Here come the last part.
Hihihihi

Semoga pada gak bosen ngikutin yaaaakk.. mmmuah!

*****

Jihyo mengetik dengan cepat di layar smartphonenya. Ia mengirimkan pesan di grup ChangToria untuk mengupdate situasi dan kondisi terkini mengenai misi mereka.

Jihyo
HyunAh eonni CHECKED!

Jihyo
Kita ketemu di Heaven Hell jam 8. Okayyy? Aku hampir mati kelaparan.

Krystal
Nanti Vic eonni datang dengan Luna eonni ya. Mian tidak bisa ikut.

Key
Kau berlebihan sekali! Aku tahu kau tahan puasa 40 hari 40 malam. Lihat tumpukan lemak di tanganmu itu!

Jihyo
Key, shut up!

Kyuhyun
Aku akan berangkat sebentar lagi setelah selesai recording

Minho
Aku dan Key sedang siap-siap. Tunggu kami ya…

Minho
Oh ya, habis makan kita kemana? Nonton? Clubbing?

Kyuhyun
Tidak bisakah kita minum wine saja?

Jihyo
Fokuskan pikiran kalian ini untuk apa. Kalian tidak kasihan dengan Changmin Oppa eoh?

Minho
Mian, Jihyo-ya.

Kyuhyun
Zzzzzzzzzz!

—–

Heaven Hell membuka ruangan khusus untuk Kyu-Line. Changmin menjadi orang yang pertama datang. Ia segera memberi tahu teman-temannya.

Changmin
Aku sudah sampai. Kalian dimana?

Changmin menunggu balasan dari teman-temannya tapi tidak ada satu pun yang membalas, membuat Changmin kesal.

“Haisssssh! Mereka ini mau membantuku apa tidak sih sebenarnya? Sudah tidak pernah memberi tahuku apa yang mereka rencanakan, kalau mau apa-apa selalu mendadak. Menyebalkan sekali!” Gerutu Changmin sendiri.

Minho dan Key datang kemudian. Mereka segera bergabung dengan Changmin. “Belum lama kan, hyung? Kami tadi mampir mini market dulu beli permen. Mian,” ucap Key.

“Jihyo mana? Kau tidak bersamanya?” Tanya Changmin.

“Dia datang dengan HyunAh nuna nanti,” ujar Minho. “Aaaaah hyuuung, aku menyayangkan sekali kau putus dengannya. Padahal kau couple favoritku.”

Changmin tertawa. “Kalau jodoh tidak kemana. Kalau bukan jodoh, ya kemana-mana,” sahut Changmin. Sedetik kemudian Changmin sadar dengan apa yang dibilang dongsaengnya. “MWO?! HyunAh ikut ke sini? Buat apa?! Kalian sudah gila!!!!” Teriak Changmin saking kagetnya.

Minho dan Key mengangkat bahunya. “Kami tidak tahu. Semua ide Jihyo. Percayakan saja padanya,” ujar Key.

Changmin yang duduk menghadap pintu masuk melihat Victoria dan Luna yang baru saja berjalan melewati greeter. “Victoria sudah datang. Jangan membahas-bahas HyunAh di depannya,” kata Changmin memperingatkan kedua dongsaengnya.

“Ne,” sahut Minho dan Key dengan malas.

Changmin melambaikan tangannya kepada Victoria dan Luna. Dengan senyum sumringah, Victoria membalas lambaian tangan Victoria. “Maaf kami terlambat. Kalian sudah mulai?” Tanya Victoria setelah ia mengambil tempat duduk.

Changmin menggelengkan kepalanya. “Kyuhyun, Jihyo dan Suho belum datang. Bagaimana kalau kita pesan minum dulu?” Usul Changmin. “Kau mau minum apa, Vic?”

“Seperti biasa saja. Yang tidak bersoda dan tidak beralkohol,” jawab Victoria.

“Kita simpan alkohol untuk nanti malam,” kata Key dengan senang yang mulai memilih-milih minuman yang ia suka.

Waiter mencatat semua pesanan mereka dan mengantarkannya tidak lama kemudian. “Ini pesanan kalian. Selamat menikmati,” ujar pelayan sebelum meninggalkan ruangan.

“Jadi acara kita tidak hanya makan malam?” Tanya Luna antusias.

“Tentu saja. Acara ini akan panjang. Kita belum nonton, belum minum, masih banyak belum-belum yang lainnya,” jawab Key.

“Asiiiik!!!”

Changmin dan Victoria mulai terlibat obrolan yang membuat Luna tersisih dan bergabung bersama Minho dan Key. Mereka berdua bertukar cerita sekaligus bertukar tawa sampai ketiga orang yang ditunggu datang, membawa satu orang teman mereka.

“HyunAh-ya….” Gumam Victoria begitu melihat HyunAh. Obrolannya dengan Changmin otomatis terhenti, jarak antara mereka pun semakin jauh, kecanggungan antara mereka terlihat jelas.

