image

Author gak sanggup melihat ketampanan pria satu ini gara2 musikalnya yang terbaru kemarin. Semoga FF kali ini enak dibaca walaupun author mengakui banyak kekurangan. Huhuhuhu.

Enjoy

*****

Kalau ada penobatan pasangan paling romantis seharusnya bukan pasangan ini yang menerimanya tapi tampaknya dunia berkata lain. Mereka mengalahkan puluhan pasangan lain yang menjadi saingan mulai dari penyisihan sampai lima besar.

“And the most romantic couple goes to…”

“Cho Kyuhyun and Song Hyejin!!! Chukkahamnida!”

Pasangan yang disebut namanya itu disorot kamera. Tampak keduanya sedang berdebat tapi langsung berhenti saat wajah mereka muncul di layar lebar di panggung.

“Cho Kyuhyun-ssi. Song Hyejin-ssi,” panggil MC memanggil kedua insan manusia itu ke panggung.

Pasangan itu tersenyum. Beriringan mereka berjalan menuju panggung. Sang wanita menerima piala lebih dulu baru kemudian si pria.

“Jeongmal kamsahamnida. Jeongmal kamsahamnida,” ucap Hyejin. Ia tampak tidak percaya atas penghargaan yang baru saja dia terima. “Actually, aku tidak percaya kami bisa menerima penghargaan ini. Apa kami berdua seromantis itu? Kami baru saja berdebat di kursi kami. Itu debat kami yang kesebelas hari ini.” Hyejin kemudian tertawa. Ia masih tampak kaget.

“Jeongmal gomawoyo yeorobun karena telah memilih kami. Kami tidak menyangka ternyata orang menganggap kami romantis. Terima kasih kepada SBC yang telah membuat reality show Pillow and Blanket buat kami. Setidaknya itu bisa membuat kami mesra setiap Minggu,” ujar Kyuhyun kemudian tertawa. “Sekali lagi, terima kasih semuanya.”

Satu auditorium ikut tertawa, termasuk MC. “Kalian memang sama sekali tidak romantis. Kau bahkan tidak menggandeng pasanganmu saat maju ke panggung,” kata MC kepada Kyuhyun sambil tertawa.

“Dia sedang marah padaku karena aku lebih memilih langsung ke acara musikalku dibandingkan mengantarkan dia pulang dulu ke rumah,” sahut Kyuhyun.

“Dia sudah tidak sabar bertemu pasangannya yang lain,” imbuh Hyejin cuek.

“Apa kau sedang cemburu?” Tanya MC.

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku tidak pernah cemburu padanya. Aku bahkan tidak peduli dia berciuman dengan gadis manapun,” katanya cuek membuat seluruh auditorium tercengang.

“Jinjja? Kau tidak cemburu jika suamimu berciuman dengan wanita lain?” Tanya MC tidak percaya. Pasangan di depan matanya ini memang benar-benar tidak romantis.

“Tapi setelah itu dia akan mendiamkanku selama seminggu. Aku bahkan tidak diperbolehkan memegang tangannya. Coba kalian bayangkan, betapa tersiksanya suami yang tidak boleh menyentuh istrinya apalagi ia selalu berada paling dekat 3 meter darimu,” kata Kyuhyun kemudian tertawa.

“Kau tersiksa? Sungguh? Uuh, kasihaaaan,” kata Hyejin membuat auditorium kembali tertawa. Mereka tidak tahu apa yang membuat pasangan ini semakin tidak romantis tapi semakin menarik.

MC kembali mengendalikan acara. Kyuhyun dan Hyejin menuju ke belakang panggung.

Kyuhyun melepas jas dan dasinya kemudian memberikannya kepada Hyejin. “Aku harus ke acara musikalku sekarang. Kalau tidak aku bisa terlambat. Aku akan pulang larut malam. Jangan mengganti password kunci rumah. Ingat itu,” kata Kyuhyun terburu-buru.

Hyejin tidak peduli. Ia hanya menunggu suaminya mengoper barang-barang yang tidak diperlukan kepadanya sebelum pria itu meninggalkannya sampai tengah malam nanti.

“Selesai acara ini langsung pulang ke rumah. Jangan minum alkohol. Aku mencintaimu,” kata Kyuhyun lalu melumat bibir Hyejin baru kemudian pergi.

“Kau pasti bahagia sekali memiliki suami seromantis itu,” kata Choi Siwon yang tiba-tiba muncul dari belakang Hyejin membuat hoobae-nya itu terkejut.

“Siwon Oppa!” Seru Hyejin senang dan kemudian memeluk sunbae tertampan yang ia miliki. “Lama sekali tidak bertemu. Kau sibuk syuting kemana-mana sih. Menyebalkan!”

Siwon mencubit pipi Hyejin dengan gemas. “Aku punya hadiah untukmu,” ujar Siwon lalu menarik Hyejin ke dalam pelukannya, mencium pipi gadis itu dan mengambil selca dengan smartphone-nya.

