Aku Park MinAh dan aku punya kekasih paling tampan dan menakjubkan di dunia ini, Mun Junghyuk. Bagiku dia adalah pria paling sempurna di dunia ini. Tampan, kaya raya, baik hati dan begitu menyayangiku. Aku juga merasa hubunganku dengannya adalah hubungan terbaik yang pernah ada. Kami tidak pernah bertengkar kecuali saat kami akan menikah beberapa bulan lalu. Kami sama-sama tipe orang yang tidak suka kerepotan. Kalau bisa semua kami alihkan kepada orang lain untuk mengurusnya, akan kami alihkan. Meskipun kami sudah menyewa wedding organizer tapi mereka tetap saja mengganggu kami untuk memilih pakaian pegantin, catering, dekorasi, undangan dan hal-hal lainnya yang begitu gampang menyulut emosiku dan Junghyuk Oppa. Tapi tenang, sekarang aku adalah wanita yang paling bahagia karena menyandang gelar Mrs. Mun Junghyuk. Hihihihihi.

Kalau ditanya siapa yang akan mengikuti jejakku dan Junghyuk Oppa untuk segera menikah, aku akan memilih HyunAh dan Henry.

Hyejin dan Kyuhyun? Mereka belum siap untuk menikah. Mereka memang saling mencintai tapi percayalah, menikah bukan hanya masalah mencintai. Banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan karena terlalu panjang dan sejujurnya aku sedang malas menjelaskan hal yang bertele-tele. Intinya, Hyejin dan Kyuhyun hanya belum terlalu matang untuk sebuah pernikahan. Titik.

Jihyo dan Woobin? Donghae dan Hamun? Mereka masih seumur jagung dan terlalu muda untuk menikah. Lupakan saja angan-angan untuk menikah paling tidak sampai 3 atau 5 tahun ke depan.

Henry dan HyunAh yang menurutku paling sempurna. Meskipun Henry tampaknya yang paling kekanak-kanakkan dan punya selera yang aneh tapi sebenarnya ia yang sudah siap berbagi apapun dalam hidupnya dengan HyunAh. Henry tidak pernah menyembunyikan apapun dari HyunAh. Apa yang dia dapatkan, yang ia punyai, selalu ia bagi dengan HyunAh. Mau itu sekedar permen atau pundi-pundi emasnya. HyunAh pun, sebagai wanita, memposisikan dirinya dengan benar bahwa ia selalu bisa mendukung Henry dalam situasi dan kondisi seperti apapun, senang dan susah HyunAh selalu bersama Henry.

Mungkin sepertinya alasanku terlalu dangkal atau mungkin terlalu biasa. Sudah aku bilang, aku sedang malas menjelaskan hal dengan bertele-tele. Aku akan memberikan saja contoh-contoh sehingga aku yakin kedua makhluk itu yang akan segera menyusulku masuk ke dalam dunia pernikahan.

Henry, seorang pria Chinese kelahiran Kanada. Pertama kali datang ke Korea, tidak mengerti apa yang harus ia lakukan. Ia hanya begitu saja dikirim oleh ayahnya hanya dengan alasan ia harus hidup mandiri. Henry tidak memiliki bekal apapun kecuali kepandaiannya soal bermusik. Saat ia sedang kebingungan, entah bagaimana ia bisa bertemu dengan HyunAh. HyunAh membantu Henry menciptakan lagu-lagu dari pagi sampai pagi lagi, memberikan ide-ide mulai dari menulis lirik sampai menjualnya kepada perusahaan rekaman. HyunAh terus bersama Henry dari awal sampai sekarang Henry menjadi satu-satunya pemusik yang dipercaya oleh 5 perusahaan rekaman terbesar di Korea. Tidak pernah sehari pun HyunAh meninggalkan Henry meski pria-nya itu sedang susah. HyunAh akan ikut susah bersama Henry.

HyunAh pernah bercerita padaku ada suatu hari Henry tiba-tiba datang kepadanya dan memberikannya sebuah kunci. Kunci apartemen yang baru dibeli Henry dengan hasil kerja kerasnya sebagai pemusik. Henry sengaja memberikan kunci apartemennya kepada HyunAh dengan alasan ia mau mulai belajar berbagi apapun yang ia miliki dengan HyunAh. “Kau boleh masuk dan keluar kapanpun dari apartemen ini sesukamu. Tapi aku harap kita benar-benar bisa berbagi suatu hari nanti,” kata Henry kepada HyunAh, menurut cerita HyunAh. Aku begitu terharu saat mendengar cerita HyunAh.

HyunAh dan Henry adalah pasangan yang paling kalem yang pernah ada. Kalau aku nyaris tidak pernah bertengkar, Henry dan HyunAh tidak pernah bertengkar. Mereka adalah pasangan yang paling tenang yang pernah aku temui. Salah satu unsur penting dalam sebuah pernikahan. Ketenangan. Berbeda dengan Kyuhyun dan Hyejin yang nyaris tiap hari bertengkar. Karena itu aku lebih memilih Henry dan HyunAh.

Kalau Kyuhyun dan Hyejin akan memilih cara untuk saling mengomel untuk menyelesaikan masalah mereka atau diam-diaman sampai masalah itu hilang begitu saja tanpa solusi, Henry dan HyunAh akan membicarakan masalah mereka baik-baik, dari hati ke hati sampai masalah itu tuntas dan menemukan jalan keluarnya.

