By @gurlindah93

 

Hyejin sedang menonton TV saat Jihyo masuk ke dorm Super Girls dan membanting pintu lalu duduk di sebelah Hyejin dengan muka ditekuk seperti origami.

“Wae?” tanya Hyejin penasaran.

“Eeeeeeerrrrggghhhhh……” Jihyo menggeram lalu meletakkan kepalanya ke pundak Hyejin.

“Jihyo-yaaa wae geurae???” Hyejin mengganti channel TV karena tidak ada yang menarik, sama seperti kegiatannya hari ini yang tidak menarik karena Super Girls sedang tidak memiliki jadwal apapun.

“Eeeeeeeeerrrrrrrrrrrggggggghhhhhhh…. Woobin oppa tadi datang ke rumah karena kemarin dia berjanji akan menemuiku hari ini sehabis syuting. Tapi aku kesal jadi kudiamkan saja dia” ujar Jihyo lalu mengambil remote TV dari tangan Hyejin dan mengganti sesuka hatinya.

“Kenapa kesal?” Hyejin tidak habis pikir dengan kelakuan miss evil yang terkadang susah ditebak ini.

Jihyo hanya mengangkat bahu tanpa memberi jawaban yang Hyejin inginkan.

Tiba-tiba HyunAh muncul dari dapur dengan tampang seolah baru saja menggosongkan masakan yang dia masak.

Tanpa bicara HyunAh duduk di sebelah Jihyo.

“HyunAh wae geurae?” tanya Hyejin sambil menatap HyunAh dengan bingung.

“Aku tidak mau buat kimchi untuk Henry” HyunAh mengambil cheese stick yang ada didepannya lalu memakannya tanpa selera.

“Wae?” Hyejin tidak mengerti kenapa HyunAh tidak ingin membuat kimchi untuk Henry, padahal biasanya tanpa disuruh dia selalu membuat Kimchi jika Henry akan ke Hongkong atau Kanada.

HyunAh memandang Hyejin lalu menggelengkan kepalanya dan meneruskan kegiatannya memakan cheese stick.

Hyejin menghela nafas lalu mulai menonton TV yang sedang menayangkan bagaimana cara belalang bereproduksi.

“Eonni pernah melihatnya?” tanya Jihyo.

Kali ini Hyejin yang menggelengkan kepalanya.

Hamun berjalan menuju ruang TV di mana eonnidulnya berkumpul dari ruang makan dengan tatapan kosong.

Hyejin kaget melihat magnaenya seperti itu.

Masih dengan tatapan kosongnya Hamun duduk di lantai ruang TV depan sofa, tapi anehnya dia tidak menghadap TV malah duduk di dekat Hyejin menghadap eonninya.

“Magnae wae geurae?? Ada kesulitan dengan tugas kuliah?” tanya Hyejin dengan hati-hati karena magnaenya ini sensitif bila menyangkut perkuliahan dan nilai-nilainya.

Masih dengan pandangan kosong yang sama Hamun menatap Hyejin lalu menggeleng.

“Lalu?” Hyejin benar-benar bingung dengan tingkah laku magnaenya hari ini.

“Aku tadi……. Aku tadi………….. Aku tadi memarahi Siwon oppa” kata Hamun lalu matanya berkaca-kaca.

Hyejin tidak tahu harus berkomentar apa, dia hanya mengelus-elus kepala Hamun agar air mata magnaenya tidak keluar.

“Aku menyesal…” bisik Hamun sambil menggigit bibirnya berusaha agar tidak menangis.

Jika sudah seperti ini Hyejin tidak bisa berbuat apa-apa karena jika Hyejin salah bicara bisa-bisa Hamun malah menangis. Jadi yang bisa Hyejin lakukan hanya mengelus-elus kepala magnaenya.

Lalu Hyejin teringat dengan 2 membernya yang lain, dia melirik Jihyo yang kini menonton Discovery Channel dengan mulut menganga sepertinya terkejut dengan apa yang dia lihat di TV.

Kemudian Hyejin melirik HyunAh yang walaupun matanya terpaku pada TV tapi pikirannya meninggalkan raganya entah ke mana. Setelah menghabiskan cheese sticknya, HyunAh mengambil topless kedua berisi keripik kentang dengan tepat tanpa mengalihkan pandangan dari TV.

Melihat 3 membernya bertingkah tidak wajar, Hyejin berharap agar member tertuanya yang sedang berada di dalam kamar baik-baik saja.

Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain, MinAh keluar dari kamar dengan tampang acak-acakan sambil menyeret selimut yang ada di tangannya. Rambutnya tidak berbentuk dan memakai baju yang tidak matching sama sekali, kaos kotak-kotak dengan celana pendek bunga-bunga, hal yang tidak mungkin dilakukan seorang Park MinAh.

Hampir saja Hyejin berteriak karena syok kalau tidak ingat keadaan 3 membernya yang tidak lebih baik dari MinAh.

MinAh duduk di lantai dekat HyunAh lalu memeluk selimutnya.

“MinAh wae geurae?” tanya Hyejin dengan suara agak keras agar MinAh mendengarnya.

“Hmmmmm…” MinAh menatap Hyejin lalu menarik nafas dalam-dalam.

“Wae?” tanya Hyejin sekali lagi.

“Hmmmmmmm…” balas MinAh sama persis seperti tadi.

Hyejin memilih untuk mendiamkannya dan kembali menonton TV.

“Hye…” panggil MinAh.

Mau tidak mau Hyejin kembali mengalihkan padangannya ke MinAh.

“Aku menendang Eric oppa keluar dari kamarku hehe. Aneh ya?” ujar MinAh dengan datar.

“Mmmmmm sedikit” Hyejin tahu MinAh tidak mungkin mengusir Eric dari dirinya, bahkan kalau bisa MinAh ingin mengelem Eric agar menempel di tubuhnya.

Kemudian MinAh menonton TV dan mempererat pelukan pada selimutnya.

Hyejin sudah tidak sanggup menghadapi kelakuan membernya jadi dia memutuskan untuk bertindak.

“Ehem! Memberdeul, listen to me” kata Hyejin dengan suara sedikit keras dan bernada memberi perintah.

Perintah Hyejin memberi efek luar biasa pada 4 membernya, semua langsung memandang Hyejin dengan penuh tanda tanya.

“Sekarang kita perjelas masalah kalian, tolong kalian ceritakan satu persatu apa yang sudah kalian lakukan pada pacar-pacar kalian. Mulai dari kamu Jihyo” perintah Hyejin.

“Aku mendiamkan Woobin oppa karena aku merasa kesal” jawab Jihyo.

“Aku tidak mau buat kimchi untuk Henry saat dia memintanya” ucap HyunAh.

“Aku memarahi Siwon oppa. Ottokae?” Hamun mengatakannya dengan suara bergetar.

“Aku, Park MinAh yang tidak bisa hidup tanpa Eric oppa, menendangnya keluar dari kamarku” ujar MinAh.

Hyejin mengeluarkan smartphonenya dari kantong piyamanya lalu melihatnya sekilas “Arra” gumamnya pelan.

“Ada yang bisa memberitahuku sekarang tanggal berapa?” Hyejin menatap membernya satu persatu.

Keempatnya serentak melihat jam digital yang dipasang di ruang TV “Tanggal 17” jawab mereka berempat.

“Yang artinya?” Hyejin memperhatikan membernya satu persatu.

Tidak ada yang menjawab Hyejin.

“Artinya? Apa yang terjadi pada kalian? Setiap bulan?” tanya Hyejin sekali lagi.

“Aku sedang haid” jawab Jihyo dan HyunAh bersamaan.

“Menurut jadwal besok atau lusa aku akan haid” Hamun berusaha mengingatnya.

“Aaaaaaaccckkkkk pantas aku merasa tubuhku sakit semua. 2 hari lagi aku dapat” kata MinAh histeris.

Hyejin menyeringai.

“Kalian sudah tahu mengapa kalian bertingkah seperti itu pada pasangan kalian kan?” Hyejin berbicara dengan sangat pelan.

“Kyaaaaaaaaa!!!” keempatnya buru-buru mengambil smartphone masing-masing berusaha menelepon pacar-pacar mereka.

Hyejin hanya bisa tersenyum melihat tingkah membernya.

“Pacar-pacar mereka pasti sedang kebingungan sekarang. Semoga suatu saat Kyuhyun bisa membagi ilmunya pada para pria itu” gumam Hyejin kemudian memutar nomer telepon pria kesayangannya.

“Mwo???????????? Sedang di MOM????” teriak kelima gadis itu secara bersamaan pada pacar-pacar mereka.

***

Ini FF yang berkaitan dengan Men Talks by @gyumontic😀

Enjoy ^^