Hope you enjoy this part too 🙂 (Spoiler: Choi Siwon and Lee Donghae, uljima~) kekekekeke

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

******

“Super Girls, hwaiting!” seru Hyejin yang menyemangati para membernya. Sebentar lagi mereka akan tampil tetapi sebelumnya mereka akan melakukan backstage preview bersama Super Junior.

“Annyeonghaseyo, Uri Super Junior, eo!” seru Leeteuk yang diikuti semua member Super Junior.

“Annyeonghaseyo, Uri Super Girls, Jjang!” seru Hyejin yang diikuti juga oleh member SG.

“Sehabis ini kita akan melihat penampilan luar biasa dari Super Girls yang lagunya sudah menang di Music Bank selama lebih dari satu bulan,” kata Leeteuk.

“Kita juga akan melihat penampilan yang tak kalah luar biasa, yakni Super Junior dengan This Is Love!” seru Hyejin.

“Hyejin ah, apa boleh kita menganggu member kita?” tanya Leeteuk pura-pura berbisik, padahal semuanya pasti mendengar pembicaraan mereka.

“Aku tahu maksud, oppa. Hamunie, Donghae oppa, silahkan maju ke depan,” panggil Hyejin.

Dengan malu-malu Hamun dan Donghae maju ke depan. “Bagaimana perasaan kalian setelah bersama selama sebulan ini?” tanya Leeteuk.

Baru saja Donghae mau membalas, Hyejin sudah menyelanya, “Tentu saja mereka bahagia, oppa,” katanya sehingga menimbulkan tawa diantara mereka.

“Rating We Got Married meningkat signifikan setelah kalian muncul. Mereka berpikir kalian sangat serasi dan memang punya hubungan khusus di kehidupan nyata. Apa benar? Kalian tidak cerita apapun padaku,” tanya Leeteuk lagi.

“Oppa, itu privasi mereka, kita tunggu saja press conference mereka,” sela Hyejin lagi. “Oia, untuk Kang Hamun, jangan lupa kalau kau kemarin baru saja kalah bertaruh dengan aku, Minah, Hyunah, dan Jihyo. Apa kau sudah menggunakannya?” tanya Hyejin.

“Sudah,” jawab Hamun sambil menunjukan tangannya yang menggunakan cicin mainan dengan ukuran yang sangat besar dan permatanya yang besar pula. Ada ukiran nama Donghae di permata itu. “Meskipun ini tidak matching dengan styleku hari ini, aku akan memakainya,” kata Hamun yang disoraki oleh onniedulnya.

“Hyejin ah, Minah, Hyunah, dan Jihyo,  kira-kira kalau kalian ikut We Got Married, kalian mau ikut dengan siapa? Pilihannya hanya member Super Junior,” tanya Leeteuk.

Hyejin tampak seperti berpikir sambil melirik Kyuhyun yang sudah sangat berharap untuk dipilih. “Aku pilih, Kyuhyun oppa,” jawab Hyejin. “Karena ulang tahun kami berdekatan,” lanjutnya.

“Aku tidak punya pilihan. Tidak ada yang kusuka,” jawab Minah tanpa keraguan disambut dengan wajah depresi para member.

“Biasku sudah mau menikah jadi kurasa aku tak bisa memilihnya,” jawab Jihyo yang sangat disayangkan oleh para oppadeul.

“Aku pilih Henry, meskipun ia tidak ada disini sekarang,” jawaban Hyunah membuat para member sedih untuk kesekian kalinya.

“Arraseo, aku akan segera mengontak produser We Got Married agar kalian segera di undang. Kyuhyun Hyejin dan Hyunaha Henry. Jihyo, kau sama Woobin saja dan Minah, pilihanmu sangat tepat, oppa tidak akan merestui jika kamu suka dengan member Super Junior. Mereka tidak normal semua,” canda Leeteuk.

“Termasuk oppa,” sahut Minah yang membuat semua orang di tempat itu tertawa.

“Baiklah, mari kita saksikan, Super Junior ‘This is Love’ ” seru Hyejin.

“Cut! Bagus sekali,” ujar sutradara Music Bank itu. “Super Junior silahkan naik ke atas panggung. Super Girls bersiap-siap,” lanjutnya.

Hyejin yang melihat jelas wajah pucat Hamun segera menghampiri gadis itu. “Kau yakin mau tampil dengan kondisi seperti ini?” tanyanya.

Hamun mengangguk. “Aku akan bertahan, setelah itu aku akan langsung ke rumah sakit,” kata Hamun.

