Cast :
-Cho Kyuhyun (58)
-Song Hyejin (55)
-Cho Kihyun (30)
-Cho Jihyun (25)
-Cho Jinhyuk (20)
-Park Ahreum (28)
-Lee Dongjoo (26)
-Song Haelmoni dan Haraboeji
-Cho Haelmoni dan Haraboeji

http://www.TopClassSocialite.com hari ini memasang banner dengan tulisan besar dan meriah di halaman muka website mereka. Tulisan itu berwarna emas dengan sedikit sentuhan warna merah maroon di sisi huruf-huruf tersebut.

“HAPPY 100th ANNIVERSARY to SONG-CHO CORPORATION”

Ucapan selamat terus bergulir memenuhi halaman khusus yang dibuat administrator untuk keluarga Song dan Cho yang sedang merayakan ulang tahun ke-100 perusahaan mereka sejak pertama kali didirikan.

Sukses selalu untuk Song-Cho Corporation! Terima kasih kepada 3 generasi Song dan Cho yang telah memberikan banyak sekali pelajaran untuk kami. Selamat ulang tahun, perusahaan sehidup sematiku! -Park Sun Ye, Karyawan.

Aku baru saja membongkar lemari nenek buyutku dan aku mendapatkan sebuah baju waktu nenekku masih berusia 30 tahun yang dibuat oleh Song-Cho Corporation. Sekarang ia sudah berusia hampir 90 tahun dan pakaian tersebut masih bagus. Sukses terus! Selamat ulang tahun. -Kim Min Soo

Jika terus dilihat kebawah ada sekitar 1000 lebih ucapan yang ditujukan kepada Song-Cho Corporation.

Cho Kyuhyun-nim!!! Jeongmal gomawoyo atas kepemimpinanmu 30 tahun ini. Selamat atas keberhasilan Anda membawa kami bisa menikmati usia Song-Cho yang ke-100. Selamat ulang tahun, Song-Cho! Kami mencintaimu -Lee Jeon Woo

Yaa!! Kyuhyun-ssi, Hyejin-ssi!! Selamat ulang tahun atas perusahaan kalian. Semoga semakin maju! Semoga anak-anak yang lahir melalui tanganku bisa mengembangkannya semakin luar biasa. -Park Yoochun, dokter kandungan kalian sampai maut memisahkan kita. Kkkk.

Chukkae, Song-Cho! Aku tunggu pesta kalian di Eropa. -Choi Siwon dan Kang Hamun yang sudah semakin tua seperti kalian.

Jihyun memandang pantulan dirinya yang terbalut hanbok putih bercampur biru muda dan rambutnya yang dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk bulat dan berdiri dengan rapi di belakang kepalanya. “Eomma, apa aku sudah cantik?” Tanya Jihyun dengan tidak yakin. Ia bolak-balik memandang penampilannya.

“Kau sudah cantik, sayang. Kau sudah 10 kali bertanya hal yang sama dalam waktu kurang dari 3 menit,” jawab Hyejin yang sedang sibuk dirias, dengan kesal. Ia sudah memandang anaknya berkali-kali dalam 3 menit dan menurutnya wanita itu sudah sangat sempurna.

“Eonni,” panggil Jihyun putus asa. Jihyun beralih pada Ahreum, kakak iparnya yang sedang hamil 7 bulan, karena tidak yakin pada jawaban eommanya.

“Lihat anakmu itu. Tidak pernah percaya perkataanku. Aku berani bertaruh cincin berlianku ini, Ahreum pun tidak akan bisa menjawabnya,” kata Hyejin kepada Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.

“Tidak ada untungnya buatku. Cincin itu kan aku juga yang beli,” sahut Kyuhyun lalu kembali bermain dengan smartphonenya. Pria berusia 58 tahun itu belum kehilangan kelincahannya untuk bermain game di smartphone-nya.

Hyejin mendengus kesal kepada suaminya. Ia tidak bisa melakukan apapun karena dia harus diam agar riasan wajah dan rambutnya tidak berantakan.

Ahreum tersenyum memandang Jihyun. “Kau akan menjadi yang paling cantik hari ini,” jawab Ahreum.

“Sungguh?” Tanya Jihyun dengan wajah berbinar, memunculkan kepuasan, tapi bertahan tidak lebih dari 10 detik. Jihyun kembali bolak-balik memperhatikan penampilannya dengan ragu.

“Kau sudah cantik. Sungguh. Ahreum nuna dan eommonim tidak bohong,” ujar Dongjoo sambil tersenyum menatap Jihyun melalui cermin yang kini memantulkan diri mereka berdua.