HyunAh tersenyum tulus. “Tidak usah merasa tidak enak. Aku datang bukan untuk merusak suasana kok,” ujar HyunAh dan dengan santai menduduki bangku di sebelah Victoria.

Semua mata kini menatap trio itu, berharap tidak akan terjadi sesuatu yang berbahaya. “Kau benar-benar gila, Choi Jihyo,” komentar Suho pelan melihat apa yang ada di hadapannya. 1 pria dengan 2 wanita.

Jihyo tersenyum. “Kau tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa,” katanya.

Kyuhyun memanggil pelayan untuk memberikannya menu. “Kalian mau pesan apa?” Tawar Kyuhyun untuk mencairkan suasana namun tidak berguna. Tidak ada yang bersuara selain suara AC di atas mereka.

“Aku pesan grilled chicken mayonaise dengan tortilla ya,” kata Kyuhyun menyuruh pelayan mencatat pesanannya.

Key, Minho, Suho dan Luna menjadi rombongan kedua yang memesan.

“Aku mamacita ayaya dan mint tea,” ujar HyunAh selanjutnya. Ia kemudian menengok kepada Victoria dan Changmin yang masih diam.

“Kalian tidak pesan?” Tanya HyunAh kepada kedua orang terakhir yang belum pesan.

Dengan gelagapan, Victoria memesan Cordon Bleu dan Changmin memesan Pizza.

“Pesanan Anda akan segera datang. Sebagai compliment dari kami, silahkan menikmati champagne spesial kami. Selamat menikmati.”

“Gomawo,” ucap Kyuhyun yang tentu saja sangat senang mendapat champagne gratis tapi Jihyo menjadi orang pertama yang menuangkan champagne ke gelasnya dan langsung menghabisinya sekali teguk.

“Baiklah. Aku tidak akan berbasa-basi lagi dan aku sudah muak dengan ketegangan ini,” kata Jihyo meluapkan semua emosinya. “Aku membawa HyunAh eonni untuk membantu bukan mengganggu kalian berdua.” Jihyo menunjuk kepada Victoria dan Changmin.

HyunAh tersenyum memandang Victoria dan Changmin. “Aku benar-benar sudah putus dengan Changmin dan aku tidak memiliki perasaan apapun lagi kepadanya, kecuali pertemanan,” kata HyunAh menjelaskan. “Kalau aku yang jadi alasan kau menolak Changmin Oppa, kau akan menyesal Vic. Percayalah padaku…”

Victoria menatap HyunAh dengan tidak percaya. “Kau serius? Kau benar-benar tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Changmin?” Tanya Victoria.

HyunAh menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Jadi kau jangan ragu untuk menerima Changmin jadi pacarmu,” ujar HyunAh.

Victoria tersenyum kepada HyunAh, sebuah senyum kebingungan. Ia lalu berpaling pada Changmin. “Bagaimana aku menjelaskannya ya? Aku bingung,” gumam Victoria pelan yang nyaris hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

“Kau bingung kenapa? HyunAh sudah menjelaskan semuanya padamu. Aku sudah tidak terikat dengan wanita manapun. Apalagi?” Desak Changmin mulai tidak sabar.

Victoria menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan. Perlahan, Victoria menarik tangannya dari bawah meja. “Sebenarnya, aku menolakmu bukan karena HyunAh. Aku tahu sudah tidak terjadi apa-apa antara kalian. Aku tidak bisa bersamamu karena ini,” kata Victoria sambil menunjuk cincin yang mengikat jari manisnya. “Aku…sudah menikah.”

Tujuh pasang mata membelalak nyaris keluar dari rangkanya. Mereka menatap cincin itu dengan terkejut. “MWO?!?!” Teriak mereka bersamaan.

“Eonni!!!! Kau tidak pernah memberitahukan padaku!!” Seru Luna yang lebih kaget daripada yang lain.

Victoria tersenyum merasa bersalah. “Aku tidak bisa mengatakannya pada siapapun. Maaf,” ujar Victoria pelan.

Changmin memandang Victoria dengan tidak percaya. “Kau serius?” Tanya Changmin.

“Aku serius, Changmin-ah… Maafkan aku… Seharusnya aku bilang padamu tapi aku tidak bisa. Aku dan suamiku tidak ingin dicium publik.”

Changmin menuang segelas penuh champagne dan kemudian menghabisinya sekali angkat. “Aku akan memaafkanmu karena kau sudah sangat baik padaku selama ini.”

“Gomawo, Changmin-ah. Semoga kau mendapat gadis yang baik kelak.”

Jihyo dan Kyuhyun menatap Victoria dan Changmin seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya. “Kalian mengapa menatap kami seperti itu?” Tanya Changmin ngeri.

“Kau tahu apa yang kupertaruhkan untuk hal ini? Kau tahu Hyejin nyaris memutuskanku?” Tanya Kyuhyun nyaris memamerkan gigi taringnya.

“Kau tahu aku dimarahi habis-habisan oleh Hyejin eonni setiap hari demi misi ini?” Tanya Jihyo tidak kalah mengerikan dari Kyuhyun.

