annyeoooooooong!

Long time no see.. oremaneyo chingudeul!

Aku ada FF lagiiii… seperti biasa ff ku santai dan dengan pasangan favoritku.

Semoga pada suka daaaan jangan lupa pada comment yaaaah….

Enjoy!

—–

“Green Tea Latte, Americano Espresso, Mint Choco, Tiramisu Shake, dan…”

“Aku sarankan Choco Triplets.”

“Iya itu juga boleh.”

“35 ribu won. Silahkan tunggu sebentar. Kamsahamnida.”

“Gomawo, Oppa.”

Serombongan gadis itu bergeser ke tempat pengambilan pesanan. Sambil tersenyum, si kasir tampan melayani pengunjung berikutnya.

“Full Cream Espresso. 8 ribu won. Ini gratis donat untukmu. Silahkan tunggu. Kamsahamnida.”

“Gomawo, Oppa.”

Gadis itu bergeser ke tempat pengambilan pesanan. Matanya tidak beralih dari kasir tampan yang sudah menerima pesanan dari pengunjung selanjutnya.

“Kyaa! Kyaa! Kyuhyun Oppa tampan sekali…. Kyaaa!!!”

“Dia juga baik. Di tengah kesibukan comeback, dia masih mau datang membantu orang tuanya.”

“Aku benar-benar menyukainya.”

“Dia biasku nomor 1.”

Kyuhyun bisa mendengar jelas ucapan-ucapan itu tapi banyaknya pengunjung yang datang ke kafe keluarganya ini tidak mampu membuatnya melakukan hal lebih dari tersenyum. Dia harus fokus melayani agar tidak salah menulis pesanan.

“Kyu, bisa tolong eomma sebentar?” Nyonya Cho memanggilnya dari balik pintu dapur.

Kyuhyun tersenyum manis sekali kepada pelanggan-pelanggannya. “Aku tinggal sebentar ya. Permisi…”

Wajah para gadis yang datang memang hanya untuk melihatnya, seketika merasa kecewa. “Apa akan lama?” Tanya pelanggan yang berada di deretan paling depan.

“Tidak akan lama. Aku hanya mau membantu eomma sebentar. Permisi ya… Nuna, tolong gantikan aku.” Ahra pun menggantikan Kyuhyun menerima pesanan para gadis yang sedang dilanda kekecewaan karena tidak dilayani oleh Kyuhyun namun tetap memuja Kyuhyun.

Seketika segala bentuk pujian keluar dari mulut para pelanggan sekaligus penggemar pria itu.

“Kyuhyun Oppa…. Benar-benar pria idaman… Tampan, ramah, baik pada keluarga. Aaah….”

“Aku sangat sangat mencintainya.”

“Aaaah Kyuhyun Oppa!!!”

“Andai aku bisa menjadi kekasihnya. Omo…”

Ahra tertawa geli dalam hati melihat tingkah penggemar-penggemar adiknya. “Silahkan pesan,” ujar Ahra dengan ramah.

—-

“Eommoni!!!!” Seru seorang gadis yang sedang berlari menuju seorang wanita tua sambil membawa sebuah tanaman dalam pot kecil. “Chukkae!!! Selamat atas pembukaan kafe-nya. Aku lihat ramaiiii sekali.”

Wanita tua itu tersenyum. “Semua yang datang itu mau melihat Kyuhyun tapi tidak masalah. Yang penting aku dapat uang.”

“Betul sekali. Aku setuju!” Sahutnya sambil tertawa.

“Kau kesini karena ingin melihat anakku juga kan? Apa sih bagusnya anak itu? Dia tidak tampan seperti Siwon, tidak lucu seperti Kangin, tidak pandai bicara seperti Leeteuk. Dia hanya pandai bernyanyi.”

Hyejin tertawa. “Aigoo, eommoni. Kyuhyun tidak seburuk itu. Dia sangat baik malah walaupun kadang-kadang menyebalkan. Dia agak keras kepala.”

“Aku tahu…. Oh ya, aku akan panggilkan Kyuhyun. Tunggu sebentar di sini ya.”

“Ani. Ani. Tidak perlu, eommoni. Aku datang untuk membantu eommoni. Eommoni kan yang mengundangku masa aku tidak datang? Aku datang untuk eommoni.”

Wanita tua itu tertawa seolah mengerti sesuatu. “Aigoo… Kau tidak usah basa-basi di depanku. Kalian berdua kan sama-sama sibuk jadi pasti sulit bertemu. Kau pasti ingin menemuinya kan? Akan aku panggilkan Kyuhyun untukmu. Sebentar ya….”

Hyejin tertawa. “Betul-betul tidak perlu, eommoni.”

Eomma Kyuhyun mengabaikan ucapan Hyejin. “Tunggu sebentar di sini. Ngomong-ngomong, terima kasih atas tanamannya. Aku akan merawatnya.” Wanita tua itu kemudian keluar mencari anaknya.

“Eommoni! Eommoni! Aku datang untuk membantumu bukan menemui Kyuhyun! Eommoni!!” Serunya tapi percuma. Wanita tua itu sudah memanggil anaknya.

“Waeyo, eomma?” Tanya Kyuhyun.

Eomma Kyuhyun menggandeng anaknya dengan ceria sampai ke tempat gadis yang sedang mondar mandir bingung.

“Sedang apa kau disini?” Tegur Kyuhyun kaget.

“Memberi selamat kepada eommoni atas pembukaan kafenya,” jawab gadis itu dengan dingin.

“Bukannya kau ada musikal dengan Oppa tampan?” Tanya Kyuhyun dengan sinis.

“Aku masih ada waktu.”

“Lebih baik kau pulang. Di depan banyak sekali penggemarku, kalau mereka melihatmu di sini mereka bisa membuat berita macam-macam.”

“Aku datang untuk membantu eommoni. Bukan kau.”

“Yaa Song Hyejin!!!”

“Yaa Cho Kyuhyun! Jangan berani-berani membentaknya!” Eomma ikut campur dalam perdebatan antara kedua anak muda itu.

“Eomma… Aku hanya mau menyelamatkannya…” Bela Kyuhyun.

“Menyelamatkan dirimu sendiri lebih tepatnya. Dasar laki-laki!” bantah Eomma.

“Kenapa sih kalian selalu membela Hyejin? Yang anggota keluarga Cho itu sebenarnya aku atau dia?!”

“Karena dia, aku masih menganggapmu anakku.”

“Errrrrgh!” Kyuhyun mengerang frustasi.

“Hyejin, kau tidak sibuk kan? Kau bisa menemaniku di sini. Kau kembali ke kasir sana, Kyu.”

