Hope you like it🙂 Thank you for reading hehehe. Sorry for some typo before (buat yang uda baca) I’ve already fixed it. Enjoy🙂

*****

Me: Hai, Hamun sayang. Sedang apa?

Hamun: Bersiap-siap untuk syuting oppa.

Me: Malam-malam begini?

Hamun: Oppa, kau lupa aku syuting dimana? Di Amerika, oppa. Disini masih siang.

Me: Mianhe. Berapa hari lagi kau pulang?

Hamun: 13 hari lagi.

Me: Aku… Sudah sangat merindukanmu. Hiks.

Me: Bogoshipo.

Me: Aku ingin bertemu denganmu.

Me: Disana kau menginap dimana, Hamun?

Me: Hamun… Hamun…

Hamun: Oppa tidak boleh kesini. Sebentar lagi kau akan SS6 di Bangkok, kan? Kau harus jaga kesehatan.

Me: Sehari saja aku ke tempatmu

Me: Boleh ya Hamun? Boleh?

Tiba-tiba caller ID Hamun muncul dilayar iPhone Donghae. Tanpa ringtone Donghae sempat berbunyi, Donghae segera mengangkatnya.

“Hamun, bogoshipoyo,” kata Donghae sebelum Hamun sempat bersuara.

“Nado, oppa,” balas gadis itu.

“Kenapa telepon sayang? Kau bisa kena tarif interlokal,” lanjut Donghae.

“Aku cuma mau bilang, oppa tidak boleh kesini. Arrachi? Kalau sampai oppa nekat kesini, aku tak akan berbicara padamu selama seminggu,” kata Hamun.

“Kau tak serius, kan, Hamun?” tanya Donghae harap-harap cemas.

“Lebih dari serius. Oppa mau coba membuktikan?” tantang Hamun yang membuat Donghae terdiam tak berani melawan.

“Baiklah, aku akan berusaha menahan diri. Jangan bosan membalas chatku atau mengangkat telepon dariku,” jawab Donghae pasrah.

“Bagus. Aku sudah mau take scene oppa. Jaga diri. Saranghae. Bye oppa,” pamit Hamun yang segera mengakhiri sambungan itu sebelum Donghae membalas perkataan Hamun.

Donghae segera membuka aplikasi Line miliknya dan mencari private chat miliknya dan Hamun.

Me: Saranghae.

Me: Aku mencintaimu

Me: Lebih besar dari apapun

Me: Aku sudah merindukanmu

Me: Semangat sayang

*****

Dua hari berlalu, Donghae menepati janjinya tapi tidak dengan Hamun. Tampaknya Hamun sangat sibuk sampai ia tak sempat mengangkat telepon dari Donghae atau membalas chat dari pria itu. Berkat itu, Donghae jadi mudah uring-uringan, lebih sensitif, mudah menangis, dan hobby terbarunya adalah mengganggu member SG yang lain.

“Hai, Jihyo shi,” sapa Donghae pada gadis yang kebetulan sedang berada di gedung SBS untuk recording.

“Hai, oppa, kau juga sedang menunggu recording?” Tanya Jihyo yang kaget dengan kemunculan pria itu. Donghae mengangguk tanpa semangat.

“Ah, Jihyo shi, apa kau tahu saat ini Hamun sedang apa di Amerika?” tanya pria itu yang membuat Jihyo menatapnya malas.

“Oppa, aku bahkan tidak sempat menanyakan kabar Woobin seharian ini karena aku sangat sibuk. Apalagi kabar Hamun. Aku tak tahu,” jawab Jihyo.

Donghae makin menekuk wajahnya. “Kau benar juga. Baiklah, aku pergi dulu ya,” pamit Donghae.

“Tunggu, oppa menyapaku hanya untuk menanyakan itu?” tanya Jihyo yang Donghae jawab dengan anggukan. Setelah itu, Donghae langsung menghilang begitu saja sedangkan Jihyo hanya menggeleng-geleng kepala melihat sikap pria itu. Hamun baru 4 hari tidak bersamanya namun ia sudah seperti mayat hidup.

*****

Donghae datang ke drama musical Hyejin yang terbaru. Ia bahkan sudah membawakan bunga untuk gadis itu. Setelah drama musical itu selesai, Donghae segera menghampiri Hyejin di backstage.

“Selamat atas drama musicalmu, Hyejin shi. Bagus sekali,” kata Donghae sambil memeluk gadis itu. “Ini untukmu,” katanya lalu memberikan buket bunga yang ia bawa.

