@SMTOWNGLOBAL #SuperJunior KYUHYUN (@GaemGyu) The 1st mini album #atGwanghwamun

image

@kyukyu 141106 Musical The Days Press Call – Kyuhyun Kiss Scene

image

@GaemGyu
착하게 뮤직뱅크 응원 온 빅!빅빅쏭 ❤️ image

Hyejin bolak balik menggeser layar smartphonenya yang penuh dengan foto-foto teaser debut mini album solo Kyuhyun dan kissing scene Kyuhyun pada konferensi pers musikal terbarunya yaitu ‘The Days’. Tidak ada yang bisa tidak melihat wajah sedih Hyejin saat melihat foto-foto tersebut.

@SGhyejin RT @SMTOWNGLOBAL #SuperJunior KYUHYUN (@GaemGyu) The 1st mini album #atGwanghwamun. CHUKKAE!!😀

Hyejin meletakkan smartphone-nya ke atas meja dan dengan tidak bersemangat ia menyalakan televisi, memencet remote berulang kali untuk memilih channel yang bisa dia tonton namun pada akhirnya dimatikannya kembali. Hyejin hanya duduk di sofa dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada sambil memandang gedung-gedung tinggi di luar jendela apartemen Super Girls.

“Hyejin eonni!!!!” Sapa Hamun yang baru datang bersama dengan Donghae, dengan ceria. Hamun memeluk Hyejin dengan erat dan memberikan kecupan di pipi leadernya. Hyejin tersenyum lemah.

“Hai, Hamun. Donghae Oppa,” sahut Hyejin tanpa semangatt membuat Hamun dan Donghae heran.

“Eonni, kau sakit?” Tanya Hamun dan Hyejin hanya menggelengkan kepalanya.

“Lalu kenapa?” Tanya Hamun lagi mulai khawatir dengan gelagat Hyejin yang tidak seperti biasanya.

“Gwencana. Aku hanya kelelahan. Aku mau istirahat dulu ya, Hamun, Donghae Oppa,” kata Hyejin lalu masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Hamun dan Donghae yang heran sekaligus cemas.

“Kenapa dengan Hyejin?” Tanya Donghae pada Hamun yang hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban ‘tidak tahu’.

“Biasanya kalau Hyejin eonni sudah seperti ini ada hubungannya dengan Kyuhyun Oppa,” kata Hamun.

“Memang ada apa dengan Kyuhyun?” Tanya Donghae lagi yang sudah semakin bingung karena ini pertama kalinya bagi Donghae melihat leader group kekasih barunya bersedih.

Lagi-lagi Hamun mengangkat bahunya. “Kalau aku tahu aku juga tidak akan kebingungan, Oppa,” jawab Hamun mulai kesal karena Donghae terus-terusan bertanya yang jawabannya tidak diketahui Hamun dan itu membuat Hamun semakin bingung.

Donghae memilih duduk di sebelah Hamun dalam diam. Donghae menonton televisi dalam diam sedangkan Hamun sibuk dengan smartphone-nya. Hamun sibuk mencari tahu berita terbaru mengenai Kyuhyun.

“Aku tahu apa yang sedang terjadi,” kata Hamun sambil menyerahkan foto hasil pencariannya selama beberapa menit.

“Semua pasti gara-gara scene ini,” ujar Hamun membuat Donghae mengernyitkan dahi.

“Memangnya kenapa? Ciuman ini kan hanya pura-pura. Masa Hyejin tidak mengerti?” Sahut Donghae membuahkan sebuah pukulan ringan tapi cukup menyakitkan pada lengan kanannya.

“Kalau Oppa mau selamat di dalam apartemen ini jangan pernah menyebut adegan-adegan skinship dengan wanita selain kekasih Oppa itu ‘halal’. Untung hanya aku yang mendengarnya,” ujar Hamun.

“Aku mendengarnya,” kata Jihyo yang entah sejak kapan berada di dalam apartemen.

