Gilaaaaaa… lama bgt aku bikin lanjutan FF ini. Udah basi kali yaaa. Tapi syg bgt klo gak d post. Semoga pada suka yaa…

Ini PART 1 biar gak bingung nyarinya..
—-

AYAYA part 2

Hyejin bertepuk tangan gembira saat Hyunah dan Minah berhasil menyelesaikan satu lagu untuk duet debut mereka.

“Daebaaaaak!!!! Kyaaaa!!! Daebaaak!” Seru Hyejin senang sambil memeluk kedua membernya. “Aku yakin album kalian akan meledak! Aku benar-benar yakin.”

“Gomawo, Hyejin-ah,” sahut HyunAh.

“Yaa Hyejin-ah… Kau tidak ada jadwal? Daritadi hanya melihat kami rekaman saja,” tegur MinAh.

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Musikalku akan mulai persiapan minggu depan. Sedangkan drama-ku masih mencari pemeran pria utamanya.”

“Kau sudah baikan dengan Kyuhyun? Aku lihat semalam ia ke dorm kita,” tanya HyunAh.

Hyejin tertawa. “Kami malah bertengkar semakin hebat. Lupakan saja.”

HyunAh ikutan tertawa. “Sebentar lagi juga baikan. Kita lihat saja.”

“Kuharap tidak. Dia harus diberi pelajaran!” Kata Hyejin.

—–

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan handphonenya ke meja. Wajahnya tampak tegang dan bingung.

“Wae geurae?” Tanya Leeteuk yang melihat magnaenya tidak seceria biasanya.

“Ani. Gwencana,” jawab Kyuhyun.

Kyuhyun buru-buru membuka handphonenya yang baru saja bergetar hebat.

Aku akan datang. Bukan berarti aku sudah memaafkanmu. Aku masih marah padamu dan jangan harap aku mau mengalah.

Kyuhyun mengembangkan senyum kecil di wajahnya.

Gomawo. Saranghae.

—-

Hyejin sudah meninggalkan studio rekaman HyunAh dan Minah sejak sejam yang lalu dan sekarang ia sudah berada di rumah. Rumah Kyuhyun yang entah mau dirapikan bagaimanpun caranya akan selalu kembali berantakan.

Hyejin menyalakan tv, menontonnya sambil makan cheese cake kesukaannya. Ia menonton Music Core dimana Leeteuk dan Kyuhyun sedang menjadi MC. Suara kedua pria itu memenuhi seluruh ruangan.

“ANNYEONGHASEYO YEOROBUN!!!” Seru Leeteuk dan Kyuhyun dengan antusias membuka Music Core.

“Kami kembali dan para gadis seksi yang sudah berjanji untuk tampil sudah siap. SISTAR!!!” Ujar Leeteuk yang disahut antusias oleh Kyuhyun.

“Ne. Mereka akan bawakan lagu terbaru mereka, ‘I Swear’. Aku yakin kita semua akan menikmatinya. Hyung?”

“Kyuhyun-ssi…”

“Ne?”

“Menurutmu siapa yang paling seksi di antara member Sistar?”

Kyuhyun mengernyitkan keningnya. “Menurutku mereka semua seksi,” jawab Kyuhyun lalu tersenyum.

Leeteuk tertawa penuh makna. “Baiklah. Sekarang mari kita nikmati Sistar dengan I Swear. Show! Show! Show!”

Hyejin tersenyum penuh kemenangan. “Aku sudah mendapatkan cara untuk menghukummu,” gumam Hyejin.

Setelah menghabiskan cheese cake-nya, Hyejin masuk ke kamar untuk menjalankan semua rencananya.

—-

Selama artis tampil, Leeteuk dan Kyuhyun menunggu di belakang panggung. Kyuhyun menunggu sambil bermain dengan smartphonenya.