“Dongjoo-yaa!!! Apa…” Jihyun beralih dari cermin kepada calon suaminya yang berdiri tidak jauh di belakangnya.

“Yaa!!!” Kihyun dan Hyejin berseru bersamaan tanpa melupakan tatapan tajam mereka kepada Jihyun.

“Wae, Oppa, Eomma?” Keluh Jihyun.

“Dongjoo itu lebih tua darimu. Kau harus memanggilnya ‘Oppa’. O.PP.A!” Tegur Kihyun galak sambil melipat tangannya di depan dada.

“Waaaee?? Kami hanya berbeda 1 tahun kurang. Aku dan Dongjoo itu chingu. CHIN.GU. Eomma saja yang beda 3 tahun dengan Appa tidak pernah memanggilnya ‘Oppa’. Ya kan, Appa?” Jihyun berpaling pada Kyuhyun yang dengan setia duduk di sebelah Hyejin, menunggu setiap detik dengan sabar. Karena game.

“Appa tidak pernah berkeberatan,” jawab Kyuhyun tanpa beralih dari smartphone-nya.

Jihyun tersenyum lebar. “Dongjoo juga tidak pernah keberatan. Kalian tanya saja sendiri. Iya kan Dongjoo?”

Lee Dongjoo, objek yang sedang dibicarakan, tersenyum. “Sama sekali tidak. Apa yang ingin kau tanyakan padaku tadi, cantik?” Tanya Dongjoo sambil membetulkan pita hanbok Jihyun dengan cekatan.

Hyejin mendengus kesal melihat calon menantunya yang begitu memanjakan satu-satunya anak perempuan yang dia miliki. “Gen Lee Donghae terlalu banyak menurun pada anak itu.”

“Sudahlah. Biarkan saja dua anak itu. Yang penting mereka hidup baik-baik saja,” sahut Kyuhyun.

Jihyun tersenyum memandang laki-laki yang sangat dicintainya tersebut. Laki-laki yang sudah dikenalnya sejak 5 tahun lalu dan akan menjadi suaminya dalam hitungan bulan. “Kau selalu tampan,” puji Jihyun membuat Dongjoo tersenyum malu-malu.

Jinhyuk melihat kakak dan calon kakak iparnya dengan tampang mual. “Sedetik lagi melihat kalian, aku bisa muntah,” kata Jinhyuk yang lalu angkat kaki dari ruangan itu. “Eomma, Appa, Hyung, Ahreum Nuna, aku pergi duluan. Aku tidak bisa melihat kemesraan macam itu.” Jinhyuk menunjuk Jihyun yang sedang tertawa kecil, tersipu malu-malu, wajahnya bersemu merah hanya karena Dongjoo berkata, “Kau yang paling cantik, sayang.”

“Kalau bukan karena nuna-mu ini hamil 7 bulan, aku akan ikut pergi denganmu, Jinhyuk-ah,” sahut Kihyun dengan tampang tidak kalah mual dari tampang Jinhyuk.

“Yaa! Jinhyuk-ah! Oppa-ya!!” Seru Jihyun dengan kesal kepada kedua saudara laki-lakinya. Jinhyuk segera berlalu sehingga tidak sempat mendengar ocehan Jihyun selanjutnya. “Yaa kalian berdua! Hari ini hari spesialku. Tidak bisakah kalian mengasihaniku sehari ini saja? Khususnya kau, Oppa! Kalau kau tidak memaksa jadi dokter, sudah pasti penerus generasi ini jatuh ke tanganmu. Jadi kau baik-baiklah padaku karena aku mau menampungnya. Haissssh!!! Kalian berdua memang benar-benar mengesalkan.”

Hyejin melihat Jihyun yang hampir menangis saking kesalnya. “Jihyun-ah, mianhe. Tapi eomma mohon jangan biarkan air matamu mengacaukan make-up yang sudah terpasang rapi di wajahmu. Kihyun-ah, minta maaf pada Jihyun. Apa yang dikatakannya benar. Kalau tidak ada Jihyun, kami pasti sudah memaksamu untuk jadi generasi ke-4 yang melanjutkan Song-Cho Corporation.”

“Tapi eomma…” Kihyun mau membantah tapi mata Hyejin sudah lebih dulu menciutkan nyali Kihyun.

“Kalian sudah tua tapi masih sering bertengkar seperti anak umur 10 tahun. Kihyun-ah, minta maaf pada Jihyun,” omel Hyejin.