Dengan kesal, Kyuhyun kembali ke kasir. Senyumannya tidak selebar saat pertama kali ia menjalankan tugasnya tapi ia masih melayani para pengunjung sekaligus penggemarnya dengan sangat baik sehingga beribu-ribu pujian masih bisa menghiburnya.

—-

Hyejin melihat eommoni yang sedang sibuk dengan para chef untuk membuat makanan. “Eommoni, aku datang untuk membantu. Jangan biarkan aku menganggur seperti ini,” kata Hyejin yang dari tadi hanya mengikuti eommoni kesana kemari di dapur kafe.

“Kau menemaniku berjalan kesana kemari dan mencicipi menu kafe. Itu bagiku sudah sangat membantu. Aku sudah tua, aku sudah tidak bisa minum kopi, makan makanan manis. Kau sangat membantuku, sayang.”

“Hummm… Gomawo, eommoni,” ucap Hyejin sambil memeluk wanita tua itu.

Puk! Sebuah tepukan ringan mendarat di bahu Hyejin.

“Eonni!!! Chukkae!!!” Seru Hyejin begitu melihat Ahra di hadapannya.

“Sejak kapan kau datang?” Tanya Ahra.

“Lumayan lama. Kau sangat sibuk daritadi jadi aku tidak ingin mengganggu. Pelanggan kalian banyak sekali…”

Ahra tertawa. “Semua itu penggemar Kyuhyun. Mereka bukannya mengomentari menu kami malah memuji Kyuhyun tanpa henti. Aku rasa kepalanya akan meledak sebentar lagi.”

“Tenang saja. Kapasitas kepalanya itu sangat besar untuk menampung pujian-pujian. Jadi tidak mungkin pecah, eonni.”

“Betul juga. Aku hitung sudah ada seribu kata tampan dari mulut para gadis itu dan Kyuhyun semakin semangatt setiap mendengar kata-kata itu. Kecuali setelah ia bertemu denganmu. Kalian berdua sedang bertengkar?”

“Cerita klasik, eonni.”

Hyejin tertawa diikuti oleh Ahra. “Aku berani taruhan 50 ribu won, nanti malam kalian akan baikan,” kata Ahra.

“Tergantung. Apa persiapan comeback secara sembunyi-sembunyi dan musikal dengan mantan pacar bisa direkonsiliasi dengan mudah,” sahut Hyejin.

—–

Tepat jam 12 malam, Kyuhyun menutup kafenya. Itu pun dengan susah payah karena masih banyaknya pengunjung yang ingin datang dan pengunjung yang tidak mau pulang. Kyuhyun berhasil membujuk mereka untuk datang lagi besok karena ia akan kembali menjadi kasir.

“Kau belum pulang?” Tanya Kyuhyun kaget saat melihat Hyejin yang masih berada di dapurnya, sendirian.

“Aku baru datang lagi tepatnya. Ada yang ingin kubicarakan denganmu,” ujar Hyejin. “Ini.”

Kyuhyun memandang secangkir coklat hangat di hadapannya. “Yang kubicarakan ini cukup serius tapi aku ingin membicarakannya dengan santai,” kata Hyejin.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Kyuhyun. Ia menyeruput sedikit coklat panas dari bibir cangkir.

Hyejin tertawa. “Ahra eonni bertaruh 50 ribu won kita akan kembali baikan malam ini tapi aku yakin tidak.”

“Apa yang ingin kau bicarakan? Jangan bertele-tele.”

Hyejin menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya. “Aku punya adegan kiss untuk drama musikalku. With tounge. With Kim Junsu as my partner.”

Kyuhyun meremas kuat cangkirnya, nyaris menghancurkannya tapi ia lebih memilih menaruh cangkir tersebut ke meja. Kemudian tertawa. Tawa sinis namun penuh kecemasan.

“What should I do? Aku tidak bisa melarangmu kan? Dan tampaknya kau suka melakukannya. Kenangan kalian akan banyak membantu.”

“Aku melakukannya karena manajemen menginginkan aku melakukannya.”

“Begitu juga yang terjadi padaku. Mereka menginginkan comeback kami lebih cepat. Bukan AKU!”

“Tapi aku memberitahumu. Jujur padamu. Kau?”

“Aku apa?”

“Kau sama sekali tidak memberitahuku, memberi petunjuk pun tidak. Tiba-tiba kami berhenti manggung dan digantikan oleh kalian. Kau menyembunyikan sesuatu dariku. Itu sama saja mengkhianatiku.”

“Mengkhianatimu? Kau yang mengkhianatiku. Kau akan membiarkan laki-laki lain menyentuhmu.”

“Aku terpaksa melakukannya. Kontraknya sudah jalan, tidak mungkin dibatalkan karena akan merugikan manajemen. Lagipula, ini akibat comeback kalian juga. Kalau kalian comeback beberapa minggu lagi, di saat comeback kami sudah selesai, aku tidak mungkin mendapat tawaran musikal ini.”

Kyuhyun mengambil kembali cangkir coklat panasnya dan kemudian meminumnya sampai habis. “Masalah ini tidak akan ada habisnya. Pulang sana.”

Hyejin tersenyum manis. Kyuhyun memandangnya dengan sinis. “Percuma mengajakmu bicara. Lakukan saja apa maumu,” kata Kyuhyun.

Hyejin membungkukkan badannya memberi salam kepada Kyuhyun. Tanpa kata-kata, Hyejin pergi meninggalkan Kyuhyun.

—-

“Hyung, aku duluan ya…”

“Yaa… Kyuhyun-ah, kau mau kemana? Kita masih mau makan bersama. Yaa!!!”

“Bye! Annyeong!” Kyuhyun secepat kilat mengemudikan mobilnya menuju teater tempat musikal Hyejin.

Kyuhyun bergabung dengan para penonton yang sebagian besar adalah fans Junsu dan Goddess dengan bias Hyejin. “Permisi… Permisi.. Maaf.” Kyuhyun mengambil tempat duduknya di tengah-tengah.

“Terlambat 10 menit. Semoga aku belum kelewatan,” gumam Kyuhyun.

Kyuhyun menonton pertunjukkan musikal Hyejin dengan hati-hati. Dia memperhatikan semua adegan yang dilakukan Hyejin, termasuk adegan ciuman yang dibilangnya.

Kyuhyun mengepal tangannya kuat-kuat ketika Junsu mencium bibir Hyejin dan melumatnya. Ia harus mengontrol emosi yang ingin sekali menarik Hyejin pergi. Melihat kekasihnya berciuman dengan pria lain rasanya sangat tidak enak, meskipun itu hanya akting.

Yaa Song Hyejin! Aku tunggu kau di basement. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan segera!!

