Mianhae fans Changmin.. fans Victoria Song.. fans Jung HyunAh (mungkin ada).. Bukan maksud hati membuat Changmin, Vic dan HyunAh jahat. Harap dimaklumi, dilanda kegalauan antara Changmin dan Henry. Inilah saat penentuan.. Hihihi…

“HyunAh.. Jebal.. Mianhae.. Jeongmal mianhae..Aku janji tidak akan mengulanginya lagi..”

“HyunAh jangan marah lagi”

“HyunAh, kumohon HyunAh.. Maafkan aku.. Kembalilah padaku..”

“Aku menyayangimu.. Aku mencintaimu.. Aku bisa mati tanpamu..”

“Kumohon.. Kembalilah padaku..”

“Kita bisa memulai lagi dari awal HyunAh.. Aku mohon.. Buka pintu nya..”

“HyunAh.. Buka pintunya.. Bicaralah padaku..”

~klik~

“Ah gomawo Hyun..”

BUKK!

“Itu karena kau sudah menyakiti HyunAh ku tersayang”

BUKK!

“Itu karena kau sudah membuat dongsaengku menangis”

BUKK!

“Itu karena kau sudah menyianyiakan kepercayaan Yunho Hyung”

BUKK!

“Itu karena kau sudah merebutnya dari Yonghwa”

BUKK!

“Itu karena kau sudah merampasnya dariku”

“Jangan pernah datang lagi mencari HyunAh, kalau kau bertemu dengan nya di SM sebaiknya kau menghindar darinya, jangan coba-coba untuk memperlihatkan batang hidungmu lagi dihadapanku, di hadapan Yonghwa apalagi dihadapan HyunAh!”

“Kalau bukan karena kau dianggap dongsaeng sendiri oleh Yunho Hyung dan anak sendiri oleh Eomma Appa Jung sudah kuhabisi kau, Shim Changmin!”

“Ingatlah baik-baik kataku ini.. Aku, Lee Joon, pasti akan membunuhmu kalau kau berani dekat-dekat dengan HyunAh ku lagi. Berani kau coba sekali saja mencari HyunAh dan memintanya kembali padamu lagi, Yunho hyung sekalipun tak akan bisa menyelamatkanmu! Ingat itu!”

“STOP!” teriak HyunAh yang sudah berdiri didepan pintu

Satu buah pukulan hampir saja melayang kembali ke wajah Changmin jika tidak karena teriakan HyunAh

“Hentikan Joon Oppa, sudah cukup! Buat apa kau buang tenagamu, kau sakiti tangan mu hanya karena Changmin Oppa.”

“Changmin Oppa, pulanglah. Jawabanku tidak akan berubah. Apapun yang akan kau lakukan, aku tidak akan kembali padamu lagi. Daripada kau buang tenagamu di depan rumah ku, membuat kehebohan disini, lebih baik kau kembali dan mengurus Vic Eonni.” teriak HyunAh sambil menangis lalu berlari kembali ke dalam rumah

“Joon, ayo masuk!”  seru Yonghwa yang tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu sambil melemparkan death glare kepada Changmin

“Kau Changmi-ssi, jangan pernah kau injakkan kakimu disini lagi. Kau tau ancaman Joon tak main-main. Jika Joon belum cukup membuatmu takut masih ada aku dan Yunho oppa tentunya” peringatan keras Yonghwa pada Changmin

Dengan langkah gontai Changmin pun pergi dari rumah keluarga Jung

++++++++++++++++++++++++++++++++++

~klik~

BUKK!

“Yaa~ Minho, kau ini apa-apaan!” teriak Kyuhyun sambil menarik Minho

“Kau kan sudah berjanji untuk bicara baik-baik!” omel Yunho

“Ayo masuk dan duduk Changmin” lanjut Yunho

“Ne~ Hyung. Dorm kita ramai sekali ada Minho, Kyuhyun, Hyejin, Jihyo, Sungmin Hyung, Hamun dan Siwon Hyung”

“Ya~ sempat-sempatnya kau bicara seperti itu oppa” seru Jihyo sewot

“Cengar cengir lagi, seolah-olah tidak ada apa-apa!” kata Hyejin galak

“Sudah sudah eonnideul” seru Hamun menenangkan kedua eonni nya yang panas itu

“Ayoo, Changmin segera jelaskan kepada kami semuanya.” Kata Siwon

———————————–

-2 minggu lalu-

“Jangan berbohong padaku, Oppa.. Katakan sebenarnya..”

