Annyeeong! Apa kabar semua? Author lagi sepi ide bikin ff series setelah TSoD, lalu kepikiran bikin ff oneshot. Mohon komennya yaah😀

Malam ini keluarga Jung melakukan ritualnya setiap bulan. Makan malam bersama. Betapa susahnya mengumpulkan Jung bersaudara jika haelmoninya tidak membuat aturan seperti ini. Setiap tanggal 23, yang mana ini adalah tanggal dimana haelmoni lahir, mereka semua harus berkumpul makan malam bersama. Haelmoni bilang siapa tau umurnya tidak panjang, maka di setiap tanggal kelahirannya setiap bulan ia harus bisa melihat anak, menantu, dan cucu-cucunya berkumpul.

“Eomma, kenapa tidak dimakan supnya?” tanya Nyonya Jung dengan lembut ke ibu mertuanya, namun haelmoni menggeleng.

“Aku masih menunggu cucuku satu lagi,” jawab Haelmoni. “Kenapa belum sampai sih?”

Jung bersaudara hanya bisa saling lirik, HyunAh menendang kaki Yonghwa, bibirnya komat kamit menanyakan dimana cucu haelmoni satu lagi, namun Yonghwa hanya bisa mengangkat pundaknya tanda tidak tau.

“Haelmoniiii~~~~” ujar suara namja itu dari jauh. Yonghwa dan HyunAh bersama-sama mendesah lega, kalau tidak mereka berdua yang akan kena cerewetan haelmoni.

“Tuh kan haelmoni, tadi kan aku bilang, Joon sedang dalam perjalanan ke rumah,” ujar Yunho sambil memakan supnya.

Joon berlari seperti anak kecil menuju ruang makan. Ia langsung memeluk haelmoni dan mengecup pipinya, lalu bergegas memberi salam ke appa dan memeluk eomma. “Kalian merindukanku?”

“Tidak!” jawab HyunAh dan Yonghwa bersamaan.

Joon mendengus kesal sambil mengambil tempat duduk di sebelah Yonghwa.

Beginilah suasana makan malam di setiap tanggal 23. Seluruh anggota keluarga Jung berkumpul, haelmoni, Tuan Jung, Nyonya Jung, Jung Yunho, serta si kembar Jung Yonghwa dan Jung HyunAh. Namun, keluarga mereka selalu terasa tidak lengkap tanpa adanya Lee Joon. Joon adalah teman Yonghwa dan HyunAh dari kecil. Saking dekatnya Joon dengan keluarga Jung, haelmoni sudah menganggap Joon seperti cucunya sendiri.

“Kau kenapa terlambat, Joon? Haelmoni daritadi tidak mau makan menunggumu,” ujar Nyonya Jung sambil menyendokkan sup untuk Joon.

“Eomma, aku tadi sedang syuting MV terbaru MBLAQ, makanya aku telat,” jawab Joon menerima mangkok sup nya.

“Kau mau launching album baru? Kok gak bilang?” tanya Yonghwa.

“Kau tidak bisa membaca pikiranku? Ah, katanya kita kembar! Cukup sampai di sini saja persaudaraan kita,” ledek Joon. Yonghwa langsung menyikut Joon.

“Lalu siapa diantara kalian berempat yang mau memberi haelmoni cucu lebih dulu?” ujar haelmoni tiba-tiba.

Suasana di ruang makan tiba-tiba senyap. Setiap tanggal 23, pertanyaan ini yang paling dihindari oleh keempat anak muda itu. Haelmoni pasti akan beralasan, ‘Bagaimana kalau waktu haelmoni tidak banyak lagi dan tidak bisa melihat cucu haelmoni?’ Mereka berempat sudah hafal.

“Joon, kau mau ayam bakar? Ini enak,” Yunho pura-pura tidak dengar dengan pertanyaan haelmoni. Joon langsung tau maksud Yunho dan menyambut tawarannya.

“Gomawoyo hyung. Oiya aku mau cerita! Tadi itu aku bertemu dengan-“

“Aaaaakkk. Haelmoni, ampun!” seru Yunho kesakitan karena telinganya dijewer haelmoni.

“Kau ini ya, paling tua namun paling suka mengalihkan pembicaraan. Jung Yunho, kau kapan sih akan menikah? Yeoja sebaik MinAh kau lepaskan begitu saja. Jadi kapan kau akan membuatkan haelmoni cucu?”

HyunAh tak bisa menahan tawanya. Ia bisa melihat wajah oppa tertuanya itu merah padam. Sejak putus dengan MinAh, tidak ada yang berani membicarakan rekan satu girlbandnya itu, bahkan appa dan eomma pun tidak mau mengungkit-ungkit MinAh di depan Yunho. Ya Cuma haelmoni saja.

“Jung HyunAh, kenapa kau tertawa? Kau juga lekas cari pacar baru,” seru haelmoni.

“Wooooh, haelmoni tau HyunAh sudah putus dengan Changmin? Tau darimana?” sela Joon.

Haelmoni mengangguk bangga. “Dari kau tentunya, Joonie.”

“Daebak! Haelmoniku memang gaul,” Joon memberikan dua jempolnya. HyunAh langsung mengarahkan sumpit ke Joon yang siap ia lempar kapan saja.

“Haelmoni, aku masih ingin fokus di karir, itu saja,” HyunAh membela dirinya. Ia memandang Yonghwa meminta pertolongan. Yonghwa menggeleng, sulit untuk menang dari haelmoni apabila urusan jodoh seperti ini.

