereka semua menikmati pesta itu dan saling berkenalan satu sama lain. Hyejin sangat menikmatinya namun ia merasa sedikit pusing dengan suasan yang ramai itu. Saat Hyejin menyingkirkan diri dari keramaian, seseorang menghampirinya, “Song Hyejin, apa kabar?” tanyanya.

Langkah Hyejin terhenti, begitu juga dengan nafasnya yang terhenti sesaat. Jantung Hyejin sudah berdetak kencang karena ia sangat mengenal suara itu. Suara yang sudah lama ia rindukan.

“Kyuhyun oppa?” gumam Hyejin saat melihat wajah itu dengan jelas.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu,” kata Kyuhyun.

Air mata Hyejin tertampung dipelupuknya. Rasa yang ia pikir telah hilang, kini kembali lagi.

‘I was finally getting over you and actually believing i didn’t need you. I was finally accepting you didn’t love me. Then you smilled at me and ruined it all.’

END ?