“Selamat pagi. Tidurmu nyenyak?” sapa Kyuhyun dengan ramah diiringi senyumannya yang lembut kepada wanita tercintanya yang baru saja bangun.

Seolah seperti kutub utara sebuah magnet yang bertemu dengan kutub selatan magnet lain, Hyejin berjalan mendekati Kyuhyun tanpa salah arah meski dirinya baru setengah tersadar. “Kapan kau datang?” Tanya Hyejin tentu saja setelah memberikan sebuah ciuman kepada pria yang sudah 2 hari tidak ditemuinya.

Kyuhyun masih tersenyum lembut membuat Hyejin merasa paginya kali ini lebih indah dibandingkan 2 pagi sebelumnya. “Baru saja. Aku bawakan bubur kesukaanmu. Ayo sarapan,” kata Kyuhyun sambil menggandeng Hyejin ke ruang makan kamar hotel gadisnya.

Kyuhyun pun mendudukkan Hyejin di salah satu kursi. “Kau tahu darimana aku menginap di sini?” Tanya Hyejin sambil meminum susu yang baru saja disajikan oleh Kyuhyun.

“Sehun,” jawab Kyuhyun singkat.

“Sehun! Mana dia?” Seru Hyejin panik, teringat hoobae-nya yang rela menemaninya jauh-jauh ke Jepang karena Kyuhyun tidak bisa menemaninya selama hari Natal.

“Dia sudah pulang. EXO ada jadwal di KBS. Memangnya kau pikir dia akan terus bersamamu?”

“Aku pikir begitu.”

Kyuhyun mengetuk pelan kening Hyejin, dengan penuh kasih sayang. “Jangan pernah berpikir untuk menghabiskan waktu dengan pria selain aku. Dasar.”

Hyejin hanya menyeringai geli. Kyuhyun lalu menghidangkan semangkuk bubur kesukaan Hyejin dan memeluk gadis itu dan memberikan kecupan mesra di pipi. “Kau makin kurus. Aku yakin selama 2 hari ini makanmu tidak terurus. Ayo makan,” kata Kyuhyun.

“Aku sedang diet.”

“Tidak ada diet-dietan. Ayo makan,” paksa Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatap Hyejin. “Waee?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Bagaimana bisa aku makan kalau kau terus menempel padaku? Humm?”

Kyuhyun menyengir geli dan melepaskan lingkaran tangannya pada leher Hyejin lalu duduk di kursi di sebelah Hyejin. “Apa aku boleh mendapatkan maafmu karena aku tidak bisa menemanimu selama Natal?”

Hyejin menelan suapan bubur pertamanya sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun, “Boleh saja asal hari ini kau bersamaku.”

“Hari ini aku milikmu. Seluruhnya.”

Hyejin tertawa lalu menelan suapan buburnya yang kesekian. “Bagaimana proyek solomu? Lancar?” Tanyanya.

“Lancar. Terima kasih selalu mendukungku.”

“Syukurlah. Aku berdoa terus setiap malam supaya proyekmu ini berhasil. Aku sampai tidak berani meneleponmu saking takutnya mengganggu,” kata Hyejin kemudian membuat Kyuhyun tertawa.

“Memang lebih baik kau tidak menelepon. Kalau aku sampai mendengar suaramu, aku pasti sudah ingin cepat-cepat pulang dan bertemu denganmu padahal proses rekamanku masih panjang. Langkahmu sudah tepat. Pintar!” Ujar Kyuhyun.

“Terima kasih. Tapi asal kau tahu, aku nyaris gila karena 3 hari tidak berkomunikasi denganmu.”

“Asal kau tahu, aku juga merasakan hal yang sama.”

Hyejin mau tidak mau tersipu malu mendengar pernyataan kekasihnya. Mengingat kenyataan mereka telah bertahun-tahun pacaran dan masih merasakan kegilaan tersendiri kalau tidak saling melempar kata-kata mesra meski hanya sehari.