Onnidul yang lain tampak mengkhawatirkan magnaenya itu. “Kalau ditengah-tengah sudah tidak kuat, langsung kembali ke backstage saja. Kami akan tetap menari agar tidak terjadi kehebohan,” usul Jihyo yang disetujui oleh Minah dan Hyunah.

Setelah member Super Junior turun, kini giliran member Super Girls bersiap untuk naik.

“Hamun, kau tak apa-apa?” tanya Siwon saat gadis itu lewat di sebelahnya. Hamun menggeleng sebagai jawaban akan tetapi Siwon tahu kalau gadis itu sedang sakit. “Kau yakin mau tampil?” tanya Siwon lagi sambil menghentikan langkah Hamun.

“Siwonie, member SG sudah dipanggil. Biarkan Hamun naik. Kalau terjadi apa-apa, aku akan segera naik ke atas panggung untuk menolongmu,” ujar Donghae yang kini tatapannya sudah berpindah ke arah Hamun. Hamun tersenyum untuk kedua pria itu, “Gomawo Siwon oppa, Donghae oppa.”

Dengan segera, Donghae pergi meninggalkan Siwon dan mengambil posisi yang paling dekat dengan panggung. Hanya untuk berjaga-jaga. Ia ingin menjadi orang pertama yang menolong Hamun jika sesuatu terjadi padanya.

Selain Hamun, member SG yang lain menari dengan enerjik. Gadis itu merasa tubuhnya semakin panas akibat lampu-lampu yang menyoroti panggungnya. Ia bahkan berhenti menari karena kepalanya yang sangat pusing. Pandangan matanya sudah kabur dan seketika semuanya menjadi gelap.

Donghae sudah melihat gerak-gerik Hamun. Dengan segera, ia naik ke atas panggung untuk menahan tubuh Hamun yang hampir jatuh dan ternyata ia sudah tidak sadarkan diri. Hyejin, Minah, Hyunah, dan Jihyo sudah mengelilingi Hamun dengan tampang khawatir begitu juga para Goddess yang menyaksikan kejadian itu.

“Kalian tampil saja yang terbaik. Aku akan menjaga Hamun,” kata Donghae sambil menggendong Hamun turun  dari panggung.

“Donghae ah, sudah cukup,” ujar Siwon saat Donghae sudah sampai di backstage. “Aktingmu cukup sampai disini. Biar aku yang membawanya ke rumah sakit,” ujar Siwon.

“Aku tak masalah,” kata Donghae yang benar-benar khawatir pada Hamun.

“Jika kau lupa, akan kuingatkan. Hamun pacarku, Donghae ah,” kata Siwon. Kalimat itu membuat Donghae ingat siapa ia sesungguhnya. Ia adalah sahabat Choi Siwon dan pria di masa lalu Hamun, bukan pria di masa kini atau pun di masa depan gadis itu. Jika ia bisa kembali pada Hamun di saat ini, itu semua hanya sementara, dan hanya kedua insan itu yang tahu.

Donghae hanya bisa terdiam di tempatnya sambil menatap lirih punggung Siwon yang membawa wanita itu pergi. Ia masih bisa berpikir jernih untuk tidak meluapkan emosinya di tempat ini, walaupun sesungguhnya hatinya sudah berteriak kesakitan.

 

*****

 

“Oppa,” panggil suara itu pada pria yang duduk di tepi tempat tidurnya.

“Bagaimana rasanya, Hamun?” tanya pria itu lembut sambil membelai pipi gadis itu.

“Hm, much better,” jawab Hamun.

“Kata dokter kau terlalu capek dan stress. Mungkin karena kau harus kerja sambil kuliah,” ujar pria itu.

“Bagaimana para onniedul?” tanya Hamun lagi.

“Mereka akan kesini setelah semua kegiatan mereka. Mungkin sekitar jam 11 malam nanti,” jawabnya.

“Siwon oppa sendiri, kau tak harus pergi ke Beijing untuk melanjutkan syuting?” tanya gadis itu. Siwon menggeleng dan memberikan senyum lembutnya untuk gadis yang ia sayangi itu. “Aku sudah mengundur keberangkatanku. Besok siang aku baru berangkat, jadi malam ini aku akan menjagamu,” jawabnya.

“Tapi, bagaimana..”

