Annyeong yeorobun yang sudah mengikuti SHIRT dari part 1 sampai part terakhir ini. Semoga semua pada terhibur dan menyukainya. Jangan bosan-bosan ya untuk membaca ff di blog-blog ini…

Sekali lagi. Terima kasiiiiih…

—–

Jihyo berguling-guling di lantai melihat Key berlenggak lenggok dengan gaya perempuan lengkap dengan wig dan make-up. “Key! You’re so funny!! Kau cocok sekali!” Seru Jihyo sambil tertawa senang.

Key tertawa. “Hello sis. Bagaimana kalau kita ke salon? Kukuku sudah butuh perawatan. Lihat, sudah harus manicure lagi,” kata Key dengan suara ditinggikan dan kelakuan centil layaknya perempuan.

Jihyo tertawa semakin keras sampai memegangi perutnya yang sudah mulai sakit karena kebanyakan tertawa. “Aku membayangkan Minho yang memakainya, pasti lebih lucu lagi.”

“Itu tiada duanya. Kau lihat waktu dia, Kyuhyun hyung, Changmin hyung dan Suho meniru Something Girl’s Day? Aku tidak bisa berhenti tertawa melihatnya.”

“Iya, aku juga. Aku tidak tahan melihat Kyuhyun Oppa. Kami sampai bertengkar karena aku tidak bisa berhenti menertawakannya.”

Pintu tiba-tiba terbuka dan muncul Sungmin. “Jihyo, ikut aku sebentar. Key, pinjam Jihyo ya.”

Dengan senang hati, Key menendang Jihyo kepada Sungmin. “Tidak usah repot-repot mengembalikannya padaku,” kata Key yang berakibat sebuah jitakan keras di puncak kepalanya. “Haiiisssh… Evil yeojaaaaa!!!”

Jihyo menjulurkan lidahnya kepada Key lalu berdiri mengikuti Sungmin. “Apa ada yang ingin dibicarakan denganku, Oppa?” Tanya Jihyo dengan hati berdebar-debar. Ia tidak tahu mengapa meski sudah putus dengan Sungmin, jantungnya tetap berdetak tidak normal jika berada dekat Sungmin.

“Leeteuk hyung membutuhkan kita untuk acara pernikahannya tahun depan,” kata Sungmin.

“Pernikahan?” Tanya Jihyo.

“Iya, pernikahan. Kau terlambat datang waktu itu jadi kau tidak dengar pengumuman mereka mau menikah. Leeteuk hyung akan menikah dengan Sora tahun depan,” kata Sungmin lagi.

“TAHUN DEPAN?!”

“Iya, tahun depan. Tapi mereka ingin mempersiapkannya dari sekarang sehingga pernikahan mereka bisa berlangsung dengan sempurna. Merepotkan sekali kan?”

“Merepotkan! Kalau aku menikah, aku tidak ingin serepot itu. Kalau perlu hanya datang ke gereja, mengucap janji, jjajan, jadi pasangan suami istri.”

Sungmin tersenyum sambil mengelus kepala Jihyo. “Aku setuju,” ujarnya.

Untuk sepersekian detik, jantung Jihyo berhenti berdetak. Ia menatap Sungmin dengan bingung tapi dengan santai Sungmin mengembangkan senyuman paling manis di wajahnya.

“Silahkan masuk,” kata Sungmin sambil membukakan pintu ruangan Super Junior untuk Jihyo.

Jihyo masih menatap Sungmin dengan bingung tapi Sungmin hanya tersenyum. “Kita sudah ditunggu,” kata Sungmin.

Jihyo melihat ruangan sudah penuh dengan member SJ dan beberapa gadis pasangan mereka serta Sora dan beberapa gadis temannya. Jihyo yang belum mendapatkan kembali seluruh kesadarannya, nyaris terjatuh saat mengambil tempat duduk.

“Hati-hati, Jihyo-ya,” kata Sungmin membantu Jihyo untuk duduk. Jihyo mengambil tempat duduk di pojok sebelah kanan dan Sungmin di sebelahnya.

Leeteuk mengecek membernya. “Jadi kurang siapa? Siapa yang belum datang?” Tanya Leeteuk.

“Kyuhyun, Hyejin, Siwon dan Hamun,” jawab Shindong.

“Siwon tidak usah dihitung. Dia mungkin sedang bersepeda di Antartika saat aku menikah. Haish… Mana si Kyuhyun, Hyejin dan Hamun? Eunhyuk-ah, tolong telepon magnae-mu itu,” kata Leeteuk.

Eunhyuk menelepon Kyuhyun tapi tidak diangkat. Sekali lagi ia mencoba, tetap tidak diangkat. “Mungkin ia masih tidur, hyung,” kata Eunhyuk.

—–

“EONNI!!!” Seru Hamun terkejut melihat Hyejin yang sangat berantakan.

Kyuhyun melompat dari tempat tidurnya begitu mendengar teriakan histeris Hamun. Buru-buru, Kyuhyun keluar dari kamar. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun dengan panik.

Hamun memandang kesal Hyejin dan Kyuhyun. “Kalian bilang kalian tidak pernah melakukannya!! Dan bukankah kalian sedang bertengkar?!” Seru Hamun.

