Sebelum aku membuat FF dengan judul di atas, aku mau mengenalkan dulu dasar-dasar FF ini kayak cast dan lokasi. Okay??

Setiap FF ini akan mengambil satu lokasi aja yaitu Starlight Gangnam Apartement, entah di kamar, restoran, minimarket, fitness centre, swimming pool atau di halaman parkir sekalipun. Pokoknya gak jauh-jauh dari itu. Cas inti yang dipakai udah couple dimana mereka menempati masing-masing satu apartemen di Starlight Gangnam. Adapun cast yang pasti muncul :
1. Cho Kyuhyun – Song Hyejin, pasangan suami istri penghuni apartemen nomor 203 dan 204 (dua unit apartemen yang jadi satu. Bisa bayangin gedenya kan?). Tipe santai saking udah kelamaan bersama. Sering berantem tapi cepet baikan.
2. Choi Siwon – Kang Hamun, pasangan muda yang baru menikah, penghuni apartemen nomor 407. Tipe pasangan yang sweet (maklum aja, baru nikah). Mereka beda usia 9 tahun jadi jangan heran kalau Siwon manjain Hamun pakai banget.
3. Mun Eric – Park MinAh, pasangan suami istri yang paling lama menikah, tinggal di apartemen nomor 903. Tipe pasangan cuek, punya dunia mereka sendiri tapi gak pernah ketinggalan berita terbaru yang terjadi di sekitarnya.
4. Lau Henry – Jung HyunAh, pasangan paling dorky yang selalu mesra dimana pun mereka berada. Gak pernah berantem. Menempati apartemen nomor 809.
5. Kim Woobin – Choi Jihyo, evil couple. Woobin suka ninggalin Jihyo karena sibuk urusan kemana-mana ujungnya Jihyo suka jahil ke tetangga-tetangganya tapi langsung berubah kalau Woobin pulang. Tinggal di apartemen nomor 505.

Kalau nanti ada cast-cast lain yang muncul akan dijelaskan dalam FF apa peran mereka dan fungsinya muncul di FF… Hahahhaaa…

Semoga pada suka ya… Silahkan membaca!!!!

—-

“Oppa!!! Oppaaaa!!!” Teriak MinAh dari balkon apartemennya membuat Eric yang sedang bercukur di kamar mandi buru-buru berlari menghampiri MinAh meskipun masih banyak foam cukur kumis dan janggut di sekitar pinggiran mulutnya.

“Waaaae???” Keluh Eric yang sekarang sudah berada di samping MinAh mengikuti arah MinAh berdiri, menghadap balkon tetangga di seberang mereka. “Omona!!!”

Eric menganga lebar saat melihat seorang wanita seksi muncul di balkon itu hanya dengan menggunakan tank top dan celana pendek sepangkal pahanya. “Wow!!” Komentar Eric membuat MinAh terpaksa menutup mata Eric dengan kedua tangannya dan menarik Eric kembali masuk ke dalam apartemen.

“Oooppppaaaaa!!!” Teriak MinAh nyaris membuat gendang telinga siapapun yang mendengarnya hampir pecah. Eric buru-buru menyumbat kedua lubang telinganya dengan kedua tangannya.

“Aaaah!!! Waee? Kenapa kau teriak-teriak begitu?”

“Oppa sendiri kenapa melihat tetangga baru sampai seperti itu?! Kayak gak pernah lihat perempuan saja! Dasar genit!!! Genit! Genit!” Teriak MinAh lagi sambil memukuli Eric sekuat tenaganya yang tentu saja tidak berasa sama sekali di badannya yang besar dan kulitnya yang tebal itu.

“Waee?” Eric lagi-lagi bertanya. Kali ini ia sambil membuka kedua tangannya. Tampangnya tidak terlalu kebingungan. “Aku hanya melihatnya karena dia seksi. Itu saja. Setiap pria yang melihatnya pasti akan bereaksi sama sepertiku. Selain itu, salahmu juga kenapa menyuruhku ke balkon tadi.”

