Hope you enjoy this part too 🙂 (Spoiler: berbahagialah, Donghae~) kekekekeke

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

*****

“Apa sebelumnya kau pernah menyukai Hamun, Donghae ah?” tanya Siwon. Seketika semua orang di ruangan itu terdiam. Pertanyaan itu membuat atmosfer menjadi tegang.

Siwon menatap Donghae begitu juga sebaliknya. Pandangan Donghae menyiratkan bahwa ada sesuatu yang besar namun tak bisa ia ungkapkan. Hamun pun kini sudah menatap Siwon dengan tampang memohon agar pria itu mengganti pertanyaannya, tetapi pria itu tidak mempedulikannya

Tiba-tiba, sebuah suara muncul melenyapkan kesunyian itu. “Siapa yang tidak menyukai Hamun? Aku saja berharap punya adik yang lucu sepertinya,” ujar Kangin sambil mencubit pipi Hamun yang duduk di sebelahnya. Member lain juga berusaha mencairkan suasana dengan membicarakan hal yang lain.

“Bagaimana dengan comeback kalian? Berarti Hamun sangat sibuk ya? Kuliah, kerja, dan reality show ini. Kau hebat sekali bisa menjalani semuanya,” puji Heechul.

“Tapi, asal oppa tahu, kalau dia sedang setress jadinya sangat mengerikan. Aku tak mau dekat-dekat dengannya,” sahut Jihyo yang ditertawakan oleh semua orang disitu.

“Donghae oppa, kau harus hati-hati ya,” kata Hyunah memperingatkan.

Donghae hanya bisa tertawa mendengar peringatan itu. “Hamun sejak dulu selalu seperti itu. Selalu melakukan yang terbaik dalam hal apapun. Sampai kadang ia jadi setress sendiri,” ujar Donghae sambil mengelus kepala Hamun. “Kau tak perlu merasa tertekan, aku akan membantumu sebisaku. Arraseo?” tanya Donghae yang Hamun jawab dengan senyuman.

Ia menengadahkan wajahnya dan mendapati Siwon sedang menatapnya. Tatapan yang dingin seakan ia sedang memendam semua emosinya. ‘Mianhe,’ ujar Hamun tanpa suara. Ia harap pria itu bisa menahan emosinya lebih lama lagi.

*****

“Oppa, kau masih marah padaku?” tanya Hamun pada Siwon yang memang sengaja tidak ikut pulang bersama member SG atau SJ. Saat ini mereka berbicara di depan ruang televisi rumah itu. “Aku juga masih marah padamu tapi aku tak ingin lama-lama seperti ini,” lanjut Hamun.

“Donghae tidak melakukan apa-apa padamu, kan?” tanya Siwon dengan suara yang mulai lembut. Hamun mengambil tangan pria itu dan menggenggamnya erat. Ia menggeleng sebagai jawaban.

“Apa kau kembali menyukainya?” tanya Siwon yang kembali membuat Hamun kesal.

“Kenapa harus membahas hal itu lagi, oppa?” tanya Hamun yang berusaha menahan amarahnya.

“Karena aku tidak bisa tenang, Hamun. Bagaimana kalau ternyata Donghae juga menyayangimu sepertiku?” tanya Siwon.

Pertanyaan itu membawa Hamun kembali pada ingatannya yang paling menyakitkan tentang Donghae. “Saat itu, aku sangat menyukai Donghae sunbae dan percaya kalau ia juga demikian. Aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal agar aku dapat bersanding dengannya. Aku selalu berusaha untuk menjadi dewasa lebih cepat dibanding teman-temanku agar ia tak merasa terganggu dengan kehadiranku. Saat itu, Donghae adalah segalanya dan aku mencintainya dengan sepenuh hati,” ujar Hamun pada Siwon. Mengingat itu semua membuat Hamun mulai menitikkan air mata.

“Akan tetapi, Donghae sunbae yang kupikir juga mencintaiku, justru ia yang menghancurkan hatiku. Donghae berkata kalau ia tak pernah menyukaiku. Ia tidak menyukai anak kecil sepertiku dan semua kebaikannya selama ini hanya sebatas sunbae dan hoobae, tidak lebih. Aku tak pernah percaya akan apa yang ia katakan saat itu namun lukaku semakin mendalam karena sikapnya yang begitu dingin. Sejak saat itu, Donghae tak pernah mengunjungiku atau menyemangatiku. Ia meninggalkanku begitu saja. Ia tak pernah menyapaku meski aku di dekatnya. Ia membuatku seolah-olah tidak pernah ada dihidupnya. Ia melukaiku terlalu dalam. Apa oppa pikir ia mencintaiku? Itu tidak mungkin,” kata Hamun yang berusaha keras menahan air matanya. Hati Siwon terasa sakit saat melihat gadis itu begitu menderita. Ia menarik Hamun dalam pelukannya dan membiarkan tangisan gadis itu keluar.