Hyejin berusaha mengumpulkan kesadarannya dalam waktu singkat dan melihat kenapa Hamun berteriak kepadanya. Hyejin buru-buru menyisir rambutnya dengan tangan, mengusap lipstik yang berantakan di bibirnya, menurunkan kemeja kebesarannya untuk menutupi pahanya yang terekspos jelas.

“Kami tidak melakukan apa-apa. Sungguh! Aku memang selalu tidur dengan pakaian seperti ini kalau di rumah,” jelas Hyejin.

Hamun menatap tidak percaya. Kyuhyun mengangkat kemeja Hyejin, menunjukkan celana pendek yang dipakai oleh Hyejin. “Aku bahkan tidak menyentuh satu helai benang pun di tubuhnya. Kami tidak melakukan apa-apa, Kang Hamun.”

Hamun menghela nafas lega. “Aku pikir kau sudah berani menyentuh eonni-ku, Oppa. Syukurlah ternyata belum,” kata Hamun.

Kyuhyun merangkul pinggang Hyejin dan menariknya semakin mendekat. “Ada apa pagi-pagi menemui kami? Mengganggu pagi yang indah,” Tanya Kyuhyun.

Hamun melipat kedua tangannya di depan dada. “Aku datang untuk menemui Hyejin eonni, bukan Oppa. Aku tidak mau Hyejin eonni dimarahi Leeteuk Oppa. Kalau kau sih aku tidak peduli,” ujar Hamun dengan santai namun terdengar kesal.

Kyuhyun menepuk jidatnya. “Ya ampuuuun! Aku lupa! Hari ini Leeteuk Oppa akan memilih best man, MC dan pengisi acara untuk pernikahannya. Astaga! Aku lupa! Hamun-ah, Gomawo! Terima kasih telah mengingatkan aku,” kata Kyuhyun lalu memeluk erat Hamun bahkan mengecup kedua pipi magnae itu.

Secepat kilat ia mendorong Hyejin ke dalam kamar mandi di dalam kamar sedangkan ia masuk ke kamar mandi di dekat dapur. “Tunggu 5 menit. Kami akan segera siap. Okay, Hamun-ah?”

Hamun melengos pergi, duduk di sofa ruang santai, menunggu pasangan itu selesai mandi sambil menonton televisi. Ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika mereka sudah berhadapan dengan Leeteuk.

—–

“YAA CHO KYUHYUN-SSI! KAU TERLAMBAT!” Teriak Leeteuk saat ia melihat batang hidung Kyuhyun 30 menit lebih lama daripada waktu perjanjian.

Kyuhyun tersenyum lalu memeluk Leeteuk. “Mianhe, hyung. Maafkan aku ya…” Kyuhyun memohon maaf tanpa lupa mengeluarkan jurus aegyo-nya yang tidak bisa dilawan oleh Leeteuk.

Kyuhyun bahkan mencium pipi Leeteuk demi mendapatkan maaf dari leadernya. “Ini terakhir kalinya aku jatuh dalam aegyo-mu yang menjijikan itu. Duduk sana,” ujar Leeteuk.

Donghae dan Eunhyuk tertawa. Leeteuk menatap mereka dengan bingung. “Wae?” Tanya Leeteuk.

“Terakhir kali kau bilang tidak akan jatuh ke dalam aegyo Kyuhyun, 5 menit kemudian kau tidak bisa tidak mengabulkan permohonannya untuk pulang cepat,” kata Donghae.

“Kurasa yang tadi tidak mungkin jadi yang terakhir. Kau tenang saja, Kyu,” tambah Eunhyuk.

“Haissh… Jangan mengingatkanku,” kata Leeteuk.

Kyuhyun tersenyum penuh terima kasih dan kembali mencium pipi Leeteuk. “Aku mencintaimu, hyung. Kau tahu itu kan?” Kata Kyuhyun lalu duduk di tempat duduk yang tersisa sehingga membuatnya duduk terpisah dengan Hyejin karena Hamun lebih dulu mengambil tempat duduk di sebelah Hyejin.

“Aku tidak akan mengulang apa yang sudah dibicarakan hanya karena kau terlambat, Cho Kyuhyun,” ujar Leeteuk yang disambut senyuman sedih nan pasrah dari Kyuhyun. “Intinya, pernikahanku akan dilangsungkan tahun depan. Aku minta bantuan kalian. Kangin, Shindong dan Heechul akan jadi MC. Donghae, Sungmin, Kyuhyun, dan Eunhyuk akan menjadi bestman. Ryeowook, Yesung, Henry dan Zhoumi akan menjadi non-stop artist yang mengisi acara.”

“Lalu Siwon Oppa?” Tanya Hamun yang cepat menyadari tidak ada nama kekasihnya disebut.

“Dia bisa hadir 10 menit saja aku sudah sangat bersyukur, Hamun-ah. Kau tahu betapa sibuknya pacarmu itu kan? Tampanku yang selalu sibuk… Aaaah…” Jawab Leeteuk penuh penyesalan.

