Hope you enjoy it, ya🙂

*****

“Hai, Hamun sayang,” sapa seorang pria yang baru saja tiba di dorm Super Girl. Ia langsung menghampiri Hamun yang sedang menonton TV lalu duduk di sebelahnya. “Bagaimana kabarmu hari ini? Tidak ada tugas kuliah?” tanyanya sambil mengecup singkat pipi dan bibir Hamun.

“Aku baik-baik saja, oppa. Untungnya hari ini aku terbebas dari tugas kuliah dan tidak ada show. Terima kasih sudah sangat peduli padaku,” kata Hamun sambil membalas kecupan pria itu.

Pria itu tersenyum lalu mengacak rambut Hamun dengan gemas. “Yaa, untuk apa kau berterima kasih? Wajar, kan, kalau seorang pria peduli pada perempuan yang ia cintai?” ujarnya.

“Maksudku, ditengah kesibukanmu oppa. Kau masih menyempatkan untuk datang kesini. Padahal kau pasti sangat lelah,” ujar Hamun.

“Rasa lelahku hilang saat aku bersamamu,” kata Donghae.

“Geez, kau mulai merayu,” kata Hamun dengan tampang yang dibuat pura-pura kesal. Donghae hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.

“Kalau oppa capek, oppa boleh tidur,” kata Hamun sambil menepuk-nepuk pahanya. Donghae yang tak bisa membohongi tubuhnya sendiri, menuruti perkataan Hamun. Ia terbaring di sova ruang tamu dengan kepalanya di atas paha Hamun.

“Kau mau nonton apa, Hamun?” tanya Donghae sambil menatap gadis itu. Hamun menundukan kepalanya agar bisa menatap wajah pria itu. “Menonton dirimu dan oppadeul di Happy Together,” kata Hamun sambil mengelus kepala Donghae.

Donghae segera bangkit dari tidurnya dan mematikan TV itu. “Kau tidak boleh nonton,” kata Donghae. Hamun menatap Donghae penuh curiga lalu menyenderkan kepali kepala Donghae ke tempatnya semula. “Aku jadi semakin ingin nonton. Oppa tidur saja,” kata Hamun sambil merebut kembali remote TVnya.

*****

“Annyeonghaseyo yeorobun,” sapa Yoo Jaesuk dan MC Happy Together yang lain. “Malam ini guest star kita sangat tidak biasa. Langsung saja kita sambut, Super Junior!” serunya.

Tak lama kemudian, muncul beberapa lelaki tampan dengan kaos polos dan celana pendek berwarna biru muda. Mereka mengambil posisi duduk di bangku panjang yang sudah disediakan. “Uri Syupo Junie oeyo!” seru mereka bersamaan. Setelah itu, masing-masing dari mereka mulai memperkenalkan diri. Mulai dari Leeteuk, Eunhyuk, Siwon, Donghae, dan Kyuhyun. Hanya mereka yang bisa hadir karena member lain harus melakukan recording yang lain.

“Kalian pakai baju seperti itu tetap terlihat tampan ya,” komentar Hamun.

“Tentu saja,” jawab Donghae penuh bangga.

“Tapi, oppa dan yang lain semakin terlihat om-om. Untung tingkah kalian masih kekanakan,” balas Hamun yang membuat Donghae setengah kesal, tapi memang itu kenyataannya. “Oppa, jangan ngambek,” ujar Hamun sambil mengecup kening Donghae. Seketika itu, kekesalan Donghae menghilang.

Awalnya, topik yang diangkat adalah masalah Super Junior sendiri. Mulai dari awal mereka terbentuknya, konflik yang mereka hadapi bersama, hubungan interpersonal mereka, dan kegiatan mereka saat ini. Lalu, tiba-tiba saja Yoo Jaesuk menanyakan hal yang tak diduga-duga. “Ah, ini sebenarnya tidak ada di dalam script, tapi aku yakin writer dan PD-nim akan suka jika aku bertanya mengenai hal ini,” ujarnya sambil menatap semua member Super Junior secara bergantian dengan tatapan yang cukup membuat para member Super Junior berdebar.

“Donghae sshi,” panggil Yoo Jaesuk.