“Haisssh!!! Siapa ini yang kirim pesan? Ganggu game ku saja!” Gerutu Kyuhyun yang terpaksa mematikan gamenya dan melihat pesan yang datang.

From : Song Hye Jin
Mereka semua seksi? Bagaimana denganku?

Smartphone Kyuhyun berbunyi lagi. Kali ini yang datang adalah foto selfie Hyejin yang baru bangun dengan bibir merona yang sedang menggigit jarinya.

From : Song Hyejin
Apa aku kurang seksi?

Kyuhyun mengernyit bingung. Mereka sedang tidak dalam keadaan damai dan Hyejin tidak akan melakukan hal-hal menggoda jika sedang bertengkar. Kyuhyun bertanya-tanya tapi tidak terlalu memedulikannya. Kyuhyun lebih peduli dengan  tubuhnya yang langsung bereaksi atas ulah Hyejin. Kyuhyun membalas pesan Hyejin.

Jangan mengganggu tampan-mu yang sedang bekerja. Bukankah kau masih marah padaku?

Kyuhyun menyerahkan handphonenya ke manajer karena ia harus kembali ke atas panggung. “Kalau ada pesan dari Hyejin, langsung berikan padaku begitu aku turun dari panggung,” pesan Kyuhyun berkali-kali sampai manajernya bosan.

Kyuhyun turun dari panggung 15 menit kemudian, setelah tampil bersama Super Junior sekaligus menutup acara. Dengan tidak sabar, ia meminta handphone dari tangan manajernya. Ia segera membaca pesan dari Hyejin.

Miss me?
Want to hug me?
Kiss me?
Come here. I miss you.

Kyuhyun mengerang kesal dengan pesan yang baru saja ia dapatkan dari Hyejin. Hyejin juga mengirimkan sebuah foto selfie lain dimana gadis itu menutup mata dan memajukan bibirnya seolah akan mencium Kyuhyun. Seluruh saraf tubuhnya sekarang berfokus pada wanita yang sudah hampir 10 tahun selalu menjadi background layar handphonenya.

Jangan menggodaku. Atau kau tidak akan tidur nyenyak malam ini.

Kyuhyun membalas pesan Hyejin.

Tidak lama, handphone Kyuhyun berbunyi tanda ada pesan yang masuk.

Memang.
Itu.
Niatku.
Kkkkkk.
Chu…

Kyuhyun menggaruk-garuk telinganya yang tidak gatal. Wajahnya bersemu merah. Senyuman nakal terkembang di wajahnya

“Kau kenapa?” Tanya Leeteuk menyadari ada sesuatu yang salah pada magnaenya.

Dengan salah tingkah, Kyuhyun menjawab Leeteuk, “Tidak… Tidak ada apa-apa, hyung,” elak Kyuhyun.

Leeteuk tidak percaya begitu saja. Ia berusaha mengintip apa yang sedang dilihat Kyuhyun. “Oooh, pantas mukamu jadi merah begitu,” kata Leeteuk diiringi senyuman geli.

Kyuhyun buru-buru menyimpan handphonenya. “Aku tidak kenapa-kenapa, hyung,” sahut Kyuhyun masih salah tingkah.

Leeteuk tersenyum penuh pengertian. “Kau tidak bisa ikut makan malam bersama?” Tanya Leeteuk.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Oh ayolah. Bilang saja. Tidak usah sok merasa tidak enak padaku. Aku mengerti kok. Mana ada pria yang tahan jika ada gadis dengan bibir merah merona sedang menunggunya di tempat tidur. Pulang saja sana.”

“Tapi…”

“Sudahlah. Pergi saja sana. Kami mengerti kok. Kau bukan satu-satunya yang ingin pulang cepat,” ujar Leeteuk sambil menendang pantat Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menyeringai. “Aaah aku tahu. Sora juga sudah menggodamu kan, hyung? Iya kan?”

Leeteuk tersenyum malu-malu. “Pulang sana sebelum aku berubah pikiran.”