Hamun mendukung penyesalan Leeteuk. Ia mengangguk-anggukkan kepala. “Mungkin saat pernikahan Oppa, Siwon Oppa sedang berada di pesawat menuju Australia untuk syuting bersama para koala,” ujar Hamun.

“Bisa jadi.”

Leeteuk serta Sora kemudian berdiri dan membungkukkan badan untuk mengucapkan terima kasih. “Terima kasih telah membantuku. Aku harap kalian selalu mendukungku. Aku dan Sora mengucapkan banyak terima kasih. Jeongmal jeongmal jeongmal kamsahamnida,” ucap Leeteuk kepada member-membernya.

“Eiiii… Berlebihan sekali. Tidak usah seperti itu, hyung. Kau sudah banyak juga membantu kami. Aiiiish…” Ujar Ryeowook.

“Betul sekali. Tidak usah sungkan-sungkan, hyung,” sahut Kyuhyun.

“Tentu saja aku tidak akan sungkan-sungkan padamu,” kata Leeteuk kepada Kyuhyun.

Tiba-tiba Donghae terisak. “Yaa! Kau kenapa tiba-tiba menangis? Yaa!!” Seru Eunhyuk kaget melihat sahabatnya meneteskan air mata.

“Aku tidak akan menyangka Leeteuk hyung akan menikah. Akhirnya dia memikirkan dirinya sendiri. Aku mengenalnya sejak aku remaja. Dia yang mengasuhku selama aku jadi trainee. Aku pikir dia akan terus bersama kita. Aku sempat khawatir tapi ternyata dia akan menikah. Aku…senang sekali hyung…” Ujar Donghae sambil menahan air matanya agar tidak keluar lebih banyak.

“Aisssh… Baby Cry Donghae! Kau membuatku ingin menangis juga,” kata Leeteuk seketika menjadi Baby Cry juga. Matanya sudah mulai merah.

Sora mengamit lengan Leeteuk dengan erat. “Aku akan menjaga Leeteuk Oppa dengan baik. Percayalah padaku,” kata Sora dengan lembut sambil tersenyum menenangkan.

“Aku titip hyung-ku padamu ya, Sora-ssi,” kata Donghae lagi disambut anggukkan kepala mantap dari Sora.

“Aish Hyung, kalian membuatku tidak tega menagih 200 ribu won kalian karena kalah taruhan,” celetuk Kyuhyun berakibat fatal yaitu langsung mendapat lemparan kacang bertubi-tubi dari para hyungdeul-nya.

—–

THE WEDDING

HyunAh menatap Henry dengan frustasi. Pria itu memakai kemeja putih berlapis setelan jas warna merah muda pupus serta sepatu kets warna putih gading. “Yaaaaaaak!!! Ini pernikahan bukan show!!! Ganti bajumu!!! Yakk! Henry-ya!!” Teriak HyunAh untuk kesekian kalinya yang tidak mau didengar oleh Henry.

“Hey Baby Hyun, pakaianku ini bagus. Lihat, sangat pas di badanku, warna ini juga membuatku lebih ceria,” bela Henry atas selera fashionnya.

HyunAh melepas kancing jas Henry dengan tidak sabar lalu melepas jas itu dan melemparnya jauh-jauh dari jangkauan Henry. “Aku tidak mengizinkan kau untuk memakainya hari ini. Aku mohon,” kata HyunAh putus asa.

HyunAh mengambil setelan jas warna hitam dari lemari, melepas satu per satu kancingnya kemudian memakaikannya ke badan Henry. “Aku jamin 100 ribu persen kau akan jauh lebih tampan dengan setelan jas warna hitam,” kata HyunAh lalu menyerahkan celana pasangan jas tersebut. “Ganti celanamu.”

Henry mengganti celana pink-nya dengan celana hitam pilihan HyunAh. “Kekecilan, Baby Hyuuuuun!!!” Seru Henry dari ruang ganti.

“Keluar dulu. Aku mau lihat!!! Ppali!!” Balas HyunAh tidak sabaran. Acara pernikahan Leeteuk akan dimulai sejam lagi tapi pemain musiknya belum siap sama sekali.

Henry keluar dari ruang ganti sambil memegangi celananya yang baru setengah terkancing. HyunAh melihatnya dan segera mengambil alih untuk membereskan semuanya.

“Kau makin gendut. Kau makan apa saja sih? Kau harus diet tahu. Tarik perutmu ke dalam!” Perintah HyunAh sekaligus mengeluh. Henry menarik perutnya ke dalam sedangkan HyunAh menarik resleting celana Henry sampai tertutup dan mengancingnya.

“Yaaah rasanya sesak Baby Hyun,” keluh Henry sambil memegang perutnya.

“Tahankan untuk beberapa jam,” ujar HyunAh dengan galak.

“Yaaah… Kau kejam sekali padaku. Aku tidak bisa bernafas,” keluh Henry lagi membuat HyunAh mendengus kesal.

“Aku sudah menduga akan begini jadinya kalau kau mencari baju tanpaku. Heiiishh… Bikin pekerjaan saja. Sini, akan aku akali,” kata HyunAh kemudian berlutut di hadapan Henry.