Chukkae! My prettiest hoobae got an award as the most romantic couple!! @SGhyejin @GaemGyu

Siwon mengupload gambar tersebut ke akun SNS miliknya. Tidak sampai 5 menit, smartphone Hyejin sudah berdering hebat.

“Sepertinya ia sudah melihat foto itu,” ujar Hyejin lalu menerima panggilan Kyuhyun. “Waeee?”

“Yaaa! Cuci mukamu sekarang!! Berani-beraninya kau mengizinkan laki-laki lain menciummu? Harusnya aku memaksamu ikut ke acara musikalku!”

“Dan melihatmu berciuman dengan wanita lain?”

“Kau kan tidak peduli aku berciuman dengan siapapun.”

“Dasar bodoh! Pikirkan saja musikalmu sana. Sampai rumah lewat dari jam 12 malam, aku akan mengganti password kunci rumah!”

Hyejin kemudian mematikan smartphone-nya dengan kesal. Siwon tertawa geli melihatnya. “Semua gara-gara Oppa,” omel Hyejin kesal tapi Siwon tetap tertawa tanpa ada niat untuk minta maaf.

“Kyuhyun kan memang seperti itu. Kau seperti baru mengenalnya saja. Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ayo kita kembali ke depan. Tampaknya kau akan mendapatkan penghargaan lagi,” kata Siwon.

“Penghargaan apa? Pasangan paling diinginkan seluruh negeri?”

Siwon tersenyum. “Kurang lebih mungkin seperti itu.”

“The best couple….waaaah, pasangan ini luar biasa. Aku melihat mereka berdebat, cuek-cuekan, kemudian berciuman. Luar biasa! Cho Kyuhyun-ssi, Song Hyejin-ssi, chukkae!!!!”

Hyejin mendengar suara MC mengumumkan sesuatu yang membuatnya menghela nafas panjang. “Paling tidak kali ini aku akan menerimanya sendirian sehingga tidak butuh waktu lama. Oppa, aku titip ini padamu sebentar. Sebentaaar saja,” kata Hyejin mengoper jas dan dasi Kyuhyun serta piala penghargaan the most romantic couple yang baru dia dan Kyuhyun terima beberapa menit lalu.

Hyejin naik lagi ke atas panggung, menerima dua piala sekaligus atas nama Kyuhyun dan dirinya. “Kami baru saja berdebat untuk yang kedua belas kalinya sebelum aku menerima penghargaan ini,” kata Hyejin membuka pidatonya sambil tertawa. “Kyuhyun pulang lebih dulu karena ia harus pergi ke acara musikalnya lebih cepat. Terima kasih telah kembali memilih kami. Jeongmal gomawoyo yeorobun!! Kami akan berusaha lebih baik lagi,” kata Hyejin dalam pidatonya sebelum kembali lagi ke belakang panggung dengan bawaan yang lebih banyak.

Kita mendapatkan penghargaan best couple. Apa otak orang-orang itu sudah menciut sehingga bisa memilih kita? Semoga musikalmu sukses. Ingat jam 12! Aku mencintaimu.

Hyejin mengirimkan pesan singkat kepada Kyuhyun setelah kembali ke belakang panggung.

—–

Hyejin merasa ia baru tidur dua jam. Ia bahkan baru memasuki alam mimpinya ketika ia mendengar bel rumahnya berbunyi berkali-kali dengan kasar. Orang yang memencetnya pasti sudah kesal karena menunggu lama.

“Haiiish… Siapa sih yang datang pagi-pagi buta seperti ini?” Omel Hyejin kesal. Ia mendorong Kyuhyun agar melepaskan tubuhnya sehingga ia bisa bangkit berdiri. Kyuhyun berguling terlentang tanpa terganggu sedikit pun. Ia tetap tidur dengan nyenyak.

Hyejin memakai kimono tidurnya lalu berjalan ke pintu depan untuk menemui tamunya. “Apa yang kalian lakukan?” Tanyanya terkejut melihat paling tidak ada 5 orang berdiri di depan pintu rumahnya.

“Aku bolak-balik meneleponmu tapi tidak kau angkat. Kita syuting Pillow and Blanket hari ini.”

“Tapi hari ini kan hari Rabu,” ujar Hyejin yang tahu bahwa jadwal syutingnya untuk acara Pillow and Blanket ini adalah hari minggu.

“Kyuhyun harus konser ke Taiwan hari minggu ini,” kata manajer Hyejin yang langsung menyelonong masuk diikuti kru-kru yang membawa berbagai jenis kamera dan peralatan syuting.

“WHAAAT?” Hyejin berteriak kaget. Ia sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk syuting hari ini. Rencananya hari ini adalah tidur, makan, tidur lagi, atau kalau ada yang mau mengajaknya keluar ia bisa mempertimbangkannya.

“Mana suamimu?” Tanya si manajer yang sudah bergerilya di dapur pasangan muda yang jadi favorit seluruh negeri ini. “Yaa bagaimana mungkin kau tidak punya apa-apa di kulkas. Ini sangat memalukan!”