Tanpa membantah, Kihyun menuruti perintah Hyejin. Ia minta maaf kepada Jihyun dan tidak perlu waktu lama mereka berdua sudah saling tertawa dan menepuk bahu satu sama lain.

“Baiklah. Karena anakku sudah cantik, bagaimana kalau kita berangkat sekarang?” Kyuhyun menggandeng lengan Jihyun di lengannya dengan bangga. “Appa, kau dan Dongjoo akan berangkat sekarang. Eomma, Kihyun dan Ahreum akan menyusul begitu mereka selesai dirias. Kajja!” Kyuhyun berjalan bersama Jihyun yang menggandengnya dengan erat diikuti oleh Dongjoo.

—-

Hyejin berjalan ke atas panggung, memberi hormat kepada kedua orang tuanya dan kepada kedua mertuanya lalu duduk di sebelah Jihyun yang sudah berubah tegang. Hyejin memakai hanbok berwarna putih campuran biru muda, sama seperti yang dipakai oleh Jihyun. Hanbok tersebut khusus dijahit untuk acara hari ini.

Jihyun duduk di antara Kihyun dan Hyejin. Ia menggenggam tangan Hyejin dengan erat, bahkan nyaris meremasnya. Tidak ada yang bisa membayangkan betapa tegang perasaannya saat ini. Dalam hitungan menit, posisi Presiden Direktur akan ada di tangannya, nasib ribuan karyawan dan keluarganya akan jadi tanggunggannya. Dalam hitungan menit, jutaan dolar dan won akan menjadi tanggung jawabnya agar bisa menjadi miliaran.

Saking tegangnya ia bahkan tidak bereaksi mendengar kelakuan ayahnya yang biasanya ia akan menjadi orang pertama yang protes. “Aku tidak pernah membayangkan kau akan tetap secantik ini meski sudah tua,” puji Kyuhyun dengan berbisik di belakang Jihyun.

Hyejin tersenyum kepada suaminya. “Terima kasih, suamiku yang selalu tampan,” sahutnya dengan sangat manis sampai membuat Kyuhyun ingin menciumnya saat ini juga tapi sayang keadaan tidak memungkinkan.

Acara dimulai dengan perayaan ulang tahun ke-100 Song Cho Corporation. Semua merayakan dengan gembira. Makanan enak, wine, dan musik untuk berdansa disediakan untuk merayakan ulang tahun besar-besaran ini. Tidak ada wajah yang tidak senang kecuali Jihyun.

“Kau tidak apa-apa, sayang?” Tanya Kyuhyun yang melihat penerusnya hanya duduk di sebelah eommanya tanpa melepaskan Hyejin sedetikpun.

Jihyun hanya menggeleng. Hyejin mengelus tangan Jihyun yang menggenggamnya makin lama makin kuat. “Santai saja. Semua akan berjalan dengan lancar. Appa, haraboeji, haelmoni, direksi, karyawan, kami semua sudah puluhan kali rapat untuk menentukan kau sebagai penerus kami. Kami yakin kepadamu jadi kau tidak usah khawatir,” bisik Hyejin kepada Jihyun.

Kyuhyun mengelus-elus bahu Jihyun untuk setidaknya memberi sedikit kekuatan. Bagaimanapun, Kyuhyun pernah merasakan ketegangan yang sama di tempat yang sama bertahun-tahun lalu. “Kau tidak berjalan sendirian, sayang. Appa dan haraboeji tidak akan meninggalkanmu. Kami akan membantumu. Tapi yang paling utama, Tuhan besertamu. Ia tidak pernah sedetikpun meninggalkanmu. Kau punya Dia jadi kau tidak usah takut,” ucap Kyuhyun dengan cukup bijaksana sehingga paling tidak meredakan sedikit ketegangan di wajah Jihyun.

“Gomawo, Appa,” ucap Jihyun sambil sedikit tersenyum dan mencium pipi Kyuhyun.

Perayaan ulang tahun telah selesai dan dilanjutkan dengan upacara peneguhan Jihyun sebagai generasi ke-4 Song-Cho Corporation. Jihyun berjalan sampai ke bagian depan panggung lalu duduk berlutut dan memberikan hormat kepada Tuhannya yang dilambangkan dengan salib besar Tuhan Yesus tersalib di hadapannya. “Tuhan Yesus yang baik, aku mohon tolong aku,” doaa Jihyun dalam hati. Ia kemudian berdiri, bergeser dan kembali duduk berlutut untuk memberikan hormat kepada karyawannya, rekan-rekan kerjanya dan para pemegang kepentingan perusahaannya.

