Annyeong🙂 Hope you enjoy this fanfiction. FF ini sequel terakhir (padahal awalnya ga niat bikin sequel) dari FF Gangsa Eui Bimil (Gangsa’s Secret) dan Love Like Wind . Thank you for reading ya🙂❤

******

Hamun: Annyeong, yeojadeul. What’s up?

Hyejin: Annyeong, hoobae! HA! HA!

Hamun: Luar biasa. Kau makin mirip dengan Kyuhyun oppa, Hyejin!

Kyuhyun: Aku hebat, kan? HA! HA!

Hamun: Oppa, perhatikan Donghae-ku yang sedang mengajarimu.

Jihyo: Tumben Hamun menyapa duluan di group chat ini?

Minah: Pasti sedang tidak ada pekerjaan

Hyunah: Bagaimana skripsimu, Hamun?

Eric: Hai, Hamun. Semangat.

Henry: Hamun! Semangat untuk skripsimu! Jangan sampai lupa makan! Kalau mau, aku bisa membuatkan makanan untukmu!

Kyuhyun: Bagaimana kau tahu Donghae kesayanganmu sedang mengajarku?

Hamun: Aku hafal jadwal mengajarnya seperti aku hafal jadwal kuliahku. Ia sedang mengajar S2 profesi saat ini, itu berarti kelasmu, kan, oppa?

Hyunah: Bagaimana kabar Donghae gangsa-nim, Hamun?

Hyejin: Wanita itu masih mengikutinya terus?

Woobin: Wanita yang mana? Aku lupa

Jihyo: Lebih baik kau lupa sebelum aku yang menghapus ingatanmu

Minah: Apa Donghae tak bilang kalau dia sudah punya pacar?

Hamun: Donghae baik. Wanita itu masih mengekor terus. Donghae oppa sudah bilang tapi dia tidak percaya sebelum Donghae oppa mempertemukannya dengan kekasihnya

Hamun: Itu artinya kami harus membongkar rahasia ini

Hyejin: Ya sudah, kenapa tidak jujur saja?

Hamun: Kami sudah sepakat untuk menunggu sampai aku lulus. 4 bulan lagi. Aku hanya perlu bertahan.

Eric: Semangat Hamun.

Kyuhyun: Hamun kau dimana?

Kyuhyun: Donghae barusan keluar

Kyuhyun: Ia dibawa wanita itu pergi dengan paksa

Woobin: Ah, aku ingat siapa yang dari tadi kita bicarakan. Wanita yang luar biasa cantik dan seksi itu ya? Anak pemilik yayasan yang kebetulan sedang menjadi asisten dosen pengganti, ya? Aku bertemu dengannya kemarin saat bermain ke kampus.

Woobin: Donghae gangsa-nim beruntung sekali

Hamun: Terima kasih Eric!

Hamun: Jihyo, pacarmu menyebalkan

Jihyo: Awas kau kalau melirik gadis lain

Hamun: Yeojadeul, namjadeul, mianhe. Aku sudah melihat mereka

Hamun: Bye.

*****

“Annyeonghaseyo, Lee Donghae gangsa-nim. Annyeonghaseyo, Miss Lim,” sapa Hamun pada kedua orang yang berdiri di depannya ini.

“Ada apa?” tanya Miss Lim dengan ketus. Hamun tersenyum pada gadis itu walaupun di dalam hati ia sudah mengutukinya karena wanita itu sedang bergelanyut manja ditangan kekasihnya.

Hamun melihat jam tangannya. “Ini sudah jam lima sore, Miss Lim. Saya sudah berjanji pada Donghae gangsa-nim untuk bimbingan skripsi,” kata Hamun dengan sabar sambil sesekali melirik Donghae. Donghae sendiri hanya tersenyum melihat Hamun yang sudah memandangnya dengan galak. Melihat Hamun cemburu adalah sesuatu yang menyenangkan baginya karena itu jarang terjadi.

“Donghae gangsa-nim, apa kita bisa mulai sekarang bimbingan skripsinya?” tanya Hamun dengan lembut dan penuh sopan santun.

Donghae melepaskan tangan Miss Lim dengan paksa. “Mianhe, aku sudah janji padanya,” kata Donghae dengan dingin pada wanita itu. “Ayo, Kang Hamun, ikut saya ke ruangan saya,” katanya yang tak kalah dingin dengan gaya bicaranya pada Miss Lim.