“Menangislah, Hamun. Aku disini,” kata Siwon sambil menenangkan Hamun dalam pelukannya.

*****

Donghae keluar dari kamarnya setelah yakin Siwon tidak ada lagi di rumah itu. Ia berjalan menuju ruang tamu dan mendapati Hamun tertidur di sova. Saat ia mendekati Hamun, Donghae membaca post-it yang ditinggalkan Siwon di meja untuk Hamun dan dirinya.

‘Hamun, mianhe. Aku ingin menemanimu tapi aku harus segera kembali ke Beijing pagi ini. Aku tak tega membangunkanmu karena kau tampak sangat lelah. Jaga diri, jangan sakit ya. <3’

‘Donghae, tolong titip Hamun untukku. Gomawo,’

Donghae kini terduduk di lantai dan wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Hamun. Tangannya menggenggam erat tangan Hamun. Saat melihat wajah itu dan bekas air mata di pipinya, hati Donghae terasa hancur. Tangisannya mengalir saat mengingat setiap perkataan Hamun tadi. Ya, Donghae mendengar semuanya dan ia merasakan luka yang sama seperti yang Hamun rasakan. Baginya, menyakiti Hamun adalah hal yang paling melukai hatinya.

“Hamun, mianhe. Andaikan aku bisa jujur padamu, aku sudah menyayangimu sejak dulu bahkan mungkin sebelum kau menyukaiku. Sampai saat ini, rasa itu tak berubah dan tak berkurang sedikit pun. Aku mencintaimu, Hamun. Sangat. Andaikan melupakanmu merupakan hal yang mudah, aku tak perlu menyakitimu seperti ini. Mianhe, Hamun. Mianhe,” gumam Donghae mencurahkan isi hatinya meskipun Hamun tidak mendengarnya. Ia menundukan kepalanya, meredam isakannya, dan membiarkan air matanya mengalir.

Tiba-tiba, Donghae merasa kepalanya dielus dengan lembut. Ia menengadahkan kepalanya dan menyadari bahwa gadis itu yang melakukannya. Hamun menatap Donghae lembut. Ada senyum di wajah itu namun itu bukan senyum bahagia dan kini air mata mulai mengalir di pipi Hamun. Donghae tersadar bahwa ia baru saja melakukan kesalahan yang fatal.

“Kenapa kau menangis?” tanya Hamun sambil menghapus air mata di pipi Donghae meskipun kini ia juga sama mirisnya dengan pria itu.

“Anggap kau tak mendengar apapun. Tidurlah,” kata Donghae. Ia melepaskan tangan Hamun yang tadi ia genggam dan menjauhkan tangan Hamun yang tadi membelainya. Donghae bangkit untuk menjauh dari gadis itu namun Hamun menahan tangannya.

Hamun bangkit dari tidurnya dan berkata, “Sekarang, kau ingin aku berpura-pura untuk tidak mendengar apa yang kau katakan. Kau mau melukaiku lebih dalam lagi?” tanya Hamun dengan tangisan yang mulai menderu.

Donghae tak kuasa mendengar tangisan Hamun. Ia menoleh kembali pada gadis itu. “Kalau aku tidak mendengarnya tadi, kau akan menutupi semua itu seumur hidupmu, ha?” tanyanya. “Kenapa kau membohongiku selama ini? Kau jahat, Lee Donghae,” ujar Hamun yang memukul pria itu dengan tenaganya yang tersisa.

“Aku berusaha untuk tidak berharap apapun padamu, pada semua kelembutanmu sejak kita memulai syuting ini. Aku berusaha untuk tidak mempedulikannya. Tapi, saat aku mendengar semua ini, bagaimana caranya aku dapat mengabaikannya, ha? Bagaimana caranya aku menahan agar perasaan ini tidak kembali?” seru Hamun dengan air mata yang tak henti mengalir.

Donghae duduk di sebelah Hamun saat ini. Membiarkan dirinya menjadi sasak pelampiasan Hamun. “Mengapa semuanya jadi seperti ini? Aku tak sanggup melukai Siwon oppa dengan kenyataan bahwa aku kembali mencintaimu, Donghae oppa! Aku jahat, oppa! Aku jahat!” seru Hamun yang menyalahkan dirinya sendiri.

