Hope you enjoy this part too 🙂  kekekekeke Thank you for always reading this fanfiction hope you love this last part (i feel so happy but so sad too huhuhuhu)

Main cast: Lee Donghae, Kang Hamun, Choi Siwon

Supporting cast: Member SJ and SG

Enjoy! ^^

******

Hamun terdiam di tempat duduknya. Meskipun ia menatap televisi itu, pikirannya tidak lagi fokus pada acara yang ia tonton. Apa yang Kyuhyun dan Hyejin katakan tadi membuatnya gundah. Ditengah kegundahannya itu, tiba-tiba ia mendengar suara pintu terbuka. Hamun tidak bergeming dari tempatnya karena hanya orang-orang terdekat mereka yang tahu password dorm SG.

“Hamun?” panggilnya.

Hamun terperanjat saat melihat seorang Choi Siwon yang datang ke dormnya. “Ha-hai, oppa,” sapa Hamun kikuk. Rasanya sudah lebih dari satu bulan ia tidak melihat Siwon karena jadwal pria itu yang super padat.

“Aku baru kembali dari Macau dan berniat meletakan semua oleh-oleh ini di dorm SG,” ujarnya sambil memamerkan semua bungkusan yang ia bawa. “Tidak punya rencana kemana-mana malam ini?” tanya Siwon. Hamun menggeleng sebagai jawaban.

“Tidak pergi dengan Donghae?” tanya Siwon lagi dan Hamun kembali menggeleng.

“Sampai sekarang, kalian masih bersikap dingin satu sama lain?” tanya Siwon dan kali ini Hamun mengangguk.

“Kau masih tidak enak denganku?” tanya Siwon yang tak bisa Hamun jawab. Ya, ia masih tidak enak, tapi tidak mungkin ia jujur seperti itu pada Siwon.

Siwon tersenyum pada Hamun. Ia menghampiri Hamun dan duduk di sebelahnya. Tiba-tiba saja, Siwon memeluk Hamun sangat erat. Hamun sangat kaget tapi ia tidak melawan. Ia merasakan suatu perbedaan dari pelukan ini. Ia sadar kalau tidak ada lagi debaran di hatinya begitu juga Siwon. “Kau merasakannya, kan?” tanya Siwon saat ia melepaskan pelukan itu. “Kau tidak merasakan debaran apapun, aku juga demikian. Jadi, kau tak perlu khawatir hatiku akan terluka jika dirimu dan Donghae bersama,” lanjutnya.

“Aku masih menyayangimu sampai sekarang, tapi bukan rasa yang sama seperti dulu. Saat ini aku menyayangimu, seperti aku menyayangi Jihyo,” kata Siwon lagi.

Hamun terdiam sesaat untuk meyakinkan dirinya kalau Siwon tidak sedang berbohong. “Lalu, aku harus bagaimana, oppa? Aku tak tahu apakah ia masih menunggu atau tidak. Aku juga tak tahu apakah ia masih menyukaiku atau menyukai gadis lain. Donghae, kan, sedang digosipkan dengan wanita lawan mainnya di drama,” ujar Hamun.

Siwon tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan barusan. “Kau ingat, dulu, kau tak pernah cemburu pada wanita manapun yang digosipkan padaku. Tapi sekarang, hanya karena berita yang tak jelas asal usulnya kau sudah cemburu seperti ini,”

“Oppa, aku tidak cemburu,” bela Hamun menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

“Kau lebih percaya gosip daripada Donghae?” tanya Siwon. “Aku akan menyampaikan pendapatku agar kau merasa lebih baik. Aku tak akan menyerahkanmu pada pria yang tidak benar-benar mencintaimu. Aku rela kau bersama Donghae karena aku yakin tidak ada orang yang mencintaimu sebesar cintanya padamu,” kata Siwon diiringi senyumannya untuk Hamun.

Melihat kebaikan pria itu membuat Hamun kembali merasa bersalah. Tanpa ia sadari air matanya kembali mengalir. “Aigo, kenapa sekarang kau cengeng sekali, Hamun ah?” tanya Siwon sambil menghapus air mata Hamun.

“Oppa, kenapa kau baik sekali?” omel Hamun ditengah tangisannya sedangkan Siwon hanya tertawa mendengar ucapan Hamun tadi.

“Jangan pernah merasa bersalah lagi padaku. Aku tak pernah menyesali perbuatanku ini, Hamun,” ujar Siwon berusaha menenangkan Hamun.

“Sudah tenang?” tanya Siwon setelah beberapa saat membiarkan Hamun menangis meluapkan perasaannya. Hamun mengangguk sebagai jawaban. Kini, ia membalas senyum pria itu.

“You’ll always have a special place in my heart,” kata Hamun.

