Siwon segera memeluk erat Hamun yang baru saja menginjakkan kaki di kamar hotelnya. “Aku merindukanmu, jagiyaaaaaa,” ujar Siwon dengan nada manja.

Hamun tersenyum geli melihat kelakuan childish kekasihnya padahal laki-laki itu nyaris berumur 30 tahun dan percaya atau tidak sudah tumbuh uban-uban kecil di antara rambut-rambut hitam klimisnya itu.

“Aku juga merindukanmu tapi gara-gara Oppa menyuruhku ke sini, aku jadi tidak bisa ikut acara peresmian kafe dan guesthouse baru Kyuhyun Oppa. Uuuh…” Hamun memanyukan bibirnya yang membuat Siwon gemas.

Siwon mencium bibir Hamun lalu tersenyum. “Mian,” ucap Siwon. “Ini semua gara-gara peralatan menyebalkan yang tiba-tiba rusak dan butuh waktu untuk memperbaikinya. Terpaksa, aku baru bisa pulang besok atau lusa.”

“Daan begitu sampai kau harus langsung rekaman comeback stage. Yaa Oppa, kau bisa sakit kalau terus-terusan begitu. Aku tidak bisa membayangkan betapa banyak vitamin yang disuntikkan ke tubuhmu itu!” Omel Hamun menunjukkan kecemasannya.

Siwon tersenyum senang. “Gwencana. Aku akan sehat-sehat saja. Ngomong-ngomong kau sudah lihat fotoku waktu press conference MAMACITA?” Tanya Siwon.

Hamun menganggukkan kepalanya. Bertemu nyaris sebulan sekali, tidak mungkin Hamun melewatkan satu pun berita tentang Siwon. “Kau sangat absurd. Lompat-lompat, pura-pura jatuh, pasang gaya kung fu. Kau itu sudah mau umur 30, kelakuanmu tidak berubah.”

Siwon menyengir memamerkan deretan gigi putihnya. “Tapi aku tetap yang paling tampan kan?”

“Nah! Itu juga! Kenarsisanmu tidak berkurang sedikitpun!”

“Tapi aku tetap yang paling tampan kan?” Ulang Siwon dengan percaya dirinya membuat Hamun hanya mampu menganggukkan kepalanya. Siwon tertawa lebar.

“Ngomong-ngomong, acara Kyuhyun sudah selesai belum ya? Bagaimana kalau kita telepon dia untuk memberikan selamat? Aku merasa bersalah tidak bisa hadir ke acaranya padahal aku sudah janji,” kata Siwon.

“Call!” Seru Hamun dengan bersemangatt. “Aku mau memberikan selamat juga sekalian aku mau bicara dengan Hyejin eonni.”

“Kau betul-betul tidak bisa lepas dari leadermu itu ya?” Tanya Siwon sambil memencet nomor Kyuhyun di layar smartphone-nya.

“Bukan. Aku belum pamit padanya. Oppa mendadak minta aku ke Hongkong sedangkan Hyejin eonni semalam menginap di rumah Kyuhyun Oppa. Aku hanya ingin dia tidak panik saat tidak menemukanku di dorm nanti malam,” jelas Hamun.

“Aigoo, magnae yang baik,” ujar Siwon sambil mencubit pipi Hamun dengan gemas. “Ah, Kyuhyun sudah menjawab panggilan kita. Sini! Sini!”

Hamun dan Siwon duduk bersama di sofa dengan kamera selfie yang menghadap mereka. Wajah Kyuhyun dan Hyejin muncul di layar smartphone Siwon.

“Yaa Hamun-ah! Kenapa kau ada dengan Siwon Oppa?” Seru Hyejin kaget melihat Hamun duduk dengan manis di sebelah Siwon.

Hamun tersenyum merasa tidak enak. “Aku menyusul Oppa ke Hongkong. Aku terlalu merindukannya, eonni. Besok aku akan pulang. Aku janji!” Kata Hamun meyakinkan Hyejin meskipun Hyejin tidak percaya.

“Paling Siwon Oppa akan menahanmu sampai kalian sama-sama kembali ke Korea,” kata Hyejin yang disambut dengan senyuman senang Siwon. “Jangan berani-berani menyentuhnya ya, Oppa! Aku percayakan dia padamu SEBENTAR!”