“Ne, hyung?” tanyanya setengah gagap. Mungkin ia nervous.

“Bagaimana hubunganmu dengan Hamun?” tanyanya.

“Yaaa Yoo Jaesuk oppa, kenapa aku diikut-ikutkan?” tanya Hamun kesal.

“Makanya, sudah kubilang jangan nonton,” balas Donghae.

Hamun menatap Donghae curiga. “Kau mengatakan hal aneh tentangku ya?” tanya Hamun yang hanya dibalas dengan senyuman usil Donghae.

Donghae tersenyum dan semua member sudah menatapnya dengan tampang usil. “Hamun baik-baik saja,” balasnya diplomatis.

“Kalau hubungan kalian berdua? Sudah berapa lama?” tanya Yoo Jaesuk lagi.

“Kami sangat bahagia, dan hubungan kami sudah berjalan selama 7 bulan,” jawab Donghae lagi.

“Bagaimana rasanya menghabiskan waktu dengan Hamun tujuh bulan ini?” tanya Jaesuk.

Belum sempat Donghae menjawab, member lain sudah mengambil alih. “Saat dia bersama Hamun, justru Donghae yang terlihat seperti anak kecil padahal umur Hamun 9 tahun lebih muda dari Donghae,” kata Leeteuk.

“Betul sekali, Leeteuk oppa,” ujar Hamun.

“Yaaa, Hamun!”

“Hamun saat ini sedang sibuk-sibuknya kuliah dan ia juga memiliki jadwal show yang padat bersama Super Girls. Gara-gara itu, Donghae sering datang ke kamarku dengan tampang sedih. Dia selalu bertanya, “Mengapa Hamun lebih menyukai buku-buku di perpustakaannya itu daripada aku?” atau “Kenapa dia lebih dekat dengan Hyejin, Hyunah, Minah, dan Jihyo daripada aku?” kata Eunhyuk. Setiap malam selalu itu yang ia tanyakan padaku,” ujar Eunhyuk.

“Yaa, Eunhyukie,” protes Donghae. Bahkan Hamun tak tahu jika Donghae seperti itu.

“Sungguh, kau sampai seperti itu oppa?” tanya Hamun. Setengah takjub-setengah rasa bersalah.

“Donghae hyung juga sering protes kalau seharian tidak mendapat kabar dari Hamun atau jika Hamun tidak menanyakan kabarnya,” kata Kyuhyun.

“Jeongmalyo? Apa Hamun tipe wanita yang dingin?” tanya Jaesuk.

Donghae hendak menjawab tapi Siwon lebih dulu membuka suara. “Ani, Hamun tidak seperti itu. Ia tidak menanyakan kabar atau tidak menghubungi Donghae karena ia takut kalau ia akan mengganggu Donghae. Apalagi sejak Super Junior comeback dan mengadakan Super Show 6, jadwal Donghae jadi sangat padat,” jelasnya.

“Ne, Siwon benar. Hamun seperti itu justru karena ia sangat memikirkan aku. Aku tahu itu, tapi kadang aku ingin mendapat kabar darinya. Entah mengapa saat bersama Hamun atau memikirkannya, aku jadi sangat childish,” kata Donghae.

“Pertanyaan lain, kau menyimpan nomor Hamun di smartphonemu dengan nama apa?” tanya Jaesuk. Donghae tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukan kontak Hamun yang ia simpan dengan nama, ‘The one i love’.

“Aigo, romantisnya. Apa kau tahu ia menyimpan namamu di kontaknya dengan nama apa?” tanya Jaesuk.

Donghae menghela nafas panjang, “Lee Donghae oppa,” jawabnya. “Tapi ia menyimpan nomor member SJ yang lain dengan nama Choi Siwon oppa, Eunhyuk oppa, Cho Kyuhyun oppa, dan Leeteuk oppa. Aku tak ada bedanya dengan mereka,” protes Donghae yang membuat satu studio tertawa.

“Kalau kau menelponnya sekarang, bisa?” tanya Jaesuk.

“Sudah jam dua pagi,” ujar Leeteuk yang mengecek jam tangannya.