“Gomawo, oppa,” ujar Hyejin yang sangat senang dengan pemberian bunga itu.

“Ah, iya, Hye, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Donghae dengan tampang ragu-ragu.

“Boleh saja, oppa. Ada apa?” tanya Hyejin.

“Apa kau tahu saat ini Hamun sedang apa? Atau bagaimana kabar ia sekarang?” tanyanya.

Hyejin menghela nafas panjang. “Oppa, aku bahkan belum punya waktu untuk membuka smartphoneku seharian ini. Kenapa oppa tidak tanya sendiri?” tanya Hyejin yang tidak habis pikir. “Jangan-jangan tujuan oppa kesini sebenarnya memang untuk menanyakan hal ini, ya? Bukan untuk menontonku, kan?” tebak Hyejin yang membuat Donghae mati kutu.

Donghae hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Mianhe, awalnya iya, tapi aku menikmati drama musicalmu ini kok,” ujar Donghae yang sudah ditatap sebal oleh Hyejin.

“Baiklah, karena kau tampan, aku memaafkanmu. Ah, kenapa tidak oppa tanyakan sendiri ke Hamun?” tanya Hejin sekali lagi.

“Tidak ada balasan darinya,” jawab Donghae lemas.

“Hm, sepertinya ia sangat sibuk,” balas Hyejin yang hanya ditanggapi dengan anggukan setuju oleh Donghae.

“Baiklah kalau begitu, aku kembali sekarang ya, Hyejin,” pamit Donghae.

“Oppa, kau kesini, serius hanya demi menanyakan hal itu?” tanya Hyejin tak percaya. Donghae mengangguk lalu melangkah pergi dengan lemas. Hyejin menggeleng tak percaya dengan sikap pria itu. Ia baru ditinggal Hamun selama 5 hari, tapi ia sudah seperti Zombie.

*****

“Hai, Minah shi. Apa kabar?” tanya Donghae yang tiba-tiba saja sudah berada di ruang dance SM. “Aku dengar kau sedang latihan untuk penampilan solomu di Mubank, jadi aku kesini,” jelasnya yang membuat Minah sangat girang.

“Ne, oppa,” balas Minah.

“Ini untukmu,” ujar Donghae sambil memberikan minuman isotonik untuk Minah.

“Aigo, oppa, tak perlu repot-repot,” ujar Minah sambil mengambil minuman yang Donghae berikan itu.

“Tak apa, biar kau semangat,” balas Donghae. “Ah iya, apa kau tahu saat ini Hamun sedang apa dan bagaimana kabarnya, Minah?” tanya Donghae yang hanya Minah jawab dengan gelengan kepala.

“Jangan bilang tujuan utama oppa datang kesini adalah untuk menanyakan kabar magnaeku itu?” tebak Minah yang Donghae jawab dengan senyum tanpa rasa bersalah. Minah tak jadi kesal jika pria itu sudah memberikan senyum manisnya.

“Aku saja belum sempat membalas chat-chat dari Eric oppa. Mana sempat aku menanyakan kabar Hamun, oppa,” jawab Minah yang membuat Donghae lemas seketika.

Donghae menghela nafas panjang. “Baiklah. Aku pergi dulu, ya Minah. Good luck untukmu,” kata Donghae yang hendak pergi dari ruangan itu.

“Oppa, kau kesini, serius hanya demi menanyakan hal itu?” tanya Minah. Donghae mengangguk lalu melangkah pergi dengan lemas. Minah hanya bisa menggeleng tak percaya dengan sikap pria itu. Ia baru ditinggal Hamun selama 6 hari, tapi ia sudah seperti manusia yang bosan hidup.

*****

“Hai, Hyunah,” sapa Donghae pada gadis yang sedang duduk santai sambil membaca buku di dorm SG.

“Hai, oppa,” ujar Hyunah yang akhirnya menutup bukunya.

“Kau sedang tidak ada show?” tanya Donghae yang sudah duduk di sebelahnya.

“Aku baru saja pulang sejam yang lalu,” balas Hyunah. “Oppa, kau kesini bukan untuk menanyakan itu semua, kan? Kau ingin menanyakan Hamun. Iya, kan?” tebak Hyunah yang tepat sekali.

Donghae hanya tersenyum lalu mengangguk. “Bagaimana kau tahu?” tanya Donghae.

