Annyeong yeorobun!
Jumpa lagiiii… jumpa @gyumontic di sini. Hahahhaa.
Author bawa pasangan forever together : Cho Kyuhyun dan Song Hyejin! FF ini pendek banget dan dibuat untuk mengembalikan perasaan suka author kepada Kyuhyun karena mimpi super nyebelin yg tiba2 muncul pas author tidur siang kmrn.

Ya wes. Selamat membaca!
Hope you enjoy and don’t forget to comment.

****

Sketch : My Mood Booster

Hyejin sudah puluhan kali membolak balik badannya, baik ke kiri, ke kanan, terlentang dan telungkup. Ia juga sudah puluhan kali memutar tubuhnya dari vertikal searah tempat tidurnya, horizontal bahkan diagonal, membuat tempat tidurnya hanya bisa muat untuk satu orang. Tidak terasa sudah hampir 3 jam yang dihabiskan Hyejin untuk kegiatan-kegiatan absurdnya tersebut.

“Haiiiiish!!! Aku mau tiduuuuur!!” Teriak Hyejin dengan kesal. Ia menyerah. Ia segera mengangkat tubuhnya dan pindah ruangan.

Sekarang sudah Hari Minggu jam setengah 1 pagi dan Kyuhyun masih duduk tegak di depan komputer dan buku besar setebal batako. “Belum tidur?” Tanyanya saat menyadari kedatangan Hyejin tanpa mengalihkan konsentrasinya terhadap dua benda yang paling dibenci Hyejin akhir-akhir ini, komputer dan buku setebal batako.

“Aku tidak bisa tidur,” jawab Hyejin dengan dingin. Ia berdiri di depan Kyuhyun dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya, menjaga agar tangannya tidak bergerilya mematikan komputer Kyuhyun atau membuang buku batako atau menjambak rambut Kyuhyun agar pria itu beralih memperhatikannya.

“Kenapa?” Kyuhyun bertanya singkat. Ia membalik lembaran bukunya dan membaca dengan penuh konsentrasi.

Hyejin menarik nafas panjang. Ia tidak sanggup lagi bertahan. Dibebaskannya tangannya untuk menutup buku yang sedang dibaca Kyuhyun dan menarik paksa pria itu untuk mengikutinya. “Aku tidak akan peduli apa yang akan kau lakukan dengan buku itu setelah aku berhasil tidur,” kata Hyejin dengan galak.

Hyejin memaksa Kyuhyun untuk berbaring di tempat tidur dan kemudian mengunci pria itu dengan tangan dan kaki jenjangnya. Diletakkannya kepalanya di dada Kyuhyun baru ia memejamkan mata. “Sudah tidak jadi mengajakku kencan, mau membiarkan aku tidur sendiri lagi. Enak saja!” Kata Hyejin dan semakin erat mengunci Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa geli. Sebagian pikirannya masih ada pada komputer dan bukunya tapi seluruh keinginan hatinya berada bersama Hyejin sekarang. Dengan lembut, Kyuhyun mengelus punggung Hyejin, sesekali ia menepuk-nepuk pelan. “Setelah kau tidur, aku kembali ke ruang kerjaku ya. Besok aku harus operasi. Aku harus mempelajari kasusnya lebih teliti,” kata Kyuhyun kepada Hyejin yang sudah setengah kehilangan kesadaran.

“Terserah,” sahut Hyejin yang lebih terdengar seperti orang kumur-kumur.

Kyuhyun terus mengelus punggung Hyejin sampai wanita itu mengendurkan pelukannya. Kyuhyun memastikan Hyejin telah tertidur lelap. Matanya telah terpejam sempurna. Nafasnya berhembus pelan dan teratur. Tangan dan kakinya juga sudah bisa disingkirkan dengan mudah.

Perlahan, Kyuhyun memindahkan kepala Hyejin dari dadanya ke atas bantal empuk kesukaan wanita itu. Kemudian, ia melepaskan pelukan Hyejin dari tubuhnya dan menggantikannya dengan guling besar yang terbungkus seprai bergambarkan dirinya. Seprai yang khusus dipesan Hyejin beberapa bulan lalu. Kyuhyun lalu menyelimuti Hyejin. Terakhir, Kyuhyun mencium bibir Hyejin selama beberapa detik sambil membelai kepala wanita itu.

“Selamat tidur, mood booster. Sampai jumpa besok pagi,” ucap Kyuhyun sebelum ia kembali berkutat dengan komputer dan buku super tebalnya itu.

—-

Sketch : My Sleep Pill

Kyuhyun memandang jas-nya yang berlumuran darah, teronggok di atas keranjang pakaian kotor, yang baru ia lemparkan beberapa menit lalu. Ia baru saja menyelesaikan operasi tersulit dalam hidupnya. Tanpa sadar, ia menghembuskan nafas panjang untuk mengekspresikan kelegaannya.

