image

Annyeing yeorobun.
Akhirnya setelah ketik delete ketik delete. Buntu ide dan lain sebagainya. Muncul juga ide dalam rangka Natal. Maafkan daku kalau telat. Hahahhahaa.

Hope you enjoy!

“MERRY CHRISTMAS!!!” Teriak Hyejin dengan riang diikuti tiupan terompet yang suaranya dapat membangunkan siapapun yang berada di rumah ini. Tapi, apa peduli Hyejin. Ini rumahnya. Ia bebas melakukan apa saja di dalam rumahnya sendiri.

“MERRY CHRISTMAS!!!” Teriak Hyejin lagi yang kali ini tepat di depan telinga suaminya, Kyuhyun, yang masih terlelap nyenyak akibat kerja rodi demi nama target perusahaan.

Kyuhyun membuka matanya sedikit, mengusap-usap telinganya yang agak berdenging karena perbuatan istrinya sendiri. “Ada apa pagi-pagi buta begini sudah teriak-teriak?” Tanya Kyuhyun dengan suara paraunya.

Hyejin tersenyum lebar. Ia mendudukkan dirinya di atas pinggang Kyuhyun lalu menarik pria itu agar menegakkan tubuhnya. “Ada apa sih? Ini kan masih pagi, sayang,” keluh Kyuhyun yang masih sangat ingin tidur namun pada akhirnya ia duduk dengan punggungnya yang bersender santai di headboard tempat tidurnya dan kakinya yang diluruskan.

Hyejin tersenyum lebar. Dengan tangannya yang melingkar di leher Kyuhyun dan tubuhnya yang duduk di atas pinggang Kyuhyun dengan kedua kakinya yang mengapit pinggang Kyuhyun di kedua sisinya, membuat posisi mereka menjadi begitu dekat. “Merry Christmas,” ucap Hyejin lalu mencium bibir Kyuhyun dengan intens namun penuh kelembutan.

Kyuhyun tertawa kecil ketika Hyejin melepaskan ciuman mereka. “Kau membangunkanku pagi-pagi buta hanya untuk mengucapkan itu?” Tanya Kyuhyun dengan perasaan paling bahagia yang pernah ia rasakan di Hari Natal sepanjang hidupnya.

Tanpa malu, Hyejin menganggukkan kepalanya. “Kalau tidak pagi, nanti kau keburu pergi kerja. Kembali sudah malam. Kapan aku mengucapkannya?”

Kyuhyun tersenyum. Tangannya menyusuri wajah Hyejin, menyelipkan rambut wanita itu ke belakang telinga agar tidak menghalangi pandangannya menikmati kecantikan istrinya. Matanya menatap dengan tajam, mengikuti kemana tangannya bergerak. “Apa aku sudah bilang kalau hari ini dan besok aku cuti?”

Hyejin berusaha mengingat-ingat apa suaminya pernah berkata seperti itu. “Aduh! Aku lupa. Mian,” kata Hyejin sambil menepuk keningnya pelan dengan telapak tangannya sendiri membuat Kyuhyun gemas.

“Makanya kalau suami lagi bicara itu didengar, jangan nonton drama terus,” goda Kyuhyun yang tahu betul hobi istrinya akhir-akhir ini. Menonton drama romantis yang ditayangkan televisi dan kemudian diunduh Hyejin untuk ditonton ulang tidak lama kemudian.

Hyejin tersenyum penuh rasa bersalah. “Mian. Habis drama-nya seru,” bela Hyejin yang sangat dimaklumi oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menjulurkan tangannya ke depan Hyejin. “Apa?” Tanya Hyejin bingung.

“Hadiah natalku. Mana? Kau pasti tidak mempersiapkannya kan?” Tuntut Kyuhyun sekaligus menuduh, tentu saja hanya untuk menggoda istrinya.

Hyejin memandang Kyuhyun dengan sengit, seolah marah karena telah mengganggap remeh dirinya. “Enak saja. Aku sudah menyiapkannya tahu!” Kata Hyejin lalu mencondongkan tubuhnya untuk meraih laci buffet di samping tempat tidur mereka.

Leher Hyejin yang terekspos jelas di depan hidung Kyuhyun membuat pria itu tidak tahan untuk tidak meletakkan bibirnya di sana. “Wangimu enak,” kata Kyuhyun yang telah berhasil memberikan satu kissmark di belakang telinga Hyejin.

“Hei Tuan,” kata Hyejin sambil mendorong pelan tubuh Kyuhyun agar menjauh darinya. “Menurutmu, apa ada yang tidak enak dari tubuhku?” Hyejin melemparkan seringaian jahilnya yang ia pelajari dari suaminya.

Kyuhyun hanya tersenyum mengalah dan memeluk wanita itu pada pinggangnya. “Tidak ada,” ujar Kyuhyun singkat karena ia lebih ingin menikmati wajah istrinya.

Hyejin menyerahkan sebuah kantung kecil kepada Kyuhyun. “Ini hadiahmu,” ujar Hyejin dengan penuh harapan Kyuhyun akan menyukainya.

“Apa ini?” Tanya Kyuhyun.

“Buka saja.”

Kyuhyun mengambil kantung itu lalu membukanya dan menemukan sebuah benda yang sangat ia cari-cari keberadaannya beberapa minggu belakangan ini. “Pembuka botol wine? Apa aku sudah boleh minum wine lagi?”

Hyejin menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Kau sudah boleh minum wine lagi tapi…kau tidak boleh mengajakku minum bersamamu,” kata Hyejin.

“Kau yakin?” Tanya Kyuhyun yang masih mempertanyakan toleransi Hyejin terhadap bau wine.

“Aku yakin. Kemarin aku mencium Appa yang baru minum wine dan aku baik-baik saja. Kau boleh minum wine lagi. Yeayy!!”

