Hope you like it, chingu!🙂

*****

“Oppa, annyeong,” sapa Hamun saat Siwon membukakan pintu dorm Super Junior untuk gadis itu.

“Hai, Hamun,” balas Siwon sambil memeluk Hamun. “Ayo, masuk,” lanjutnya. Siwon membawa Hamun masuk ke dalam dan bertemu dengan member Super Junior lainnya. Hamun menyapa dan memeluk mereka satu persatu. Setelah itu, baru ia bertanya mengenai kekasihnya, yang menjadi alasannya untuk datang ke dorm Super Junior tengah malam seperti ini.

“Dimana Donghae oppa?” tanya Hamun pada mereka semua dengan wajah khawatir.

“Di kamarnya,” jawab Kyuhyun oppa santai.

“Dia belum makan dari tadi pagi?” tanya Hamun.

“Ia bahkan belum berbicara sama kami seharian ini,” sahut Eunhyuk oppa.

“Dia hanya keluar untuk ke kamar mandi lalu masuk ke kamarnya lagi,” sela Leeteuk oppa. “Makanya kami minta kamu datang, Hamun,” kini giliran Siwon oppa yang berbicara.

“Tapi, dari kemarin Donghae oppa juga tidak mengangkat telepon dariku. Ia hanya membaca chatku tapi tidak memberikan balasan apapun,” jelas Hamun tanpa bisa menyembunyikan kekhawatirannya. “Menurut oppadeul, Donghae oppa kenapa?” tanyanya.

“Kurasa ini karena kami menggodanya kemarin,” jawab Kibum oppa yang akhirnya membuka suara.

“Apa yang kalian lakukan oppa?” tanya Hamun tak mengerti.

*****

Kibum memulai ceritanya. Semuanya berawal dari acara menginap bersama di dorm Super Junior. Semua member Super Junior datang tanpa terkecuali. Lalu, salah satu kegiatan mereka malam itu adalah menonton siaran ulang Gayo Daejun. Salah satu highlight pembicaraan mereka saat itu adalah member SG.

“Song Hyejin, saranghae!” seru Kyuhyun saat Hyejin menyanyikan bait pertama lagu SG.

“Aigo, Minah kenapa bajunya seksi seperti itu?” protes Leeteuk.

“Tak apa, dia makin cantik seperti itu,” kata Heechul.

“My baby Hyun! Hyung, hyung, lihat, Hyunah cantik sekali,” kata Henry yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari Hyunah yang sedang bernyanyi.

“Jihyo juga sangat cantik penampilannya hari ini,” sahut Siwon yang disetujui oleh member lain.

“Hyung, kau tak mau berkomentar apapun tentang Hamun?” tanya Ryeowook yang heran karena sedari tadi Donghae hanya diam saja.

“Ah, mian, aku terlalu terkesima. Dia sangat cantik seperti biasanya,” kata Donghae yang langsung disoraki oleh semua member.

“Dasar, pria kasmaran,” balas Siwon sambil melemparkan bantalnya pada Donghae.

“Tapi, aku juga heran. Kenapa ya Hamun lebih memilih Donghae daripada Siwon?” tanya Shindong yang membuat Donghae terdiam.

“Kalau dipikir-pikir betul juga. Apalagi Donghae sangat childish dan usia mereka cukup jauh bedanya,” sahut Sungmin.

Member Super Junior yang lain (selain Donghae) sudah saling bertatapan penuh arti dan berusaha menahan tawa mereka saat melihat senyum Donghae yang menghilang.

“Hamun memang sangat cantik. Apalagi kalau ia semakin dewasa nanti. Pasti banyak pria yang lebih tampan dan lebih baik daripada Donghae mendekatinya,” kata Eunhyuk.

“Kalau aku jadi Hamun, aku akan mempertimbangkan pria lain untuk jadi suamiku,” kata Heechul.

Donghae tampak makin terpuruk mendengar perkataan teman-temannya itu. Ia masih diam saja tanpa mengalihkan matanya dari depan televisi.

Penampilan SG sudah selesai namun Hamun tetap tinggal di atas panggung. Tak lama kemudian, Lee Taemin dan Oh Sehun muncul dari bawah panggung dan mereka mulai menari bertiga. Magnae-line yang semuanya adalah lead dancer dari grupnya, menari dengan sangat enerjik dan kompak. Bahkan ada beberapa gerakan yang mengharuskan mereka untuk skinship.