Kyuhyun baru saja merebahkan kepalanya saat seorang suster masuk dan memberitahu pasien yang datang untuk kontrol sudah datang. “Suruh tunggu sebentar. Aku butuh istirahat sebentar,” kata Kyuhyun dan suster itu pun keluar menyampaikan pesan Kyuhyun kepada pasiennya.

Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya dan kemudian mengambil handphonenya. Ia memencet angka 1 dimana angka itu merupakan speed dial untuk menghubungi Hyejin.

“Odiya?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi begitu Hyejin menjawab teleponnya.

“Kantor. Wae?” Sahut Hyejin.

“Ini sudah jam 6 sore!!! Dan kau masih di kantor?! Ke rumah sakit sekarang. Aku membutuhkanmu,” kata Kyuhyun yang sebenarnya lebih cocok jika disebut perintah. Hyejin sudah ingin mengajukan argumentasinya namun segera dipotong Kyuhyun, “10 menit! Awas kalau dalam 10 menit belum sampai.” Kyuhyun pun langsung memutus teleponnya.

Sembari menunggu kedatangan Hyejin, Kyuhyun bermaksud untuk tidur sebentar. Dalam sekali memejamkan mata, ia sudah terbawa ke alam mimpinya.

Puk. Puk. Kyuhyun merasa ada sesuatu yang dingin yang menepuk-nepuk pipinya. Hal itu membuat Kyuhyun terbangun. “Halo, my sleepyhead sleep pill. Tidurmu nyenyak?” Sapa Hyejin yang ternyata sedang mengusap wajah Kyuhyun dengan handuk dingin.

Kyuhyun segera terbangun sepenuhnya. “Aku ketiduran! Pasienku! Kenapa kau tidak membangunkanku?” Ujar Kyuhyun dengan kepanikan luar biasa. Dengan terburu-buru, ia memakai jas baru-nya yang masih putih bersih dan duduk di kursi kebesarannya.

Hyejin mengikuti Kyuhyun menuju meja kerjanya. Sambil tersenyum geli, Hyejin mengusap wajah Kyuhyun dan kemudian tangan Kyuhyun dengan handuk dingin yang dibawanya. Kyuhyun terlihat lebih segar. “Sejak aku datang, kau baru tidur 10 menit, Sayang,” ujar Hyejin.

Hyejin berjalan ke arah keranjang pakaian kotor. Kyuhyun melihat jam tangannya. “Aku baru tidur 18 menit. Kau datang tepat waktu,” kata Kyuhyun. Hyejin tersenyum penuh kebanggaan atas prestasinya yang mampu mencapai rumah sakit Kyuhyun dalam waktu kurang dari 10 menit, seperti yang diperintahkan Kyuhyun.

Hyejin kembali ke meja Kyuhyun dengan tangan kosong. Handuk dinginnya telah masuk ke keranjang bersatu dengan pakaian kotor lain. “Kau sudah makan? Aku lihat pasienmu banyak. Jangan sampai kau terlambat makan,” kata Hyejin diiringi kecemasan.

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia kemudian menyuruh Hyejin duduk di atas meja kerjanya. “Aku mau istirahat sebentar lagi,” ujar Kyuhyun setelah berhasil membuat Hyejin duduk di atas meja kerjanya. Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Hyejin dan menengadahkan kepalanya, menatap Hyejin dengan puppy eyes-nya yang sangat menggemaskan.

“Ppoppo,” pinta Kyuhyun dengan memelas, membuat Hyejin tidak sanggup untuk menolaknya. Hyejin menyisir rambut Kyuhyun dengan tangannya dan kemudian mencium bibir Kyuhyun. Seketika ekspresi wajah Kyuhyun berubah menjadi lebih ceria dan segar. Energinya seakan telah kembali terisi penuh.

“Gomawo,” ucap Kyuhyun 1000 kali lebih bersemangat.

“Cheonmaneyo. Tapi itu tidak gratis. Kau harus pulang tepat waktu hari ini. Aku tidak mau tidur sendirian. Arraseo?” Kata Hyejin yang sepenuhnya dimengerti oleh Kyuhyun. Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Hyejin tersenyum senang dan kemudian mencium Kyuhyun lagi dengan penuh kasih sayang.

Hyejin turun dari meja kerja Kyuhyun. Ia mengepalkan kedua tangannya dan menunjukkannya kepada Kyuhyun. “Fighting, my sleep pill! Aku akan menunggumu pulang. Ingat, aku tidak mau tidur sendirian malam ini. Bye bye,” kata Hyejin sebelum meninggalkan Kyuhyun dengan pasien-pasiennya yang berbadan gemuk dan berperut buncit.

Xoxo
@gyumontic