Annyeonghaseyo hehe. hope you enjoy this fanfiction ya. Jadi, magnae-line itu consist of Hamun, Sehun, dan Taemin. Thank you for reading🙂

*****

Hamun: Kalian sedang apa?

Sehun: Sedang sibuk Hamunie

Taemin: Sedang sibuk Hamunie

Hamun: Aku tahu kalian berbohong padaku. Aku sudah menanyakan jadwal kalian ke manager kalian.

Sehun: Hm..

Taemin: Yah.. Ketahuan

Hamun: Kalian sahabatku atau bukan sih? Dasar. Semua pria sama saja. Kalian sama saja seperti Donghae oppa.

Taemin: Sehun, sudah sudah. Jangan goda Hamun lagi. Sepertinya moodnya sedang tidak baik.

Sehun: Mianhe Hamunie. Ada apa, sayang?

Taemin: kalau Donghae hyung tahu kamu memanggil Hamun dengan sebutan sayang, kau pasti habis.

Sehun: Hamun pasti akan membelaku. Iya kan?

Hamun: Tergantung. Kalau kalian datang ke dorm SG sekarang, aku akan mempertimbangkan.

Taemin: Aku malas Hamunie

Sehun: Aku malas juga Hamunie

Hamun: Sayang sekali. Padahal aku sudah menyiapkan poster musical terbaru Hyejin onnie (yang bahkan belum dipublikasikan) untuk Sehun dan sudah membelikan satu dus susu banana untuk Taemin.

Hamun: Ya sudah…

Sehun: AKU DATANG!

Taemin: AKU DATANG!

Sehun: Aku berangkat sekarang!

Taemin: Aku juga!

*****

Taemin dan Sehun tiba bersamaan di dorm SG. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pintu itu dibukakan oleh Hyejin. Hyejin yang melihat kedua sahabat magnaenya langsung memeluk Taemin dan Sehun bergantian.

“Apa kabar?” tanya Hyejin sambil mengajak mereka masuk.

“Baik sekali noona, terutama setelah melihat noona,” jawab Sehun yang membuat Hyejin tertawa bahagia.

“Kau bisa saja,” kata Hyejin sambil menepuk punggung Sehun dengan lembut.

“Hamun dimana, noona?” tanya Taemin.

“Hai Taeminie dan Sehunie,” sapa Jihyo yang baru keluar dari kamar dengan tampilan rapi. “Mianhe tidak sempat ngobrol dengan kalian. Aku ada recording sehabis ini. Oia, tolong jaga magnae kami ya,” kata Jihyo lalu pergi begitu saja.

“Hamun memang kenapa noona?” tanya Sehun. Hyejin hanya mengangkat pundaknya lalu membawa mereka ke ruang tamu dorm SG. Mereka melihat Kang Hamun duduk di lantai sambil melihat TV di hadapannya. Ia sedang menonton Miracle in Cell No. 7 dan ia sudah menangis tersedu-sedu.

“Ah, Taemin dan Sehun sudah sampai rupanya?” tanya Minah yang baru keluar dari kamarnya. Penampilannya tak kalah rapi dengan Jihyo tadi.

“Untunglah, ada mereka,” kata Hyunah yang juga baru muncul dari kamarnya. “Kami ada urusan mangnaedeul. Jadi tolong jaga Hamun, ya,” lanjut Hyunah lalu berjalan keluar dari dorm suju.

“Aku mempercayakan magnaeku pada kalian. Bye Taeminie dan Sehunie,” kata Minah yang menyusul Hyunah.

Sehun dan Taemin menatap Hamun dengan tatapaan khawatir. Mereka sangat mengenal sahabatnya ini. Hamun jarang terlihat seperti ini tapi sekalinya ia kacau sampai menangis seperti ini, ia butuh untuk ditemani selama 24 jam.

“Noona juga akan pergi?” tanya Sehun pada Hyejin yang dijawab dengan anggukan.