“Yong, kau bagaimana? Haelmoni lebih setuju kau dengan Shin Hye.”

“Haelmoni~” Yonghwa merajuk. “Aku dan Shin Hye itu bersahabat. Gara-gara haelmoni suka sekali menjodohkanku dengan Shin Hye, dia jadi takut ke rumah lagi, huh.”

“Dengan aku saja Yong oppa, aku Joon Hye,” Joon menyelipkan rambutnya ke belakang daun telinga dan melemparkan senyuman aegyon ke Yonghwa yang langsung dibalas dengan pelukan oleh Yonghwa. “Saranghae, Joon Hye!”

“Lama-lama appa kalian bisa sakit jantung kalau melihat tingkah kalian berdua,” ujar appa. Yong dan Joon langsung berhenti bercanda konyol-konyolan mereka.

“Yunho, bagaimana kabar Changmin?” tanya eomma yang langsung dibalas senggolan di tangannya oleh appa. Yah, memang eomma termasuk dekat dengan Changmin. Apalagi Changmin adalah member termuda di TVXQ dan (mantan) kekasih HyunAh.

“Baik-baik saja, eomma,” jawab Yunho singkat.

“Aaaaah, Yunho hyung mah selalu bilang kabar Changmin baik-baik saja. Hyun tuh yang tidak baik-baik saja,” ceplos Joon.

“Ih apaan sih? AKu kan putus dengan Changmin baik-baik,” seru HyunAh.

“Memang begitu kan. Tapi kau malah langsung datang ke dorm CNBLUE sambil menangis, lalu kau bilang kau tidak mau ketemu Yunho hyung karena takut Changmin akan bersama Yunho hyung terus,” bongkar Yonghwa.

“Serius Hyun?” tanya Yunho.

HyunAh menggeleng, “Mereka berdua saja nih yan terlalu membesar-besarkan.”

“Hyung, kata HyunAh kau pasti akan lebih membela Changmin, makanya dia hanya laporan ke aku dan Yonghwa,” beber Joon.

“Tidak kok. Aku malah memarahi Changmin karena putus dengan HyunAh dan tidak berbicara dengannya seminggu,” jawaB Yunho sambil memakan seafood di hadapannya.

“Jinjja?” ujar Joon dan Yonghwa. Yunho mengangguk dan merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut dengan high five dari Joon dan Yonghwa.

“Ne~ Makanya kalian tidak usah heboh daritadi,” jawab HyunAh kesal. Jika Yong dan Joon sudah bersama, maka mulut mereka berdua tidak bisa dijaga.

“Sudah-sudah. Joon hanya kau harapan haelmoni yang terakhir jika ketiga anak bandel ini belum mau menikah,” sela haelmoni.

Joon memasang tampang berpikir, “Begini saja haelmoni, jika haelmoni, appa, dan eomma mengizinkanku untuk menikah dengan Hyun, aku mau memberikan cucu yang cepat untuk haelmoni.”

“Siapa yang tidak setuju?” ucap HyunAh cepat. Yong, Yunho, appa, eomma, dan haelmoni langsung mengangkat tangannya.

“Aaaah, kok kalian jahat sih?” rengek Joon.

“Karena kau kan saudara kembarnya HyunAh, Joon sayangku. Masa eomma membiarkan kalian menikah?” ujar eomma dan iringi anggukan appa.

“Iiiih, udah cukup eomma kembaranku Yonghwa saja. Jangan ditambahi Joon,” HyunAh tidak setuju.

“Loh, memangnya aku kenapa? Aku kan tampaaan,” seru Joon.

“Kau tampan tapi kau ini tidak setampan aku,” balas Yonghwa.

“Kau ini mau aku cekik, hah?” ujar Joon bercanda sambil mencekik Yonghwa. Yonghwa pun membalas cekikan Joon. “Kau yang akan aku cekik.”

HyunAh dan Yunho hanya bisa menghela napas melihat tingkah kedua namja dewasa yang sifatnya masih anak-anak ini.

“Hyun, tolong aku,” seru Yonghwa.

“Hyun, mau kita apakan ini Yong?” balas Joon.

“Terserah kalian berdua saja ah,” HyunAh memasukkan bakpau ke mulut kedua namja di depannya.

“Hyun, aku tidak suka rasa kacang hijau iiihhh,” Yonghwa dan Joon serentak melepaskan cekikan mereka yang membuang bakpau dari mulutnya.

“Makanya berhenti bercanda saat sedang makan,” jawab HyunAh enteng.

“Kami kan tidak bercanda kan Yong?” seru Joon, yang disetujui anggukan oleh Yonghwa.

Tuan dan Nyonya Jung hanya bisa memandangi anak-anak mereka yang sejak tadi ribut di meja makan.

“Yah, seperti tanggal 23 biasanya. Paling nanti salah satu dari mereka bertiga ada yang ngambek,” bisik appa.

Nyonya Jung terkikik geli, “Bukannya sudah biasa yeobo? Aku bertaruh kali ini yang mengambek Joon.”

“Dan nanti tinggal kita berdua yang harus menengahi mereka,” bisik appa.

“Tidak ah, kali ini biarkan Yunho saja yang menangani si triplet,” ujar eomma yang langsung disetujui appa. “Nah, itu bagus yeobo,” bals appa sambil mencium pipi istrinya.

“Iiiiihhhh, apa-apaan sih appa dan eomma!” seru si triplet bersamaan sambil menutup mata mereka.