“Kenapa Hamun tidak sama Taemin atau Sehun saja? Kurasa mereka lebih baik untuk Hamun,” kata Kibum.

“Hyung, hyung, hentikan,” kata Henry yang mulai tak tega melihat Donghae.

Setelah Henry berkata demikian, Donghae bangkit dari tempat duduknya dan segera masuk ke kamarnya tanpa berpamitan terlebih dahulu.

“Lihat akibat perbuatan kalian,” sahut Yesung.

*****

Hamun menghela nafas panjang. “Oppadeul apa-apaan sih? Kasihan Donghae oppa,” protes Hamun setelah mendengar cerita itu.

“Mianhe, Hamun. Habisnya dia sangat lucu. Jadi, kami ingin menggodanya,” kata Kangin.

Hamun segera berjalan menuju kamar Donghae, sayangnya kamar itu terkunci. Hamun beberapa kali mengetoknya namun Donghae tak membukanya.

“Oppa, ini Hamun,” katanya. “Kurasa kita perlu berbicara,” lanjutnya.

“Aku sedang tidak ingin diganggu Hamun, pulanglah,” kata Donghae, bahkan terkesan seperti membentak Hamun. Ini pertama kalinya Donghae bersikap seperti ini pada kekasihnya dan itu cukup membuat Hamun sedih.

Hamun menatap para member Super Junior dengan sedih. Sedangkan para pria itu hanya bisa mengelus punggung dan kepala gadis itu untuk menenangkannya.

“Karena Hamun sudah disini, kami menitipkan Donghae padamu ya Hamun,” ujar Heechul.

“Oppadeul mau kemana?” tanya Hamun.

“Mau ke tempat dimana kekasih kami berada,” kata Kyuhyun sambil tertawa. “Aku akan bilang ke Hyejin kalau kau menemani Donghae disini malam ini,” lanjutnya lalu pergi dari hadapan mereka semua, disusul kepergian member lainnya.

“Good luck, Hamun,” ujar Siwon, orang terakhir yang keluar dari dorm itu.

Setelah mereka semua pergi, Hamun kembali mengetok pintu itu. “Oppa, bicaralah,” pinta Hamun.

“Hamun, sudah kubilang, aku sedang ingin sendiri,” kata Donghae dari dalam kamar itu.

“Aku tak suka kita seperti ini, oppa. Kalau ada masalah, lebih baik kita selesaikan bersama,” kata Hamun lagi, namun Donghae kembali menjawab, “Sudahlah, aku ingin tidur. Kamu pulang saja,”

“Baiklah kalau oppa keras kepala, kepalaku bisa lebih keras dari oppa! Aku akan menunggu sampai oppa membuka pintu ini!” kata Hamun sambil menendang pintu kamar itu karena ia sudah sangat kesal.

Hamun memilih untuk duduk di sova ruang tamu dorm SG untuk meredakan emosinya. Ia menghapus air matanya yang ia sendiri tidak sadar kapan air mata itu mulai mengalir.

*****

Donghae merenggangkan tubuhnya setelah semalaman ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ia terus memikirkan perbuatannya pada Hamun yang membuatnya merasa sangat bersalah. Ia langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya. Ia ingin segera ke dorm SG, bertemu kekasihnya, dan segera minta maaf pada Hamun.

Saat ia keluar dari kamarnya, ia sangat kaget melihat sosok gadis itu tidur di sova ruang tamu dorm itu. Ia kembali mengingat kejadian semalam dan perkataan Hamun yang mengatakan bahwa gadis itu tidak mau pergi kalau Donghae belum membuka pintunya.

Donghae menghampiri Hamun dan menatap gadis itu lembut. Ia merasa sangat bersalah tapi ia juga masih memikirkan semua perkataan teman-temannya yang ia rasa ada benarnya. Tanpa ia sadari, air matanya mulai mengalir.

“Oppa, waeyo?” tanya gadis itu. Tiba-tiba ia sudah terbangun dan duduk disamping Donghae. Ia bahkan sudah mengusap air mata Donghae yang makin menderas setelah merasakan kelembutan Hamun. Seakan-akan Hamun sudah melupakan kekesalannya pada pria itu.

“Ada yang mau oppa ceritakan padaku, hm?” tanya Hamun penuh kesabaran. Ia bahkan menatap Donghae sampai ke manik matanya.

Donghae menyentuh tangan Hamun yang ada di pipinya. “Maafkan aku kemarin, Hamun. Kau pasti kesal padaku, kan?”

