Selamat menikmati…..
Happy Reading!!!

Yoochun-

“Oh Junsu ya! Sejak kapan kau ada disini?” seruku kaget

Baru saja aku keluar dari kamar mandi. Tampak Junsu sedang duduk-duduk santai menonton TV.

“Belum lama. Itu ada kiriman untukmu.”

“Mwo?”

“Kimchi”

“HyunAh?”

“Ani”

“Nugu?”

“Molla”

“Yeoja?”

“Eo. Yeoja cantik!”

“Wow. Aku penasaran siapa yeoja yang kau bilang cantik itu. Tumben? Biasanya tak ada yeoja yang kau bilang cantik selain Song Hyejin?” cerocosku sambil mengacak-acak rambutku yang basah dengan handuk

“Song Hyejin tetap no 1 bagiku. Tapi yeoja tadi memang cantik sih.”

“Kau mengenalnya Junsu?”

“Ani”

“Apa fans ya?”

“Ani dia bilang tadi kimchi itu titipan sepupunya. Itu ada di kulkas. Lihat saja sendiri”

Aku menuju dapur dan membuka kulkas. Kulihat sekotak kimchi didalam. Kuambil dan kucomot sendikit untuk mencicipi.

“Aaahh ini dari HyunAh, Junsu ya.. Pasti buatan eomma nya..”

“Ottoke arraseo?”

“Rasanya enak sekali.. Masakan paling enak ada 3..
1. Buatan Eomma..
2. Buatan eomma HyunAh..
3. Buatan HyunAh..” cerocosku

“Kau itu kenapa tidak dengan HyunAh saja sih Yoochun a?”

“Kau itu kenapa tidak dengan Hyejin saja sih Junsu ya?” tanyaku balik

“Hmmm.. Hmm.. Dia cinta mati pada Kyuhyun.. Aku harus menyerah.. Kau sendiri?”

“She’s my no 1 fan.. Aku mau menelpon HyunAh dulu..”

~kring kring~

“Eo.. Hyunnie.. Aku baru saja mau menelponmu.. Kau sudah tidak marah padaku?”

“Oppa sudah terima Kimchi nya?” tanya HyunAh balik tak mengindahkan pertanyaanku

“Eung.. Gomawo..”

“Otte?”

“Enak sekali. Buatan eomoni?”

“Anii yang mengantar maksudku”

“Ah jjam dia siapa?”

“Dia sepupuku. Jung Myunghee atau lebih dikenal dengan E…”

“Aahh benar sepupumu rupanya..”

“Wae? Tertarik?”

“Molla.. Apa dia benar-benar cantik?”

“Kau tak bertemu dengannya?”

“Ani aku sedang mandi jadi tak tau ada yg datang”

“Lalu?”

“Junsu yang kebetulan baru datang yang menerima Kimchi”

“Aiisshh Oppa!! Kau selalu merusak semuanya!”

“Apa maksudmu Hyunnie?”

~klik~

“Yeoboseyo? Hyunnie? Yeoboseyo?”

“Mwoya ige???”

Kenapa juga dia ngomel-ngomel.. Ah mungkin lagi PMS.. Dia agak emosian akhir-akhir ini..

-Elle-

“Yeoboseyo Hyunnie?”

“Jung Myunghee!!!”

“Wae kau berteriak??” seruku menjauhkan handphone dari telinga nya

“Ah iya.. I’ve told you million times Hyun.. Don’t call me eonni.. Don’t call me with my korean name..” lanjutku

“Memang kenapa si? Mestinya memang aku memanggilmu Myunghee eonni.. Kau kan anak kakak appaku..”

“Aisshh whatever.. Wae kau teriak-teriak? You got 1 minute.. Aku baru sampai di workshop dan meetingku sudah mau mulai..”

“Kau memang seram kalau sudah berhubungan dengan kerja..”

“Ouw you don’t know yet. You’ll see at your photoshoot session”

“Kenapa kau tak mengantarkannya si Elle?”

“Apanya? Kimchi? Sudah kan?”