“Dari cerita Hyejin, Minah, dan Jihyo,” jawab Hyunah.

“Jadi, apa Hyunah tahu sedang apa Hamun sekarang? Atau kabar ia sekarang?” tanya Donghae yang Hyunah jawab dengan gelengan kepala. “Tak ada satu pun dari kami yang mendapat kabar dari Hamun,” ujar Hyunah yang membuat Donghae kehilangan asa.

Donghae menghela nafas panjang lalu berpamitan dengan Hyunah. “Oppa hanya mau bertanya itu?” tanya Hyunah. Donghae hanya mengangguk lemas lalu melangkah pergi dari dorm itu. Hyunah hanya bisa menggeleng tak percaya dengan sikap pria itu. Ia baru ditinggal Hamun selama 7 hari, tapi ia sudah seperti mummy.

*****

Donghae created a grup “Help me”

Henry: Donghae hyung kenapa?

Eric: Apa yang terjadi?

Woobin: Bertengkar dengan Hamun, hyung?

Kyuhyun: Donghae oppa sudah seperti mayat hidup. Hidup segan mati tak mau

Donghae: Aku rindu Hamun

Donghae: Sangat

Donghae: Tapi ia tak memberikan kabar apapun

Donghae: Apa ia sudah tidak cinta padaku?

Donghae: Ia lebih suka dengan lawan mainnya

Donghae: Kalau tidak salah, lawan mainnya kali ini namanya Lee Hyun Woo

Kyuhyun: Mungkin saja. HAHA!

Hyejin: Yaa! Kyu! Jangan buat Donghae oppa makin sedih

Jihyo: Lagipula Lee Hyun Woo memang tampan

Woobin: Yaa, Choi Jihyo!

Kyuhyun: Habisnya, Donghae hyung jadi sering menganggu jadwal kencan kita

Woobin: Setuju dengan Kyuhyun hyung

Eric: Aku setuju. Akhir-akhir ini Donghae juga sering mengangguku dan Minah

Henry: Sebenarnya.. aku juga… setuju. Donghae mengangguku dan my baby Hyun juga

Donghae: M i a n h e.

Hyunah: Hai baby Hen tersayang.

Hyunah: Hamun belum menghubungi oppa?

Jihyo: Kalau sampai dibuat grup seperti ini sepertinya belum, onnie

Minah: Bukankah lusa dia sudah pulang? Tahan sedikit lagi oppa.

Donghae: Besok aku sudah harus ke Bangkok

Donghae: Kalau tidak bertemu dengannya besok siang, aku harus menunggu 4 hari lagi untuk melihat wajahnya

Donghae: Aku tidak tahan

Donghae: Mau mati saja

Kyuhyun: Gawat, Donghae hyung keluar dari kamarnya. Sepertinya ia serius.

Hyejin: Omo! Hentikan dia oppa!

Kyuhyun: Ah, ternyata dia ambil pisau untuk memotong apelnya.

Hyejin: Dasar, buat panik orang saja

*****

“Hei, Donghae ah, semangatlah. Kasihan para ELF yang sudah datang. Mereka pasti ingin melihat kau tersenyum,” kata Leeteuk mengingatkan Donghae karena sebentar lagi mereka akan tampil. Donghae setuju dengan perkataan Leeteuk. Ia pun mulai mensugesti dirinya agar ia lebih bersemangat.

Mereka pun mulai tampil. Mulai dari opening sampai pertengahan semua berjalan sangat lancar. Donghae juga tampil dengan maksimal. Ia sangat senang melihat banyaknya ELF yang datang, sehingga ia sedikit mengesampingkan perasaan sedihnya.

Sehabis ini, waktunya penampilan solo dari masing-masing member. Sehingga setelah lagu Mr. Simple selesai, member Super Junior segera turun ke belakang panggung.

“Hai, oppa,” sapa Hamun pada Donghae, orang pertama yang turun dari panggung. Melihat kehadiran gadis itu membuat Donghae terpaku beberapa saat. Seakan ia belum bisa mempercayai penglihatannya.

“Hai, Hamun, apa kabar?” sapa member Super Junior yang turun dari panggung setelah Donghae. Hamun membalas sapaan mereka dan memberikan semangat pada mereka satu persatu.

“Yaa, Hamunie!” seru Kyuhyun yang tidak tampak kaget melihat Hamun disitu.

“Hai, oppa,” sapa Hamun.