“Kau tidak makan?” Tanya Hyejin melihat tidak ada satupun makanan yang Kyuhyun sentuh.

“Aku sudah makan di pesawat. Jangan khawatir,” jawab Kyuhyun.

“Kau meeting jam berapa hari ini? Semua sudah siap?” Tanya Hyejin sambil dengan tangan yang terulur untuk menyisir rambut berantakan Kyuhyun. Kebiasaan.

“Aku tidak ada meeting hari ini. Aku sepenuhnya milikmu. Kau ingat?”

Hyejin tersenyum lembut dan mencium Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Tangannya bergerak lincah di atas rambut Kyuhyun. Kebiasaan. “Jangan berbohong padaku. Aku tahu kau ke Jepang karena ada proyek. Jangan hanya karena aku, semua perjuanganmu selama ini jadi sia-sia. Jam berapa meetingmu?”

Kyuhyun merasa agak tidak enak tapi ia tidak bisa melawan setiap perkataan Hyejin. Kalaupun ia bersikeras untuk tetap berada bersama Hyejin, Hyejin akan bersikeras mendorongnya mengurus proyeknya. “Jam 9 tapi aku sudah minta izin agar manajerku saja yang rapat,” kata Kyuhyun mencoba untuk memberikan alasan agar tetap berada bersama Hyejin.

Hyejin melihat jam tangannya dan nyaris menjerit saat melihat bahwa waktu seakan bergerak sangat cepat. “Ya Tuhan! Sekarang sudah jam 8! Kau harusnya sudah siap-siap!” Seru Hyejin lalu buru-buru menarik Kyuhyun dari kursi makannya dan mendorong pria itu ke dalam kamar mandi.

“Tapi aku ingin bersamamu!”

“Kau boleh bersamaku setelah meetingmu selesai!!”

Dengan patuh, Kyuhyun masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya sedangkan Hyejin menyiapkan pakaian Kyuhyun.

“Aku sudah menyiapkan pakaianmu. Setelan sweater biru muda dan kemeja putih gading. Kau suka?” Tanya Hyejin saat Kyuhyun muncul kembali di hadapannya.

“Apa saja,” sahut Kyuhyun lalu menyapu lembut bibir Hyejin untuk kedua kalinya di pagi hari ini. “Aku menyukai apapun yang kau berikan.” Kyuhyun mencium Hyejin untuk ketiga kalinya.

Hyejin tersenyum dengan wajah malu-malu. “Segera pakai bajumu! Kau akan terlambat kalau hanya menciumku. Semakin lama kau mengulur waktu, semakin lama kau akan bersamaku.”

“Sebenarnya kau menginginkan aku atau tidak sih?”

“Saat ini tidak,” kata Hyejin dengan tegas membuat kembali merengkuh bibir Hyejin ketika ia mencoba untuk memakaikan kemeja ke tubuh Kyuhyun.

“Aku janji akan segera menemuimu begitu meetingku selesai. Kau harus menungguku. Arra?”

“Arra,” jawab Hyejin yang kini tengah berjuang memakaikan sweater Kyuhyun di tengah ciuman pria itu yang semakin menggila.

“Sekarang kau harus pergi! Atau kau akan terlambat!” Kata Hyejin yang berhasil melepaskan dirinya dari cengkaram Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lebar melihat beberapa kissmark tipis di leher Hyejin. “Aku mencintaimu,” bisik Kyuhyun.

Hyejin mendorong Kyuhyun keluar dari kamarnya. “Aku tahu kau akan tetap berada di kamar ini kalau aku mengatakan hal yang sama. Pergi sana! Sampai jumpa,” ujar Hyejin dengan sebuah kecupan mesra di pipi Kyuhyun lalu menutup pintu kamar hotelnya.

Aku mencintaimu.
PS : Jangan berpikir untuk kembali sebelum meetingmu selesai.

Kkeut!