“Oppa!” Jihyo berteriak dan melepaskan pelukannya dari Woobin. “Itu tadi flash kamera kan?”

Woobin berlari secepat mungkin mengejar orang yang memotret dirinya dan Jihyo. Namun terlambat, orang itu sudah pergi bersama foto Woobin dan Jihyo berciuman.

Woobin kembali menemui Jihyo, ia melihat yeoja itu berjongkok sambil terisak.

“Ini semua salahku. Bagaimana ini oppa?” Kalimat Jihyo terasa begitu mengiris hatinya.

Ia tau jika kehidupan para idol sungguh bisa berbalik 180 derajat jika para fans dan media mengetahui jika mereka telah memiliki kekasih. Jika mereka beruntung, para fans dan media akan terus mendukung mereka. Sebaliknya, tidak hanya hidup si idol itu yang akan sengsara, namun juga grup si idol dan orang-orang terdekatnya.

“Gwenchana Jihyo-ah, aku akan melindungimu,” ujar Woobin sambil memapah Jihyo ke lift.

“Aku yang salah. Aku akan membuat susah para member Super Girls, Siwon oppa, Kyuhyun oppa,” isak Jihyo.

Woobin memeluk yeoja di hadapannya. Ia baru sadar kalau ia benar-benar menyukainya. Woobin tidak tahan melihat Jihyo menangis.

“Dulu aku putus dengan Sungmin oppa karena aku ingin hubungan kami diketahui publik namun Sungmin oppa menolaknya. Dulu aku tidak mengerti apa yang dia takutkan. Aku tidak takut, para member Super Girls pun mendukungku. Namun kini aku tau apa yang dia takutkan,” ujar Jihyo sangat cepat hingga Woobin hanya bisa mendengarkan setengahnya.

Woobin teringat dengan ucapan Sungmin tadi. Dia ingin mengungkapkan bahwa dirinya dan Jihyo telah berpacaran. Apa Sungmin lupa dengan alasannya yang dulu putus dengan Jihyo, atau dia bermain kotor seperti yang ia lakukan pada Woobin di restoran tiga hari yang lalu?

“Aku mencintaimu, dan aku akan melindungimu dengan cara apapun,” termasuk dari Lee Sungmin.

+++

Woobin menatap penonton di depannya. Ia tersenyum saat melihat penonton bersorak memanggil namanya. Ia hampir saja tidak bisa menahan kegembiraannya saat mendapati beberapa fans memegang banner Devils Couple, nama pairing yang sangat ia sukai.

“Woobin-ssi, 30 detik lagi,” ujar PD-nim melalui earphone yang Woobin kenakan.

Woobin mengangguk.

Apakah ini hanya perasaannya saja atau memang penonton di studio semakin ramai dan terus meneriakkan namanya. Anehnya Woobin juga mendengar nama Jihyo disebut-sebut.

“Woobin-ssi, bersiap. 5,4,3,2,1,” ujar PD-nim.

“Annyeonghaseyo, kalian pasti merindukanku kan? Kim Woobin imnida on M! Countdown!” Sapa Woobin.

Semua penonton di studio berteriak dengan kencang. Woobin seketika mulai kegugupannya kembali menjadi MC perlahan menghilang.

“Kalian tau, aku sangat senang kembali ke sini. Tapi aku lebih senang lagi melihat 4 yeoja cantik ini tampil di sini. Aku akan terus menagih janji Sistar untuk tampil di M! Countdown karena mereka sudah berjanji, I Swear!”

Kamera yang menyorot Woobin mulai bergerak menuju Sistar. Woobin melihat PD-nim sudah ada di backstage. Biasanya PD-nimnya akan terus di ruang control, jarang di awal acara berlangsung ia ke bakcstage.

“Woobin-ssi,” panggil PD-nim. “Kurasa malam ini rating kita paling tinggi, dan ini adalah rating paling tinggi yang kita alami. Penonton membludak bahkan sampai diluar. Kurasa karena ini juga,” PD-nim menyerahkan tablet yang ia pegang ke tangan Woobin.

Woobin membelalakan matanya saat melihat artikel yang tampil di tablet itu ‘Pasangan Terbaru Terungkap! Kim Woobin dan Super Girls Choi Jihyo Berciuman, Apakah Mereka Benar Sepasang Kekasih?’

“PD-nim, kita masih punya waktu 7 menit termasuk dengan iklan kan? Aku akan segera kembali,” ujar Woobin bergegas menuju ruangan Super Girls.

