“Jihyo mana?” teriak Kyuhyun, Siwon, dan Eric bersamaan saat Woobin baru saja membuka pintu apartemen Eric.

“Eh, ada apa?” Jihyo menyembulkan kepalanya diantara lengan dan badan Woobin. Ia menatap ketiga namja di depannya tak sabar dan langsung menarik Jihyo menuju ruang tamu.

“Hyungdeul ada apa sih? Kami baru saja datang tapi muka kalian sudah lecek begitu,” ujar Woobin yang langsung menganga begitu melihat pemandangan aneh di depan matanya. Hyejin, MinAh, dan Hamun berjibaku hanya demi duduk di depan layar televisi di ruang tamu Eric, bahkan layar televisi itu 90 inci!

“Hamun-ah! Minggir minggir! Aku mau melihat Donghae oppa! Oppa!” MinAh memeluk layar televisi yang hampir saja terjungkal menabrak dinding karena dipeluk oleh tiga orang sekaligus.

“Unnie, aku duluan yang melihat MV ini, unnieeee!” teriak Hamun yang langsung dihadiahi jambakan dari Hyejin.

“Ya! Kalian berdua! Sudah jangan dekat-dekat dengan Donghae oppaku! Semuanya, ikuti kata leader kalian!”

“Ada apa sih ini?” tanya Jihyo kepada tiga namja yang sudah memasang tampang putus asa.

“Mereka bertiga tergila-gila dengan Donghae. Tapi apa sih yang tampan dari Donghae? Dia kan mirip dengan ikan,” jawab Eric.

“Ya! Oppa! Tutup mulutmu atau tidak aku akan memutuskanmu!” teriak MinAh tanpa melepaskan tangannya dari layar televisi.

“Ya! Park MinAh! Kalau televisiku sampai rusak, aku juga akan memutuskanmu!” balas Eric.

“Mereka bertiga tergila-gila dengan Donghae semenjak MV This Is Love dirilis. Bahkan aku dan Kyuhyun tidak masuk ke tiga besar namja paling tampan di MV tersebut versi mereka,” Siwon menatap penuh arti ke adik satu-satunya.

“Jadi, menurutmu siapa namja paling tampan di MV itu?” Kyuhyun ikut-ikutan menatap penuh akal bulus ke Jihyo.

“Aku saja belum menonton MV nya,” elak Jihyo.

“Tonton!” seru Eric, Siwon, dan Kyuhyun.

Jihyo mendengus kesal dan mengusir ketiga member dari depan televisi. “Ada apa sih memangnya dengan Donghae oppa?”

MV This Is Love diputar, Jihyo melihat adegan pertama dari MV tersebut, Kyuhyun membuka pintu memasuki sebuah ruangan.

“Hyung oppa, kau terlihat capek sekali sih di situ,” komentar Jihyo.

“Choi Jihyo, sudah tonton saja!” perintah Kyuhyun.

“Wah, yang bertopi merah itu Heeechul oppa? Daebak!” tubuh Jihyo mulai mengikuti irama lagunya. Tak lama, gadis ini berteriak heboh.

“Wae? Wae? Donghae oppa tampan sekali kan Jihyo!” ujar Hyejin dan MinAh bersamaan, merasa menang dari para lelaki tersebut.

“Sungmin oppa tampan sekali! Kenapa sih dia harus setampan itu! Argh, dia sudah mau menikah!” Jihyo mengacak-acak rambutnya.

“Hyung!” Woobin tak terima melihat kekasihnya heboh karena Lee Sungmin. Dia baru saja melangkah untuk merebut remote dari tangan Jihyo, namun Siwon menahannya.

“Awas kalau kau berani mendekati Jihyo! Tunggu sampai selesai,” ancam Siwon.

“Ih, Kyuhyung oppa pipinya tembam. Ih, kok Siwon oppa jelek sih di sana? Rambut oppa kenapa begitu sih? AAAAAAAH, LEE SUNGMIN MENGAPA KAU TAMPAN SEKALI!”

Woobin menerobos pagar manusia yang dibuat oleh ketiga hyungnya. “Sini, sini mana remotenya? Matikan saja, matikan!”

“Kim Woobin, minggir, minggir, kau menghalangi pandangaku!” MinAh menendang kaki Woobin.

“Awas oppa, aku mau lihat Hae oppa,” Hamun mendorong Woobin hingga terjungkal.

“Huwaaa! Sebentar lagi bagian terbaiknya, sebentar lagi!” Hyejin mendekatkan wajahnya ke layar televisi.

“Apa sih apa sih unnie? Sudahlah Hae oppa itu tidak lebih tampan dari Sungmin oppa. Coba liat saja-” Jihyo memandang Donghae dan Eunhyuk yang sedang melakukan solo dance dengan latar belakang hitam putih. Mulut Jihyo menganga melihat Donghae, yang entah mengapa, untuk pertama kalinya, bisa memikat matanya.

“Lee Donghaeeee!” teriak Jihyo memeluuk layar televisi milik Eric.

“Ya! Donghae punyaku, Jihyo!”

“Unniedeul, aku duluan yang bilangg Hae oppa tampaaaan.”

“Minggir kalian semua, iini televisi milik kekasihku, jadi Lee Donghae di dalam televisi ini juga punyaku!”

“Haaaaah, sama saja mereka berempat,” Kyuhyun, Eric, dan Siwon kompak mengelus dada.

“Hyungdeul! Kalian tanggung jawab membuat Jihyo-ku seperti itu!” Woobin bangkit dan menghampiri tiga namja yang sedang memikirkan rencana cadangan.

“Kau memikirkan hal yang sama denganku, Kyu?” tanya Eric.

“Hahaha, aku tau hyung. Itu harapan terakhir kita!” seru Kyuhyun.

Ting Tong! Suara bel pintu apartemen Eric kembali terdengar. Woobin memandang Eric dan Kyuhyun tidak percaya. “Ya! Kalian berdua mau mencelakakan Henry setelah mencelakakan aku?”

“Diam, magnae! Ini demi harga diri kita juga!” seru Eric menghampiri pintu apartemen.

“Henry! Mana HyunAh? HyunAh, kami ada perlu denganmu!”