-2013-

~Beep Beep~

Sebuah pesan masuk ke dalam inbox ku..

‘Aahh, nae dongsaeng tersayang rupanya.. Buat apa dia mengirimiku pesan, apa dia kangen padaku? Bukannya kami baru bertemu…’ pikirku

 
Hyung, mian..

Aku sudah melarangnya menonton film itu..

Aku juga sudah berusaha menjelaskan padanya..

Tapi…

Kau tau sendiri bagaimana wataknya..

P.S. Bersiaplah, Hyung! Semoga kau selamat.. Muahahaha *evil laugh*

Oiya, chukkae untuk film mu!! Traktir aku yaaa..

 
“Aiisshh.. Mwoya ige.. Apalagi maksudnya P.S. ini.. Jangan-jangan…..”

“BUKKK~”

Belum selesai aku berbicara, sebuah pukulan keras mendarat di kepalaku..

Akhirnya aku tau maksud dari pesan yang kuterima tadi…
 

“YAAA~ LEE JOON!! BERANINYA KAU MEMBOHONGIKU!” teriak seorang yeoja

Tanpa aku harus berbalik untuk melihat, aku sudah tau siapa yeoja yang berani-berani nya memukul kepalaku dan berteriak kepadaku di depan umum..

 
“Awww” lenguhku pelan sambil mengusap-usap kepalaku
 

‘Kalau saja kau bukan karena dia adalah yeoja yang kucintai, mungkin sudah keluar segala makian dari mulutku ini.. Dia tidak sadar apa kalau clutch nya itu berat sekali.. Aku heran apa saja sih yang dibawanya.. Mungkin sekali-sekali dia harus tau bagaimana rasanya jika clutch nya itu mencium kepalanya’

 
Sambil memasang tampang innocent dan senyum lebar, dengan perlahan aku memutar kursi salon untuk berbalik menghadapnya. Betapa kaget aku dengan apa yang kulihat. Segera saja aku melupakan rasa sakit dikepalaku dan memberi kode pada hair stylistku, make-up assistantku, dan coordiku untuk meninggalkan kami berdua..

 
Kulihat dari matanya yang merah dan kudengar dari deruan nafas nya, yeoja ini tampak sangat marah padaku..

 
‘Terkutuklah kau Lee Joon, sudah membuat yeoja cantik ini marah dan menangis’ rutukku dalam hati

 
“Jagiya~” seruku memulai percakapan dengan aegyo ku

“YA~ berani-berani nya kau masih memanggilku Jagiya disaat seperti ini!” omel yeoja itu

“Uljimaa~ jangan menangis lagi.. Jangan marah juga..” jawabku masih dengan aegyoku

 
Aku mencoba meraih tangannya..

 
“Aegyomu itu tidak mempan untuk saat-saat seperti ini!” serunya sambil menampik tanganku

“Jelaskan padaku semuanya!” serunya lagi masih dengan nada galaknya

“Arraaa~ kemarilah..” jawabku sambil berdiri kemudian menariknya ke sofa

 
Kuusap air matanya dengan tanganku, begitu kami duduk..

 
“Mianhae, sudah merahasiakan semuanya darimu.. Bukan maksudku untuk tidak mendengarkan kata-katamu.. Tapi peran ini penting buat karirku.. Kumohon kau mengerti..” kataku sambil menepuk-nepuk kepalanya

“Aku tau kecintaanmu pada dunia acting, oppa.. Tapi kenapa harus melakoni adegan itu?” tanyanya

“Adegan itu menantang sekali.” jawabku pura-pura tak mengerti

“MWO? Menantang? Jangan-jangan kau memang menginginkan adegan itu.” serunya kaget

“Aku memang ingin melakoni adegan seperti itu” jawabku lagi-lagi pura-pura innocent

“Mwo? Kau bercanda kan?” nadanya mulai menaik

“Ani” jawabku pendek dan serius

 
Jujur saja aku suka menggodanya ketika ia sedang marah seperti ini. Ia sangat lucu kalau marah. Selain itu, aku sapat merasakan cinta nya padaku kalau ia marah.

 
 “Mwo?! Kau bukan Lee Joon oppa yang kukenal! Aku kecewa padamu!”  serunya marah sambil bangkit berdiri

“Tunggu dulu jagi..” seruku serius sambil menahannya berdiri

“Apa yang salah dengan adegan action?”  tanyaku sambil menahan ketawa

“YAAAAAA~ Joonie Oppa!”

BUKK~

 
Clucth itu kembali mencium kepalaku

 
“AWWW! Sakit tau!” omelku

“Biarin! Kau ini benar-benar bodoh ya Oppa?”

“Aiisshhh! Kau ini benar-benar.. Kau tidak tau kalau clutch mu itu berat sekali?”

“Tau!”

“YAA~ Ck ck.. Kau harus merasakan bagaimana rasanya jika clutch mu itu mencium kepalamu!”

