“Hey! Mamacita Naega Ayayayaya! Hey! Mama…”

Klik. Hyejin mematikan tv dan kemudian membuang remote-nya sejauh mungkin dari jangkauan tangannya.

“Eonni…” Hamun tidak berani melanjutkan kata-katanya karena empat onniedeul-nya sudah menatapnya dengan tajam.

“Jangan berani-berani membela 10 pria tua itu di hadapanku. Gara-gara mereka comeback yang sudah kita siapkan hampir setengah tahun, berakhir begitu saja. Jangan berani-berani menyebut nama mereka di hadapanku, Kang Hamun,” murka Hyejin tanpa perlu penjelasan lebih panjang.

“Tapi itu bukan mau mereka. Mereka kan hanya mengikuti kata manajemen.”

“Yaa Kang Hamun!!” Jihyo berteriak mengerikan setara dengan singa yang sedang mengaum kelaparan di tengah hutan.

“Aku hanya bicara yang sebenarnya, eonni. Sebenarnya mereka tidak ingin comeback sekarang. Mereka ingin mempersiapkan album ketujuh mereka dengan matang. Tapi…”

“Tapi mereka melihat kesempatan yang menurut mereka lebih baik meskipun mereka harus mengorbankan kita, Kang Hamun,” lanjut Jihyo dengan sinis.

“2 tahun tidak muncul. Leeteuk dan Heechul sudah menyelesaikan militer. Apalagi yang mereka tunggu? Ini kesempatan yang baik. Persiapan hanya sebulan tapi mereka bisa mengeruk keuntungan 10 kali lebih banyak dari kita. Cih!” Minah kemudian meninggalkan ruangan, mengabaikan semua orang di dekatnya. Ia terlalu kesal untuk bersosialisasi sekarang.

HyunAh memandang kepergian sahabatnya namun tidak berkata apa-apa. Ia mengerti sifat Minah yang seperti itu. “Menurut kalian kalau Yesung Oppa comeback setelah militer, mereka akan sefantastis ini?”

Hyejin dan Jihyo mendesah kesal. “Aku benar-benar tidak ingin membicarakan mereka. Aku bahkan tidak ingin bertemu Kyuhyun,” kata Hyejin.

“Sama!” Sahut Jihyo.

Hyejin mengambil tas kecilnya dan kemudian keluar.

“Annyeonghaseyooooo!!!” Seru 10 pria tua yang baru saja ia bicarakan tepat di hadapannya.

“Annyeonghaseyo, Oppa. Chukkae! Selamat atas comeback kalian,” ujar Hyejin seriang mungkin dan mencoba untuk tersenyum tapi ia tidak sanggup untuk memalsukannya. “Maaf oppadeul, aku sedang buru-buru. Aku sakit perut,” katanya lalu segera angkat kaki.

Kyuhyun memperhatikan Hyejin. Gadis itu tidak melihatnya sama sekali. Ia bahkan mungkin tidak menganggap keberadaan Kyuhyun di tempat itu.

“Annyeong, Super Girls!!!” Sapa Shindong, Kangin dan Heechul dengan gaya heboh mereka.

“Jihyo-ya, leadermu kenapa? Sakit?” Tanya Kyuhyun yang lebih penasaran dengan keadaan Hyejin.

Jihyo menatap Kyuhyun dengan tajam. “Aku sedang tidak ingin bicara dengan dirimu.”

“Waeyo??”

Jihyo mengunci mulutnya rapat-rapat bahkan ketika Siwon dan Sungmin mengajaknya bicara, ia tetap bersikeras menutup mulutnya.

“Hamun-ah, Hyunah-ya, kenapa dengan evil magnae kalian ini?” Tanya Kyuhyun mulai kesal.

“Dia sedang kesal pada kalian,” jawab Hamun dengan polosnya.

“Waeee?” Tanya Leeteuk terkejut.

“Karena comeback kalian menghentikan comeback kami. Hyejin eonni bahkan tidak mau bertemu denganmu, Oppa,” kata Hamun sambil melihat Kyuhyun dengan penuh penyesalan.

“Mwooo?!” Seru Kyuhyun nyaris membuat runtuh gedung KBS.

—–

Kau marah padaku karena comeback SJ? Ini bukan mauku. Management yang mengatur semuanya.

Hyejin membaca sms dari Kyuhyun kemudian menghapusnya. “Cih!”