+++

Siwon dan Kyuhyun membuka pintu ruangan Super Girls dengan cepat lalu menutupnya rapat-rapat.

“Choi Jihyo, jelaskan kepada kami!” seru Siwon melempar handphonenya ke Jihyo. Jihyo reflex menangkapnya dan melihat layar handphone Siwon. Tiba-tiba saja tubuhnya bergetar ketakutan. Hanya dalam waktu setengah jam saja artikel itu bisa muncul dan membuat kegemparan.

“Ada apa sih ini?” tanya Hyejin kebingungan melihat Siwon dan Kyuhyun yang tiba-tiba saja datang ke ruangan Super Girls di saat acara sedang berlangsung.

“Pasangan Terbaru Terungkap! Kim Woobin dan Super Girls Choi Jihyo Berciuman, Apakah Mereka Benar Sepasang Kekasih?” teriak Kyuhyun membacakan judul artikel yang saat ini telah menyebar ke seluruh antero Korea. “Jihyo, itu benar kau?”

Jihyo mengangguk, ia tidak berani menata mata kedua oppanya.

“Yang benar, Hyonnie?! Chukkae! Akhirnya kau bisa memilih antara Sungmin oppa dan Woobin oppa! Yah walaupun Woobin oppa sempat membuatku kesal karena menyebut nama yeoja itu di depan kita., tapi aku senang kau memilih Woobin, yeeeeaaaahhh!” Hyejin langsung memeluk Jihyo dengan erat.

“Hyejin-ah, kau gila apa? Kenapa kau malah memberi selamat kepadanya, aduh!” Kyuhyun langsung dihadiahi cubitan dari Hyejin.

“Kau tidak bahagia jika dongsaengmu punya kekasih, huh?”

Hamun, HyunAh, dan Minah yang baru saja kembali dari toilet memandang aneh orang-orang di ruangan mereka. “Ada apa ini? Kok sepertinya kalian terlibat pembicaraan serius?” tanya HyunAh.

“Dia berciuman dengan Woobin dan beritanya sekarang sudah menyebar!” teriak Siwon frustasi. Hamun langsung menenangkan kekasihnya yang sudah mulai hilang control.

“Gwenchana, jagi. Jangan marahi Jihyo unnie,” ujar Hamun.

“Kalian semua selalu membela Jihyo! Kalian tidak tau apa efeknya nanti? Jihyo bisa diikuti oleh media terus-menerus. Ia bisa saja tidak disukai oleh fansnya. Grup kalian pun akan terbawa nantinya!” Siwon memandang Jihyo dengan tatapan takut, ia sangat takut adik satu-satunya terluka.

“Hyung,” panggil Kyuhyun. “Lihat di bawah!” ujar si evil magnae menunjukkan ke arah luar jendela. Mereka bisa melihat kerumunan fans yang berkumpul di depan gedung karena tidak bisa masuk. Banyak dari mereka memegang tulisan mendukung WooJi couple. Bahkan kebanyakan dari mereka meneriakkan nama Woobin dan Jihyo.

“Kau lihat kan, oppa? Tak ada yang perlu dicemaskan. Toh mereka mendukung Woobin oppa dan Jihyo,” Hyejin merangkul Jihyo yang sejak tadi tidak berkata apa-apa karena ulah kedua oppanya.

“Namun kita tidak tau reaksi masyarakat di luar sana! Ini hanya sebagian kecil fans yang berada di sekitar gedung ini. Bagaimana jika ternyata banyak orang yang tidak menyukai hubungan mereka berdua? Aku juga tidak akan rela adikku berpacaran dengan seseorang yang telah memukul Sungmin hyung,” Siwon menghentikan ucapannya saat melihat wajah Jihyo yang pucat pasi dan mulai menangis.

“Mianhae oppa, jeongmal mianhae. Aku tidak memikirkan dirimu, Kyuhyun oppa, dan semua member Super Girls, aku bertindak bodoh. Aku tidak memikirkan jika ini menyakiti kalian semua,” isak Jihyo.

“Jihyo-ah, kau tidak menyakiti kami. Kau ingat kan kita semua sudah sepakat akan mendukungmu untuk go public nantinya jika kau sudah memiliki kekasih? Kami sadar akan semua konsekuensinya. Yang kami takutkan adalah kau disakiti oleh banyak orang di luar sana, kau dibenci,” MinAh mengelus kepala Jihyo dengan sayang.

Siwon tau dia sudah bersikap kelewatan memarahi adiknya. “Aku akan mengurusnya. Aku akan minta appa menyelesaikan masalah ini.”

