Thank you for reading this fanfiction. Hope you enjoy this part too 🙂 (Spoiler: why this love hurt our heart so much TT^TT~) 

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

*****

“Pagi,” sapa Siwon saat melihat mata Hamun mulai terbuka. Hamun tersenyum pada pria itu tapi ia sangat malas untuk terbangun. “Oppa, aku mau tidur 10 menit lagi,” pinta Hamun. Ia bahkan sudah memeluk Siwon lebih erat, mungkin ia pikir Siwon adalah gulingnya.

Siwon hanya bisa tertawa dan membiarkan Hamun melakukan apa yang ia mau. Siwon bahkan sudah menyanyikan lagi nina bobo untuk Hamun sambil menepuk pelan punggung gadis itu. Tiba-tiba saja, ponselnya berbunyi. Ia mendapatkan telepon dari ayahnya. Hal yang sangat jarang terjadi.

“Ada apa, ayah?” tanya Siwon yang bingung. Ayahnya tidak pernah menelponnya sepagi ini.

“Ayah ingin memberimu saran mengenai hal yang pernah kamu ceritakan pada ayah, Siwon,” sahut orang diseberang sana.

“Ayah, mianhe, tapi untuk saat ini aku tak mau membahas hal itu. Aku akan berusaha untuk membuat Hamun kembali jatuh cinta padaku,” balas Siwon.

“Justru karena Jihyo memberitahu appa kalau kau sedang bersama Hamun sekarang, makanya ayah menelponmu,” ujar Ayahnya yang tak bisa dibantah Siwon. “Kau dengarkan saja apa yang ayah katakan. Segala tindakan yang akan kau lakukan nanti itu keputusanmu. Kau tahu apa yang terbaik untuk dirimu dan juga Hamun,” ujar ayah Siwon.

Siwon dapat mendengar ayah Siwon baru saja menghela nafasnya panjang. “Aku sudah lebih lama hidup di dunia ini dari pada dirimu, tapi sampai sekarang masih banyak hal yang tidak bisa kumengerti. Salah satunya, i don’t know why we hang on to something we know we are better off letting go. It’s like we are scared to lose what we really don’t even have. Some of us say we’d rather have something than nothing at all, but the truth is, to have something halfway is harder than not having it all,” ujar ayahnya.

Siwon hanya bisa terdiam sebagai respon dari perkataan ayahnya. Ya, semua yang ayahnya katakan terasa sangat benar.

“Siapa yang menelpon, oppa?” tanya Hamun yang tiba-tiba terbangun. Siwon mengakhiri pembicaraannya dengan ayahnya dan kembali fokus pada gadis itu.

“Appaku, sayang,” balas Siwon.

“Tumben sekali, ada apa?” tanya Hamun heran.

“Nasihat pagi hari,” balas Siwon. Hamun hanya mengangguk-angguk sebagai tanda kalau ia sudah menerima informasi dari Siwon. “Aigo, Hamunie, ayo cepat bangun. Ini sudah jam berapa? Onniedulmu sudah pergi kerja semua,” ujar Siwon sambil mencubit pipi Hamun.

“Oppa, mumpung aku tidak kuliah, aku ingin tidur lebih lama,” balas Hamun.

“Sayang sekali, padahal aku berniat mengajakmu kencan,” ujar Siwon.

“Kita kencan didorm saja, oppa,” pinta Hamun yang membuat Siwon tertawa terbahak-bahak.

“Baiklah kalau begitu, aku akan menjemputmu dua jam lagi. Aku ada urusan sebentar, aku pergi dulu, ya Hamun,” pamit Siwon sambil mengecup kening gadis itu. Ia beranjak dari tempat tidur itu dan pergi meninggalkan kamar Hamun.

Dengan segera, Siwon mengendarai mobilnya menuju tempat yang sudah ia hafal. Meskipun sebagian hatinya belum rela, ia yakin kalau hal inilah yang harus ia lakukan. Apa yang ayahnya katakan tadi menyadarkan Siwon kalau ia hampir saja membuat keputusan yang salah.

*****

Sesuai perkataan Siwon tadi pagi, ia menjemput Hamun setelah urusannya selesai. “Oppa, pergi kemana tadi?” tanya Hamun setelah ia masuk ke dalam mobil Siwon. “Lalu, wajah oppa kenapa memar seperti itu?” tanyanya lagi yang khawatir pada kondisi Siwon.

Siwon hanya tersenyum sambil mengelus kepala kekasihnya itu. “Rahasia. Jangan khawatir dengan wajahku ini ya, sayang. Aku masih tetap tampan, kok,” jawabnya diiringi dengan senyum usil.