HyunAh membuka kancing celana Henry dan memasang ikat pinggang dengan ukuran longgar untuk menutupi kancing yang terlepas. HyunAh menelitinya untuk memastikan tidak akan ada kejadian yang tidak mengenakkan saat upacara pernikahan nanti berlangsung.

“Sempurna!” Seru HyunAh dengan puas sambil menepuk mata ikat pinggang Henry. “Kau sangat membantu. Terima kasih ikat pinggang!”

Pintu tiba-tiba terbuka dan muncul Hamun dengan gaun panjangnya yang sangat mengganggu jalannya. HyunAh dan Henry refleks menengok.

“YAAAA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” Teriak Hamun kemudian lari meninggalkan HyunAh dan Henry.

Henry menunduk menatap HyunAh dan HyunAh mendongak menatap Henry. “Memang apa yang kita lakukan?” Tanya Henry bingung.

HyunAh terdiam sebentar kemudian segera berdiri dan mengambil langkah mundur sejauh mungkin dari Henry. “Astaga!!! Hamun pasti berpikir kita melakukan sesuatu. Ia pikir aku pasti sedang… Ya Tuhaaaaan!!!!” Seru HyunAh dengan panik.

“Kau sedang apa?” Tanya Henry tidak mengerti.

“Tidak apa-apa,” jawab HyunAh kilat. Ia tidak akan menjelaskan apa yang terjadi pada Henry karena itu bisa menjadi inspirasi mendadak di otak Henry. “Aku akan mencari Hamun. Kau, bergabung saja dengan member Super Junior yang lain. Jangan coba-coba untuk mengganti bajumu. Okay?”

Henry menegakkan tubuh dan kemudian memberi hormat kepada HyunAh. “Siap, Yang Mulia,” ucapnya dengan suara berat lalu mencium HyunAh. “Sampai jumpaaaaa…” Suaranya seketika berubah menjadi imut-imut.

Henry bergabung dengan member Super Junior yang lain di ruangan yang paling luas namun terasa sangat padat karena diisi hampir 20 orang termasuk para stylist. Sedangkan HyunAh mencari Hamun untuk menjelaskan bahwa apa yang ia lihat tidak seperti yang ia bayangkan.

—-

HyunAh berlari ke sana ke mari tapi tidak menemukan secuil pun bagian tubuh Hamun. Ia malah bertemu dengan MinAh yang sedang berdiri di pintu masuk bersama Leeteuk dan keluarga mereka, menyambut tamu yang masuk.

“MinAh-ya, MinAh-ya,” panggil HyunAh dari jarak yang tidak terlalu jauh sehingga MinAh bisa langsung melihatnya saat menengok ke belakang mencari sumber suara.

“Wae?” Tanya MinAh.

“Apa kau melihat Hamun?” Tanya HyunAh balik yang memang sedang mencari Hamun.

MinAh menggelengkan kepala. “Kau. Apa kau melihat Eric Oppa?” Tanya MinAh lagi kepada HyunAh.

“Kau kan yang menerima tamu. Masa kau tidak lihat kalau dia datang?” Sahut HyunAh kesal dan langsung meninggalkan MinAh untuk kembali ke misinya untuk mencari Hamun.

MinAh kemudian menertawakan dirinya sendiri. “Betul juga HyunAh. Bodoh ya aku,” gumamnya dalam tawa atas kebodohannya.

MinAh sudah berdiri lebih dari sejam dan mungkin sudah ada seribu orang yang dia salam sebagai penerima tamu di acara pernikahan kakaknya. “Oppa, apa aku boleh istirahat? Kakiku sudah pegal sekali,” rengek MinAh kepada Leeteuk.

Tanpa memandang adiknya, Leeteuk menjawab, “Tunggu sebentar. Sampai Eric hyung datang kau harus tetap di sini. Aku tidak bisa mengharapkanmu kalau Eric hyung sudah datang.”

Senyum di wajah MinAh terkembang lebar karena belum semenit sejak Leeteuk melarangnya pergi, Eric muncul dengan member Shinhwa-nya dan membawa buket bunga.

“Leeteuk-ssi. CHUKKAE!!” Seru Jungjin dan Minwoo dengan antusias. Mereka bahkan memeluk Leeteuk dengan semangatt sampai Leeteuk kehilangan keseimbangan.

“Kau tahu? Aku pikir kau akan menikah di usia 40,” ujar Jungjin kemudian tertawa.

Leeteuk ikut tertawa dengan sopan. Bagaimanapun Shinhwa adalah sunbae-nya. Saat Shinhwa debut, Leeteuk masih trainee. Shinhwa juga yang mengajarkan banyak hal selama trainee. Hal itu membuat Leeteuk sangat menghargai Shinhwa.

“Tadinya aku juga berpikir begitu tapi ternyata Tuhan berkata lain,” ujar Leeteuk tetap dengan sopan. “Terima kasih sudah datang ke pernikahanku. Tidak usah sungkan-sungkan. Silahkan masuk.”

MinAh menggandeng lengan Eric dengan mesra. Senyuman ceria tidak sedetikpun menghilang dari wajahnya. “Aku akan mengantarkan Oppa dengan selamat sampai ke tempat duduk. Oppa ini tamu khusus,” kata MinAh dengan manja.