Hamun mengikuti perintah Donghae. “Jangan lupa kunci pintunya,” kata pria itu setelah mereka tiba di ruangan Donghae. Hamun mengunci pintu itu lalu kembali menatap pria itu tajam. Sedangkan Donghae sudah duduk di atas meja kerjanya saat ini dan menatap Hamun penuh kelembutan. Senyum pria itu bahkan belum hilang dari wajahnya.

“Kenapa oppa tersenyum? Kau senang karena dia selalu menempel padamu, ya?” tanya Hamun sinis berniat meledek.

Donghae hanya bisa tertawa akibat pertanyaan itu. Apa ia lupa bagaimana Donghae sangat mencintai dirinya? “Aku senang melihatmu cemburu, Hamun,” kata Donghae penuh kesabaran.

“Oppa pasti bohong,” ujar Hamun yang tampaknya masih dikuasai perasaan cemburu.

“Kau tahu kan, aku paling tidak bisa berbohong padamu, Hamun,” ujar Donghae yang Hamun setujui. Mengingat hal itu membuat amarah Hamun sedikit demi sedikit mereda. “Baiklah, aku percaya padamu,” kata Hamun.

“Baguslah. Sekarang, mana bab 3 skripsimu? Biar aku cek,” kata Donghae.

Hamun mengambil setumpukan kertas yang ia bawa tadi dan memberikannya pada Donghae. Kesempatan itu dimanfaatkan Donghae dengan baik, ia menarik Hamun mendekat padanya dan menjepit gadis itu dengan kakinya. Donghae hendak mencium gadis itu namun Hamun menghalangi wajahnya dan wajah Donghae dengan tumpukan kertas yang ia bawa tadi. “Periksa dulu yang benar baru kau boleh menciumku,” kata Hamun.

Donghae menghela nafas panjang lalu mengambil kertas itu dari Hamun. Ia melepaskan jepitan kakinya tadi dan menyuruh Hamun untuk duduk di meja kerjanya juga, disebelahnya. Posisi mereka yang sangat dekat membuat Hamun tak bisa menahan dirinya. Dengan kesadaran penuh, ia mengalungkan tangannya di pinggang Donghae dan menyandarkan kepalanya ke bahu kekasihnya itu.

“Kenapa sayang?” tanya Donghae. Tak biasanya Hamun bersikap seperti ini.

“Sudah, konsentrasi saja pada skripsiku. Koreksi yang benar ya oppa, jangan karena aku kekasihmu, kau meloloskanku dengan mudah,” kata Hamun tanpa niat sedikit pun untuk mengubah posisinya. Donghae hanya bisa tertawa dan kembali berkonsentrasi pada pekerjaannya.

Setelah 30 menit terlewati, akhirnya pekerjaan Donghae itu selesai. “Kau memang hebat. Hanya sedikit yang harus kau perbaiki. Sudah kutuliskan semua di dalamnya,” kata Donghae sambil meletakan tumpukan kertas itu di mejanya karena ia tahu Hamun tak berniat melepaskan pelukannya. Donghae memutar kepalanya sehingga sekarang ia dapat melihat Hamun dengan jelas. “Lalu, mana ciuman untukku?” tanya Donghae.

“Ini,” kata Hamun sambil mencium pipi Donghae kilat. Tidak seperti biasanya.

Donghae mengelus kepala Hamun. “Kenapa Hamun, hm? Kau masih cemburu, ya?” tanya pria itu. Hamun hanya menggeleng sebagai jawaban.

“Apa sebaiknya kita memberi tahukan hubungan ini padanya?” tanya Donghae yang lagi-lagi Hamun jawab hanya dengan gelengan kepala.

“Kenapa tidak, Hamun?” tanya Donghae tak mengerti.

Hamun melepaskan pelukannya dan mengelus wajah pria itu dengan lembut. “Aku tak mau kau melakukan itu dengan terpaksa. Aku tahu kau masih punya banyak ketakutan di dalam dirimu jika hubungan ini diketahui sebelum aku lulus. Aku memang cemburu, tapi aku bisa bertahan sampai 4 bulan lagi,” katanya.

Mendengar ucapan itu dan melihat tatapan mata gadis itu membuat Donghae tersentuh. Ia mendekatkan dirinya pada gadis itu dan memberikan ciuman di bibir Hamun. “Terima kasih karena kau sudah sangat memikirkanku,” katanya pada Hamun.