“Tidak ada yang perlu kau khawatirkan,” sela Siwon sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya. “Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu. Rasanya sudah sangat lama kita tidak berdua seperti ini,” ujarnya. “Kau tahu, kan, sayang? Aku sangat mencintaimu dan rela melakukan apapun untukmu,”

Perkataan Siwon barusan membuat hati Hamun tercekat. Sakit akan rasa bersalahnya pada pria yang telah begitu baik padanya. Hamun tersenyum pada pria itu, ia menggenggam tangan Siwon yang sedari tadi membelainya. “Aku tahu, oppa. Kau juga tahu, kan? Aku akan selalu membuatmu bahagia?” tanya Hamun yang Siwon jawab dengan anggukan.

“Aku berjanji padamu,” ujar Hamun. Ya, itu janjinya. Sesakit apapun hatinya nanti setelah ia mengakhiri perasaannya pada Donghae, ia akan berusaha bertahan. Ia tak akan membuat Siwon terluka melainkan akan membuatnya bahagia. ‘Maafkan aku, Siwon oppa. Setelah semuanya selesai, aku akan mengatur kembali perasaanku. Aku akan belajar untuk benar-benar mencintaimu dan melupakannya,’ katanya dalam hati.

*****

“Apa kau sudah baikan, Hamun?” tanyanya. “Tentu saja kau sudah lebih baik, Siwon menjagamu sedari tadi,” lanjutnya. “Kau tidur terlalu lelap, Hamun, sampai-sampai kau tak sadar kalau aku sedang berada disini.” Pria itu duduk di kursi yang ada di sebelah kasur Hamun dan menggenggam tangan gadis itu.

“Aku ingin sekali menjagamu. Aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat saat kau bangun nanti. Akan tetapi, Siwon menyadarkanku kalau aku bukan siapa-siapa diantara kalian berdua,” ujarnya. Ia menghabiskan waktunya cukup lama hanya untuk menikmati wajah gadis itu dalam keheningan.

“Saat Siwon berkata kalau kau adalah kekasihnya, saat itu aku benar-benar menyesali perbuatanku dulu. Aku menyalahkan diriku sedari tadi. Mengapa aku tak percaya pada diriku sendiri saat itu? Mengapa dulu aku tak yakin bisa membahagiakanmu? Mengapa dulu aku tidak lebih egois untuk mempertahankanmu?” tanyanya pada dirinya sendiri.

“Dulu, aku berpikir bahwa hanya Siwon yang dapat membuatmu bahagia karena dia punya segala sesuatu yang tidak aku punya. Ia tampan, pintar, kaya, dan baik. Ia sangat baik sampai aku merasa diriku tak layak untuk bersaing dengannya, sahabatku yang sudah banyak membantuku. Sejak ia bercerita padaku kalau ia mencintaimu, saat itulah aku memutuskan untuk melupakan perasaanku padamu dan membantumu untuk dapat mencintainya. Aku melakukan itu semua tanpa berpikir kalau ternyata cintaku untukmu sudah terlalu dalam dan melupakanmu adalah hal mustahil yang bisa kulakukan,” lanjutnya.

Donghae menceritakan semua isi hatinya yang sudah terlalu lama ia pendam meskipun gadis itu pasti tidak mendengar. Ia tak ingin Hamun tahu alasan dirinya membohongi Hamun dulu. Ia ingin menjaga cintai Hamun untuk Siwon seperti sebelumnya. Ia yakin, Hamun akan kembali mencintai pria itu setelah semua ini berlalu.

Donghae menatap jam tangannya. “Kurasa sebentar lagi Siwon akan kembali. Aku pergi dulu, Hamun. Aku menyayangimu,” kata pria itu sambil mengecup kening Hamun.

*****

Siwon terdiam di tempatnya berdiri sekarang sampai ia mendengar suara pintu tertutup dan langkah kaki yang menjauh. Setelah pria itu pergi, Siwon kembali masuk ke ruangan gadis itu. Setetes air mata mengalir di pipinya saat ia melihat wajah Hamun. Ia tak dapat menyembunyikan kesedihannya meskipun ia sudah berusaha bertahan. Ya, Siwon berada disana sedari tadi sejak Donghae memulai ceritanya untuk Hamun.

‘Mianhe, Donghae. Mianhe. Aku tak pernah tahu kalau kau sangat mencintai Hamun. Bagaimana caramu bertahan selama ini saat melihat aku bersama Hamun? Bukankah itu sangat menyakitkan?’ tanya Siwon dalam hati. Ia menggenggam tangan Hamun saat ini, mengharapkan kekuatan dari gadis itu.

“Tapi, maafkan aku, Donghae. Aku tak bisa menyerahkan gadis ini padamu. Aku sangat mencintainya. Maafkan aku,” ujar pria itu untuk dirinya sendiri dan sahabatnya yang tak ada bersamanya saat ini.

TBC