Eric ingin mengacak-acak rambut MinAh saking gemasnya tapi menyadari bahwa MinAh sudah susah payah menatanya untuk acara ini maka Eric hanya mengelusnya. “Tamu khusus di hatimu?” Goda Eric.

MinAh tertawa malu-malu. “Bukan hanya di hatiku tapi di kehidupanku,” ujar MinAh tersipu-sipu.

Eric tertawa gemas melihat kekasihnya tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali mengelus tangan gadis yang masih menggenggam erat lengannya. “Kau benar-benar cantik hari ini,” puji Eric sungguh-sungguh. Ini bukan pertama kalinya Eric melihat MinAh memakai hanbok tapi ia memang paling menyukai MinAh dengan dandanan tradisional dan make up tipis yang memoles wajahnya.

“Oppa, jangan memujiku berlebihan seperti itu,” kata MinAh malu-malu sambil memukul lengan Eric. Hal itu setidaknya bisa mengalihkan deg-degan jantungnya akibat pujian Eric.

“Eonni!!!” Seruan Jihyo menghancurkan momen indah yang sedang berlangsung antara MinAh dan Eric. Evil magnae itu muncul bersama Sungmin di hadapan MinAh dengan tampang panik.

“Wae, evil magnae? Ada apa?” Tanya MinAh kesal.

“Apa kau melihat Kyuhyun Oppa? Daritadi aku belum melihatnya. Aku takut dia belum datang padahal dia yang bawa cincin pernikahannya. Haisssssh!!!” Perasaan Jihyo tercampur aduk antara panik, kesal, cemas, ingin marah dan sebagainya.

MinAh mengangkat bahunya. “Aku tidak lihat. Coba tanya Hyejin. Mereka kan selalu bersama,” jawab MinAh.

Jihyo menggelengkan kepalanya. “Hyejin eonni sedang di make-up di ruang tunggu. Dia salah satu best woman mempelai wanita,” kata Jihyo.

MinAh berusaha menenangkan Jihyo tapi evil magnae itu tetap tidak bisa tenang sebelum menemukan Kyuhyun Oppa kesayangannya. “Nanti kalau eonni bertemu dengannya kasih tahu aku ya. Aku mau cari ke tempat lain dulu. Annyeong!” Kata Jihyo kemudian berpindah ke tempat lain mengikuti Jihyo.

—-

Jihyo mencari-cari Kyuhyun kemana-mana tapi sama sekali tidak menemukannya. Ia nyaris kehabisan nafas. Wajahnya sudah berkeringat, untung saja belum di make-up. “Aku akan menghajarnya kalau dia terlambat,” ujar Jihyo dengan kesal. Kekesalannya sudah merambat sampai ubun-ubun.

Sungmin menghentikan langkah Jihyo. “Istirahat sebentar. Aku sudah tidak semuda dulu yang bisa lari kesana kemari tanpa kelelahan. Sebentar saja,” ujar Sungmin sambil mengambil tempat duduk di dekatnya.

Jihyo yang tidak tega meninggalkan Sungmin, ikut duduk. “Tapi nanti jika kita bertemu dengan Kyuhyun oppa, bantu aku menghajarnya,” ujar Jihyo sambil menyiapkan tinjunya.

Sungmin tertawa kecil. “Ternyata kau tidak banyak berubah,” kata Sungmin. Jihyo menatapnya dengan bingung. Sungmin tersenyum. “Kita sudah satu tahun lebih putus. Kau sadar?”

“Oh itu,” sahut Jihyo tidak enak hati. Ini adalah putus yang paling lama yang pernah terjadi antara dirinya dengan Sungmin.

“Dan kau jauh lebih sering bersama Woobin dibandingkan denganku. Aku pernah menghitung dari 7 hari ada 6 hari yang pasti kau habiskan dengan Woobin sedangkan aku hanya 1 hari,” kata Sungmin.

“Oppa… Mian.” Jihyo merasa bersalah. Dalam hatinya sebenarnya ia masih mencintai Sungmin tapi entah kenapa dia tidak pernah bisa memutuskan untuk kembali dengan Sungmin.

Sungmin mengelus punggung Jihyo dengan lembut. “Maaf kalau menurutmu aku kurang gigih. Maafkan aku karena gagal mendapatkanmu kembali. Aku mungkin terlalu percaya diri karena merasa kau masih mencintaiku tapi apapun perasaanmu padaku, kau harus hidup bahagia ya, Jihyo,” ujar Sungmin sambil tersenyum.

Sungmin menghela nafas panjang lalu bangkit berdiri. “Aku duluan ya,” pamit Sungmin.

“Oppa, kau mau kemana?” Tanya Jihyo yang baru menyadari keberadaan Woobin beberapa detik kemudian.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Jihyo dengan galak kepada Woobin.

Woobin tersenyum tipis lalu merangkul bahu Jihyo dengan erat sehingga gadis itu tidak bisa pergi kemana-mana. “Aku sedang menghadiri pernikahan Leeteuk sunbae. Walaupun sebenarnya aku lebih ingin menemuimu,” ujar Woobin.