“Cih, narsis,” ujar Hamun diiringi tawanya. “Pada akhirnya oppa pasti akan menceritakannya padaku. Aku akan menunggu dengan tenang,” lanjutnya yang disambut oleh tawa Siwon.

“Jadi, mau kemana kita, oppa?” tanya Hamun.

Sesaat, Siwon tampak seperti berpikir. “Today, i’m yours. Jadi, aku akan membawamu kemana pun yang kau mau,” kata Siwon.

“Oppa, yakin?” tanya Hamun memastikan. Setelah mendapat persetujuan dari Siwon, Hamun mulai menentukan arah perjalanan mereka.

Hamun ingin pergi ke tempat dimana ia pernah kunjungi bersama Donghae. Ia ingin menghapus kenangannya bersama pria itu dan menggantinya dengan Siwon. Ia ingin mengubur semua perasaannya pada Donghae karena ia sudah bertekad untuk membuat seorang Choi Siwon bahagia.

*****

Seharian itu, Siwon menepati janjinya dan membawa Hamun kemana pun ia mau. Saat menghabiskan waktu bersama pria itu, Hamun yakin perasaannya pada Siwon akan segera tumbuh. Ia yakin bisa mencintai pria ini melebihi perasaannya pada Donghae dulu.

“Last place,” ujar Hamun setelah ia dan Siwon tiba di tepi sungai Hangang.

“Untuk apa kita kesini, Hamun?” tanya Siwon.

“Lihat bintang, sambil jalan-jalan di tepi sungai bersama oppa. Jangan lupa pakai jaket dan topi oppa. Aku tak mau kita ketahuan dan aku tak mau oppa sakit,” ujar Hamun sebelum ia turun dari mobil.

Setelah Siwon mengikuti semua nasihat Hamun, ia menyusul Hamun yang sudah lebih dulu berada diluar. “Kajja,” ajak Siwon sambil memberikan tangannya untuk Hamun gandeng. Sesuai apa yang Hamun katakan, mereka berdua berjalan dalam keheningan sambil menikmati  pemandangan malam itu.

“Apa oppa bahagia hari ini?” tanya Hamun.

Siwon mengangguk. “Asal bersama denganmu, aku selalu bahagia. Begitu juga seharian ini,” jawab Siwon dengan jujur.

Hamun mengalungkan tangannya di lengan Siwon. “Aku senang mendengarnya. Aku akan membuat oppa selalu bahagia karena kau orang yang baik yang patut mendapatkan kebahagiaan itu,” ujar Hamun. Siwon mengacak rambut Hamun dengan gemas. “Kau juga gadis yang baik, sampai kau rela mengorbankan keinginanmu demi orang lain,” gumam Siwon.

“Oppa bilang apa?” tanya Hamun yang memang tak mendengar perkataan Siwon barusan.

“Ani, aku tidak berkata apa-apa,” kata Siwon. Karena Siwon sudah berkata demikian, ia tidak terlalu ambil pusing dengan perkataan Siwon yang tidak ia dengar. Ia melanjutkan perjalanannya dengan Siwon. Ia masih ingin berada di tempat ini lebih lama agar ia benar-benar bisa melupakan Donghae.

“Oppa, kapan-kapan kita kesini lagi ya,” ajak Hamun. Anehnya, Siwon tak menjawab. Justru langkahnya terhenti. Hamun mengalihkan perhatiannya ke depan, dimana mata Siwon tertuju. Hamun sangat kaget saat melihat pria itu ada disana. Seseorang yang tak ia harapkan kehadirannya hari ini atau pun ke depannya.

“Oppa, kajja, kita kembali ke dorm,” ajak Hamun pada Siwon seakan pria lain itu tidak ada disana.

Siwon tak berkutik, ia tetap diam di tempatnya. “Oppa, ayo,” ajak Hamun lagi. Ia berharap dapat segera pergi menjauh dari pria itu sebelum hatinya kembali tergoyahkan.

Siwon menengadahkan wajah Hamun dan kini menatap dalam ke manik mata Hamun. Ia bahkan mencium kening gadis itu. “Kalau kau ingin kesini lagi, kau harus pergi dengan pria yang benar-benar kau sayangi,” ujar Siwon pada Hamun.

“Maksud, oppa?” tanya Hamun yang memang tak mengerti maksud pria itu.

“Apa yang kita lakukan seharian ini adalah farewell kita. Aku ingin kita putus, Hamun,” ujar pria itu. Kata-kata pahit itu terucap dengan penuh kelembutan.

Hamun terlalu kaget dengan apa yang ia dengar barusan. Ia bahkan tidak sempat mengatur emosinya dan air mata itu mengalir begitu saja. “Waeyo, oppa?” tanya Hamun tak mengerti.

*****

TBC