Annyeong! Author kembali lagi di awal tahun 2015 ini. Btw, Selamat Tahun Baru 2015 yaaah!

Selamat membaca ya chingu, semoga suka😀

“Omo, omo, Choi Jihyo!” Woobin terkejut saat kekasihnya menarik dirinya yang baru saja sampai di depan pintu rumah Jihyo menuju kamar sang nona evil.

Jihyo tak berkata bahkan tak melihat wajah Woobin sedikit pun, ia menarik tangan namja tersebut memasuki kamarnya, lalu mengunci pintu kamarnya.

“Jihyo, ada apa sih? Katanya kita akan makan malam dengan yang lain?” Woobin menekuk tangannya di depan dadanya, sedikit bingung dengan tingkah kekasihnya.

“Kau, buka kemejamu!” Jihyo memelototi kemeja hitam yang Woobin kenakan.

“Ada apa sih? Tidak mau! Kau bukannya paling sebal kalau aku sudah bertelanjang dada di hadapanmu?” Woobin balas memelototi Jihyo.

Jihyo mendengus kesal dan melangkah mendekati Woobin. “Oppa~, kau yakin tidak mau membuka kemejamu?”

Tiba-tiba Woobin bergidik sendiri melihat Jihyo yang seketika berubah tingkahnya 180 derajat, dari mengamuk-amuk dan kini langsung menggodanya. “Jihyo-aaaaah! Jauh-jauh darikuuuu!”

“Yaaak! Kim Woobin! Kau ini menyebalkan sekali sih! Buka saja kemejamu! Cepat ganti!” Jihyo kembali ke mode murkanya.

“Ganti dengan apa sih? Ini kan makan malam New Year Eve dengan Super Girls, hyungdeul, dan Henry. Masa aku mau bertelanjang dada?” Woobin menggelengkan kepalanya, menolak ide gila Choi Jihyo.

“Kan masih ada beberapa kaos yang sering kau titipkan kan? Ambil saja di lemari, ya ya yaaaa?” kini nada bicara Jihyo memelas, tak rela kekasihnya memakai kemeja hitam ke acara makan malam nanti.

Woobin semakin menggelengkan kepalanya, menolak mentah-mentah. Dia sudah di ultimatum sang leader, Eric hyung, untuk berpakaian rapih dan formal ke acara makan malam tersebut. Jika ia datang memakai kaos, bisa-bisa hyung tertuanya mendumel semalaman dan menyuruh Woobin membayar semua tagihan makan malam.

“Aaaaa, aku tidak suka kau memakai kemeja itu, yeobo,” rengek Jihyo.

“Bukannya kau pernah bilang kalau aku sangat tampan jika memakai pakaian berwarna hitam? Kau kenapa sih, sayangku? Kan kita juga sudah setuju akan memakai pakaian berwarna senada kan? Kau juga hari ini memakai dress hitam,” Woobin mengelus kepala Jihyo. Ia paling takluk jika melihat nona evil ini merengek.

Jihyo memanyunkan bibirnya, menyodorkan smartphonennya ke arah Woobin.

“Apa ini?” Woobin memandang Jihyo, namun Jihyo terus memberi isyarat untuk mengambil smartphonenya. Akhirnya, Woobin meraih smartphonenya dan melihat sesuat yang tampil di layar.

Jihyo : AAAAAAAA

Jihyo : Aku sebal dengan Kim Woobin!

Hyejin : Ada apa sih Jihyo?

Hamun : Ada apa, unnie?

Jihyo : Dia berani-beraninya mengerjai dongsaengku tersayang!

Jihyo : Tak bisa kumaafkan!

MinAh : Hahaha, di Runningman yah, Hyonnie?

MinAh : Hyunwoo?

Jihyo : Woobin oppa keterlaluan sekali! Hyunwoo barusan mengadu padaku!

Jihyo : Lihat saja nanti apa yang akan kulakukan pada si tengik itu!

MinAh : Eh, tapi aku baru sadar satu hal, Jihyo

Jihyo : Apa unnie?

MinAh : Woobin tampan sekali dengan kemeja hitam!

MinAh : Aku tidak tahan melihatnya, hahaha

Jihyo : Unnie -_________-

HyunAh : Mian baru muncul. Woobin di Runningman yah?

