“Oppaaa~ ayolaaaahhh..” HyunAh merajuk

“Mwo? Blind date?”

“Ya kan nggak blind blind juga oppaaa, ini calon nya pilihan..”

“Eiiyyy.. tetap saja..”

“Aaahhh opppaaaaa~” HyunAh berkedip-kedip

“Rayuanmu, aegyomu kali ini tidak mempan!”

“Aishh” omelnya kesal

“Kau ini kenapa sih, fan no 1 ku? Kenapa kau sampai repot-repot buru-buru mencarikan oppa tampan ini seorang pendamping?”

“Oppa itu sudah lama menjomblo! Aku sudah gerah dengan image playboy mu itu!”

“Aku bukan playboy kok.. Kau kan tau itu.. Aku cuma..”

“Cuma suka merayu?” sahut HyunAh

“Hahahaha” aku tertawa

“Yoochun oppa… Jebaaall hentikan hobi merayumu itu.. Bisa-bisa gelar playboy mu itu abadi dan tidak ada yang mau denganmu!” omelnya

“Walaupun tak ada wanita yang mau denganku, kan masih ada kau Hyunnie.. Fan no 1 ku..”

“Eeiiyy.. Aku ini punya Henry!”

“Ck.. berani-berani nya dia merebutmu dariku..”

“Dia tidak merebutku! Oppa tu yang harus sadar, fan mu ini sudah punya namchin, jadi jangan seenaknya”

“Oohh aku tau.. Kau takut aku merebutmu dari Henry? Makanya kau coba-coba jadi mak comblang ku?”

“…”

“Atau…  jangan bilang kau takut tergoda olehku? ”

“…” HyunAh masih terdiam tapi kali ini muka nya bersemu merah

Ia segera berbalik badan kembali menuju dapurku untuk memasak

“Heeyyyy begitu rupanya yaaa?” godaku

“Eeiiyy, oppa apasih!” jawabnya sewot

“Siapa suruh jadian dengan Henry.. Coba kau tidak bersama Henry? Chance mu besar untuk jadi pacarku. By the way, Henry tau kau disini? Haruskah aku menelponnya?”

“OPPAAAAAA~!” HyunAh mulai mengamuk ia menoleh ke arahku sambil mengangkat pisau yang dipegangnya

“hahahahahaha” tawaku pecah

Setelah 30 menit akhirnya makanan luar biasa yang kutunggu jadi juga.. Walau sedang sewot masakan HyunAh tetap no 1. Lezat sekali. HyunAh jjang!

“Aku akan hidup tenang Hyunnie kalo kau memasakkanku seperti ini setiap hari. Kau jadi istriku saja, otte?”

“Oppa!”

“Araseo..araseo”

“Ayolah kau datang saja ke blind date itu. Biar kau cepat punya pacar lalu segera menikah.. Kau pensiun saja dari gelar playboymu itu..”

“Aku tidak suka blind date Hyunnie.. Terasa tidak natural.. Lagipula…”

“Oppa banyak alasan..” putus HyunAh sewot

“Dengarkan dulu alasanku yang terakhir..”

“Mwo?” tanyanya sambil meneguk air

“Aku sudah punya calon”

“Uhuk uhuk uhuk” HyunAh tersedak

“Nugu? Apa aku kenal? Apa dia artis? Bukan artis? Kenal dimana? Sudah berapa lama? Apa sudah official?” cerocos HyunAh

“Pertanyaanmu banyak sekali.. Waktu kau cerita tentang Henry aku tak banyak tanya sepertimu.. Aaahhh kau jealous?”

“Oppa malhebwa! Aku seriuusss.. Ayo jawab!”

“Mau tau aja, mehrong” jawabku singkat meninggalkan HyunAh di meja makan dengan berjuta pertanyaan menuju kamarku

Belum sempat aku membuka pintu kamar bel rumahku berbunyi

~ting tong~

“Hyun~ buka pintunya.. Mungkin itu manajer hyung.. Aku sedang menunggunya” suruhku pada HyunAh yang masih tampak berpikir

“Ne~” jawabnya menurut

“Aahh jjam.. Oppa kira aku ini pembantumu? Masak.. Buka pintu.. Nanti apalagi? Cuci baju dan bersihkan rumah?”  omel HyunAh sambil melepas celemek dan menuju pintu

Aku hanya tergelak..

Walau mengomel begitu HyunAh tetap membuka pintu untuk menyambut manajer Hyung

“Oohh.. Baby Henry!” pekiknya kaget

Aku menoleh..