“Terima kasih banyak atas kepercayaan yang Saudara-Saudari berikan kepada Saya untuk melanjutkan usaha ini. Dengan bantuan Saudara-Saudari sekalian, semoga kita dapat bersama-sama mengembangkan perusahaan kita. Terima kasih,” ucap Jihyun dengan suara yang berkumandang di seluruh ruangan berkat bantuan pengeras suara.

Kemudian ia beralih kepada kedua kakek neneknya yang bermarga Song dan kedua kakek neneknya yang bermarga Cho. Jihyun tidak bisa berkata-kata. Ia hanya tersenyum sambil duduk berlutut memberi hormat kepada kakek dan neneknya. “Kami percaya padamu,” ucap kakek Cho dengan bangga sambil menepuk bahu Jihyun.

Jihyun tersenyum. Ia kemudian bergeser untuk memberi hormat kepada ayah dan ibunya. Cho Kyuhyun dan Song Hyejin. Keduanya memandang Jihyun yang sedang duduk berlutut memberi hormat kepada mereka sambil tertawa geli. “Aku yakin terakhir kalinya dia akan berbuat seperti ini kepada kita nanti waktu dia menikah. Eropa Timur taruhannya,” bisik Kyuhyun yang hanya bisa didengar Hyejin.

“Berapa hari?” Tanya Hyejin.

“2 minggu. Satu bulan. Dua bulan. Sesukamu saja,” jawab Kyuhyun.

Hyejin tersenyum. Keduanya masih berbisik. “Baiklah, akan kubuat dia kembali berlutut maksimal 3 bulan setelah menikah,” bisik Hyejin sambil berusaha menahan tawanya.

“Yaa, kau curang.”

“Demi Eropa Timur apapun akan aku lakukan, Tuan Cho-ku yang tampan.”

Jihyun sudah selesai dengan upacaranya. Ia berdiri di tengah panggung. “PENERUS GENERASI KE-4 SONG-CHO CORPORATION! CHO JI HYUN!!!” Seru MC dan disusul dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh hadirin yang ada.

Jinhyuk berlari memeluk Jihyun saat nunanya itu sudah turun dari panggung. “Chukkae, nuna sayang!!! Mulai minggu depan aku akan menjadi anak buahmu. Jangan berikan aku pekerjaan yang susah-susah ya…” Ucap Jinhyuk sambil merangkul nunanya dengan erat.

Jihyun mencibirkan mulutnya. “Justru kau akan mendapat tugas paling sulit. Jangan harap kau akan mendapat perlakuan khusus.”

“Baiklah. Tapi aku minta aku boleh memilih bagianku. Aku minta yang banyak gadisnya. Kau tahu kan nuna, aku tidak bisa bekerja kalau hanya laki-laki di tempat itu.

“Tidak. Kau akan kutempatkan di bagian IT. Seingatku semuanya laki-laki.”

“Ya nuna!!!” Jinhyuk hendak protes tapi Dongjoo sudah datang merebut Jihyun dari Jinhyuk, tentu saja tanpa sengaja.

“Aku pergi dulu, adikku sayang. Siap-siaplah dengan bagianmu minggu depan,” kata Jihyun sambil tertawa lebar lalu meninggalkan Jinhyuk.

Jinhyuk bergabung dengan keluarganya untuk mendapatkan berbagai ucapan selamat dari berbagai kalangan. Sedangkan Jihyun harus menyelesaikan dulu urusannya dengan Dongjoo.

“Aku belum memberikan ucapan selamat untukmu,” bisik Dongjoo sambil tersenyum lembut kepada Jihyun yang berada di depannya, terjepit di antara tembok dan dirinya.

Jihyun mengelus pipi Dongjoo dengan penuh kasih sayang. Ia sadar ia terlalu mencintai pria itu. “Dongjoo-ya, gomawo,” ucap Jihyun terharu bahkan nyaris mengeluarkan air mata.

“Untuk apa?” Tanya Dongjoo. Tatapannya tetap lembut dan penuh kasih sayang.

“Terima kasih karena telah mendukungku…selalu bersamaku, mendengarkan setiap omelanku dengan sabar… membantuku mencari jalan keluar dari setiap masalah. Terima kasih untuk semuanya,” ucap Jihyun terbata-bata karena ia tidak bisa lagi menahan air matanya. “Terima kasih karena telah mencintaiku. Aku mencintaimu, Dongjoo-ya.”

Dongjoo menghapus air mata Jihyun lalu menciumnya. “Aku akan selalu mencintaimu, menjagamu, di sisimu. Kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan,” ucap Dongjoo lalu kembali mencium Jihyun.