MinAh nyaris menjambak rambut Eric untuk menyalurkan kekesalannya tapi menyadari Eric baru saja mencukur habis rambutnya kemarin, tidak ada yang bisa dia raih jumput dengan tangannya. Sehingga MinAh dan menggeram kesal. “Pokoknya kalau Oppa genit-genit begitu, Oppa tidur saja di luar.”

Eric memiringkan kepalanya ke kanan lalu ke kiri seolah sedang menimbang-nimbang ancaman MinAh dalam pikirannya. “Euumm… Boleh juga. Kalau aku tidur di balkon, aku bisa puas melihat tetangga baru kita yang seksi itu. Aku mungkin bisa menyelinap ke apartemennya. Tapi…agak jauh ya? Tidak usah deh. Melihatnya saja sudah cukup. Aaashh, menyenangkan!”

Eric tertawa lebar sambil berlalu meninggalkan MinAh untuk kembali mencukur kumis dan jenggotnya yang baru habis setengah. Kekesalan MinAh sudah di ubun-ubun. Dia menyusul suaminya ke kamar mandi hanya untuk memberi pelajaran.

“Yaaak! Yaaak! MinAh-yaa!!! Aku hanya bercanda! Ampun! Ampun!” Seru Eric saat MinAh datang menggigit lengannya yang kekar itu dengan gigi MinAh yang setajam serigala.

—-

“Baby Hyuuuuun, aku pulaaaaang!!” Teriak Henry begitu memasuki apartemennya dengan beberapa kantong plastik di tangannya hasil berbelanja di minimarket di lantai dasar.

“Baby Heeeeen!!!” Sahut HyunAh menyambut kepulangan suaminya dan langsung mengambil alih belanjaannya. “Semuanya ada kan?”

Henry menganggukkan kepalanya. “Aku bahkan membelikanmu yogurt kesukaanmu. Aku lihat di kulkas sudah mau habis,” kata Henry berhadiahkan sebuah kecupan di pipinya.

“Aigoo, kau memang perhatian sekali. Gomawo, Henry-yaa!!!” Ucap HyunAh lalu membawa belanjaannya ke dapur untuk segera diolah menjadi makanan kesukaan Henry.

Henry duduk di depan televisi dengan kaki berselonjor ke atas meja yang berada tidak jauh di hadapannya. “Kita punya tetangga baru ya?” Tanya Henry sambil mengganti-ganti channel televisi, pada dasarnya Henry tidak tahu apa yang mau dia tonton.

HyunAh menyahut sambil memasak dari dapur, “Aku tidak tahu. Aku belum ketemu siapa-siapa pagi ini.”

“Iya. Tadi aku ketemu seorang wanita di minimarket. Aku belum pernah melihatnya. Aku pikir kau sudah kenal. Biasanya kan kau tidak pernah ketinggalan berita,” kata Henry mengingat istrinya adalah sahabat kental Park Minah, penghuni paling terdepan soal berita-berita di sekitar Gangnam Starlight.

“Tidak. Nan mollaseo,” sahut HyunAh lagi. HyunAh kemudian mengambil handphone dari saku celananya. Ia mencari kontak MinAh dan segera mengirimkan sms pada sahabatnya itu sambil tetap berbicara dengan Henry, “Lalu kau berkenalan dengannya?”

“Ani. Dia pergi saat aku masuk. Kami berpapasan di pintu. Dia menyapaku tapi aku tidak kenal.”

“Lalu kau balas?”

“Dia hanya memberikanku senyuman lalu pergi. Daripada aku dibilang sombong ya aku balas tersenyum.”

“Eung.”

HyunAh sudah fokus membaca sms dari MinAh.

Iyaaaaaa, Jung HyunAh!!! Ada tetangga baru di seberang apartemenku. Beda tower sih tapi tepat berada di depan kamarku!!! Wanita itu seksi sekali!!! Aku sampai harus menggigit Eric Oppa karena ia memandangi wanita itu dengan mulut menganga. Wae? Wae? Wae? Kau juga melihatnya? Kau harus berhati-hati kalau begitu. Aku sudah menyelidikinya. Aku dengar ia sudah janda. Jangan sampai Henry melihatnya! Kalau Eric Oppa nakal, aku bisa menghajarnya. Kalau Henry? Kau mana tega. Mencubitnya saja kau butuh berpikir 3 kali. Aiiish, pokoknya kau harus hati-hati HyunAh!