“Mianhe, aku harus pergi ke tempat Kyuhyun lagipula Hamun bilang ia maunya bercerita pada kalian,” jelas Hyejin. “Bye, magnaedul,”

*****

“Hamunie,” panggil Taemin dan Sehun bersamaan. Mereka mengambil posisi duduk di kanan dan kiri Hamun.

“Kalian sudah disini?” tanya Hamun retoris masih sambil tersedu-sedu. “Gomawo sudah datang. Ini poster yang kujanjikan dan ini susu banana milikmu. Sisanya di kulkas,” ujar Hamun sambil memberikan barang-barang itu pada temannya. “Kalian temani aku menonton saja,” kata Hamun. Tangisannya kembali menderas saat matanya mulai fokus ke TV itu.

“Sepertinya kau harus cerita pada kami kali ini,” kata Sehun mulai khawatir.

“Kau tak akan puas kalau hanya melampiaskan kesedihanmu dengan menonton film saja,” sahut Taemin.

Hamun mengusap hidungnya yang sudah berlendir. “Sudah kalian diam saja. Film ini sangat mengharukan,” kata Hamun.

Sehun mengambil remote TV itu lalu mematikannya. Hamun berusaha mengambil remote itu tapi tidak bisa, tangan Sehun jauh lebih panjang.

“Ayo, cerita pada kami,” kata Taemin.

Hamun terdiam sesaat untuk mengatur nafasnya yang masih tersenggal-senggal. “Donghae oppa mencium gadis lain di drama terbarunya dengan mesra,” kata Hamun.

“Lalu?” tanya Sehun.

“Donghae oppa selingkuh?” tanya Taemin yang membuatnya mendapat pukulan ringan dari Hamun.

“Donghae oppa tidak seperti itu, Taemin oppa,” jawab Hamun sambil mengusap air matanya.

“Lalu?” tanya Taemin bingung.

“Aku sendiri sebenarnya sudah mengijinkan oppa untuk mengambil peran di drama itu, aku juga tahu ia akan mencium lawan mainnya. Aku pikir itu bukan masalah besar. Tapi ternyata…. Aku sangat cemburu, Taemin oppa, Sehun oppa,” kata Hamun dengan tangisan yang kembali menderu.

Taemin segera menarik Hamun dalam pelukannya dan Sehun menenangkan sahabatnya dengan tepukan lembut di punggung Hamun atau elusan hangat di kepala sahabatnya itu.

“Aku baru tahu kalau rasanya sesakit ini. Akhirnya aku mengerti kenapa onniedeul tidak mau melihat kekasihnya mencium gadis lain walaupun itu hanya akting,” kata Hamun yang masih memeluk erat Taemin.

“Kenapa kau tak bilang saja pada Donghae oppa tentang perasaanmu ini?” tanya Sehun. Hamun menggeleng. “Aku tak mau merepotkan Donghae oppa. Kalau aku mengatakan yang sebenarnya pasti dia akan merasa sangat bersalah,” kata Hamun. “Aku mohon jangan beritahu dia ya,” kata gadis itu pada kedua sahabatnya.

Taemin dan Sehun saling berpandangan. Sebenarnya, ini masalah yang sepele menurut mereka, namun mereka tidak bisa tinggal diam jika Hamun sampai menangis seperti ini.

*****

“Cut! Bagus sekali, Donghae shi. Tadi itu take terakhirmu hari ini. Kau bisa pulang sekarang,” kata sutradara drama Donghae.

Donghae membungkukan badan untuk mengucapkan terima kasih pada semua kru. Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 3 dini hari. Dengan segera, ia mengambil iPhonenya untuk menghubungi kekasihnya. Sayangnya, perhatiannya teralih akibat notifikasi Line yang berasal dari Sehun. ‘Sehun send a video’ tulis notifikasi itu.

Donghae membuka room chat dirinya dan Sehun.