“Gara-gara rencanamu ini, Donghae Hyung selalu menggangguku dan Hyejin saat kami kencan. Kau harus traktir kami setelah ini,” ujar Kyuhyun yang membuat Hamun memberikan pukulan padanya. “Yaa! Oppa! Pergi sana!” ujar Hamun sambil mendorong pria itu.

Donghae menyentuh wajah gadis itu dengan lembut. “Ternyata benar ini kau, Hamun,” ujar Donghae.

“Oppa mengharapkan siapa, hm?” tanya Hamun sambil tertawa, lalu tiba-tiba saja ia mencium bibir Donghae kilat. “Happy 10th monthversary,” ujar Hamun sambil memberikan sebuket bunga mawar pada Donghae.

Mata Donghae membesar karena ia tak percaya akan perbuatan Hamun. Akan tetapi, kini air mata sudah mengalir dari matanya. Ia menutup wajahnya karena ia tak mau Hamun melihatnya seperti ini. Hamun yang sudah sangat mengenal kekasihnya hanya bias tersenyum lalu menarik tangan yang menutupi wajah Donghae. “Aigo, sayang, jangan menangis, nanti make up mu luntur,” ujar Hamun sambil mengusap air mata Donghae.

“Ini air mata bahagia, Hamun. Lagi pula, make up ku ini waterproof,” jawab Donghae yang membuat Hamun tertawa.

“Mianhe, ya, oppa. Aku dengar dari onniedul kau sudah seperti mayat hidup karena aku tidak memberikan kabar padamu,” ujar Hamun.

“Hm, mereka benar. Kau jahat sekali, Hamun,” ujar Donghae sembari mengambil bunga yang Hamun berikan tadi.

“Mianhe, oppa, aku memang ingin memberikanmu kejutan. Makanya aku minta tolong mereka. Oppa marah, ya? Atau oppa senang?” tanya Hamun takut-takut. Wajahnya menyiratkan rasa bersalah yang amat sangat.

“Mana mungkin aku bisa marah,” ujar Donghae dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Tiba-tiba Donghae mengangkat tubuh Hamun dan menggendongnya dengan Bridal Style.

“Yaa, oppa! Aku bisa jalan! Turunkan aku,” pinta Hamun namun nyatanya ia tetap mengalungkan tangannya di leher Donghae agar ia tidak terjatuh.

“Setelah kau jauh-jauh datang kesini, memberikanku bunga mawar, dan menjadi seromatis ini, bagaimana aku bisa marah, sayang? Kau curang,” ujar Donghae yang membuat Hamun hanya tertawa.

“Siapa yang mengajarimu jadi romantis seperti ini, hm?” tanya Donghae penasaran.

“Kau dan onniedul,” jawah Hamun yang membuat keduanya tertawa.

“Tiba-tiba, aku ingin menciummu,” kata Donghae yang membuat Hamun menghentikan tawanya.

“Disini oppa, di depan para kru mu?” tanya Hamun tak percaya.

“Mereka sibuk. Tenang saja, tidak ada yang akan memperhatikan. Aku sudah 14 hari tidak menciummu,” kata Donghae dengan senyum seringai usil yang ia pelajari dari Kyuhyun.

Hamun melihat sekeliling lalu mengangguk malu-malu. Dengan sekejap, Donghae menyambar bibir Hamun dan mencium bibir gadis itu. Sangat lembut, penuh rasa rindu, dan cinta. Mungkin karena mereka saling merindukan, mereka tak sadar kalau mereka sudah berciuman cukup lama dan para kru mulai sadar akan tindakan mereka.

“Hei, hei, hentikan perbuatan kalian kalau tidak mau mereka posting yang aneh-aneh di media sosial,” ujar Leeteuk hyung yang membuat Hamun dan Donghae menghentikan perbuatan mereka.

Saat itu, mereka akhirnya sadar kalau sejak mereka berciuman, Siwon oppa, Eunhyuk oppa, Kangin oppa, dan Heechul oppa sudah memegang iPhone mereka untuk merekam perbuatan Donghae dan Hamun.

“Yaa! Oppa! Hapus!” seru Hamun namun mereka semua berserta para kru disitu hanya tertawa. Donghae juga tertawa melihat wajah Hamun yang sudah sangat merah.

“Eunhyukie, nanti tolong kirimkan ke aku ya,” ujar Donghae yang membuat wajah Hamun makin memerah. “Oppa mesum!” seru Hamun sambil memukul pelan pria yang paling ia cintai itu.

*****

Kkeut!