Ia meneguk kembali soju dari botol yang kesekian yang telah membuatnya mabuk berat. “Berani-beraninya kau comeback tanpa bilang apa-apa padaku. Dasar pembohong! Laki-laki macam apa kau?” Racau Hyejin lalu kembali menegak sojunya.

“Cukup!”

Hyejin melihat laki-laki di hadapannya, memegang botol sojunya dan memandangnya dengan galak. “Aaah, manajerku yang tampan. Bagaimana kau bisa menemukanku? Huuh?”

Manajer Hyejin memeluk artisnya yang sudah hampir jatuh karena kehilangan kesadaran. “Kita harus pulang sekarang. Aku tidak tahu harus berapa ribu kali bilang padamu, club itu terlarang untukmu.”

Hyejin hanya mengangguk-anggukkan kepala dan bernafas dengan tenang layaknya orang yang sedang tidur dengan nyenyak.

—–

“Aigooo!!! Bau apa iniii??” Seru Jihyo begitu keluar dari kamarnya. Ia mencium bau alkohol yang sangat kuat dari ruang duduk bersama.

“Eonnideul!!!” Jihyo membelalakan mata kaget melihat Hyejin dan Minah yang tidur dengan posisi tidak jelas di sofa mereka. “Yaaa!!!”

Hyejin sadarkan diri beberapa detik kemudian. “Waee?” Tanyanya dengan lemah.

“Apa yang terjadi padamu, eonni? Leaderku….” Jihyo memandang Hyejin dengan tatapan khawatir sekaligus menyedihkan. Rambut berantakan, bau alkohol, pakaian yang belum diganti seharian. “Eonni…”

Byur!! Prince Manager Oppa menyiram Hyejin dan Minah dengan air dingin yang membuat kedua gadis itu sepenuhnya tersadar.

“Yaaa!!!” Teriak Minah hendak protes tapi Prince Manager Oppa sudah menatapnya dengan galak sehingga Minah tidak berani melanjutkan protesnya.

Prince Manager Oppa menyuruh kelima membernya duduk dengan rapi dan mendengarkannya baik-baik. “Comeback kalian dihentikan,” kata Prince Manager Oppa dengan penuh penyesalan namun juga kekesalan.

“Aku tahu,” kata Hyejin.

“Semua karena 10 pria tua itu,” sahut Minah.

“Kalian berdua, kumohon bersikaplah yang dewasa.” Prince Manager Oppa tidak lupa dengan tatapan mengerikannya untuk kedua gadis yang masih basah kuyup itu.

“Comeback kalian dihentikan tapi aku punya segudang jadwal baru untuk kalian,” kata Prince Manager Oppa lagi. “HyunAh, MinAh, kalian akan debut duet. Hamun, kau akan mulai syuting drama. Jihyo….”

“Aku tidak mau melakukan apapun kecuali comeback SG. Aku akan menyampaikannya langsung kepada Appa. Gomawo, Prince Manager Nim,” potong Jihyo.

Prince Manager hanya menghela nafas panjang. “Hyejin-ssi…”

“Aku berharap bisa berkata sama seperti Jihyo. Sayang, bukan appaku yang memiliki perusahaan ini,” kata Hyejin dengan sinis.

“Mianhe, Jihyo-ya,” ucap Hyejin.

“Gwencana,” sahut Jihyo.

Hyejin melipat kedua tangannya di depan dada sambil melihat manajernya dengan malas. “Apa kegiatanku?” Tanya Hyejin.

“Kami tahu kau yang paling menderita. Sebagai leader, kau yang bertanggung jawab paling besar dan….”

“Oppa, just give me the schedules,” potong Hyejin.

“Aiish… Aku rasa Red Velvet jauh lebih manis dari kalian.”

Hyejin menatap Prince Manager Oppa dengan tatapan paling mematikan. “Kau bisa menjadi manajer mereka. Aku tidak butuh bantuanmu untuk mengurus memberku,” ujar Hyejin kesal.

Ia merampas kertas jadwal kegiatannya dengan kasar sehingga tidak sengaja menyobeknya di bagian bawah. “Radio. Musikal. Variety. Drama… I don’t do night or morning radio show. Variety can ruin my image, besides I’m not in mood to laugh. Drama? I will think about it as long as I have a lot kiss scenes dan bed scenes. Musical, I accept as long as no Super Junior members casted.”

