“Wae ddo?” tanya Kyuhyun
“…”
“Masalah PMS lagi?”
“Ani”
“Yaa~ malhebwa.. wae ddo..” Kyuhyun mulai tak sabar
“Hyung~”
“Mwo? Wae Henry-ya?”
“…”


“Iisshh kau membuang-buang waktuku saja.. Malhebwa.. Sudah setengah jam aku menemanimu tapi kau hanya tarik nafas buang nafas.. Aku ini sibuk.. Kau tidak lihat cafe ku sedang ramai? Jangan bilang kau hanya mau kopi gratis..”
“Hyung~”
“Aish mending aku main game kalo begini”
“Hyuuunngg~! kau tega sekali.. Aku sedang galau malah mau kau tinggal main game..”
“Makanya ceritakan.. ppali.. kau kenapa lemah lesu tak bertenaga begitu.. kenapa dengan HyunAh?”
“Hah? Bagaimana kau tau?”
“Yaaahhh paboya memang nya karena apalagi? Siapa lagi yang bisa membuatmu begini!”
“Jadi begini Hyung….”

———————————–

“Yeoboseyo~…”
“Baby Hyun, eodiya~?”
“Aku di dorm tapi mau pergi. Wae~?”
“Kemana? Bukannya kau sedang tak ada jadwal Baby Hyun?”
“Ah.. aku mau menemani Hyejin.. Asian Games Opening Ceremony.. Hyejin mau melihat oppanya.. Jaejoong oppa.. Sekalian kami mau mendukung EXO..”
“Yaahh kita tidak kencan dong?”
“Mian Baby Hen..Ottokeee? Aku sudah terlanjur janji dengan Hyejin..Kau tidak marah kan? ”
“Tapi kita bisa kencan besok kan?”
“Aku sepertinya akan pergi 2 hari.. Setelah itu kami akan pergi dengan Jaejoong oppa.. Soorryyyy..”
“Araasseeooo”
“Kita kencan next week aja ya? Aku akan menemanimu kemana saja, memasakkan makanan kesukaanmu, melakukan apa saja yang kau mau.. Otte?”
“Woaaaa.. Promise?”
“Promise”
“Call”
“Great! I love you, Baby Hen”
“I love you more, Baby Hyun”

———————————–

“Lalu? Apa masalahnya?” tanya Kyuhyun
“Aku belum selesai cerita, Hyung” jawab Henry
“Yaa~ aku tak butuh cerita lovey dovey mu itu.. Langsung saja..”
“Arraseo.. Oiya memang kau tidak apa Hyung, Hyejin datang untuk Jaejoong~ssi?”
“Ah itu sudah biasa.. Aku tidak akan jealous dengan siapapun.. Karena apa? Karena aku tau aku ini satu-satunya namja bagi Hyejin.. Hahaha.. Sudah lanjutkan saja ceritamu..”
“Lalu waktu aku bertemu dengannya beberapa kali…..”

———————————–

“Kau baru dari toko bunga, Baby Hyun?” tanyaku begitu masuk ke dorm SG dan melihat HyunAh sedang merangkai bunga segar di vase.
“Ani”
“Bunga kiriman?”
“Eung”
“Dari Goddess?”
“Ani”
“From who?”
“Yoochun oppa”
***********

~ ima doko ka de dare ka ga
tsurai kimochi de
hitori kiri
nemurenu yoru wo
sugoshite iru no nara
sono kokoro ni
hikari sasu made
yorisotte ireru kara
like a melody and harmony in love~

Handphone HyunAh berbunyi

‘Hmm aku tidak pernah dengar ringtone ini dari handphone HyunAh’

“Ne~ oppa?” seru HyunAh saat mengangkat telpon nya

‘Oppa? Ah mungkin Yunho Hyung atau Joonie Hyung atau Yonghwa, siapa lagi’

“Na? Sudah.. Oppa? Sudah sarapan?”
“Eung, tidurku nyenyak semalam. Oppa?”
“Iya, untunglah kalau begitu.. Padahal kita mengobrol sampai malam. Hehehe.”

‘Mengobrol sampai malam? Ah.. sepertinya Yonghwa’

“Ani, aku tidak sibuk”

HyunAh mulai beranjak dan berjalan menuju dapur sambil tetap mengobrol

“Bunga? Ne, sudah aku terima, tentu aku suka”
“Hahaha.. mwo? Oppa hafal seleraku?”

