Annyeong yeorobun!
Setelah vakum beberapa hari. Author @gyumontic punya FF baru seputar Kyuhyun dan pasangan tercintanya Hyejin! Hihihihi..

Semoga pada suka ya…
Jangan lupa komen.
Mian kalau agak dewasa tapi sumpah gak ada NC-nya.

Enjoy!

****

Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Cause I’m 30 baby – Come over hear
Cause I’m 30 sexy – Hey sexy lady

Handphone Hyejin berseru nyaring, membuat Kyuhyun yang berada lebih dekat dengan suara itu terbangun. “Alarm sialan!” Kutuk Kyuhyun pada handphone Hyejin lalu mematikan benda itu dan memasukkannya ke dalam laci di sebelah tempat tidurnya. Kyuhyun menarik selimutnya dan kembali tidur.

Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Thirty sexy… Thirty… Thirty…
Cause I’m 30 baby – Come over hear
Cause I’m 30 sexy – Hey sexy lady

Kyuhyun kembali terbangun akibat lagu yang sama. Ia mencari-cari sumber suara tersebut dan menemukannya di samping bantalnya, di antara bantalnya dan bantal yang menjadi alas kepala Hyejin. “Sejak kapan handphoneku dipasang alarm? Ini pasti kerjaan Hyejin. Eeeergh!” Keluh Kyuhyun dengan mata setengah terpejam namun kesadaran penuh. Kyuhyun segera mematikannya sebelum lagu itu berkumandang untuk ketiga kalinya.

Kyuhyun melihat Hyejin yang masih tidur dengan nyenyak di sebelahnya. “Hyejin-ah. Yaa,” panggil Kyuhyun tapi gadis itu tidak bergeming. “Song Hyejin-ssi. Yaaa!!!”

Hyejin tetap pada posisinya yang memunggungi Kyuhyun sambil memeluk gulingnya, tidak ada tanda-tanda kesadarannya telah kembali. “Perempuan satu ini memang… Haissh!” Kyuhyun menarik tali lingerie yang dipakai Hyejin sehingga membuat bahu gadis itu sakit karena terjepet keras.

Akhirnya, Hyejin membuka matanya. Ia mengelus-elus bahu yang baru terjepet itu. “Wae? Kenapa membangunkanku sih??” Ujar Hyejin kepada Kyuhyun dengan kesal. Hyejin sudah membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun tapi ia belum menegakkan tubuhnya.

“Alarmu itu yang membangunkanku tahu. Ngapain sih buat alarm di hari Sabtu?”

Entah roh darimana yang tiba-tiba merasuki Hyejin, gadis itu tiba-tiba bangkit berdiri, melompat dari tempat tidurnya, memakai kausnya dengan buru-buru kemudian keluar dari kamar.

“Kau mau kemana? Yaa Song Hyejin?!” Seru Kyuhyun tapi tidak dipedulikan Hyejin. Gadis itu berlalu keluar menuju dapur.

Dihantui rasa penasaran, dengan terpaksa, Kyuhyun ikut turun dari tempat tidurnya, mengikuti kemana Hyejin berada. “Ini masih jam setengah 6 pagi. Buat apa kau sudah di dapur?” Tanya Kyuhyun melihat Hyejin yang sudah sibuk dengan peralatan masaknya.

“Yaaaa!!! Hari ini kau janji mengajakku kencan ke taman dekat Sungai Han. Kau tidak lupa kan?” Sahut Hyejin yang baru memasukkan beras ke dalam rice cooker kemudian berkutat dengan penggorengan dan telur.

Dahi Kyuhyun berkerut bingung. “Aku ingat. Tapi buat apa kau memasak? Kau tidak berencana membuat bekal kencan kita kan?”

Hyejin tersenyum ceria kepada Kyuhyun. “Kau memang pintar! Itu yang sedang aku lakukan!”

Kyuhyun menatap tidak percaya pada Hyejin. “Jinjja? Kau membuat bekal?”

Hyejin menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Kau kembali tidur saja sana. Aku akan membangunkanmu nanti begitu sudah selesai,” suruh Hyejin yang ditolak mentah-mentah oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mendekati Hyejin, berdiri di belakangnya dan memeluk gadis itu. “Aku akan menemanimu,” ujar Kyuhyun dengan suara lembutnya diiringi senyum bahagia yang sering muncul di wajah para anak-anak yang baru mendapat hadiah natal dari orang tuanya.

