Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!

Jinhyuk mendesah kesal kepada smartphone-nya yang tidak berhenti berbunyi menandakan ada banyak pesan yang masuk. “Tidak tahukah aku ini sedang banyak pekerjaan?” Gerutu Jinhyuk yang akhirnya menyerah. Ia mengambil smartphone-nya dan membaca pesan yang masuk di Grup Kakao Talk-nya yang berlabel : Cho Kyuhyun’s.

Momma Hye
Jihyun dan Dongjoo pulang hari ini. Ayo kita makan malam bersama!!!

Momma Hye
Kihyun, Ah Reum, Jinhyuk, balas pesan eomma!!!!!

Ah Reum Noona
Yeeeaaay!! Jam berapa, eommonim? Dimana?

“Eiyyyy. Bagaimana bisa eomma mengajakku makan malam bersama padahal dia tahu aku lembur untuk pemotretan koleksi terbarunya. Heiisssh,” gerutu Jinhyuk lagi sambil menggeser ke bawah percakapan grup itu agar bisa membaca kelanjutannya.

Cho Kihyun-ssi
Ne, nyonya Cho Kyuhyun-nim. Anakmu yang paling tampan ini akan datang. Jam berapa? Dimana?

Ah Reum Noona
Tapi aku ada pemotretan dulu di kantor, eomma. Nanti aku akan datang dengan Jinhyuk.

Ah Reum Noona
YAA CHO JINHYUK! Dimana suaramu?

Momma Hye
Kita bertemu jam 7 malam ya di Imperial. Jangan ada yang terlambat. TOLONG!

Momma Hye
Hey, my baby magnae. Where are you?

Dengan setengah hati, Jinhyuk membalas pesan eomma dan kakak-kakaknya. “Fiuuuuh,” lepas Jinhyuk begitu selesai membalas pesan satu per satu.

Me
@eomma : iya, aku akan datang tapi tergantung pemotretanku selesai jam berapa.

Me
@ah reum noona : noona-ku sayang, aku tidak janji bisa datang bersamamu ya. Jadwal pemotretanmu dan kerjaanku tidak sama.

Me
@hyung : aku yang paling tampan!!!

Me
Sampai jumpa nanti entah jam berapa. Saranghae, eomma! Mmuuuuah!

Jinhyuk segera mematikan suara smartphone-nya sehingga yang ia dengar bukan lagi bunyi dentingan tapi bunyi getaran smartphone-nya yang beradu dengan meja kerjanya.

Ddrtt! Ddrrt! Ddrrt!

“Ya Tuhan, tolong aku,” keluh Jinhyuk dan kembali membaca pesan di grup KaTalk keluarganya.

Momma Hye
Okay. Eomma tunggu ya!
@Ah Reum : nanti eomma saja yang bawa baby Minri. Kau pasang mata awasi Jinhyuk.

Momma Hye
@Jinhyuk : awas kalau tidak datang kau, magnae! Eomma yang akan langsung menjemputmu.

Momma Hye
PS : kau boleh bawa wanita, sayang… Saranghae! Mmuah!!!

Ah Reum Noona
Siap, eomma!

“Wanita mana yang mau aku bawa? Kenapa sih perempuan ini ingin sekali aku mengenalkan seorang wanita padanya? Aku kan masih muda,” gumam Jinhyuk memprotes ibunya yang tidak pernah berhenti mengingatkannya akan sesosok makhluk bernama wanita.

Jinhyuk baru mengetikkan beberapa huruf ketika smartphone-nya kembali bergetar dan sebuah pesan muncul.

Cho Kyuhyun-nim
Appa tunggu semuanya di Imperial jam 7 malam. Tidak ada pengecualian.
@Jinhyuk : selesaikan pekerjaanmu sebelum jam 7 malam.

Jinhyuk mendesah panjang. Pesan itu membuatnya tidak bisa lagi berkutik. Ia segera menghapus pesan yang sedang ia ketik dan mengirimkan pesan baru di grup KaTalk itu.

Me
Ne, Appa. Aku akan datang.

