By @gurlindah93

 

Kulihat pria yang kemarin bertingkah menyebalkan berjalan dengan tidak sabar ke arah Yoomi dan Eric.

“Kenapa harus bocah ini yang kalian terima? Kalian tahu kan aku tidak menyukainya” tanpa basa-basi pria itu langsung menegur Yoomi dan Eric. Memang kenapa kalau mereka menerimaku? Apa urusannya dengan dia? Aku juga tidak menyukainya.

Dan pria angkuh itu menyebutku bocah! Siapa coba yang lebih bocah, aku atau dia, pria dewasa yang murka karena kalah dalam game? Silahkan dijawab sendiri.

“Kemarin kan katanya terserah kami. Menurut kami Park MinAh-ssi yang paling memenuhi kualifikasi untuk bekerja sebagai sekretarismu” ucap Yoomi dengan sabar.

Benar kan? Sudah jelas akulah yang paling memenuhi kualifikasi untuk bekerja sebagai sekretarisnya. Jadi lebih baik dia menerima saja kalau aku akan bekerja bersamanya.

Sepertinya ada yang tidak beres. Bekerja sebagai sekretarisNYA? Bekerja sebagai sekretaris siapa?!?!?!

“Aku…. Bekerja sebagai sekretaris siapa?” tanyaku dengan bingung sambil menatap Eric Mun.

“Tentu saja sekretaris Eric Mun, CEO Shinhwa mall” Eric menunjuk pria yang kini menatapku dengan heran.

“Eric Mun?” aku menunjuk pria menyebalkan itu.

“Ne. Eric Mun, CEO Shinhwa mall. Oleh karena itu aku senang saat MinAh-ssi mau bekerja sebagai sekretarisnya walaupun kemarin ada sedikit perdebatan di antara kalian” Yoomi mengingat kejadian kemarin lalu tertawa.

“Andwae… Maldo andwae…” sahutku lirih. Kenyataan ini terlalu mengguncangku. Tidak, hal ini tidak mungkin terjadi. Tidak mungkin!!

“Kamu tidak mau kan bekerja sebagai sekretarisku?” tanya Eric Mun yang asli. Aku menggeleng dengan keras “Kukira yang bernama Eric Mun itu dia, oleh sebab itu aku mau menandatanganinya” kutunjuk pria yang duduk di sebelah Yoomi. Aku berusaha menyangkalnya, aku masih belum bisa menerima kenyataan menyakitkan ini. Eomma…….

“Babo” komentar Eric.

Pria itu dan Yoomi tertawa “Jadi MinAh-ssi kira aku calon bossmu? Aniya, jeoneun Choi Sanghyun, direktur HR Shinhwa Mall. Bangapseumnida” katanya memperkenalkan diri.

“Pokoknya aku tidak mau bekerja bersamanya. Gadis sombong ini tidak boleh jadi sekretarisku” Eric menatapku dengan tajam.

Aku berdiri lalu balas menatapnya dengan tajam juga “Ne, sama! Aku juga tidak mau bekerja denganmu. Aku membencimu” ujarku. “Aku juga membencimu” balas Eric. Cih! Aku tidak peduli dia membenciku atau tidak.

“Yoomi-ssi aku akan membayar denda untuk membatalkan kontrak yang sudah terlanjur kutandatangani. Berapapun. Aku yakin ada klausul yang menyebutkan kalau aku tidak memenuhi kontrak harus didenda dengan sejumlah uang. Aku mau membayarnya” pintaku dengan sungguh-sungguh. Uang bukan masalah bagiku asalkan aku tidak bekerja dengan pria kekanakan seperti dia.

“Untuk membatalkan kontrak MinAh-ssi harus dipenjara selama 3 bulan” sahut Yoomi yang membuatku membelalakkan mata. Penjara? Aku tidak membaca apapun tentang penjara. Atau aku melewatkannya?

Kuambil kertas kontrak yang 4 menit lalu baru kutandatangani. ‘Pembatalan kontrak dengan alasan apapun akan membuat pihak ke-2 dipenjara’ aku melewatkannya karena menganggap bossku adalah Choi Sanghyun. Park MinAh bodoh!

Dengan kasar Eric merebut kertas dari tanganku “Yaaaa kenapa kalian mengubah isi kontraknya? Apa-apaan ini, penjara? Apa perlu berlebihan seperti ini?” Eric terlihat tidak percaya dengan apa yang dia baca.

