Ayam baru saja selesai berkokok ketika Hyejin menggedor satu per satu pintu kamar membernya. “Girls! We need to talk RIGHT NOW!” Seru Hyejin kencang agar membernya benar-benar terbangun

Dengan mata setengah terpejam, mulut menguap, rambut mencuat kesana kemari, badan yang limbung dan kesadaran yang belum utuh, Super Girls berkumpul di ruang makan.

“Kau mau bicara apa sih pagi-pagi buta seperti ini? Aku masih ngantuk, Leader Song,” protes MinAh yang sudah menyelonjorkan bahu, kepala dan tangannya di atas meja makan.

“Aku tidak akan basa-basi. Kyu-Line sedang dalam misi untuk membuat Changmin dan Victoria pacaran,” kata Hyejin membuat seluruh membernya terkejut, termasuk Jihyo.

Jihyo terkejut bagaimana bisa Leadernya mengetahui hal ini. “Pasti namja bodoh itu yang membocorkannya,” rutuk Jihyo dengan kesal dalam hati.

“MWO?!?!” Seru MinAh, HyunAh, Hamun dan Jihyo hampir bersamaan.

Hyejin memandang Jihyo dengan galak. “Kau jangan pura-pura kaget, Choi Jihyo. Aku tahu kau terlibat dalam misi ini. Aku sudah membaca group chat kalian,” kata Hyejin.

Jihyo menyengir lebar tapi tidak menjelaskan apa-apa. Ia hanya memasang tampang pura-pura tidak mengerti sekaligus permohonan belas kasihan.

“Jadi apa rencana mereka?” Tanya Hamun.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Yang pasti mereka sedang bergerak untuk mendorong Victoria untuk menerima Changmin jadi pacarnya,” jawab Hyejin.

MinAh menatap HyunAh. “Kau tahu hal ini akan terjadi?” Tanya MinAh.

“Karena itu aku memutuskan Changmin,” jawab HyunAh dan langsung mengubah tampang datar MinAh menjadi tampang menghina.

“Mereka sudah dekat sebelum kami putus tapi ia tidak selingkuh sewaktu bersamaku. Aku memutuskannya sebelum semua semakin sulit,” jelas HyunAh kemudian.

MinAh mengacungkan kedua jempolnya kepada HyunAh. “Kau memang brilian! Hebat!” Puji MinAh dengan tulus.

“Sejujurnya, aku tidak peduli dengan apa yang akan mereka lakukan selama mereka tidak berurusan dengan memberku. Tapi ini akan menjadi urusanku jika Jihyo ikut-ikutan dan apalagi kalau ia berencana menyeret-nyeret HyunAh.”

Tatapan tajam Hyejin menusuk tajam Jihyo mengatakan ‘Aku tahu rencana kalian. Aku tidak akan tinggal diam’. Jihyo tersenyum innocent pada Hyejin meskipun dalam hati ia sudah habis merutuki Kyuhyun, si payah dalam menjaga rahasia. “Aku bersumpah akan menjambakmu nanti, Cho Kyuhyun-ssi,” geram Jihyo dalam hati.

—–

Jihyo
CHO KYUHYUN BODOH!!!

Jihyo
BAGAIMANA BISA KAU MENCERITAKAN SEMUANYA PADA HYEJIN EONNI? EOH?

Jihyo
YAKK CHO KYUHYUN!!!

Jihyo
AARGHHHH! CHO KYUHYUN, KAU BENAR-BENAR BODOH BODOH BODOH BODOH!!

Suho
Yaa Choi Jihyo. Kenapa sih kau pagi-pagi sudah berisik?!

Krystal
Ya Tuhan, Jihyo-ya. Aku baru tidur 2 jam. Bisakah kita bahas ini satu jam lagi. Aku benar-benar ngantuk.

Minho
Kita bicara nanti ya.

Key
KAU INI KENAPA SIH JIHYO?!

Jihyo
Kalian kenapa tenang sekali siiiiih??? Kalian tidak baca pesanku? Eoh?

Jihyo
Baiklah. Aku akan menerjemahkannya dengan sangat jelas

Jihyo
Hyejin eonni sudah membaca group chat kita dari awal sampai akhir. Artinya, IA SUDAH TAHU CHANGMIN OPPA INGIN JADIAN DENGAN VIC EONNI! Kalian tentu tahu dong siapa mantan Changmin Oppa? JUNG HYUNAH, member SUPER GIRLS yang ia pimpin. Ia pikir, bagaimana mungkin Changmin ingin berkencan dengan Victoria padahal ia baru putus dari HyunAh. Ia tidak ingin HyunAh sakit hati. Aku tidak yakin HyunAh eonni masih mencintai Changmin Oppa tapi Hyejin eonni masih berpikiran begitu. Kalian tahu bagaimana Hyejin eonni melindungi grupnya? IA TIDAK RAGU UNTUK BERPERANG MELAWAN APAPUN DI DUNIA INI!!

Suho
Astaga! Aku baru sadar. Mengerikan sekali.

Krystal
Omo!! Kalau begitu rencana kita bisa gagal. Ottoke?