“Ya sudah. Oppa saja pergi ke supermarket, beli isi kulkasku. Aku mau tidur lagi,” kata Hyejin lalu kembali ke kamarnya. Ia membiarkan orang-orang di luar sana mengacak-acak rumahnya dengan berbagai macam kamera, CCTV dan alat-alat lain yang memperlancar syuting reality show ini.

Hyejin menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun. Pria itu masih tidur dengan nyenyak. “Bangun!” Seru Hyejin sambil menepuk bokong pria yang tidur telengkup secara diagonal, memenuhi hampir seluruh tempat tidur.

Kyuhyun terbangun meski tidak sepenuhnya sadar. Ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya. “Wae?” Tanyanya malas-malasan.

“Kita syuting pillow and blanket hari ini. Mereka sudah datang memasang kamera. Manajermu bilang hari Minggu kau ada konser di Taiwan jadi syuting kita dimajukan hari ini,” jawab Hyejin sambil membereskan kamarnya yang berantakan seperti kapal pecah.

“Mwo?”

“Tidak ada siaran ulang. Pakai bajumu. Sebentar lagi mereka akan datang memasang kamera di kamar kita.”

Kyuhyun masih setengah sadar sambil mengucek-ucek matanya. “Good morning,” sapa Kyuhyun memeluk dari belakang istrinya yang masih memungut barang-barang yang berserakan di lantai.

“Yaa Cho Kyuhyun! Sudah aku bilang, pakai bajumu,” omel Hyejin.

Kyuhyun membalikkan tubuh istrinya sehingga berhadapan langsung dengannya. “Kau yang melepasnya semalam. Seharusnya kau bertanggung jawab memakaikannya kembali,” kata Kyuhyun lalu melumat bibir Hyejin paling tidak 1 menit dalam bibirnya.

“Lebih baik kau mandi sana! Aku mau membereskan kamar yang berantakan akibat ulahmu ini.”

Kyuhyun tersenyum memamerkan deretan gigi-gigi putihnya. “Baiklah, Ratu. Aku akan menuruti perintahmu,” kata Kyuhyun dengan penuh hormat namun kemudian memajukan bibirnya lagi dengan manja. “Kisseu. Hanbonman.”

Hyejin mendorong Kyuhyun kuat-kuat agar laki-laki itu melepaskan pelukannya. “Kita lihat nanti. Kalau aku menemukan foto ciumanmu dengan gadis itu semalam, jangan harap bisa menyentuhku!”

“Kau jahat sekali.”

“Masih untung aku tidak membunuhmu, Cho Kyuhyun-ssi.”

“Baiklah. Baiklah. Sebagai yang waras, aku mengalah.”

“APA KAU BILANG?!” Teriak Hyejin tepat saat pintu kamar mandi menutup di depannya.

“Kau perempuan gila!” Seru Kyuhyun dari dalam kamar mandi yang ternyata berakibat fatal paling tidak sampai hari ini berakhir.

—–

Para kru sudah selesai memasang kamera dan alat-alat lain yang diperlukan. Mereka pulang dan menyisakan satu kru yang bersembunyi di balik tenda untuk merekam semua yang terjadi di rumah ini selama seharian penuh.

Hyejin sibuk di dapur menyiapkan sarapan sedangkan Kyuhyun sibuk di ruang tengah dengan manajernya membicarakan schedule-nya sampai seminggu ke depan.

“Makanan siap. Kalau lapar, makan saja. Kalau tidak, buang,” kata Hyejin datar lalu masuk ke kamarnya. Tidak tanggung-tanggung membanting pintu lalu menguncinya.

“Kenapa dia?” Tanya si manajer kaget. Ia belum pernah melihat Hyejin sekasar itu.

“Gilanya kumat. Biarkan saja,” jawab Kyuhyun dengan cuek tapi wajahnya terlihat muram.

“Kalian bertengkar?” Tanya si manajer lagi.

“Itu makanan kami sehari-hari apalagi kalau habis acara musikalku, dramanya, atau hal-hal lain yang melibatkan pria atau wanita lain. Makanya aku bilang padamu, jangan pernah syuting selain hari Minggu. Itu hari paling damai sedunia buat kami berdua.”

“Tapi Minggu ini kau ke Taiwan, mana bisa syuting.”

Kyuhyun menghela nafasnya. “Kalian tidak pernah mengerti biar sudah aku jelaskan berkali-kali. Sudahlah.” Kyuhyun lalu mengalihkan perhatiannya pada televisi. Lebih baik membiarkan istrinya itu sendiri dulu untuk mendinginkan kepalanya.

—-

Kyuhyun sudah tenggelam dalam permainan Play Station-nya sampai ia tidak sadar bel pintu rumahnya sudah berkali-kali berbunyi. Dengan terpaksa, Hyejin keluar dari kamar untuk membukakan pintu. “Eonni!!!” Seru Hyejin senang begitu melihat kakak iparnya muncul di hadapannya dengan membawa berbagai macam kue di tangannya.

