-2014-

~Kriinngg~

“Yeoboseyooo~ ”

“OPPAAA!”

”YAA~!” seruku sambil menjauhkan telepon dari telingaku

“Kenapa kau teriak-teriak begitu?” lanjutku

“Aku pantas meneriakimu, kenapa peran itu bisa jatuh ke tangan Kim Ji Won-ssi??”

“Mana kutahu.. Yaa~! Peran itu jatuh ke tangan Kim Ji Won-ssi apa hubungan nya denganku??”

“Pasti kau penyebabnya! Kau tidak membantu merekomendasikanku ke producer-nim kan?”

“Yaa~ mana bisa seperti itu, sudah lah terima saja kau gagal dalam casting peran Ma Ji Wool”

“Paling tidak kan kau bisa merekomendasikan ku jadi cameo, Oppa! Jadi salah satu korban, mungkin?” 

“Mwo? Kau mau cameo menjadi salah satu korban?”

“Eung! Aku tertarik dengan serial ini, Oppa..”

“Yasudahlah, sudah terlanjur.. Memangnya aku bisa apa?”

“See? Memang kau tidak mau beradu acting denganku kan??”

“Aku tidak pernah bilang begitu”

“Aiishh jangan bohong kepadaku! Tidak ada gunanya, tau! Aku benci Oppa!”

 ~ Tuuttt Tuuttt Tuuttt ~

“Yeoboseyo? Yoeboseyo? Aiisshhh!” omelku sambil menutup telepon

Aku mencoba menghubunginya kembali..

“Aiishhh kenapa tak diangkat si?” omelku lagi-lagi

“Tampaknya ia benar-benar marah” aku mulai panik

‘Mianhae..’ kataku dalam hati

Sebenarnya memang aku yang memohon pada producer-nim agar ia tak mendapatkan peran itu..

Bukan karena aku tidak mau beracting dengan nya, tapi aku tak mau ia melihatku sebagai Gap Dong..

Aku tidak ingin ia beradu acting denganku di kala peranku sebagai psychopath..

Aku tidak ingin bertampang seram di hadapannya..

Aku tidak mau ia jadi takut denganku..

 
“Mwo? Cameo jadi korban? Andwae!” omelku sendiri

 
Apa-apaan yeoja ini. Jadi korban..

Apalagi peran itu.. No no no no..

Bisa-bisa acting ku buyar..

Aku tak mau melihatnya ketakutan..

Apalagi menangis di hadapanku..

“Joonie Hyung..” tiba-tiba saja pintu dibuka dan sebuah kepala muncul dari balik pintu

“Eo.. Mir.. Kau mengagetkan saja.. Wae?”

“Kajja, Hyung.. Kita akan take Our Relationship Teaser”

“Eo~”

 
What do we do about our relationship?
You keep getting mad
And I’m getting tired of it now
What should I do?

What’s wrong with you these days? Do you hate me?
Is that why you’re getting angry? Do you not like me anymore?
Please smile as if nothing’s wrong again and come to me
Come into my arms, please stay with me

Please don’t leave me
I don’t want to believe that I won’t ever see you again
Just forget about it, all of our hardships
I’ll love you again

How did things get this messy? I don’t even remember
I didn’t know it’ll go downhill like this
Even if you changed, I thought I’d be fine but of course I wouldn’t

Please don’t leave me, my heart is still the same
It’s just hard a moment
What do we do about our relationship?
 

“Hyung!”

“Eo~ Cheondung a, wae?”

“Aku dan Mir mau minum soju. Kau tidak ikut?” tanyanya setelah shooting kami selesai

“Ah.. Mian Cheondung a, aku ada perlu..”

“Kau tampak buru-buru hyung.. Mau ketemu noona ya?”

“Eo~.. Annyeong! Have fun!” kataku sambil berjalan keluar menuju mobilku

~Kriinngg~

“Yeoboseyooo~ ”

“….”

“Apa kau sudah tidak….”

