“Uwaaaa so beautiful..”
“How can you be so cute..”
“Very handsome..”

Jujur saja suara agak melengking itu daritadi mengganggu ku..

‘Aahh yeoja dan anak-anak kecil, lengkaplah sudah penderitaanku.. Aku benar-benar mengantuk padahal..’

Mendengarkan musik lewat headphone saja tidak bisa, apalagi tidur..

‘Aaarrrgh aku ingin tidur.. Jadwalku cukup padat akhir-akhir ini untuk promo Sea Fog.. Liburan beberapa hari di Jeju pun tak berasa..’

Karena cukup kesal, mau tak mau aku jadi menoleh ke arah suara itu..

Daannn..

Aku tertegun dengan pemandangan yang kulihat..

Ternyata yeoja si pemilik suara melengking itu cantik sekali..

Jangan bayangkan ia berdandan bak model dengan heels, dress dan make up tebal serta hairdo nya yang wow..

Tidak..

Dia tidak seperti itu.. Penampilannya casual tapi fashionable.. Make up nya tampak natural dan hairdo nya effortless tapi tetap ok..

‘Hmm style nya unik, terlihat menarik juga’ pikirku yang secara tidak sadar sudah mengamati nya dari ujung kepala sampai kaki

‘Apa yang dipakainya semua rancangan designer terkenal? Sehingga ia tampak sangat menarik..’

Tanpa sadar aku semakin tertarik mengamati nya.. Ia sedang bermain dengan anak-anak kecil di lounge airport ini.. Tampaknya ia suka dengan anak kecil..

Ah, untung saja aku pakai sunglasses dan topi, jadi tidak akan ada yang mengenaliku dan menangkap basah aku yang sedang mengamati yeoja lekat-lekat.. Kalau sampai ketahuan bisa semakin abadi gelarku sebagai playboy..

Aku terus mengamatinya..
Entah sudah berapa lama..

‘Rasanya dia bukan orang Korea, dari tadi yang keluar dari mulutnya hanya English, wajahnya seperti orang Korea tapi ada bulenya’

‘Oh ternyata dia bisa bahasa Korea walau aksen nya agak aneh’

‘Oh ternyata dia sendirian dan anak-anak itu bukan anaknya’

‘Ah tampaknya dia juga sedang menunggu flight Jeju-Seoul’

‘Yaahh dia sudah mulai beranjak’

“Oh apa itu..” gumamku pelan saat melihat ada yang jatuh dari tasnya yang terbuka

Aku dengan sigap sedikit berlari dan mengambilnya

‘Passport.. US Citizenship.. Tiket..”

‘Ah nama yeoja itu Eleanor Jung, oh dia satu pesawat denganku’

Aku segera menyabet tasku kemudian berlari mengejarnya

“Excuse me, Ms. Eleanor Jung?” seruku agak terengah-engah setelah aku berhasil mengejarnya keluar lounge

Ia menoleh ke arahku

“Yes?” jawabnya sambil menatapku bingung

“Your passport and ticket” jelasku sambil menyerahkan passport dan tiket nya

Ia bergegas membongkar-bongkar tas nya dan tiba-tiba mendongak kearahku sambil tersenyum lebar agak nyengir

‘Astaga dia tidak hanya cantik tapi juga cute!’

Okay aku salah fokus..

“Right. I lost them. Thank you. How I can be so careless.” ucapnya

“Gwaenchanayo, ah I mean it’s okay”

“Ah are you Korean? Kamsahamnida” ucanya lagi

“Yes Ms. Eleanor Jung. Kalau aku tidak salah dari nama belakang anda..”

“Aku keturunan Korea. Ayahku orang Korea tapi sekarang sudah warga negara Amerika, Mr..”

“Ah namaku Yoochun. Park Yoochun. Apa mungkin kamu tidak mengenaliku Ms. Eleanor Jung?”