Hyejin tertawa kecil. “Aku tidak bisa bergerak kalau kau seperti ini, sayang,” ujar Hyejin menyuruh Kyuhyun agar berpindah sehingga ia bisa bergerak lebih leluasa tapi Kyuhyun tidak cukup pintar untuk menangkap maksud Hyejin.

Kyuhyun tetap memeluk Hyejin dari belakang, meletakkan kepalanya di bahu Hyejin sambil sesekali mencium Hyejin. “Harusnya kau sering-sering begini. Aku pasti lebih bahagia,” kata Kyuhyun.

“Jadi selama ini kau tidak bahagia?”

“Bahagia. Aku bilang kan lebih bahagia, cantik.”

Hyejin kembali tertawa. Berhubung tubuhnya yang tidak bisa bergerak bebas, alhasil tangannya yang sibuk bergerak kesana kemari, menggoreng, menyiapkan piring, memasukkan bumbu dan berbagai macam kegiatan lainnya.

“Tolong ambil mangkok itu,” kata Hyejin kepada Kyuhyun karena tangannya tidak mampu menjangkaunya. Kyuhyun mengambil mangkok yang dimaksud Hyejin tanpa melepaskan gadis itu dari pelukannya.

“Ini,” kata Kyuhyun sambil meletakkan mangkok di tempat yang sangat bisa dijangkau Hyejin. Tiga perempat detik kemudian, Kyuhyun sudah kembali memeluk Hyejin dan menciumi gadis itu.

Hyejin tertawa kegelian. “Kyu, hentikan. Aku geli,” kata Hyejin menjauhkan lehernya dari bibir Kyuhyun yang mulai bergerilya.

Kyuhyun tidak pantang menyerah. Ia berpindah ke bahu kiri Hyejin, menghirupnya lalu menciuminya lagi. “Kau tahu, kalau setiap pagi seperti ini hidupku pasti lebih sehat,” ujar Kyuhyun yang sudah berpindah menciumi punggung atas Hyejin.

Hyejin kembali tertawa sambil mengaduk-aduk sup krim kentang yang sedang menunggu matang. “Kau itu terlalu sehat, Kyu. Pagi, siang, malam, kapanpun kau mau, kau selalu mendapatkannya.”

“Oh ya?” Sahut Kyuhyun tidak peduli. Ia sudah berpindah ke bahu kanan Hyejin.

Sedikit memaksa, Hyejin membalikkan tubuhnya dan melihat Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan kesal. “Aku belum selesai, Song Hyejin-ssi,” kata Kyuhyun ngambek.

Hyejin tersenyum menatap Kyuhyun lalu mencium pria itu dengan lembut dan melepasnya sebelum Kyuhyun meminta lebih. “Aku mohon jangan pagi ini. Aku harus menyelesaikan masakan ini sebelum jam 8 pagi. Aku tidak mau mengacaukan kencan kita. Aku mohon…” Hyejin mengeluarkan puppy eyes-nya yang jelas akan memenangkannya dari Kyuhyun.

Kyuhyun menyerah. Ia mengecup bibir Hyejin kemudian berbalik menuju kamarnya. “Jangan lupa bangunkan aku nanti,” ujar Kyuhyun.

“Neeee. Selamat tiduuuur,” seru Hyejin sebelum Kyuhyun masuk ke dalam kamar dan kembali menaikkan selimut sampai ke atas lehernya.

“Aaaaargh!!! Siaaaal!!!” Keluh Kyuhyun sambil berguling-guling acak di atas tempat tidurnya. Ia ingin sekali segera memejamkan mata tapi bayangan Hyejin yang sedang memasak di dapur memakai lingerienya membuat dirinya terpaksa tetap terjaga dengan pikiran-pikiran liar yang berlari-lari di otaknya.

—-

“Jjanjaan!!” Seru Hyejin dengan gembira meletakkan bekal buatannya di atas meja makan. “Kyu!!! Kyu!!! Kau sudah mandi?!”

Kyuhyun yang sudah rapi dengan celana pendek dan kemeja kasual muncul di hadapan Hyejin. “Aku sudah siap daritadi,” ujar Kyuhyun. Ia lebih memilih mandi lebih cepat daripada pikirannya terganggu karena terus memikirkan Hyejin yang begitu menggoda pagi ini.

Hyejin tersenyum. “Giliranku kalau begitu. Tunggu sebentar ya,” ujar Hyejin sambil melepas celemeknya dan berjalan menuju kamar.