Changmin hanya bisa meminta maaf kepada kedua sahabatnya yang semakin lama dilihat semakin mengerikan.

“Tampaknya acara kita hari ini sampai di sini,” gumam Minho pada Key.

“Sepertinya. Aku lebih memilih pulang. Aku tidak ingin menjadi mangsa kedua manusia itu,” sahut Key.

Kyuhyun dan Jihyo, dengan frustasi, mengacak-acak rambut mereka. “Aaaaaaarghhh!” Geram mereka kesal.

“Kalian baik-baik saja kan?” Tanya HyunAh kepada duo evil itu.

“Tidak! Kami tidak baik-baik saja!” Seru Jihyo dan Kyuhyun bersamaan.

“Hyejin pasti akan menertawaiku habis-habisan kalau tahu tentang ini,” ujar Kyuhyun.

“Ia pasti akan menceramahiku minimal 2 jam,” sambung Jihyo.

Suho, Minho, dan Key mengelus dada mereka dengan lega. “Untung aku tidak akan merasakannya. Aku tidak ingin berurusan dengan Lord Volhyemort,” ujar Key disetujui oleh Suho dan Minho.

—-

Hyejin tertawa terbahak-bahak dengan tangan di atas perutnya yang terguncang-guncang. “Kalian lucuuuu sekali.. Aahahahaahaha. Aigooo!!! Ahahahahahaha! Sudah susah payah menyembunyikannya dariku, mendapat omelan, ternyata kalian salah. Hahahahahahaha!” Tawa Hyejin semakin keras membuat wajah Jihyo dan Kyuhyun semakin muram.

“Harusnya kita tidak usah cerita,” gumam Kyuhyun pada Jihyo dengan pelan.

“Tapi dia tanya. Kalau kita bohong, habis kita,” sahut Jihyo juga dengan pelan.

“Percuma… Tanpa kalian beri tahu, Hyejin eonni juga sudah tahu. Dia juga sudah berencana untuk tertawa terbahak-bahak di atas kekeliruan kalian,” timpal Hamun yang berada di samping mereka.

“Mwo?? Dia sudah tahu?”

Hamun menganggukkan kepalanya. “Apa yang tidak dia tahu sih, Oppa? Rambutmu akan rontok berapa besok saja dia bisa tahu.”

“Oh ya? Masa? Memang dia punya indera keenam?”

“Yang pacarnya itu siapa sih? Kau kan yang hampir 24 jam sehari bersamanya. Masa kau tidak tahu? Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut.”

“Lord Volhyemort.”

Hyejin melemparkan tatapan tajam menusuk pada Kyuhyun membuat Kyuhyun menyusut ngeri di bangkunya. “Aku mendengar apa yang baru kau katakan, Cho Kyuhyun-ssi…”

“A…aku tidak mengatakan apa-apa. Sungguh.”

Hyejin menatap Kyuhyun lebih tajam tapi Kyuhyun tetap mengelak telah memanggil nama haram itu. “Baiklah. Mulai hari ini sampai hari yang tidak ditentukan, kau tidak boleh menemuiku, menciumku, menyentuhku atau apapun itu. Kau juga tidak boleh masuk ke kamarku. Ingat baik-baik itu.”

Hyejin masuk ke kamarnya dengan angkuh sedangkan Kyuhyun langsung melompat dari kursinya mengejar Hyejin. “Jagiyaaaaa… Mianhe… Aku tidak akan memanggilmu seperti itu lagi. Jagiya… Masa aku tidak boleh menciummu? Jagiya….” Rengek Kyuhyun di depan kamar Hyejin sambil menggaruk-garuk pintunya.

Jihyo menatap Kyuhyun dengan menyedihkan. “Aku tidak tahu bagaimana pasangan itu bisa bertahan begitu lama satu sama lain. Pasangan aneh! Kalau aku jadi Kyuhyun Oppa, sudah lama aku mutusin Hyejin eonni,” ujar Jihyo pada Hamun.

Hamun tertawa. “Kalau aku jadi Hyejin eonni, aku tidak bakal mau pacaran dengan Kyuhyun Oppa,” sahut Hamun yang juga melihat Kyuhyun dengan bingung yang menyedihkan.

“Aku tidak tahu bagaimana bisa dia menjadi ketua gank kami. Kyu-Line. Bagaimana bisa aku masuk grup itu? Aaaaaargh!” Seru Jihyo frustasi penuh penyesalan, sesaat.

“Kalau aku lihat sih isi Kyu-Line itu tidak berbeda jauh,” ujar Hamun yang kemudian langsung angkat kaki sebelum Jihyo menyadari apa yang dia katakan dan mengamuknya.

“YAA KANG HAMUN!!!” Suara Jihyo memenuhi dorm beberapa detik kemudian.

—–

Kkeut!

Thank youuuuu for reading this FF from the beginning until the end. Hope you like it and don’t forget to comment. Saranghae!😀