“Iya, iya. Aku tidak akan melakukan apapun pada magnae-mu,” sahut Siwon. “Kyuhyun, annyeong!”

“Annyeong Hyung! Kau masih di Hongkong? Kau melanggar janji. Traktir aku minum begitu kau kembali ke Korea!” Kata Kyuhyun tanpa basa-basi yang dibalas dengan tawa dari Siwon.

“Mianhe, Kyuhyun-ku sayang. Syutingku tertunda sampai besok atau lusa. Aku akan mentraktirmu wine begitu aku pulang ke Korea. Apa acaramu sudah selesai? Selamat atas kafe dan guesthouse barumu. Aku berani bertaruh kafemu sudah ramai pengunjung.”

“Dengan seluruh member Super Junior, kecuali kau, datang untuk jadi pelayan, tentu saja kafeku super duper ramai sekali. Aku jamin kau menyesal tidak bisa datang!”

“Yaa Kyuhyun-ah, jangan semakin membuatku merasa tidak enak.”

“Oppaaaaa!!!” Suara yang sudah didengar Siwon sejak kecil tiba-tiba muncul diiringi wajah seorang perempuan yang kurang lebih mirip dengannya menggantikan wajah Kyuhyun.

“Jihyo-ya?”

“Eonni?”

Hamun dan Siwon menatap tidak percaya ke layar smartphone mereka. Jihyo muncul dengan rambut terikat rapi, make up halus dan hanbok berwarna merah muda. Sangat tidak Jihyo sekali.

“Otakmu masih normal kan, adikku? Kau memakai hanbok?” Tanya Siwon terkejut.

Jihyo tertawa. “Ini pertama dan terakhir kali kalian melihatnya. Aku hanya menolong Hyejin eonni. Tidak lebih,” jawab Jihyo.

“Menolong Hyejin? Maksudnya?” Tanya Siwon semakin bingung.

Jihyo dan Hyejin menghela nafas putus asa bersama. “Aku tidak menyangka Oppamu ini semakin lama semakin lemah otaknya. Ya Kang Hamun, aku tidak bisa tenang menitipkanmu pada pria berotak lamban meskipun dia tampan,” komentar Hyejin.

“Yaa kalian berdua! Jelaskan padaku!” Siwon mulai kesal. Hamun hanya tertawa di sebelah Siwon.

“Tapi aku mencintainya,” ucap Hamun tanpa suara sehingga Siwon tidak mendengarnya dan juga tidak melihatnya karena ia terlalu fokus pada kedua gadis yang muncul di layar smartphone-nya.

“Baiklah. Demi Oppaku tersayang, aku akan menjelaskannya. Jadi tadi eomma Kyuhyun memaksa Hyejin eonni untuk memakai hanbok. Secara hanbok itu hanya dipakai oleh orang-orang terdekat keluarga, orang-orang akan curiga kalau Hyejin eonni ikut-ikutan memakai hanbok. Jadi, aku hanya menyamarkan bahwa ini memang kostum kami. Jelas, Oppa?” Jelas Jihyo dengan penuh kesabaran.

“Ooooh. Ternyata begitu. Kupikir sedang ada bidadari cantik yang merasukimu,” ujar Siwon sambil tertawa keras, mengejek.

“Menyebalkan!” Omel Jihyo lalu mematikan sambungan telepon antara Oppanya dan Kyuhyun.

“Yaaa Choi Jihyoooo!!!” Seru Siwon kesal melihat Jihyo mematikan telepon di saat Siwon sedang senang-senangnya menertawakan Jihyo.

Hamun tersenyum sembunyi-sembunyi. Di satu sisi ia ingin tertawa namun di sisi lain dia harus menahannya demi yang namanya prinsip menghargai pasangan.

Siwon menatap Hamun dengan memelas kemudian memeluk Hamun. “Tinggal kau satu-satunya yang peduli padaku, jagiyaaaaa….” Raung Siwon dengan nada rendahnya yang paling manja membuat Hamun ingin meremas rambut Siwon yang masih klimis itu meskipun sudah ditata dari berjam-jam lalu.