“Aku sedang tidak ingin menemuimu,” kata Jihyo kacau. “Kita tidak pacaran jadi kita tidak punya kewajiban untuk selalu bertemu setiap hari.”

Dari 7 hari ada 6 hari yang pasti kau habiskan dengan Woobin sedangkan aku hanya 1 hari. Kata-kata itu terngiang terus di kepala Jihyo.

Woobin mencubit hidung Jihyo dengan gemas. “Ini sudah tahun 2015, Jihyo sayang. Bukan zamannya lagi pacaran harus bilang ‘kita pacaran yuk’. Kau bilang kau mencintaiku, aku juga mencintaimu. Apalagi?”

Jihyo mengerang kesal. Ia melepaskan diri dari Woobin. “Tapi aku belum mencintaimu 100 persen,” lepas Jihyo disusul dengan garukan di kepalanya frustasi.

Jihyo meninggalkan Woobin yang terdiam terpaku di tempatnya mendengar pernyataan Jihyo. “Sudah setahun lebih dan kau belum melupakannya,” gumam Woobin getir. Ia membiarkan Jihyo semakin menjauh. Woobin tidak berusaha mengejarnya.

Jihyo menemukan Hamun di ruang ganti para best man seorang diri “Sedang apa di sini sendirian?” Tanya Jihyo pada Hamun.

Hamun menggelengkan kepalanya. “Aku tidak sendirian,” kata Hamun.

“Hamun-ah! Tolong bantu aku memakai dasi ini!” Seru suara pria yang sangat dikenal Jihyo.

Jihyo memandang takjub pada Hamun. “Siwon Oppa? Dia datang?” Tanya Jihyo tidak percaya. Hamun mengangguk senang. “Jinjja?” Hamun sekali lagi menganggukkan kepalanya. “Daeeebak!! Aku pikir dia akan berenang bersama para paus di Samudera!”

Hamun tertawa membayangkan Siwon syuting bersama para paus di tengah-tengah lautan luas, di bawah terik matahari dan kemudian mengomel karena kulitnya menjadi kering.

“Oh ya, tadi HyunAh eonni mencarimu. Apa sudah bertemu?” Tanya Jihyo.

“Sudah. Tadi ia datang ke sini,” jawab Hamun.

“Memangnya ada apa sih? Dia mencarimu seperti ada hal penting yang ingin dibicarakan.”

Hamun tertawa geli mengingat imajinasinya. “Hanya salah paham saja. Tidak ada apa-apa kok, eonni.”

“Hamun-aaaah!!!” Panggil Siwon sekali lagi.

“Yang Mulia tuan Choi sudah berteriak dua kali,” kata Hamun buru-buru mendatangi Siwon diikuti oleh Jihyo.

“Aku mau menghajarnya karena tidak pernah memberitahukan apapun padaku. Sebenarnya aku ini masih adiknya atau bukan sih?” Ujar Jihyo saat mendapatkan tatapan ‘kau mau apa, eonni?’ milik Hamun.

“Oppa, annyeong,” sapa Jihyo dengan manis membuat Siwon terkejut.

“Jihyonnie-ku sayaaaaaang!” Seru Siwon sambil memeluk Jihyo. Sayang, perut Siwon menjadi korban cubitan Jihyo.

“Bagaimana bisa kau tidak mengabariku kalau kau akan datang?! Humm? Eeoh? Aku ini masih adikmu kan, Oppa? Humm?” Tanya Jihyo dengan gemas diiringi cubitannya yang semakin kecil semakin sakit.

Siwon memohon ampun. Jihyo pun melepaskan cubitannya. “Mian Jihyo-ku sayang. Kau tahu kan Oppamu ini sangat sibuk. Ke kamar mandi saja susah,” kata Siwon sambil memegangi perutnya.

“Tapi kau bisa selalu menghubungi Hamun,” protes Jihyo.

Siwon menyengir memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. Ia menatap Hamun dengan bahagia. “Kalau itu berbeda. Sedetik saja aku membiarkannya, Hamun bisa hilang. Aku kehilangan Hamun, maka itu artinya hidupku berakhir,” ujar Siwon.

Siwon menarik Hamun ke dalam pelukannya, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Hamun dan kemudian mengecup kening Hamun berkali-kali tanpa rasa bosan.

Jihyo melihat pasangan itu dengan mual. “Lama-lama kalian berdua seperti Kyujin couple. Aku tidak bisa melihatnya. Aku bisa muntah,” kata Jihyo yang langsung angkat kaki dari ruangan itu.

Hamun memukul dada Siwon pelan. “Kau tega sekali pada Jihyo eonni,” tegur Hamun.

Siwon belum melepaskan Hamun. Ia juga masih menciumi kening Hamun. “Ia juga sering begitu padaku. Lebih ingat pada Sungmin atau Woobin dibandingkan aku,” bela Siwon untuk dirinya sendiri.

Hamun tertawa geli melihat kelakuan kakak beradik itu. Saling menyayangi tapi suka sekali berantem seperti anak kecil. “Oppa tidak boleh begitu ah,” kata Hamun namun tidak dipedulikan oleh Siwon.