Kyuhyun mengirimkan pesan ke handphone Hyejin tiga detik setelah adegan ciuman itu selesai. Kyuhyun keluar dari teater lebih dulu daripada penonton lain. Ia menunggu Hyejin dalam mobilnya.

Sejam kemudian, Hyejin muncul dengan pakaian mengerikan yang menutupinya dari atas sampai bawah. Buru-buru ia masuk ke dalam mobil.

“Kyaaaa!!! Kenapa kau berpakaian seperti itu?!” Seru Kyuhyun kaget melihat jubah hitam yang dipakai Hyejin.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak bisa lama-lama,” kata Hyejin dengan galak.

Kyuhyun menyodorkan tisu basah kepada Hyejin. “Bersihkan bibirmu dengan itu. Termasuk lidahmu.”

Hyejin tidak melakukannya. Ia cukup keras kepala kalau sedang bertengkar dengan Kyuhyun.

“Atau aku akan membersihkannya sendiri dengan bibir dan lidahku,” ancam Kyuhyun.

Dengan buru-buru, Hyejin mengusap bibirnya dengan tisu basah yang diberikan Kyuhyun.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Hyejin lagi masih dengan kegalakan yang sama.

“Yaa… Bisakah kita segera baikan? Aku minta maaf karena tidak memberitahumu soal comeback Super Junior. Tapi itu aku lakukan agar kau fokus dengan comeback Super Girls. Kau harus paham, aku juga tidak ingin comeback kalian terpaksa diperpendek karena kami tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya artis bukan pemilik agensi ini. Okay? Maafkan aku…”

“Aku juga tidak punya pilihan. Aku hanya menjalankan tugas dari agensi. Mereka menghentikan comeback Super Girls dan memberiku kegiatan pengganti. Kau tahu aku tidak cocok dengan variety show dan radio. Drama dan musikal lebih cocok denganku. Dan kau tahu drama dan musikal zaman sekarang tidak akan laku jika tidak ada adegan kissing.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Tidak ada gunanya berdebat denganmu. Aku akan menghargai pilihanmu. Kemarilah.” Kyuhyun merangkul Hyejin mendekat.

“Kita tidak berciuman saat bertengkar.” Hyejin menghindar dengan memundurkan tubuhnya sampai terantuk pintu mobil.

Kyuhyun tertawa sambil mengelus rambut Hyejin. “Aku minta maaf. Aku menghargai pilihanmu untuk drama dan musikalmu meskipun aku benci sekali melihat kau berciuman dengan pria lain. Jadi kita damai. Okay?”

Hyejin menatap Kyuhyun dengan curiga.

“Aku hanya ingin memelukmu. Boleh? Kita sudah bertengkar 3 hari. Apa kau tidak merasa menderita?”

Hyejin sedikit melemaskan tubuhnya sehingga Kyuhyun dapat dengan mudah memeluknya. “Aku merindukanmu,” ucap Kyuhyun.

Hyejin mengulum senyumnya di dalam pelukan dada bidang Kyuhyun. Ia tidak mengijinkan kekasihnya itu untuk mengetahui bahwa ia sudah memaafkan Kyuhyun. “Aku juga merindukanmu,” kata Hyejin di dalam hati.

“Hey… Aku boleh menciummu? Tiga hari… Itu…” Kyuhyun memohon dengan mata memelas. Ia bahkan menunjukkan aegyo-nya bahwa ia benar-benar menginginkan ciuman itu.

Hyejin mendesah kesal. “Aku tahu akan berakhir seperti ini. Dasar iblis!”

Hyejin mengecup kedua pipi Kyuhyun kemudian bibirnya. “Aku mencintaimu,” ucap Hyejin sambil tersenyum.

“Aku tahu,” sahut Kyuhyun. “Tapi… Bagaimana bisa ciumanmu dengan pria lain lebih panas daripada ciuman dengan pacar yang sudah 5 tahun bersamamu? Heoh?”

Kyuhyun memajukan wajahnya sehingga nafas antara mereka berdua saling beradu. “Aku punya ide… Setiap bibir pria lain mengotorimu, aku akan menyucikannya kembali.”

Tanpa berdaya, Hyejin membiarkan Kyuhyun mencium bibirnya, melumatnya, melesakkan lidahnya, melakukan apapun yang pria itu anggap dapat menyucikannya kembali.

“Aku mencintaimu. Tahu?” Kyuhyun memamerkan deretan giginya yang rapi teriring senyuman jahilnya.

“Aku belum menyetujui idemu. Tahu?”

“Itu bukan penawaran. Itu perintah jadi aku tidak butuh persetujuanmu.”

—-

September, 1st 2014

00.00 KST

AYAYA! Cho Kyuhyun and Song Hyejin Are an Item!

Dispatch. Seoul. Setelah investigasi selama 3 tahun, kami pastikan bahwa Cho Kyuhyun Super Junior dan Song Hyejin Super Girls merupakan pasangan kekasih!!!

Chukkae!

Don’t forget to buy MAMACITA! Enjoy!

—-

“Omo!!! ONNIEDEUL!!!” Teriak Hamun mengagetkan keempat onniedeulnya yang sedang tertawa-tawa menggosipkan Sehun.

Hyejin, Minah, HyunAh dan Jihyo serempak mengomeli magnae mereka. “Wae, Hamun-ah?”

“Kau mengagetkanku saja. Ada apa?”

“Yaa Hamun-ah. Kau nyaris membuat jantungku copot!”

“Ada apa sih?”

Hamun buru-buru menunjukkan berita Dispatch yang baru dirilis beberapa jam lalu.

September, 1st 2014

00.00 KST

AYAYA! Cho Kyuhyun and Song Hyejin Are an Item!

Dispatch. Seoul. Setelah investigasi selama 3 tahun, kami pastikan bahwa Cho Kyuhyun Super Junior dan Song Hyejin Super Girls merupakan pasangan kekasih!!!

Chukkae!

Don’t forget to buy MAMACITA! Enjoy!

“Mereka memasukkan semua bukti-bukti mencurigakan yang menguatkan bahwa kalian berdua pacaran,” kata Hamun.

“OMO!!! Daebaaaak!!” Seru Minah saat melihat video pendek yang diunggah Dispatch. “Kau bilang kau tidak berciuman saat sedang bertengkar. Apa kalian sudah baikan?”

Hyejin menganggukkan kepalanya.

Keempat member Super Girls yang lain membaca berita tersebut dengan teliti.

“Dispatch bilang kalian tinggal bersama di apartemen Kyuhyun. OMO!!! Darimana mereka tahu?” Seru HyunAh.

“Yaa eonni. Dispatch itu paparazzi yang paling mengerikan yang aku kenal. Mereka bahkan bisa menyadap telepon dan sms kita,” kata Jihyo.