Hamun memberikan senyum terbaiknya pada pria itu. “Saranghae,” katanya. “Tapi sepertinya aku harus pulang sekarang, oppa,”

Donghae hanya tertawa mendengar ucapan gadis itu. Ia sudah terbiasa dengan sikap Hamun yang cukup sering merusak suasana romantis mereka. “Baiklah, hati-hati bawa mobilnya. Kabari aku jika sudah sampai,”

*****

“Hamun, Hamun, kau tahu gosip terpanas siang ini?” tanya teman Hamun. Hamun sedang menikmati makan siangnya di kantin saat ini.

“Apa itu?” tanya Hamun malas karena ia tak begitu peduli tentang gosip-gosip yang beredar di kampus ini. Pada akhirnya, gosip tetap gosip. Tidak ada yang benar-benar terjadi dan tidak ada yang menjadi kenyataan.

“Miss Lim bilang kalau ia sudah resmi berpacaran dengan Donghae gangsa-nim!”

Bertepatan di akhir kalimat itu, Hamun tersedak saking kagetnya. “Gwencanayo, Hamun?” tanya temannya khawatir sambil memberikan segelas air putih pada Hamun.

“Darimana berita itu muncul?” tanya Hamun tak percaya ada orang yang berani menyebar gosip tak bertanggung jawab seperti ini.

“Miss Lim sendiri yang bilang, Hamun, saat ia mengajar kelasku! Ia bahkan memamerkan cicin yang diberikan Donghae gangsa-nim semalam,” ujar temannya.

Hamun hanya bisa menggeleng tak percaya. Ia tak menyangka Miss Lim nekat berbohong demi memiliki Donghae. Hamun mencoba menenangkan hatinya dengan menghela nafas panjang. Ia memang sangat terkejut dan kesal akibat kebohongan itu. Tapi, ia harus menggunakan otaknya agar tindakannya tidak salah dan akhirnya akan merugikan Donghae.

“Hm, kita tunggu saja konfirmasi dari Donghae gangsa-nim. Kalau perlu, kita tanya langsung padanya untuk klarifikasi masalah ini,” saran Hamun yang disetujui temannya itu. “Ayo, kita segera masuk kelas. Sebentar lagi dosen itu datang,” katanya.

*****

Dalam perjalanan menuju kelasnya yang ada di lantai dua, tiba-tiba Hamun mendapat notifikasi chat.

Donghae: Kau dimana?

Me: Mau ke kelas

Donghae: Ke lantai 2

Donghae: Sekarang

Hamun tak tahu apa maksud chat Donghae. Tapi, ia sudah ada di lantai dua sekarang karena memang kebetulan kelasnya ada di sini. Sejak ia tiba di lantai ini, ia bisa melihat koridor lantai 2 sangat ramai. Banyak orang dan banyak suara. Mahasiswa banyak yang berdiri di pinggir jendela kelas mereka dan ada juga yang berdiri di koridor.

“Oppa, katakan pada mereka kalau kita memang berpacaran. Mereka tak percaya padaku,” kata sebuah suara yang dibuat-buat manja.

Hamun mendengar suara itu. Ia segera berjalan mendekati sumber suara dan melihat Miss Lim sedang mengalungkan tangannya di belakang leher Donghae gangsa-nim. Mereka berdua berdiri di tengah koridor dan menjadi tontonan semua mahasiswa.

“Jujur saja Donghae gangsa-nim kalau anda sudah menyatakan cinta pada Miss Lim!” seru salah seorang mahasiswa yang mendapat dukungan dari teman-temannya. Berkat perkataan itu, koridor menjadi riuh kembali.

“Kissu, Miss Lim!” seru yang lainnya. Berkat itu, kini semua mahasiswa yang ada disana sudah berseru, “Kissu! Kissu! Kissu! Kissu! Kissu!”

Hamun hanya bisa terdiam di tempatnya. Ia tak tahu apa yang harus dia perbuat untuk menyelamatkan kekasihnya dan hubungannya. Saat Hamun kebingungan, Donghae akhirnya menyadari keberadaannya. Matanya bertemu dengan mata pria yang sangat ia cintai itu. Pria itu tiba-tiba saja memberikan senyuman penuh arti padanya akan tetapi Hamun tidak tahu apa maksud yang ingin Donghae sampaikan padanya.