HyunAh : Aku baru saja menonton episode itu. Ya ampun, mengapa tiba-tiba Woobin menjadi tampan seperti itu sih?

Hyejin : Kalian membicarakan apa sih?

MinAh : Hyejin-ah, kau harus nonton!

HyunAh : Hyejin-ah, kau harus nonton!

Hyejin : Ne, ne, arra. Sebentar.

Jihyo : Unnieeeee, kan aku sedang mengadu tingkah konyol Woobin oppa yang mengerjai Hyunwoo. Kenapa kalian jadi tiba-tiba aneh seperti ini sih?

Hamun : WOOBIN OPPPPAAAAA!

Jihyo : Magnae?

Hamun : Mianhae unnie :p

Hamun : Mianhae Donghae oppa :((

Hamun : Jihyo unnie, Woobin oppa tampan sekali dengan kemeja hitam! Aku tidak kuat

Jihyo : Duh, kalian semua kenapa jadi aneh begini siiih?

MinAh : Badannya Woobin ituuuu…

MinAh : Aku baru sadar bahu Woobin sangat lebar, tapi kakinya panjang dan kecil

HyunAh : Seperti muncul dari komik, iya kan MinAh?

MinAh : Betul sekali❤

Jihyo : Unniedeul -________________-

Hyejin : Aku baru saja menonton!

Jihyo : Serius? Cepat sekali menontonnya unnie

Hyejin : Aku langsung melihat bagian Woobin yang memakai kemeja hitam saja sesuai topik kita, hahaha

Hyejin : Oh My God! Woobin sama aku saja sini❤

MinAh : Rahangnya Woobin kotak, aaaaaaakh cute!

Jihyo : Duh, aku merinding sendiri membacanya

Jihyo : Unnie, ini tidak lucu ah!

“Hahahaha, serius ini?” Woobin tertawa geli melihat percakapan Super Girls di grup chat. Jihyo mengangguk lemah.

“Aku tidak mau kau menampakkan diri di depan para member dengan kemaja hitam! Tidak mau, tidak mau!” rengek Jihyo semakin menjadi-jadi hingga Woobin harus membekap mulutnya dengan tangan.

“Choi Jihyo,” Woobin memandangi kekasihnya sambil menahan tawa. “Kau tau kan, aku dengan MinAh noona, HyunAh, Hyejin, dan Hamun sudah sangat dekat? Jangan setakut itu. Mereka cuma bercanda!”

“Iiih,” Jihyo melepaskan bekapan tangan Woobin dari mulutnya. “Bukan begitu, oppa. Tapi tetap saja kau saat ini memakai kemeja hitam dan pasti mereka semua akan kembali ribut membicarakanmu! Duh, aku merinding mendengarnya. Itu seperti bukan mereka dalam keadaan normal, hiiiii.”

“Hahaha, yasudah. Bukannya bagus kalau pembicaraan yeojadeul mengarah kepadaku? Tentu saja nanti Eric hyung, Donghae hyung, Kyuhyun hyung, dan Henry akan kesal setengah mati mendengarnya!” Woobin mengecup bibir Jihyo, meminta persetujuan.

“Betul juga sih, kita bisa mengerjai mereka, hahaha. Yasudah, tidak apa-apa kau pakai kemeja hitam ini! Tapi malam ini saja yah?” Jihyo menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan Woobin, yang langsung disambut namja itu dengan jari kelingkingnya.

“Aku janji, nona evil,” Woobin menyeringai. “Pulang dari makan malam, akan aku buka kemejaku di hadapanmu, okay?”

“Okay, my baby,” Jihyo memeluk tubuh Woobin dengan mesra. Sebelum Woobin sempat membalas pelukannya, Woobin baru sadar Jihyo telah melepaskan pelukannya dan meninju lengannya. “Coba saja kalau kau berani membuka kemejamu di hadapanku, kau paling akan dipukul Siwon oppa!”

“Choi Jihyo! Kau sedang apa di kamar? Mengapa kamarmu dikunci hah? Itu suara Woobin?” terdengar suara Siwon di depan pintu kamar Jihyo.

Kkeut!