“Ini buatmu. Taruh saja di kamar. Aku mau menghajar adikku dulu,” kata Cho Ahra yang disetujui dengan anggukkan dan senyuman mendukung dari Hyejin.

“YAA CHO KYUHYUN!!” Seru Ahra tanpa tedeng aling-aling menjitak kepala namdongsaengnya yang sontak kaget melihat kakaknya berdiri di hadapannya dengan berkacak pinggang pula.

“Nuna! Apa yang kau lakukan di sini?”

“Menurutmu?”

Kyuhyun melempar pandangan kepada Hyejin yang sedang melihat pemandangan mengasyikkan sambil mengunyah keripik manis kesukaannya. Tatapan mata Kyuhyun berkata ‘kau mengadu pada nuna. Awas kau!’ Dan Hyejin tidak mempedulikannya. Ia hanya tersenyum mengejek.

“Tidak kusangka kau sekejam itu. Kau mengatai istrimu perempuan gila. Apa kau pantas disebut waras?”

Hyejin tersenyum penuh mengejek Kyuhyun yang tidak henti diomeli Ahra. “Lihat kalau sampai eomma tahu nanti,” kata Ahra lalu menggandeng Hyejin masuk ke dalam kamar bersama cemilan-cemilan mereka.

Kyuhyun mematikan televisi, membanting remotenya ke meja dan mengguling-gulingkan tubuhnya dengan kesal di atas sofa. “Haiissssh!!!!” Gerutunya kesal. Ia ingin sekali marah tapi tidak bisa karena pasti Ahra akan balik memarahinya 1000 kali lebih kejam.

Hyung, kau sibuk? Boleh aku main ke tempatmu?

Kyuhyun mengirimkan SMS pada Siwon dan dibalas Siwon tidak lama kemudian.

Aku sedang di London. Kau mau ke sini? Kkkkkkk…

Hyung, kau benar-benar tidak berguna. Haissssh…

Kyuhyun lalu memencet beberapa kontak yang menurutnya dapat memberikan pertolongan untuk keadaan yang sedang dialaminya sekarang.

“Victoria. Seohyun. Sooyung. Tidak. Tidak. Rumah ini bisa semakin gempar kalau aku menemui mereka. Ryeowook, Changmin, Minho. Mereka tidak bisa diandalkan. Tidak akan mengerti permasalahanku.”

Kyuhyun berakhir dengan melempar smartphone-nya ke ujung sofa lalu kembali mengguling-gulingkan badannya berharap kesalnya dapat berkurang dengan cara seperti itu.

“Yaa!!! Aku mau ke supermarket!” Teriak Kyuhyun menyerah. Ia harus mencari udara keluar. Ia memberitahukan istri dan kakaknya tapi tidak ada yang menggubris. Dengan kesal, Kyuhyun pergi ke supermarket langganannya dan membeli berbagai macam makanan yang entah bagaimana bisa memenuhi kulkas kosong melompongnya.

“Huwaaa!! Aku benar-benar berbakat. Tidak ada yang ketinggalan. Ikan, daging, ayam, udang, cumi, sayur, bawang, cabe, cola, tehh, gula, garam, merica, semua tidak ada yang ketinggalan. Hyejin mestinya bangga memiliki suami seperti aku,” kata Kyuhyun membanggakan diri sambil melihat kulkasnya yang sudah lebih berwarna.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Hyejin menghambur keluar menuju pintu masuk rumah. “Eommonim!! Aboenim!! Aku rindu sekali pada kaliaaaan!!” Seru Hyejin dengan manja sambil memeluk kedua mertuanya satu per satu. “Ayo silahkan masuk. Duduk di sofa. Aku akan membuatkan minuman. Tunggu sebentar.”

Kyuhyun nyaris tersedak bola-bola coklat yang sedang ia makan saat melihat kedua orang tuanya masuk dan mengambil tempat duduk di sofa tempat tadi ia berguling-guling frustasi.

“Yaa!!! Kau mengadu pada eomma dan appa?” Tanya Kyuhyun dengan tajam pada Hyejin begitu wanita itu masuk ke dapur untuk mengambil minum.

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Itu tanda mereka lebih menyayangi aku daripada kau. Mereka datang sendiri tanpa aku minta. Mungkin mereka merasakan menantunya sedang dianiaya oleh anaknya,” kata Hyejin bermaksud sedih tapi malah jadi sinis.

“Yaa! Aku tidak menganiayamu,” sanggah Kyuhyun.

“Kalau menyebut istrimu sendiri perempuan gila tidak termasuk menganiaya, terserah kau sajalah.”

Hyejin keluar lebih dulu dari dapur sambil membawa 2 cangkir tehh hangat untuk mertuanya. “Selamat menikmati,” kata Hyejin lalu duduk di sofa sebelah mertuanya duduk. Kyuhyun duduk di sebelah Hyejin.

“Aaah, tehh buatanmu memang yang paling enak, Hyejin-ah,” puji appa Kyuhyun setelah menghabiskan satu cangkir tehh.