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya, Hyun”

“Kalau kau tidak ada hubungan apa-apa dengannya kenapa kau ada disana berduaan dengan Vic Eonni, Oppa?”

“Aku hanya menemani nya, Hyun.. Aku..”

“Hanya menemani nya karena ia kesepian? Hanya menghiburnya karena ia sedang sedih? Hanya memeluknya dan memegang tangan nya untuk menenangkannya? Kalau kau menciumnya untuk apa? Membahagiakannya?”

“Hyun!”

“Wae? Apa yang aku katakana salah? Kau mau bilang aku mengada-ada lagi? Apa? Kau mau bilang, aku terlalu cemburu?”

“Hyun.. Aku bisa jelaskan”

“Apalagi? Apa yang aku lihat hari ini sudah cukup membuktikan ditambah foto-foto paparazzi itu, sudah jelas kan Oppa. Aku capek membelamu terus dihadapan Oppadeul ku dikala foto-foto paparazzi itu terpampang di headlines.”

“Kau mau aku bagaimana? Kita bagaimana?”

“Aku mau kita putus!”

“Baiklah kita putus! Sudah lama juga aku ingin putus sebenarnya.”

“Jadi karena itu kau berselingkuh? Kalau kau mau putus ya bilang saja kenapa harus begini.”

“Sudahlah, aku tau kau juga mencari-cari alasan untuk memutuskan ku kan Hyun! Kau belum bisa melupakan Henry!”

“Kenapa kau bawa-bawa Henry?”

“Apa aku salah? Kau selalu saja bercerita tentang Henry, mengikuti perkembangan karir Henry. Kau masih mencintainya Hyun!”

“Tapi tidak pernah sekalipun aku mengkhianatimu Oppa, apa aku pernah diam-diam bertemu Henry walau dia di Korea? Apa aku pernah menelpon Henry? Tidak Oppa. Aku berusaha untuk menghargai hubungan kita.”

“Apa? Menghargai hubungan kita? Sudah lah Hyun akui saja kau tidak benar-benar mencintaiku.”

“Apa Oppa benar-benar mencintaiku? Waktumu lebih banyak kau habiskan dengan Vic Eonni. Kau selalu ada buatnya, dia selalu nomor satu mu. Setidaknya aku menghargai hubungan kita. Bukankah aku selalu bertanya apa hubungan mu dengan Vic Eonni benar Cuma sahabat? Bukankah aku berulang kali bertanya kau mencintaiku?”

“…”

“Coba oppa ingat-ingat selama 1 tahun ini kita berpacaran, berapa kali kita kencan? Lebih banyak mana dengan pertemuan Oppa dengan nya? Paparazzi dan Netizens saja taunya Oppa dengan Vic Eonni. Apa pernah kita punya barang-barang couple? Tidak Oppa.”

“…”

“Sudahlah, lebih baik kita putus daripada kita saling menyakiti. Ini jalan terbaik untuk kita berdua. Kau bisa memperjelas hubungan mu dengan Vic Eonni.”

“Dan kau kembali pada Henry?”

“OPPA! Henry tidak ada hubungan nya dengan masalah kita sekarang!”

“Baiklah kita putus!” kata Changmin kemudian meninggalkan HyunAh pergi

“Fine!” teriak HyunAh lalu menangis tersedu-sedu

———————————–

BUKK!

“Hyung! Oppa!” semua berteriak

Yunho memukul Changmin dengan keras, padahal sedari tadi yang paling tenang adalah Yunho

“Kalau kau tau begini kau memperlakukan dongsaengku, tak akan pernah kuijinkan kau dekati HyunAh, Changmin!” teriak Yunho

“Mianhae, Hyung” jawab Changmin lemas

“Kenapa aku harus tau dari orang lain? Kenapa kau tidak bilang padaku.. Sudah dua minggu lagi..”

