“Do you want to die huh? I’m on my way to cafe and you said you can’t come? Ya! Key!” Jihyo menahan dirinya agar tidak mengeluarkan sumpah serapah.

Ia hari ini sengaja untuk tidak membawa mobilnya dan berjalan kaki dari rumahnya ke cafe pertapaan, kode rahasia bagi dua sahabat tersebut. Hampir satu jam sudah ia berjalan kaki, dan ia mengutuk dirinya sendiri mengapa hari ini ia memakai ankle boots.

“Kau gila apa? Key, kakiku sakit!”

“Salah sendiri dengan konyolnya kau jalan kaki dari rumah! Aku matikan telponnya.”

“Ya! Kau harus datang!”

“Arra jagi. Sudah sudah kalau kau masih berteriak aku akan berubah pikiran. Bye my love!”

“Kibum-ah!” Jihyo merutuki si konyol yang tiba-tiba menutup sambungan telponnya. Namun Jihyo menghentikan langkahnya.

Bayangan panjang di belakang Jihyo tiba-tiba berhenti.

‘Wartawan? Paparazi? Fans? Tapi kenapa dia ikut berhenti? Kenapa dia tidak berusaha menghindar atau malah langsung berbicara denganku?’

Jihyo menggelengkan kepalanya, mengusir semua pikiran buruknya. Mungkin saja itu hanya pejalan kaki lainnya. Ia melanjutkan langkahnya, di depan akhirnya terlihat cafe pertapaannya.

Tiba-tiba bayangan panjang itu mendahuluinya. Jihyo bisa melihat dari ujung matanya bahwa itu sosok namja, dan tinggi, sekali.

Jihyo merentangkan tangannya, berusaha menggapai kenop pintu, tapi ia kalah cepat, dan kalah panjang tangan dari bayangan hitam itu. Jihyo refleks berhenti, hampir menubruk namja di depannya. Ia bisa merasa punggungnya memanas. Tangan?

Dan namja itu hilang dari pandangannya. Jihyo mengembalikan kesadarannya kembali. Kakinya meronta-ronta meminta untuk istirahat. Si rambut lilac memasuki pertapaannya.

“Jihyo unnie!” Seru suara di ujung ruangan. Tidak! Itu tempat favorit pertapaannya!

“Eh? Krystal?” Jihyo memandangi ujung ruangan yang dipenuhi beberapa orang tersebut, termasuk si namja yang tadi mengagetkannya.

“Oh my god! Lilac hair!” seru Krystal.

Anak ini memang paling histeris soal fashion, sama seperti unnienya.’

“In U.S,” cengir Jihyo.

“Oiya, aku lupa kau baru kembali dari U.S. Oiya, aku lupa, unnie, ini para cast ‘The Heirs’,” ujar Krystal. Dari mulutnya fasih mengenalkan Park Shin Hye, Min Hyuk, Lee Min Ho, Kim Woo Bin, dan Kim Ji Won.

“Annyeonghaseo, Super Girls Choi Jihyo imnida,” Jihyo membungkukkan badannya memberi salam.

“Min Hyuk-ah, annyeong!” Jihyo berubah ke mode tengilnya begitu melihat Min Hyuk yang menahan tawanya melihat Jihyo sangat sopan.

“Apa Jonghyun hyung sudah melihat gaya rambutmu terbaru?” Tanya Minhyuk.

“Untungnya belum, kurasa dia bisa membunuhku di tempat, hehe. Baiklah, silahkan dilanjutkan,” ujar Jihyo dan melangkahkan kakinya ke tempat favorit keduanya, meja di dekat jendela.

Jihyo masih merasakan mata namja itu masih mengikuti dirinya. Jihyo sengaja duduk memunggungi kelompok itu. Ia mulai merasa aneh dengan tatapan itu.

“Yo purple girl!” Seru Key yang tiba-tiba saja sudah berada di dalam cafe. Key melihat Krystal dari jauh dan melambaikan tangannya.

“Lilac, Key! Kau kenapa sudah sampai di sini? Kok cepat sekali?” Keluh Jihyo yang bahkan belum sempat memesan Green Tea Latte kesukaannya.

“Aku jalan kaki juga, dari studio sebelah, ahahaha.

“Ya! You’re crazy little -”

“Woah, easy Miss. 1,5 tahun di Amerika membuatmu sangat mudah menyumpah serapah,” ujar Key sambil memanggil waiter. “Iced Americano dan Iced Green Tea Latte.”

“Baiklah, jadi ada apa kau memanggilku hingga bahkan kau lupa bahwa ini pertemuan pertama kita di Korea setelah 1,5 tahun kau jadi anak baik disana melanjutkan master mu dan tiba-tiba kau menyumpahserapahiku?”

“Aku merindukanmu, Key,” Jihyo memaniskan suaranya semanis mungkin hingga Key ingin muntah.

“Oke, aku rasa aku sekarang suka Jihyo yang galak daripada yang tadi. Topik utama kita adalah?”

“Don’t freak up,” hela Jihyo.

“Huh?”

Jihyo membuka mulutnya, namun ia sama sekali tak bersuara “Aku putus dengan Sungmin oppa.”

“What! Are you crazy? Why you-” Key menjerit sangat keras hingga orang-orang di meja Krystal menghentikan percakapan mereka dan kini memperhatikan kedua sahabat tersebut.

“I said don’t freak up!”

Key memelankan suaranya “Siwon hyung sudah tau? Kyuhyun hyung? Member SG?”

Jihyo menggeleng.

“Ya Tuhan Hyonnie, kau menaruh dunia di pundakku! Ini beban amat berat!”

“Jangan beritahu mereka yah, pleaaaseee.”

“Dan sekarang kau kembali seperti dirimu yang dulu. Lagipula aku tidak mau terlibat dalam urusan ini. Semua oppa dan unnie mu menyeramkan,” Key menyeruput Iced Americanonya sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing.

“Satu lagi, Key,” Jihyo berhati-hati.

“Apalagi?”

“Namja itu, yang bersama Krys, daritadi mengawasiku.”

***

Halo semuanya, sudah lama tidak menulis FF. Semoga suka dengan prolognya dan ditunggu part 1 nya😀