MinAh tertawa. “Tidak usah khawatir. Semua akan baik-baik saja. Seperti yang pernah aku alami. Awalnya akan ramai tapi diamkan saja. Lama-lama juga akan hilang dan kalian bisa dengan leluasa berkencan.”

Hyejin membaca berita tersebut dan melihat foto-foto dirinya, bukan rekayasa. Fotonya di mobil Kyuhyun, di rumah Kyuhyun dan di kafe keluarga Kyuhyun. Ada juga foto sewaktu mereka liburan bersama di Kanada. Dispatch bahkan merilis foto awal-awal Kyuhyun dan Hyejin mulai berkencan.

Hal-hal tersebut tidak meresahkannya. Ia menggeser sampai ke bagian komentar. Pendapat netizen lebih penting baginya saat ini. Hyejin membaca satu per satu kemudian mengembalikan ipad milik Hamun.

“Kurasa aku harus mengunci diri selama berbulan-bulan ke depan. Mengerikan!” Kata Hyejin.

Hamun dan HyunAh memandang dengan cemas. Jihyo mengomel kesal pada komentar-komentar netizen. Minah tertawa-tawa santai.

“Santai saja. Semua akan baik-baik saja. Kau tidak usah banyak komentar ataupun memberi penjelasan. Biarkan Kyuhyun yang bicara nanti. Mereka akan lupa dan kemudian mendukung Oppa mereka.”

Hyejin tersenyum kecil. “Entahlah. Semoga saja begitu. Tapi aku tidak ingin mengakui hubungan kami sekarang.”

—-

Hyejin memakai celemek ungu kesukaannya, warna yang melambangkan fandomnya, Goddess. “Eommoni!!! Aku datang… Apa yang bisa kubantu hari ini?”

Tanpa banyak bicara, eomma Kyuhyun segera menarik Hyejin ke meja kasir. “Hyejin sayang, untung kau datang. Kyuhyun hari ini tidak bisa datang. Ahra juga sedang sibuk padahal pengunjung yang datang banyak sekali. Tolong aku ya…”

“Tapi eommoni…”

Eomma Kyuhyun tidak mau mendengar penjelasan Hyejin. Ia memaksa Hyejin membantu sebagai kasir.

Sebagai subjek berita yang paling dicari tentu Hyejin sebenarnya tidak ingin muncul di depan publik sekarang tapi tidak mungkin ia menolak permohonan eomma Kyuhyun.

“Annyeonghaseyo,” sapa Hyejin dengan ramah kepada pelanggan, bertaruh mereka pasti mengenali dirinya. Mereka pasti akan bertanya-tanya apa yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun.

“Coffee Creme dan Sweet Sugar Pancake.”

“12.500 won. Kamshamnida. Silahkan tunggu sebentar.”

Pelanggan pertama aman. Tampaknya ia mengenali Hyejin tapi enggan berkomentar lebih jauh.

Hyejin melayani pelanggan selanjutnya. “Annyeonghaseyo. Mau pesan apa? Makan disini atau bawa pulang?”

“Hyejin onnie. Bagaimana bisa Kyuhyun Oppa mau pacaran denganmu? Apa berita itu benar?”

Hyejin hanya tersenyum. “Mau pesan apa?”

“Yaa eonni! Aku bertanya padamu…”

Hyejin tersenyum lagi. “Kami tidak ada hubungan apa-apa kok.”

“Mana mungkin. Tidak mungkin kalian berciuman kalau kalian tidak ada hubungan apa-apa.”

Eomma Kyuhyun muncul di sebelah Hyejin. “Hai gadis-gadis cantik, kalian mau pesan apa? Aku sedang ada promo beli minum gratis donat. Kalian mau rasa apa?”

“Green Tea Tiramisu dan Choco Mint Coffee.” Para gadis itu langsung memesan minumannya.

“16 ribu won. Silahkan tunggu sebentar ya. Pesanan akan segera dibuat. Kamsahamnida.”

Para gadis itu bergeser ke tempat pengambilan pesanan. Eomma Kyuhyun menyelamatkan Hyejin dari cercaan pertanyaan gadis yang sepertinya tidak setuju dengan hubungannya dengan Kyuhyun. Tapi ia tidak berhasil menyelamatkan Hyejin dari mulut para gadis yang sedang membicarakannya.

Kafe MOM menjadi riuh karena keberadaan Hyejin. Mulut para gadis sudah saling menyahut membicarakan Hyejin. Kepala mereka menjulur untuk melihat Hyejin.

Hyejin tersenyum melayani pelanggan selanjutnya. “Annyeonghaseyo. Mau pesan apa?”

“Hyejin eonni, chukkae! Aku senang Oppa jatuh cinta kepada gadis yang benar. Kami titip Oppa padamu ya…”

“Eonni di sini pasti datang untuk membantu eommoni ya? Kau baik sekali…”

Hyejin hanya tersenyum, tersenyum dan tersenyum. Ia tidak mengeluarkan satu patah kata pun mengenai hubungannya dengan Kyuhyun. Ia membiarkan para gadis itu saja yang berbicara terus.

“Wuaaaa… Enak sekali. Aku juga mau. Enak sekali satu perusahaan dengan Kyuhyun Oppa. Jatuh cinta, jadi kekasih. Eommoni pasti senang memiliki calon menantu sepertimu. Aku iri.”

Hyejin kembali tersenyum. “Kalian mau makan apa? Makan sini atau bawa pulang?”

“Makan sini. Americano 5. Whipe creme yang banyak.”

“35 ribu won. Kamsahamnida.”

Hyejin menyiapkan pesanan para pelanggan. Di sela-sela itu, ia menghubungi member Super Girls yang lain.

Help me!!! Aku sedang jadi kasir di MOM. Para penggemar Kyuhyun sudah mulai membicarakan aku. Kalau aku hanya sendirian, orang akan semakin curiga. Tolooong aku….

Hyejin kembali melayani pelanggan, seorang pria tampan kesayangannya. “Omo! Kau mengagetkanku.”

“Apa yang kau lakukan di sini? Aku tidak sanggup membayarmu tahu!” Ujar Kyuhyun.

Semua mata kini sudah menatap Kyuhyun dan Hyejin berharap mereka bisa mendapatkan konfirmasi atas hubungan kedua manusia itu.

“Tadi aku mampir untuk minum kopi tapi ternyata kafemu ini ramai sekali. Eommoni, maksudku ibumu kelimpungan mengurusnya sendiri, jadi aku membantunya. Itu saja, sunbae.”

Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban cerdas dari Hyejin. Para pelanggan tidak mengalihkan mata mereka dari pasangan itu. Berita Dispatch pasti sudah mendarah daging dalam diri mereka.

“Terima kasih sudah membantu. Kau sudah bisa pulang,” kata Kyuhyun.

Hyejin membungkukkan diri untuk memberikan salam kemudian masuk ke dapur untuk berpamitan pada eommonim. “Eommoni, aku pergi dulu ya. Kyuhyun sudah datang. Maaf tidak bisa membantu lama-lama.”

“Aigoo sayang. Gwencana. Hati-hati di jalan ya. Kapan-kapan aku akan menonton musikalmu. Oh ya, kalau kau sudah tidak sibuk, nginap di rumah ya sayang.”

“Ne, eommoni. Aku pergi dulu ya.” Hyejin memeluk eomma Kyuhyun kemudian segera pergi mengejar jadwal musikalnya.

—-

Kyuhyun tersenyum melayani pelanggan sekaligus penggemarnya. Dengan ramah, Kyuhyun menjawab semua pertanyaan penggemarnya.

“Oppa, apa berita itu benar?”

“Apa kau mencintainya?”

“Oppa… Apa kau bahagia bersamanya?”

Kyuhyun tersenyum. “Maafkan aku tidak pernah mengatakannya. Aku mencintainya seperti aku mencintai kalian tapi aku harus memilih salah satu untuk menjadi pendamping hidupku. Aku tidak mungkin hidup sendirian sampai tua. Maafkan aku…”

“Gwencana, Oppa… Yang penting untuk kami itu kebahagiaanmu. Asal kau bahagia, kami tidak keberatan. Kami akan mendukungmu.”

“Chukkae, Oppa!”

“Gomawo. Aku tahu aku tidak ada apa-apa tanpa kalian. Maafkan aku menyakiti kalian. Aku mencintai kalian.”

“Kami juga mencintaimu, Oppa… Jangan merasa bersalah seperti itu. Kami juga tidak mungkin membiarkanmu hidup sendirian sampai tua.”

Kyuhyun tersenyum. “Gomawo gadis-gadisku. Kalian yang terbaik.”

—-

Kyuhyun kembali ke rumahnya setelah jadwalnya selesai. Ia menemukan Hyejin yang sedang duduk santai di lantai sambil membaca sesuatu dari tab-nya.

Dengan mengendap-endap, Kyuhyun mendekati Hyejin, melingkarkan tangannya ke pinggang Hyejin dari samping dan mencium pipi Hyejin dengan mesra. “Aigoo… Apa yang kau pikirkan, sayang?” Kyuhyun melihat artikel yang sedang dibaca Hyejin.

“Dispatch?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin menghela nafas panjang. Ia menoleh untuk melihat Kyuhyun. Tampang pria itu menunjukkan ia kelelahan tapi senyumnya memberikan ketenangan. “Apa semua akan baik-baik saja?” Tanya Hyejin cemas.

Kyuhyun tersenyum tenang. “Semua akan baik-baik saja. Tenang lah. Aku akan selalu bersamamu. Lagipula eomma tidak membuka lowongan untuk gadis lain,” kata Kyuhyun kemudian mencium bibir Hyejin.

“Kau belum mencuci mulutmu. Aku mencium bau Junsu. Errrgh!!!” Erang Kyuhyun kesal.

Hyejin tersenyum penuh penyesalan dan mohon pengampunan. “Mian. Aku lupa.”

Hyejin bangkit berdiri tapi ditarik kembali oleh Kyuhyun. “Aku tidak keberatan karena kita punya perjanjian,” goda Kyuhyun kemudian mencium Hyejin sambil menggelitik pinggang gadisnya itu membuat gadis itu tertawa.

“Geli…”

Kyuhyun tertawa melihat Hyejin yang kegelian. “Kau tahu sudah berapa lama kita tidak menghabiskan malam bersama?” Tanya Kyuhyun.

“Aku tidak ingat. Sebulan? Dua bulan?” Tanya Hyejin balik.

“Sudah lama sekali. Setiap aku pulang, kau sudah tidur. Atau kau tidur di dorm karena ada jadwal. Atau aku yang tidur di dorm. Jadi…”

Kyuhyun tersenyum nakal sambil memeluk Hyejin lebih erat. Hyejin mendengus menanggapinya. “Aku tahu apa yang ada diotakmu, bocah nakal!”

Kyuhyun tersenyum lebar memamerkan deretan giginya kemudian mencium Hyejin dan membiarkan insting terliarnya yang bekerja.

—-

Kami terpaksa mengonfirmasi hubunganmu dengan Hyejin.

Apa yang kalian bilang?

Kalian tidak ada hubungan apa-apa. Hanya sunbae dan hoobae yang telah lama kenal.

Lalu?

Untuk sementara, lebih baik kalian tidak bertemu untuk sementara sampai berita ini menghilang.

Kyuhyun memandang gadis yang sedang tidur pulas di pelukannya dan tanpa alasan yang jelas membuatnya tersenyum sendiri.

Ia membalas sms dari manajernya.

Aku tidak bisa hidup tanpanya, bodoh. Jadi ide untuk tidak bertemu dengannya itu sangat tidak masuk akal. Bagaimana kalau aku menikahinya?

—-

Kyuhyun menyesap anggurnya, menikmati enaknya berendam air hangat. “Suatu saat nanti aku harus mengganti bath-tub ini dengan yang lebih besar,” kata Kyuhyun.

“Buat apa? Buang-buang uang saja. Lebih baik kita buat bangun hotel atau guest house. Otte?” Sahut Hyejin.

“Yaa… Ganti bath tub dengan bangun hotel itu jauh lebih murah ganti bath-tub!”

“Aku tahu! Maksudku, bath tub ini tidak bermasalah. Cukup untuk kita berdua. Lagipula juga tidak terlalu sempit. Iya kan? Jadi lebih baik uangnya kita simpan untuk buka usaha hotel atau guest house. Bagaimana?”

Kyuhyun tertawa kegelian. Ia merasakan kaki Hyejin yang sedang menggelitik perutnya. “Iya kan? Humm?” Goda Hyejin yang sudah mendekatkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun sehingga kulit mereka bersentuhan, menimbulkan reaksi yang tidak baik untuk bagian bawah tubuh Kyuhyun.

“Nappeunnom!” Bisik Kyuhyun kemudian memeluk dan mencium Hyejin.

—-

Kyuhyun buru-buru berlari menaiki tangga karena lift yang dia tunggu-tunggu tidak kunjung datang. “Maaf, aku terlambat,” ucap Kyuhyun kepada member Super Junior dan pers yang hadir untuk konferensi pers Super Show 6.