Itu sms terpanjang yang pernah dikirimkan MinAh kepada HyunAh selama mereka bersahabat dan menjadi penghuni tower apartemen yang sama di Gangnam Starlight.

HyunAh menyimpan handphonenya dan kembali bicara dengan Henry, “Apa wanita tadi itu cantik?”

“Tidak terlalu. Tapi tubuhnya bagus. Tadi ia memakai hotpants pendek dan kaus ketat yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Aku tidak terlalu memperhatikannya.”

HyunAh mematikan kompornya, menutup pancinya kemudian mendatangi Henry. “Kau tidak boleh berkenalan dengannya,” ujar HyunAh tiba-tiba membuat Henry terkejut.

“Baby Hyun… Kau mengagetkanku,” kata Henry nyaris melompat dari sofanya. “Waee?”

“Kau tidak boleh berkenalan dengan wanita itu,” ulang HyunAh lagi dengan galak tapi entah kenap terdengar sangat memelas.

“Waeee?” Henry buru-buru meralat ucapannya. “Maksudku mwo?”

“Kau tidak boleh berkenalan dengan wanita itu, baby Hen. Aku mohooon,” ulang HyunAh untuk ketiga kalinya dan kali ini benar-benar terdengar sangat memelas.

Henry tersenyum kepada istrinya lalu menarik HyunAh agar duduk di sebelahnya. “Aigoo, baby Hyun…” Ucap Henry sambil mengelus-elus rambut HyunAh dengan lembut. “Aku tidak tertarik dengannya. Dia memang seksi tapi aku tidak suka. Bagiku, kau lebih seksi daripada wanita itu. Kau itu, memakai celemek begini saja sudah seksi, sayang.”

“Jinjja? Kotjimal!”

“Aku serius. Kalau aku tertarik pada wanita itu buat apa aku cerita padamu. Tenang saja, baby Hyun. Aku ini hanya cinta padamu,” kata Henry membuat HyunAh tersenyum lebar selebar-lebarnya dengan wajah tersipu malu-malu.

“Gomawo, baby Hen,” ucap HyunAh.

“Cheonmaneyo,” sahut Henry. “Ngomong-ngomong, masakanmu sudah selesai? Aku sudah lapar.”

HyunAh tersenyum lebar lagi. Ia tersenyum malu, salah tingkah. “Sudah selesai belum? Aku lapar.”

“Belum. Tadi aku meninggalkannya karena aku takut kau tertarik pada wanita itu,” jawab HyunAh diiringi seringaian bibirnya yang mungil. “Aku akan segera menyelesaikannya. Tunggu sebentar.” HyunAh segera berlari ke dapur, menyalakan kembali kompornya dengan kekuatan penuh agar sup buatannya segera matang.

—–

“Yeobooo, kau sudah selesai? Ayo berangkat,” seru Siwon dari depan pintu apartemennya kepada istri yang baru dinikahinya 1 minggu itu.

“Sebentar. Aku lagi mengunci pintu balkon,” sahut Hamun yang muncul tidak lama kemudian. Hamun menggelayut manja di lengan Siwon. “Kajja.”

Siwon tersenyum kepada Hamun lalu menepuk-nepuk kepala Hamun penuh kasih sayang. “Kajja,” sahut Siwon.

Hamun dan Siwon segera berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke basement, tempat dimana mobil Siwon diparkir.

Selama berada di dalam lift, hampir semua mata memandang iri kepada pasangan itu. Siwon tidak henti-hentinya mengelus rambut Hamun dan tidak sedetikpun melepaskan Hamun dari rangkulannya.

“Eommoni pasti senang melihatmu lagi,” kata Siwon dengan senyuman yang tidak pernah bisa hilang jika ia melihat Hamun.