Kyuhyun memperhatikan setiap inci tubuh Hyejin yang berlenggak-lenggok di depannya dan untuk kesekian kalinya di pagi hari ini Kyuhyun mendesahkan nafasnya dengan pasrah. Ia duduk di ruang tv dan menyalakan televisi yang menyiarkan acara berita. “Sama sekali tidak membantu. Sial,” gumam Kyuhyun kesal karena tv itu tidak menarik untuk ditonton. Pikirannya malah membayangkan Hyejin yang sedang menggaruk-garuk kepalanya di bawah pancuran air.

Tidak lama kemudian Hyejin sudah muncul dengan celana pendek dan kemeja kasual senada dengan yang dipakai Kyuhyun. “Kita berangkat sekarang?” Tanya Hyejin yang tentu saja ditolak Kyuhyun.

Kyuhyun menyuruh Hyejin untuk duduk di sebelahnya. “Ada apa?” Tanya Hyejin yang sudah duduk di sebelah Kyuhyun namun Kyuhyun hanya diam menatapnya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku ingin menikmatimu saja,” ujar Kyuhyun sambil menyelipkan tangannya di bawah ketiak Hyejin dan menarik gadis itu mendekat kepadanya. “Bagaimana kalau kencan di pinggir sungai Han diganti dengan berada di kamar seharian?” Kyuhyun melemparkan senyuman paling nakal yang dimilikinya.

Hyejin tertawa. Ia menunjuk kening Kyuhyun. “Otakmu itu ya kalau tidak game dan wine ya bercinta. Ckckckckckck.”

“Memangnya kenapa? Tidak salah kan? Lagipula kita harus terus berusaha sampai ada Cho junior di dalam rahimmu. Bagaimana?” Kyuhyun tetap dengan senyum nakalnya.

Hyejin tersenyum lebar dan manis membuat Kyuhyun semakin tidak sabar tapi kemudian Hyejin melepaskan diri dari Kyuhyun. “Kau sudah janji padaku, tuan Cho dan aku mau menagihnya sekarang. Ayo kita pergi.”

Kyuhyun mencibirkan bibirnya dengan sebal tapi ia mengikuti Hyejin yang sudah berjalan lebih dulu ke pintu. “Hyejin-ah!” Panggil Kyuhyun membuat wanita itu berhenti sebelum sampai ke pintu. Hyejin menoleh kepada Kyuhyun yang berdiri di belakangnya.

“Wae?” Tanya Hyejin.

Kyuhyun tersenyum lalu berjalan melewati Hyejin. Dia meraih knop pintu, menguncinya dan memasukkan kunci tersebut ke dalam sakunya yang terdalam. “Aku benar-benar tidak ingin keluar hari ini. Aku akan menebusnya minggu depan,” ujar Kyuhyun diiringi senyum ringan yang sangat menyebalkan.

Hyejin tersenyum kesal. Ia berjalan mendekati Kyuhyun, mendesak pria itu mundur dan mencari kunci pintu di saku celana Kyuhyun. Kyuhyun menahan tangan Hyejin dan tersenyum nakal. “Kau membuatku semakin ingin melakukannya, sayang,” ucap Kyuhyun membalikkan posisi.

Kyuhyun mendorong Hyejin sampai terhimpit di antara pintu dan dirinya. “Aku menginginkanmu. Sekarang,” bisik Kyuhyun lalu mencium Hyejin dengan lembut dimulai dari kening wanita itu, kemudian pipi dan bibir dan terus ke leher dan belakang telinganya.

Hyejin tidak menolak tapi ia tetap fokus untuk menemukan kunci di saku celana Kyuhyun. “Kau tidak akan menemukannya, sayang. Tanganmu ini sangat mengganggu,” ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan tangan Hyejin dari saku celananya dan menurunkan tas bekal di tangan yang lain gadis itu.

Kyuhyun mengunci tangan Hyejin pada perutnya lalu kembali menciumi wanita itu pada bagian-bagian yang bisa disentuhnya. Butuh waktu yang agak lama sampai Hyejin mau melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun dan menarik pria itu semakin menempel dengannya.

Kyuhyun tersenyum pada Hyejin. “Menyerah pada akhirnya eoh? Aku memang sangat menggoda kan?” Goda Kyuhyun membuat Hyejin melemparkan cibiran kesal dari mulutnya.

“Diamlah, Cho Kyuhyun. Selesaikan saja bagianmu dengan benar,” sahut Hyejin membuat Kyuhyun tersenyum lebar.