“Kemana saja kau?” Tanya Siwon yang dibalas dengan senyuman penuh makna dari Kyuhyun. “Malam liar?”

Kyuhyun tersenyum malu-malu, mengiyakan pertanyaan Siwon. “Dia menahanku 5 menit tapi aku tidak mau melepaskannya 30 menit.”

“Dasar bocah iblis!”

Leeteuk mendekati Kyuhyun. “Aku tahu ini press conference untuk SS6 tapi para wartawan pasti akan bertanya tentang Hyejin. Jawab seperti yang diberitahukan manajemen padamu ya.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Press conference segera dimulai. Para wartawan sudah duduk di tempatnya masing-masing begitu juga dengan member Super Junior dan MC.

“Selamat atas Super Show 6 kalian. Kurasa ini formasi terlengkap dibandingkan dengan terakhir kalian comeback.”

“Ne. Kami hanya kehilangan Yesung di sini padahal ia main vocal kami. Kami harap ia segera menyelesaikan wajib militernya dengan baik.”

“Yee, Leeteuk-ssi. Apa yang kalian harapkan dari Super Show kali ini?”

“Ini Super Show pertamaku sejak aku menyelesaikan wajib militerku. Aku merasa deg-degan sama seperti saat Super Show 1. Aku berharap ELF akan suka dan memberikan kesan yang baik.”

“Ne. Gomawo, Leeteuk-ssi.”

“Kyuhyun-ssi dan Ryeowook-ssi. Dengan Yesung yang sedang wajib militer, sebagai main vocal bagaimana kalian membagi line yang ditinggalkan oleh Yesung?”

“Ah ne. Karena aku lebih ke suara tinggi dan Kyuhyun ke suara rendah jadi kami membaginya berdasarkan rendah tinggi nada. Kalau tinggi itu bagianku, kalau rendah itu bagian Kyuhyun.”

“Ahh. Arraseo. Jadi tidak ada kesulitan dalam membagi suara?”

“Tidak ada. Kami juga sudah berkali-kali latihan sehingga kami yakin tidak akan ada kesalahan pada saat konser nanti,” lanjut Kyuhyun.

“Oh ya, Kyuhyun-ssi. Apa Hyejin akan menonton SS6?”

Pertanyaan liar yang tentu saja menjadi pertanyaan favorit para wartawan. Mereka semua sudah siap dengan laptop masing-masing untuk mengetik jawaban Kyuhyun dengan cepat sehingga tidak ada satu kata pun yang terlewat.

“Tentu saja dia akan menonton. Kami mengundang semua teman kami untuk menonton.”

“Apa kau menyiapkan kejutan khusus untuknya di SS6 ini?”

Kyuhyun tertawa. “Aku punya kehidupan pribadi sendiri dengan Hyejin. Kami tidak pernah mencampur adukkan masalah hubungan kami dengan kegiatan Super Junior atau Super Girls. Kami saling mencintai dan itu cukup untuk kami. Terima kasih.”

Shindong yang berada di sebelah Kyuhyun tertawa geli. “Itu tidak cukup bagimu. Kau seperti ikan menggelepar di daratan kalau tidak menyentuh Hyejin,” bisik Shindong.

Kyuhyun balas tertawa. “Aku bahkan berencana menikahinya agar aku bisa terus bernafas.”

“Jadi kau berencana menikah dengan Hyejin, Kyuhyun-ssi?” Seorang wartawan yang entah bagaimana bisa mendengar bisikannya.

Kyuhyun memandang wartawan itu dengan bingung. Ia menatap Leeteuk dan manajernya, mencari jawaban untuk pertanyaan wartawan itu. Leeteuk dan manajer Super Junior menggelengkan kepala.

Kyuhyun tersenyum. “Aku berencana menikahinya paling tidak sebelum aku masuk militer. Aku mencintainya dan seperti yang kalian tahu, aku selalu bersamanya. Aku tidak bisa hidup tanpanya.”

“MWO?!!!”

Seluruh mata di ruangan itu menatap Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. “Aku tidak ingin berbohong. Aku mengatakan yang sejujurnya.”

—-

“YAA CHO KYUHYUN! APA KAU SUDAH GILA?!” Teriak Hyejin begitu Kyuhyun pulang ke rumah. Hyejin berteriak marah tidak peduli Kyuhyun sudah terlalu lelah untuk menanggapinya.

“Gila kenapa?” Tanya Kyuhyun pelan-pelan. Dia terlalu lelah.

“KAU MENGAKU DI DEPAN SELURUH WARTAWAN BAHWA KITA PACARAN!”

“Lalu kenapa?”

“KAU TAHU APA AKIBATNYA?! KENAPA KAU TIDAK PERNAH BERPIKIR SEBELUM BICARA?!”

“APA SIH? KENAPA TERIAK-TERIAK BEGITU? AKU PUSING MENDENGARNYA!” Kyuhyun balas berteriak. Dia baru saja menyelesaikan SS6 hari pertama dan yang ingin ia lakukan adalah tidur bukan bertengkar.

“KAU MAU MENIKAHIKU?!”

“APA ITU SALAH?!”

“YAA… Kau mengatakannya saat konferensi pers dan seluruh dunia mengetahuinya sekarang. Kau tahu betapa buruk efeknya untuk karirmu dan karirku?!” Hyejin sedikit melunak tapi itu tidak meredakan amarahnya.

“SEBENARNYA KAU ITU MENCINTAIKU ATAU TIDAK SIH? YANG ADA DI OTAKMU HANYA KARIR, KARIR DAN KARIR!”

“AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU!”

“TERSERAH! AKU AKAN TETAP MENIKAHIMU! Aku bilang akan menikah sebelum aku wajib militer! Kau masih punya waktu 2 sampai 3 tahun lagi untuk bersenang-senang dengan karirmu!”

“SHIREO!”

“BAIKLAH. AKU TIDAK AKAN MENIKAHIMU! PUAS?!”

Kyuhyun meninggalkan Hyejin di ruang santai. Kyuhyun membanting pintu kamarnya.

“YAA CHO KYUHYUN! JANGAN MEMBANTING PINTU DI DEPANKU!!”

“TIDAK USAH MENGURUSIKU!”

Hyejin menggedor kamar Kyuhyun. “Yaa Cho Kyuhyun! Aku belum selesai bicara!”

“AKU TIDAK MAU BICARA!” Teriak Kyuhyun dari dalam kamar membuat Hyejin kesal karena sekali Kyuhyun bilang tidak mau bicara maka ia tidak akan bicara.

—-

Hyejin memijit-mijit kepalanya seolah dengan begitu akan memberinya jalan keluar untuk kembali berdamai dengan Kyuhyun.

