Let me tell you something that can’t be told by every human.

Aku Kang Hamun. Usiaku 20 tahun. 20 tahun 3 bulan 27 hari lebih tepatnya. Untuk pertama kalinya aku tahu bahwa dunia ini memiliki tidak hanya manusia sebagai penguasanya tapi juga makhluk lain yang jauh lebih kuat, jauh lebih cerdas dan jauh lebih mengerikan daripada manusia. Sialnya, mereka berwujud manusia.

“Hyejin-ah, mana si taring brengsek? Dia tidak datang?” Tanya seorang pria seputih susu kepada seorang wanita yang tampaknya satu spesies dengannya.

“Jangan menyebutnya si taring brengsek, Oppa. Dia pacarku, calon adik iparmu,” jawab wanita itu kesal.

“Oh adikku sayang, kau sungguh-sungguh ingin menjadi seorang drakula? Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan para leluhur melihat keturunan mereka menikah dengan seorang drakula.”

“Dia bukan drakula. Dia vampir, Oppa.”

“Sama saja,” kata pria itu lalu meninggalkan adiknya.

Aku melihat sebuah ekor mencuat keluar dari bagian belakang tubuh Hyejin. Tubuhnya pun mulai ditumbuhi bulu-bulu panjang dan tebal dengan kuku-kuku panjang dan tebal yang mulai tumbuh dari jari-jarinya. Wajahnya pun mulai perlahan berubah dari sesosok perempuan cantik, menjadi….

“Aku werewolf. Pria tadi itu kakakku. Dia juga werewolf,” kata Hyejin kepadaku.

Wajahnya telah berubah menjadi wajah werewolf tapi entah kenapa aku justru tidak merasa ia mengerikan. Hyejin justru terlihat sangat menggemaskan dengan wajah werewolfnya.

“Jangan pernah berpikir untuk memelihara werewolf, Hamun-ah, apalagi Hyejin dan kakaknya. Mereka werewolf terkuat yang pernah ada,” kata Jihyo eonni kepadaku, seniorku di kelas matematika dasar.

Aku menatapnya dengan kaget sekaligus takjub. “Kau bisa membaca pikiranku?”

“Aku seorang mind reader,” katanya dengan santai lalu meneguk air mineralnya dengan rakus. Aku masih menatapnya dengan takjub. Bagaimana bisa ia meminum 1,5 liter air sekaligus tanpa menarik nafas.

“Air mineral bagus untuk mempertajam kemampuan mind reading-ku. Dan aku manusia biasa sama sepertimu, Hamun-ah,” kata Jihyo eonni sambil menyeringai jahil.

Aku melihat dua wanita lain yang berada di antara Hyejin dan Jihyo eonni. Yang satu sedang frustasi menatap gelas di depannya. Aku tidak tahu apa yang dilakukan gadis itu. Sudah setengah jam lebih ia seperti itu.

“Yaa Park MinAh! Apa sih yang kau lakukan? Sudah setengah jam tapi tidak terjadi apa-apa dengan gelas itu,” tegur Hyejin kepada gadis yang duduk tepat di sebelahnya itu.

MinAh menggaruk-garuk kepalanya dengan frustasi. “Aku mencoba mengubah gelas ini menjadi Eric Oppa.”

“Humm?”

“Maksudku, aku mencoba meneleportasi gelas ini ke tempat Eric Oppa dan memindahkan Eric Oppa ke tempat gelas ini. Menukar tempat begitu,” kata MinAh menjelaskan maksudnya.

“Mungkin ia sedang berada dalam wujud malaikatnya?” Kata Hyejin dan MinAh seakan menyadari kebodohannya.

“Astaga! Saking jarangnya ia menunjukkan wujud malaikatnya aku sampai lupa bahwa Eric oppa itu bukan manusia,” kata MinAh lagi.

Untuk kesekian kalinya dalam malam ini, aku menampakkan wajah terkejut sekaligus kagumku. MinAh tersenyum kepadaku. “Aku seorang penyihir, sayang. Aku sudah berusia 118 tahun tapi ilmu-ku belum bisa menyentuh makhluk tak kasat mata,” katanya dengan ramah kepadaku.

Werewolf. Mind Reader. Penyihir. Aku menatap seorang gadis yang daritadi hanya diam. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu. Aku tidak melihat ada keganjilan pada wanita itu tapi aku yakin pasti ada sesuatu pada wanita itu sehingga ia bisa masuk ke dalam tempat ini. Tempat khusus untuk makhluk selain manusia.

“Sebentar lagi mereka sampai. Mereka baik-baik saja,” kata wanita itu membuatku bingung.

“Kyuhyun baik-baik saja?” Tanya Hyejin memastikan.

“Iya. Kyuhyun, Henry dan Donghae baik-baik saja. Pertemuan mereka tampaknya berjalan lancar,” kata wanita itu lagi yang membuatku semakin bingung. Ia tidak lagi serius. Ekspresinya jauh lebih santai namun menenangkan. Apa yang baru dilakukannya.