Hamun tertawa kecil. “Eomma pasti lebih senang melihat Oppa. Semalam dia sms aku. Katanya ‘Hamun-ah, aku tidak sabar bertemu Choi seobang yang tampan itu. Aigooo’.”

Siwon ikut-ikutan tertawa. Pasangan suami istri itu tidak peduli dengan mata-mata iri yang menatap mereka. “Kalau aku tidak bisa membuat nyonya Kang jatuh cinta padaku bagaimana bisa aku menikahi anaknya? Eoh?” Siwon mencubit hidung Hamun dengan gemas.

Hamun mengikik. Orang-orang silih berganti keluar masuk lift tapi reaksi mereka tidak berbeda jauh setiap melihat Siwon dan Hamun. Mereka melihat pasangan itu dari atas sampai bawah kemudian berbisik-bisik sendiri. Telinga pasangan itu terlalu tuli untuk mendengarkan.

Ting!
Pintu lift terbuka di lantai basement. Hamun dan Siwon segera keluar sambil berangkulan. Siwon merangkul Hamun pada bahu gadis itu dan Hamun merangkul Siwon pada pinggangnya. Mereka masuk ke dalam mobil sambil tertawa-tawa.

“Silahkan, princess,” kata Siwon sambil membukakan pintu untuk Hamun dan kemudian menutupnya kembali setelah Hamun masuk.

Siwon masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya. Tapi baru sedetik mobilnya menyala, seorang wanita cantik datang mengetuk-ngetuk kaca jendelanya.

“Boleh minta tolong? Mobilku mogok. Aku tidak tahu apa yang salah,” kata wanita itu. Wanita itu menunduk rendah sehingga sedikit menunjukkan belahan dada di balik gaun ketat mini yang dipakainya.

Siwon tersenyum ramah lalu keluar dari mobilnya, membantu wanita itu mengutak atik sebentar mesin-mesin di bawah kap mobilnya.

Hamun melihat dengan seksama dari dalam mobil. Ia melihat bagaimana Siwon tersenyum pada wanita itu dan wanita itu balas tersenyum kepada Siwon.

“Gomawo,” ucap wanita itu dan Siwon baru kembali ke dalam mobil. Siwon meraih kemudinya, siap berangkat. Tidak sadar Hamun yang sedang memandangnya dengan tatapan dingin.

“Oppa, kita jadi pergi ke rumah eomma?” Tanya Hamun karena mobil mereka tidak bergerak-gerak juga dan tidak ada jawaban dari Siwon. “Oppa…”

Tangan Siwon memang sedang memegang setir mobil tapi matanya tidak terlepas dari wanita yang masih sedang sibuk mengotak-atik entah apa di kap mobilnya.

“Oppa,” panggil Hamun lagi dan Siwon belum tersadar.

“Oppaaaa!!!” Hamun akhirnya memutuskan untuk berteriak.

Siwon akhirnya mengalihkan pandangannya. “Wae? Wae?” Sahut Siwon gelagapan melihat Hamun yang sudah memasang tampang ngambek stadium 5 yang berarti pertanda buruk. “Mian, yeobo.”

“Kau selingkuh!” Tuduh Hamun tanpa ampun dengan mata berkaca-kaca.

Siwon melepaskan kemudi dari tangannya menggantikannya dengan tangan Hamun. Siwon menggenggam tangan Hamun dan lalu menyembahnya berulang kali. “Mian, Hamun-ah. Mianhe. Jeongmal mianhe. Aku tidak bermaksud selingkuh. Sungguh. Mianhe.”

Hamun mengabaikan Siwon sehingga pria itu kembali menyembah istrinya pada tangan wanita yang digenggamnya itu. “Maafkan aku. Mianhe, Hamunku yang cantik. Aku tidak selingkuh. Aku hanya melihatnya karena dia terlalu seksi. Itu saja. Maaf ya. Ya?”

“Kotjimal.”

“Sungguh. Aku tidak berpikir apa-apa saat melihatnya. Maafkan sifat dasar laki-lakiku. Serius aku tidak membayangkan apa-apa, sayangku,” ujar Siwon sungguh-sungguh minta maaf. Hamun tetap memasang wajah ngambek campur cemburu campur tidak percayanya. “Apa yang harus aku lakukan biar kau percaya? Eung? Ayolah, maafkan aku.”