“Kalian berdua bertengkar lagi, eonni?” Tanya Jihyo yang bergabung dengan Hyejin di ruang latihan Super Girls.

“Darimana kau tahu? Apa terlihat jelas di wajahku?”

Jihyo menganggukkan kepala. “Aku baru saja bertemu dengan Kyuhyun Oppa dan ia memiliki wajah yang sama buruknya dengan wajahmu sekarang. Apa yang terjadi?”

Hyejin menghela nafasnya panjang. “Aku marah dengan pengakuannya di Press Conference kemarin,” jawab Hyejin.

“Kenapa kau harus marah? Dia mengakui kau ke seluruh dunia. Bukannya harusnya kau senang, eonni?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Menurutku ini bukan waktu yang tepat. Comeback SJ baru saja berjalan, mereka mau konser lagi. Sedangkan Super Girls masih harus berjalan paling tidak sampai 5 atau 10 tahun ke depan. Sedikit atau banyak, pernyataan Kyuhyun akan berpengaruh terhadap karir kita, Jihyo-ya.”

Jihyo tertawa. “MinAh eonni baik-baik saja dengan Yunho Oppa. Mereka bahkan bisa berkencan lebih bebas sekarang dan TVXQ juga Super Girls masih baik-baik saja.”

Hyejin menghela nafas dengan berat.

“Kau saja yang terlalu cemas, eonni,” kata Jihyo menenangkan. “Kyuhyun Oppa hanya ingin bersamamu. Dia mempertaruhkan segalanya untukmu. Dia mencintaimu. Kalau kau yang ada di posisinya. Bagaimana? Bagaimana perasaanmu ketika kau mencintai seseorang, melakukan segalanya untukmu tapi orang yang kau cintai malah menolaknya? Apa kau tidak sakit hati?”

Hyejin memijit kembali pelipis kepalanya. Dia pikir Jihyo ada benarnya juga.

“Tapi aku tetap tidak setuju…”

“Bicara saja baik-baik dengannya. Kau tahu kelemahan Kyuhyun Oppa adalah dirimu. Kau merayunya sedikit saja, pasti ia akan langsung memaafkanmu. Jujur, aku tidak suka melihat kalian bertengkar. Aura mengerikan seakan melingkupi segala sesuatu yang berada di dekat kalian. Tidak bagus untuk kami juga.”

Hyejin menghembuskan nafasnya dengan berat. “Baiklah, aku akan coba bicara baik-baik dengannya. Tapi aku masih kesal padanya…”

“Eonni, kau benar-benar keras kepala. Kau mencintai Oppa kan? Masa keras kepalamu lebih kuat dibandingkan cintamu?”

Hyejin tersenyum lemah. “Semoga ia mau memaafkanku.”

“Ia akan memaafkanmu, eonni.”

—-

Hyejin berkali-kali menelepon Kyuhyun tapi tidak ada satupun yang diangkat. Sudah hampir jam 2 pagi dan Kyuhyun belum juga pulang.

Hey. Kau sehat-sehat saja kan?

Hyejin mengirimkan sms kepada Kyuhyun yang juga tidak dibalas oleh Kyuhyun.

“Oppa, maaf mengganggu pagi-pagi buta. Apa kalian sudah pulang?” Hyejin menelepon Sungmin yang merupakan hyung terdekat Kyuhyun.

“Kami sudah pulang daritadi. Waeyo, Hyejin-ah?” Tanya Sungmin.

“Apa Kyuhyun sudah tidur? Aku bolak-balik meneleponnya tapi tidak ia angkat. Aku sms juga tidak dibalas.”

“Dia sudah tidur. Apa kau mau aku membangunkannya?”

“Tidak perlu, Oppa. Gomawo.”

Hyejin kemudian diam.

“Apa yang bisa aku bantu, Hyejin-ah? Apa kau mau datang ke sini? Aku bisa menjemputmu.”

“Ani. Ani. Tidak perlu, Oppa. Aku akan meneleponnya lagi besok pagi. Gomawo. See you, Sungmin Oppa.”

“See you, Hyejin-ah.”

—–

Kyuhyun memandang Sungmin yang sedang memakai jaketnya. “Kau mau kemana, hyung?”

“Menjemput Hyejin. Kalian harus segera menyelesaikan masalah kalian berdua. Aku tidak peduli kalau dorm ini roboh karena perang kalian,” jawab Sungmin yang memang benar-benar pergi untuk menjemput Hyejin.

Hyejin sangat terkejut ketika Sungmin muncul untuk menjemputnya. “Aku tidak tahan melihat aura kalian yang sangat menyeramkan kalau sedang bertengkar. Aku bisa mengungsi ke kamar Eunhyuk nanti. Kajja!”

Hyejin masuk ke dalam kamar Kyuhyun dan Sungmin dimana Kyuhyun sedang tidur membelakangi pintu masuk. “Bicara baik-baik dengan Kyuhyun. Menurutku, Kyuhyun tidak salah. Aku juga tidak menyalahkanmu tapi magnae kami tidak salah. Ia hanya menyampaikan isi hatinya. Dia hanya ingin hidup denganmu.”

Hyejin nyaris menangis melihat Kyuhyun. Ia merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan. Kyuhyun hanya ingin bersamanya dan dia malah mengacaukannya.

“Aku tidak akan menganggu. Silahkan anggap seperti rumah kalian,” kata Sungmin lalu keluar meninggalkan Kyuhyun dan Hyejin.

Hyejin membaringkan tubuhnya di sebelah Kyuhyun dan memeluk pria yang dicintainya dari belakang. “Mian…” Ucap Hyejin.

“Mian… Mian… Mianhe, Kyuhyun-ah…”

Hyejin memeluk Kyuhyun semakin erat dan semakin sering ia mengucapkan kata maaf semakin banyak air mata yang mengalir.

“Kyuhyun-ah, mianhe… Maafkan aku… Bicaralah. Jangan diamkan aku seperti ini. Maafkan aku.”

Kyuhyun tidak tidur. Ia pura-pura. Kyuhyun menghela nafas dan membalik tubuhnya sehingga berhadapan dengan gadis yang sedang menangis tersedu-sedan. “Berhentilah menangis. Kita hanya bertengkar, bukan akan kehilangan satu sama lain. Hey gadis cengeng, jangan menangis lagi.”

“Maafkan aku…”

“Aku memaafkanmu. Sudah, jangan menangis lagi. Kau jelek sekali kalau sedang menangis. Aku lebih suka kau marah-marah. Itu kau dalam versi yang lebih normal.”

Hyejin memukul pelan dada Kyuhyun. “Aku serius. Maafkan aku.”