Wanita itu menyadari tatapanku dan Ia balas menatapku sambil mengulurkan tangannya kepadaku. “Hai. Kang Hamun?” Aku menganggukkan kepalaku. “Aku Jung HyunAh. Sama sepertimu aku manusia tapi aku punya kemampuan untuk melihat menembus ruang dan waktu,” katanya.

“Werewolf, Mind Reader, Penyihir, Melihat menembus ruang dan waktu?” Tanyaku pada Jihyo eonni.

Jihyo eonni tersenyum sambil menepuk-nepuk bahuku. “Aku yakin kau juga memiliki kemampuan ajaib makanya aku mengajakmu kesini. Sekarang, lebih baik kau nikmati pestanya.”

Pesta?

Aku melihat sebuah kue ulang tahun besar yang terletak 21,5 meter di depanku dengan sebuah spanduk besar bertuliskan : HAPPY  17th BIRTHDAY CHO HYEMI! yang terpasang di atas gadis yang sedang berulang tahun tersebut. Gadis dengan kulit pucat, wajah yang bergaris-garis tegas dan memiliki taring di giginya.

“Sudah berapa kali ia ulang tahun ke-17?” Tanyaku pada siapapun yang bisa menjawab pertanyaanku.

“Satu kali,” jawab Hyejin sambil tersenyum disambung oleh MinAh yang sedang mengikik geli, “Setidaknya dalam tubuh itu.”

“Mwo?” Tanyaku bingung.

Jihyo eonni dan HyunAh eonni tampaknya yang paling mengerti aku karena kami sama-sama manusia. Mereka menjelaskan kepadaku dengan detil pertanyaanku.

“Gadis itu sebenarnya hanya pinjaman saja. Nama sebenarnya adalah Key, seorang laki-laki,” kata Jihyo eonni sambil tertawa terbahak-bahak.

“Dia berasal dari Planet Hyderatia. Menurutnya dia sudah berusia lebih dari seribu tahun.”

“1298.”

“Dia sudah cukup lama berada di bumi. Pada saat datang ke bumi, dia berada dalam sosok aslinya tapi karena usia manusia di bumi ini makin lama makin pendek jadilah Key menyesuaikan diri. Dia meminjam tubuh-tubuh manusia agar tidak ada orang yang curiga kenapa dia tidak mati-mati.”

“784.”

“784?” Tanya HyunAh eonni kepadaku.

“Lama waktu Key berada di bumi. Sudah 784 tahun,” jawabku.

HyunAh eonni menatapku tajam. Begitu juga dengan Jihyo eonni. “ASTAGA KANG HAMUN!!!! KAU PUNYA KEMAMPUAN! KAU BISA MEMPREDIKSI ANGKA! KAU TIDAK MENYADARINYA?!”

Aku terbengong melihat HyunAh eonni. “Wae?” Tanyaku bingung.

“Hamun-ah, berapa jumlah helai rambut di kepalaku?” Tanya HyunAh eonni membuatku semakin bingung.

Aku menatap HyunAh eonni. “175.648 helai,” jawabku.

“Umurnya?” Tanya HyunAh eonni lagi sambil menunjuk Hyejin.

Aku menatap Hyejin. “41 tahun,” jawabku.

“Tepatnya?”

“40 tahun 10 bulan 8 hari,” kataku.

Jihyo eonni menatapku dengan takjub. Senyumnya sangat sumringah. Ia bahkan melompat dari kursinya untuk memelukku dengan erat. “Tidak salah kan aku mengajakmu! Aku yakin pasti ada sesuatu yang lain di dirimu!”

Hyejin menatapku dengan kesal. “Aku tidak tahu bagaimana kau bisa mengetahui usiaku tapi aku tidak terlalu suka kau menyebutkannya. Bagi kalian, manusia, usiaku mungkin sudah tua tapi di dunia werewolf aku masih seperti berusia 18 tahun di dunia kalian. Got it?” Ujarnya lalu meninggalkan meja sambil menghentak-hentakkan kakinya. Aku melihat ekornya kembali mencuat dan bulu-bulunya kembali tumbuh.

MinAh terlihat tidak enak kepadaku. “Hyejin memang seperti itu. Dia agak sensitif masalah umur. Apalagi Kyuhyun, pacarnya, vampir berusia 157 tahun tapi wujudnya adalah pria 27 tahun dan tidak bisa mati. Hyejin akan tumbuh tua dan mati sedangkan pria yang dicintainya akan tetap seperti itu. Itu yang membuatnya sensitif. Jangan dimasukkan ke hati ya?”

Aku bahkan tidak memikirkannya. Aku masih terlalu terkejut. Werewolf, Mind Reader, Penyihir, Melihat menembus ruang dan Waktu, Makhluk planet lain, dan katanya aku memiliki kemampuan memprediksi angka. 20 tahun aku hidup aku tidak pernah membayangkan hal-hal aneh bin ajaib ini terjadi di hidupku dan hanya karena seorang manusia serigala yang sensitif dengan umur, aku akan marah? Tidak. Tidak. Aku lebih ingin tidur, mengistirahatkan otakku yang sudah terlalu lelah mencerna keajaiban-keajaiban malam ini.

—-

tbc.