Donghae melepaskan kedua tangan yang sejak tadi bertengger di lehernya. “Mianhe, aku tak bisa melakukan itu,” katanya dingin.

Miss Lim tersenyum padanya. “Ah, kau malu ya, Oppa, jika kita berciuman di depan banyak seperti ini?” tanya wanita itu.

Donghae tidak menjawab pertanyaan Miss Lim. Ia bahkan sudah meninggalkan wanita itu dan terus saja berjalan menjauhinya. Ia bahkan tak menoleh meskipun Miss Lim sudah memanggil namanya berulang kali. Donghae terus berjalan sampai akhirnya ia tiba di hadapan murid yang terkenal paling sering dihukum Donghae gangsa-nim karena ia sering tidur di kelasnya, Kang Hamun.

“A-annyeong, Donghae gangsa-nim,” sapa Hamun kikuk sambil membungkukan badannya. Hamun tak tahu apa mau pria itu dan ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Akhirnya, ia hanya menyapanya.

Hamun menengadahkan kepalanya agar dapat melihat wajah pria itu. Ia mendapati Donghae sudah memberikan senyum lembutnya pada Hamun. Donghae memutar kepalanya sehingga ia bisa melihat Miss Lim yang tampak kebingungan.

“Aku tak malu jika harus berciuman di depan banyak orang seperti ini,” ujar Donghae. “Hanya saja….” ucapan Donghae terputus. Ia kembali memutar arah kepalanya sehingga kini wajahnya kembali berhadapan dengan Hamun. Lalu, tiba-tiba saja hal itu terjadi.

Donghae mencium Hamun. Tepat di bibir gadis itu. Di depan banyak mahasiswa yang melihat.

Donghae melepaskan bibirnya dan mendapati Hamun menatapnya dengan mata yang membesar. Seakan ia tak percaya apa yang baru dilakukan pria itu. Sedangkan senyum Donghae makin merekah karena ia merasa sangat bahagia sekarang. “Aku hanya mau mencium gadis yang kucintai,” katanya. Semua mahasiswa yang ada disana histeris terutama para wanita. Mereka terhipnotis oleh senyum lembut Donghae yang baru pertama kali mereka lihat dan itu karena Kang Hamun.

Donghae menggandeng tangan Kang Hamun dan membawa gadis itu mendekat pada Miss Lim yang sudah memandangnya penuh kebencian. “Perkenalkan, namanya Kang Hamun. Mahasiswa semester akhir di universitas ini dan.. kekasihku,” kata Donghae mewakili Hamun.

Hamun membungkukan badannya dan menyapa wanita itu dengan ragu. “Annyeong Miss Lim, ki-kita sudah cukup sering bertemu sebelumnya,” katanya.

Donghae mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Hamun. “Kami sudah berpacaran selama 3 tahun lebih,” katanya sambil sesekali memandang Hamun dengan penuh cinta. “Aku berencana akan mengenalkannya padamu 4 bulan lagi tepat di hari kelulusannya. Tapi, terima kasih, karena kebohonganmu yang sangat menghebohkan itu, akhirnya aku bisa mengenalkan Hamun sebagai kekasihku padamu dan kepada semua mahasiswa,” lanjutnya dengan senyum kemenangan yang jelas terukir.

“O-oppa,” panggil Hamun. “Aku ada kelas 5 menit lagi,” katanya. Tuh, kan, lagi-lagi gadis itu merusak suasana.

Donghae hanya tertawa lalu mengacak rambut Hamun. “Hm, good luck sayang, jangan ketiduran. Kita bicarakan ini nanti, ya?” ujar Donghae santai seakan ia lupa kalau dirinya masih menjadi objek tontonan.

Sebelum Hamun benar-benar pergi, Hamun membisikan sesuatu pada Donghae. “Jangan mengumbar senyummu sembarangan. Para gadis lain bisa naksir padamu,”

*****

Hyejin: Gila, gila, gila!

Minah: Waeyo? Waeyo?

Hyunah: Kau pasti sudah baca ya, Hyejin?

Jihyo: Baca apaan?

Woobin: Ini http://www.seouluniversity.co.kr/140720/donghae-gangsanim-kissed-his-student-reveal-his-relationship

Kyuhyun: Donghae gangsa-nim mencium Hamun

Henry: MWO?