Siwon mengacak rambut Hamun. “So do i,” katanya.

*****

Donghae langsung membuka kemeja begitu ia tiba di apartemennya. Ia menyandarkan dirinya di sova ruang tamu dan menutup matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Donghae teringat akan artikel terbaru yang ia baca, yakni mengenai hubungan dirinya dan lawan mainnya Cho Hara.

Tentu saja itu tidak benar, ia hanya mencintai Hamun. Tapi, ia takut jika Hamun percaya pada gosip itu terlebih lagi setelah management Cho Hara mengkonfirmasi secara sepihak kalau hubungan itu memang benar. Ia tahu, managementnya memanfaatkan situasi ini untuk membuat Cho Hara lebih terkenal lagi.

“Oppa, waeyo? Apa kau sakit?” tanya sebuah suara. Ia sangat mengenal suara itu tapi.. tidak mungkin Hamun.

Selama dua tahun terakhir, ia dan Hamun hanya berbicara seadanya karena Hamun masih tidak enak dengan Choi Siwon dan semua orang dilingkungannya. Mereka bahkan tak pernah pergi keluar berdua. Benar-benar sangat dingin seperti saat Donghae menghindari Hamun dulu. Bahkan, Donghae sendiri tak tahu apakah saat ini Hamun masih mencintainya atau tidak. Lagipula seingat Donghae, ia tidak memberikan password apartemennya ke siapapun, kecuali member Super Junior.

‘Aku pasti terlalu lelah sampai membayangkan gadis itu ada disini,’ gumamnya dalam hati dan berusaha mengabaikan suara itu.

“Donghae oppa, kau tidak apa-apa, kan?” tanya suara itu lagi. Awalnya, Donghae pikir ia sedang berhalusinasi, tetapi ia sadar kalau gadis itu nyata saat tangan Hamun menyentuh dahi Donghae untuk merasakan temperatur pria itu. Donghae membuka matanya dan mendapati Hamun sudah duduk di sampingnya sambil menatapnya khawatir. Donghae terpaku menatap gadis itu. Ia terlalu kaget sampai suaranya tak bisa keluar.

“Badanmu tidak panas, mungkin oppa hanya kelelahan,” ucap Hamun. “Aku akan mengambilkan air putih untukmu,” lanjut Hamun.

Hamun hendak beranjak dari tempat itu, namun tangan Donghae menahannya dan menariknya sehingga Hamun kembali duduk di sova itu. Dengan segera, Donghae memeluk Hamun. Sangat erat, untuk mengurangi rasa rindu di hatinya selama ini. Rasanya tidak ada kalimat yang sanggup mengungkapkan betapa rindunya Donghae berada sedekat ini dengan Hamun.

Hamun tersenyum saat merasakan jantungnya berdebar sangat kencang, begitu juga Donghae. Ia yakin Donghae masih mencintainya dan ia pun demikian meskipun selama dua tahun ini rasanya mereka semakin menjauh. Hamun membalas pelukan Donghae. Sama seperti pria itu, ia juga sangat merindukan Donghae. Merindukan kehangatannya.

“Oppa, lepaskan. Kau bau,” ujar Hamun yang membuat Donghae segera melepaskan pelukannya dan mencium aroma tubuhnya yang ternyata tidak bau apa-apa.

“Kau bohong padaku, Hamun,” kata Donghae kesal.

“Kalau tidak seperti itu, kau tidak akan melepaskan pelukanmu,” kata Hamun. “Aku sudah memastikan apa yang perlu kupastikan. Jadi, sekarang aku harus pulang, oppa,” lanjutnya.

Donghae sangat kaget mendengar perkataan Hamun barusan. Selama dua tahun ini mereka sangat menjaga jarak, lalu setelah Hamun datang sendiri ke tempat ini, ia mau pergi begitu saja? Ia bahkan belum puas melampiaskan perasaan rindunya pada Hamun. Donghae segera berjalan menuju pintu apartemennya mendahului Hamun untuk menguncinya, dan mengambil kunci itu dari lubangnya. “Kau tidak boleh pulang,” kata Donghae.

Hamun hendak mengomeli pria itu namun dengan segera Donghae menggendong Hamun dan membawa gadis itu ke kamarnya. Donghae juga mengunci kamar itu dan kembali menyembunyikan kuncinya. “Yaa, oppa! Turunkan aku,” seru Hamun yang masih berusaha meronta.

Donghae menurunkan Hamun di tempat tidurnya. Dengan segera, Hamun membetulkan posisinya dan duduk di tepi kasur Donghae. Donghae kini mengambil posisi duduk di sebelah Hamun. Donghae tertawa kecil saat melihat Hamun memasang wajah kesalnya. “Jeongmal mianhe, Hamun. Aku hanya tak ingin kau pulang terlalu cepat,” ujar Donghae menjelaskan perbuatannya. “Aku sangat merindukanmu dan 15 menit yang kita habiskan tadi rasanya tidak cukup,” lanjutnya.