—-

Kyuhyun menutup rapat-rapat kafenya setelah jam operasional berakhir. Seluruh pelanggan sudah pulang, tersisa acara khusus dengan tamu khusus yang dipersilahkan Kyuhyun masuk melalui pintu belakang.

“Annyeong!!! Chukkae Kyuhyun-ah!!! Meskipun kau menjadi sainganku tapi tidak masalah. Kafeku tetap nomor satu pasti,” sapa Yesung yang muncul bersama seorang gadis berwajah evil seperti Kyuhyun, Cho Hyemi.

“Hyung! Gomawo,” balas Kyuhyun sambil memeluk Yesung. Yesung memeluk Kyuhyun lebih erat dan menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dengan bangga.

Uhuk. Uhuk. Kyuhyun sedikit batuk akibat tepukan dari Yesung tapi ia segera menyembunyikannya. “Silahkan duduk hyung, Hyemi-ya.”

“Gomawo, Oppa,” sahut Hyemi lalu bergabung dengan para gadis lain.

Hyejin sibuk di dapur menyiapkan berbagai macam minuman dan makanan untuk kurang lebih 2 lusin manusia yang sedang bercengkrama sambil tertawa-tawa di tengah-tengah ruangan. Dibantu oleh Johee, Yeonhee, dan Sonrye, Hyejin menghidangkan seluruh menu di meja panjang tempat 2 lusin manusia itu duduk.

“Selamat menikmati!!!!” Seru Hyejin dengan gembira. Ia sudah melepas hanboknya dan menggantinya dengan kaus dan celana pendek, itu membuatnya bisa bernafas lebih lega.

Hyejin mengambil tempat duduk di sebelah Kyuhyun, berhadapan langsung dengan Leeteuk-Sora dan Kangin-Jangmi. “Ini pertama kalinya aku bertemu Jangmi eonni. Annyeonghaseyo, Hyejin imnida,” sapa Hyejin dengan ramah.

Jangmi tersenyum dan balas mengenalkan diri, “Nam Jangmi imnida.”

Kyuhyun tertawa. “Sudah aku bilang, Kangin hyung punya pacar! See!” Kata Kyuhyun kepada member Super Junior yang selama ini meragukannya.

“Iya iya, Kyu. Iya. Kami percaya,” sahut Donghae tidak berminat.

“Buat apa kau mengundang kami malam-malam begini?” Tanya Eunhyuk.

Kyuhyun tersenyum, memandang Leeteuk dan Kangin dengan penuh makna. “Sebenarnya aku hanya ingin kumpul-kumpul dengan kalian tapi kalau ada yang mau mempergunakannya aku tidak melarang. Hyungdeul?”

Leeteuk memandang seluruh membernya, bergantian satu per satu. Ia menghela nafas kemudian berdiri tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sora. “Kami akan menikah,” kata Leeteuk to the point.

Serempak seluruh member berseru senang. “Hyuuuung, akhirnya kami yakin bahwa kau sepenuhnya laki-laki!!!” Ujar Henry yang spontan berdiri dari kursinya kemudian memeluk Leeteuk.

Yesung mengikuti kemudian. “Chukkae! Chukkae!” Ujar Yesung tidak lupa menunjukkan jempolnya yang teracung tegak. Cool! Begitu kira-kira pujian yang ingin dikatakan si jempol.

Leeteuk tersenyum malu-malu sekaligus bahagia. “Terima kasih atas dukungan kalian. Maaf selama ini menyembunyikannya. Aku hanya tidak ingin menimbulkan konflik,” kata Leeteuk membongkar rahasianya.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Ia menunjuk satu per satu member Super Junior, “Masing-masing 100 ribu won. Jangan lupa.”

Member Super Junior yang kalah taruhan dengan Kyuhyun berubah menjadi masam dan tidak mempedulikan magnaenya. Mereka kembali fokus pada leader mereka.

“Aku dan Sora kenal sejak kami ikut We Got Married tapi kami mulai berkencan 3 bulan sebelum aku masuk wajib militer. Aku berjanji akan menikahinya setelah selesai wamil dan sekarang aku ingin memenuhinya,” kata Leeteuk.