‘Bunga? Yoochun~ssi???’
**************

“Gelangmu baru, Baby Hyun? Mana gelang yang biasa kau pakai?”
“Ah.. aku memberikannya dan mendapat ini sebagai gantinya..”
“Bertukar gelang?”
“Eung”
“Dengan siapa?”
“Yoochun oppa”
***********

~ima doko ka de dare ka ga
tsurai kimochi de
hitori kiri
nemurenu yoru wo
sugoshite iru no nara
sono kokoro ni
hikari sasu made
yorisotte ireru kara
like a melody and harmony in love~

Aku terbangun gara-gara suara handphone berbunyi. Aku melihat jam. Hampir tengah malam.

‘Siapa sih telpon tengah malam begini? Aahh ringtone ini lagi.’

Aku mencoba menggapai handphone HyunAh yang ada di meja kecil sebelah tempat tidur. Perlahan-lahan agar tak membangunkan si empunya yang terlelap nyenyak di pelukanku.

Yakk, dapat.. Tanpa memandang caller di layar handphone, aku mengangkatnya.

“Yeob..”

~Tut tut tut~

~Beep Beep~

Telepon terputus. Sebagai gantinya sebuah pesan masuk.

Aku telpon.
Sudah tidur ya?
Aku baru saja pulang.
Baiklah kalau begitu.
Good night, sleep tight.
See you tomorrow on my morning call..

“Mwoya ige? menghubungi Baby Hyun ku tengah malam.. Morning call? Huh?” omelku pelan

Aku melihat nama si penelpon dan si pengirim pesan

Chunnie Oppa
———————————–

“Aaahhh jadi Yoochun hyung” seru Kyuhyun tiba-tiba
“eo” jawab Henry singkat
“Kau jealous, Henry?”
“Yaa sedikit sih.. Hyung tidak pernah jealous?”
“Jealous? Sudah kubilang Hyejin hanya melihatku seorang ia tak mungkin tergoda yang lain. Jadi buat apa jealous.”
“Kau beruntung Hyung”
“Jadi kau meragukan HyunAh?”
“Tentu tidak”
“Lalu?”
“Aku curiga pada Yoochun~ssi”
“Hmmm benar juga.. Kita bicara mengenai Yoochun Hyung.”
“Memang kenapa?”
“Let me tell you something”
“Mwo?”
“Yoochun Hyung dan HyunAh..”
“Apa Yoochun~ssi HyunAh’s ex?”
“Aniii.. Aniii..”
“So?”
“Walau aku tau Yoochun Hyung dan HyunAh adalah bias dan no 1 fan.. Tapi aku selalu curiga ada sesuatu diantara mereka yaa you know.. crush.. dan yang lebih mengkhawatirkan lagi.. Yoochun Hyung itu Playboy kelas hiu, sudah bukan kakap lagi.. Ngomong-ngomong aku penasaran setelah kau baca pesan itu apa yang terjadi?”
“Ya itu Hyung.. Itu yang buat aku galau..”
“Oh jadi kau galau bukan karena kau penasaran hubungan antara Yoochun Hyung dan HyunAh?”
“Ani.. HyunAh sudah bilang tentang bias dan no 1 fan..”
“Lalu?”
“Kami bertengkar hebat Hyung”
“Lalu?”
“Ya aku mau minta saran bagaimana agar HyunAh tidak marah lagi padaku..”
“Yokshiii.. serahkan pada Hyungmu yang berpengalaman ini.. Nenek sihir pun sudah kutaklukkan.. Malhebwa..”
“Witch? Who?”
“Ah sudah lupakan kita fokus pada masalahmu saja. Ceritakan bagaimana kalian bertengkar”
“Begini….”