“Kumohon biarkan aku yang bertanggung jawab Siwon sunbae,” ujar Woobin memandangi Jihyo yang dikerubuti oleh oppadeul, unniedeul, dan magnaenya. “Aku yang salah kali ini. Biarkan aku yang menyelesaikannya,” Woobin menghampiri Jihyo dan meletakkan tangannya di pipi yeoja itu. “Gwenchana?”

Jihyo tak bisa lagi menahan kekesalannya, ia memeluk Woobin sambil menangis. “Aku menyusahkan mereka semua. Kenapa sih aku selalu begini.”

Woobin membalas pelukan Jihyo “Kau tidak menyusahkan mereka semua. Mereka hanya mengkhawatirkanmu.”

“Dan sekarang aku malah menyusahkanmu dengan membuat pakaianmu basah gara-gara aku menangis. Bagaimana ini?” Jihyo semakin terisak yang disambut tawa dari Woobin.

“Kau ini masih bisa memikirkan hal yang tidak penting di saat-saat genting seperti ini sih.”

“Dia memang seperti itu,” entah mengapa mereka semua bisa mendengar suara Sungmin. Jihyo melepaskan pelukannya dari Woobin. “Dia memang selalu aneh dan ajaib, tapi itu daya tariknya.” Sungmin melangkahkan kakinya ke arah Jihyo.

“Jangan menangis, kau tau kan aku paling tidak suka kau menangis,” Sungmin menghapus airmata di pipi JIhyo. “Maafkan aku sudah membuatmu menangis, Jihyo.”

“Maafkan aku juga, unnie,” ucap Hamun pelan namun bisa didengar oleh semua orang di ruangan Super Girls.

“Ada apa ini, Sungmin oppa? Hamun? Kalian kenapa?” tanya Hyejin meminta penjelasan.

“Hamun hanya membantuku, jangan marahi dia,” Sungmin melemparkan senyumnya ke Hamun. “Aku yang bersalah karena telah membuat Jihyo menangis. Namun aku hanya ingin kau benar-benar yakin akan pilihanmu, Hyonie.”

Jihyo menghentikan tangisnya. Ia masih kebingungan dengan ucapan Sungmin.

“Maafkan aku telah berbohong kepadamu saat di restoran dan memancing amarah Woobin sehingga dia memukuliku,” Sungmin membalas tatapan Kyuhyun yang seperti minta penjelasan dengan tatapan jangan mengangguku.

“Aku kesal denganmu, Choi Jihyo. Kau tau kau sudah menyukai Woobin namun kau tidak mau memilih siapapun karena kasihan denganku. Aku tidak perlu dikasihani,” lanjut Sungmin.

“Aku tidak mengasihanimu! Aku masih menyayangimu dan tidak ingin melukaimu!” bela Jihyo.

“Namun kau membuat kita bertiga jadi semakin menderita, sayangku. Oleh karena itu aku memutuskan untuk membuat perasaan dan pikiranmu menjadi lebih jelas. Aku sengaja berbohong dan membuat semua kekacauan ini.”

“Jadi saat kau dipukuli Woobin itu kau memang berencana untuk membuat dia marah dan memukulimu? Kau tidak tau betapa aku sangat cemas dengan keadaanmu yang babak belur! Kau kira aku tidak panic apa?” tanpa Jihyo sadari ia mulai menangis lagi.

“Salah kau sendiri yang menyakitiku,” Sungmin tertawa kecil. “Aku hanya ingin kau jujur dengan dirimu sendiri Jihyo. Maafkan aku telah membuatmu cemas saat Woobin memukuliku. Sebenarnya aku berharap Woobin bisa memukuliku lebih parah.”

Jihyo langsung mencubit Sungmin kesal. “Jangan bicara seperti itu lagi!”

“Hyung,” Kyuhyun bersuara. “Jangan bilang orang yang menyebarkan artikel ini orang suruhanmu?”

Sungmin mengangguk. “Aku tidak bisa mewujudkan keinginanmu untuk memberitahukan hubungan kita berdua dulu ke publik. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Laipula aku tau Woobin-ssi bukan tipe orang yang suka menyembunyikan hubungannya dari publik. Kurasa kalian berdua cocok dalam hal ini.”

“Kau tau darimana?” tanya Woobin.

“Jonghyun.,” jawab Sungmin santai.

“Magnae, ada yang mau kau jelaskan kepadaku?1” tanya Jihyo dingin. Dia tidak percaya baby magnaenya bisa berbuat setega itu mengerjainya. Harusnya hanya dia seorang di Super Girls yang bisa mengerjai orang sesuka hatinya!