Hyejin menuangkan lagi tehh ke cangkir ayah mertuanya. “Aku bisa membuatkan makanan buat Appa. Appa mau apa?” Tanya Hyejin.

“Humm. Apa suka udang goreng mayonaisse buatanmu dan daging barbeque. Kau bisa membuatkannya untukku?” Jawab Appa Kyuhyun senang. Ia memang paling suka dengan dua masakan menantunya itu.

“Tentu saja. Apa yang tidak bisa kulakukan untuk Appa. Eomma mau apa?” Hyejin beralih menawari ibu mertuanya.

“Sayur rebus yang kau campur-campur tak karuan itu. Aku tidak tahu apa namanya tapi enak sekali,” kata eomma.

“Baiklah. Aku akan membuat masakan yang enak buat semuanya. Eonni, kau makan seperti biasa kan?”

Ahra menggelengkan kepalanya. “Sebentar lagi aku harus pergi. Aku ada acara dengan teman-temanku. Terima kasih atas tawarannya, sayang.”

“Yah, sayang sekali. Padahal seru kalau kita bisa makan bersama. Jarang-jarang kan?”

“Tapi aku benar-benar tidak bisa. Temanku bahkan sudah berada di depan untuk menjemputku. Aku pamit ya…” Ahra berpamitan kepada kedua orangtuanya dan Kyuhyun.

“Baik-baik dengan Hyejin. Sebentar lagi mungkin appa dan eomma akan mengungkit-ungkit soal cucu,” pesan Ahra kepada Kyuhyun sebelum benar-benar meninggalkan rumah adiknya itu.

“Oppa, kau sudah membeli isi kulkas tadi kan?” Tanya Hyejin sehangat mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan mertuanya. Kyuhyun menganggukkan kepala dengan malas.

“Oh ya Eomma, Appa, hari ini jadwal kami syuting Pillow and Blanket jadi kamera-kamera di sini merekam kita. Jangan kaget kalau minggu depan eomma dan appa muncul di TV,” kata Hyejin lalu pergi ke dapur.

Hyejin mulai membongkar isi kulkasnya dan lemari tempat menyimpan bumbu dan peralatan masaknya. Ia mulai dengan menyalakan kompor dan mengiris bawang bombay. “Auuuw!!” Hyejin sedikit menjerit ketika cipratan minyak tidak sengaja mengenai tangannya.

Suara Hyejin cukup pelan tapi Kyuhyun masih bisa mendengar dengan jelas dan segera berlari ke dapur. “Kau kenapa?” Tanya Kyuhyun panik. Ia melihat Hyejin sedang mengusap-usap lengan kanannya.

“Kecipratan minyak,” jawab Hyejin. Dengan segera Kyuhyun menarik tangan Hyejin ke bawah keran dan mengairinya.

“Aku saja yang berurusan dengan minyak,” kata Kyuhyun mengambil alih soal tumis menumis dan goreng menggoreng.

“Terus kau membiarkan eommonim dan aboenim sendirian? Jangan. Jangan. Kau temani mereka. Aku saja yang memasak,” cegah Hyejin tidak lupa mendorong Kyuhyun keluar dari dapur.

Kyuhyun keluar dari dapur tapi tidak kembali ke tempatnya semula. Ia berdiri di tepi pintu pemisah dapur dan ruang makan, memperhatikan istrinya yang sibuk mondar mandir dari ujung dapur ke ujung lainnya.

“Kyaa!!!” Tidak sampai 10 menit berselang dari jeritannya yang terakhir, suara Hyejin terdengar lagi. Dengan segera Kyuhyun masuk kembali ke dapur melihat apa yang terjadi.

“Kau mengiris tanganmu. Untung aku tidak meninggalkanmu kan?” Omel Kyuhyun lalu mengisap jari telunjuk Hyejin yang teriris pisau. Setelah darahnya tidak muncul lagi, Kyuhyun menempelkan hansaplast di bekas luka iris tersebut.

“Sudahlah. Biarkan aku membantumu. Eomma dan appa juga tidak akan keberatan. Mereka sudah lapar jadi semakin cepat makanannya selesai, mereka akan semakin senang,” kata Kyuhyun.

Hyejin menyerah. Ia membiarkan Kyuhyun mengiris-iris bawang dan cabe lalu menumisnya, meskipun mulut suaminya itu tidak pernah berhenti bertanya apa yang harus dilakukannya. Hasilnya, tidak terlalu mengecewakan. Semua masakan siap lebih cepat daripada Hyejin yang mengerjakan sendirian. Rasanya juga tidak berbeda.

“Eomma! Appa!!! Ayo kita makaan,” ajak Hyejin menggandeng mertuanya ke ruang makan tanpa tahu sebentar lagi kedua orang tua itu akan mencecarnya dengan pertanyaan yang paling tidak ingin dia dengar.

—-

“Appa suka sekali masakanmu. Gomawo. Appa kenyang luar biasa,” puji appa Kyuhyun sambil mengelus perutnya yang sudah maju 3 senti dari keadaan normal saking banyaknya makanan yang masuk ke perutnya.