“Aku juga serius. Aku lebih suka kau minta maaf dengan galak dibanding terisak-isak begini. Jangan menangis lagi. Aku sudah memaafkanmu.”

Kyuhyun mengusap air mata Hyejin dengan jari-jari tangannya, menghilangkan dengan sekejap, menggantikannya dengan senyuman cerah. “Kau tidak akan meninggalkanku kan?”

“Memangnya kau bisa hidup tanpaku?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku mencintaimu,” ujar Hyejin kemudian mencium Kyuhyun.

“Jangan menggodaku, gadis nakal. Ini masih pagi buta. Aku masih punya banyak energi untuk menghabisimu. Eomma juga tidak keberatan memiliki cucu darimu. Aku tidak tahu kenapa dia lebih sayang padamu daripada aku.”

“Itu karena aku lebih perhatian padanya. Kau sih terlalu sibuk. Jangan salahkan aku ataupun eommoni ya.” Hyejin tertawa kemudian memeluk Kyuhyun semakin erat meskipun itu membuatnya semakin sulit bernafas. “Besok kau akan pulang kan? Kau tidak akan membiarkanku tidur sendirian kan?”

“Apapun yang kau inginkan, tuan putriku sayang. Sekarang mari kita tidur.”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku mau menghabiskan waktu bersamamu. Kau tahu betapa menderitanya menghabiskan malam sendirian beberapa hari ini?”

Kyuhyun tersenyum. “Apa yang tidak aku lakukan untukmu, hum?”

Hyejin tertawa kecil dalam pelukan Kyuhyun. “Terima kasih sudah mencintaiku. Kau masih mau menikah denganku kan?” Tanya Hyejin.

“Kau melamarku? Tidak salah?” Kyuhyun tertawa geli.

Hyejin mencubit perut Kyuhyun. “Jangan mengejekku… Aku menyadari aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku hanya tidak seberani kau untuk mengakuinya kepada seluruh dunia.”

Kyuhyun tertawa. “Baiklah, aku terima lamaranmu. Kau mau menikah kapan? Besok? Lusa? Atau sekarang?”

“Dasar gila! Katamu kan sebelum kau wajib militer.”

“Sekarang juga masih bisa dihitung sebelum aku wajib militer. Iya kan? Kau bisa menghitung tidak sih?”

Hyejin memanyunkan bibirnya. “Aku mau 3 tahun lagi,” ujar Hyejin.

“Terserah saja. Kapanpun aku siap.” Kyuhyun mencium puncak kepala Hyejin dengan lembut.

Hyejin tertawa. “Kenapa kau tertawa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Aku tidak menyangka semudah ini melunakkanmu. Aku pikir kita akan saling melempar barang lebih dulu. Aku benar-benar kelemahanmu ya?”

Kyuhyun mengelus kepala Hyejin. “Ani. Aku mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Kalau kita bisa berdamai buat apa bertengkar? Cintaku padamu terlalu kuat rasanya sampai aku bisa begitu mudah memaafkanmu.”

Hyejin kembali tertawa.

“Jangan menertawaiku. Aku serius tahu.”

Hyejin mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun yang balas menatapnya. “Gomawo,” ucap Hyejin dengan sungguh-sungguh kemudian mencium Kyuhyun.

“Haishh… Lebih baik kita tidur sekarang. Kau tahu betapa sulitnya menahan singa dalam tubuhku agar tetap diam?” Protes Kyuhyun.

Hyejin tersenyum kemudian mencium Kyuhyun untuk kedua kalinya.

“Yaak!”

Hyejin kembali mencium Kyuhyun.

“Cukup! Ayo kita tidur. Gadis nakal! Aku akan menyalahkanmu kalau besok aku terlambat.”

Hyejin mengunci tubuh Kyuhyun dalam pelukannya yang sangat erat. “Aku mencintaimu,” ujar Hyejin pelan, nyaris berbisik.

“Aku tahu. Tidak mungkin kau tahan 5 tahun bersamaku kalau tidak mencintaiku. Kau tahu, kita ini pasangan paling aneh di jagad dunia hiburan. Paling sering bertengkar tapi paling cepat baikan. Paling keras kepala tapi cepat saling mencairkan. Satu lagi, menurut survey kita ini pasangan paling seksi.”

“Humm?”

“Iya… Kita ini salah satu pasangan yang paling diidam-idamkan tahu. Kau pernah baca fanfiction? Banyak sekali yang memasangkan kita.”

“Humm.”

“Hyejin-ah.” Kyuhyun melihat Hyejin yang sudah tertidur dengan kepala terkulai di atas dadanya. Nafasnya berhembus teratur, membuat dadanya terasa panas.

Wajah polos Hyejin tidak pernah membuat Kyuhyun bosan.”Selamat tidur, cantik. Jalja.” Kyuhyun memejamkan matanya dan tidak butuh waktu lama memasuki alam mimpinya.

“Song Hyejin, apa kau bersedia sehidup semati, dalam susah ataupun senang, bersama dengan Cho Kyuhyun, suamimu?”

“Ya, saya bersedia.”

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia sehidup semati, dalam susah ataupun senang, bersama dengan Song Hyejin, istrimu?”

“Ya, saya bersedia.”

“Silahkan cium mempelai perempuan.”

Kyuhyun mencium Hyejin dan dengan cepat mimpinya berubah lebih menyenangkan.

Hyejin berada di sebelahnya, tersenyum sambil mengelus pipinya. Matanya terlihat kelelahan tapi Kyuhyun sangat senang melihatnya.

“Yaa Kyuhyun-ah!!! Ireona!!! Yaaak!!!”

Elusan di pipinya berubah menjadi tepukan dan tepukan di pipinya semakin kencang begitu juga dengan suara Hyejin. “PPALI IREONA YAA CHO KYUHYUN!!!”

Kyuhyun tersadar dari mimpinya. “Waeyo, Hyejin-ah? Kau mengganggu mimpi indahku,” protes Kyuhyun.

“Kau mimpi indah atau mimpi jorok? Celanamu basah tahu! Aigoo… Eunhyuk Oppa pasti terlalu banyak menyuplai video porno kepadamu ya? Haishh! Bersihkan sana! Dasar mesum!” Omel Hyejin sampai menendang Kyuhyun keluar dari tempat tidurnya.

Kyuhyun tersenyum nakal pada Hyejin. “Kau pemeran utama wanita di dalam mimpiku. Kau sangat seksi tadi. Sayang, kau membangunkanku.”

“Yaa!!! Dasar mesuuuuum!!!” Seru Hyejin malu. Namun Kyuhyun hanya tertawa-tawa. Dengan santai, ia berjalan ke kamar mandi.

—-

Kkeut!

Hope you like it!

xoxo