Leeteuk memandang Sora dengan malu-malu, begitu juga dengan Sora. Wajahnya sudah bersemu merah apalagi melihat Leeteuk yang kini sudah berlutut di hadapannya. “Kang Sora-ssi, will you marry me?” Tanya Leeteuk dengan sebuah cincin yang siap ia sematkan di jari manis Sora.

Seketika kafe Kyuhyun menjadi jauh lebih berisik. Semua orang berseru dengat semangatt, “Terima! Terima!” Sedangkan sebagian sambil memukul-mukul meja.

Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung mulai menyanyikan lagu Marry You. Sora tersipu malu-malu, perlahan menjulurkan tangannya. “I do,” jawab Sora diikuti seluruh manusia di ruangan itu dengan nada dalam lagu yang dinyanyikan trio KRY.

Leeteuk memeluk Sora dengan sangat erat saking senangnya. Sora bahkan terpaksa mendorong Leeteuk karena ia hampir kehabisan nafas. Leeteuk tersenyum senang, tidak ada sedikitpun kesedihan di raut wajahnya. “Gomawo,” bisik Leeteuk dan kembali duduk di tempatnya.

Semua bertepuk tangan dengan gembira. “Selanjutnya… Siapa yang ingin mengumumkan hal penting?” Tanya Kyuhyun. Ia menatap Kangin dan Jangmi. “Kangin hyung?”

“Ne? Wae?” Sahut Kangin.

“Kau tidak ingin mengenalkan Jangmi kepada kami? Dia kekasihmu kan?” Tanya Kyuhyun.

Kangin melempar tisu kepada Kyuhyun yang berhasil dihindari Kyuhyun dengan mudah. “Sudah kenalkan saja. Aku sudah tahu semuanya. Kenalkan. Kenalkan,” paksa Kyuhyun.

Kangin mengajak Jangmi berdiri kemudian membungkuk untuk memberikan salam. “Kenalkan ini pacarku. Namanya Nam Jangmi,” ujar Kangin sedikit malu-malu.

Jangmi memberi salam lalu mengenalkan diri, “Nam Jangmi imnida. Senang berkenalan dengan kalian semua.”

“Sudah berapa lama?” Tanya Johee.

“1,5 tahun. Kalau yang kau maksud berapa lama mereka pacaran,” jawab Kyuhyun penuh kemenangan.

Kangin menunjuk Kyuhyun dengan bangga, membenarkan perkataan Kyuhyun. Tawa kemenangan Kyuhyun semakin keras membahana ke seluruh pelosok ruangan. “Masing-masing 100 ribu won lagi…” Kata Kyuhyun senang.

Eunhyuk dan Sungmin melempar Kyuhyun dengan tisu. “Aku tidak pernah mengerti kenapa kau selalu menang dalam urusan taruhan,” omel Eunhyuk kesal.

Kyuhyun tertawa. “Karena itu kalian memilihku menjadi Gambler kan? 200 ribu kali 12. Dua juta empat ratus ribu won. Lumayaaaaan…”

Kyuhyun mengangkat tangannya kepada Hyejin yang disambut Hyejin dengan semangatt. “Kau akan membaginya denganku kan?”

“Tentu saja. Kita akan jalan-jalan ke Sapporo dengan uang ini begitu ada jadwal kosong,” kata Kyuhyun.

Pasangan itu ber-high five dengan girang di atas penderitaan para pria yang terpaksa melayangkan uang 200 ribu won mereka.

Ryeowook mengambil botol kosong lalu meletakkannya di tengah meja dengan posisi mendatar. “Kita main truth or dare atau Mafia versus Citizen?” Tawar Ryeowook.

“Mafia versus Citizen,” jawab para pria.

“Truth or Dare,” jawab para wanita.

“9 banding 13. Mafia versus Citizen menang!” Seru Ryeowook.

Para wanita mengerang kesal. “Kami tidak mau main Mafia versus Citizen. Kami tidak mengerti,” ujar Johee.

“Mengalahlah. Kita main Truth or Dare saja,” tambah Hyemi.

Perdebatan dimulai dan Truth or Dare menjadi pemenang karena kedatangan MinAh, HyunAh, Hamun, Jihyo dan Siwon serta Henry yang mengubah pilihannya saat melihat HyunAh.