“Masakanmu semakin lama semakin enak. Eomma angkat jempol!” Puji Eomma.

“Gomawo, eommonim, aboenim,” sahut Hyejin sambil tersenyum lebar.

“Aku benar-benar bersyukur Kyuhyun menikah denganmu. Paling tidak aku yakin kau bisa mengurusnya dengan baik. Tapi Hyejin-ah, apa kau tidak mau segera memiliki bayi?”

Hyejin nyaris menyemprotkan air yang sedang berada di mulutnya kepada mertuanya. Buru-buru ia menelannya. “Aku masih ada syuting drama beberapa episode lagi, Eommonim,” kata Hyejin sambil tertawa.

“Berapa lama lagi syuting dramamu?” Tanya Appa kemudian.

“3 atau 4 bulan lagi,” jawab Hyejin.

“Masih lama sekali,” kata Appa dengan kecewa. Ia memang mengharapkan segera memiliki cucu dari Hyejin karena hanya ia yang bisa diharapkan. Ahra bahkan belum berpikir untuk memiliki pacar.

“Kami melakukannya hampir setiap hari, Appa. Tapi memang belum dikasih. Mau bagaimana lagi?”

“Apa kau sudah tes kesehatan?” Tanya eomma. Hyejin menggelengkan kepala. “Eomma akan menjadwalkan untuk bertemu dokter kandungan terkenal. Kapan kau ada waktu?”

Hyejin menoleh pada Kyuhyun, meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan eomma. Keduanya memang belum berniat punya anak karena keduanya masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

“Aku akan mengantarkan Hyejin ke dokter minggu depan, setelah aku pulang dari Taiwan. Bagaimana?”

“Telepon aku begitu mendapatkan jadwal ya. Aku ikut,” kata eomma, bukan memohon namun memaksa.

“Ne, emmonim. Tentu saja kami akan menelepon eommonim,” jawab Hyejin dengan ceria.

“Baiklah. Kalau begitu aku tunggu kabar kalian. Sekarang kami mau pulang, Appa ada urusan di rumah. Terima kasih atas jamuan makannya. Enak sekali,” kata eomma.

“Aku akan membungkuskannya untuk makan malam eommonim dan aboenim.” Hyejin memasukkan masakannya ke dalam rantang untuk dibawa mertuanya pulang.

“Sampai jumpa. Aku tunggu telepon kalian ya,” kata Eomma sambil memeluk Hyejin dan Kyuhyun bergantian.

“Sampai jumpa, eommonim, aboenim. Terima kasih sudah mau mengunjungi kami. Wajah kalian pasti akan muncul di TV minggu depan atau 2 minggu lagi. Hati-hati, eommonim, aboenim.”

Kyuhyun dan Hyejin melepas kepulangan orangtua mereka dengan melambaikan tangan kepada mereka. “Bayi? Yang benar saja!” Ucap Hyejin setelah dirinya dan Kyuhyun kembali ke dalam rumah.

“Memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun.

“Yaa!!! Kita baru menikah satu bulan, aku masih punya belasan episode drama, kau masih punya banyak konser dan acara promosi lainnya. Aku tidak mau mengurus bayi seorang diri. Lagipula, kau tidak mau punya anak dari perempuan gila kan?”

“Yaa Song Hyejin! Berhenti mengungkit-ungkit hal itu.”

“Seingatku kau belum minta maaf jadi aku berhak terus mengungkitnya.”

“Baiklah. Aku minta maaf.”

Hyejin tersenyum lalu berubah 180 derajat menjadi datar. “Permintaan maafmu ditolak. Aku mau kembali tidur. Permisi.”

Hyejin kembali ke kamar dengan membanting pintu di hadapan Kyuhyun. “Yaa!!! Song Hyejin!!!” Teriak Kyuhyun tapi tidak mendapatkan balasan dari Hyejin. Ia tidak mau membukakan pintu meskipun Kyuhyun sudah berkali-kali mengetuk pintu.

“Haissssh!!!!” Omel Kyuhyun kesal dengan tingkah Hyejin. Belum selesai urusannya dengan Hyejin, tamu lain sudah bertengger di depan rumahnya. Bel sudah kembali berbunyi.

“Jakkaman!!!” Kyuhyun berteriak membuka pintu. Dia melihat Ryeowook, Changmin, Minho, HyunAh dan Hamun berdiri di depan rumahnya. “Buat apa kalian kemari?”

“Manajermu menyuruh kami ke sini. Kami tamu spesialmu untuk episode Pillow and Blanket kali ini,” kata Changmin.

“Terserah saja. Silahkan masuk. Anggap saja rumah sendiri. Nyonya rumah sedang tidak bersahabat.”

Ryeowook, Changmin, Minho, HyunAh dan Hamun tertawa nyaris bersamaan. “Tidak usah dibilang. Kapan kalian tidak bertengkar, hyung?” Kata Minho dengan tawa paling keras.