“Saat kita tiba di gedung ini aku langsung menemui Woobin oppa unnie, meminjam handphonenya dan mengatur setting handphonenya agar bisa mengirimkan pesan ke handphonemu pada waktu yang telah aku tentukan. Aku juga yang mengirimkan pesan untuk Woobin oppa dari handphonemu. AKu juga yang memberitahu Woobin oppa lokasi syuting Runningman,” aku Hamun.

“Woah, apa aku tidak salah dengar? Hamun-ah! Kau ternyata bisa berbuat seperti itu! Kau harus aku didik lebih giat lagi nanti untuk mengasah bakat evilmu! Standing ovation untukmu dan Sungmin hyung!” seru Kyuhyun yang langsung dihadiahi jitakan oleh Hyejin.

“Kau ini sudah mengajari hyung favoritmu untuk mengerjai Jihyo lalu mau menghasut Hamun lagi? Kau benar-benar mau aku putusin?” ancam Hyejin yang langsung dijawab dengan gelengan dari Kyuhyun.

Sungmin menepuk pundak Woobin, “Untuk saat ini aku menitipkan Jihyo kepadamu. Namun jangan pikir aku tidak akan merebutnya kembali. Aku akan membuat Jihyo kembali ke sisiku.”

Woobin untuk pertama kalinya tersenyum ke Sungmin, “Aku tidak akan melepaskannya, sunbae. Dan terima kasih telah mengerjai kami dan membuatku memukulimu.”

“Woobin-ssi, 3 menit lagi!” ujar salah satu kru mendatangi Woobin. Ia mengangguk cepat dan memberi tanda ia akan segera kembali ke backstage.

Siwon hanya bisa menggeleng. “Kumaafkan kau karena ini ulah Sungmin hyung sendiri yang membuatnya babak belur kau pukuli, tapi …” Siwon memberikan tatapan dingin ke Woobin. “Jika kau menyakiti adikku, kau tau akan langsung berhadapan dengan siapa.”

Woobin mengangguk. Ia tidak akan pernah menyakiti Jihyo. Tidak akan.

“Lusa kami akan bertemu dengan Kyu-Line lainnya. Jihyo, bawa dia,” ujar Kyuhyun setengah hati menyerahkan yeoja yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri ke namja yang belum terlalu ia kenal. Namun Hyejin mengelus punggungnya memberikan tanda bahwa ucapan Kyuhyun tadi adalah ucapan yang baik.

“Jadi,” Woobin memandang penuh sayang ke Jihyo sambil memeluknya, “Kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?”

“Beluuuuum!” teriak Siwon dan Kyuhyun bersamaan yang langsung dibekap mulutnya oleh Hamun dan Hyejin.

Jihyo mengecup pipi Woobin, “Sana, kau tidak mau kau dipecat di hari pertamamu comeback kan?”

Woobin tersenyum lega, ia bergegas menuju backstage. Dirinya merasa mulai hari ini dia akan memiliki kehidupan yang baru, lengkap dengan kekasih yang ada di sampingnya dan keluarga baru yang akan terus mengusik hidupnya, semakin ramai.

“Woobin-ssi, 10 detik lagi,” ujar kru yang langsung menyuruh Woobin naik ke stage begitu melihat namja tinggi menjulang itu tiba di backstage.

“5, 4, 3, 2, 1!”

“Hai, kalian merindukanku? Aku juga merindukankan kalian selama jeda tadi,” ujar Woobin yang langsung disambut dengan teriakan menggema di seluruh studio. “Di jeda tadi, aku baru saja membaca sebuah artikel baru yang menggemparkan tentang girlband yang akan tampil sebentar lagi.”

Woobin tak bisa menahan tawanya saat namanya dan nama Jihyo diteriakkan. “Apa? Aku tidak dengar.” Sekarang giliran nama Wooji Couple dan Devils Couple yang diteriakkan. “Haha, baiklah, aku tau kalian tidak sabar. Aku juga tidak sabar melihat kekasihku tampil. Berikan cinta kalian dan dukungan kalian ke Super Girls!”

+++

Selesaaaaai! Terima kasih untuk semuanya yang telah membaca Two Sides of Devils hingga selesai. Terima kasih atas saran dan kritiknya. Mohon cintai WooJi couple seperti kalian mencintai SungJi couple :p

Jangan lupa comment dan baca ff lainnya dari para author di sini yaaah