Hope you enjoy this part too 🙂 (Spoiler: Donghae lagi bahagia-bahagianya) kekekekeke

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

*****

Lee Donghae: Aku mau menjemputmu

Kang Hamun: Tidak perlu. Oppa hanya akan membuat kampusku kacau

Lee Donghae: Aku tetap menjemputmu

Kang Hamun: Terserah, oppa. Aku baru selesai kelas 3 jam lagi.

Lee Donghae tertawa membaca chat Hamun yang terakhir. “Hamun bilang dia masih ada kelas, padahal dia sudah duduk-duduk disana. Dia mau membohongiku,” kata Donghae yang berbicara sendiri pada kamera sambil menunjukkan isi chat-nya dan Hamun.

“Baiklah, aku akan membuatnya menyesal karena sudah berbohong padaku,” ujar Donghae lagi. Ia turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Hamun yang masih asik berbicara dengan temannya. Ia menelpon Hamun untuk menggoda gadis itu.

“Hamunie,” panggil Donghae saat teleponnya diangkat.

“Oppa, waeyo? Aku sedang di kelas,” balas Hamun suara bisik-bisik. Donghae tertawa melihat akting gadis itu.

“Kau tak perlu bicara bisik-bisik seperti itu, Hamun,” sahut Donghae.

“Maksud, oppa?”

“Kau tahu sendiri, kan, sejak dulu kau tak pernah bisa membohongiku?”

“Oh-mo-na, Kang Hamun! Your husband!” seru teman Hamun yang lebih dulu menyadari kehadiran pria itu.

Hamun mengangkat wajahnya dan terperanjat. Ia hanya bisa terdiam saat melihat pria itu sudah berdiri dua meter di depannya. “See you when i see you?” ujar Donghae sambil menutup sambungannya saat ia yakin gadisnya sudah melihatnya.

“Suami Kang Hamun datang menjemput istrinya!” seru teman Hamun.

“Sonrye-ah! Kau apa-apaan, sih?” protes Hamun.

“Jangan pura-pura. Kau senang, kan, dijemput olehnya?” balas Sonrye.

“Jangan malu-malu. Sana, kau ditunggu olehnya,” seru Hyungrim, teman Hamun yang lain.

Dengan terpaksa, Hamun segera bangkit untuk menghampiri pria itu. Ia bisa mendengar teman-temannya berteriak menyorakinya dan Donghae. Makin lama, sorakan itu makin banyak. Hamun rasa, kini ia sudah menjadi tontonan semua mahasiswa di kampus itu.

“Oppa, kenapa kau datang?!” protes Hamun saat ia sudah berada di depan Donghae.

Belum sempat Donghae membalas, Sonrye berteriak, “Kissu Hamun, Lee Donghae!” Berkat Sonrye, kini mahasiswa yang ada disekitar mereka mulai bersorak, “Kissu! Kissu! Kissu!”

Hamun malu setengah mati sedangkan Donghae sepertinya sangat menikmati. “Oppa, jangan hiraukan mereka. Ayo cepat pergi. Mobil oppa dimana?” tanya Hamun yang bahkan tidak mau mengangkat kepalanya.

“Mengapa diabaikan?” tanya Donghae. Ia mengangkat wajah Hamun dan mengecup pipinya kilat. Donghae memberikan senyum kemenangan pada Hamun dan berbisik, “Itu akibatnya kalau kau berbohong padaku,”

Kini wajah Hamun sudah merah seperti tomat, tetapi Donghae justru melambai-lambaikan tangannya pada teman-teman Hamun yang kini bersorak untuknya.

“Kajja, kita pergi. Aku sudah puas,” ajak Donghae sambil menggenggam erat tangan Hamun.

*****

“Onniedul, coba lihat magnae kita ini,” seru Jihyo memanggil para onnienya untuk berkumpul di ruang televisi menonton acara We Got Married Haemun Couple.

“Waeyo?” tanya Minah tak mengerti.