Mereka masuk ke dalam rumah. HyunAh dan Hamun memanggil Hyejin. “Aku mau mandi dulu. Sebentar ya…” Kata Hyejin yang memang baru keluar 10 menit kemudian dengan legging biru tuanya dan kemeja jeans longgar.

“Kita mau kemana?” Tanya Hyejin dengan ceria kepada HyunAh dan Hamun.

HyunAh dan Hamun menatap Hyejin dengan heran. “Kita tidak akan kemana-mana. Minho membawa dvd. John Wick. Kau belum pernah menontonnya kan?”

Dengan malas, Hyejin duduk di antara Changmin dan Ryeowook. “Yaa! Kenapa kau duduk di antara mereka?” Protes Kyuhyun yang duduk justru bersebrangan dengan Hyejin.

“Paling tidak mereka tidak menyebutku gila,” sahut Hyejin dingin.

Minho tertawa. “Jadi itu penyebab kalian bertengkar hari ini?”

“Kurang lebih begitu dan sampai detik ini dia belum meminta maaf.”

“Kalian memang tidak pernah berubah,” komentar HyunAh yang sudah fokus pada layar televisi  disusul dengan tawa renyah Hamun.

“Ya Kyu, kenapa kau belum minta maaf? Bukankah memang kau yang salah? Mengatai istrimu gila? Otakmu pasti sudah dicuci oleh wanita itu,” ujar Changmin.

“Aku sudah minta maaf tapi ia tidak mau memaafkanku!”

“Wanita lain?” Hyejin menatap Changmin kemudian menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Yaa Shim Changmin! Jangan memperkeruh suasana,” bentak Kyuhyun kesal tapi dengan santai Changmin tertawa.

“Betul katamu. Temanmu itu pasti sudah tidak mencintaiku. Bagaimana kalau aku denganmu saja, Chang.Min.Op.pa?” Kata Hyejin membuat Kyuhyun naik darah.

“Jangan berpikir yang tidak-tidak! Shim Changmin, menjauh dari istriku!” Seru Kyuhyun menarik Changmin dari samping Hyejin dan menggantikan Changmin duduk di situ.

“Yaa kalian berisik sekali! Aku mau nonton film dengan tenang,” tegur Minho yang memang sudah serius menonton dvd yang dia bawa.

“Film ini pasti membosankan,” ujar Hyejin lalu tenggelam dalam smartphone-nya, membuka website kesayangannya dan akun-akun SNS yang mungkin akan memberitakan dirinya.

“Cih, hanya ada foto-foto musikalmu semalam,” gerutu Hyejin kesal melihat foto-foto Kyuhyun dan pasangannya dalam musikal kemarin.

“Kita berjanji tidak akan membahasnya. Kau sudah mengampuniku soal itu,” sahut Kyuhyun mengingatkan istrinya tentang kesepakatan mereka sebelum mereka terlibat permainan seru tadi malam antara mereka berdua, sepulang Kyuhyun dari acara musikalnya.

“Aku mau masak ramyeon. Ada yang mau?” Tawar Ryeowook yang memang paling bisa diandalkan untuk urusan makanan.

Seluruh tangan menjulur ke atas. “Hitung aku dua porsi,” kata Hyejin.

“Dua porsi? Kau baru saja menghabiskan 1 kilogram daging barbeque saat makan siang tadi.”

“Aku lapar. Apa kau mau melarangku?”

“Tidak. Aku hanya heran. Tidak biasanya nafsu makanmu sebanyak itu.”

“Aku sedang kesal jadi mungkin makan bisa membantuku.”

Minho menatap pasangan suami istri itu dengan kesal. “Tidak bisakah kalian diam selama 2 jam ke depan? Aku mau menonton film ini dengan tenang. Okay?”

Hyejin menggedikan bahunya. “Terserah kau saja. Aku juga mau tidur,” katanya malas lalu membaringkan dirinya di sofa. Kakinya diletakkan di atas paha Kyuhyun.

“Eonni. Apa kau punya pembalut? Aku harus mengganti pembalutku tapi aku lupa bawa,” kata Hamun dari kamar mandi.

Hyejin melambaikan tangannya dan menjawab, “Aku tidak punya. Beli saja di supermarket di ujung blok. Mereka pasti punya banyak.” Hyejin sama sekali tidak berniat membuka matanya.

“Heisssh! Kau selalu saja tidak punya cadangan pembalut. Bulan lalu aku minta kau juga tidak punya. Menyebalkan,” gerutu Hamun yang kemudian terpaksa pergi ke supermarket terdekat untuk membeli pembalut.

Kyuhyun menepuk-nepuk kaki Hyejin membuat wanita itu kesal. “Waee? Aku mau tidur. Bukankah itu membuatmu lebih tenang?”

“Sudah berapa lama kau tidak datang bulan?” Tanya Kyuhyun serius.

Hyejin mengangkat bahunya dengan cuek. “Aku tidak menghitungnya. Mungkin aku terlalu capek akhir-akhir ini jadi siklusnya tidak beraturan.”