“Hamun biasanya masih bangun jam segini. Donghae sering menelpon Hamun dini hari seperti ini,” sela Eunhyuk yang tahu kebiasaan pasangan Haemun ini. Donghae mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor 1, speed dial khusus untuk Hamun. Ia hanya tersenyum pada kamera sambil menunggu nada sambung. Donghae meloudspeaker ponselnya agar semuanya mendengar suara Hamun.

“Oppa, waeyo?” tanya Hamun begitu ia mengangkatnya. Member lain, Jaesuk, dan MC lain berusaha menahan tawanya.

“Tunggu.. oppa.. jadi, mereka mendengar semua perkataanku?” tanya Hamun.

“Lihat saja sendiri, kau yang memaksa untuk melihat, kan?” ujar Donghae.

“Ani, aku hanya rindu padamu,”

“Geez, oppa jangan merayu,” ujar Hamun.

“Hamun, aku sungguh-sungguh,”

“Ne, aku percaya. Miss you too,” balas Hamun. Semua orang di studio masih berusaha menahan tawanya.

“Sedang apa?” tanya Donghae.

“Mengerjakan tugas oppa,”

“Jam segini belum selesai, sayang?”

“Masih sisa banyak, oppa. Oppa sendiri sedang apa?” tanyanya.

“Aku ingin tidur tapi tidak bisa,”

“Mau aku menyanyikan lagu untuk oppa?” tawar Hamun.

Donghae terdiam tampak bingung. Ia menatap Yoo Jaesuk dan pria itu menyuruh Donghae untuk meneruskan percakapannya.

“Oppa, jangan bilang… ini sewaktu aku nyanyi lagu First Love itu?” tanya Hamun yang Donghae jawab dengan anggukan.

“Omona, ottokhe, pasti sangat memalukan!” ujar Hamun yang hanya Donghae respon dengan tawanya.

Nan geudaemanui oppa, geudaen namanui yeoja. Hangsang ne gyeote isseo julge. Nan geudaemanui oppa. Dalkomhan uri sarang oppan neoman saranghallae. Ichon yung nyon iwori il naege on geu nal hayan nuncheoreom. Geu moseup gieokhaeyo nan jageun geu tteollimmajeodo. Naege gidaeeoseo jamdeun geudae dalkomhan immatchumeul”

Saat Hamun menyanyikan lagu itu untuk Donghae, semua orang di studio termasuk member Super Junior, Yoo Jaesuk, dan MC yang lain, tampak sangat menikmati suara Hamun.

“Mianhe oppa, suaraku jelek. Aku lead dancer not lead vocal,” ujar Hamun setelah ia selesai bernyanyi.

“Oppa?” panggil Hamun yang tak mendengar suara Donghae setelah beberapa detik. Donghae sengaja melakukan itu agar Hamun mengiranya sudah tidur.

“Sudah tidur? Jaljayo, oppa. Jeongmal saranghae,” kata Hamun lalu menutup teleponnya.

“Aakh, Hamun lumayan romantis rupanya,” kata Yoo Jaesuk.

“Para member SG yang mengajarinya,” jawab Kyuhyun yang memang terkenal akrab dengan Hyejin, leader SG.

Donghae hanya tertawa. “Aku harus berterima kasih pada mereka,” katanya.

“Ah, kalau begitu, kau bisa meninggalkan video message buat mereka,” ujar Yoo Jaesuk sambil menyuruh Donghae menatap ke kamera.

“Annyeong, Hyejin shi, Minah shi, Hyunah shi, dan Jihyo shi. Jeongmal… gomawo. Tolong terus ajarkan Hamun supaya ia bisa menjadi lebih romantis lagi,” kata Donghae yang membuat seisi studio tertawa.

“Untuk Hamun juga,” ujar Yoo Jaesuk pada Donghae.

Donghae menatap kamera itu lau tersenyum malu. Wajahnya sudah memerah seakan Kang Hamun ada di hadapannya. “Hamun sayang,” ujar Donghae yang disoraki oleh semua orang disitu.

“Thank you so much for everything. I’m so-so-so happy to be with you. I can’t describe how much i love you. I just wish one thing.. Tolong ganti nama kontakku di smartphonemu. Aku tak mau sama seperti dia, dia, dia, dia,” ujarnya sambil menunjuk Eunhyuk, Siwon, Leeteuk, dan Kyuhyun.