“Ah maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Jika iya maaf lagi aku memang pelupa. Kita bertemu dimana ya? Aku baru 2 minggu di Korea jadi semua wajah nampak sama. Harap maklum, Yoochun ssi”

‘Ah jadi dia tak mengenaliku? Sebagai seorang artis aku agak kecewa. Tapi tak apalah karena ia cantik jadi kumaafkan’

“Ah ani kita belum pernah bertemu Ms. E..”

“Panggil saja aku Elle”

“Ah ne, Elle ssi. Senang berkenalan denganmu”

“Ne senang berkenalan denganmu juga Yoochun ssi”

Kami terus mengobrol sampai tiba-tiba handphone Elle berbunyi.

“Sebentar ya” katanya manis

“Wassup? Yeah yeah I know.. Sorry.. I didn’t mean to..”

“Aku di Jeju”

“Yaaa~ kenapa harus berteriak sih! Ahh and stop call me by that name.. I’m not eonni.. Kita ini seumuran.. Just call me by my name, okay??”

“Naahhh.. That’s okay.. That sounds fine and way much better..”

“What? Menuruti semua perintahmu? 3 days?? Noooo waayyyy..”

“No no no, okay okay you win. Sepertinya kita harus tanda tangan kontrak supaya kau tau bisa berkutik lagi dan pasti akan menjadi icon line clothing ku..”

“Okay okay.. I’ll let you know when I’m there.. Hello? Hello?”

“Weird. Sambungannya terputus ” gumamnya

“Tadi sepupuku. Aku kabur 2 minggu ini. Aku ingin liburan soalnya.. Masa aku baru sampai Korea langsung kerja..” Elle menjelaskan padaku sambil tersenyum

Jujur saja aku semakin tertarik dengannya.. Aku tak hanya terpesona karena dia cantik, cute, menawan, perhatian dan penyayang.. Tapi aku mulai jatuh semakin dalam karena kepribadiannya yang terbuka dan ceria..

Tak terasa kami mengobrol lama sekali mulai dari diluar lounge, di boarding gate sampai flight kami dipanggil.

Jiwa gentleman ku keluar, aku menawarinya (sebenarnya sih memaksa) membawakan koper nya dan mengantar nya sampai tempat duduk nya..

‘Sepertinya Tuhan sedang sayang padaku’

“Elle ssi seat kita bersebelahan..” seruku terkejut sekaligus senang

“Oh Great! Aku jadi ada teman ngobrol!”  seru Elle bersemangat sambil tersenyum manis

Senyuman nya membuatku meleleh..

‘Ah begini rasanya’

Mungkin ini yang dirasakan yeojadeul dan fansdeul waktu aku melemparkan killer smile ku..

Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol.. Aku sempat bertanya tentang namanya yang unik..

Eleanor Jung..

Ayahnya orang Korea berkebangsaan Amerika dan ibunya orang perancis.. Jadilah namanya French-Korean..

Eleanor artinya ‘The Bright One’ katanya..

Sesuai dengan kepribadiannya yang open..

Sesuai dengan raut wajah dan ekspresinya yang cerah ceria..

Sesuai juga dengan tipe wanita idamanku..

‘Yes, she is the bright one, ddak joahae’ pikirku

“Apa profesimu?” tanyanya membuyarkan pikiranku

“Naega?” aku malah balik bertanya karena kaget dengan pertanyaannya

“Yes, you..” jawabnya bingung

“Seniman” jawabku, mana mungkin kubilang actor ato singer, terdengar sombong

“Kau?” lanjutku bertanya agar dia tak banyak tanya akan pekerjaanku

“Aku designer. Seniman apa?”

“Aku dekat dengan dunia film dan musik.”

“Aku dulu pernah tinggal di Amerika…” lanjutku tiba-tiba entah mengapa mulai menceritakan tentang diriku.

Entah karena tak mau ia bertanya lebih dalam tentang pekerjaanku atau karena aku merasa nyaman dan ingin dia tau sedikit tentangku.