“Jinhyuk-aaaaah!!! Cho Jinhyuuuk!!!! Kapan mau dimulai pemotretannya? Yaaaaak!!” Teriak seorang wanita dari dalam ruangan kacanya. Ia berkacak pinggang dengan galak namun justru membuat Jinhyuk tertawa.

Jinhyuk menghampiri wanita itu dengan senyum sumringah dan deretan rapi gigi putihnya yang tidak malu-malu ia pamerkan. Tanpa segan, Jinhyuk merangkul wanita itu dengan penuh kasih sayang. “Hyemi imo, jangan marah-marah terus dong. Nanti cepat tua loh, terus jadi jelek. Terus nanti Jongwoon samchon minta cerai loh,” goda Jinhyuk kepada adik sepupu ayahnya yang membuat wanita itu makin naik darah.

“Gimana mau berhenti marah-marah kalau setiap hari Appa-mu itu selalu bikin aku naik darah? Masa dia bilang pemotretan hari ini harus selesai sebelum jam 7 malam padahal lusa katalog harus sudah selesai. Yang benar saja!” Omel Hyemi yang hanya disahut dengan tawa-tawa kecil dari Jinhyuk.

Jinhyuk tahu betul sifat ayahnya dan bibi-nya yang tidak pernah cocok. Wajar kalau mereka sering bertengkar. Kalau Jinhyuk bilang Appa-nya minta pemotretan selesai sebelum jam 7 malam karena ada acara makan malam keluarga, Hyemi imo-nya pasti akan semakin naik darah. Lebih baik Jinhyuk diam saja.

Jinhyuk merangkul Hyemi menuju studio, mendukung Hyemi atas semua omelan wanita itu sambil diiringi tawa-tawa ringan yang menggemaskan. “Kau Cho favoritku,” kata Hyemi pada akhirnya sambil tersenyum puas kepada Jinhyuk. Jinhyuk menyengir lebar.

Hampir semua model sudah berkumpul, kecuali kakak iparnya. “Dia sengaja terlambat,” gumam Jinhyuk yang untung tidak didengar oleh Hyemi. Kalau sampai Hyemi mendengarnya, Jinhyuk pasti harus menjelaskan panjang lebar kenapa Ah Reum terlambat. “Ia pasti mau memastikan aku akan datang begitu kerjaanku selesai. Ia sengaja datang terlambat agar bisa pergi bersamaku. Haiiish, bagaimana menantu yang satu itu begitu patuh pada ibu mertuanya?” pikir Jinhyuk.

Hyemi sudah kembali berteriak-teriak untuk menyiapkan para model dan wardrobe yang akan dipakai untuk pemotretan. Jinhyuk sudah siap di belakang lensa kameranya. Ia sudah siap untuk menciptakan foto-foto terbaik dengan keahliannya itu.

“Min Hyo Rin!” Seru Hyemi menyuruh model pertamanya untuk segera bersiap. Hyo Rin segera menuruti perintah Direkturnya. Ia berdiri di antara layar polos dan lensa kamera Jinhyuk yang siap membidiknya. Hyo Rin segera berpose dan dengan cepat Jinhyuk mengambil gambarnya.

“Elisha,” panggil Hyemi kepada model berikutnya. Dengan segera, model itu berpose dan Jinhyuk mengambil gambarnya.

“Jordan, Kim Tan, Dae Han, Clara, Sam!!!” Model-model terus silih berganti, berpose, diambil gambarnya. Mereka bekerja tanpa henti demi mencapai target dari Direktur Utama : pemotretan harus selesai sebelum jam 7 malam!

“Kwon Ki Tae.” Hyemi memanggil model selanjutnya. Ki Tae segera bergerak ke depan kamera Jinhyuk. Jinhyuk membidik dengan teliti, memperhatikan setiap angle.

“Perfect,” bisik Jinhyuk dan kemudian memencet tombol pengambil gambar pada kameranya. Jinhyuk terus mengambil gambar, agak lebih banyak daripada model yang lain.

“Lu Xi Fan,” panggil Hyemi untuk model selanjutnya.

