Annyeonghaseyo, chingudeul. Hope you enjoy this fanfiction, ya. Thank you for reading🙂

*****

Sejak 20 menit yang lalu, Donghae tidak melepaskan pandangannya dari iPhone miliknya. Donghae melihat Home Instagramnya yang menunjukan banyak foto teman-temannya bersama Hamun. Foto selfie Minho Shinee dengan Hamun, selfie Sehun dengan Hamun, selfie Taemin dengan Hamun, selfie Dongwan Shinhwa dengan Hamun, selfie Siwon dengan Hamun, dan masih banyak lagi. Semuanya mengucapkan selamat pada Hamun atas debut pertamanya di drama musikal.

Donghae senang dengan kesuksesan yang Hamun raih namun ia tak bisa tenang melihat banyak pria mengerubunginya. Donghae merasa tak berdaya karena ia sedang berada di Shanghai untuk promosi film terbarunya.

Donghae merefresh home instagramnya. Hamun baru saja mengupload foto selfie dirinya dengan Park Chanyeol, member EXO, salah satu idol favorit Hamun. Captionnya: “Thanks for coming. Aku suka bunganya, terima kasih!”

Tak lama setelah itu, muncul foto baru di Home Instagram Donghae. Kali ini, Chanyeol yang mengupload foto selfie dirinya dan Hamun tapi pose foto ini berbeda dengan foto yang Hamun upload. Chanyeol menuliskan caption seperti ini: “Nice voice, nice acting. I love everything you do! Congratulation Hamun!”

Donghae segera mematikan smartphonenya. Ia memijat pelipisnya karena kepalanya terasa sakit akibat cemburu. “Donghae, kau tak boleh terlalu cemburu. Hamun hanya mengidolakan Chanyeol. Itu saja,” gumamnya dalam hati.

*****

Donghae yang sudah tiga hari tidak bertemu Hamun, langsung meluncur ke dorm SG begitu ia tiba di Korea. Tak peduli pada waktu yang sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Tak beberapa lama menunggu, pintu dorm itu terbuka.

“Hai, Hamun sayang,” sapa Donghae pada orang yang membukakan pintu itu.

Hamun yang terkejut karena kehadiran pria itu, mengekpresikan rasa rindunya dengan memeluk Donghae erat. Ia bahkan lupa kalau mereka masih berada di koridor apartemen itu. “Oppa,” panggil Hamun yang malah mengeratkan pelukannya.

Donghae tersenyum mendengar suara Hamun. Ia tahu Hamun tidak berniat melepaskannya. Ia mengangkat kaki Hamun ke pinggangnya dan Donghae menggendong Hamun sampai mereka masuk ke kamar gadis itu.

“Sudah puas memelukku, sayang?” tanya Donghae. Hamun menggeleng meskipun Donghae tidak dapat melihatnya.

“Onnideulmu menginap di tempat kekasihnya masing-masing?” tanyanya yang Hamun jawab dengan anggukan. “Kalau begitu, tidurlah, sayang. Aku akan menemanimu malam ini,” ujar Donghae yang membuat Hamun sangat senang. Hamun segera melepaskan pelukannya, turun dari gendongan Donghae, dan naik ke tempat tidurnya.

Donghae hanya tertawa kecil melihat tingkah Hamun itu. Ia menyusul langkah Hamun dan berbaring di sebelah Hamun. Kini, mereka saling berhadapan. Mata mereka bertemu dan mereka saling bertatapan. “Oppa, nomu bogoshipo,” kata Hamun sambil mengelus pipi Donghae.

Pria itu menggenggam tangan yang mengelus pipinya. “Apalagi aku. Makanya aku langsung kesini,” katanya.

“Oppa, kau sudah lihat drama musicalku?” tanya Hamun.

“Tentu saja. Aku langsung cari di Youtube begitu promosi filmku selesai. Aktingmu sangat bagus, sayang,” puji Donghae.

“Andaikan saat itu oppa datang. Aku pasti bisa menampilkan yang lebih baik,” ujar Hamun.

Donghae tertawa sambil mengelus kepala Hamun. “Bukankah sudah ada Chanyeol yang menyemangatimu dan memberikanmu bunga?” tanya Donghae setenang mungkin.