Hamun dan Donghae menoleh kepada Jihyo yang berada di belakang mereka. “A…apa yang eonni dengar?” Tanya Hamun sampai tergagap saking terkejutnya.

“Semua,” jawab Jihyo kepada Hamun lalu beralih pada Donghae sambil menatap pria tampan innocent itu dengan tajam. “Kalau Oppa mau bergabung SG Men, pastikan Oppa tidak memiliki adegan-adegan skinship dengan wanita selain Hamun di setiap adegan akting Oppa.”

“Wae? Kyuhyun saja baru ciuman dengan lawan mainnya di The Days kemarin,” kata Donghae dengan polosnya, membuat Jihyo naik darah.

“MWO?! Setan itu berani menerima adegan ciuman tanpa bilang-bilang dulu padaku?! Haiisssh!!! Apa Hyejin eonni sudah tahu mengenai hal ini?” Tanya Jihyo pada Hamun. Dari tatapannya, Hamun tahu bahwa eonni-nya yang satu ini benar-benar sedang marah.

Hamun hanya menganggukkan kepalanya. “Hyejin eonni sedang mengunci diri di kamarnya,” kata Hamun.

Jihyo menghela nafas panjang, menatap daun pintu kamar Hyejin yang tertutup rapat. “Aku akan menghajar pria itu. Lihat saja!” Seru Jihyo dengan tekad sebulat-bulatnya.

Pintu kamar Hyejin tiba-tiba terbuka dan pemiliknya muncul dengan sebuah tas dan jaket ber-hoodie yang menutupi sampai ujung kepalanya. “Aku pergi dulu. Jaga apartemen baik-baik ya,” kata Hyejin kepada Jihyo dan Hamun serta Donghae lalu pergi meninggalkan apartemen tersebut.

—-

“Oppa, bogoshipo,” ucap Hyejin yang langsung memeluk Joong Ki begitu melihatnya. Hyejin memeluk begitu erat sampai Joong Ki kesulitan bernafas dan terpaksa melepaskan adiknya itu dari tubuhnya.

“Nado bogoshipo, cantik. Ada apa tiba-tiba datang menemuiku?” Tanya Joong Ki dengan lembut sambil membelai poni adiknya dengan penuh kasih sayang.

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku hanya merindukan Oppa,” jawab Hyejin sambil tersenyum namun tidak semudah itu membohongi pria yang sudah seumur hidup mengenalnya.

Joong Ki tersenyum lalu mengajak Hyejin untuk duduk bersamanya. “Jangan bohong. Aku tahu pasti ada yang sedang mengganggumu. Ceritakan padaku,” kata Joong Ki yang sudah duduk sambil merangkul Hyejin pada bahunya. Hyejin merebahkan kepalanya pada bahu Joong Ki namun tetap diam.

“Ceritakan padaku. Jangan membuatku cemas,” kata Joong Ki sambil mengecup kepala Hyejin.

Hyejin hanya mengeratkan pelukannya pada pinggang Joong Ki. Hyejin tetap menolak untuk bicara. “Hyejin-ah, kau tahu kau bisa menceritakan apapun padaku kan? Ayolah. Jangan membuat Oppa-mu ini cemas. Aku siap mendengarkan.” 

Hyejin menghela nafas panjang dan mengangkat kepalanya untuk memandang Joong Ki. Joong Ki balas menatap gadis yang sangat disayanginya itu dengan hangat. “Apa ini ada hubungannya dengan Kyuhyun?” Tanya Joong Ki yang tahu betul sifat adiknya yang cerewet bisa tiba-tiba berubah pendiam kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan Kyuhyun.

Hyejin menyengir sambil menggelengkan kepalanya. “Lalu? Apa yang bisa membuatmu menjengukku ke camp militer-ku?” Tanya Joong Ki.

“Sudah aku bilang aku merindukan Oppa.”