“Kami sudah memberitahu sajangnim kalau kami akan mengubah isi kontrak untuk mencegah agar sekretaris sajangnim tidak mengundurkan diri sebelum 3 bulan, sajangnim bilang terserah jadi kami membuat gebrakan seperti ini. Isi kontrak ini juga sudah disetujui pengacara perusahaan” ujar Sanghyun.

“Ne, sajangnim tahu kan betapa sulitnya mencari sekretaris dalam waktu singkat. Lagipula sajangnim pernah bilang kalau sajangnim ingin memiliki sekretaris dengan gelar MBA agar dapat mengerti jalan pikiran sajangnim. MinAh-ssi adalah kandidat terbaik dari semua kandidat yang ada” aku menyetujui kata-kata Yoomi bahwa akulah kandidat terbaik, tapi memikirkan aku harus bekerja untuk CEO kekanakan, angkuh, menyebalkan, seenaknya sendiri seperti dia membuat kepalaku pusing.

“Kamu tidak ingin dipenjara?” tanya Eric padaku.

“Tentu saja tidak. Siapa juga yang mau dipenjara” jawabku.

“Geurae, terserah kalian semua. Tapi kamu harus ingat Park MinAh, bekerja bersamaku dan hidup di penjara akan terasa sama. Camkan itu” ancam Eric sambil menyeringai lalu pergi meninggalkan ruangan. Aku tidak percaya dia berani mengancamku.

“Joesonghamnida MinAh-ssi, sajangnim tidak bermaksud seperti itu. Sajangnim sebenarnya orang yang baik hanya saja dia terlahir sebagai putra tunggal dan sifatnya perfeksionis sehingga semua harus berjalan sesuai kemauannya dan sempurna. Tapi aku yakin MinAh-ssi sanggup bekerja bersama sajangnim, oleh karena itu kami memilih MinAh-ssi yang terlihat berbeda bila dibandingkan dengan sekretaris-sekretaris yang dulu” kata Yoomi.

Setelah terdiam untuk berpikir beberapa saat akhirnya aku menyerah “Baiklah, aku akan menjadi sekretaris pria itu” ujarku lirih.. Sepertinya hal ini memang sudah takdirku, bekerja untuk boss titan. Tapi aku pasti bisa menjalaninya karena seumur hidup aku bisa melewati apapun yang terjadi dalam hidupku, aku tidak pernah gagal begitu juga dengan pekerjaan ini. Park MinAh siap menghadapi Eric Mun selama 3 bulan. Park MinAh fighting!

Yoomi terlihat lega dan menyerahkan setumpuk kertas yang harus kubaca dengan teliti lalu memberiku sedikit arahan.

Ternyata selama 5 tahun menjabat sebagai CEO, Eric Mun memiliki 2 orang kepercayaan, 1 sekretaris dan 1 PA merangkap PR. Sebagai PA Yoomi sudah bekerja selama 3 tahun berbeda dengan sekretaris Eric Mun yang bekerja paling lama 5 bulan, sekretaris yang bekerja sebelum aku malah mencatat rekor karena bekerja hanya selama 1 minggu. Aku heran bagaimana bisa Yoomi bertahan selama itu, tapi melihat perilakunya Yoomi jelas terlihat sebagai orang yang sabar dan rapi. Mungkin itu yang membuatnya bertahan atau dipertahankan, aku tidak peduli.

“Ohya sebelum kita akhiri pertemuan ini, aku ingin memberi tahu MinAh-ssi kalau sajangnim tidak suka jika ada yang melakukan sesuatu tanpa perintahnya walaupun itu dengan niat baik sekalipun.  Sajangnim tidak menyukai orang yang lancang. Dan satu lagi MinAh-ssi, kuharap MinAh-ssi bisa bertahan lebih dari 3 bulan” pesan Yoomi dengan sungguh-sungguh.

Maaf Kim Yoomi, walaupun aku menyukaimu tapi aku akan bekerja di sini hanya selama 3 bulan saja. tidak lebih.

Setelah selesai dengan segala kejutan yang kualami hari ini, aku bersiap-siap untuk melupakannya sejenak dengan berkumpul bersama sahabat-sahabatku.

Sesuai waktu perjanjian aku datang ke restaurant dan segera diantar ke ruangan yang sudah kupesan kemarin. Saat masuk kulihat sudah ada seorang pria yang duduk membelakangiku di sofa dan melakukan aktivitas yang tidak seharusnya dilakukan di sini “Apa ini ruangan yang kupesan?” tanyaku pada pegawai restaurant yang mengantarku.