Jinhyuk mengangkat tangannya dan membuka telapak tangannya lebar-lebar kepada Hyemi. “Tunggu sebentar, imo. Aku belum selesai,” kata Jinhyuk lalu kembali mengambil foto Ki Tae dengan kamera tercintanya.

Hyemi mengernyit bingung, beberapa lipatan muncul di dahinya. Tidak biasanya Jinhyuk mengambil gambar seorang model lebih dari 15 menit dan tidak sesuai dengan instruksinya.

“Hyemi imooooo!!!!” Panggil Ah Reum dengan girang, tanpa merasa bersalah saat memasuki studio padahal dia sudah terlambat hampir satu setengah jam.

Lipatan di dahi Hyemi semakin banyak melihat istri keponakannya baru muncul. “Yaa Park Ah Reum! Kenapa kau baru datang?!” Seru Hyemi kesal namun Ah Reum membalasnya dengan senyuman jahil lalu memeluk Hyemi dengan erat.

“Jeongmal mianhe, Hyemi imo. Aku kan harus menyusui Minri dulu. Hyejin eommoni juga tidak memperbolehkan aku keluar kalau cucu pertamanya itu masih kelaparan,” kata Ah Reum dengan melemparkan tatapan memelas yang membuat Hyemi hanya menghela nafas panjang.

“Ya sudah. Kau yang terakhir saja di foto. Make up dulu sana,” kata Hyemi yang tentu saja tidak akan dibantah oleh Ah Reum. Ah Reum segera masuk ke dalam ruang persiapan untuk di make-up dan memakai pakaian koleksi terbaru SongCho Corporation.

“Aku akan difoto terakhir jadi kau tidak mungkin bisa kabur,” bisik Ah Reum diiringi senyum jahil kepada adik iparnya yang hanya bisa menatapnya dengan sebal.

“Next, Lu Xi Fan!!!” Seru Hyemi dan model bernama Lu Xi Fan itu segera bersiap.

Ki Tae telah berlalu dari lensa kamera Jinhyuk namun mata Jinhyuk belum berlalu dari sosok gadis itu. Mata Jinyuk terus mengikuti Ki Tae kemanapun gadis itu pergi.

“Kwon Ki Tae!!!” Seru Ah Reum sambil menunggu gadis yang lebih muda darinya itu di depan ruang persiapan

“Ah Reum eonni!!” Sahut Ki Tae sambil berlari girang menyongsong seniornya itu.

Mata Jinhyuk terpaku pada gadis yang saat ini sedang berangkulan dengan kakak iparnya. Mereka tertawa bersama tanpa menyadari bahwa Jinhyuk sedang memperhatikan mereka. Ah tidak, Ah Reum menyadarinya. Ah Reum menangkap tatapan mata Jinhyuk sebelum masuk ke dalam ruang persiapan. Ah Reum mengerlingkan matanya penuh makna kepada Jinhyuk.

Jinhyuk kembali berkonsentrasi dengan pekerjaannya, setelah Ki Tae menghilang dari pandangannya. Dia bahkan tidak terganggu dengan smartphone di kantongnya yang bolak balik bergetar. Ia berusaha sebaik mungkin agar pemotretan ini benar-benar bisa selesai sebelum jam 7 malam. Perintah Direktur Utama memang benar-benar mengerikan.

“Okay! Pemotretan sesi 1 selesai! Bersiap untuk sesi 2!” Seru Hyemi yang belum kehilangan semangatnya padahal ia sudah berdiri hampir 3 jam untuk mengawasi pemotretan koleksi terbaru SongCho.

Jinhyuk mengambil waktu di sela-sela jeda untuk masuk ke sesi 2. Jinhyuk mengambil smartphone di kantongnya dan membaca pesan yang lagi-lagi berasal dari grup KaTalk keluarganya.

Ah Reum Noona
Aku akan datang bersama Jinhyuk

Ah Reum Noona
Dan seorang gadis…. Kkkkkkk!