“Sudah aku bilang, jangan membohongiku.”

Joong Ki sudah kenal adiknya hampir seperempat abad dan ekspresi mata Hyejin tidak dapat membohonginya. “Kau pasti sedang ada masalah,” kata Joong Ki.

Hyejin kembali menyengir. “Tapi boleh kalau kita tidak membahasnya, Oppa?”

Joong Ki tersenyum. Ia menatap Hyejin dan menangkap keengganan adiknya untuk membahas persoalan yang sedang dihadapinya. Joong Ki tidak tega untuk memaksa Hyejin untuk bercerita. “Okay. Kita tidak akan membahasnya. Tapi apa itu yang kau bawa?” Joong Ki menunjuk tas yang berada di samping Hyejin.

Hyejin lalu mengeluarkan satu rantang berisi makanan kesukaan Joong Ki dari tas tersebut. “Oppa sudah lama kan tidak makan bersama denganku jadi aku bawa makanan kesukaan Oppa. Bulgogi. Oppa pasti merindukannya kan?”

Joong Ki melepaskan rangkulannya dari bahu Hyejin untuk mengambil rantang dan sendok dari tangan Hyejin. Ia menatap Hyejin dengan serius. “Aku memang merindukanmu tapi aku lebih merindukan makanan ini,” kata Joong Ki datar membuat wajah Hyejin seketika muram.

“Oppa…”

Joong Ki melihat Hyejin yang hampir menangis dan menurutnya itu sangat imut. Joong Ki memukul kepala Hyejin pelan dengan sendoknya sambil menyeringai jahil. “Tentu saja aku merindukanmu, sayang. Terima kasih banyak sudah menjengukku dan membawakan makanan kesukaanku.”

Hyejin tersenyum lebar. “Sama-sama, Oppa-ku sayang.”

Joong Ki mengunyah bulgogi kesukaannya dengan cepat secepat kereta KTX Busan – Seoul. “Oppa, pelan-pelan makannya nanti tersedak,” ujar Hyejin memperingatkan Joong Ki agar memperlambat makannya tapi tetap saja laki-laki itu dengan cepat menghabiskan makanannya.

“Oppa masih lapar? Ini makan saja punyaku,” kata Hyejin sambil menyodorkan makanannya kepada Joong Ki.

Joong Ki mencubit pipi Hyejin dengan gemas. “Kau harus makan. Badanmu sudah kurus kering begitu juga,” kata Joong Ki.

“Baiklah. Aku akan makan. Aku kan tidak mau membuat Oppa cemas,” kata Hyejin dan mengambil lagi bulgoginya.

“Gadis pintar.”

Joong Ki menghabiskan sisa waktu kunjungannya dengan melihat Hyejin makan dan tanpa terasa waktunya tinggal sisa 15 menit lagi. “Jadi apa yang Kyuhyun lakukan padamu kali ini?” Tanya Joong Ki yang sebenarnya masih penasaran.

Hyejin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Tidak ada apa-apa, Oppa. Iih…” jawab Hyejin tapi Joong Ki tahu adiknya itu menyembunyikan sesuatu darinya.

“Dia sibuk?”

Hyejin menghela nafas panjang. Ia sebenarnya tidak ingin bercerita tapi Hyejin tahu pria yang sudah menjaganya sejak ia lahir ini tidak akan pernah membiarkannya untuk menyembunyikan masalah dari Joong Ki. Hyejin akhirnya menganggukkan kepalanya.

Joong Ki tersenyum lembut sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan penuh kasih sayang. “Hari libur nanti aku akan main ke tempatmu. Kita akan kencan 2 hari non-stop. Okay?”

Sebuah senyum mengembang di wajah Hyejin. Gadis itu merasa terhibur walaupun belum sepenuhnya. “Yaksok?”

“Yaksok. Aku tidak akan membuatmu kesepian. Tenang saja,” kata Joong Ki dengan penuh kepastian. Hyejin tersenyum.