“Oppa cemburu?” tanya Hamun dengan wajah sedih. “Oppa tahu kan, kalau aku hanya mengidolakannya?”

Melihat tampang Hamun itu membuat Donghae tidak jadi mengatakan isi hatinya. Ia sangat cemburu tapi ia akan berusaha menahan perasaan itu. Donghae tersenyum pada Hamun. “Aku percaya padamu, Hamun. Aku tidak cemburu. Tenang saja, ya,” katanya.

Hamun terdiam sesaat. Diwajahnya tersirat keraguan. “Kenapa Hamunie?” tanya Donghae.

“Chanyeol oppa mengajakku dinner besok. Katanya ini makan malam sebagai teman. Tidak ada maksud apa-apa,” ujar Hamun.

“Lalu?” tanya Donghae yang sebenarnya mulai khawatir. Dalam hati ia sudah mengumpat mengutuki hoobaenya itu. Apa Chanyeol tak tahu kalau Hamun sudah punya pacar? Tidak mungkin. Semua orang di SMent tahu kalau Hamun adalah pacarnya Donghae.

“Aku akan pergi kalau kau mengijinkan oppa. Bagaimana pun kau kekasihku. Aku mau menjaga perasaanmu,” kata Hamun tulus.

Mendengar itu, hati Donghae menjadi terenyuh. Ia senang karena Hamun sangat memikirkan perasaannya. Donghae merasa sekarang adalah gilirannya. Ia akan memahami perasaan Hamun.

“Tak apa. Kau boleh pergi dengannya. Aku percaya padamu,” kata Donghae yang membuat wajah Hamun kembali sumringah. Hamun yang sangat senang segera memeluk pinggang Donghae dengan erat. “Terima kasih, oppa,”

*****

Donghae benar-benar menyesali keputusannya kemarin. Berkat hal itu, ia sama sekali tak bertenaga di malam hari ini. Malam harinya menjadi semakin buruk saat ia melihat Chanyeol baru saja mengupload video Hamun yang sedang makan dan tersipu malu pada kamera Chanyeol. Captionnya: Have a nice dinner with her. Special girl in special night.

“Hyung, waeyo?” tanya Kyuhyun yang baru saja tiba di dorm. Ia khawatir karena hyung kesayangannya ini tampak seperti mayat hidup.

Donghae hendak bercerita namun tiba-tiba air matanya sudah mengalir. “Aku cemburu pada Chanyeol. Ia mengajak Hamun pergi dinner,” cerita Donghae. Ia mengusap air mata yang mengalir dipipinya.

“Katakan saja pada Hamun kalau kau cemburu hyung,” saran Kyuhyun.

Donghae menggeleng sambil mengusap air matanya lagi. “Aku tidak bisa. Hamun sangat senang bisa keluar dengan idolanya. Aku tak tega membuatnya sedih,” jawab Donghae.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia tak tahan melihat tampang menyedihkan dari Hyungnya ini namun ia tak bisa melakukan apapun selain menemani Donghae di malam itu. Mungkin dengan mengajak Donghae main game, perasaan pria itu bisa lebih baik.

*****

Sehari saja tak bertemu Hamun, hidup Donghae terasa hambar. Bagaimana kalau sudah seminggu tidak bertemu? Ditambah dengan seringnya ia melihat foto selfie Hamun dan Chanyeol yang di upload oleh Chanyeol sendiri. Donghae sangat cemburu namun ia tak bisa melampiaskan amarahnya pada Hamun.

“Oppa!” seru Hamun riang saat melihat wajah kekasihnya dari kejauhan di acara ulang tahun SMent. Hamun langsung berlari kearah Donghae dan memeluk erat pria itu.

Donghae yang sudah sangat rindu pada Hamun hendak memeluk gadis itu. Namun tangannya terhenti di udara saat melihat Park Chanyeol datang menghampiri Donghae dan Hamun.

“Annyeonghaseyo, Donghae sunbae,” sapa Chanyeol.

Donghae melepaskan tangan Hamun yang bertengger ditubuhnya lalu menjauhkan tubuh gadis itu darinya. Donghae tersenyum pada Hamun, akan tetapi Hamun tahu itu bukan senyum Donghae yang tulus. Justru tampak menyedihkan. Setelah itu, Donghae pergi meninggalkan Hamun dan Chanyeol.