“Aku pilih Truth or Dare! Demi baby HyunAh,” ujar Henry lalu mengecup pipi kekasihnya dan merangkul gadis itu dengan erat seolah melarangnya beranjak satu senti pun dari sebelahnya.

“Kalian berlima terlambat. Kalian ketinggalan berita seru!” kata Kyuhyun.

“Kami harus menyelesaikan rekaman untuk debut duet kami,” kata MinAh dengan malas.

“Aku harus menjemput tuan Muda Choi Siwon dan kekasihnya ke bandara gara-gara kau mendadak mengundangnya,” jelas Jihyo setengah kesal namun Kyuhyun hanya tertawa-tawa.

“Memang ada berita apa?” Tanya Siwon antusias.

Kyuhyun menyuruh Siwon melihat Leeteuk dan Sora. “Mereka berdua akan menikah,” kata Kyuhyun. Ia lalu menyuruh Siwon melihat Kangin dan Jangmi. “Sudah 1,5 tahun pacaran,” kata Kyuhyun lalu tertawa penuh kemenangan. “Jangan lupa 200 ribu won dan kau janji mentraktirku minum wine sampai puas.”

“HAHAHAHAHAHA!”

Siwon melempar tisu ke arah mulut Kyuhyun yang terbuka lebar. Untung tisu itu lebih dulu jatuh sebelum masuk ke mulut Kyuhyun. “Dasar iblis!”

“Okay. 15 banding 12. Truth or Dare menang! Mari kita putar!!” Seru Ryeowook dengan semangatt.

Para wanita dengan antusias menanti kemana mulut botol itu akan menunjuk. Sedangkan para lelaki duduk malas-malasan di kursi mereka sambil meminum bir.

“Kyujin Couple! Silahkan!”

Mulut botol berhenti di depan Kyuhyun dan Hyejin. Hyejin berharap segera dibanjiri pertanyaan tapi tidak ada satupun pertanyaan yang keluar. “Tidak ada yang mau bertanya?” Tanya Hyejin bingung.

Hampir semuanya menggeleng. “Tidak ada yang ingin kami ketahui. Semua sudah tercetak jelas di wajah kalian. Kami tahu apa yang pernah kalian lakukan dan apa yang akan kalian lakukan. Kami tidak tertarik mengetahuinya lebih jauh,” kata Heechul diikuti oleh anggukan setuju member yang lain beserta pasangannya.

Ryeowook memutar kembali botolnya dan kini berhenti di depan Donghae dan Eunhyuk. “Kami tidak ada hubungan apa-apa. Sungguh! Aku masih normal. Kami hanya teman dekat,” kata Eunhyuk dengan panik sambil melambai-lambaikan tangannya mengatakan tidak.

Dengan malas, Ryeowook menyahut, “Kau tidak perlu menjelaskannya. Tidak penting.” Ia lalu memutar kembali botolnya dan berhenti di depan MinAh.

“Kau masih suka dengan Siwon Oppa?”

“Kau masih mencintai Yunho Oppa?”

“Apa Yunho Oppa masih sering menghantuimu?”

MinAh menatap pemberi-pemberi pertanyaan yang menurutnya bodoh dan mudah sekali dijawab. “Pertanyaan kalian tidak bermutu. Cih! Akan aku jawab satu-satu. Aku suka dengan Siwon Oppa sebatas ia yang paling tampan di Super Junior. Yunho Oppa? Aku sudah melupakannya. Terbersit dalam mimpi pun tidak jadi dia tidak mungkin menghantuiku. Bagiku sekarang hanya ada Eric Oppa.”

MinAh tersenyum malu-malu saat menyebutkan nama Eric. Hyejin, Hamun, Jihyo dan HyunAh hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala melihat sahabat mereka seperti itu. “Hanya karena menyebutkan nama saja, dia bisa seperti itu. Apa dia masih waras?” Bisik HyunAh.

Untuk kesekian kalinya Ryeowook memutar botol soju kosong itu. “Jihyo dan Sungmin!” Seru Ryeowook.

Seketika Jihyo merasa degupan di jantungnya bergerak tidak normal. Ia menekan dadanya tapi degupan itu terasa semakin kencang dan tidak normal. “Aku dan Jihyo sudah putus tapi aku akan mendapatkannya kembali,” kata Sungmin.