Siwon memasang tampang memelasnya yang tentu saja langsung melumerkan Hamun. Hamun menghela nafasnya panjang. Dia selalu saja begitu mudah memaafkan Siwon kalau pria itu sudah memohon-mohon. Siwon memang bukan tipe pria yang akan mudah berselingkuh, Hamun tahu hal itu dengan jelas tapi sifat dasar laki-laki yang dimiliki Siwon tetap sering membuat Hamun mudah cemburu.

“Janji Oppa tidak akan mengulanginya. Arraseo?” Ujar Hamun yang sudah memaafkan Siwon meskipun belum tersenyum.

Siwon tersenyum. “Arraseo!” Sahut Siwon sambil tersenyum lebar lalu mengecup kening Hamun. “Kita pergi ke rumah eomma sekarang? Atau kau mau membeli es krim coklat dulu?”

Hamun baru tersenyum lebar, senang karena Siwon begitu mengenal dirinya. “Es krim coklat,” jawab Hamun dengan aegyonya yang membuat Siwon gemas.

“Kalau begitu, kajja!” Siwon menginjak pedal gas mobilnya dan mengemudikan kendaraan itu keluar dari basement menuju kafe es krim kesukaan Hamun sebelum pergi ke rumah keluarga Kang untuk acara makan bersama.

—-

Ting! Tong! Ting! Tong!

“Haiiiishh!!! Siapa sih itu?!” Seru Jihyo kesal karena menganggu ia yang sedang memarahi Woobin karena menemukan sms mesra dari mantan Woobin di handphone pria itu.

Jihyo meninggalkan Woobin untuk membukakan pintu. “Jangan kemana-mana! Aku belum selesai bicara dengan Oppa!” Seru Jihyo memaksa Woobin tetap duduk manis di tempatnya.

Jihyo membukakan pintu dan seorang pria menyelonong masuk dengan seenaknya yang langsung disambut Woobin dengan pelukan hangat. “Kyuhyun hyuuuung!” Sambut Woobin dengan wajah cerah dan senyum bahagia.

“Kau menyelamatkanku,” bisik Woobin tanpa terdengar oleh Jihyo yang sedang menatap kedua pria di depannya dengan sebal.

“Silahkan. Silahkan duduk, hyung. Sini. Sini.” Woobin menyuruh Kyuhyun duduk di sebelahnya, merangkul Kyuhyun dengan erat seolah tidak memperbolehkan pria itu pergi sesenti pun darinya.

Jihyo melipat kedua tangannya di depan dada. “Oppa!”

“Wae?” Sahut Woobin dan Kyuhyun bersamaan.

“Kyuhyun Oppa maksudku. Haiissh!” Ralat Jihyo.

“Wae?” Sahut Kyuhyun lagi dengan santai.

“Buat apa kau kesini?! Kau mengganggu urusanku dengan Woobin tahu!” Omel Jihyo namun tidak berpengaruh banyak pada Kyuhyun. Ia sudah kebal dengan omelan Jihyo, versi apapun.

“Aku kesepian. Hyejin sedang pergi ke Jeju. Berhubung kalian tetangga yang paling dekat, ya aku main saja ke sini,” sahut Siwon disambut tawa setuju oleh Woobin.

“Tapi sekarang waktunya tidak tepat. Kau pulang saja dulu sana ah!” Jihyo menarik Kyuhyun agar bangkit berdiri tapi Woobin menarik Kyuhyun agar kembali duduk dari arah yang berlawanan.

“Yaaa Oppa!!!” Teriak Jihyo dengan kesal.

“Waaaee?” Tanya Kyuhyun dan Woobin bersamaan. Kyuhyun dengan nada kesal sedangkan Woobin dengan nada santai namun jahil.

“Haisssh! Kalian berdua! Arrrgh!” Seru Jihyo dengan frustasi sambil menggaruk-garuk kepalanya meskipun tidak gatal.