“Mereka hanya akting, kan?” tanya Jihyo tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

“Harusnya itu semua hanya akting. Tapi, kenapa terasa sangat nyata, ya?” ujar Hyunah menanggapi pernyataan Jihyo tadi.

“Coba lihat itu. Hamun jarang sekali pura-pura marah atau sedih dan bertingkah childish seperti itu saat bersama Siwon oppa atau kita,” sahut Jihyo lagi.

“Ya, tampaknya seperti dia menjadi dirinya sendiri saat bersama Donghae,” sahut Hyejin yang membuat semua member terdiam. “Begitu pula dengan pria itu,” lanjutnya.

*****

“Ini untuk oppa,” ujar Hamun sambil memberikan es krim pada Donghae yang sedang bersandar di kap mobilnya. Donghae menerima es krim itu, “Gomawo,” kata Donghae diiringi senyumannya. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua di depan sungai Hangang setelah syuting selesai.

“Kau tidak membeli untuk dirimu?” tanya Donghae pada Hamun yang kini bersandar di sebelahnya.

“Ani, aku merasa tidak enak badan jadi lebih baik aku tidak makan es,” balas Hamun yang membuat Donghae cemas.

Donghae menyentuh dahi Hamun untuk memastikan temperatur tubuh gadis itu. “Apa kita pulang saja?” tanyanya. Hamun menggeleng sambil menggenggam tangan pria itu. “Tidak perlu, kurasa ini hanya masuk angin biasa. Minum obat pasti sembuh,” ujarnya untuk menenangkan Donghae.

“Tapi,”

“Tidak apa. Selama kita punya waktu, kita buat kenangan sebanyak-banyaknya,” ujar Hamun. Sekilas rasa sakit terasa di hati Donghae akan tetapi ia menutupinya dengan senyumannya.

“Kau benar,” balas Donghae. Ia melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Hamun. Ia juga mengenggam tangan Hamun erat. “Supaya kau merasa lebih hangat,” kata Donghae. Jujur, ia ingin memeluk gadis itu atau bahkan menciumnya agar sakit gadis itu berpindah padanya. Akan tetapi, ia tak bisa melakukan lebih dari bergandengan tangan. Ia takut tubuhnya menuntut lebih. Ia tak punya hak apapun atas gadis ini. Hamun bukan miliknya dan tak akan menjadi miliknya.

“Donghae oppa, kenapa kau selalu menghindariku dan bersikap dingin padaku selama ini?” tanya Hamun yang melenyapkan kesunyian di antara mereka.

Donghae tersenyum sebelum menjawab. “Karena aku pikir dengan cara itu aku bisa melupakanmu. Sebisa mungkin aku tidak mau bertemu denganmu. Akan tetapi, semakin aku menjauh, aku semakin mencarimu. Saat tidak melihatmu, aku semakin rindu padamu. Segala cara yang kulakukan untuk melupakanmu, semuanya tidak berhasil,” jawabnya.

Kini giliran Hamun yang tersenyum. “Aku memang susah dilupakan,” canda Hamun yang membuat keduanya tertawa.

“Lalu, mengapa kau tidak jujur padaku dari awal?” tanya Hamun lagi.

Donghae menatap Hamun lembut saat ini. Ia mengelus kepala Hamun dan membelai wajahnya. “Mianhe. Untuk itu, aku tak bisa memberitahukannya padamu dan kurasa kau tak perlu tahu,” jawab Donghae yang membuat Hamun memasang wajah kesal.

“Baiklah, kalau oppa tidak mau memberi tahu, aku akan mencari tahu sendiri,” ujar Hamun yang membuat Donghae tertawa.

‘Andai aku bisa mengulang waktu dan dengan tegas mengatakan pada Siwon kalau aku menyukaimu, mungkin kita tidak akan seperti ini sekarang,’ gumamnya dalam hati.