Hamun menghela nafas panjang. “Aku memaafkanmu,” katanya masih setengah kesal.

Donghae menggenggam tangan Hamun. “Siapa yang memberi tahumu password apartemenku?” tanyanya.

“Siwon oppa,” jawab Hamun.

“Lalu, apa tujuanmu kesini? Apa yang kau pastikan?” tanya Donghae penasaran.

Hamun menatap pria itu sampai ke dalam manik matanya. “Aku ingin memastikan apakah kau masih menungguku atau tidak. Jika ya, aku ingin kembali padamu. Saat ini juga,” kata Hamun. Ia tersenyum pada pria itu.

Donghae tertawa kecil mendengar ucapan gadis itu. Ia membelai pipi Hamun dengan lembut. “Harusnya tanpa repot-repot kau pastikan, kau sudah tahu jawabannya, kan, sayang?” tanya Donghae balik.

“Aku tidak mau terlalu percaya diri. Bisa saja oppa pindah hati ke lawan main oppa itu. Dia kan, jauh lebih cantik, lebih dewasa, lebih seksi, dan jauh…,”

Donghae tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Ia mencium bibir Hamun lembut untuk beberapa saat. “Tapi, yang kusayang adalah Kang Hamun, yang manis, tidak terlalu seksi, cengeng, childish, tapi sangat bijaksana,” ujarnya.

“Kau mengejekku atau apa?” tanya Hamun meskipun kini ia tak bisa menyembunyikan semburat merah di pipinya yang muncul akibat ucapan dan perbuatan pria itu. Ini adalah first kiss mereka setelah sekian lama perasaan mereka diuji. “Mianhe, aku membuatmu menunggu terlalu lama. Saranghae,” ujar Hamun tanpa keraguan sedikit pun.

*****

Donghae tidak bisa menghapus senyumnya saat melihat wajah Hamun yang masih tertidur. Ia berharap, Hamun akan tinggal disini bersamanya sehingga ia dapat melihat wajah Hamun tiap paginya. Donghae tak mau mengganggu Hamun, sehingga ia menunggu gadis itu terbangun sambil memainkan smartphonenya.

Ia merasa kesal saat membaca artikel tentang dirinya dan Cho Hara yang masih diperbincangkan. Akibat artikel itu, sebuah ide muncul di pikirannya.

*****

“Minah, Jihyo, Hyunah, cepat kesini!” panggil Hyejin yang sedang nonton berita di ruang televisi.

“Waeyo? Waeyo?” tanya Minah, Jihyo, dan Hyunah nyaris bersamaan.

Berita entertainment itu membahas tentang hubungan Donghae dan Hamun. Berita itu juga memutarkan video yang Donghae upload di instagramnya.

“Omona…. Itu Donghae tidak pakai baju?!” seru Minah.

“Dan.. yang di sampingnya masih tertidur itu.. Hamun?!” Kali ini Hyejin yang heboh.

“Jeongmalyo?! Yaa! Apa yang mereka berdua lakukan!” seru Jihyo tak percaya.

“Magnae kita sudah besar ya,” balas Hyunah dengan santai, ia bahkan tertawa membayangkan apa yang magnaenya lakukan.

“ANDWE!” seru Minah, Hyejin, dan Jihyo bersamaan.

*****

“Lee Donghae oppa! Ige mwoya?!” seru Hamun begitu ia bangun dan membaca artikel yang terupdate melalui smartphonenya.

‘Lee Donghae Super Junior Mengakui Kalau Ia Sedang Berpacaran Dengan Kang Hamun Super Girls’ itulah judul headline news yang paling di komentari sejak beberapa menit lalu diterbitkan.

‘Lee Donghae baru saja memposting video di instagram yang menunjukan wajahnya yang sangat bahagia dan wajah Kang Hamun yang sedang tertidur disampingnya. Di video itu ia mengatakan bahka dia bukan pacar Cho Hara melainkan Kang Hamun. Ia juga mengatakan kalau dirinya sangat bahagia bisa menjadi kekasih Kang Hamun. Meskipun tidak jelas, tapi tampak Donghae tidak mengenakan pakaiannya sehingga netizen berkesimpulan kalau hubungan mereka sebenarnya sudah sangat lama dan serius. Akhirnya, Haemun couple di We Got Married menjadi kenyataan. Siapa yang tidak setuju dengan hubungan mereka? Sepertinya tidak ada,’

“Waeyo?” tanya Donghae yang baru keluar dari kamar mandi.