“Jeongmal saranghae, Hamunie,” kata Donghae mengakhiri video messagenya.

“Oppa, apa namamu di kontak smartphoneku itu masalah yang besar?” tanya Hamun meresponi video message Donghae yang baru ia lihat. Hamun tak mendapat jawaban dari Donghae. Saat ia menundukkan kepala, ia melihat pria itu sudah tertidur dengan nyenyak.

“Sepertinya aku harus segera mencari pacar agar wajahku lebih lama terlihat di TV,” kata Kyuhyun yang membuat semua orang tertawa.

“Kurasa kau sudah punya, Kyuhyun shi. Kita tinggal tunggu saja kapan Dispatch memergokimu dengan kekasihmu yang gosipnya adalah Song Hyejin,”

“A-aniya, hyung,” elak Kyuhyun mati-matian.

Mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka namun Hamun sudah mematikan TVnya. Perhatiannya hanya tertuju pada pria yang tidur dengan damai dipangkuan Hamun. Ia mengelus kepala Donghae dengan lembut lalu mencuri ciuman di bibir pria itu. “Saranghae. Nomu, nomu, saranghae,” bisik Hamun walaupun ia tahu pria itu tidak mendengarnya.

*****

Pagi harinya, Donghae terbangun dari tidur. Ia masih berada di sova ruang tamu dorm SG, hanya saja Hamun sudah tidak ada. Ia memperhatikan sekeliling dan melihat tas, sepatu, smartphone, dan buku-buku Hamun masih ada. Ia menyimpulkan Hamun mungkin sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.

Melihat smartphone Hamun yang tergeletak sembarangan di depannya, membuat rasa penasaran Donghae membuncah. Ia yakin Hamun pasti melihat video messagenya di acara Happy Together dan ia ingin tahu Hamun mengganti namanya seperti apa di kontaknya.

Donghae mencoba membuka lock screen Hamun dengan memasukan tanggal lahir Hamun tapi ternyata tidak terbuka. Donghae terheran karena sampai dua hari yang lalu, Hamun masih memakai password itu. Donghae tampak berpikir sesaat, “Mungkinkah?” tanyanya pada dirinya sendiri lalu memasukan tanggal lahirnya dan akhirnya lock screen itu terbuka.

Donghae tersenyum-senyum sendiri. Ia tak bisa menyembunyikan kesenangannya terutama setelah melihat wallpaper di ponsel Hamun bukan lagi Triplet -Daehan, Minguk, Manse- melainkan foto dirinya dan Hamun. Di foto itu tampak Hamun yang tersenyum ceria dan Donghae yang mencium pipi Hamun.

Donghae langsung masuk ke list kontak Hamun dan menekan tombol search. Ia tak menemukan kontak yang bernama ‘Lee Donghae’ seperti yang ia tulis. Akhirnya, ia menuliskan nomor ponselnya di kolom search itu dan mendapati sebuah kontak yang bertuliskan, ‘My only oppa’

“Oppa tidur nyenyak semalam?” tanya Hamun yang sudah siap untuk berangkat ke kampus.

Donghae bangkit dari tempat duduknya sambil menyerahkan smartphone Hamun. “Jangan lupa di bawa sayang,” ujar Donghae mengingatkan.

“Gomawo, oppa,” kata Hamun sambil memberikan senyuman terbaiknya untuk pria itu.

Donghae yang tak kuat melihat senyum Hamun, segera menarik wajah gadis itu dan menciumnya lembut. “Oppa antar ke kampus, ya,” ujar Donghae sambil mengelus pipi Hamun.

“Oppa senang sekali hari ini? Ada apa?” tanya Hamun sambil memberikan senyuman usil. Ia bertanya padahal Hamun sendiri sudah tahu alasan mengapa pria itu sangat bahagia pagi ini.

“Aku senang karena baru saja kekasihku mengganti namaku di kontaknya menjadi ‘My only oppa’,” ujar Donghae sambil menggenggam erat tangan Hamun seakan ia tak mau berpisah dari gadis itu.

*****

Kkeut!