“Gomawo, Oppa.”

“Cheonmaneyo, sayang. Jam besuk-mu sudah habis. Lebih baik kau pulang istirahat. Besok kau masih harus syuting kan?” Kata Joong Ki lalu mencium kening Hyejin dan mengajak adiknya itu untuk bangkit berdiri. Namun Hyejin masih enggan mengangkat badannya. Ia tetap bersikeras tidak mau pulang.

“Kau mau ikut militer?” Tanya Joong Ki.

“Andwe!!” Jawab Hyejin yang sangat membenci olahraga, pelatihan, militer ataupun hal-hal lain yang membuatnya keringatan dan ngos-ngosan.

Joong Ki tertawa. Ia memaksa adiknya lagi untuk pulang karena jam kunjungannya benar-benar telah habis. Ia harus kembali agar tidak kena hukuman. “Hyejin, waktuku sudah habis. Kau harus pulang sekarang. Ya?”

“Shireo! Aku masih merindukan Oppa.”

“Yaaaa… Kalau aku terlambat kembali, aku bisa dapat hukuman. Kau mau Oppa-mu push up 100 kali?”

Hyejin sedikit berjengit saat mendengar kata push up 100 kali. Ia akhirnya mengangkat tubuhnya. “Weekend ini Oppa akan menemaniku. Janji?”

“Janji. Oppa akan menemanimu weekend ini. Bersabarlah. Ya?”

“Okay,” kata Hyejin lalu mencium pipi Joong Ki sebelum berpisah. “Aku mencintai, Oppa.”

“Aku juga mencintaimu. Pulang sana.”

Dengan bersedih namun ia juga tidak tega jika Oppa-nya harus push up 100 kali hanya karena dirinya, Hyejin memutuskan untuk kembali ke apartemennya meskipun ia akan sendirian.

Hyejin mengambil smartphone-nya untuk mengecek apakah ada telepon atau pesan dari Kyuhyun namun hasilnya nihil. Tidak ada satupun telepon atau pesan dari Kyuhyun dari sekian banyak missed call dan pesan yang masuk ke handphone Hyejin.

—-

Hyejin kembali ke apartemen Super Girls yang terisi lengkap oleh semua member dan para manajer. Mereka menatap Hyejin dengan lega begitu melihat Hyejin masuk. MinAh bahkan langsung berlari memeluk Hyejin. “Ya Tuhan Hyejin-ah. Aku pikir kau kenapa-kenapa. Aku sudah ketakutan saja. Kau kemana saja? Kenapa tidak mengangkat teleponku?” kata MinAh.

Hyejin tersenyum. “Aku menjenguk Joong Ki Oppa tadi. Maaf telah membuat kalian cemas,” ujar Hyejin.

“Gwencana. Yang penting kau sudah pulang,” kata MinAh.

Hyejin kemudian bergabung duduk di ruang bersama. Ia mengambil tempat di antara Jihyo dan manajernya, Kim Tae Hwan Oppa.

“Aku sudah menandatangani kontrakmu dengan CJes. Mulai besok kau akan rekaman duet dengan Junsu,” kata Tae Hwan.

“Okay,” sahut Hyejin dengan singkat.

“Omona!! Kau duet dengan Junsu Oppa? Yaaa Song Hyejin! Kenapa kau tidak cerita pada kami? Yoochun Oppa juga tidak cerita! Haiiish!” Seru HyunAh yang cukup terkejut.

Hyejin hanya tersenyum. “Itu proyek mendadak. Junsu Oppa yang mengajakku. Karena aku sedang tidak banyak pekerjaan jadi aku terima saja tawarannya,” sahut Hyejin.

“Kyuhyun sudah tahu?” Tanya Eric yang ternyata ada di ruangan itu. MinAh buru-buru memukul paha Eric agar menutup mulutnya.

Hyejin tersenyum. “Aku akan memberitahunya nanti,” kata Hyejin.