Minho
Aku….zgsyerhrkdhyrklahys

Jihyo
Kalau kau mau tidur, tidur saja Minho. Tidak usah ikut-ikutan. Mengetik saja kau sudah tidak becus.

Key
Jihyo-yaaaaa!!! KAU BRILIAN! DAEBAK!

Jihyo
YAA CHO KYUHYUN! DIMANA KAU? KENAPA TIDAK MUNCUL-MUNCUL? TAKUT EOH?

Kyuhyun
Otakku sedang buntu. Mian. Aku terpaksa memberitahu Hyejin karena ia meminta putus dariku. Ia menangkapku saling mengirim KaTalk dengan Victoria. Padahal aku hanya ingin membantu Changmin.

Kyuhyun
Kau tahu sendiri bagaimana kejinya Hyejin kalau sudah mengancam kan? Lord Volhyemort. Ingat?

Kyuhyun
Sekali lagi… Maafkan aku T__T

——

“Jadi, Lord Volhyemort-mu sudah tahu aku mengincar Victoria?” Tanya Changmin sebal.

Dengan perasaan bersalah, Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Aku tidak pernah bisa melawannya. Maafkan aku,” ucap Kyuhyun tak berdaya, seluruh iblis yang selama ini merasukinya seolah telah pergi.

Changmin beralih pada Jihyo. “Jadi, HyunAh juga sudah tahu?” Tanya Changmin antara penasaran dan hanya ingin tahu.

“Tentu saja! Ia memanggil kami pagi-pagi buta ke ruang makan dan bicara bahwa Ia mengetahui segalanya,” jawab Jihyo. Jihyo melempar pandangan mematikan kepada Kyuhyun. “Semoga gara-gara namja bodoh ini! Percuma grup ini dinamakan Kyu-Line kalau leadernya bodoh sepertimu, Oppa…”

Kyuhyun rasanya ingin menjambak-jambak rambut Jihyo tapi ia tahu ia berada dalam posisi bersalah jadi dengan terpaksa ia mengalah. “Aku kan sudah minta maaf, Jihyo. Jangan terlalu kejam padaku,” ujar Kyuhyun dengan lemah.

Suho dan Minho menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dengan pelan, berusaha menyabarkan Kyuhyun. “Aku mengerti posisimu. Krystal dan Hyejin tidak jauh berbeda. Aku bisa paham apa yang kau rasakan sekarang, Hyung,” hibur Suho.

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Kau masih memasukkan HyunAh ke dalam rencanamu?” Tanya Key pada Kyu-Line namun lebih terutama Jihyo.

“Aku akan tetap pada rencanaku,” jawab Key dengan mantap.

“Apa itu tidak akan masalah?” Tanya Changmin khawatir. “Maksudku, kau tahu, kami ini mantan pacar. Aku tahu kami sudah putus dan aku sudah tidak punya perasaan apapun padanya tapi…”

“HyunAh eonni juga sudah tidak punya perasaan apapun padamu. Jangan GR deh,” potong Jihyo dengan yakin.

“Mwo? Dia sudah punya pacar lagi?!” Tanya Changmin kaget. Changmin berubah 180 derajat namun segera berpura-pura kembali normal saat mata-mata memandangnya dengan tidak enak.

“Aku hanya ingin tahu. Tidak ada salahnya kan? Masa aku tidak boleh mengetahui apapun tentang HyunAh meskipun kami sudah putus?” Lanjut Changmin meluruskan maksudnya.

“Aku tidak peduli. Yang pasti, demi keberhasilan misi ini, kau harus mengikuti setiap perintah kami tanpa protes, tanpa komentar dan tanpa alasan. Ikuti saja. Arraseo, Oppa?” Perintah Jihyo dengan tegas diikuti anggukan kepala mantap dari Changmin.

“Ne! Arraseo!” Jawab Changmin.

—–

Kyuhyun
Woiiii!!!!

Suho
Mwo, hyung?

Minho
Wae?

Krystal
Yess, Oppa?

Kyuhyun
Besok Hyejin pergi ke Jepang. Kita bisa mulai menjalankan rencana kita.

Suho
Okay. Kebetulan besok aku kosong.

Minho
Tolong katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan ya…

Krystal
Kalau besok aku tidak bisa, dengan Amber atau Luna eonni tidak masalah kan?

Kyuhyun
Iya, terserah. Pokoknya kita harus ajak Changmin dan Vic keluar bersama

Kyuhyun
Yaa Choi Jihyo!!!

Jihyo
WAE?! Aku sedang membantu Hyejin eonni packing. Ia mengawasiku terus daritadi. Aku tidak bisa ngapa-ngapain.

Jihyo
Besok siang aku ingin memastikan dulu sesuatu baru malamnya kita kumpul di Heaven Hell jam 8 malam ya!

Suho
Okay. Jagiya, kau bisa datang kan?

Minho
Aku akan datang bersama Key

Krystal
Aishh… Kalau jam segitu sepertinya aku belum selesai syuting. Aku akan beritahu Amber atau Luna eonni.

Krystal
@suho sayang. Mian kita tidak bisa bertemu besok. Tapi aku akan terus memberi kabar padamu.