Kyuhyun mencium pipi Leeteuk lalu berseru girang sebelum pergi meninggalkan gedung MBC, “Gomawo, hyung!!”

—-

Kyuhyun memasukkan password apartemennya dengan tidak sabar dan langsung masuk ke kamarnya. “Kau sudah pulang?” Tanya Hyejin dengan senyuman menggoda, menatap Kyuhyun melalui pantulan cerminnya.

Hyejin melihat Kyuhyun yang sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah. “Kau habis lari marathon?” Goda Hyejin sambil mengerlingkan matanya.

Hyejin duduk di depan meja riasnya, mengoleskan serangkaian skin care agar wajahnya tetap halus dan membuka balutan handuk pada rambut yang baru ia cuci. “Kenapa kau masih berdiri di situ?” Tanya Hyejin tersenyum seolah menggoda Kyuhyun agar mendekatinya.

Kyuhyun hampir berhasil mengatur nafasnya tapi godaan wanita itu membuatnya harus berusaha lebih keras. “Kau benar-benar ingin menyiksaku,” ujar Kyuhyun.

Hyejin berdiri menyenderkan pantatnya pada tepi meja dan ia dapat melihat wujud Kyuhyun yang sebenarnya. “Aku tidak pernah berniat menyiksamu. Sungguh…”

Kyuhyun mendekati Hyejin, memepetnya hingga gadis itu terpaksa duduk di atas meja riasnya. “Aku tidak tahu kau belajar dari mana tapi kau benar-benar berhasil menggodaku,” ujar Kyuhyun.

Kakinya menjepit lutut Hyejin. Tangannya memegang erat pinggang wanita itu. “Kau harus bertanggung jawab,” bisik Kyuhyun dan langsung menyerang wanita itu pada bibirnya.

“Bagaimana menurutmu? Apa aku cukup seksi,” tanya Hyejin setelah berhasil menarik kepala Kyuhyun sehingga menjauh dari wajahnya.

“Sangat seksi,” jawab Kyuhyun singkat dan kembali bekerja dengan bibir dan tangannya.

Hyejin tertawa geli saat bibir Kyuhyun berpindah ke dagunya, ujung telinganya dan kemudian lehernya. “Waktumu tinggal satu menit lagi,” ujar Hyejin dan Kyuhyun semakin ganas menyerangnya.

“Waktumu sudah habis.” Hyejin menghentikan Kyuhyun, mendorongnya sejauh panjang tangannya.

Kyuhyun menatap Hyejin dengan tatapan kecewa, sedih, kesal, memelas dan ekspresi-ekspresi menyedihkan lainnya. “Ini pertama kalinya kau memperbolehkan aku menyentuhmu dan kau menghentikannya di saat aku benar-benar menginginkannya? Kau jahat!” Protes Kyuhyun.

Hyejin tersenyum penuh kemenangan. Ia menyisir rambut Kyuhyun yang ia buat berantakan dengan tangannya. “Aku memang jahat. Lagipula kalau aku memberikan waktu lebih, aku yakin kau akan berbuat sesuatu yang lebih membahayakan.”

Kyuhyun memanyunkan bibirnya dengan manja. “Kau menyebalkan,” ujarnya yang lagi-lagi hanya ditertawakan oleh Hyejin.

“Aku hanya ingin balas dendam padamu.”

“Balas dendam?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti. Otaknya sedang buntu akibat keinginannya yang belum tersalurkan.

“Dan aku… tidak ingin hamil di luar nikah,” kata Hyejin jujur.

“Kalau gitu, ayo kita menikah,” sahut Kyuhyun.

Hyejin tertawa lagi. “Jangan tertawa. Aku serius. Aku rasa ini sudah kesepuluh kalinya aku minta kau menikah denganku. Aku yakin jawabannya tetap tidak.”

