Hope you enjoy this part too🙂 (Spoiler: Abang Donghae, uljima~) kekekekeke

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

*****

“Hamun, jangan menangis lagi. Siwon mungkin terlalu lelah untuk bisa berpikir jernih. Uljima,” kata Donghae sambil mengusap air mata yang di pipi Hamun.

Hamun menengadahkan wajahnya dan menatap Donghae tajam. Ia juga menepis tangan Donghae yang tadi ada di wajahnya. “Berapa kali kubilang, kau tak perlu pura-pura baik padaku. Aku tak butuh pertolonganmu,” ujar Hamun penuh amarah. Air matanya mengalir bukan lagi karena kesedihan. Ia merasa perasaannya sedang dipermainkan oleh pria itu. Ah, ia tentu tidak tahu bagaimana sakitnya. Pria itu tak pernah peduli pada perasaannya.

“Aku masih banyak tugas, sunbae tidur saja lagi,” balas Hamun. Ia melangkah lebih dulu meninggalkan pria itu sambil mencoba mengatur nafasnya.

“Hamun,” ujar Donghae. Kini, tangannya sudah menggenggam tangan Hamun, mencegah kepergian gadis itu. “Aku mohon, jangan bersikap seperti ini padaku,” pintanya lirih. Hamun menatap pria itu sekarang. Ia sangat jelas melihat air mata pria itu mengalir. Wajahnya tampak sangat terluka.

“Waeyo?” tanya Hamun tak mengerti. Ia tak punya hak untuk terlihat rapuh seperti saat ini. Ia tak punya hak untuk meminta hal itu pada Hamun. Bukankah dia penyebab semua luka di hati Hamun? “Kenapa kau menangis, ha? Aku tak mengerti. Bukankah kau yang menperlakukanku dengan dingin selama ini? Bukankah seharusnya aku yang merasa terluka, ha?”

“Hamun, aku mohon jangan menatapku seperti itu,” pinta Donghae lagi. Air matanya tak berhenti mengalir.

“Mengapa tidak?” tanya Hamun. Air matanya kembali mengalir. Hatinya kembali penuh dengan rasa sakit yang sama seperti dulu. “Kau yang mengubah semuanya. Kau yang melukaiku. Kau ingin aku bagaimana sekarang?!” tanya Hamun nyaris histeris.

Donghae tak kuasa melihat Hamun menderita seperti itu, terutama saat ia tahu penyebabnya adalah dirinya. Donghae tak bisa menahan dirinya. Ia menarik Hamun ke dalam pelukannya. Seberapa besar usaha Hamun untuk melepaskan dirinya, ia tak mampu. Donghae memeluknya sangat erat seakan tak ingin terpisah dari gadis itu. Tangisan Hamun menderu saat dirinya sudah kehabisan tenaga dan tak sanggup membohongi perasaannya. Semuanya masih terasa sama seperti dulu. Pelukannya, kehangatannya, dan kelembutannya.

“Berikan aku kesempatan untuk menebus semuanya, Hamun. Aku ingin kita seperti dulu. Mengulang semuanya dari awal,” pinta Donghae. Ia mengangkat wajah Hamun dan mendapati tatapan gadis itu sudah berubah, bukan lagi kemarahan melainkan kesedihan. Sama seperti dirinya. Ia menghapus air mata Hamun dan mengecup kening Hamun.

‘Ini tidak boleh. Ini tidak boleh, Hamun. Kau akan melukai Siwon jika seperti ini,’ kata Hamun dalam hati. Akan tetapi, tubuhnya tidak dapat menolak pria itu. Ia tak bisa melawan saat pria itu kembali memeluknya atau mengecup pipinya. Kini, tangannya sudah membalas pelukan pria itu dan tak berniat untuk melepaskannya. Akhirnya Hamun tersadar, ternyata jauh di dalam lubuk hatinya masih ada sebagian dari dirinya yang menunggu pria itu kembali.

*****

‘Aku menyukaimu sejak dulu sampai saat ini. Tidak berubah,’ ujar Donghae padanya. Akan tetapi, saat dirinya hendak memeluk pria itu, semua gambaran mimpi itu pudar. Kesadarannya mulai muncul walaupun matanya terlalu berat untuk dibuka.