“Yeayy!!” Seru Kyuhyun dengan riang seperti anak kecil yang kembali bertemu dengan playstation-nya setelah sekian lama disembunyikan ibu mereka.

Kyuhyun lalu mencium Hyejin penuh terima kasih sekaligus penuh nafsu. Hyejin buru-buru mendorong Kyuhyun ketika merasakan kesesakan. “Hei Tuan Cho. Mana hadiah natal untukku? Kau tidak boleh curang,” kata Hyejin menagih hadiah natalnya.

“Aku…”

“Kau pasti belum menyiapkan hadiah natal untukku kan?” Tembak Hyejin langsung tepat sasaran. Hyejin tahu suaminya itu mana sempat menyiapkan hadiah natal. Makan siang saja harus disiapkan apalagi hadiah natal.

Hyejin menatap kesal Kyuhyun membuat suaminya merasa bersalah. “Mian. Kau kan tahu aku sangat sibuk jadi aku tidak sempat menyiapkan hadiah natal untukmu. Sebagai gantinya, apapun yang kau minta aku akan mengabulkannya. Otte?”

“Jinjja?!” Mata Hyejin melebar mendapat tawaran yang sangat menarik.

“Iya, aku serius. Kau mau apa?”

Hyejin terdiam. Pikirannya melanglang mencari permintaan-permintaan yang bisa dikabulkan suaminya mumpung ada kesempatan. “Aku tahu!!” Seru Hyejin dengan girang begitu menemukan satu permintaannya.

“Apa?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin mengacungkan jari kelingking kirinya ke hadapan Kyuhyun. “Janji dulu kau akan mengabulkannya,” kata Hyejin.

Kyuhyun mau tidak mau tertawa melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil tapi ia mengikuti jejak wanita itu dengan menautkan jari kelingking kirinya ke jari kelingking yang wanita itu sodorkan tadi. “Aku janji, sayang. Kapan aku pernah tidak menepati janjiku padamu? Humm?”

“Sering. Pagi kau bilang akan malam bersama tahu-tahu siangnya kau bilang tidak bisa karena ada rapat mendadak. Minggu lalu juga kau bilang akan menemaniku ke salon tapi yang ada kau pergi ke Jepang.”

“Iya itu kan karena urusan pekerjaan. Kau memangnya mau suamimu yang tampan ini dimarahi Appa dan aboeji karena dianggap tidak becus bekerja? Lagipula memangnya kau mau perusahaan kita bangkrut? Nanti siapa yang bayar tagihan kartu kreditmu, humm?”

“Baiklah… Alasan itu bisa diterima. Tapi kau harus janji, kau tidak akan punya alasan apapun untuk menolak permintaanku. Ya?”

“Iya, sayang. Cepat katakan permintaanmu. Sebelum aku berubah pikiran,” kata Kyuhyun yang sempat-sempatnya mencuri beberapa ciuman dari bibir istrinya.

“Aku…ingin kencan dengan Choi Jinhyuk Oppa,” kata Hyejin membuat Kyuhyun menegang dari ujung rambut sampai ujung kakinya.

“Apa kau bilang?” Tanya Kyuhyun mencoba meyakinkan bahwa telinganya tidak salah dengar.

“Aku ingin kencan dengan Choi Jinhyuk Oppa. Sehari saja…. Jebal…” Pinta Hyejin dengan wajah memelas.

Kyuhyun memijit pelipis kepalanya yang sebenarnya tidak sakit, hanya kerutan di keningnya saja yang sudah bertambah banyak. “Apa kau tidak punya permintaan lain? Kencan dengan…pria lain? Hyejin-ah…”

“Kau sudah janji untuk mengabulkan semua permintaanku, Kyu. Kau tidak boleh menarik perkataanmu sendiri. Jadi, kau akan mengabulkan permintaanku kan?”

“Beri aku waktu untuk berpikir. Ya?”

Hyejin mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun dengan gemas. “Kau sudah janji, Kyu… Masa kau tega mengatakan tidak pada istrimu sendiri? Ini bukan kemauanku tapi…” Hyejin menunjuk perutnya yang sudah maju beberapa sentimeter dibandingkan kondisi perut normalnya.

Kyuhyun menghela nafas panjang, menatap tidak tega kepada istrinya, kepada janin yang berada di dalam kandungan Hyejin. “Baiklah. Baiklah. Sehari saja. Tidak lebih.”

“Aaaaahhh!!! Gomawoo!!!” Seru Hyejin yang langsung menyeruakkan kepalanya ke bahu Kyuhyun dan memeluk suaminya dengan erat. “Kau memang yang terbaik, Kyu!!” Lanjutnya lalu mencium bibir Kyuhyun. Tidak, Hyejin melumatnya.

“Hei, harus berapa kali kuingatkan untuk tidak menggodaku humm? Kau membuatku sesak,” kata Kyuhyun sambil menggendong Hyejin dan meletakkannya kembali di atas tempat tidur, di sampingnya.

Hyejin menyelipkan tangannya di tangan Kyuhyun dan merebahkan kepalanya di bahu Kyuhyun, menarik nafas dalam-dalam, menghirup bau tubuh pria yang paling dicintainya dan menumpuknya di dalam paru-parunya sebagai pasokan yang setara dengan oksigen untuk menunjang hidupnya.

“Saranghae,” bisik Hyejin dengan mata terpejam, menikmati belaian lembut pria itu di wajahnya.

“Apa sudah pernah mengatakan aku seribu kali lebih mencintaimu?” Balas Kyuhyun lalu mencium bibir istrinya penuh cinta, tanpa tuntutan. “Selamat Natal.”

“Selamat Natal.”

Kkeut!!
:*