“You give me headache, Song Hyejin,” ujar Prince Manager Oppa menahan kekesalannya.

Hyejin tertawa sinis. “Less pain than mine. Ka!”

Prince Manager Oppa keluar dari dorm dengan kekesalan tingkat tinggi. Ia mungkin akan menjambak Hyejin jika gadis itu bertingkah menyebalkan lagi.

Hyejin mendesah. Ia menatap member-membernya dengan sedih. “Mian,” ucapnya.

Jihyo tertawa disusul dengan ketiga member yang lain. “Kau benar-benar luar biasa kalau sudah marah,” kata Minah.

“Tidak perlu minta maaf pada kami. Kami mengerti perasaanmu,” kata Hyunah.

Hyejin tersenyum. “Kerjakan skedul kalian dengan baik. Tunjukkan bahwa kita yang terbaik. Tunjukkan bahwa mereka telah salah karena menghentikan kita.”

Hamun menganggukkan kepalanya dengan semangatt. “Aku akan berakting dengan baik, eonni! Jangan khawatir!”

Hyejin tersenyum. “Gomawo, Hamun-ah…”

Jihyo kemudian menyalakan televisi, memilih channel acara berita dunia dibandingkan channel entertainment Korea yang pasti memberitakan Super Junior di setiap detiknya.

“Jihyo-ya, kau benar-benar tidak akan melakukan apapun?” Tanya HyunAh.

Jihyo menggeleng. “Aku mau main-main saja dengan teman-temanku. Key, Minhyuk, dan yang lain-lain. Aku butuh istirahat, eonni. Aku mulai gampang lelah…”

“Apa Director Choi, maksudku appamu, akan setuju?”

“Aku tidak peduli. Aku hanya mau muncul kalau SG comeback.”

Handphone Hyejin berbunyi namun segera dimatikan dan dicopot baterenya agar tidak lagi berbunyi.

“Nugu?” Tanya Minah.

“Kyu. Aku sedang malas bicara dengannya,” jawab Hyejin.

“Waeyo, eonni?” Tanya Hamun.

“Tentu saja karena aku masih marah dengannya. Super Junior comeback dan ia tidak ada cerita sedikitpun tentang itu. Dengan berapi-api dan penuh kebanggaan aku bercerita padanya SG akan comeback padahal ia tahu SJ akan menghentikan kita tidak berapa lama kemudian. Aku merasa dibohongi, dikhianati. Cih!”

“Lalu…hubungan kalian?”

Hyejin tersenyum lebar, mengalihkan pertanyaan. “Kalian tahu aku akan bermain drama musikal dengan siapa??”

“Nugu? Nugu? Nugu?” Keempat membernya bertanya dengan semangatt karena penasaran.

“Kim… Junsu…,” bisik Hyejin membuat keempat membernya bersorak dan menepuk-nepuk dirinya dengan riang.

—–

Tengah malam nyaris pagi-pagi buta, Kyuhyun mendatangi dorm SG hanya untuk bertemu dengan Hyejin. “Kita harus bicara,” kata Kyuhyun.

“Apa yang ingin kau bicarakan tengah malam begini? Kau harusnya sedang jadi bintang tamu radio mana itu. Aku ingin tidur,” sahut Hyejin.

“Aku tidak ingin kau main musikal dan drama. Minta acara lain, variety show, MC, radio, atau apapun. Asal jangan akting. Aku tidak bisa melihatmu dengan laki-laki lain. Apalagi Junsu hyung…”

“Cih! Tapi kau bisa melihatku menderita tanpa hal-hal yang aku cintai. Panggung dan memberku.”

“Comeback kami bukan mauku. Aku hanya mengikuti apa kata manajemen.”

“Dan… Kau tidak mengatakan sepatah katapun padaku tentang comebackmu dan tiba-tiba kalian muncul dan menghentikan kami. Kau tahu rasanya sakit hati kan?”

Kyuhyun terdiam.

“Aku dikhianati oleh pacarku sendiri…”

“Hyejin-ah, mian. Aku bingung juga harus bagaimana. Aku ingin mengatakannya padamu tapi aku takut aku akan merusak semuanya.”

“Kau takut aku merusaknya.”

Hyejin tersenyum sinis. “Lebih baik kau urus saja jadwal super padatmu. Aku bisa mengurus diriku sendiri,” kata Hyejin dingin lalu meninggalkan Kyuhyun sendirian.

.tbc.