“Kau cerewet sekali,” protes Siwon kemudian membungkam mulut Hamun dengan mulutnya.

“Aku merindukanmu,” ucap Siwon sebelum kembali mencium Hamun, meluapkan semua kerinduannya.

—-

Seorang penanggung jawab acara memasuki ruang tunggu pengantin pria mengatakan untuk segera bersiap. “Leeteuk-ssi,” panggil penanggung jawab itu.

Dengan panik, Leeteuk mencari-cari Kyuhyun. “Mana bocah iblis itu?! Kenapa dia tidak muncul-muncul?!” Teriak Leeteuk.

Hampir semua member Super Junior segera menghubungi Kyuhyun, sebagian lagi mencari Kyuhyun keliling hotel tempat acara pernikahan Leeteuk diadakan.

“Leeteuk-ssi,” panggil penanggung jawab itu lagi.

“Jakkaman. Aku sedang mencari cincinku. Tidak mungkin aku maju ke altar tanpa membawa cincin pernikahanku. Sebentar,” kata Leeteuk.

Leeteuk menatap member-membernya yang sedang menempelkan handphone-nya masing-masing di telinga. “Bagaimana?” Tanya Leeteuk tidak sabar.

“Tidak bisa dihubungi,” kata Shindong.

“Mati,” kata Ryeowook.

“HAAAISHHH! Bocah ituuuu!!!” Geram Leeteuk. Ia memijit kepalanya berharap ide cemerlang akan muncul di kepalanya agar bisa menemukan Kyuhyun.

“Leeteuk-ssi,” panggil penanggung jawab itu untuk ketiga kalinya. Leeteuk mengerang frustasi.

“Tunggu sebentar,” kata Leeteuk agak galak.

Penanggung jawab itu tetap tersenyum. “Mempelai wanita dan ayahnya sudah siap,” katanya.

Leeteuk meremas bantal sofa untuk menyalurkan kekesalannya. “Kibum-ah, kalau kau menemukannya, bilang aku. Aku akan langsung menghajarnya!!!” Seru Leeteuk.

Leeteuk keluar ruangan mengikuti penanggung jawab acaranya. Kibum menatap teman-teman Super Juniornya dengan bingung. “Kalian ngapain masih di sini? Bukannya kalian best man Leeteuk hyung?” Tanyanya pada Eunhyuk, Donghae dan Sungmin.

Ketiga pria itu buru-buru merapikan pakaian mereka dan berlari menyusul Leeteuk. Kibum mendecakkan lidahnya melihat kelakuan hyungdeul-nya yang semakin tua semakin sering lupa.

Kibum membuka aplikasi pelacak handphone di smartphonenya. Ia memasukkan nomor handphone Kyuhyun dan seketika muncul dimana lokasi handphone Kyuhyun. “Hotel?”

Kibum keluar untuk mencari Kyuhyun sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh aplikasi itu. Kibum terus berjalan, semakin lama semakin dekat. Kibum berjalan keluar hotel dan menemukan Kyuhyun dan mobilnya tertahan di luar pagar hotel bersama ratusan atau mungkin ribuan ELF yang ingin menghadiri acara pernikahan Leeteuk.

Kyuhyun melihat Kibum dan menyerukan permintaan tolong dengan membunyikan klakson mobilnya. “Kibum hyuuuuung!!! Tolong aku!!!” Seru Kyuhyun dari dalam mobil.

Kibum tidak bisa mendengar apa yang diteriakkan Kyuhyun tapi ia bisa membaca gerak mulut magnae-nya itu. Kibum mendekati petugas keamanan. “Biarkan mobil itu masuk. Ada Kyuhyun di dalam,” kata Kibum kepada petugas.

Petugas keamanan menolak. “Kalau kami buka, para ELF pasti akan menyerbu masuk padahal kami belum boleh membukakan pintu untuk mereka.”

Kibum mengambil pengeras suara untuk berbicara dengan para ELF. “Dear ELF, uri beautiful princesses, di belakang kalian itu ada mobil yang berisi Kyuhyun Oppa. Dia datang dengan membawa cincin pernikahan Leeteuk Oppa. Bisakah aku minta tolong kepada kalian untuk menepi sebentar dan mengijinkan Kyuhyun Oppa kalian masuk? Semakin cepat cincin itu datang, semakin cepat upacara selesai dan kalian boleh ikut acara pesta pernikahan Leeteuk Oppa. Boleh aku minta tolong pada kalian?”

Tanpa instruksi lebih panjang, ELF segera merapikan diri untuk menepi sehingga mobil Kyuhyun dapat berjalan di antara mereka. Petugas keamanan segera membuka pagar ketika mobil Kyuhyun mendekat dan menutupnya kembali ketika mobil Kyuhyun sudah masuk.

“Kau menyelamatkanku, Kibum hyung!!!” Seru Kyuhyun sambil memeluk erat-erat Kibum.

Kibum segera melepaskan diri dan menggandeng tangan Kyuhyun untuk berlari bersamanya. “Leeteuk hyung sudah marah besar. Dia bisa menghajarmu kalau kau datang lebih terlambat. Ppali!!!”