Kyuhyun sudah siap untuk mengeluarkan semua ide-ide liar di otaknya agar menjadi kenyataan. Ia mendesak Hyejin membuat wanita itu meringis kesakitan karena terbentur pintu. “Sakit, bodoh,” protes Hyejin.

Kyuhyun tersenyum minta maaf. “Aku tahu tempat terbaik,” ucap Kyuhyun lalu menggendong Hyejin dengan sekali angkat. Tangan Hyejin melingkar di leher Kyuhyun sedangkan kakinya mengikat pinggang Kyuhyun, mengikuti kemana pun Kyuhyun membawanya.

Kyuhyun membaringkann Hyejin di tempat tidur yang belum sempat mereka bereskan sejak terbangun gara-gara lagu 30 sexy itu. Kyuhyun tersenyum pada gadis di hadapannya sambil membelai rambutnya dengan lembut.

“Kau menunggu apa?” Tanya Hyejin bingung karena Kyuhyun tidak kunjung melakukan apapun padanya.

Kyuhyun tersenyum. “Tenanglah, sayang. Kita masih punya waktu seharian lebih untuk melakukannya. Aku masih ingin menikmati wajahmu. Tidak boleh?”

“Tidak boleh,” sahut Hyejin lalu menarik Kyuhyun mendekat kepadanya. Dengan sekali lumatan pada bibir Kyuhyun, Hyejin berhasil membuat Kyuhyun melakukan apa yang harus Kyuhyun lakukan.

“Kau memang yang paling hebat urusan menggodaku,” kata Kyuhyun di sela-sela kecupannya membuat Hyejin tertawa.

“Kau saja yang terlalu lemah padaku,” sahut Hyejin menikmati setiap sentuhan Kyuhyun di tubuhnya.

“Baiklah. Aku akui. Kau adalah kelemahan terbesarku. Yang paling parah!”

Hyejin tertawa meskipun ia merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya. “Tapi untukku, kau itu kekuatanku. Kalau tidak ada kau, entah aku bisa melalui hari-hariku dengan damai atau tidak.”

“Itu makanya kau membutuhkan aku. Aku yakin tidak ada laki-laki sehebat aku di luar sana.”

“Hah! Jangan terlalu GR, Cho Kyuhyun. Kau bukan laki-laki terhebat di dunia ini tapi bagiku kau yang paling hebat.”

Kyuhyun tersenyum kemudian mencium kening Hyejin. “Aku tidak peduli aku bukan yang paling hebat di dunia ini. Paling tidak kau mengakuiku untuk dirimu. Itu sudah cukup.”

Hyejin tertawa. “Dasar! Bilang saja kau…”

“Biarkan aku menyelesaikan tugasku dengan benar. Kau diam saja dan….. Nikmatilah.” Kyuhyun menutup mulut Hyejin dengan ciuman kasarnya.

Ciuman Kyuhyun berangsur-angsur semakin lembut dan kemudian melepaskannya. “Aku harap ada satu dari ribuan yang berkembang sehat di rahimmu,” bisik Kyuhyun kemudian berbaring memeluk Hyejin dengan erat.

“Kau sangat menginginkannya eoh?” Tanya Hyejin.

“Kita baru saja melakukannya, cantik. Aku akan menginginkannya besok atau lusa. Aku juga memikirkanmu. Aku baik kan?” Sahut Kyuhyun dengan nada narsis yang dimilikinya.

Hyejin tertawa sambil memukul dada Kyuhyun pelan. “Maksudku bayi, bodoh. Otakmu itu ya….”

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak menyadari kebodohannya. “Aduh sayang, namanya juga laki-laki. Otakku ini kan hanya terbagi menjadi beberapa bagian : kerja, game, wine, dan kau. Nah, kalau sudah berurusan dengan kau itu yang panjang dan bercabang kemana-mana,” ujar Kyuhyun sambil tertawa jahil.

“Dasar! Jawab pertanyaanku doong!”

Kyuhyun membelai kepala Hyejin dengan lembut sambil sesekali mengecupnya. “Iya, aku menginginkannya.”

“Kau benar-benar menginginkannya?”

“Iya, aku benar-benar menginginkan seorang bayi, Song Hyejin-ssi. Memangnya kita menikah untuk berduaan terus seumur hidup? Tidak kan?”

“Aku tahu… Tapi kita sudah setahun lebih menikah.”