“Tidak langsung ke orangnyaaaa”

“Permintaanmu hanya mengantar.. Tak spesifik pada siapa kan? Kau hanya memberi alamat tanpa nama”

“Aaarrgghhh, kau merusaknyaaaa”

“Mwo? Merusak apa? Ah Hyun sorry but your 1 minute has just passed.. I’ve got to go.. Talk to you later..” kataku kemudian menutup telpon

Ahh kepalaku pusing.. Ada apa dengan HyunAh.. Bawel sekali..

~ting~

Yoochun
Fighting, Sunshine๐Ÿ™‚

Aku tersenyum

“C’mon Elle. It’s about to start.” ajak Julie

Aku melangkahkan kakiku memulai hariku yang padat

-Yoochun-

~ting~

Elle
Thanks๐Ÿ™‚

Aku tersenyum

“Mwo Yoochun a?” tanya Junsu

“….”

“Yoochun a” tanya Junsu lagi

“Eo?”

“Kau kenapa sih? Senyum-senyum begitu”

“Ani. Mwo? Kau tanya apa tadi?”

“Itu HyunAh.. Bilang apa?”

“Dia tak ada bilang tentang Hyejin kalau itu yang kau mau tau”

“Bukan.. yeoja tadi benar sepupunya? HyunAh terdengar kesal.”

“Iya. Dia bilang aku merusaknya. Gara-gara yang menerima Kimchi bukan aku?”

“Apa mungkin dia mau menjodohkan kau dengan sepupunya?”

“Hmmm.. Kapan hari dia sempat membujukku untuk blind date.. Tapi aku tidak mau.. Kubilang tidak natural”

“Aahh benar berarti.. Karena kau tak mau blind date.. Karena kau bilang tidak suka yang tidak natural.. HyunAh menciptakan kebetulan.. Dia meminta sepupunya mengantarkan Kimchi kesini.. Dengan harapan kalian bertemu.. Lalu kau tertarik.. Tapi kau sedang mandi jadilah rusak rencana nya.. Malah aku yang bertemu…” tebak dan jelas Junsu panjang lebar

“Hmmmm benar benar.. Bisa jadi bisa jadi.. Tumben kau pintar Junsu ya..”

“Apa ini tanda-tanda dia jodohku Yoochun a?”

“Kau tertarik dengannya?”

“Siapa yang tidak.. Coba kalau kau lihat.. Kau pasti tertarik.. ”

“Ani.. Aku yakin aku tidak tertarik.. Memang kau sudah bisa move on dari Hyejin?”

“Yaaa~ tak bisakah kau mendukungku untuk move on?” Junsu mengomel sambil melempar remote TV padaku

Aku tertawa.. Kim Junsu ini di otaknya hanya ada 1 yeoja.. Song Hyejin.. Entah kenapa leader HyunAh itu stuck di kepala Junsu.. Padahal ia sadar Hyejin Kyuhyun tak bisa dipisahkan..

“Ckckck” seruku sambil geleng-geleng

“Kau bilang apa tadi? Tidak akan tertarik? Apa kau yakin? Tak biasanya kau menolak yeoja cantik..” Junsu curiga

“…”

“Jangan-jangan.. Katakan padaku..  Siapa dia?”

“Siapa?” tanyaku balik pura-pura bodoh

“Sungguh tidak biasa.. Walaupun kau punya pacar sekalipun.. Tak pernah kau tidak tertarik jika ada yang menyebut-nyebut yeoja cantik..” Junsu memicingkan matanya sambil mendekatiku

“Oya? Aku tak sadar.. Apa mungkin ini tanda-tanda aku sudah insyaf dari ke playboy an ku?” Aku mencoba mengalihkan insting Junsu yang tajam setajam silet itu

“Apa perlu aku merebut handphone mu?” ancam Junsu

“Memang kau tau password ku?”

“Tau. Ulang tahun HyunAh kan?” serunya sambil mengeluarkan evil smirk nya

“Ara ara aku menyerah” kalau sudah begini Junsu tak bisa dihentikan

Aku mulai menceritakan pada Junsu tentang Eleanor Jung.. Dia kalah dengan manager hyung.. Dia tak tau sama sekali tentang Elle Jung dan clothing line nya.. Junsu memang agak payah tentang dunia fashion..

