image

Kyu-nim
Hye, mian. Hari ini dan besok aku tidak bisa menemanimu. Aku ada jadwal musikal. Tidak apa kan? Mianhe. Jeongmal mianhaeyo, Hye…

Me
Ne, arraseo. Nan gwencana.

Kyu-nim
Jinjja? Kau akan baik-baik saja natal tanpaku?

Me
Iya. Aku akan baik-baik saja natal tanpamu, tuan Cho. Bahkan sampai Tahun Baru. Tenang saja. Lebih baik kau fokus dengan musikalmu. Sampai jumpa!

Sehun membaca pesan antara sunbae kesayangannya dengan kekasihnya dan ia tidak bisa untuk tidak tidak tertawa.

“Jangan tertawa.”

Sehun tetap saja tertawa. Bahkan saat ia menyerahkan smartphone di tangannya kepada pemiliknya untuk disimpan dalam-dalam di dasar tas jinjingnya, ditutupi oleh dompet, tisu, peralatan makeup dan benda-benda lainnya yang bisa dia gunakan untuk mengubur smartphonenya itu.

“Kenapa kau tertawa, Sehun-ah?” Tanya Hyejin bingung.

“Noona dengan Kyuhyun hyung itu lucu sekali. Setiap hari kerjanya hanya bertengkar tapi masih saja bertahan. Kenapa tidak putus saja sih? Masih ada aku loh, noona,” goda Sehun dengan senyuman jahilnya yang membuat Hyejin tidak bisa untuk tidak tersenyum.

“Harus aku bilang berapa kali padamu bahwa aku dan Kyuhyun itu…”

“Cinta mati yang tidak akan pernah bisa dipisahkan. Aku tahu. Aku tahu. Noona sudah seribu kali bilang itu padaku. Kau menyakiti hatiku, Noona,” potong Sehun membuat Hyejin sedikit meringis.

“Aaaaah! Molla! Molla! Kau membuatku jadi tidak enak. Kau itu hanya mengidolakan aku. Titik. Kita berangkat sekarang. Kajja!” Kata Hyejin sambil menarik Sehun bangkit berdiri dari sofa.

“Tapi aku belum menghabiskan sarapanku. Noona. Noona!!” Seru Sehun tidak rela meninggalkan sarapan sereal coklatnya yang begitu enak.

Hyejin menolehkan kepalanya untuk melihat hoobae kesayangannya itu lalu tersenyum lebar. “Sehun-ah, aku janji akan membelikanmu makanan yang lebih enak dari sereal itu. Aku tidak mau ketinggalan pesawat hanya karena menunggumu selesai sarapan. Kajja!” Seru Hyejin yang lebih terdengar seperti perintah yang tidak terbantahkan.

Dengan pasrah, Sehun pun mengikuti Hyejin yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. “Kau yang menyetir,” kata Hyejin sambil memberikan kunci mobilnya. Untuk yang kesekian kalinya, tanpa protes, Sehun menuruti perintah sunbae-nya itu.

“Noona…”

“Humm?”

“Apa Kyuhyun hyung tidak akan marah kalau melihat noona jalan dengan pria lain?” Tanya Sehun dengan matanya yang fokus ke jalan demi keselamatan diri mereka berdua.

Hyejin menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan kasar. “Oh Sehun-ku tersayang, pria itu akan berciuman dengan wanita lain selama 2 hari ini sedangkan aku hanya jalan denganmu. Menurutmu, dia masih berani marah?”

Sehun tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata gadis yang ia kagumi sepanjang masa selama ia berada di SM. “Marah padamu mungkin tidak tapi marah padaku siapa yang tahu?”

“Aku yang akan tanggung jawab. Kau tenang saja.”

“Baiklah. Pokoknya aku tidak mau tanggung kalau ia marah ya, noona. Dia sangat mengerikan kalau sudah berurusan tentangmu,” ujar Sehun.

“Aku tahu. Kau tidak usah khawatir. Aku akan menghajarnya kalau pria itu sudah berlaku aneh-aneh. Aku akan membelamu mati-matian,” sahut Hyejin dan tanpa ragu menggandeng lengan Sehun dengan erat.

Sehun melihat kepala gadis yang terletak di bahunya. “Noona, aku tahu ini mungkin sudah keseribu kalinya tapi aku membutuhkannya.”

“Wae?”

“Kita berdua hanya sebatas sunbae-hoobae dan kau sangat mencintai Kyuhyun hyung. Iya kan, noona?” Tanya Sehun.

“Iya. Kenapa memangnya?”

Sehun menggeleng kecil, nyaris tidak terlihat. “Aku hanya ingin menjelaskannya kepada diriku sendiri.”

Hyejin menatap pria muda di hadapannya dan mengelus kepala pria itu dengan penuh kasih sayang. “Oh Sehun, dengarkan aku baik-baik. Aku menyayangimu seperti aku menyayangi Joong Ki Oppa dan tidak ada yang bisa menggantikanmu seperti tidak ada yang bisa menggantikan Joong Ki Oppa dalam hidupku. Apa itu cukup?”

Sehun tersenyum dengan sebelah tangannya membalas mengelus lembut kepala Hyejin. “Sangat cukup, noona. Sangat cukup. Gomawo. Jangan bosan-bosan kalau aku menanyakannya lagi nanti.”

“Tidak. Aku tidak akan bosan. Seribu kali kau bertanya, seribu kali aku akan menjawab,” ujar Hyejin.

“Arra.” Sehun tidak bisa berhenti tersenyum. Bukan karena mendengar jawaban sunbae-nya itu tapi kegembiraan yang ia rasakan karena paling tidak ia masih memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan wanita yang ia kagumi.

—-

Kyu-nim
Apa kau sudah sampai di Jepang, Hye?

Me
Sudah.

Kyu-nim
Kau jadi pergi dengan siapa?

Me
Sehun.

Kyu-nim
Kau marah padaku?

Me
Tidak.

Kyu-nim
Kau marah padaku. Tidak biasanya kau singkat-singkat menjawab pesanku.

Me
Hyung, ini aku. Sehun. Maaf.

Kyu-nim
Mana Hyejin? Kenapa kau yang memegang handphone-nya?

Me
Dia masih marah padamu, hyung. Dia tidak mau diganggu.

Kyu-nim
Baiklah. Tolong bilang padanya, aku merindukannya. Aku mencintainya.

Me
Okay.

Sehun lalu mengambil smartphone-nya yang terus bergetar dari saku celananya. Beberapa pesan masuk untuknya. Dari Kyuhyun.

Kyuhyun sunbae
Sehun-ah, aku tidak tahu bagaimana perasaanmu terhadap Hyejin tapi aku percaya padamu. Kau tidak akan menyakitinya.

Kyuhyun sunbae
Aku mohon tolong jaga Hyejin baik-baik. Kalau kau tidak bisa melakukannya untukku, lakukanlah untuk dirimu. Gomawo.

Sehun membalas pesan Kyuhyun dengan singkat.

Me
Aku tahu. Cho Kyuhyun-ssi.

Sehun lalu menyimpan smartphone-nya tanpa lebih dulu membalas pesan dari Kyuhyun. Sambil tersenyum ia menatap Hyejin. “Aku sayang padamu, Noona,” ujar Sehun sungguh-sungguh yang langsung mendapat delikan tajam dari mata Hyejin. “Sebagai sunbae, Noona?” lanjut Sehun kemudian.

“Nado, baby,” kata Hyejin sambil menepuk kepala Sehun dengan penuh kasih sayang selayaknya seorang noona kepada adiknya.

Kkeut!