Sehun: Hyung, kau dmn? (12.31 am)

Sehun: Hyung, Hyung, dimana? (12.40 am)

Sehun: Aku dan Taemin sedang bersama Hamun. (12.40 am)

Sehun: Ia menangis tersedu-sedu dari tadi. Ini Taemin hyung. (12.41 am)

Sehun: Hyung, kenapa belum di read? Hyung tak khawatir? (12.49 am)

Membaca chat itu membuat Donghae menjadi sangat khawatir.

Sehun: send a video (12.50 am)

Donghae segera membuka video yang di kirim Sehun. Yang ia lihat pertama kali adalah wajah Taemin dan Sehun yang melambaikan tangan pada kamera.

“Hyung, Hamun tampak sangat kacau,” ujar Sehun yang memindahkan fokus kamera itu ke wajah Hamun yang sedang tertidur di kamar Hamun. Donghae dapat melihat mata Hamun yang membengkak dan bekas air mata di pipi gadis itu.

“Hamun,waeyo?” tanya Donghae yang tak bisa tenang.

“Ia menangis karena melihat adegan ciuman hyung dengan lawan main hyung. Dia cemburu tapi dia tidak mau bilang hyung karena ia takut hyung khawatir padanya,” kata Taemin menjelaskan.

“Hyung, kau tak mau kesini sekarang?” tanya Sehun. Sehun mengarahkan fokus kameranya ke sekeliling kamar Hamun. “Hyung, kau tahu dimana kita sekarang?” tanya Sehun.

“Kamar Hamun,” jawab Taemin. Sehun mengarahkan kameranya ke Taemin yang sudah siap untuk tidur di sebelah kanan Hamun. Taemin tampak sedang mengelus kepala Hamun dengan lembut.

“Yaa! Lee Taemin!” seru Donghae tanpa sadar. Para kru yang masih ada disana sudah menatapnya sekarang.

“Karena onniedeul sedang tidak ada dan hyung tak datang-datang, kami yang akan menemani Hamun tidur hari ini. Hyung tahu, kan, kebiasaan Hamun jika ia sedang sedih. Ia butuh seseorang yang menemaninya selama 24 jam,” kata Sehun. Ia menshoot dirinya yang sudah tidur di samping kiri Hamun. Hamun tampak tidur nyenyak diantara Taemin dan Sehun. Bahkan Hamun sudah memeluk Sehun yang mungkin dikira guling oleh Hamun.

“Yaa, Oh Sehun! Kang Hamun!” seru Donghae yang membuat para kru disitu tertawa karena melihat Donghae dibuat panik oleh kekasihnya

*****

Donghae menyetir dengan kecepatan tinggi menuju dorm SG. Jarak yang harus ditempuh satu jam, jadi 20 menit saja. Begitu tiba, ia langsung masuk ke kamar Hamun dan mendapati Hamun hanya tidur seorang diri. Donghae menghela nafas lega dan segera menghampiri Hamun. Ia merasa sangat bersalah melihat wajah Hamun yang tampak kacau itu.

Donghae membuka iPhonenya yang baru saja mendapat notifikasi dari Line.

Taemin: Hyung mianhe, kami tadi tidak serius tadi.

Taemin: Kami hanya berusaha membantu sahabat kami

Taemin: Tolong hibur Hamun ya hyung.

Taemin: Kami percaya pada hyung.

*****

“Pagi, sayang,” sapa sebuah suara saat Hamun masih mengerjapkan matanya. Setelah menyesuaikan kondisi matanya dengan cahaya yang ada di kamarnya, akhirnya ia dapat melihat dengan jelas sosok yang menyapanya tadi. Lee Donghae kesayangannya.

Hamun menghela nafas panjang lalu menarik selimutnya untuk menutupi kepalanya. “Kenapa aku harus memimpikan Donghae oppa?! Aku jadi semakin ingin bertemu dengannya,” omel Hamun entah pada siapa.