“Pagi, Kang Hamun!” sapa sebuah suara nyaring yang Hamun kenal. Ini suara berisik Hyejin onnie yang selalu membangunkannya.

“Yaa! Magnae, ppali ireona!” ujar sebuah suara lain yang. Kali ini, suara Jihyo dan Minah onnie yang digabung jadi satu. Hamun yakin ia tidak sedang bermimpi saat ini. Ia mengabaikan suara-suara itu bahkan menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.

“Hamun ah, bangun dong. Kami sudah capek-capek kesini,” ujar Hyunah onnie.

“Mungkin Hamun terlalu capek karena harus mengerjakan tugasnya semalaman kemarin,” ujar suara seorang pria yang datang dari ambang pintu kamar Hamun. Suara itu berhasil membuat Hamun tersadar sepenuhnya. Jantungnya berdebar kencang terutama saat mimpi itu kembali terngiang. ‘Itu hanya mimpi, Hamun. Hanya mimpi,’ gumam Hamun dalam hatinya. Untung saja saat ini ia masih menutupi wajahnya dengan selimut sehingga tidak ada yang tahu kekalutan yang ia rasakan saat ini.

“Ah, kebetulan ada oppa. Bagaimana kalau oppa yang membangunkannya?” tawar Minah.

“Ide bagus. Hamun memang susah untuk dibangunkan pagi-pagi seperti ini,” jawab Hyejin.

“Mungkin bukan ide yang bagus,” kata Jihyo, bagaimana pun Hamun masih kekasih oppanya. “Eng, tapi tak apa, Hamun harus bangun karena kami sudah datang. Jadi, coba oppa yang bangunkan karena usaha kami pasti tidak mempan,” lanjutnya.

“Kalau Hamun langsung bangun saat dibangunkan Donghae oppa, kita harus beri dia pelajaran,” sahut Hyunah yang disetujui member lain.

Donghae tertawa melihat tingkah member SG ini. Akhirnya, ia menuruti keinginan mereka. “Bagaimana caraku membangunkannya?” tanya Donghae pada para gadis itu.

“Kalau kau tak bangun, Donghae oppa akan menciummu. Disini, sekang juga,” ujar Minah yang disambut antusias oleh semua member SG kecuali Jihyo. Tapi, ia tak bisa berbuat apa-apa jika tak mau hubungan Hamun dan Siwon terbongkar.

Donghae sendiri sejujurnya tak percaya dengan ide yang keluar dari mulut Minah. Akan tetapi, ia tahu dirinya harus bersikap senatural mungkin agar tidak ada yang tahu kalau pada kenyataannya dirinya mencintai Hamun.

Donghae membuka selimut yang menutupi wajah Hamun. Kini, ia dengan jelas melihat wajah itu lagi. “Kang Hamun, bangunlah. Kau tidak mau aku cium dan dilihat banyak orang seperti ini, kan?” ujar Donghae.

“Aku sudah bangun, onniedul,  Donghae oppa,” kata Hamun sambil bangkit dari tempat tidurnya. Ia tahu kalau kini syuting sudah kembali dimulai dan ia harus segera membiasakan diri untuk memanggil pria itu oppa.

Hyejin mengacak rambut Hamun. “Cih, dasar kau itu. Sekarang, kau hanya bangun kalau suamimu yang membangunkan? Arraseo. Ternyata aku sudah tidak dibutuhkan,” katanya dengan tampang yang dibuat-buat.

“Aniya. Bukan begitu, onniedul,” ujar Hamun sambil merengek memohon pengertian mereka.

“Arra, arra, kami tahu sayang. Hyejin hanya menggodamu,” kata Hyunah onnie menenangkan Hamun.

“Kajja, kita keluar. Biarkan mereka berdua dulu,” ujar Minah sambil menarik Jihyo dan Hyunah keluar dari kamar itu.

Donghae tertawa melihat sikap onniedulnya Hamun itu. “Mereka usil sekali, sih,” kata Hamun setengah kesal setengah memaklumi. “Mereka sayang padamu, Hamun. Sama seperti aku,” ujar Donghae yang membuat Hamun terperanjat. Hamun menengadahkan kepalanya dan matanya bertemu dengan mata Donghae saat ini. Ia bisa melihat tidak ada kebohongan disana, tapi Hamun tak pernah berharap pria itu mengatakannya di saat seperti ini.