Pria itu menghentikan aktivitasnya kemudian menoleh ke arahku “MinAh hehehee” sapanya.

“Kyuhyun.. Hyejin…” ternyata yang baru saja berciuman dengan liar tadi adalah Song Hyejin dan Cho Kyuhyun. Kenapa aku tidak terkejut ya?

“Gamsahamnida” kataku pada pegawai yang tadi belum sempat menjawab pertanyaanku lalu menutup pintu.

“Kalian sudah lama?” tanyaku pada 2 anak manusia yang terlihat acak-acakan. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau mereka berada dalam 1 ruangan dengan Jungsoo oppa dan kekasihnya.

“Lumayan” jawab mereka berdua sambil merapikan diri mereka masing-masing. Entah berapa lama maksud dari ‘lumayan’ itu kalau mereka yang menjawab.

Hyejin menyisir rambut Kyuhyun memakai jarinya lalu menciumnya dengan singkat. “Aku pulang ya.. Selamat bersenang-senang tapi tolong kontrol diri kalian. MinAh selamat ya, akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan pertamamu. Kukira seumur hidup kamu akan menyia-nyiakan gelarmu hahahaa” pamit Kyuhyun lalu meninggalkan ruangan.

“Ckckckck… Bagaimana kalau Hamun yang melihat kalian tadi, bisa syok dia” komentarku. Hyejin hanya menyeringai “Tidak mungkin, dia akan sedikit terlambat karena harus menjemput Donghae oppa dulu di airport” ujarnya sambil membetulkan lipsticknya yang selalu belepotan setiap bertemu Kyuhyun.

“Oooohhh” aku mulai membuka-buka buku menu untuk memesan beberapa makanan sebelum yang lain datang.

Tidak lama kemudian Jihyo datang bersama HyunAh “Sudah lama?” tanya Jihyo. “Aku sih barusan datang, tidak tahu kalau Hyejin”jawabku sambil melirik Hyejin.

“Hah?” HyunAh dan Jihyo menatap Hyejin meminta penjelasan. “Aniya… Bukan apa-apa. Ayo pesan makanan, magnae akan sedikit terlambat” Hyejin dengan pintar membelokkan keadaan.

Setelah semua makanan yang kami pesan datang kami segera makan tanpa menunggu Hamun.

“Annyeong eonnideul” sapa Hamun beberapa saat kemudian “Annyeong yeojadeul” dan diikuti oleh Donghae. Ternyata Hamun membawa dokter tampan ini ke sini.

“Annyeong oppa” balas kami berempat dengan gembira. Hamun jarang membawa Donghae karena mereka memang belum pacaran, tapi pada kenyataannya hubungan mereka seromantis hubungan pasangan kekasih.

“Mianhae MinAh-yaa aku tahu kalau tidak boleh ada lelaki di acara kalian hari ini, tapi aku memaksa untuk bertemu denganmu karena ingin memberi selamat” ucap Donghae. Aaaahhhh aku mengagumi pria ini, dia selalu baik dan menyenangkan.

“Gomawo oppa. Nanti akan kutraktir oppa, tapi jangan bawa Hamun ya” pasangan ini harus sedikit dipancing agar segera meresmikan hubungan mereka.

“Eonni!!” Hamun memanyunkan bibirnya menunjukkan kalau dia cemburu. Hahahaaa lucu sekali magnaeku ini.

“Kalau Hamun tidak memperbolehkan dengan berat hati aku akan menolaknya MinAh. Mianhae” tolak Donghae dengan ekspresi pura-pura sedih. Kami semua tertawa melihatnya.

“Arraseo… Gomawo oppa” aku rasa tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk pacaran.

“Oppa harus segera pulang kan? Mobilku oppa bawa saja, nanti aku diantar pulang salah satu eonnideul” setiap Hamun berbicara dengan Donghae wajahnya selalu berseri-seri. Aku kan juga ingin seperti itu. Huks. Nanti setelah menyelesaikan kontrak kerja terkutukku aku akan mulai bergaul dengan banyak pria lagi dan mencari kekasih.

“Geurae. Annyeong yeojadeul, sampai bertemu lagi. Annyeong Hamun, sampai bertemu besok” pamit Donghae, kemudian kejadian yang tidak terduga-duga terjadi. Hamun mencium bibir Donghae! Di depan kami semua.