“Uhuk! Uhuk!” Jinhyuk pura-pura batuk dengan suara keras. Jihyun dan Dongjoo saling melepaskan diri. Jihyun menatap Jinhyuk dengan kesal sedangkan Jinhyuk hanya tertawa lebar membalas tatapan kesal nuna-nya.

“Appa mencarimu. Kita mau foto bersama,” ujar Jinhyuk dengan senyum lebar yang tidak berhenti seiring dengan tatapan kesal Jihyun yang tak juga berhenti.

Jihyun berjalan lebih dulu dengan kesal. Ia meninggalkan Jinhyuk dan Dongjoo yang mengikutinya dari belakang. “Hyung, kau masih punya waktu 2 bulan untuk berpikir ulang menikahi seorang nenek sihir,” kata Jinhyuk tanpa berusaha mengecilkan suaranya yang tentu saja didengar jelas oleh Jihyun.

“Yaa Cho Jinhyuk! Aku akan menghajarmu nanti. Lihat saja!” Omel Jihyun dengan galak tapi dengan santai Jinhyuk hanya tertawa.

Jinhyuk berjalan melewati Jihyun sambil berseru kepada Dongjoo. “Hyung! Kau masih punya 2 bulan!” Dongjoo menyambutnya dengan tawa tapi kemudian terdiam begitu mendapat tatapan tajam dari Jihyun.

“Jinhyuk hanya bercanda, sayang. Percayalah dia yang paling mencintaimu,” kata Dongjoo membuat Jihyun seketika mereda dan kembali tersenyum.

“Sudah aku duga kau yang akan menenangkanku. Aku tidak tahu harus bagaimana jika tanpamu,” ujar Jihyun lalu memeluk Dongjoo. “Ah Dongjoo-ya, aku benar-benar mencintaimu.”

Dongjoo mengelus punggung Jihyun kemudian mengecup kening gadis itu dengan sayang. “Orang tua dan kakek nenekmu sudah menunggu. Kajja!” Ajak Dongjoo sambil menggandeng Jihyun ke atas panggung untuk foto bersama.

Kihyun-Ahreum-Kakek dan Nenek Song-Kyuhyun-Jihyun-Hyejin-Kakek dan Nenek Cho-Jinhyuk-Dongjoo saling berpegangan tangan dan tersenyum lebar ke arah kamera sampai kamera selesai mengambil foto mereka.

—-

Upacara tersebut baru selesai 2 menit yang lalu tapi http://www.TopClassSocialite.com sudah memasang berita beserta foto-fotonya dengan halaman khusus di website mereka.

“CHO JIHYUN. THE HOTTEST MODEL IN THE WORLD. GENERASI KE-4 SONG-CHO CORPORATION. CHUKKAE!!”

Halaman itu langsung diserbu beribu komentar, ucapan selamat dan kegembiraan untuk Jihyun.

Waaaa!!! Cho Kihyun Oppa, kau tampan sekali!!! Aku mengikutimu sejak Oppa kecil. Aku pikir kau yang akan menjadi generasi ke-4 penerus Song-Cho Corporation tapi Aku tetap mencintaimu! Selamat ulang tahun Song-Cho Corp! Hwaiting! -Ji Sun Hwa, fans setia Ki Hyun Oppa.

Song-Cho Corporation, chukkae!! Cho Jihyun, chukkae! Aku tidak menyangka kau yang akan menjadi generasi ke-4 Song-Cho Corporation. Wanita pertama di kalangan TopClassSocialite! Aku benar-benar bangga! Semoga sukses selalu! Selamat ulang tahun, Song-Cho Corporation! – Jun Hyo Woo from Jun Company

Terima kasih kepada 3 generasi Song-Cho yang telah memberikan kami banyak baju bagus. Terima kasih kepada Tuan Cho Kyuhyun yang telah berusaha keras mengembangkan perusahaan ini menjadi sangat besar seperti sekarang. Aku sangat senang bekerja di sini. Semoga perusahaan ini semakin baju di bawah Nona Jihyun! Selamat ulang tahun! -Kami yang selalu bersenang-senang bersama kalian

Jihyun-ah! Chukkae! Selamat menjalani tugas! Terima kasih banyak telah membantuku. Saranghae! -Cho Kihyun, Oppa yang selalu mencintaimu

Cih! Komentar Hyung jelek sekali. Nunaaaaaa, aku mencintaimu! Chukkae! -Si magnae paling tampan, Cho Jinhyuk.

PS : Lee Dongjoo is a son of Lee Donghae and Shim Johee, a younger brother of Lee Johae. He is so sweet like his dad. Cute, isn’t he?