“Dua bulan lebih. Ani. Tiga bulan. Kau sudah tidak datang bulan selama tiga bulan. Kita harus ke dokter untuk memeriksanya.” Kyuhyun mulai dilanda kekhawatiran.

Tapi Hyejin tetap dengan cueknya. “Aku hanya kecapekan. Tidak usah terlalu khawatir.”

Minho kembali menatap tajam pasangan suami istri ini. “Diamlah. Aku tidak bisa menonton dengan tenang,” protesnya membuat Kyuhyun terdiam dan Hyejin kembali kepada niatnya untuk tidur. Minho sudah dua kali protes, jika sampai yang ketiga terjadi itu artinya ketenangan hidup akan terganggu ocehannya paling tidak sampai sehari.

Kyuhyun mengelus perut Hyejin dengan lembut. “Kita ke dokter besok. Aku rasa kau hamil,” kata Kyuhyun dengan pelan membuat Hyejin terbangun dari sofa.

“MWO?!”

Minho sudah menoleh lagi dan menatap pasangan itu dengan kesal. Hyejin hanya tersenyum minta maaf pada Minho lalu beralih pada suaminya. “Mwo? Aku hamil? Mana mungkin. Aku tidak mual-mual. Aku tidak ngidam,” kata Hyejin.

“Tapi kau sudah 3 bulan tidak datang bulan. Porsi makanmu juga meningkat drastis. Ukuran bajumu juga semakin lama semakin besar. Kau tidak menyadarinya?” Hyejin menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya. “Kau pasti sedang hamil, sayang. Besok kita cek ke dokter ya.”

—–

Hyejin menatap testpack dan foto hasil USG dari dokter kandungannya dengan terkejut. Ia melihat testpack itu memiliki dua garis dan foto hasil USG yang menunjukkan pencitraan sebuah jantung yang berdetak. Hyejin menatap Kyuhyun dengan tatapan haru bahkan nyaris menangis. “Kita akan punya anak. Aku akan menjadi ibu,” ucap Hyejin.

Tidak ada yang bisa menyembunyikan kebahagiaan Kyuhyun hari ini. Senyum sumringah mengembang cerah di wajahnya. Dengan penuh kasih sayang, ia mengelus kepala Hyejin dan berulang kali mencium wanita itu pada kepala dan pipinya. “Kita akan punya anak,” ujar Kyuhyun bahagia.

Dokter kandungan pasangan itu memberikan selamat kepada Kyuhyun dan Hyejin. “Selamat! Usia kandungannya sudah menginjak 3 bulan. Jaga istrimu baik-baik,” kata dokter kepada Kyuhyun.

“Kau juga harus menjaga kandunganmu dengan baik. Jangan terlalu sibuk,” kata dokter kepada Hyejin.

Kyuhyun dan Hyejin saling menatap. “3 bulan?” Bisik Kyuhyun.

“Well, kita melakukannya sewaktu SMTOWN di Shanghai. Mungkin saat itu sedang masa suburku dan…” kata Hyejin mengingat-ingat.

“Yaa! Bagaimana bisa kau tidak menyadarinya? Kau bahkan menerima semua tawaran untuk main drama. Untung aku mengizinkan hanya satu judul saja. Kau memang benar-benar tidak peka!!” Potong Kyuhyun.

“Kan sudah kubilang. Aku tidak merasakan tanda-tanda hamil. Mual-mual tidak pernah. Lemas juga tidak pernah. Ngidam juga tidak. Aku tetap seperti biasa saja. Mau gimana?!” Balas Hyejin dengan galak.

“Tapi perutmu makin buncit begitu. Masa kau tidak merasakannya?!”

“Yaa aku pikir karena aku banyak makan tapi tidak pernah olahraga. Lagipula aku tidak ada pekerjaan yang harus pakai baju-baju yang memamerkan perutku jadi aku tidak terlalu peduli.”

“Haiiiish perempuan ini. Yaaa, Song Hyejin!!!”

Dokter kandungan itu menatap pasangan terbaik di Korea itu dengan takjub. “Bagaimana bisa kalian jadi pasangan terbaik kalau untuk urusan hamil ini saja kalian masih berdebat?”

Hyejin menyeringai tajam. “Asal dokter tahu, ini sudah perdebatan kami yang kelima sejak bangun tidur padahal ini masih jam 8 pagi,” kata Hyejin sambil melirik Kyuhyun dengan kesal.

“Jangan sampai ada perdebatan keenam. Ayo kita pulang,” kata Kyuhyun. “Kamsahamnida, dokter. 2 minggu lagi kami datang lagi untuk kontrol ya.”

Kyuhyun menggandeng tangan Hyejin dan menuntun wanita itu berjalan dengan hati-hati. Hyejin menuruti apa kata suaminya, Hyejin mengikuti Kyuhyun keluar dari ruangan sambil memeluk pria itu dengan manja. Dokter kandungan itu hanya tertawa melihat pasiennya yang aneh itu, sebentar bertengkar tapi tetap mesra. Pantas mereka dianugerahi gelar pasangan terbaik.

Kkeut!