“Tidak perlu, eonni. Aku yang akan memberitahunya,” ujar Jihyo dengan berapi-api.

“Tidak usah. Dia sudah tidak menghubungi hampir 2 bulan. Jadi buat apa memberitahunya? Mungkin dia sudah tidak peduli padaku?”

Hyejin tersenyum, yang semuanya ketahui sebagai senyuman getir, lalu pergi ke dalam kamarnya. Hamun, Jihyo, HyunAh, Jihyo dan para manajer Oppa tidak lupa Eric hanya bisa memandang Hyejin dengan cemas.

“Apa mereka akan kembali berbaikan? Maksudku Kyuhyun dan Hyejin,” Tanya Eric.

Tidak ada yang berani menjawab karena Hyejin dan Kyuhyun bertingkah tidak normal. Kalau pasangan itu penuh emosi dan saling membentak itu berarti mereka akan berbaikan paling lama beberapa jam kemudian tapi melihat Hyejin yang hanya diam dan Kyuhyun yang sudah tidak muncul 2 bulan menandakan masalah yang sedang dihadapi pasangan itu tidak semudah yang pernah terjadi.

—-

Jihyo, Jonghyun, dan Changmin sepakat untuk menonton The Days bersama demi untuk menemui Kyuhyun. Jihyo bersikeras untuk bicara dengan Kyuhyun meskipun Hyejin sudah melarangnya. “Ayo kita pergi ke belakang panggung,” kata Jihyo mengajak dua laki-laki sesama anggota Kyu-Line tersebut.

“Tapi pertunjukkannya belum selesai, Jihyo-ya,” rengek Jonghyun namun tidak dipedulikan oleh Jihyo. Jihyo bangkit berdiri dan terpaksa diikuti oleh Jonghyun dan Changmin menuju ruang tunggu para pemain.

Jihyo, Jonghyun, dan Changmin menunggu Kyuhyun di luar ruangan. Satu per satu para pemain turun dari panggung dan masuk ke ruang tunggu. Jihyo memperhatikan setiap pemain dan melempar pandangannya yang paling mematikan kepada wanita yang menjadi lawan main Kyuhyun dan memiliki kissing scene dengannya.

“Kau tidak boleh menatapnya seperti itu,” tegur Jonghyun yang tentu saja diabaikan oleh Jihyo. Ia tetap menatap wanita itu dengan kekesalan tingkat tinggi sampai Kyuhyun datang.

Dengan ceria, Kyuhyun memeluk Jihyo, Jonghyun dan Changmin bergantian. “Terima kasih sudah mau menonton musikalku,” ucap Kyuhyun.

Jonghyun dan Changmin membalas pelukan Kyuhyun namun tidak dengan Jihyo. Jihyo mendorong Kyuhyun menjauh darinya dan menatapnya dengan kejam. “Wae?” Tanya Kyuhyun dengan heran.

“Oppa masih tanya kenapa?” Jihyo balik bertanya dengan sinis. Kyuhyun mengernyitkan dahi menandakan ia memang tidak mengerti maksud Jihyo. “Baiklah. Aku akan menjelaskannya kepadamu. Victoria datang ke comeback stage Super Junior sedangkan kau melarang Hyejin eonni untuk datang. 2 bulan tidak ada kabar dan tiba-tiba kau muncul dengan kissing scene yang tidak pernah kau diskusikan dengan Hyejin eonni. Mau Oppa apa sih? Aku tidak mengerti,” lanjut Jihyo.

“Hyejin cerita apa padamu?” Tanya Kyuhyun.

“Dia tidak cerita apa-apa. Apa Oppa lupa aku ini mengetahui segalanya,” jawab Jihyo dengan galak.

“Kalau begitu kau pasti tahu aku dan Hyejin kan sudah lama bersama, harusnya dia mengerti kesibukanku. Promo Super Junior, Super Show, musikal The Days, album solo, variety show. Aku kan tidak kemana-mana. Aku bekerja keras,” bela Kyuhyun untuk dirinya sendiri.