Aku tahu saat Henry mendapatkan kontrak dengan perusahaan rekaman terbesar di Jepang, Henry terpaksa untuk meninggalkan Korea. Untuk sementara ia akan berada di Jepang. Awalnya, ia menolak karena memikirkan HyunAh yang akan sendirian jika ia pergi. Tapi setelah membicarakannya baik-baik, mereka menemukan solusi. Henry akan pindah ke Jepang untuk sementara dan HyunAh akan datang untuk mengunjunginya 2 minggu sekali sehingga tidak ada yang akan merasa ditinggalkan atau meninggalkan. “Kami akan tetap bersama. Meskipun Henry akan ke ujung dunia, aku akan terus mendukungnya,” kata HyunAh.

“Dan aku akan terus mengajakmu,” kata Henry sambil tertawa lalu mencium kening HyunAh dengan penuh cinta di depan mataku, waktu itu. Aku menganggap mereka sudah mengerti arti rela berkorban satu sama lain.

Meskipun hubungan mereka sudah berjalan 3 tahun, aku tidak melihat perbedaan dibandingkan sewaktu mereka baru berkomitmen untuk menjalin hubungan. Mereka masih sama mesranya dan membuatku iri jika Henry sudah masuk dapur dan memasak makanan kesukaan HyunAh, apalagi kalau sedang sakit. Tidak seperti aku atau Hyejin yang akan hanya diberikan bubur yang dibeli di restoran terdekat. Donghae, satu-satunya yang bisa menyaingi keahlian Henry yang satu ini tapi menurutku Donghae masih amatiran. Donghae masih terlalu banyak diam sehingga Hamun, magnae-ku yang paling baik, harus susah payah untuk menjadi lebih atraktif.

Kembali kepada Henry dan HyunAh. Alasanku yang lain yang membuatku memilih Henry dan HyunAh sebagai pasangan yang siap dengan sebuah pernikahan. Mereka sudah saling mengenalkan diri ke keluarga. Henry sudah mengenalkan HyunAh pada keluarganya di Kanada dan HyunAh juga sudah mengenalkan Henry kepada keluarganya. Kalau mereka sudah sampai tahap seserius itu artinya mereka sudah siap.

Tidak usah membayangkan Kyuhyun dan Hyejin. Hyejin sudah bolak-balik tidur bersama Ahra eonni dan nyonya Cho tapi ia belum pernah sekalipun membawa Kyuhyun kepada keluarganya yang berada di Swiss. Jauh, alasannya. Tapi ia sudah pernah mengajak Ahra eonni ke rumahnya di sana. Jangan tanya aku kenapa. Aku tidak pernah bisa memahami pemikiran perempuan yang satu itu.

Satu lagi alasan? Ya Tuhan. Meskipun aku sedang malas, aku akan memberikan satu lagi alasan atas keyakinanku kepada Henry dan HyunAh.

Mereka saling melengkapi dan tidak egois. Mereka lebih mementingkan urusan pasangannya terlebih dahulu daripada urusannya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari urusan kecil seperti memilih baju.

Suatu hari, Henry harus mendatangi sebuah pertemuan yang mengharuskannya memakai setelan jas, kemeja dan dasi yang rapi. HyunAh yang tahu isi lemari Henry tidak ada pakaian seperti itu langsung membantunya.

“Nanti malam aku ada pertemuan dengan Menteri Kesenian tapi aku tidak punya baju yang layak,” kata Henry saat mereka tengah makan siang.

Di tengah kesibukannya sebagai dosen, HyunAh menyempatkan waktunya untuk mengurus keperluan Henry. “Sebenarnya aku ada kelas siang ini tapi aku akan minta Hyemi menggantikanku. Astaga, Henry Lau! Bagaimana bisa kau baru bilang padaku sekarang? Kajja!”

HyunAh langsung menarik Henry untuk menemui saudara sepupunya yang sangat handal soal urusan baju dan fashion, Eleanor Jung, untuk mengurus baju Henry dari ujung rambut sampai ujung kaki. HyunAh menunggu dengan sabar, membantu Henry dengan pakaian-pakaian yang dipilihkan oleh Elle. “Yang ini cocok,” kata HyunAh pada akhirnya setelah Henry mengenakan setelan jas biru tua dan kemeja biru langit yang sangat pas di tubuhnya, setelah 4 jam. “Kau tampan,” puji HyunAh.

“Gomawo. Aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kau,” kata Henry.

HyunAh tersenyum puas. Henry tersenyum penuh terima kasih. “Kau tidak memilih baju? Kau juga ikut kan besok malam?”

“Aku punya banyak baju di rumah. Sekarang lebih baik kita pulang. Kau harus istirahat. Kau harus terlihat menakjubkan nanti malam di depan Menteri dan pejabat-pejabat lainnya,” kata HyunAh.

Kadang aku berpikir sebenarnya temanku yang memadu kasih ini manusia atau malaikat?

Sudah ya. Aku lelah. Mr. Mun Junghyuk sudah menungguku di tempat tidur. Pokoknya aku yakin Henry dan HyunAh yang akan lebih dulu menikah dibandingkan yang lain. Lagipula sewaktu aku menikah, HyunAh yang berhasil menangkap buket bunga yang aku lemparkan. Itu tandanya ia yang akan segera menyusul. Hehehehheee. Sampai jumpa.