“OMO!!”

Kibum dan Kyuhyun berlari sekencang yang mereka bisa menuju tempat upacara pernikahan Leeteuk. Mereka hampir kehabisan nafas saat tiba di tempat itu.

Leeteuk dan Sora sudah berada di depan altar, mendengarkan pendeta yang sedang bertanya tentang kesediaan masing-masing mempelai untuk hidup susah senang bersama satu sama lain. Leeteuk menjawab bersedia, begitu juga dengan Sora.

“Silahkan pasangkan cincin di jari manis mempelai wanita,” kata pendeta kepada Leeteuk.

Leeteuk menatap best man-nya. Eunhyuk, Donghae, dan Sungmin menggelengkan kepala mereka. Leeteuk berganti menatap Kangin, Heechul dan Shindong, ketiganya juga menggelengkan kepala.

“HYUNG!!” Teriak Kyuhyun di tengah-tengah nafas ngos-ngosannya. Perlahan-lahan Kyuhyun maju untuk menyerahkan cincin itu kepada yang berhak. Karena terlalu lama, Leeteuk turun dari altar dan menyusul Kyuhyun. “Aku hampir saja akan menghajarmu!” Geram Leeteuk yang dibalas dengan aegyo andalan Kyuhyun.

Leeteuk dengan kesal meninggalkan Kyuhyun di tengah-tengah lorong dan kembali kepada mempelai wanitanya. “Silahkan pasang cincin pada mempelai wanita,” kata pendeta mengulangi perkataannya beberapa menit lalu.

Leeteuk menyematkan cincin ke jari manis Sora dan Sora melakukan hal yang sama terhadap jari manis Leeteuk. “Silahkan mencium mempelai wanita.”

Leeteuk menarik Sora pada pinggangnya dan Sora melingkarkan tangannya pada bahu Leeteuk. Dalam sekejap, semua tamu berseru riuh rendah menyoraki pasangan baru di dunia hiburan Korea.

“Saatnya foto bersama,” kata fotografer mulai menyiapkan kamera dan menata gaya. “Dimulai dari keluarga kemudian teman-teman dekat.”

“Member Super Junior, silahkan maju untuk foto bersama,” kata fotografer setelah selesai memfoto mempelai dengan keluarga dari kedua belah pihak.

Seluruh member Super Junior langsung maju dan mengapit pasangan pengantin itu di tengah. Mereka memasang berbagai macam gaya mulai dari yang resmi sampai yang paling heboh.

“Bagaimana kalau kita bergaya loncat?” Usul Heechul yang disetujui oleh member lain kecuali Leeteuk.

“Andwe! Andwe!!” Seru Leeteuk tanpa ada satu pun yang mendengarkan dia.

Para member sudah siap untuk melompat. “Hana! Dul! Seeeet!”

“Andweeeeee!!!” Teriak Leeteuk panik.

Semua member Super Junior telah melompat kecuali Leeteuk dan Sora. Leeteuk memegang Sora erat-erat. “Maafkan aku kalau pernikahan kita jadi kacau. Sejujurnya aku tidak berharap pernikahan ini berjalan lancar kalau mengundang member-memberku,” ucap Leeteuk merasa bersalah.

Member Super Junior telah kembali ke darat dan satu hal yang terjadi akibat lompatan mereka : panggung retak dan mereka mulai kehilangan keseimbangan. Panggung mulai berayun-ayun mengapung di air.

Byur!! Shindong jatuh pertama ke air.

“Sudah kubilang tadi jangan melompat. Panggung ini dibangung di atas kolam renang. Bodooooooh!!!” Seru Leeteuk.

Byur!! Byur!!! Byur!!! Satu per satu member Super Junior jatuh ke dalam kolam.

“Hyuuung!!! Kenapa tidak memberi tahu kami dari awal?” Seru Siwon yang sedang berpelukan dengan Kyuhyun dan Kibum. Satu detik kemudian, ketiga pria itu jatuh ke dalam air.

Satu per satu kepala mulai bermunculan dari dalam kolam. Mereka berteriak dari dalam kolam, “Hyuung!! Kau tidak adil! Masa kau tidak jatuh?!”

“Tarik Leeteuk hyung!!” Seru Donghae dengan semangatt.

Kangin, Siwon, Donghae dan Eunhyuk pun segera menarik Leeteuk ke dalam kolam. Sora berhasil menyelamatkan diri. Dia tertawa-tawa melihat suaminya yang dikerjai oleh teman-temannya sendiri.

“Yaaaa!!! Kalau bukan karena kalian memberku, aku pasti sudah menghajar kalian!!!” Protes Leeteuk kesal tapi para membernya tidak peduli.

Mereka menyerbu Leeteuk dengan pelukan erat dan ciuman di pipi Leeteuk. “Kami mencintaimu, hyung!!!”

“Saranghae!!”

Satu kata itu sudah cukup untuk membuat Leeteuk kembali tertawa dan melupakan bahwa selusin pria di sekelilingnya baru saja mengacaukan pernikahannya.

—–

Kkeut!!!