Aku memacu mobilku dengan cepat, aku tidak peduli dengan semua klaksonan yang kudengar. Yang aku pikirkan adalah segera sampai ke dorm Super Junior.

Aku melirik ke handphoneku, Woobin oppa terus menerus menghubungiku. Aku tak ada niatan meninggalkan dia seperti itu.

Aku sedang ada di lokasi syuting Woobin oppa, membawakan makanan kesukaannya saat aku melihat berita di internet. Aku langsung berpaling darinya, berlari menuju mobil, tanpa menengok ataupun membalas teriakannya ada apa denganku.

Aku segera memarkirkan mobilku di basement apartemen dorm Super Junior. Aku setengah berlari memencet tombol lift agar segera terbuka. Cepatlah lift! Aku sedang ada urusan penting!

Aku mengetuk-ketukkan kakiku tanpa tak sabar, begitu pintu lift terbuka, aku langsung masuk dan memejamkan mataku, berusaha mengerti apa yang terjadi hari ini.

Ting! Pintu lift terbuka kembali, langkahku yang tadi cepat berubah menjadi sangat lamban. Jantungku berdegup kencang. Begitu sampai di depan pintu dorm Super Junior, aku malah mengetuk pintu, hal yang hampir tak pernah aku lakukan.

“Jihyo?” Aku melihat wajah Leeteuk oppa menyambutku. Ia tak terlihat senang, malah jelas sekali gambaran kegusaran di wajahnya.

Aku menggangguk, dia mempersilahkanku masuk. Aku bisa melihat Eunhyuk dan Donghae oppa terdiam di ruang tamu. Aku terus melangkahkan kakiku ke kamar itu, kamar Sungmin oppa.

Aku melihat Sungmin dan Kyuhyun oppa sedang duduk, sepertinya membicarakan hal serius. Aku mengetuk pintu kamar mereka yang sejak tadi terbuka. Kyuhyun oppa melihatku.

“Masuklah, Hyonnie,” ujarnya dengan lembut. Kyuhyun oppa menghampiriku dan membelai kepalaku sebelum akhirnya dia pergi keluar kamar, menutup pintu.

Aku duduk di ranjang Kyuhyun oppa, dan Sungmin oppa duduk di ranjangnya. Kami berdua sama-sama terdiam. Aku berusaha membuka mulutku walau rasanya sulit sekali.

“Jadi itu benar?”

Sungmin oppa tersenyum padaku, menggangguk.

Aku menghela napas sejenak. Mataku tiba-tiba panas, aku menangis. Padahal aku sama sekali tidak berniat untuk menangis.

“Mianhae, Jihyo,” kini Sungmin oppa berpindah tempat duduk ke sebelahku, memelukku.

Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak tau ini tangis bahagia atau tidak. Aku hanya bisa meracau “Kau bilang kau mau mengambilku kembali dari Woobin oppa. Kau bilang kau mencintaiku.”

Dia terus memelukku dan berkata, “Aku mencintainya.”

Aku tau, aku merasa dibohongi. Aku marah karena aku tau jika Sungmin oppa memiliki kekasih dari berita di internet. Aku marah karena saat itu dia mengatakan kepada Woobin jika dia ingin merebutku kembali padahal Sungmin oppa sudah berpacaran dengan orang lain. Aku marah karena aku ingin turut berbahagia untuk Sungmin oppa.

“Aku tetap mencintaimu, sebagai dongsaeng,” Sungmin mencium rambutku. “Berusahalah memberikan 100% untuk Woobin.”

Aku melepaskan pelukan Sungmin oppa. Aku memasang tampang sebal. “Aku sudah mencintai Woobin oppa 100%! Dan kau harus mencintai kekasihmu 100% juga atau aku akan buat perhitungan denganmu!”

Sungmin oppa tertawa, “Gomawoyo, Hyonnie. Maafkan aku tidak memberitahumu lebih dulu. Aku takut saat itu kau akan terluka. Aku juga takut kau akan memilih Woobin hanya karena kau sedih aku sudah memiliki kekasih. Namun sekarang aku lega karena tau kau memang benar-benar mencintai Woobin.”

“Dia memang mencintaiku, dan kuharap sunbae jangan memikatnya untuk kembali kepadamu. Kau kan sudah punya kekasih, sunbae!” Pintu kamar terbuka, aku bisa melihat Woobin terengah-engah mengatakan hal itu. Rupanya ia menyusulku, bahkan ia tak sempat mengganti kostum syutingnya.

“Kalau kau menggoda Jihyo, aku akan merebut kekasihmu, Sungmin sunbae! Sepertinya kekasihmu itu sangat baik sekali dan lemah lembut. Berbeda dengan nona satu ini,” ujar Woobin serius.

Aku bangkit dan menghampiri Woobin oppa, memukul lengannya. “Ya! Aku ini lemah lembut! Aku sangat menarik dan penuh cinta kasih!”

Aku terus berdebat dengan Woobin oppa, membuat member Super Junior harus menengahi kami sebelum aku dan Woobin oppa sambil menjambak. Dari ujung mataku aku bisa melihat Sungmin oppa tersenyum tulus, dan bahagia.

‘Semoga kau berbahagia dengannya, Sungmin oppa. Ini hari baru untuk kita. Aku akan selalu menyayangimu,’ ucapku dalam hati.

FF one shot untuk Sungmin oppa. Chukkae oppa, semoga Sungmin oppa langgeng dengan kekasihnya😀