Jihyo menatap Sungmin yang menatapnya sambil tersenyum. Sungmin menepuk pelan kepala Jihyo. “Aku serius,” ujarnya.

Siulan panjang terdengar mendukung. Ryeowook memutar lagi botolnya. “Siwon hyung dan Hamun!” Seru Ryeowook kepada korban selanjutnya.

Johee dengan cepat berdiri. “Berapa kali kalian tidur bersama?” Tanya Johee langsung membuat Siwon terkejut. Siwon meneguk satu gelas birnya.

“Sering,” jawab Hamun membuat Siwon tersedak.

“MWO?!” Seru semuanya dengan kaget. Siwon, seorang pria yang taat beragama, memegang teguh prinsipnya, sering tidur bersama kekasihnya.

“Hyuuuuung… Eissssh!!!” Para dongsaeng menggoda walau sedikit tidak percaya.

“Siwon-ah… Aigooo,” ujar para hyung.

Siwon melambai-lambaikan tangannya dengan panik. “Bukan itu maksud Hamun. Kami hanya tidur. Benar-benar tidur bukan ‘tidur’ seperti yang kalian maksud. Aku tidak sepicik itu ya,” kata Siwon.

Para gadis menatap menuntut penjelasan dari Hamun. Hamun melotot bingung. “Kenapa melihatku seperti itu? Kalian juga sering kan? Sedang nonton tv bersama lalu ketiduran, menunggu jadwal tampil lalu ketiduran. Maksud kalian yang seperti itu kan?” Ujar Hamun dengan polos.

Johee dan Hyemi menepuk jidatnya dengan tidak percaya. “Hamun, kau harus belajar banyak istilah-istilah baru,” kata Johee pada Hamun.

Hamun menyeringai geli. “Oooh maksud kalian itu ‘itu’ ya?” Tanya Hamun disambut anggukkan teman-temannya. Hamun tertawa malu. “Ooooh… Aku belum pernah melakukannya… Kenapa kalian tanyakan itu padaku. Aku kan masih kecil. Tanya pada yang lebih dewasa dong.”

Mata kini semua tertuju pada MinAh karena mereka tahu pasangan MinAh adalah yang paling tua di antara mereka. Selain itu MinAh memiliki kehidupan yang lebih bebas.

“YAAA! Aku tidak pernah melakukannya! Serius!” Seru MinAh jujur. Ia memang tidak pernah melakukannya.

Mata-mata kini berpindah pada Kyuhyun dan Hyejin. “Kenapa kami?” Tanya Hyejin dingin.

“Karena kalian berdua yang paling lama di antara kami. Masa 5 tahun lebih bersama tidak pernah melakukannya?” Ujar Heechul.

Kyuhyun tersenyum malu-malu tapi Hyejin menjawab dengan tegas, “Tidak pernah.”

Semua mata masih memandang dengan alis terangkat, seolah tidak percaya. ” Sunggu! Aku dan Kyuhyun tidak pernah melakukannya. Iya kan, Kyu?” Hyejin mempertegas jawabannya.

Kyuhyun mendesah sedih. “Kami tidak pernah melakukannya. Setiap kali aku merayunya, dia pasti akan mencubitku,” kata Kyuhyun lalu menatap Hyejin dengan mata memelas. Ia meremas kemeja di bagian dada kirinya. “Sakitnya itu di sini…”

Semua mata beralih dari Kyuhyun, termasuk Hyejin. Mereka agak mual melihat akting Kyuhyun.

“Permainan ini lama-lama membosankan. Ganti permainan saja,” usul Henry. “Kau setuju kan, baby HyunAh?”

HyunAh mengangguk malu. Telinganya tidak pernah tahan jika dipanggil dengan sebutan ‘baby’ oleh Henry.

“Baiklah. Akan kita ganti permainannya. Mafia versus Citizen!” Seru Ryeowook seheboh mungkin disusul dengan seruan antusias para pria.

Donghae tiba-tiba berdiri. “Aku…pernah melakukannya,” kata Donghae.

Seluruh mata kini membelalak menatap Donghae dan Johee. “MWO?!?!” Teriak mereka tidak percaya. Donghae menganggukkan kepala sedangkan Johae menutup wajahnya malu-malu.

To be continued