“Tapi menurutku Oppa tetap tidak boleh mengabaikan Hyejin eonni,” kata Jihyo.

“Aku tidak mengabaikannya,” sahut Kyuhyun.

“Tidak menghubungi kekasih sendiri selama 2 bulan apa namanya kalau bukan mengabaikan?” Balas Jihyo tidak mau kalah. Jonghyun dan Changmin hanya diam memperhatikan kedua evil itu saling berdebat tanpa ada yang berani melerai.

“Aku tidak sempat. Okay? Aku bahkan tidak sempat memejamkan mata walau hanya semenit,” kata Kyuhyun.

“Itu bukan alasan. Oppa tidak lebih sibuk dari Barack Obama! Dia saja masih bisa menyapa istrinya setiap pagi. Masa kau tidak bisa?!” Balas Jihyo.

“Seribu kali aku jelaskan juga kau tidak akan mengerti, Jihyo.”

“Terserah apa kata Oppa. Aku tidak mau tahu kalau tiba-tiba Hyejin eonni minta putus.”

“Dia tidak mungkin melakukannya. Dia mencintaiku.”

“Lalu? Menurutmu hanya kau yang mencintai Hyejin eonni? Sadarlah Oppa, masih ada Junsu Oppa yang selalu menunggu Hyejin eonni. Mereka bahkan sedang membuat album duet bersama.”

“Mwo?!”

Wajah Kyuhyun berubah pucat. Jihyo menaikkan alisnya dengan angkuh. “Dia tidak bilang padaku,” kata Kyuhyun.

“Sama saja seperti dirimu yang tidak bilang apa-apa pada Hyejin eonni tahu-tahu muncul selca-mu dengan Victoria, jangan harap aku mau memanggilnya eonni, tahu-tahu muncul album solomu, tahu-tahu muncul foto adegan ciumanmu dengan wanita entah siapa itu,” sahut Jihyo lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang berdiri terpaku di sebelah Changmin dan Jonghyun.

“Kau sebaiknya mendengarkan kata-kata Jihyo kalau kau masih ingin hubunganmu dengan Hyejin bertahan, Kyu,” kata Changmin seiring ekspresi muka Kyuhyun yang semakin mencemaskan.

—-

Hai.

Kyuhyun mengirimkan pesan singkat kepada Hyejin setelah 2 bulan tidak menghubungi Hyejin. Hyejin membaca pesan itu dan membalasnya.

Hai. Maaf aku sedang sibuk.

Hyejin menyimpan smartphone-nya ke dalam tas dan kembali masuk ke studio rekaman. Hyejin memakai headphone-nya untuk mendengarkan nada yang akan ia nyanyikan. “Sudah siap?” Tanya Junsu dari ruang kontrol. Hyejin mengacungkan kedua jempolnya.

Junsu mulai menyalakan musik dan Hyejin mendengarkan dengan serius agar tidak salah tempo. Hyejin mulai menarik suaranya dengan pas dan mengakhirinya dengan tepat sesuai arahan Junsu. “Good job!!!” Seru Junsu dengan gembira dan memeluk Hyejin begitu gadis itu keluar dari studio.

“Gomawo, Oppa… Mian kalau kurang memuaskan. Maklum ya aku kan bukan lead vocal,” ujar Hyejin sambil menyeringai.

“Siapa bilang? Aku sangat suka suaramu tadi. Aku puas. Gomawo,” sahut Junsu yang sama sekali tidak menunjukkan kekecewaan terhadap suara Hyejin.

“Sama-sama kalau begitu,” kata Hyejin sembari tersenyum manis.

“Sekarang aku yang take vokal. Kau tunggu sebentar ya disini,” ujar Junsu yang segera masuk ke studio rekaman sedangkan Hyejin menunggu di sofa dengan tenang.

