Hope you enjoy it!🙂

 

*****

 

“We Got Married dengan Lee Donghae?!” seru Hamun yang tak bisa menyembunyikan perasaan kagetnya.

“Ya, dengan Lee Donghae. Sebenarnya sejak awal management tidak berniat mengambil reality show ini tapi Donghae menyetujuinya, jadi…”

“Mwo? Lee Donghae sunbae menyetujuinya?” tanya Hamun lagi.

“Ne, karena itulah tuan Choi kembali mempertimbangkan acara ini. Ia berharap kau tidak menolaknya,” jelas managernya.

Hamun yang masih kaget belum bisa berpikir jernih. “Kenapa harus aku dan Lee Donghae?” tanyanya.

“Alasan pertama, karena jarak umur kalian yang cukup jauh. Lalu, sifat kalian yang bertolak belakang dan entah bagaimana, mereka berpendapat kalau kalian punya chemistry,” jawab managernya.

“Yang benar saja? Lalu, aku harus bilang apa pada Siwon?” tanya Hamun bingung.

“Tuan Choi sendiri yang akan menyampaikan masalah ini padanya. Kau juga bilang saja apa adanya,” ujar manager oppa. “Besok sudah mulai syuting. Kau akan bertemu dengannya besok,” lanjutnya lalu pergi dari dorm itu.

Hamun terdiam di tempatnya sampai beberapa menit kemudian. Ia masih shock dengan kabar yang ia dapat. “Kau dapat tawaran apa, Hamunie?” tanya Hyejin yang baru saja keluar dari kamarnya. Hamun tak menjawab dan hanya memberikan surat kontrak yang tadi ia pegang. Respon Hyejin sama kagetnya seperti Hamun tadi. Kini justru Hyejin sudah memotret surat kontrak itu dan mengirimnya di group chat KakaoTalk member SG.

Hyejin: Lihat ini! (send a photo) Magnae kita akan ikut We Got Married dengan Lee Donghae kita!

Minah: Oh.. My.. SERIOUSLY? Kau beruntung sekali magnae!

Jihyo: Bagaimana dengan oppaku?! Tapi, jujur saja, kau beruntung sekali Hamun!

Hyejin: Sepertinya appamu sendiri yang akan berbicara pada Siwon. Ia sendiri yang menyuruh Hamun untuk menerima kontrak ini.

Hyunah: Omona…. kau harus mengundang kami sebagai guest di rumah kalian nanti, magnae. Aku akan memasak untuk kalian.

Jihyo: Aku tak mengerti jalan pikiran appa. Btw, mana Hamun, Hye onn?

Hyejin: Disampingku, tapi entah kenapa ia tampak tidak baik. Aku tanyakan dulu.

“Hamun ah, kau kenapa?” tanya Hyejin. “Kau tidak senang?” tanyanya lagi.

“Ani, aku tidak apa-apa onnie. Aku baru ingat kalau ada tugas buat besok, aku ke kamar dulu ya, Hye onn,” ujar Hamun yang meninggalkan Hyejin dengan penuh pertanyaan.

Hyejin: Dia bilang baik-baik saja, tapi menurutku tidak. Kalian tahu ada masalah apa antara Donghae dan Hamun?

Minah: Entahlah, mereka jarang terlihat bersama. Ralat, ralat. Bahkan tidak pernah.

Hyunah: Iya, aku juga tak pernah melihat Donghae bicara dengan Hamun. Saat Donghae menyemangati kita satu-persatu dulu, seingatku ia juga tak menghampiri Hamun. Hanya titip salam saja ke kita. Ingat?

Hyejin: Ah, kau benar! Aku ingat.

Jihyo: Wae? Wae? Wae? Tapi seingatku saat Hamun jadi trainee dulu mereka sering bersama. Donghae hyung sering menyemangati Hamun.

Minah: Aneh sekali. Kira-kira apa yang terjadi, ya?

Jihyo: Magnae, muncullah! Jangan buat kami penasaran~

Hyunah: Sepertinya kita harus membicarakan ini secara langsung

Hyejin: Ide bagus. Kalau sudah selesai syuting, segera kembali ke dorm ya~

Minah: Apa Hamun masih kepikiran gosip Siwon dan Joya di Beijing?

Jihyo: Kurasa tidak, onn. Hamun percaya pada Siwon dan ia tahu kalau Joya hanya lawan main di film terbaru Siwon oppa.

Minah: Hm.. betul juga. Baiklah, kurasa kita memang harus segera pulang.

*****

Hamun masih belum bisa mengatur perasaannya. Ia hanya memainkan smartphonenya sedari tadi dan membaca artikel-artikel yang baru saja diupdate oleh netizenbuzz. Salah satu yang jadi top article adalah beritanya dan Lee Donghae yang akan jadi couple di We Got Married. Bahkan sudah ada ribuan comment disana yang mendukung couple ini.