———————————–

“What? Kau mau pergi kemana? Dengan siapa?” tanyaku kaget
“Hyejin, Yoochun Oppa, Junsu Oppa. Jaejoong Oppa menyusul. Kami mau ke resort baru Junsu Oppa di Jeju. Ya sebetulnya sih Hyejin yang diundang oleh Junsu Oppa, tapi Yoochun Oppa minta agar Hyejin mengajakku juga. Aaahh baiknya Yoochun Oppa selalu ingat denganku..”
“Baby Hyun~ kau ini kenapa sih Yoochun oppa Yoochun oppa terus? Apa kau lupa kau berbicara dengan siapa? I’m your boyfriend. Kenapa kau bicara tentang namja lain sih!”
“Wae? Bukannya aku biasa cerita tentang Yonghwa oppa, Joonie oppa, Yunho oppa,  Minho bahkan Yesung oppa padamu? Kenapa sekarang jadi ngambek Baby Hen?”
“Ya mereka beda. Mereka oppadeul dan dongsaengmu”
“Yoochun oppa juga oppaku. I’m his no 1 fan!”
“Tapi dari pertama kita pacaran ia tak pernah muncul. Kenapa sekarang? Apa dia tau kau punya namchin?”
“Ani. Dia belum tau. Dia sangat sibuk, mungkin baru sekarang dia sempat menghubungiku. Aku rencananya akan…”
“Ini semua gara-gara kau datang ke Opening Ceremony itu”
“Aku malah bersyukur tau, aku datang. Jadi bertemu dan bisa contact dengan Yoochun Oppa lagi.”
“See? That’s the point”
“Are you jealous?”
“Who? Me?”
“Ya siapa lagi?”
“….”
“Kau selalu memuji wanita-wanita cantik di TV, kau fans Lee Hyori, kau dekat dengan Amber, apa aku pernah protes? Apa aku jealous?”
“Tapi aku tidak pernah telpon-telponan dan berkirim pesan dengan mereka Baby Hyun, tengah malam lagi”
“Tapi kan aku hanya mengobrol.. Kau sudah baca semua pesannya padaku. Apa ada yang berlebihan?”
“Semua tampak berlebihan” gumamku
“I’m his no 1 fan. Aku dan Yoochun oppa tau itu. Hubungan kami memang begini once in a while. Wae? Because this is his fan service for me. Yes it’s special. Wae? Because I’m his first fan”
“….”
“Kau tidak perlu marah-marah Baby Hen. Kalau kau tanya baik-baik aku akan jawab semuanya. Aku juga belum selesai bicara kau sudah potong.”
“….”
“Aku berencana mengobrol banyak dengan Yoochun Oppa di resort, termasuk menceritakanmu padanya. Tapi entahlah apa tetap perlu menceritakanmu padanya.”
“Wae?”
“Aku mau kita break dulu.”
“WHAT?”
“Baby Hyun.. Baby Hyun..”

HyunAh meninggalkanku menuju kamarnya

“Yaa~ yaa~ Baby Hyun buka pintunya”
“Kau pulang saja, aku tak ingin bicara lagi denganmu hari ini.”
“Araseo tapi besok aku datang lagi ya Baby Hyun? Ani.. Ani.. telpon saja cukup kalau kau tak mau aku datang”
“Eung? Kita tidak usah break ya. I’m sorry Baby Hyun.. It’s my fault, kita bicara lagi besok ya? Ya?”
———————————–

“Aaarrgghhh bagaimana ini Hyung? Sudah 3 hari Baby Hyun ku tak mau menemuiku, tak mengangkat telponku, tak membalas pesanku..Ottokeee?”
“Jjamkanman..”
“Wae Hyung? Apa kau sedang berpikir juga? Apa sebaiknya aku berlutut didepan dorm SG sambil membawa bunga semalaman ya Hyung? Argh, aku tak mau kehilangan Baby Hyun ku. Ini semua salahku sudah tau banyak pria tampan yang mengelilingi HyunAh dan siap kapan saja menerima HyunAh aku malah mencari gara-gara. Argh.. Hyuunngg~?”
“Apa katamu tadi? Hyejin diundang Junsu Hyung ke resort baru nya??”
“Eo, wae? Bagaimana Baby Hyun ku Hyuunngg”
“KIM.. JUN.. SU. Aish”
“Wae Hyung? Raut wajahmu tak enak”
“Bersiaplah kau Song Hyejin, beraninya tak bilang padaku!”
“Wae Hyung? Ada masalah?”
“Ada! Dia musuh bebuyutanku!” Kyuhyun mengepalkan tangan nya dan segera beranjak dari tempatnya
“Yaa~ Hyung~  Yaa~ kau mau kemana? Bagaimana denganku?” Teriakku

“YAAAA SONG HYEJIN, KAU MAU MATI?”

Aku mendengar teriakan Kyuhyun dari kejauhan. Tampaknya ia langsung menelpon Hyejin.

“Waaee? Ada apa dengan Kim Junsu, Song Hyejin? Musuh bebuyutan? Aisshh, Hyung itu.. katanya tidak pernah jealous.. tidak ada namja yang ia khawatirkan.. Cih!”

~Rrrrrr Rrrrrrr~

Handphoneku bergetar

“Eo Baby Hyun~ Akhirnya kau menelponku~..”
“Ah aniiii, tentu saja aku tidak marah lagi padamu, kapan aku marah~…”
“Kau mau aku ke dorm SG sekarang?”
“Dalam waktu 1 jam??”
“Ah annii aniii aku tidak sibuk”
“A bouquet of red roses?”
“Ahh aniii aniii gwaenchana tentu aku tak keberatan aku akan bawakan”
“Eoo araseoo.. See you.. I love you Baby Hyun~”

‘Ottoke? Baby Hyun ku memang akan selalu menang atasku.’

Kkeutt!