“Ternyata benar kau disini Baby Hyun! Kenapa kau ada disini?? Daritadi aku telpon tapi tidak kau angkat. Aku cari kemana-mana tidak ada yang tau..” Henry bersuara

“Ttu ttu tunggu dulu Baby Hen.. Ini tidak seperti yang kau kira.. Handphone ku silent jadi aku tidak dengar.. Bukan bermaksud tidak mengangkat telponmu.. Aku juga sedang…” jelas HyunAh

“Hyunnie sedang memasak untukku” jawabku yang kini sudah muncul disebelah HyunAh

“Mwo?? Memasak? Untukmu? Baby Hyuunn~!”

“Ahhh mian mian” jawab HyunAh segera

Aku memandangi Henry dari ujung kepala sampai kaki..

Aku tak mengerti apa yang dilihat HyunAh dari bocah bernama Henry ini..

Dandanannya saja aneh bin ajaib kalau kulihat dari TV..

Tapi kali ini cukup normal.. Jeans.. Kaos.. Kemeja.. Topi.. Sneakers..

Mungkin karena dia cute ya..
Dan yaahh lumayan tampan juga..
Dan hmm katanya bertalenta..
Dia juga keren karena dari Amerika..
Wait..
Kenapa banyak juga ya alasannya..

Okay mungkin dia qualified untuk jadi namchin HyunAh.. Tapi tetap saja aku cukup sebal dia merebut perhatian fan no 1 ku ini..

“Buat apa kau minta maaf Hyunnie? Memang ada yang salah memasak untukku?” cerocosku pada HyunAh

“Wae? Kau tidak terima HyunAh datang kerumahku dan memasak untukku?” cerocosku pada Henry

“Ne aku tidak terima my girlfriend Baby Hyun ada disini apalagi masak untukmu” omelnya

‘Wah dia berani juga’

“Sudah.. sud..”

HyunAh berusaha menengahi kami, tapi aku belum puas mengerjai bocak tengik itu

“Come one, kita pulang sekarang!” perintah Henry dan segera menarik tangan kanan HyunAh

“Wait, dia disini bukan hanya memasak saja..” lanjutku sambil menarik tangan kiri HyunAh

“Oppaa~ jebal~ bisakah kau tak memperkeruh suasana?” bisik HyunAh dengan tampang memelas padaku

“Aku baru saja memintanya jadi istriku” jawabku jujur

Aku tidak bohong kan?
Aku memang bilang bagaimana kalau HyunAh jadi istriku kan?

“What the hell do you mean?? Is it true Baby Hyun??” tanya Henry shocked

“Oppaaaa!!!!” teriak HyunAh padaku

“Wae? Aku tidak bohong kan?” Pembelaanku pura-pura polos sambil mengeluarkan evil smirk ku

Henry sudah siap menerjangku kalau tidak ditahan oleh HyunAh yang kemudian menarik Henry menjauh..

HyunAh melemparkan death glare padaku dan memberi isyarat menggorok leher sambil melotot padaku..

Aku tertawa puas sampai terbahak-bahak sambil melihat mereka berjalan menjauh

Aku masuk kembali ke dalam rumah..

~ting~

Sebuah pesan masuk ke Katalk ku.. HyunAh rupanya. Aku membacanya sambil duduk-duduk santai di sofa ruang TV.

Awas kau Park Yoochun! Tunggu pembalasanku!

Aku semakin tertawa terbahak-bahak.

“Wae kau tertawa segitunya?” Manajer hyung tiba-tiba muncul

“Anyway aku tadi melihat fan no 1 mu.. Bersama dengan Henry.. Sedang saling mengomel sepanjang perjalanan.. Jangan-jangan….”

Aku masih terkikik

~Bukk~

Manajer hyung melempar bantal padaku.. Cukup keras..

“YAA! Jangan tertawa! Apa kau membuat gara-gara???? Scandal?? Apa belum cukup pemerasan gara-gara urusan handphone teman wanitamu kapan hari itu hah?”

“Anii Hyung aniiii” jelasku sambil mengetik ‘kutunggu pembalasanmu chu~’ sebagai balasan pesan HyunAh

“Kau masih suka pada HyunAh? Kau mau merusak hubungan mereka? Kau mau jadi orang ketiga?”

“Aniii.. Bukan begituu.. Masa-masa itu sudah lewat.. Tenanglah Hyung.. Aku cuma bercanda..”  jawabku santai sambil iseng mengutak atik handphoneku

Tiba-tiba aku melihat sebuah nama yang sudah beberapa waktu belakangan membuat pikiranku tidak tenang, hatiku kacau dan jantungku berdetak kencang

‘Eleanor Jung’

Aku mencoba mengetik pesan

Apa kabar? Aku Park Yoochun.. Masih ingat denganku?