‘Lee Donghae pernah mengatakan bahwa ia menyukai gadis yang mungil, friendly namun agak pendiam, beda umur yang cukup jauh tapi memiliki pemikiran yang bijaksana. Ia memang tidak pernah mengatakan secara langsung siapa gadis itu, namun kami memutuskan Kang Hamun yang menjadi virtual wifenya karena ia yang paling mirip dengan deskripsi Donghae. Terlebih lagi, mereka tak pernah terlihat bersama jadi kurasa netizen pasti penasaran akan apa yang terjadi saat mereka bersama,’ kata tim produksi We Got Married di artikel itu.

Hamun terdiam saat membaca paragraf itu. Ia tak pernah tahu Donghae menyukai gadis seperti itu. Jika iya, mengapa dulu Donghae tidak menerimanya? ‘Ah, ia pasti membohongi netizen agar mereka tidak tahu siapa yang sebenarnya ia suka. Bisa saja yang Donghae oppa suka adalah gadis yang tinggi, cantik, seksi dan dewasa seperti Hyorin onnie tapi Donghae tak mau ketahuan, akhirnya mengatakan hal yang sebaliknya,’ ucapnya dalam hati. Ia yakin, pasti itu yang dipikirkan oleh Donghae. Pria yang pernah sangat ia….

Tanpa Hamun sadari, air matanya mengalir saat kenangan itu kembali berputar di ingatannya. “Kenapa aku menangis?” tanyanya sambil menghapus air matanya. “Semuanya sudah berlalu Hamun. Kau tak boleh mengingatnya atau berharap padanya. Kini kau punya orang yang sangat mencintaimu dan kau cintai, Choi Siwon. Ya, aku mencintai Choi Siwon,” kata Hamun lagi pada dirinya sendiri.

Hamun memutuskan untuk menelpon pria itu. Mungkin hal itu bisa membuatnya tenang. Sayangnya, setelah beberapa kali mencoba, tetap saja tidak ada jawaban dari orang yang diseberang sana.

“Pasti ia sibuk,” gumam Hamun. Ia kembali menscroll layar smartphone yang masih berada di web yang sama. Top article yang kedua adalah hubungan Siwon dan Han Joya. Mereka sudah dua kali ketahuan oleh reporter sedang kencan di Beijing. Perasaan Hamun semakin tak menentu, ia makin sedih saat membaca hal itu. Ia percaya Siwon tak akan mengkhianatinya tapi ia sangat takut. Ia takut jika dirinya yang akan melukai perasaan pria itu.

“Aku mencintai Choi Siwon dan tak akan mengkhianatinya. Apapun yang terjadi antara aku dan Donghae tak akan mengubah perasaanku. Ia adalah masa lalu yang menyakitkan dan sudah seharusnya kulupakan,” kata Hamun mensugesti dirinya. Ia memutuskan untuk tidur dan tidak mau ambil pusing tentang syuting besok. Ia akan mengikuti script yang ada dan menyelesaikan semuanya dengan cepat.

*****

Lee Donghae membaca script yang diberikan oleh sutradara. Apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia ekspresikan, atau apa yang harus ia katakan, sebagian besar telah diatur oleh pihak produksi. Akan tetapi, Donghae tahu bahwa segala sesuatu yang akan ia lakukan nanti, yang akan ia katakan, yang akan ia rasakan terhadap gadis itu, semuanya itu adalah perasaannya yang sesungguhnya.

Syuting We Got Married kini telah dimulai dan kini Donghae hanya terdiam di tempatnya. Ia sudah tahu siapa gadis yang akan jadi virtual wifenya tapi jantungnya tetap saja berdebar kencang saat menunggu kemunculan gadis itu. “Apa ia suka jika aku mengajaknya naik Roller Coaster?” monolog Donghae sesuai scriptnya. Sesungguhnya, ia tak perlu menanyakan itu atau pertanyaan lain yang keluar dari mulutnya. Ia sudah sangat mengenal gadis ini mulai dari apa yang ia suka sampai yang ia benci.

“Annyeonghaseyo,” sapa sebuah suara yang sangat Donghae kenal. Donghae menoleh dan mendapati gadis yang ia tunggu sudah datang. Ia tampil sangat cantik dengan rambut yang ia gerai, make up natural, dan dress peach selutut yang ia gunakan. Naskah script memang menyuruhnya untuk tampak kaget, tak percaya, dan senang bukan main. Namun kini ia tidak sedang berakting, semuanya terjadi secara alami di tubuhnya saat melihat gadis itu. Donghae sadar kalau debaran yang ia rasakan saat ini adalah kebenaran. Kebenaran yang meyakinkannya kalau ternyata cintanya tidak pernah berkurang meskipun gadis itu bukan miliknya.

Mata gadis itu menatapnya, ia pun demikian. Rasanya saat ini hanya ada dirinya dan gadis itu di pusat pikirannya.

‘Kali ini, hanya disaat-saat seperti ini, aku tidak akan menahan perasaanku. Aku ingin memperlakukanmu selayaknya pria yang mencintai kekasihnya. Aku tak masalah jika pada akhirnya kau tak  pernah tahu perasaanku yang sesungguhnya. Aku akan menanggung rasa sakit itu asal aku bisa melihat kau tersenyum,’ gumamnya dalam hati.

 

*****

TBC