Eric: Sungguh?

Kyuhyun: Di depan ratusan mahasiswa

Kyuhyun: Aku juga melihatnya. HA!HA!

Hyejin: GILA! HA!HA!

Minah: Luar biasa, mereka reveal hubungan mereka dengan cara yang menghebohkan

Jihyo: Aku terharu! Dosenku yang galak itu ternyata sangat romantis. Aku menyesal tidak naksir padanya

Woobin: Aku bisa lebih romantis dari Donghae gangsa-nim

Hyunah: Chukae, ya untuk kalian berdua

Henry: Aku masih belum bisa percaya

Eric: Tolong jaga Hamun dengan baik gangsa-nim

Hyejin: Ngomong-ngomong, kenapa dua orang itu tidak muncuk-muncul?

Kyuhyun: Kurasa….

Hyejin: Hapuskan pikiran mesummu oppa!

*****

“Oppa, apa tadi kau sudah berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak? Apa kau sudah lihat artikel di website universitas ini? Apa tidak masalah jika ketahuan sekarang?” tanya Hamun bertubi-tubi karena ia sangat khawatir pada Donghae. Setelah selesai kelas, ia langsung pergi ke ruangan Donghae. Seperti biasa, Donghae sudah duduk di atas meja kerjanya dan Hamun berdiri di hadapannya.

Donghae hanya tersenyum sambil terus mengenggam kedua tangan Hamun. “Tidak apa, sayang. Tenang saja ya,” jawabnya.

“Bagaimana dengan perasaanmu? Kau baik-baik saja?” tanya Hamun lagi.

“Aku baik-baik saja. Justru aku merasa sangat senang hari ini. Aku tak lagi merasa takut atau khawatir karena aku yakin kau akan selalu bersamaku,” kata Donghae yang Hamun setujui.

Hamun mengalungkan tangannya di balik leher Donghae dan pria itu sudah memeluk pinggang Hamun. “Oppa mau apa? Sebagai hadiah karena kau sudah sangat keren tadi dan karena kita sudah tidak punya rahasia yang harus ditutup-tutupi,” tanya Hamun.

Donghae tampak berpikir namun hanya untuk beberapa saat. “I just want to be with you. Now and forever,” katanya.

Hamun tesenyum pada pria itu lalu mencium bibir Donghae singkat. “Chukae, wish granted,” kata Hamun yang disambut tawa oleh kedua insan ini. “Oppa, iPhonemu dari tadi bergetar,” kata Hamun yang mendengar suara getaran iPhone Donghae di meja kerjanya.

Donghae melepaskan pelukannya sesaat lalu mengambil iPhonenya dan memeriksanya. Begitu juga dengan Hamun, ia juga sudah memegang iPhonenya yang daritadi selalu bergetar. Tak beberapa lama, Hamun dan Donghae saling pandang dan tertawa bersama seakan mereka mengerti maksud satu sama lain tanpa perlu mereka ucapkan.

“Hamun, teman-temanmu ini berisik sekali,” kata Donghae.

“Jangan harap mereka bisa diam, oppa,”

*****

Hyejin: Hamuun, kau dimana? Kenapa belum muncul-muncul dari tadi?

Jihyo: Kau sudah lupa pada kami ya T^T

Minah: Donghae lebih berharga dari pada persahabatan kita, hm?

Hyunah: Aku ingin mendengar cerita versimu, nih. Kau dimana?

Eric: Donghae gangsa -im, ajari aku agar bisa lebih romantis sepertimu. Minah yang suruh.

Henry: Gangsa-nim, ceritakan pada kami kejadian hari ini versimu!

Woobin: Gangsa-nim, ingat, Hamun masih 20an, jangan buru-buru

Kyuhyun: Donghae gangsa-nim, berikan bonus di nilaiku karena aku sudah membantu hubungan anda dan Hamun. HA! HA!

Hyejin: Kau bantu apa oppa?

Kyuhyun: Bantu doa. HA! HA!

Donghae: Kalian berisik.

Hamun: Kalian berisik.

Donghae: Jangan ganggu kami.

Hamun: Jangan ganggu kami.

Donghae: Kami sedang ingin berdua.

Hamun: Kami sedang ingin berdua.

Jihyo: Omo, omo, apa yang kalian lakukan?!

Hamun: SECRET

Donghae: SECRET

*****

Kkeut!