Hyejin mengambil smartphone-nya dan melihat sudah ada 34 pesan dan 22 missed calls dari Kyuhyun.

Kau sibuk apa?

Hyejin-ah…
Yaa. Kau sedang apa?

Hai. Hai..
Kenapa tidak membalas pesanku?

Kau sedang apa, Hyejin-ah?

Yaaa!!!
Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?

Kau sedang rekaman ya?
Kata Jihyo, kau sedang buat album duet dengan Junsu hyung.

Kau belum selesai?
Lama sekali.

Hyejin-ah…
Aku sudah meneleponmu 10 kali tapi tidak ada yang kau angkat.

Kau marah padaku?

Hyejin-ah.
Maaf aku tidak pernah menghubungimu selama ini.
Aku sangat sibuk. Maafkan aku.
Jadwal-jadwalku ini benar-benar menyita waktuku sampai aku tidak sempat menghubungimu.

Hyejin-ah…
Aku mohon angkat teleponku atau balas pesanku.
Aku mohon..

Kau marah padaku karena apa?
Fotoku dengan Victoria?
Album soloku?
Musikalku?
Kissing scene-ku?
Kau tahu itu bagian dari pekerjaanku kan?

Hyejin-ah…
Kurasa kita harus bicara.
Tidak seharusnya kita seperti ini.

Kita sudah 7 tahun bersama dan sudah seharusnya kita mengerti kesibukan satu sama lain.

Aku tidak menghubungimu bukan berarti aku meninggalkanmu.

Aku hanya yakin bahwa kau tidak akan berpikir macam-macam mengenai aku dan pekerjaanku.

Hyejin membaca satu per satu pesan Kyuhyun lalu membalasnya dengan singkat, padat dan jelas.

Ok.
Jaga kesehatanmu.

Junsu yang sudah selesai take vokal duduk di sebelah Hyejin. “Maaf membuatmu lama menunggu,” kata Junsu sambil tersenyum puas. “Besok kita take vokal dua lagu lagi ya. Setelah itu aku yang akan mengurus tahap mixing sampai finishingnya. Kau tenang saja. Album kita pasti akan beres.”

“Tentu saja. Aku percaya pada Oppa,” kata Hyejin.

“Terima kasih telah percaya padaku.” Junsu tersenyum sambil mengusap-usap puncak kepala Hyejin. “Kita sudah selesai hari ini. Ayo aku antar pulang,” kata Junsu.

“Tidak usah, Oppa. Aku bawa mobil sendiri kok,” sahut Hyejin merasa sungkan.

“Ini sudah jam 3 pagi. Mana mungkin aku biarkan kau menyetir sendirian ke dorm-mu. Jangan suka punya ide-ide ajaib deh. Menyetir sendirian jam 3 pagi?!”

“Tapi nanti Oppa bagaimana pulangnya? Mobil Oppa?”

“Tidak usah mengkhawatirkan aku. Aku kan laki-laki. Aku akan membawa mobilmu sampai dorm SG. Setelah itu aku akan naik taksi pulang ke rumah.”

Hyejin menatap Junsu dengan ragu tapi Junsu tidak ingin berdebat lebih lanjut. Ia menggandeng tangan Hyejin untuk mengikutinya. “Tidak usah banyak berpikir. Kajja!” Hyejin hanya bisa mengikuti tanpa perlawanan.

Junsu mengantarkan Hyejin pulang ke dorm lalu kembali ke rumahnya dengan menggunakan taksi. “Sampai jumpa besok,” ucap Junsu sebelum meninggalkan Hyejin yang akan masuk ke dalam lift-nya.

“Sampai jumpa besok, Oppa,” balas Hyejin sambil melambaikan tangannya. Hyejin naik ke lantai 19 sedangkan Junsu pergi meninggalkan apartemen tersebut.