“Sama seperti aku menyayangi magnaeku, Kyuhyun. Aku juga sering menggodanya,” lanjut Donghae. Hamun merasa lega meskipun sedikit. Ia berharap Donghae hanya berpura-pura tadi. Ia tak tahu bagaimana caranya menyusun perasaannya jika pria itu mengucapkan kata sakral itu padanya. Segala perbuatan yang pria itu perbuat semalam sudah cukup untuk menggoyahkan hatinya.

“Kajja, bantu aku untuk membuatkan mereka sarapan,” ajak Donghae sambil menawarkan tangannya untuk membantu Hamun turun dari tempat tidurnya.

“Eng, aku bisa sendiri,” balas Hamun.

Donghae tersenyum melihat gadis yang sudah berdiri di sampingnya. Secepat kilat, ia mengangkat wajah Hamun dan mengecup pipinya. “Morning kiss,” ujarnya. Donghae dapat melihat gadis itu menatapnya dengan tidak percaya. “Percayalah, aku tidak sedang berpura-pura, Hamun,” bisik Donghae.

*****

“Siapa saja yang akan datang hari ini?” tanya Hamun sambil membantu Donghae memindahkan makanan dari dapur ke meja makan.

“Entahlah, yang pasti Kyuhyun oppa akan datang,” jawab Hyejin sambil mencicipi beberapa sajian yang sudah siap.

‘Ting Tong!’ bel rumah itu berbunyi. “Kami datang,” seru Leeteuk yang langsung masuk begitu saja sebelum dipersilahkan. Member Super Junior masuk satu persatu. Semuanya hadir tanpa terkecuali. Bahkan seorang Choi Siwon yang punya setumpuk jadwal tiap harinya.

Hamun menggantikan posisi Donghae di dapur dan pria itu menyapa membernya satu persatu. “Siwonie, kapan kau pulang ke Korea?” tanya Donghae saat gilirannya memeluk Siwon.

“Kemarin malam,” jawab Siwon seadanya sambil membalas pelukan Donghae. Siapapun yang ada di ruangan itu pasti dapat merasakan atmosfer yang tidak enak antara mereka berdua.

“Sudah jadi supnya. Ayo kita makan,” ujar Hamun yang datang dari dapur sambil membawa panci supnya.

Member Super Junior berebut mencari tempat duduk. Kyuhyun sengaja duduk di sebelah Hyejin, Henry di samping Hyunah, Siwon di samping Jihyo, dan Minah diapit Leeteuk-Heechul. Hamun sendiri memutuskan untuk duduk diantara Hyejin dan Hyunah.

“Aish, bagaimana mungkin seorang istri tidak duduk di samping suaminya?” kata Heechul meramaikan suasana. Setelah semua orang memaksanya, akhirnya ia pindah juga. Kini, Donghae di sebelah kanannya dan Siwon tepat di depannya. Inilah alasan sebenarnya yang membuat Hamun ragu untuk duduk ditempatnya sekarang.

“Ayo main truth or dare, tapi hanya Donghae dan Hamun yang jadi korbannya,” usul Eunhyuk yang disetujui hampir semuanya kecual Hamun Donghae sendiri.

“Tidak adil, oppa,” protes Hamun.

“Mengapa korbannya tidak diundi saja?” tanya Donghae sebagai bentuk protesnya. Akan tetapi, apapun yang mereka katakan bisa dilawan oleh teman-temannya dan onniedulnya.

“Siapapun boleh bertanya dan kalian berdua harus menjawab dengan jujur,” kata Hyunah mengingatkan.

“Dara atau Hamun?” tanya Leeteuk pada Donghae.

“Hamun,” jawab Donghae mantap.

“TOP atau Donghae?” tanya Minah pada Hamun.

“Donghae oppa,” balas Hamun. Kini, member SG dan SJ mulai menyoraki mereka berdua.

“Aku mau bertanya,” ujar sebuah suara yang membuat suasana menjadi hening seketika. “Apa sebelumnya kau pernah menyukai Hamun, Donghae ah?” tanya Siwon.

*****

TBC