~Klik~

‘Hmm aku kira dia sudah tidak marah lagi padaku makanya menelpon ku, belum selesai aku berbicara sudah dimatikan telepon nya’

 
~Kriinngg~

“Yeoboseyooo~ ”

“Oppa menyebalkan”

“Wae? Apa kau masih marah?”

“Masih”

~Klik~

‘Beginilah jika yeoja ini marah.. Jika tidak mengamuk.. Melakukan hal-hal aneh seperti ini..’

 
~Kriinngg~

“Yeoboseyo, jangan ditutup lagi telepon nya..” kataku buru-buru sebelum ia menutup lagi teleponnya

“….”

“Okay, kau masih marah? Apa yang harus aku lakukan supaya kau tidak marah?”

“….”

“Hmmm.. Teddy Bear? Bunga? Coklat? Ice Cream?”

“Kau kira aku anak kecil?”

“Memang iya kan, magnae?”

“Huh..”

“Tunggu.. tunggu..” kataku lagi-lagi buru-buru sebelum ia menutup teleponnya

“Kau mau apa?” tanyaku langsung

“Makan enak dan minum soju di tempat favoritmu dan oppa”

“Memang kau bisa minum soju?”

“Tentu sajaaa, aku bukan anak kecil lagi”

“Arraaa arraa.. Tunggu aku.. Aku meluncur kesana dari lokasi shooting..”

“Jjiinjja? Kau mau menjemputku sekarang?”

“Kkeurom”

“Yeaayy, Yaksok?”

“Yaksok. Apa kau sudah tidak marah?”

“Asal oppa benar kesini, aku tidak marah lagi.”

‘Aku mulai curiga, tumben sekali ia mudah dibujuk’

 
“Eodiya? Aku sudah meluncur ke apartemenmu”

“Busan”

“MWO?? YAA~!” teriakku kaget sambil menginjak rem tiba-tiba

“Kau mau mati huh? Dasar yeoja menyebalkan! Kalau kau ada di Busan kenapa tidak bilang daritadi? Aku ini shooting di Seoul. Masa aku harus kesana menjemputmu hanya untuk makan enak dan minum soju?”

“Hahahahahahahahahaha”

Aku mendengar suara tawanya menggelegar di ujung seberang telepon.

‘Sialan! Lagi-lagi aku dikerjai yeoja ini’ umpatku dalam hati

‘Tapi tak apalah. Aku jadi lega. Untunglah ia sudah tidak marah lagi padaku. Apapun akan kulakukan supaya yeoja ini tak marah lagi padaku.’

“Oppa sudah berjanji akan menjemputku dan mengajakku makan enak dan minum soju di tempat favorit kalian.. Janjimu tidak bisa ditarik lagi.. Arra?”

 
‘Dasar yeoja gila.. Beginilah jadinya kalau kau berurusan dengan yeoja satu ini.. Kau harus hati-hati..’

 
“Besok kan kau tidak ada jadwal, Oppa.. Ayolaaahh”

“Bagaimana bisa kau tau aku tidak ada jadwal?”

“Aku sudah menelpon managermu tadi, hihihi”
 
“Kau benar-benar gila rupanya? Kau mau mengerjaiku ya?”

“Ini sebagai balasan kau menggagalkan usahaku bergabung dalam project serial Gap Dong!”

“Araa araa.. Aku meluncur kesana..”

“Yeeaaayyyy! Oppa Saranghae!”

~Klik~

 
‘Saranghae.. Kata yang sama seperti dulu tapi artinya sudah tak sama lagi. Seandainya kau masih mencintaiku seperti dulu, tentu dunia akan lebih indah’ kataku dalam hati.  

‘Lagi-lagi kau berpikir seperti itu setiap ia mengatakan saranghae.. Paboya!’ rutukku pada diri sendiri

 
Aku hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalaku karena tingkah polahnya yang sejujurnya membuat kepalaku sakit…

Sekaligus untuk menghilangkan pikiran itu dari otakku….