“Lalu kenapa. Kita masih punya tahun kedua, tahun ketiga. Kita masih bisa terus mencobanya kok. Jangan khawatir.”

“Tapi MinAh baru sebulan menikah sudah hamil. HyunAh juga.”

Kyuhyun memeluk Hyejin lebih erat. “Tampaknya kau yang lebih menginginkan seorang bayi dibandingkan aku. Memangnya aku saja belum cukup ya? Kau tahu kalau kau punya bayi kau jadi super repot karena harus mengurusnya dan mengurus aku. Iya kan?”

“Bukan begitu. Aku melihat pasangan lain begitu mudah mendapatkan keturunan dan…”

“Ssst… Kau terlalu banyak memikirkan orang lain. Tenang saja. Easy… Kita baru setahun, banyak juga pasangan lain baru sepuluh tahun dapat keturunan. Tidak usah terlalu khawatir lah…”

“Tapi aku tidak mau menunggu sampai sepuluh tahun…”

“Kalau gitu, kita akan mencobanya setiap hari.”

“Kata dokter tidak boleh setiap hari. Kau tidak ingat? Dua hari sekali paling cepat.”

“Yaaaah… Sayang sekali. Padahal kalau setiap hari akan sangat menyenangkan,” goda Kyuhyun berimbas sebuah pukulan pelan lagi di dadanya. “Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ayo kita tidur saja. Nanti kita ke dokter. Aku mau belajar sungguh-sungguh padanya bagaimana menghamili istri yang baik dan benar juga cepat.” Kyuhyun tidak bisa menahan kikik tawanya berakibat sebuah cubitan kecil di perutnya. “Okay. Okay. Ayo kita tidur, sayang. Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu,” balas Hyejin sambil memeluk tubuh polos Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun mendorong dirinya lebih dekat dengan wanita yang paling dicintainya itu dan terlelap nyenyak tidak lama kemudian.

—-

2 years later

“YAAAK!!! CHO KYUHYUUUN!!! CHOI MINHOOOO!! SHIM CHANGMIN!!! IGE MWOYAAA?! APA YANG KALIAN LAKUKAN?! BOYSSSS!!! WAKE UP!! NOW!!! YAAAAK!!!”

Hyejin perlahan membuka mata mendengar teriakan nyaring seseorang di luar sana. “Siapa sih yang teriak-teriak pagi-pagi buta begini?” Gumam Hyejin kesal sambil mengumpulkan nyawanya yang mungkin masih melayang kemana-mana.

“CHO KYUHYUN!!! SONG HYEJIIIIN!!!”

Hyejin langsung sepenuhnya tersadar begitu ia mendengar namanya dipanggil. “Eommonim!” Seru Hyejin yang langsung bangkit dari tempat tidurnya dan buru-buru menemui pemilik suara yang memanggilnya.

“Annyeonghaseyo, eommoni. Apa kabar?” Sapa Hyejin sambil membungkukkan badan untuk memberi hormat lalu memeluk wanita yang hampir tiga kali lebih tua darinya itu dengan erat.

Wanita itu membalas pelukan Hyejin dengan penuh kasih sayang tapi kemudian segera melepaskan diri dan menunjukkan kepada Hyejin pemandangan yang membuatnya harus berteriak pagi-pagi buta.

“Omona!!!” Hyejin pura-pura kaget melihat Kyuhyun, Changmin, Minho dan beberapa teman pria Kyuhyun yang lain berbaring terlentang sembarangan di sofa dan lantai dengan beberapa botol anggur kosong di atas meja dan keripik yang acak-acakan di sekitarnya.

Hyejin mengelus lengan eomma Kyuhyun yang masih kaget melihat hal-hal yang begitu berantakan di depan matanya. “Mereka kemarin nonton bola lalu minum bersama mungkin. Laki-laki, biasalah… Nanti sebelum pulang, mereka juga akan membereskannya kok, eommoni.”

Eomma Kyuhyun menatap Hyejin tidak percaya. “Jinjja? Bukan kau yang membereskannya?” Tanya eomma Kyuhyun penuh selidik.

Hyejin menggelengkan kepala. “Kalau mereka lupa, Kyuhyun yang akan membereskannya. Tenang saja, eommoni.”

“Ckckckckck. Laki-laki macam apa anakku ini? Kau sedang hamil tua bukannya menjagamu dengan baik malah main terus dengan teman-temannya.” Eomma Kyuhyun mendekati anaknya yang masih tidur pulas di sofa meskipun ia sudah berulang kali meneriakkan nama anaknya itu.