Hamun menggeleng. “Aku memang kesal kemarin, tapi sekarang tidak lagi. Aku sudah memaafkan oppa sejak awal,” jelasnya. “Tapi, kurasa ada hal lain yang harus oppa katakan padaku. Iya, kan, oppa?” tanya Hamun yang tepat sasaran.

Donghae terdiam sesaat lalu kembali menatap gadis itu. “Apa kau mencintaiku Hamun?” tanya Donghae.

Hamun mengangguk. “Sangat,” jawabnya tanpa keraguan.

“Melebihi Taemin dan Sehun?”

“Jauh melebihi perasaanku untuk mereka,”

“Melebihi perasaanmu pada Siwon dulu?”

“Perasaanku pada Siwon oppa dulu berbeda dengan perasaanku padamu, oppa,” jawab Hamun tanpa menghilangkan senyuman diwajahnya.

“Aku tak mungkin bersamamu saat ini kalau aku lebih menyayangi Siwon oppa,” lanjut Hamun saat ia melihat keraguan diwajah Donghae.

“Jika dibandingkan dengan perasaanmu pada TOP?” tanya Donghae yang kini sudah menggenggam erat kedua tangan Hamun.

“Oppa, itu hanya perasaan sebatas fans dan idola,” jelas Hamun sambil memeluk Donghae selama beberapa saat.

“Apa yang bisa kulakukan agar oppa tidak menyangsikan perasaanku lagi?” tanya Hamun karena ia masih melihat kekhawatiran di wajah Donghae.

“Kiss me,” pinta Donghae.

“Oppa yakin?” tanya Hamun yang Donghae jawab dengan anggukan. “Aku tak akan melepaskannya meskipun oppa memintanya,” kata Hamun.

Ia menarik jaket Donghae agar wajah pria itu mendekat. Setelah itu, Hamun menciumnya dengan sangat lembut. Hamun terus mencium Donghae dan perlahan-lahan, Hamun mengalungkan kedua tangannya di leher Donghae. Pria itu, kini juga sudah melingkarkan tangannya di pinggang Hamun. Ciuman itu berlangsung sangat lama, terasa lembut, dan penuh dengan perasaan.

“Oppa, saranghae,” kata Hamun setelah ia, akhirnya, melepaskan bibir Donghae dari bibirnya.

Donghae merapikan poni Hamun lalu memberikan senyum lembut pada gadis itu. “Aku bisa mati kehabisan nafas kalau kau tak segera melepaskan ciumanmu tadi,” katanya.

Hamun hanya tertawa tanpa rasa bersalah. “Jangan berlebihan, oppa. Aku sudah memperingatkanmu,”

“Hm,” kata Donghae yang kembali mencium Hamun terlebih dulu.

“Oppa sudah percaya kalau aku menyayangimu melebihi siapapun?” tanya Hamun.

“Sudah, sayang. Mianhe, aku meragukan perasaanmu,” kata Donghae.

“Aku akan mengatakan ‘saranghae’ padamu tiap hari sampai kau bosan,” ujar Hamun yang membuat Donghae tertawa lalu memeluk gadis itu erat.

“Aku yakin, ujung-ujungnya pasti lebih banyak aku yang mengatakan hal itu,”

“Kau meremehkanku, oppa,”

“Kita lihat saja nanti,”

Hamun melepaskan dirinya dari pelukan pria itu. “Kau keras kepala sekali, oppa,” ujar Hamun yang sedikit kesal.

“Kau tak sadar kalau kau lebih keras kepala daripada aku, sayang?” ujar Donghae lembut.

“Tapi, kau tetap sayang padaku, kan, oppa?” tanya Hamun dengan senyum penuh arti.

“Tentu saja. Who can love you as much as i do, hm?”

“No one,” jawab Hamun yang membuat pria itu kembali mencium kekasih kesayangannya.

“Wah, wah, cepat sekali pasangan ini berbaikan,” ujar Leeteuk oppa yang tiba-tiba datang. Donghae segera melepaskan bibir Hamun.

“Sejak kapan hyung disini?” tanya Donghae kaget.

Leeteuk berjalan dengan santai melewati pasangan itu menuju kamarnya. “Sejak 10 menit yang lalu. Tak kusangka, Hamun cukup agresif rupanya,” ujar Leeteuk yang langsung masuk ke kamarnya.

“Oppa! Lupakan yang kau lihat!” seru Hamun.

*****

Kkeut!

Thank you for reading❤