“Kau kenapa sih? Matahari belum muncul sudah marah-marah,” kata Kyuhyun kepada Jihyo lalu berpaling kepada Woobin. “Kenapa istrimu ini eoh?”

Woobin hanya mengangkat bahunya dengan santai sambil tersenyum. “Tanya saja. Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja begitu masuk, langsung menyeretku ke sini.”

“Yaa Kim Woobin-ssi! Haiisssh!” Jihyo melempar sebuah bantal ke wajah Woobin yang langsung di tangkap dengan tepat oleh Woobin. “Kau masih tidak tahu kenapa aku marah?! Hahh?! Kopermu yang jelek itu saja tahu kenapa aku marah.”

“Memangnya kenapa?” Tanya Woobin polos.

“Yaaaa!!” Jihyo sudah siap dengan lemparan bantal keduanya. Kyuhyun buru-buru angkat kaki, pindah ke sofa yang berada di belakang Jihyo. “Matamu itu baru saja jelalatan lihat perempuan, Oppa!!! Kau itu baru saja pulang setelah meninggalkanku 2 minggu dan bukannya memeluk atau menciumku kau malah jelalatan melihat wanita tidak jelas itu!”

Kyuhyun menatap bingung kepada Woobin. “Yeoja?” Ucap Kyuhyun tanpa suara kepada Woobin yang dibalas dengan acungan dua jempol menandakan bahwa yeoja yang dimaksud kelas wahid.

“Waaw,” kata Kyuhyun. “Aku harus melihatnya nanti.”

Jihyo berbalik menghadap Kyuhyun. “Kau tidak ada bedanya!! Aku akan laporkan pada Hyejin eonni nanti!” Seru Jihyo membuat Kyuhyun diam seribu bahasa.

“Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian. Aku pulang dulu,” kata Kyuhyun lalu angkat kaki dari apartemen Woobin dan Jihyo.

“Hyuuung!!! Hyuuung!!! Kau mau kemana, Hyung??” Teriak Woobin panik namun hanya mendapat tatapan menyesal dari Kyuhyun.

“Kau pasti bisa menyelesaikannya, Woobin-ssi. Maafkan aku tidak bisa membantumu. Hwaiting!!” Ujar Kyuhyun sambil mengepalkan kedua tangannya memberikan semangatt untuk Woobin lalu meninggalkan pasangan itu dengan pertengkaran mereka.

—-

Kyuhyun masuk ke dalam apartemennya yang super besar tapi terasa sangat sepi karena tidak ada Hyejin yang selalu menemaninya. “Haiiish… Perempuan itu baru pulang lusa. Awas saja kau kalau menahannya lebih lama, Kim Junsu!!!” Geram Kyuhyun lalu membanting tubuhnya ke sofa.

“Aaaah… Hyejin-ah, baru setengah hari dan aku sudah merindukanmu,” kata Kyuhyun lalu mengambil handphonenya untuk menelepon Hyejin.

“Hyejin-aaaaaaaah,” panggil Kyuhyun dengan manja begitu Hyejin mengangkat telepon darinya.

“Waeyo, Kyuhyun-aaaaah?” Sahut Hyejin juga dengan suara manjanya senada dengan Kyuhyun.

Kyuhyun dan Hyejin sudah terlalu bersama, mulai dari berteman sejak kecil, pacaran 7 tahun, sampai sekarang telah menikah 3 tahun, jadi sudah kebiasaan mereka memanggil dengan nama masing-masing tanpa embel-embel kesayangan yang menurut Hyejin agak menjijikkan.

“Aku merindukanmu… Kau lagi apa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku baru mau makan malam. Jaejoong Oppa akan menjemputku sebentar lagi. Kau sudah makan malam?”

“Belum. Aku masih kenyang. Bagaimana liburan di Jeju? Menyenangkan? Resort Junsu hyung bagus?”

“Bagus sekaliii!!! Dia memperbolehkan kita menggunakan resortnya kapanpun. Gratis!!!”

Senyuman lebar mengembang di wajah Kyuhyun. “Tidak sia-sia aku mengijinkan kau pergi ke sana. Lalu apa saja yang kau lakukan di sana?”