*****

“Annyeonghaseyo,” sapa Hamun pada kamera yang sudah ada disana. Ia baru saja tiba di depan ruang make up Super Girls. “Mianhe aku telat, tadi aku kuliah dulu,” jelasnya. “Hari ini Super Junior dan Super Girls akan tampil di Music Bank. Aku sudah membuatkan kue coklat ini untuk menyemangati memberku dan member Super Junior,” lanjutnya sambil menunjukan kotak kue yang ia bawa. “Kajja. Ayo masuk,” ajak Hamun pada kameraman itu.

“Annyeonghaseyo,” sapa Hamun pada onniedulnya dan para kru yang ada disana. Dengan segera, Hamun membagikan kue yang ia bawa pada membernya.

“Kau mau kemana?” tanya Hyejin yang masih sibuk di make up. “Mau ke ruang make up Super Junior, onnie. Kalau sudah waktunya giliranku, tolong kabari aku,” kata Hamun.

Dengan diikuti kameramannya, Hamun pergi menuju ruangan Super Junior. “Annyeonghaseyo,” sapanya yang langsung disambut antusias oleh semua member Super Junior.

“Hamunie, waeyo?” tanya Heechul yang ternyata sudah selesai di make up.

“Ini aku bawakan kue untuk oppadeul,” kata Hamun yang membuat member Super Junior senang bukan main. Hamun menghampiri mereka satu persatu tanpa terkecuali. Siwon juga ada disana.

“Ini untuk, oppa,” ujar Hamun diiringi senyum tulusnya untuk pria itu. Akan tetapi, pria itu tidak membalas senyumannya. Ia hanya mengambil kue itu lalu pergi menjauhinya. Hamun tak mengerti apa yang terjadi pada pria itu. Ia bahkan tidak mendapat kabar dari Siwon kalau pria itu sudah kembali ke Korea.

“Hamun waeyo?” tanya sebuah suara yang menyadarkan Hamun dari kegundahannya.

Hamun tersenyum saat melihat sosok itu adalah Lee Donghae. “Aniya, aku tidak apa-apa. Ini untukmu,” kata Hamun sambil memberikan kue terakhir yang ada di tempatnya.

“Gomawo,” balas Donghae diiringi senyuman yang rasanya tak bisa hilang jika bersama gadis itu. “Kamu kelihatan sangat pucat, Hamun,” kata Donghae tiba-tiba. Ia menyentuh dahi Hamun dan merasakan kalau temperatur Hamun cukup tinggi.

“Kang Hamun!” seru Donghae yang kaget saat merasakan panas tubuh Hamun. Untung saja ruangan itu sedang berisik sehingga tidak ada yang mendengarnya.

“Aku mohon jangan bilang siapapun nanti mereka khawatir. Aku masih bisa tampil untuk stage kali ini. Tenang saja,” ujar Hamun meyakinkan pria itu meskipun Donghae tak percaya.

Dari kejauhan, Siwon mengamati mereka berdua. Siwon ingin percaya pada gadis itu tapi pikiran-pikiran negatifnya tidak pernah hilang jika melihat mereka berdua tersenyum bahagia seperti itu. “Siwon ah,” ujar Leeteuk yang kini sudah ada di samping Siwon. “Jangan khawatir,” lanjutnya.

Siwon tersenyum, walaupun itu dipaksakan. “Aku hanya ingin bertanya. Apa Hyung tahu sesuatu tentang perasaan Donghae pada Hamun? Apa Donghae menyukai Hamun?” tanya Siwon.

Leeteuk menggeleng. “Aku tidak tahu. Ia tidak cerita apapun padaku mengenai hal itu. Menurutmu sendiri, apa mungkin Donghae menyukai Hamun? Jika ya, bagaimana perasaannya melihat gadis yang ia cintai mencintai sahabatnya sendiri? Itu terlalu menyakitkan. Jadi, kurasa Donghae tak mungkin hidup dengan rasa sakit itu selama ini. Aku sih, tidak bisa tahan,” jawab Leeteuk.

*****

TBC