Hyejin tersenyum kecil. Ia meneliti wajah Kyuhyun setiap sentinya, menyentuhnya tanpa melewatkan setiap sudut yang terbentuk di sana. Tersenyum puas dengan rencana balas dendamnya yang benar-benar menyiksa Kyuhyun.

“Aku tidak mau menikah sebelum semua memberku menikah,” ujar Hyejin yang tentu saja membuat Kyuhyun semakin tersiksa.

Kyuhyun menggosok-gosok dagunya, menatap mata Hyejin dengan sebal walau isi otaknya sebenarnya berada pada bagian tubuh Hyejin yang lain. 

Kyuhyun menghela nafas. “Baiklah. Kalau begitu aku akan menghamilimu lebih dulu sebelum menikahimu. Paling tidak itu bisa jadi jaminan kau akan selalu bersamaku.”

Hyejin menyentuhkan jari telunjuknya di kening Kyuhyun. “Dasar iblis. Sekali iblis tetap iblis. Kau tidak pernah kehabisan akal untuk menjeratku. Jawabanku tetap tidak. Aku bahkan akan melarangmu menggandeng tanganku kalau rencanamu seperti itu,” kata Hyejin.

“Ya Song Hyejin!!! Kita ini sudah 6 tahun lebih pacaran. Kita melakukan segalanya bersama. Aku melakukan segalanya untukmu. Kau juga sudah berkorban banyak untukku. Kalau kau menunggu semua membermu menikah, kau mau tunggu sampai kapan? Eric Hyung dan MinAh? Mereka bisa-bisa memutuskan menikah itu tidak perlu selama mereka bisa selalu bersama. Jihyo dan Woobin? Mereka masih seumur jagung. Jihyo juga belum siap dengan hal itu. Hamun dan Siwon hyung? Hamun masih harus kuliah 2,5 tahun lagiiiii. HyunAh dan Henry? Aku tidak bisa membayangkan jika kedua orang itu menikah. Aku harus menunggu sampai kapan?”

“Berisik.” Hyejin menyelipkan bibirnya di antara bibir Kyuhyun, mencium pria itu dengan lembut namun menahan semua indera Kyuhyun untuk bereaksi.

“Tadinya aku mau balas dendam atas masalah comeback-mu tapi aku memutuskan untuk memaafkanmu. Ternyata, kau banyak menderita juga karena aku. Mian.” Hyejin tersenyum.

Kyuhyun menghela nafas lega, hal itu menandakan ia telah luluh pada Hyejin. Hanya dengan sebuah senyuman dan kata maaf. “Aku memaafkanmu.”

Hyejin kembali mencium Kyuhyun tapi dengan singkat. “Kau mandi. Aku mau pulang,” ujar Hyejin. Ia menggeser Kyuhyun agar tubuhnya mempunyai celah untuk keluar.

“Kau mau pulang? Yaaa!!! Aku pulang lebih cepat dari member yang lain untuk menemuimu dan kau mau meninggalkanku?!”

Hyejin tersenyum mengejek. “Yess. Aku datang hanya untuk balas dendam karena kau telah mengkhianatiku. Kau mandi saja yang benar sana, terutama rambutmu.”

Kyuhyun memegang rambutnya. “Apa ada yang salah dengan rambutku? Tampaknya tadi kau menyukainya,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum menggoda.

Hyejin mengabaikannya. “Aku seperti habis berciuman dengan perempuan karena gaya rambutmu. Poni ke samping, memakai hair spray, haaaaisssh!” jawab Hyejin lalu keluar dari kamarnya dengan cuek, membiarkan Kyuhyun sendiri mengurus mood yang berhasil dijungkirbalikkan Hyejin .

“Yaaaaak!!! Aku laki-laki sepenuhnya tahu!!! Yaaak Song Hyejin!” Protes Kyuhyun tapi tidak didengar lagi oleh Hyejin. “Nappeunom!”

—-

To be continued…