“Eungg… Aku hanya berjemur, jalan-jalan dengan Jaejoong Oppa, makan, berenang. Sudah itu saja. Kau sendiri ngapain saja?”

“Aku baru balik dari apartemen Jihyo. Tadinya aku mau menginap di sana karena tanpamu apartemen ini sepi sekali rasanya. Tapi ternyata Jihyo lagi marah-marah. Jadi aku pulang lagi deh.”

“Jihyo marah-marah? Pada Woobin Oppa. Kenapa?” Tanya Hyejin heran. Jihyo bukan tipe yang hobi marah-marah pada pasangannya, berbeda dengan dirinya dan Kyuhyun.

“Ne. Jihyo marah-marah karena Woobin tertangkap basah memandang wanita lain. Aku tidak jelas pasti bagaimana tapi intinya begitu.”

“Mwo? Wanita? Wanita mana?”

“Entahlah tapi kata Woobin sangat seksi. Aku sih belum lihat jadi…”

“Yaak! Cho Kyuhyun! Jangan coba-coba untuk mencari tahu wanita itu selama aku tidak ada! Arraseo? Kalau sampai aku tahu kau mencari tahu, aku akan menghajarmu!”

Hyejin menunjuk-nunjuk lemari di hadapannya dengan galak meskipun ia tahu Kyuhyun tidak melihatnya tapi paling tidak dengan begitu, nada suaranya akan lebih meyakinkan Kyuhyun bahwa ia sedang memperingati suaminya itu.

Kyuhyun tertawa. “Jujur saja aku penasaran.”

“YAAK CHO KYUHYUN!!!” Kyuhyun buru-buru menjauhkan handphone dari telinganya saking kerasnya teriakan Hyejin. “JANGAN BERANI-BERANI MENCARI TAHU!!!”

“Kalau tidak sengaja tidak ketemu bagaimana dong?”

“AKU TIDAK PEDULI! POKOKNYA KAU TIDAK BOLEH KENAL WANITA ITU APALAGI DEKAT-DEKAT DENGANNYA!!!!” Teriak Hyejin lagi.

Kyuhyun tertawa kecil. “Arraseo. Arraseo. Aku tahu. Aku tidak akan melanggar perintahmu. Okay, sayang? Jangan marah-marah lagi ah. Nanti make up mu berantakan loh.”

“Aku sedang marah bukan sedang nangis,” kata Hyejin.

Kyuhyun tertawa semakin keras. “Jangan bohong. Aku tahu kau sekarang pasti sedang berkacak pinggang kesal lalu menunjuk-nunjuk entah apa yang ada di depanmu dan matamu sedang berkaca-kaca saking kesalnya. Iya kan?”

“Kau tahu darimana?” Tanya Hyejin. Ia tersipu malu karena Kyuhyun sampai mengetahui apa yang sedang ia lakukan meskipun tidak sedang melihatnya.

“Aku sudah mengenalmu dari ujung rambut sampai ujung kaki, luar dan dalam. Tentu saja aku tahu kau sedang apa tanpa perlu kau katakan, sayang. Aku hebat kan? Hahahahahahaa!”

Hyejin kehabisan kata-kata mendengar suaminya yang memang tidak pernah habis kenarsisannya. “Kau ini…”

“Hyejin-aaaaah!!!” Kyuhyun mendengar suara Oppa kesayangan Hyejin memanggil Hyejin dari handphonenya.

“Jaejoong hyung sudah memanggil tuh. Makan yang banyak sana. Badanmu itu sudah kekurusan. Sampai jumpa, sayang.”

“Sampai jumpa.”

Kyuhyun menutup teleponnya lalu mengirimkan pesan kepada Hyejin.

JANGAN MACAM-MACAM DENGAN KIM JUNSU ATAU KAU AKAN MATI!!!!!!! GRRRRR!!!!

KAU JUGA JANGAN GENIT-GENIT PADA WANITA!!! AWAS!!! Balas Hyejin tidak lama kemudian.

—-

Kkeut!!
Xoxo @gyumontic