“Pantas saja seminggu lalu waktu aku tannya padamu kenapa HyunAh tidak bisa tampil di SM Town III, kau menghindar. Aku kira kau hanya sedang bertengkar biasa dengan HyunAh.. Ternyata…”

“Sebaiknya kau menginap ditempat lain malam ini, aku tidak mau melihat mukamu!”

++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Heeyyy Henry!”

“Hey Amber, what’s up?”

“Congratz my bro, for your new album! Today was your first performance in TV right?”

“Thanks you, Amber! I just got back from MNet”

“I’m so happy for you, finally you can stay longer in Korea!”

“Yeah, I’m so happy and excited! Going somewhere?”

“No, I just saw you, so I want to hang out with you.. Ah I knooww Why you’re so happy and excited.. Have you seen HyunAh eonni?”

“Ani”

“By the way, do you know that HyunAh eonni broke up with Changmin oppa eight months ago?”

“Yeah, I know. Super Junior’s dorm was so crowded back then. Changmin hyung slept in our dorm.”

“Ah yeah.. I heard that. Aaahh that was around your come back to Korea, right? That was the time Super Junior M debut in Korea?”

“Yeah”

“How’s your feeling?”

“Back then? I felt sad for HyunAh actually. But, I can’t lie that I was so happy hahaha”

“But.. You haven’t seen HyunAh eonni? Why?”

“……..”

BRUKKKK!

Amber ditabrak seseorang yang membawa barang banyak dan tinggi sekali dari belakang.

“Ah mianhae minahae…… Amber? Gwenchana?”

“Oh eonni? Ne~ gwenchana?”

“Oh Henry?”

“Oh.. Hi Hyun~ ”

“Eonni mau kemana membawa barang banyak sekali?”

“Ah ini barang-barang Yunho oppa. Ia minta aku bawakan dari rumah kami di Busan”

“Ahh begitu”

“Biar kubantu bawakan barang-barangmu, Hyun” seru Henry tiba-tiba

“Ah gwenchana Henry, I’m fine”

“Aku baru saja mau ke studio DBSK untuk menemui Yunho Oppa, eonni” sahut Amber tiba-tiba

“Sini biar aku yang antar ke Yunho oppa, eonni dan Henry ngobrol-ngobrol saja di café sana” lanjut Amber sambil merebut barang-barang Yunho di tangan HyunAh

“Annyeong! Bye Henry!” teriak Amber sambil mengedipkan matanya

“Oh.. Amber.. Amber!” teriak HyunAh

“Sudah biarkan saja anak itu, Hyun~ .. Ayo kita ngobrol-ngobrol di café ”

“Apa tidak apa-apa?”

“Apanya?”

“Amber”

“Kenapa dia?”

“Nanti dia marah?”

“Wae? Dia kan bukan pacarku kenapa mesti marah?” jawab Henry sambil menggandeng tangan HyunAh menuju café

++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Hyuuuunnnn~ Jagiyaaa~ Bogoshipooo~..” teriak Joon begitu masuk ke dorm SG yang kosong itu

“Yaa~ Yaa~” omel Yonghwa sambil menarik kerah baju Joon dari belakang

“Wae Yoongg?”

“Kau ini kebiasaan! Mulai lagi.. Behave Joon! Kapan sih kau hilangkan kebiasaanmu itu. HyunAh bukan pacarmu! Berhentilah memperlakukan dia sebagai pacarmu!”

“Wae, HyunAh kan sedang tidak punya pacar.. Tidak ada orang di dorm juga, semua sedang keluar.. HyunAh ku yang malang sendirian.. Kenapa? Kau iri Yong? Kau cemburu? Nanti kalau HyunAh sudah punya pacar lagi aku akan… Yaa~ Yaa~ Yoonngg kenapa kau meninggalkanku. Aku belum selesai bicara!”

“Hyun~ Hyun~ eodiya?” teriak Yonghwa begitu memasuki ruang tamu dorm SG

“Hyuuunnn~ Jaag.. Dongsaengi~ ” Joon segera merubah panggilannya begitu ia dipelototi oleh Yonghwa

“Ah disana rupanya.. Sedang apa sih? Ahh nonton TV.. Asik sekali, sampai-sampai Oppadeul nya datang tak digubris?” goda yonghwa

———————————–

Henry sedang ada di sebuah acara talkshow.. Live..