Donghae segera menarik Hamun kedalam pelukannya, memeluknya dengan erat. “Kamu bukan orang jahat, Hamun. Kita tidak akan melukai Siwon. Kita tidak boleh melukainya,” ujar Donghae. Sekuat tenaga ia menahan tangisannya. Saat ini, ia harus kuat demi Hamun.

*****

‘Selama tiga bulan ke depan sampai syuting ini selesai, biarkan aku menikmati kebersamaan kita. Aku ingin membuatmu bahagia dan menghapus semua lukamu. Setelah syuting ini selesai, aku akan menjauh dari kehidupanmu. Aku tak akan pernah mengganggumu dengan Siwon,’

Hamun mengerjapkan matanya saat merasakan ada tangan yang membelai wajahnya dengan lembut. “Apa aku membangunkanmu?” tanya suara itu.

“Ani. Aku memang harus bangun,” balas Hamun lemas. Ia masih merasa lelah setelah semalaman kemarin ia menangis.

“Kau kuliah jam berapa? Mau aku antar?” tanya pria yang sedari tadi duduk di tepi kasur Hamun.

“Aku bisa berangkat sendiri, Donghae oppa,” balas Hamun sambil membangkitkan tubuhnya dari tempat tidur.

Donghae tersenyum pada gadis itu. Hamun sangat menikmati tiap perlakuan lembut pria itu namun ia sadar kalau dirinya tak boleh terlarut akan semua itu. Ia menyentuh tangan Donghae yang ada di wajahnya dan menghentikan perbuatannya. “Kita seperti orang bodoh. Tahu tidak bisa bersama tapi..” kalimat Hamun terhenti.

“Ya, kau benar,” ujar Donghae yang kini tengah menggenggam tangan Hamun. “But, i’m rather being stupid so i can be with you even it’s just for 3 months. Dan, lebih baik aku yang menderita daripada harus melukai Siwon,” lanjutnya.

Donghae menyadari bahwa Hamun sedang menatapnya dengan sedih sehingga ia mencubit pipi gadis itu dan mengacak rambutnya. “Jangan sedih, Hamun sayang. Aku ingin menikmati 3 bulan ke depan dengan gembira dan menebus semua kesalahanku selama ini. Jadi, saat kau bersamaku, tersenyumlah,” katanya.

Hamun tersenyum sesuai permintaan Donghae. “Bukan senyum yang dipaksakan seperti itu,” protes Donghae.

“Yaa, oppa! Wajahku masih kaku karena seharian kemarin menangis, aku belum bisa tersenyum lebar pagi ini!” seru Hamun dengan tampang yang dibuat-buat marah.

“Tapi, kalau untuk menciumku bisa, kan?” ujar Donghae menggoda Hamun. Ia bahkan sudah menyodorkan pipinya untuk dikecup Hamun.

Jantung Hamun berdetak kencang akibatnya dan wajahnya juga mulai memerah. “Cih, oppa tak berubah, tetap saja genit seperti dulu!” balas Hamun untuk menutupi rasa malunya.

Donghae tertawa. “Asal kau tahu, aku seperti ini hanya padamu, Hamun,” balasnya.

“Aku tak percaya padamu,” ujar Hamun sambil menuruni tempat tidurnya. “Aku mau mandi dulu,” lanjutnya. Ia pergi dari kamar itu dan mengabaikan Donghae yang memanggil namanya.

Donghae tertawa sendiri melihat tingkah gadis itu dan dirinya. Rasanya, ia kembali menjadi dirinya yang dulu saat bersama gadis itu, begitu juga dengan Hamun. “Ada yang lupa,” ujar sebuah suara yang kembali muncul di ambang kamar Hamun.

“Apa?” tanya Donghae bingung.

Hamun berjalan mendekati Donghae dan mengecup pipi pria itu. “Selamat datang kembali, Donghae oppa,” ujar Hamun yang dibalas oleh senyum ceria Donghae. Senyum yang sama seperti saat mereka bersama dulu.

Saat Hamun menatap mata Donghae, hatinya berkata, ‘Aku akan menanggung semua rasa sakit ini asal Siwon oppa bahagia. Ini salahku karena membiarkan hatiku kembali mencintai pria ini. Aku tak mau melukai Siwon hanya karena keegoisanku. Tapi, saat ini izinkan aku membahagiakan Donghae oppa,’

‘Maafkan aku Choi Siwon karena aku sudah sangat lancang. Aku tak akan mengambilnya darimu. Tapi, saat ini izinkan aku menebus semua kesalahanku padanya. Aku ingin membahagiakannya walaupun hanya sebentar,’ ujar Donghae dalam hati saat gadis itu memeluknya dengan erat.

*****

TBC