*****

Hamun khawatir pada Donghae. Meskipun Chanyeol berulang kali mengatakan pada Hamun kalau Donghae akan baik-baik saja, Hamun tak bisa tinggal diam. Ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke arah bar. Hamun melihat Donghae sedang duduk disekitar meja bar. Ia segera menghampirinya dan menghentikan tangan Donghae yang hendak memasukan minuman beralkohol ke dalam tubuhnya.

“Oppa, jangan minum lagi. Kau tidak bisa minum banyak-banyak,” kata Hamun mengingatkan pria itu.

Donghae memandang Hamun lekat. “Aku… tidak akan… mabuk, Kang Hamun,” jawabnya dengan suara terseret-seret.

Hamun tersenyum pada pria itu. “Kau sudah mabuk, oppa,” katanya sembari mengambil posisi duduk di samping Donghae.

Dahi Donghae mengkerut. Kini ia menatap Hamun dengan kesal. “Jangan pura-pura peduli padaku!” seru Donghae yang membuat Hamun kaget. Untung saja semua kru, karyawan, dan teman-teman mereka sedang berada di aula hotel untuk menikmati acara, sehingga tidak ada yang melihat kondisi Donghae.

“Tentu saja aku peduli padamu. Aku sayang padamu, oppa,” jawab Hamun lembut sambil menggenggam tangan pria itu.

Donghae menatap tangan Hamun selama beberapa saat. “Kau sayang.. padaku?” tanyanya sambil menatap lekat Hamun. “Kau.. lebih sayang.. padaku daripada.. Chanyeol?”

Hamun menatap pria itu bingung. Tak beberapa lama kemudian, ia tersenyum seakan tahu apa yang membuat Donghae mabuk dan uring-uringan seperti ini. “Oppa, kau cemburu?” tebak Hamun.

Donghae menundukan kepalanya. Ia mengusap air mata yang sempat mengalir di wajahnya. “Ne, aku cemburu,” jawabnya lirih.

Hamun ikut sedih melihat Donghae yang tampak tak berdaya seperti itu. Hamun juga merasa bersalah karena ia tidak peka pada perasaan Donghae dan secara tidak sadar ia sudah melukai pria itu. Hamun menengadahkan wajah Donghae agar bisa menatapnya. “Oppa, kalau memang kau cemburu, kenapa tidak bilang dari awal, hm?” tanya Hamun.

Donghae mengelus kepala Hamun dengan lembut. Air mata Donghae kembali mengalir namun ia menyunggingkan senyum lirih di wajahnya. “Karena kau tampak bahagia Hamun. Aku tidak tega menghilangkan senyum itu darimu.”

Hati Hamun terenyum mendengar jawaban pria itu. Lagi-lagi pria itu berhasil membuat Hamun makin mencintainya. Ia terharu mengetahui kenyataan kalau Donghae sangat mementingkan kebahagiaan Hamun daripada perasaan Donghae sendiri. “Terima kasih, oppa,” jawab Hamun dengan senyum tulusnya.

“Sebagai permintaan maafku, oppa boleh minta 3 hal dariku. Apapun,” kata Hamun.

“Jangan terlalu sering bertemu dengan Chanyeol lagi,” ujar Donghae. Hamun tersenyum lalu mengangguk.

“Jangan terlalu dekat saat selfie dengan pria lain. Siapa pun. Meskipun mereka adalah Kyuhyun, Woobin, Henry, atau Eric hyung,” kata Donghae dengan tegas sehingga membuat Hamun tertawa lalu mengangguk.

“Aku sangat rindu padamu, Hamun,” ujar pria itu lirih sambil membelai wajah Hamun.

“Aku juga,” jawab Hamun dengan senyumnya.

“Permintaan terakhirku, aku.. mau kau.. menemaniku di apartemen.. malam.. ini,” kata Donghae dan tepat diujung kalimatnya, ia terjatuh. Untung Hamun ada di sampingnya sehingga bisa menahan Donghae. Hamun hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.

“Kali ini, biarkan aku yang menjagamu ya, oppa,” gumamnya di telinga pria itu.