“Henry-ssi”

“Ne~”

“Kita beralih ke pertanyaan selanjutnya.. Pertanyaan ini agak personal”

“Wah tampaknya pertanyaan berat ini”

“Tentu tidak, pertanyaan ini gampang sekali”

“Ahh, Ne~ Ne~”

“Di setiap wawancara kau selalu bilang tidak punya tipe wanita ideal, tapi beberapa kali aku melihatmu di variety show kau tampak selalu flirting dengan guest guest wanita”

“Ah tidak kok, aku tidak flirting. Tapi memang setelah aku lama berada di Korea, bertemu dengan aktris, penyanyi, anggota-anggota girlband, aku rasa mereka sangat menarik”

“Aaaahhh begituu.. Aku dengar kau dekat dengan Amber?”

“Ne~”

“Apa kalian pacaran?”

“Aniyo.. Karena kami sama-sama dari Amerika, sama-sama dari keluarga China, dan karena gayanya yang tomboy. Kami jadi bersahabat dan sering mengobrol. Selera musik kami pun sama.”

“Aaahh begitu, kalau penyanyi solo? Aku dengar kau ngefans dengan Lee Hyori?”

“Ne~” 

“Yaa semua suka Lee Hyori karena dia sexy.”

“Bukan.. Bukan.. Bukan karena itu.. Aku suka Lee Hyori karena menurutku diantara semua penyanyi solo wanita, dia tidak cantik.”

“Mworaguyo?”

“Iya, dia tidak cantik tapi dia berani dan bangga menunjukkan bare face nya, karena itu menurutku dia amazing!”

“Aaahh begitu rupanya. Kalau begitu apa Ideal Type mu diantara artis-artis? Kali ini kau harus menjawab Henry-ssi”

“Ahh baiklah akan aku jawab jujur. Ada. Wanita ideal ku ada diantara artis-artis Korea.”

“Begitu?” Bocorkanlah kepada kami. Kami tidak akan bilang siapa-siapa?”

“Jjinja?” sahut Henry

“Jjinja”

“Jung HyunAh”

“Super Girls Jung HyunAh?”

“Iya tepat sekali”

“Wae?”

“Dia cantik, mempesona, pintar, pandai memasak, lembut, dan berbagai alasan lainnya”

“Aaaahhh tampaknya kau benar-benar suka padanya Henry-ssi?”

“Ne~”

“Kalau begitu coba lihat ke kamera dan buatlah video message untuknya”

“Ne~ .. HyunAh ya.. Choahae.. Let’s date..”

“Woaaahh video message yang sangat to the point”

“Ini merupakan ungkapan perasaan Henry-ssi yang sebenarnya.. HyunAh-ssi? Apa kau menonton nya?”

“Terima kasih Henry-ssi sudah datang acara kami”

“Ne~ Kamsahamnida”

“Tampaknya kau harus menyewa bodyguards setelah ini, karena media akan mengejarmu tentang confession mu barusan”

“Ne~ tampaknya begitu. Sajangnim juisonghamnida.. Buthakderimnida.. Tolong kirim bodyguards kesini segera”

———————————–

“Woahh, Hyun~” seru Yonghwa dan Joon bersamaan

“Good Job Henry ya!” seru Yonghwa

“Daebak, aku mengaku kalah padanya” sahut Joon sambil melongo

Handphone HyunAh berbunyi, sebuah pesan singkat menunggu.

“Hyun.. Apa kau lihat video message ku tadi? Kutunggu kau di tepi sungai Han sekarang”

Handphone HyunAh berbunyi lagi.

“I’m on my way there already. Awas kalau kau tidak datang”

“Oppa, aku pergi dulu, aku titip dorm SG” kata HyunAh singkat dengan segera mengambil kunci mobilnya dan berlari menuju basement

“Hyun! Kau mau kemana? Bagaimana dengan kami?” teriak Yonghwa dan Joon bersamaan

++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Aaahh akhirnyaaa kau datang jugaa” seru Henry begitu ia melihat HyunAh berjalan ke arahnya

“Ayoo kita jalan-jalan, Hyun~” ajak Henry

HyunAh dan Henry berjalan santai di tepi sungai Han.