Donghae hanya tertawa melihat tingkah Hamun itu. Ia membuka selimut yang menutupi wajah Hamun lalu memberikan kecupan hangat di kening Hamun. “Masih belum percaya kalau kau tidak sedang bermimpi?” tanya Donghae.

Hamun menyentuh wajah Donghae dan membelainya dengan lembut. Setelah ia yakin kalau ia tidak sedang bermimpi, Hamun menarik Donghae dalam pelukannya. “Bagaimana oppa bisa disini? Bukannya kau sedang sibuk syuting? Kau harus pulang ke apartemenmu dan istirahat dengan benar. Kalau kau sakit bagaimana, hm?” tanya Hamun tanpa henti.

Donghae hanya tersenyum lalu berkata, “Habisnya, aku mendapat kabar kalau kekasihku menangis tersedu-sedu semalaman karena cemburu melihat kissing sceneku dengan lawan mainku,” kata Donghae yang membuat Hamun memasang tampang bersalahnya.

“Sehun oppa dan Taemin oppa yang memberitahu oppa?” tanya Hamun yang Donghae jawab dengan anggukan.

“Mi-mianhe oppa. Padahal aku sendiri yang mengijinkan oppa,” kata Hamun tanpa berani menatap mata Donghae.

“Gwencana Hamunie. Justru aku senang, karena itu berarti kau benar-benar mencintaiku,” kata Donghae sambil mengangkat wajah Hamun agar ia bisa melihat wajah kekasihnya itu.

“Oppa serius?” tanya Hamun yang Donghae jawab dengan anggukan.

“Aku punya ide. Setiap aku take adegan kissing, aku akan segera mencarimu untuk membersihkannya,”

“Cara membersihkannya?” tanya Hamun tak mengerti.

“Seperti ini,” kata Donghae yang langsung mencium bibir Hamun dengan lembut. Hamun hanya tersenyum malu setelah Donghae melepaskan bibir Hamun dari bibirnya.

“Jadi, kalau aku harus retake sampai 10 kali, aku akan menciummu lebih banyak dari itu. Setuju?” tanya Donghae.

Hamun tersenyum lebar lalu ia menarik bibir Donghae dan mengecupnya kilat. “Setuju,” kata Hamun.

Senyum Donghae tak pernah luput dari wajahnya karena yang ia lihat saat ini adalah wajah Hamun. Akan tetapi, ia teringat suatu hal yang dari kemarin menganggunya.

“Hamunie, seberapa sering kau skinship denga Sehun dan Taemin?” tanya Donghae.

“Sering sekali,” jawab Hamun lugas.

“Apa mereka ada perasaan suka padamu, sayang?” tanyanya lagi.

Hamun tersenyum pada kekasihnya itu. “Oppa khawatir? Tenang saja ya oppa. Mereka hanya sayang padaku sebagai sahabat. Perasaanku pada mereka juga demikian. Taemin lebih sayang pada susu banananya sedangkan Sehun lebih cinta pada Hyejin onnie,” jawab Hamun yang sedikit memberi kelegaan pada Donghae.

“Baiklah, tapi aku mohon kurangi skinship kalian ya,” kata Donghae dengan tampang memelas.

Hamun tersenyum usil. “Untungnya buat aku apa oppa?” tanya Hamun.

“Kau mau mengerjaiku ya? Kau sudah diajarkan apa saja sama evil Jihyo, hm?” tanya Donghae sambil mencubit pipi Hamun. “Oppa lepaskan. Mianhe,” kata Hamun.

Donghae melepaskan cubitannya di pipi Hamun tapi ia memberikan seringai penuh arti. “Tak semudah itu, Hamun,” kata Donghae yang langsung menyambar bibir Hamun. “Ini hukuman untukmu,” katanya lalu kembali mencium Hamun.

*****

Kkeut!

Thank you for reading❤