*****

Donghae membuka matanya saat sinar matahari mulai menembus kamarnya. Setelah ia benar-benar sadar, perhatiannya langsung tertuju pada gadis yang masih tidur di sebelahnya. Ia ingat apa yang terjadi kemarin saat ia mabuk. Donghae ingat kalau dirinya sudah jujur pada Hamun mengenai perasaannya.

“Pagi, Hamun,” sapa Donghae saat melihat mata Hamun yang mulai mengerjap.

Hamun yang masih setengah sadar, memberikan senyumnya untuk Donghae. “Oppa, mianhe, aku pinjam piyamamu. Aku tidak bisa tidur dengan dress yang kupakai kemarin,” ujar Hamun.

Donghae kembali tersenyum pada Hamun. “Kenapa kau tidak sekalian mengganti bajuku, Hamun. Badanku bau alcohol,” kata Donghae sambil tersenyum usil pada Hamun.

“Aku harus menjaga kesucian mataku, oppa,” balas Hamun yang membuat Donghae tertawa terbahak-bahak. “Padahal suatu hari kau juga pasti akan melihatnya,” candanya.

Donghae tiba-tiba teringat sesuatu. “Hamun, kau serius dengan ucapanmu semalam?” tanya Donghae.

“Yang mana, oppa?” tanya Hamun bingung. Ia mengatakan banyak hal semalam.

“Tentang kau tidak akan sering-sering bertemu dengan Chanyeol? Apa tidak masalah? Kau mengidolakannya, kan?” tanya Donghae yang sebenarnya merasa khawatir dan merasa bersalah.

Hamun kedua sisi pipi Donghae dan menatap lekat mata pria itu. Ia terdiam sesaat lalu tersenyum pada pria itu. “Nomu saranghaeyo, oppa,” ucapnya lalu mencium lembut bibir Donghae.

Donghae terkesiap dengan tingkah Hamun itu. “Aku tidak masalah jika tidak bertemu dengan Chanyeol oppa, tapi aku akan sangat sedih kalau, sekali lagi, oppa membohongi perasaanmu sendiri demi aku,” kata Hamun dengan tegas.

Donghae tersenyum pada Hamun. “Aku janji, aku tak akan melakukan hal itu lagi. Aku akan selalu jujur padamu tentang perasaanku,” kata Donghae.

“Tapi awas kalau suatu hari oppa bilang kau sudah tidak cinta padaku. Aku tak akan membiarkan oppa hidup tenang,” kata Hamun mengancam Donghae.

Donghae tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman itu. “Hidupku tidak akan bisa tenang kalau aku tidak melihatmu disisiku. Aku tidak yakin ada orang yang bisa menjagamu sepertiku,” katanya sambil menyeringai.

“Mianhe, oppa. Sepertinya aku akan merepotkanmu seumur hidupku,” ujar Hamun tanpa rasa bersalah.

Donghae memeluk Hamun dan memutar tubuhnya sehingga kini ia berada di atas Hamun. “Tak masalah. Tapi sebagai gantinya, temani aku seharian ini ya sayang,” ujarnya lalu ia mencium Hamun lembut dan lama sampai nafas Hamun nyaris habis.

“Yaa, oppa. Kemarin kau sangat manis seperti anak kecil, tapi kenapa kau sekarang sangat agresif, sih?” tanya Hamun setengah kesal karena pria itu membuatnya sesak nafas.

“Kyuhyun yang mengajariku,” katanya lalu kembali mencium Hamun.

*****

Chanyeol membuka Instagramnya. Tiba-tiba, senyum lirih terpatri di wajahnya. Ia melihat foto yang baru saja Donghae upload. Objek foto itu adalah Hamun, gadis yang akhir-akhir ini mengisi hatinya. Di foto itu tampak Hamun yang sedang tertidur pulas. Captionnya: “This morning I found a sleeping beauty in my bed. Should I kiss her to wake her up?”

Banyak netizen yang memberikan komentar kalau Donghae harus mencium Hamun agar gadis itu terbangun. Chanyeol baru tahu kalau ternyata couple ini sangat disukai oleh orang-orang di Korea. Chanyeol menghela nafas panjang sebagai tanda kalau ia akan menyerah. Ia akhirnya sadar kalau Donghae dan Hamun tidak dapat dipisahkan.