“Hyun~”

“Ne~”

“Karena kau sudah lihat video message ku tadi, aku tidak akan berbasa basi lagi.. Would you be my girlfriend?”

“Mwo?”

“Why you’re so surprised? You should’ve known my intention right?”

“I thought your feeling towards me has been gone a long time ago”

“Why?”

“I betrayed you.. I didn’t trust you..”

“I’m serious, Hyun”

“Jjinja?”

“Yeah, Jjinjja”

“You’re kidding me, right Henry?”

“Let’s back to zero, Hyun.. Let’s forget the past..”

“….”

“Hold my hand, Hyun.. Let me lead your way..”

“….”

“I won’t leave you anymore”

“….”

“It’s.. It’s my fault okay.. I was the one who left you first.. So, you don’t have to feel guilty to me..”

“….”

“Please say something to me.. Feeling ku mulai tidak enak nih, apa kau akan menolakku Hyun? Padahal aku sudah mengarang kata-kata yang indah. Yaaa walaupun pada akhirnya aku lupa semua. Ini benar-benar lebih sulit daripada menulis lirik. Please say yes Hyun.. Kau tau perutku sakit sekali selama perjalanan kesini, aku benar-benar nervous..” cerocos Henry sambil terus berjalan perlahan-lahan, ia takut berhadapan dengan HyunAh, sejujurnya ia malu mengutarakan perasaanya

“….”

“….”

‘Heh? kenapa dia tidak menjawab-jawab sih, jantung ini sudah mau copot rasanya’ pikir Henry

Henry yang semakin pensaran dan mulai gelisah karena HyunAh tak kunjung menjawab, akhirnya memberanikan diri untuk membalikkan badannya.

Dan ternyata HyunAh sudah ketinggalan jauh dibelakang nya.

“Hyun!” panggil Henry

HyunAh tak bergeming, Henry segera berlari kembali ke hadapan HyunAh. HyunAh sedang terdiam, tertunduk dan terisak

“Hyun..”

“….”

“Hyun~”

Henry menunduk untuk bisa melihat wajah HyunAh..

“Oh my God! You’re crying! Don’t cry Baby Hyuunn~..” seru Henry panik

Henry memegang dagu HyunAh dan mengangkat nya perlahan agar ia bisa melihat wajah HyunAh dengan jelas dan menghapus air matanya.

“Uljima~ kau tau baru kali ini aku tau ada yeoja yang ditembak oleh namja yang dicintainya malah menangis, bukannya bahagia..” ujar Henry sambil mengusap-usap pipi HyunAh

“Mwo? Namja yang dicintainya?” jawab HyunAh sesenggukan

“Wae? Benar kan?” Tanya Henry

“Pede sekali kau..” jawab HyunAh masih sesenggukan

“Kkeurom.. Kau mencintaiku kan?” Tanya Henry

“Aku…”

“Sstt.. Awas kalau kau bilang tidak!” menutup bibir HyunAh dengan jari telunjuknya

“….”

“Jung HyunAh, dengarkan aku baik-baik. Aku sangat sangat mencintaimu. Aku tidak mau mendengar jawaban tidak. Don’t lie to ourselves anymore, okay? I need you and I know you need me.. I don’t want to lose you anymore this time. Let’s live this life happily, together, Hyun! Arraseo?”

“Arraseo..” Jawab HyunAh

“Itu baru Baby Hyun ku tercinta..” sahut Henry dengan senyum lebar dan penuh semangat lalu mengecup bibir HyunAh singkat kemudian berlari

“YAAA~ Henry!” teriak HyunAh  yang kaget tiba-tiba dicium oleh Henry

“Yeeaaaayyyyyyy! Finally! Woohhooooooo!” teriak Henry kencang berulang-ulang sambil berlari.

HyunAh hanya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Henry

Tiba-tiba.. Henry berbalik dan berteriak..

“HEY YOU…! 143!”

“HEY YOU…! I LOVE YOU HENRY!”

~The End~

Finally FF ini selesai juga..

FF pertama, terpanjang, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk menulisnya..

Terima kasih sudah membaca. Semoga next time bisa buat FF yang lebih singkat dan lebih bagus ^^