Ah Reum Noona
Kalian tidak akan percaya bagaimana cara Jinhyuk melihat Ki Tae tadi. Matanya tidak bisa lepas. Sayang, Ki Tae tidak menyadarinya.

Momma Hye
Jinjja? Jinjja? Waaaaah!!! Aku senang sekali. Ajak saja nanti malam, Ah Reum-ah!

Momma Hye
Aku mau melihatnya.

Ah Reum Noona
Sebentar aku akan kirimkan selca-ku bersamanya. Selera Jinhyuk tidak salah.

Ah Reum benar-benar mengirimkan selca-nya bersama Ki Tae. Ah Reum masih setengah make-up sedangkan Ki Tae sedang berganti model rambut. Mereka berdua terlihat sangat cantik.

Jinhyuk segera membalas pesan kedua wanita yang sekarang pasti sedang tertawa cekikikan di atas godaan mereka kepada Jinhyuk.

Me
Yaa Ah Reum noona. Kau jangan buat gosip yang tidak-tidak ya.

Ah Reum Noona
Aku tidak buat gosip. Aku lihat bagaimana kau menatapnya tadi, Cho Jinhyuk! Sudah, jujur saja. Kkkkk.

Ah Reum Noona
Jihyun pasti senang mendengarnya. Mau taruhan?

Me
Noona!!!!! Kau menyebalkan. Aku akan bilang pada Kihyun hyung kalau kau menyebalkan.

Ah Reum Noona
Silahkan. Kihyun Oppa pasti tidak akan mendengarkanmu. Kkkkk.

Momma Hye
Aku baru menelepon Jihyun. Mereka sedang transit di Taiwan. 2 jam lagi mereka sampai.

Momma Hye
Aku juga sudah menceritakan tentang Ki Tae. Jihyun sudah tidak sabar untuk bertemu.

Me
Ya! Ya! Ya!!!!
Aku tidak naksir Ki Tae!
Ah Reum noona!!!!

Ah Reum Noona
Kau naksir Ki Tae! Aku bisa melihatnya!
Jangan mengelak!

Jinhyuk menyerah. Tidak ada gunanya beradu dengan wanita-wanita macam eomma-nya, Ah Reum dan Jihyun. Ia memilih untuk menjauhkan handphone-nya dan kembali pada kameranya.

Jinhyuk mendengar suara tawa cekikikan dari belakangnya saat ia sedang menyetel kameranya. Ah Reum sedang tertawa bersama dengan Hamun, Direktur Marketing SongCho Corporation, Hyemi dan Ki Tae, yang paling muda dan paling pendiam di antara mereka berempat.

Jinhyuk memandang Ah Reum dengan sebal. Ia menghampiri kakak iparnya dan melempar tatapan mematikan yang ia wariskan dari ayahnya.

“Sudah bisa kita mulai sesi 2 sekarang?” Tanya Jinhyuk.

“Ah Jinhyuk-ah,” sapa Ah Reum dengan ramah diiringi senyum manis seolah tidak peduli dengan tatapan mematikan Jinhyuk. Ah Reum pura-pura tidak mengerti bahwa tatapan mata mematikan adik iparnya itu mengungkapkan kekesalan atas group chat yang baru mereka lakukan. “Ki Tae-ah, kau sudah kenal dengan adik iparku ini? Uri baby magnae.” Ah Reum mengenalkan Jinhyuk pada Ki Tae.

Ki Tae membungkukkan badan dengan sopan. “Kwon Ki Tae imnida. Bangapseumnida,” ujar Ki Tae sambil tersenyum.

“Cho Jinhyuk imnida,” sahut Jinhyuk berusaha menjaga lidahnya tidak terselip gugup yang dapat menghancurkan image-nya di depan gadis seindah Ki Tae.

“Aku tahu. Siapa yang tidak kenal Cho Jinhyuk-ssi? Model-model di perusahaan lain ingin pindah ke sini karena anda, Cho Jinhyuk-ssi,” kata Ki Tae diiringi tawa ringan nan renyah yang terdengar sangat menyenangkan di telinga Jinhyuk.