Krystal
I love you

Suho
I love you too

Kyuhyun
YAAAK! Kalau kalian mau pacaran, pindah room sana! Jangan di sini!

Minho
Yikes! Rasanya aku ingin mengcapture KaTalk ini dan menguploadnya ke twitter.

Krystal
Berisik!

Krystal
Yaa Choi Minho! Kalau kau berani menguploadnya, akan aku bunuh kau!!!

Minho
Kkkkkkk….

—-

Jihyo mendatangi ruangan Super Girls. HyunAh dan MinAh baru saja selesai berlatih tapi MinAh langsung kabur begitu mendapat sms bahwa Eric sudah menunggunya di basement. “Eonni-ku sayaaaaaang,” panggil Jihyo dengan aegyo-nya. Ia duduk di sebelah HyunAh, tersenyum lebar sampai semua giginya terlihat.

HyunAh memandang Jihyo dengan heran. Jihyo tidak akan semanis ini kalau sedang normal. “Kau pasti ada maunya iya kan?” Tanya HyunAh cepat tangkap.

Jihyo tersenyum lebih lebar. “Aku lapar. Temani aku makan ya, eonni. Aku tidak mau makan sendirian,” pinta Jihyo dengan amat sangat ‘anak baik’.

HyunAh tersenyum lembut. “Aku ganti baju sebentar ya. Tunggu,” kata HyunAh.

Setelah ganti baju, Jihyo langsung mengajak HyunAh makan di kafe lantai dasar. “Eonni mau makan apa? Aku traktir!” Tawar Jihyo dengan manis.

HyunAh menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa. “Aigooo evil magnae-ku baik sekali hari ini. Aku yakin kau pasti ada maunya.”

Jihyo menyengir lebar. “Bulgogi saja ya? Kita kan butuh energi yang banyak,” ujar Jihyo.

HyunAh menyetujuinya begitu saja. Ia bukan tipe orang yang repot urusan makanan. Apa saja bisa ia makan. “Gomawo…” Ucap HyunAh kepada Jihyo begitu makanannya datang.

“Cheonmaneyo, eonni,” sahut Jihyo. Ia memandang HyunAh yang mulai menyuapkan bulgogi ke dalam mulutnya.

“Kenapa memandangku seperti itu? Kau makan juga dooooong,” kata HyunAh mulai agak risih melihat Jihyo yang tidak bisa melepaskan pandangan darinya.

Jihyo menghela nafas panjang dan meletakkan kembali sendoknya ke atas meja. “Aku mau minta tolong pada eonni,” kata Jihyo pada akhirnya.

“Minta tolong apa?” Tanya HyunAh.

“Tentang Changmin Oppa dan Victoria eonni. Kau tentu sudah mengetahuinya kan, eonni?”

HyunAh melanjutkan makannya. “Tentu saja. Apa yang bisa kau lakukan untukmu?”

Jihyo memandang HyunAh lagi, sebagian dirinya merasa bersalah tapi sebagian dirinya merasa ia harus melakukan rencananya. “Kau masih mencintai Changmin Oppa?” Tanya Jihyo to the point.

“Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Aku sudah berkali-kali bilang pada kalian aku sudah tidak mencintainya. Aku putus dengannya dan aku tidak mencintainya,” jawab HyunAh dengan santai.

“Jinjja?”

“Jinjja. Aku sudah lama tahu kedekatan Changmin dengan Victoria. Pertama kali, aku merasa terganggu. Lama-lama aku merasa biasa saja. Aku yakin ada yang salah waktu itu. Aku bertahan kurang lebih 3 bulan untuk memastikan perasaanku pada Changmin. Ternyata….”

“Kau merasa cinta di antara kalian hilang begitu saja? Begitu, eonni?”

“Yess. That’s right!”

“Lalu bagaimana dengan Henry? Akhir-akhir ini aku suka lihat dia mendekatimu,” tanya Jihyo sambil memamerkan senyuman evil terganas yang ia miliki.

HyunAh tertawa kecil tapi dari pipinya yang memerah, Jihyo tahu ada sesuatu yang disembunyikan HyunAh. “Kami hanya teman biasa. Aku jarang bertemu dengannya. Hyejin tuh yang sering.”

Jihyo mendesah kasar. “Kalau itu ahjumma penjaga kantin ini juga tahu. Hyejin eonni sih penggemar berat Henry tapi kalau soal cinta, tidak ada yang meragukannya, cintanya hanya untuk ketua gank-ku yang bodoh itu.”

HyunAh langsung tertawa terpingkal-pingkal begitu mendengar Jihyo mengejek Kyuhyun. “Kau benar,” ujar HyunAh.

“Jadi bagaimana dengan eonni dan Henry? Apa ada sesuatu di antara kalian?” Desak Jihyo lagi dengan senyuman evilnya yang tidak bisa terelakkan.

HyunAh tertawa kecil. “Aku akan membantumu, evil magnae. Asal kalau Hyejin marah, kau yang tanggung jawab,” jawab HyunAh di luar konteks, mengalihkan pembicaraan. Jihyo mengerucutkan mulutnya dengan kesal.

—-

To be continued