“Hahahahahahaha”

“Kau bisa ketawa sekarang, huh?! Tidak ingat bagaimana kau datang tadi?”

“Mian!” serunya yeojaku ini sambil menjulurkan lidahnya

“Dengarkan aku baik-baik..” seruku serius sambil memandang dalam matanya

“Aku tau yang kau maksud adalah adegan dewasa di film ku ini. Aku tau kau marah karena aku tidak mendengarkanmu. Aku tau kau kecewa padaku karena aku menerima tawaran Rough Play ini. Aku tau kau sebal padaku karena merahasiakan semua ini. Tapi kumohon kau mengerti dan bisa mendukungku. Peran ini sangat penting bagiku. Ini peran utama pertamaku. Adegan itu semata-mata untuk mendukung cerita film ini. Aku marahasiakan ini semua darimu karena aku takut kau maraj seperti ini. Arra? Apa kau bisa memahamiku Jagi?”.jelasku serius

“…..”

“Aku tau mungkin kau belum bisa menerima sekarang. Tapi kumohon cobalah lihat dari sisi positifnya. Karirku bisa maju karena peran ini. Eung?” lanjutku lagi tetap dengan tampangku yang serius

Orang mungkin tidak percaya aku bisa serius. Mungkin memang aku konyol disetiap penampilanku. Mungkin aku terkadang terlihat bodoh di layar kaca. Tapi sebenarnya aku orang yang cukup serius.

 
“Ayolah Jagi.. Karena sekarang kau sudah tau, aku butuh supportmu. Akan terasa semakin berat mempromosikan film ini kalau kau tidak mendukungku. Kau tau sebenarnya aku merasa malu setelah melakoni adegan itu. Tapi aktris yang bermain bersamaku meyakinkanku agar tidak merasa malu dan bersikap professional.”

“Kau suka ya dengan aktris yang melakoni adegan itu bersamamu?” tanya nya tiba-tiba

“Mwo?”

“Jawab aku Oppa?”

“Wae~? Jealous~?” tanyaku sambil tersenyum jahil

“OPPA!”

“Mengakulah Jagi~.. Kau jealous kaaann?”

“YAAA!”

 
~Tok Tok Tok~ Jglekk..

 
“Lee Joon kau harus berangkat ke venue press-con Rough Play.” managerku memutus pembicaraan kami

“Ne~ arraseo. Aku segera keluar.” jawabku

Setelah managerku meninggalkan kami, aku dan yeojaku segera bangkit dari sofa.

Aku menghadapnya kemudian menunduk agar dapat menatap matanya lekat-lekat.

 
“Jagiya~ jangan pernah berpikiran aneh-aneh lagi ya. Kau tau bagaimana aku. Kau juga tau betul aku menyayangimu jadi tidak mungkin aku dengan tanpa alasan membohongimu. Arra?”

“Eung” jawabnya sambil mengangguk

“Anak pintar” seruku sambil menepuk-nepuk kepalanya

“Aku pergi dulu ya Jagiya~” aegyoku telah kembali

“Annyeong Oppa!” serunya sambil melambai-lambaikan tangan nya

“Ffiuuhh” seruku pelan sambil melangkah pergi

Betapa lega nya aku. Yeojaku sudah kembali riang. Kalau ia merasa sedih aku pun ikut sedih. Kalau ia merasa sakit aku pun ikut sakit. Aku kira kalau ia tau akan terjadi perang dunia kesekian diantara kami. Tapi untunglah tidak separah itu.

 
“Miss me” seruku padanya dari kejauhan dengan English ku yang agak kacau

“You wish, Joonie oppa, hahaha. Saranghae” balasnya

 
‘Saranghae.. Kata yang sama seperti dulu tapi artinya sudah tak sama lagi. Seandainya kau masih mencintaiku seperti dulu, tentu dunia akan lebih indah’ kataku dalam hati.  

‘Lagi-lagi kau berpikir seperti itu setiap ia mengatakan saranghae.. Paboya!’ rutukku pada diri sendiri
“Saranghae” balasku tetap dengan aegyo ku dan killer smile ku

 
“By the way.. bagaimana kau bisa menonton film itu?” tanyaku sambil berteriak lagi seakan tak rela meninggalkannya

“Yong Oppa yang mengajakku ke bioskop” jawabnya

‘Sialan!’ umpatku dalam hati

 
“Arraseo! Annyeong!” seruku menahan kesal

“Oppa hwaiting!”

 
Aku segera mengetik pesan singkat begitu aku masuk kedalam Van.

 
YAAAA~ JUNG YONG HWA! Kau mau mati ditanganku huh?!

Buat apa kau mengajaknya ke bioskop waktu filmku ini sedang diputar??

Paboya!

Ini yang kau bilang akan membantuku merahasiakannya??

 
~Beep Beep~

 
Mian Hyung~

Aku bilang akan membantumu..

Tapi aku tidak bilang aku akan membantumu merahasiakannya..

Jadi, aku membantumu supaya dia cepat tau..

*evil laugh*