“Kenapa oppa melepaskan bajumu?! Mereka pasti berpikir kita berbuat yang aneh-aneh! Padahal aku hanya menumpang tidur, oppa!” seru Hamun yang tidak habis pikir dengan tindakan Donghae.

“Sengaja, agar mereka berpikir kalau hubungan kita sudah sangat serius,” jawab Donghae sejujurnya.

“Tapi, kan, tidak harus seperti itu caranya, oppa,” ujar Hamun dengan tampang kecewa.

Donghae duduk di samping gadis itu lalu mengecup bibir Hamun singkat. “Mianhe,” ujar Donghae.

Tiba-tiba, Hamun merasakan smartphonenya bergetar. Hamun melihat layarnya dan mendapati panggilan dari Hyejin. Hamun menghela nafas panjang. “Aku memaafkanmu tapi oppa harus bantu aku meyakinkan Hyejin onnie kalau kita memang tidak melakukan apa-apa. Ia pasti akan mengomeliku sehabis ini,” ujar Hamun. Ia hendak mengangkat panggilan itu tetapi tiba-tiba Donghae mengambil alih.

“Hamun ah!” panggil orang diseberang sana.

“Annyeong Hyejin ssi, Minah ssi, Hyunah ssi, dan Jihyo ssi,” sapa Donghae.

“Oppa? Mana Hamun?” tanya onniedul nyaris bersamaan.

“Oppa, kau mau apa?” tanya Hamun tanpa suara pada pria itu. Donghae hanya menjawab Hamun dengan senyuman yang seolah berkata, ‘Serahkan saja padaku,’

“Mianhe, kami berdua sedang sibuk jadi tolong jangan ganggu kami, ya,” ujar Donghae yang langsung menutup sambungan telepon itu. “Selesai, seharian ini mereka tidak akan menganggumu,” ujar Donghae yang membuat Hamun tertawa terpingkal-pingkal. Ia bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah onniedulnya saat ini. Ia senang bisa mengerjai onniedulnya walaupun pada akhirnya ia akan diinterogasi habis-habisan oleh mereka.

Donghae tersenyum bahagia saat melihat kekasihnya tertawa seperti itu. Rasanya sudah lama tidak melihat Hamun seceria ini. “Hamun,” panggil Donghae yang membuat Hamun mulai menghentikan tawanya.

“Ne, oppa?” tanya Hamun yang berusaha fokus pada pria di depannya ini.

“Aku tak percaya akhirnya kita bisa bersama seperti ini. Dulu, untuk membayangkan saja, aku tidak berani,” ujar Donghae.

Hamun menggenggam tangan Donghae menatap pria itu dan memberikan senyum terbaiknya untuk kekasihnya. “I don’t care how hard being together is. It is better than being apart. So, don’t even think to leave me,” katanya.

Donghae mengecup pipi gadis itu. “That’s something impossible to do. Every time I see you I fall in love all over again. There are only two times that I want to be with you, it is now and forever,”

Tiba-tiba smartphone Hamun bergetar lagi dan menghancurkan atmosfer romantis di antara keduanya. Dengan perasaan kesal, Donghae segera mengangkat panggilan itu tanpa melihat caller id-nya terlebih dulu.

“Yaa! Kang Hamun! Apa yang kau lakukan dengan Donghae?! Kau masih belum cukup umur untuk melakukan hal-hal seperti itu! Aku sudah menjagamu selama enam tahun dulu, jangan buat usahaku sia-sia, Hamun!” seru pria seberang sana.

“Nugu?” tanya Hamun.

“Choi Siwon,” jawab Donghae yang sangat mengenali suara sahabatnya itu. Ia tertawa mendengar ucapan Siwon.

“Terima kasih sudah menjaganya dengan baik selama ini, Siwonie. Kau tak perlu khawatir, aku tahu sampai mana batasanku,” jawab Donghae.

“Yaa! Lee Donghae!” seru Siwon lagi yang tak dipedulikan Donghae. Ia langsung melepas baterai smartphone Hamun agar tidak ada seorang pun yang menganggunya dan Hamun.

Hamun menatap Donghae dengan tampang serius. “Kau baru saja membuat masalah baru dengan Siwon oppa,” katanya.

Donghae hanya tersenyum pada gadis itu sambil menatapnya lekat sampai-sampai Hamun jadi salah tingkah. “Waeyo? Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Hamun.

Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Hamun. “Nothing’s wrong. I just want you to know how much i love you. This love has no depth, its boundaries are ever expanding. My love and my life with you will be a never ending story,” katanya yang ia akhiri dengan kecupan lembut di bibir Hamun.

END

Hope you enjoy this fanfiction🙂