Hyejin tidak tahan untuk tidak tertawa ketika eomma Kyuhyun memutuskan untuk membangunkan Kyuhyun dengan paksa. “YAAAK CHO KYUHYUN!! PPALI IREONA!!” Teriak eomma Kyuhyun tepat di telinga anak laki-lakinya itu sambil mencubit perut Kyuhyun.

“Aaauw!!!” Seru Kyuhyun yang akhirnya tersadar. “Eomma!!!” Kyuhyun segera menegakkan badannya saat sadar ia sedang berhadapan dengan wanita pertama yang ditakutinya.

Eomma Kyuhyun berdiri sambil melipat tangan di depan dadanya. “Bereskan rumah ini sebelum kami kembali! Eomma mau pergi dengan Hyejin sebentar!” Ujar eomma Kyuhyun lalu menarik Hyejin keluar dari rumah.

“Eomma!! Eomma!!” Kyuhyun berlari menyusul kedua wanita itu.

“Eommoni,” ujar Hyejin menghentikan langkah eomma Kyuhyun.

Eomma Kyuhyun menatap Hyejin yang sedang tersenyum padanya. “Wae? Biarkan saja dia yang membersihkan rumah,” kata eomma Kyuhyun kepada Kyuhyun yang berdiri di depan pintu, berhasil menyusul mereka.

Hyejin tersenyum kepada eomma Kyuhyun. “Aku belum mandi,” ujar Hyejin.

“Aku tidak perlu mandi. Kau tetap terlihat cantik,” sahut eomma Kyuhyun lalu menarik Hyejin masuk ke dalam mobil. Kyuhyun kembali berlari menyusul eomma-nya dan Hyejin ke mobil.

Kyuhyun mengetuk-ngetuk kaca mobil dengan wajah memelas seperti anak anjing yang sedang kelaparan dan tidak punya tempat tinggal. “Eomma… Eomma..”

Nyonya Cho menurunkan kaca jendela di sebelah Hyejin dan melihat anaknya yang masih acak-acakan akibat baru bangun tidur. “Waaaaae, Cho Kyuhyun-ssi? Aku menyuruhmu membereskan rumah. Kenapa kau masih di sini?” Tanya eomma Kyuhyun dengan gemas.

“Eomma mau kemana dengan Hyejin?” Tanya Kyuhyun sesopan mungkin.

“Jalan-jalan pagi. Kau tidak boleh ikut!” Sahut nyonya Cho dengan galak.

“Aku tahu. Jam berapa pulang?”

“Suka-suka eomma.”

“Eommaa…” Kyuhyun mulai merengek. “Eomma akan berjalan dengan ibu calon anak-anakku. Aku berhak tahu kan jam berapa kalian pulang?”

“Bersihkan saja dulu rumahmu sampai mengkilap baru kami pulang. Bye!”

Hyejin menatap Kyuhyun sambil tersenyum menikmati pertengkaran kecil ibu dan anak yang sangat lucu ini. “Aku tidak akan lama. Turuti saja perintah eommoni. Ya?” Hyejin kemudian mencium Kyuhyun dengan lembut tepat di bibir pria itu. “Baik-baik di rumah. Aku akan bawa bubur kesukaanmu nanti untuk sarapan.”

Kyuhyun mulai menyengir lebar. Ia melemparkan senyum paling manis untuk eomma-nya. “Aku akan membereskan rumah secepat kilat biar kalian semakin cepat pulang,” kata Kyuhyun lalu berdiri menjauh dari mobil dan melambaikan tangannya. “Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa,” balas Hyejin sambil melambaikan tangannya juga sedangkan eomma Kyuhyun langsung menaikkan kaca jendela mobil dan memerintahkan supir untuk membawa mereka ke restoran bubur kesukaan Kyuhyun.

“Hyejin-ah,” ucap eomma membuat wanita yang dipanggil namanya itu menengok kepadanya. “Aku minta maaf kalau ada perbuatan Kyuhyun yang menyusahkanmu apalagi menyakitimu. Aku tidak tahu apa maksudnya tapi aku yakin ia mencintaimu, sayang.”

Hyejin tersenyum lembut namun kemudian ia tertawa, membayangkan Kyuhyun berlutut memohon agar boleh memakai ruang tv dengan teman-temannya untuk nonton bola bersama. “Kyuhyun tidak pernah menyusahkanku, eommoni. Anak eomma yang satu itu sangat baik. Terlalu baik malah.”