Aku nenceritakan dengan detail tentang Elle.. Bagaimana cute, cantik, manis dan menawan nya yeoja ini.. Bagaimana ia berhasil membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama dan jatuh semakin dalam..

Sepanjang aku bercerita Junsu hanya mengangguk-angguk sambil sesekalu mengeluarkata kata “eo” , “ara” , dan lainnya..

Gara-gara aku bercerita pada Junsu.. Level rasa suka ku pada Elle semakin meningkat.. Semakin sering aku menyebut nama Elle.. Semakin sering aku membayangkan Elle semakin aku jatuh cinta padanya..

Tak lupa juga disela-sela aku bercerita pada Junsu aku mengirim pesan via KaTalk pada Elle untuk hanya sekedar menyapa dan mengingatkannya makan siang..

Tak terasa hari sudah malam..

Aku kembali sibuk dengan KaTalk ku..

Yoochun
Hi Sunshine

Elle
Matahari sudah terbenam daritadi

Yoochun
Bagiku sinar matahari selalu menyinariku

Elle
Bagaimana bisa?

Yoochun
Karena kau

Elle
Hah?

Yoochun
Because you’re my sunshine

Elle
Hahahaha

Yoochun
Masih meeting?

Elle
Tidak. Sudah selesai. Tapi masih harus bekerja di workshop. Menyelesaikan design-design ku.

Yoochun
Sampai jam berapa?

Elle
Molla

Yoochun
Apa kau sudah makan malam?

Elle
Sudah tadi. Kau?

Yoochun
Aku tidak lapar

Elle
Nanti kau sakit

Yoochun
Tau gitu aku tidak makan dari kemarin-kemarin

Elle
???

Yoochun
Supaya kau perhatian padaku seperti ini

Elle
Hahaha

Yoochun
I want to see you.. now..

Elle
Surprisingly.. Me too..

Aku sengaja tak membalas pesan Elle..

Aku segera lari menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.. Aku sudah tak bisa menunggu lagi.. Tak peduli dengan jadwalnya yang padat.. Tak peduli dengan stalker dan paparazzi..

Sambil aku bersiap-siap, aku mengirim pesan pada manajer hyung untuk mengirimkan alamat workshop Elle padaku..

Begitu aku siap aku langsung lari menuju basement menuju mobilku.. Tak perlu repot-repot melihat cermin.. Karena aku tau aku tampan dengan tampilan apapun.. Aku juga tak repot-repot membangunkan Junsu yang daritadi terlelap di sofa ruang TV.. Terlelap karena dongeng indahku..

Aku hanya sempat membaca pesan manajer hyung.. Setelah membaca alamat yang kucari aku menancap gas mobilku dalam dalam.. Tak peduli dengan pesan manajer hyung yang menyuruhku untuk hati-hati agar tak membuahkan scandal..

Yang kupedulikan hanya cepat sampai ke workshop Elle.. Tapi sebelumnya aku mampir dulu ke sebuah toko..

Tak lebih dari 30 menit aku sampai di workshop Elle.. Aku memarkir mobilku agak jauh.. Mengamati keadaan sekitar dan keadaan didalam..

‘Ah itu dia, my sunshine’

Aku melihatnya di meja kasir dibawah sedang serius menggambar sambil sesekali melihat handphone nya..

‘Apa dia menunggu balasanku?’

Tampak PA nya ada di lantai 2 sedang mengarahkan para pekerja.. Kalau dilihat dari bentuknya mungkin mereka sedang berbenah ruang kerja Elle.. Itu kenapa yeoja cantik itu kerja dibawah..

Aku terus memperhatikan Elle..

Kini Elle berdiri dari kursinya kemudian menghadap tembok dibelakangnya membelakangiku..

Saatnya aku bergerak..

Aku turun dari mobilku berjalan cepat menuju pintu workshop

~klinting~

Suara lonceng berbunyi ketika aku mendorong pintu kaca di depanku

“Juisonghamnida.. Workshop kami belum buka dan jika anda ada perlu, please come back tomorrow at office hour..” seru yeoja didepanku mendengar bunyi lonceng

Ia berbalik

“Oh.. Yoochun-ssi!” pekiknya kaget saat melihatku yang kini suda ada di hadapannya sambil membawa sebuket mawar pink

-tbc-