Aahh tidak tidak tidak, terlalu resmi, aku menghapusnya

Apa kau sibuk?

Aahh tidak tidak tidak, sok akrab, aku menghapusnya lagi

“Aarrghh” umpatku

Setelah beberapa lama berkutat dan berpikir keras akhirnya terkirim juga pesan nya

Hi Elle-ssi!🙂

1 menit berlalu..

3 menit..

5 menit..

10 menit..

15 menit..

Aku mulai mengetuk-ngetukkan kakiku tanda tak sabar

~ting~

Hi Yoochun-ssi!! Apa kabar?🙂

Aku senyum-senyum kegirangan membaca balasannya.. Dia menyimpan nomor ku dan masih ingat padaku! Woohooo!

“Siapa lagi kali ini korbanmu?” tanya manajer hyung yang sudah ada dibelakang kepalaku mengintip layar handphone ku

“Yaa~ Hyung!” omelku

“Eleanor Jung? Elle?”

“Canggih juga daya intipmu Hyung” padahal aku sudah secepat kilat menutup layar handphoneku

“Kau kenal?”

“Wae?”

“Yaaaahhh kau benar-benar.. Tidak salah gelar playboy kelas hiu jatuh ke tanganmu.. Ckckck.. Salut aku padamu.”

“Wae hyung?”

“Kau selalu saja tau dan kenal yeoja yeoja yang top.. Pesonamu memang luar biasa..”

“Hah? Apa maksudmu Hyung?”

“Kau tidak tau?”

“Mwo hyung?”

“Eleanor Jung..”

“Kenapa dengan dia?”

“Jjinja jjinja kau tidak tau?”

“Yaa hyung! Malhebwa!”

“Aquitaine de Châtellerault?”

“Aku pernah dengar brand itu. Wae?”

“Eleanor Jung atau yang kerap disapa Elle baru saja tiba di Korea beberapa minggu lalu..”

“Okay aku tau itu.. Lalu?”

“Kau sungguh tak tau siapa dia Yoochun a?”

“Designer. So?”

“Iya dia designer yang sedang top top nya sekarang.. Designer muda yang karyanya bahkan diakui oleh Karl Lagerfeld. Bahkan kabar yang tersebar ia sempat ditawari menjadi assisstant Karl di Chanel dan Fendi. Tapi ia menolak karena ingin mengembangkan clothing line nya yang mulai naik daun.. Aquitaine de Châtellerault..”

“Jjinja Hyung??”

“Coba google saja kalau tidak dipercaya. Setelah Amerika dan Paris kini ia sedang mengembangkan sayapnya di Korea. Ia sedang mempersiapkan workshop pertamanya di Seoul. Gosip yang kudengar bahkan Tyler Kwon dan Jessica Jung mengajukan proposal kerja sama padanya untuk Blanc & Eclare.. Padahal workshop pertama Elle di Korea belum diresmikan!”

“Woaaa kau tau darimana Hyung? Apa kau penggemar karyanya??” Godaku sambil tertawa

“Mwo? Kau kira aku doyan baju wanita?! Tentu aku tau dari yeoja chinguku. Elle Jung adalah designer favoritnya. Tiap hari kerjanya sekarang stalking didepan workshop Elle~ssi.”

“Kapan diresmikan?” tanyaku

“Minggu depan atau 2 minggu lagi kalau tak salah.”

“Kau tau tempatnya?”

“Kkeurom.. Aku sering menjemput yeochinku disana”

“Aaasssaaaaaaaa!” seruku kegirangan

Jalanku tampaknya terbuka lebar.. Tuhan sedang sayang padaku..

“Kasih tau aku ya Hyung~”

“Wae? Apa kau mau kesana?”

“Eo”

“Wae? Apa kau kenal dengannya?”

“Eo”

“Bagaimana bisa? Club? Aku kira dia bukan tipe yeoja seperti itu..”

“Aku bertemu dengannya di Jeju”

“Aahhhhh.. Apaaa dia yeoja yang kau kejar di bandara itu?”

“Eo”

“Jangan-jangan..”

“Eo”

“Yaaa~ apa dia targetmu selanjutnya?”

“Eo”

“Ya ya yaaa.. Eo Eo terus daritadi.. Apa kau mulai bermain-main lagi? Jebal jangan ada scandal!”

“Ani. Aku serius”

“Apa kau suka padanya?”

“Eo”

“Apa kau benar benar suka padanya?”

“Eo”

“Jjinja?”

“Eo”

“Jeongmal?”

“Aku rasa aku bukan hanya suka padanya Hyung.. Aku sudah jatuh cinta padanya..”

-tbc-