“Kau serius? Dia kan selalu sibuk pasti jadi jarang memperhatikanmu. Sekalinya ada waktu, dia malah main dengan teman-temannya.”

Hyejin kembali tertawa, dengan sopan, kepada nyonya Cho. Kyuhyun yang baru tidur sejam sepulang dari Taiwan rela menyadarkan diri sepenuhnya untuk menemani Hyejin mencari kue mochi di jam 3 pagi. “Tidak emmoni. Dia selalu memperhatikan aku kok. Sekali-sekali saja dia main dengan temannya,” ujar Hyejin meyakinkan eomma Kyuhyun.

“Masa? Ini karena kami terlalu memanjakannya dari kecil. Maklumlah dia magnae di keluarga Cho jadi dia agak egois dan manja tapi dia tidak jahat. Percayalah padaku,” kata nyonya Cho dengan penyesalan atas tingkah laku anaknya.

Hyejin tersenyum. “Eommoni… Kyuhyun itu pria terbaik yang pernah aku temui seumur hidupku. Dia tidak pernah menelantarkanku. Sungguh! Minggu lalu dia seharian penuh berada di rumah untuk menemaniku. Aku tidak memperbolehkannya keluar semili pun karena aku ingin bersama dengannya. Dan eomma tahu apa yang dilakukannya? Dia membatalkan semua acaranya demi aku. Makanya minggu lalu dia tidak masuk kantor. Maafkan aku ya, eommoni.” Hyejin meminta maaf tidak lupa senyum cerianya untuk meluluhkan eomma Kyuhyun.

Eomma Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. “Kau serius? Kyuhyun seperti itu?” Tanya eomma Kyuhyun agak tidak percaya.

Hyejin dengan mantap menganggukkan kepalanya. “Aku serius, eommoni. Kalau dia mau pergi, pasti minta izin dulu padaku. Kalau moodku sedang jelek, aku tidak memperbolehkannya, dia akan menemaniku di rumah. Kalau aku memperbolehkannya, dia akan pulang sebelum jam 10 malam. Setiap malam dia juga memijit tubuhku yang pegal-pegal. Dia tidak pernah mengeluh setiap aku mengeluh mual, pegal, ingin ini, ingin itu, tidak ingin itu, tidak ingin itu. Anak eommoni itu sungguh baik. Aku wanita paling beruntung.”

Nyonya Cho menatap Hyejin dengan mulut terbuka. “Aku tidak menyangka dia bisa berubah seperti itu. Maksudku, sebelum bersamamu, dia tidak seperti itu. Dia agak egois, semua keinginannya harus terpenuhi. Dia juga manja, apa-apa harus mendahulukan dia. Tidak separah anak-anak lain sih tapi tetap saja aku tidak menyangka dia bisa berubah.”

“Mungkin karena dia sudah mau jadi seorang ayah?” Tanya Hyejin yang menyadari sedikit perubahan pada diri Kyuhyun.

“Mungkin saja.”

Nyonya Cho tersenyum lalu mengelus perut Hyejin yang membesar maju ke depan. “Sehat-sehat ya, sayang,” ucap eomma Kyuhyun kepada calon cucu yang masih berada di perut Hyejin.

Kyuhyun tersenyum puas dengan rumahnya yang sudah mengkilap sesuai titah nyonya Cho senior. Semua botol sudah dibuang ke tempat sampah begitu juga makanan-makanan ringan tidak ada yang berantakan. Minho, Changmin dan teman-teman lain sudah angkat kaki setelah mempertanggung jawabkan andil mereka dalam memberantakan rumah Kyuhyun.

“Mereka sudah bisa pulang,” gumam Kyuhyun lalu menelepon Hyejin. “Rumah sudah rapi. Silahkan pulaaaaaaang!!! Hehehehehehe.”

Bukannya suara Hyejin yang didengar melainkan suara eommanya. “Kami tidak jadi pulang. Aku ingin Hyejin menginap di rumah. Appa dan nuna sedang pergi ke Hongkong. Eomma tidak mau tinggal sendirian di rumah.”

“Lalu bagaimana denganku?”

“Terserah. Eomma tidak tahu.”