Ketiga pasang mata wanita selain Ki Tae seketika membelalak terbuka, seolah tidak percaya. “Jinjja?! Keponakanku sepopuler itu?!” Seru Hyemi tanpa berusaha menghilangkan sedikit keterkejutannya.

Ki Tae mengangguk mantap membuat Jinhyuk tersipu malu-malu, pipinya agak bersemu merah. “Aku serius. Jinhyuk-ssi kan fotografer yang paling banyak dibicarakan di kalangan model,” kata Ki Tae membuat pipi Jinhyuk semakin merah merona.

“Aku tidak setinggi itu, Kwon Ki Tae-ssi,” kata Jinhyuk merendah.

“Tidak. Jinhyuk Oppa memang sepopuler itu. Aku tidak bohong,” ujar Ki Tae dengan penuh semangatt.

Telinga Jinhyuk agak panas mendengar panggilan ‘Oppa’ dari Ki Tae. “Ehmm… Bisa kita mulai sesi 2 sekarang? Kita tinggal punya waktu dua setengah jam lagi padahal masih banyak gambar yang harus diambil,” kata Jinhyuk kemudian untuk mengalihkan pembicaraan.

“Tentu saja. Kita harus segera menyelesaikan pemotretan ini. Sebelum jam 7!!!” Teriak Hyemi frustasi. “Astaga Jinhyuk-ah, Ah Reum-ah! Apa sih yang ada di kepala Appa kalian itu?! Cepat! Cepat!!!”

Mendengar komando Hyemi, Hamun pun berpamitan, “Aku harus kembali ke ruanganku. Foto-foto kalian harus segera aku seleksi untuk yang cocok dimasukkan katalog, website dan dipajang di toko. Cho Kyuhyun benar-benar ingin membunuhku,” keluh Hamun lalu beranjak pergi.

Hyemi sudah bersiap kembali dengan suaranya untuk memerintah. Ki Tae dan Ah Reum juga sudah bergabung bersama model-model yang lain. “Let’s go!” Teriak Hyemi menandakan pemotretan harus dimulai sekarang.

Jinhyuk menatap kesal pada Ah Reum dan Ah Reum hanya tertawa geli melihat adik iparnya itu. “Aku akan mengajaknya ikut makan malam bersama. Ayo segera kita selesaikan pekerjaan ini,” ujar Ah Reum dengan santai lalu meninggalkan Jinhyuk dengan kameranya.

Jinhyuk hanya mampu menggertakan giginya dengan kesal. Bagaimanapun Ah Reum adalah orang yang paling dicintai hyung-nya, mana mungkin ia bertengkar dengannya. Lagipula dalam kondisi seperti ini, semua pasti akan membela Ah Reum.

Hyemi imo-nya Jinhyuk memanggil para model dan menata gaya mereka sebelum Jinhyuk mengambil gambar dengan sempurna. “Kwon Ki Tae!” Panggil Hyemi dan gadis cantik yang menyita seluruh fokus Jinhyuk beringsut di atas sofa tepat di depan bidikan kamera Jinhyuk.

Ki Tae menatap tajam ke lensa kamera Jinhyuk dan Jinhyuk balas menatap Ki Tae melalu kameranya. Ki Tae terlihat sangat cantik dan mempesona. Ia terlalu sempurna sampai mampu membuat jantung Jinhyuk berdegup tidak karuan bahkan jari-jarinya menjadi kaku sampai tidak bisa memencet tombol pengambilan gambar di kameranya.

“Apa aku bilang, kau memang naksir padanya kan?” Bisik Ah Reum sambil tersenyum penuh arti kepada Jinhyuk membuat pipi Jinhyuk merah padam karena Ah Reum tidak salah sedikitpun. Ia memang naksir Ki Tae.

“Berisik,” geram Jinhyuk yang hanya ditanggapi dengan sebuah tanya renyah dari kakak iparnya itu.

Jinhyuk kembali fokus pada Ki Tae dan cepat-cepat mengambil gambar gadis itu sebelum ia semakin sulit bernafas karena terlalu lama mengagumi gadis itu.

—-

Kkeut!