Sambil kami mengobrol aku curi-curi pandang mengamati dirinya..

Tak ada cincin baik di tangan kanan maupun tangan kirinya..

Tak ada kalung dengan liontin cincin juga..

Tapi apa iya yeoja seperti dirinya belum punya pendamping..

Aku ingin menanyakan nya tapi nanti dikira tidak sopan..

Aku ingin merayu nya tapi nanti dikira playboy..

Ah masa bodoh..

Aku tak lagi curi-curi pandang, kini aku menatapnya lekat..

Elle terus bercerita tapi tampaknya mulai terusik pandanganku.

“Why?” tanyanya bingung

“Yeppo” jawabku

“Huh?” tanyanya semakin bingung

“You’re beautiful” ulangku

“Th.. Thanks” jawabnya terbata-bata

‘Dia tampak salah tingkah’

“Sunshine” kataku

“Eh?” dia bingung

“You’re bright like sunshine”

“Yoochun ssi~” pipi Elle mulai merah

‘Aahh jjinja joahae!’

“Joahae..” kataku terus terang

“S.. Sorry?” tanyanya, kembali terbata-bata dengan muka yang semakin merah

Pengumuman bahwa pesawat akan mendarat memutus obrolan seru kami

“Ani” jawabku sambil senyum-senyum dan memasang seatbelt ku

“Aahh gwiyeowo” lanjutku kemudian menoleh padanya yang sedang bingung

Aku tertawa

Bersamanya waktu sungguh tak terasa..

Kami telah sampai di Seoul..

Dengan enggan aku berdiri dan menurunkan koperku kemudian mengeluarkan ke gentleman an ku lagi dengan menurunkan koper nya dan memaksa membawanya..

Oke harus kuakui ini bukan gentleman tapi aku belum mau berpisah darinya..

Sesampainya di arrival gate, ingin kubawa lari saja koper pink yang kuseret ini agar si empunya mengejarku.. Tapi….

“Sampai disini saja Yoochun ssi” katanya membuyarkan pikiran anehku

“Oh okay” jawabku tapi tanganku tak mau melepaskan koper pink itu

“My luggage, please”

“Ah ne” aku dengan enggan menyerahkan kopernya

“Gomawoyo Yoochun ssi, senang berkenalan denganmu. You made my day. I’m glad you’re there with me. Aku jadi tidak kesepian.” katanya kemudian pamit dan berjalan menjauh menuju penjemputnya sambil melambaikan tangan tak lupa disertai dengan killer smile nya..

Sedangkan aku? Terbengong ditempatku berdiri, meleleh karena senyumannya sampai akhirnya aku dikagetkan oleh tepukan di bahuku..

Manajer ku yang datang menjemput rupanya.

Aku hanya menoleh sebentar kemudian tak menghiraukannya dan terus memperhatikan yeoja yang menjemput Elle, tampaknya ia manajer atau PA nya.

Bagaimana aku tau? Karena gayanya persis sama dengan manajer ku yang saat ini sedang menceramahiku tentang schedule ku besok, lusa dan seterusnya.

Mereka mulai berjalan menjauh..

Tiba-tiba aku teringat sesuatu..

Aku berlari mengejar Elle ssi..

“Yaaa yaaaa kau mau kemana??? Yaaaa~! Aku belum selesai berbicara! Yaaaaaaaaaa!!!! Dasar bocah tengik!” Aku tak mengindahkan teriakan manajerku

Aku terus berlari mengejar yeoja cantikku

“Elle ssi” seruku ketika aku berhasil meraih tangannya

“Ne?” tanya nya kaget

Aku menunduk, terengah-engah karena berlari

Aku mendongak

“Boleh.. aku.. minta.. no.. telponmu?” tanyaku sambil tetap memegang tangan nya

Hatiku berdebar kencang..

-tbc-