“Eommaaaaaa….” Rengek Kyuhyun sambil menghentak-hentakkan kakinya membuat wanita tua itu buru-buru menutup teleponnya. “Eomma! Eomma!” Kyuhyun berteriak-teriak kepada handphonenya tapi ia tidak mendengar suara apapun kecuali bunyi ‘tut’ berkali-kali.

Tut. Tut. Tut. Tut. Tut.

Hyejin memandang geli nyonya Cho yang sedang tersenyum girang karena berhasil mengerjai anaknya. “Kita lihat apa yang akan dia lakukan.”

“Aku yakin sebentar lagi dia akan muncul di depan pintu,” kata Hyejin yakin.

“Ya sudah kalau begitu,” sahut eomma Kyuhyun tidak terlalu peduli. Ia kemudian mengajak Hyejin masuk ke ruang makan. “Aku membuat sup untukmu. Walaupun kau sudah sarapan kau harus tetap makan. Ibu hamil harus banyak makan.”

Hyejin memandang semangkuk sup ayam buatan nyonya Cho yang merupakan makanan favorit Hyejin no.1. Dengan senang hati, Hyejin menyantap sup tersebut dengan lahap bahkan sampai nyaris habis. “Eomma, aku habiskan ya supnya?”

“Habiskan saja. Nanti eomma masak lagi.”

Ting tong. Ting tong.

Hyejin dan nyonya Cho saling menatap, deretan rapi gigi mereka terpamer indah satu sama lain. “Itu pasti Kyuhyun,” ujar Hyejin lalu buru-buru menghabiskan makannya.

Eomma Kyuhyun sudah berjalan lebih dulu menuju interkom untuk melihat siapa yang memencet bel rumah, Hyejin mengikutinya setelah berhasil menelan suapan terakhir sup ayam-nya.

Hyejin tersenyum lebar melihat Kyuhyun yang sedang berdiri di depan pintu dengan pakaian yang sama seperti yang dia pakai semalam. “Tuh kan, dia langsung datang,” kata Hyejin kepada eomma Kyuhyun.

“Dia benar-benar berubah,” ujar eomma Kyuhyun lalu memencet tombol agar bisa berkomunikasi dengan anaknya. “Kyuhyun-ah.”

“Eommaaaaa…” Rengek Kyuhyun dengan muka memelas yang terlihat jelas di depan interkom. “Buka pintunya. Eommaaaaa…”

Nyonya Cho mematikan komunikasi dengan anak laki-laki satu-satunya yang dimilikinya itu. “Dia tetap anak manja bagiku. Hyejin-ah, kau saja yang buka pintu,” perintah nyonya Cho yang memilih ke kembali ke dapur dibanding membukakan pintu untuk anaknya.

Dengan tersenyum geli, Hyejin membukakan pintu untuk Kyuhyun yang langsung memeluk dan menciumnya dengan mesra, tidak lupa dengan perut buncit istrinya. “Eommoni ada di dapur. Segera temui sana.”

Kyuhyun pun mencari eommanya ke dapur dan langsung memeluknya dengan erat begitu menemukannya. “Eommaaaaa…” Rengek Kyuhyun dengan manja seperti anak berumur 5 tahun yang begitu merindukan eommanya yang sudah lama tidak bertemu.

Eomma Kyuhyun tersenyum senang melihat pria di hadapannya. Ia memberikan kecupan di kening dan kedua pipi Kyuhyun dengan penuh kasih sayang. “Kau belum mandi. Mandi dulu sana. Habis gitu kita sarapan. Eomma sudah bawa bubur kesukaanmu. Eomma juga akan masak makanan kesukaanmu. Kau mau apa?” Tanya eomma Kyuhyun.

“Telur goreng, bulgogi, japchae, sup rumput laut, lalu…”

“Yaa! Ya!! Banyak sekali. Bulgogi dan sup rumput laut saja! Mandi sana!!!”

Nyonya Cho mendorong Kyuhyun menuju kamar mandi meskipun pria itu terus meneriakkan nama-nama makanan yang sedang ingin ia makan. “Aku hanya akan memasak bulgogi dan sup rumput laut! Titik!”

“Eommaaa…..” Rengek Kyuhyun dari dalam kamar mandi yang tentu saja tidak dipedulikan oleh eommanya.

Hyejin mengelus perut buncintnya sambil berusaha agar tawanya tidak meledak semakin keras melihat tingkah pasangan ibu dan anak yang paling menantikan kehadiran bayi yang sedang berada di dalam perut Hyejin sampai 2 bulan ke depan.

Kkeut!
Xoxo
@gyumontic