Hyejin memasuki apartemen SG yang sudah gelap dan sepi. Semua member sudah tidur, termasuk Hamun yang biasanya masih berkutat dengan tugas kuliahnya tapi hari ini ia sudah tidur nyenyak di kamarnya. Hyejin memastikan semua pintu dan jendela sudah tertutup dan terkunci dengan rapat sebelum ia masuk ke dalam kamarnya yang paling terang dari kamar-kamar yang lain.

“Hai,” sapa Kyuhyun membuat Hyejin sangat terkejut namun Hyejin berusaha mengatur ekspresi wajahnya agar tetap datar.

“Hai. Ada apa tiba-tiba datang ke sini?” Tanya Hyejin dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka sekaligus dingin menjaga jarak.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” kata Kyuhyun yang duduk di ujung kaki tempat tidur Hyejin.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Hyejin sambil meletakkan tasnya di atas meja. Hyejin lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

“Aku ingin bicara mengenai kita,” kata Kyuhyun dengan suara agak dikeraskan dengan maksud agar Hyejin yang berada di dalam kamar mandi mendengarnya.

“Bicara saja. Aku mendengarkan,” sahut Hyejin dengan cuek.

Kyuhyun akhirnya mengikuti Hyejin ke dalam kamar mandi. Ia melihat Hyejin yang sedang menyabuni wajahnya lalu mengguyurnya dengan air hangat. “Kau benar-benar ingin kita bicara seperti ini? Di dalam kamar mandi? Saat kau sedang cuci muka?”

“Katakan saja.”

“Baiklah. Aku ingin minta maaf karena…”

“Aku sudah memaafkanmu. Ada masalah lain yang ingin kau bicarakan?” potong Hyejin sebelum Kyuhyun menyelesaikan omongannya.

“Hyejin-ah, aku serius minta maaf padamu. Aku mohon dengarkan aku.”

Hyejin terlebih dahulu mengeringkan wajahnya baru bicara, “Aku tahu apa yang akan kau bicarakan. Daripada kau menghabiskan energimu untuk menjelaskan hal-hal itu saja, lebih baik kau istirahat. Jadwalmu yang padat itu menunggu.”

Hyejin kembali ke kamarnya lalu naik ke tempat tidurnya. “Kenapa mengikuti aku? Pulang saja sana. Kau kan super sibuk jadi kau harus istirahat begitu punya waktu. Aku tidak mau menyita waktu istirahatmu,” kata Hyejin dengan datar namun Kyuhyun tahu gadis itu sedang menyindirnya.

Kyuhyun tidak ingin memaksa. Ia menuruti perintah Hyejin yang menyuruhnya pulang. Kyuhyun tahu kalau Hyejin menyuruhnya pergi dengan nada datar atau dingin itu berarti Hyejin menginginkan Kyuhyun benar-benar enyah dari hadapannya. Sebaliknya, kalau Hyejin menyuruh Kyuhyun pergi sambil membentak atau mengomel itu artinya Kyuhyun harus tetap berada di tempat itu sampai masalah selesai.

“Baiklah, aku akan pulang. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa.”

Kyuhyun berdiri di tepi tempat tidur Hyejin dengan kaku. Ia mau mencium Hyejin tapi Hyejin menghindar darinya. “Aku sedang flu. Kau tidak boleh ketularan,” kata Hyejin yang tentu saja berbohong. Mana mungkin orang yang sedang flu bisa rekaman.

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia tahu Hyejin baru saja membohonginya. “Kalau gitu aku pulang ya. Sampai jumpa. Semoga cepat sembuh,” ujar Kyuhyun tanpa balasan.

Hyejin mengambil smartphonenya dari dalam tas lalu masuk ke dalam selimutnya setelah Kyuhyun pergi meninggalkan kamarnya. Hyejin membuka aplikasi Kakao Talk dan mengirimkan pesan kepada Kyuhyun.

Lebih baik kita putus. Bagaimana menurutmu?

*****

Kkeut