“Whoaaa!!! Hamun mencium Donghae oppa!” kata Jihyo heboh setelah Donghae meninggalkan ruangan. “Sepertinya sebentar lagi mereka akan pacaran” sahut HyunAh sambil melanjutkan kegiatan makannya.

Walaupun kami semua wanita sophisticated yang super modern, tapi bagi kami pernyataan cinta dari seorang pria sangat krusial bagi kami. Oleh sebab itu kami bertanya-tanya kapan Lee Donghae akan menyatakan cintanya pada Hamun.

“Sudah….” bisik Hamun hampir tidak terdengar.

“Mwo?????” kami berempat tidak percaya dengan pendengaran kami. “Tadi Donghae oppa menyatakan cinta padaku” kemudian Hamun dengan tersipu-sipu bercerita bagaimana Donghae menyatakan cinta di mobil dengan simple tapi romantis. Aaaahhhhh akhirnya magnae kami mendapat juga pernyataan yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

“MinAh, bagaimana tadi briefingnya? Lancar?” tanya Hyejin di tengah kegiatan makan kami. Ah hampir saja aku lupa menceritakan kemalanganku pada mereka karena kejadian-kejadian tak terduga tadi.

“Tolong dengarkan ceritaku sampai selesai sebelum berkomentar” pintaku dengan sungguh-sungguh. Mereka berempat menatapku dengan penasaran.

“Pertama, Eric Mun bukan orang yang menyenangkan dan ramah seperti yang kukatakan” aku menghela nafas dengan berat.

“Kedua, Eric Mun dan pria yang membentakku di Heaven ternyata orang yang sama” lalu aku menceritakan kejadian yang terjadi sejak di Heaven sampai kejadian tadi siang.

Seperti paduan suara mereka tertawa bersama-sama.

“Babo! Park MinAh babo! Kenapa tidak mencari infonya dulu di internet? Kamu ketik CEO Shinhwa mall pasti fotonya langsung terpampang” tanya Hyejin.

“Molla.. Tidak terpikir sebelumnya.. Aaahhh jangan tertawakan aku, aku harus menghadapi boss titan selam 3 bulan” ujarku memelas.

Mereka malah tertawa semakin keras.

“Mian eonni, mian.. Tapi kisah eonni sungguh-sungguh memprihatinkan. Mianhae…” aku tahu Jihyo tidak sungguh-sungguh meminta maaf karena tawanya yang terdengar paling keras. Dasar miss evil.

“Apa kamu benar-benar menggoda bossmu Min?” tanya HyunAh penasaran. Tiba-tiba ruangan menjadi senyap.

“Aniya!! Aku tidak bermaksud menggodanya, hanya ingin mengajaknya mengobrol karena dia duduk sendirian” bantahku. Sepertinya tidak ada yang percaya padaku karena mereka mulai tertawa lagi.

Jika mengingat-ingat aku pernah, oke harus kuakui, sedikit flirting ke Eric Mun rasanya aku ingin mencuci otakku karena pernah terbersit dalam pikiranku untuk menggoda pria kekanakan, angkuh, menyebalkan seperti dia. Tapi aku melakukan itu, maksudku flirting, karena aku tidak tahu orang seperti apa dia. Ini adalah pelajaran berharga untuk tidak asal flirting pada pria yang baru kutemui.

Aku menatap Hamun meminta dukungan darinya, tapi mungkin karena efek dari pernyataan cinta Donghae yang membahagiakannya dia masih tertawa terbahak-bahak “Mianhae eonni, tapi kalau eonni lebih detail dan hati-hati kejadian ini pasti tidak akan terjadi pada eonni” Hamun menatapku dengan penuh simpati.

Kutelungkupkan kepalaku ke meja berharap meja ini bisa terbelah dan menelanku dan segala rasa maluku.

Selesai makan kami langsung ke Heaven, saat yang kutunggu-tunggupun tiba. Aku menari dengan penuh semangat, meluapkan segala kekesalan dan kemalanganku. Keempat sahabatku hanya bisa geleng-geleng kepala melihatku.

Capek menari aku langsung menenggak semua minuman yang ada di meja, tidak peduli bahwa kadar toleransiku terhadap alkohol sangat rendah.

“Lihat saja sajangnim, aku akan menghadapimu dengan berani. Kamu tidak akan semudah itu membullyku. Aku akan menjadi sekretaris yang tangguh. Dan seksi hahahhaaa. Aku benci Eric Mun!” teriakku sebelum aku kehilangan kesadaran.

***

tbc

Enjoy ^^