Sambil mendengarkan presentasi laporan para manajernya, Kyuhyun membuka website yang selalu menguntitnya kemanapun ia pergi. Website yang begitu ia benci namun selalu ia buka untuk melihat update kegiatan para konglomerat di negaranya, pesaing-pesaing utama bisnisnya. http://www.TopClassSocialite.com

“Jadi keuntungan lini casual outfit bulan ini….”

Kyuhyun tetap fokus mendengarkan presentasi dari manajer keuangan, mencernanya dengan mudah ke dalam otaknya, meskipun matanya sedang terpaku ke sebuah artikel dimana ada nama istrinya di dalam artikel itu.

Top 5 Hottest CEO’s Woman of the Year

5. Park MinAh

Kyuhyun membaca sekilas tulisan mengenai istri dari CEO Shinhwa Enterprises, perusahaan IT terbesar di Korea bahkan nomor 4 dunia. Sempat mengenyam pendidikan yang sama sewaktu di Paris, membuat Kyuhyun kenal dekat dengan istri dari CEO Eric Mun ini.

Kyuhyun melanjutkan bacaannya dengan tidak sabar. Jari telunjuknya terus menggeser layar iPad-nya dengan cepat, melewati beberapa nama sampai ia menemukan nama istrinya.

4. Kang Hamun

3. Choi Jihyo

2. Song Hyejin

Kyuhyun berhenti begitu mendapatkan nama wanita yang saat ini mungkin sedang bersantai di pinggir kolam renang rumahnya, menikmati sinar matahari yang cerah, berharap agar kulitnya bisa sedikit lebih gelap agar terlihat lebih seksi.

Kyuhyun membaca pembahasan tentang istrinya dengan seksama.

Song Hyejin. Istri dari seorang CEO perusahaan terbesar dalam industri fashion Korea, Song-Cho Corporation. Terkenal dengan sifatnya yang selalu terbuka dan ramah, membuat TCS begitu mudah berhubungan dengannya. Well, akhir-akhir ini Song Hyejin-ssi memang agak susah dihubungi karena ia terlalu sibuk : bisnis, 3 orang anak, dan jadwal fashion show-nya yang sangat padat. But, we still love this women to the moon and back.

“Sajangnim…”

Kyuhyun mengalihkan sejenak perhatiannya ketika salah satu manajer pengembangan bisnisnya memanggil. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku rasa sudah waktunya kita membuka cabang di negara-negara di Asia Tenggara. Animo mereka terhadap produk-produk Korea sangat tinggi jadi kami kalkulasi tidak ada ruginya untuk investasi di sana. Lagipula, biaya investasi seperti di Thailand, Malaysia dan Indonesia jauh lebih murah daripada di Korea atau Jepang. Kita juga bisa mengambil spread profit yang lebih tinggi dengan menjual produk kita di sana,” ujar si manajer pengembangan bisnis Song-Cho Corporation.

Kyuhyun meminta manajer pengembangan bisnisnya untuk menjabarkan perhitungan atau proyeksi cash flow Song-Cho Corporation jika membuka toko di 3 negara asia tenggara tersebut. Dengan teliti, Kyuhyun mempelajari kalkulasi bagian pengembangan bisnis, menghitung dalam otaknya dan memutuskan untuk membuka tokonya di empat negara.

“Tambah satu negara, Filipina. Produksi tetap di Cina. Akan terlalu mahal kalau kita buka pabrik di sana. Cukup toko saja di beberapa mall besar di empat negara tersebut. Jangan lupa biaya-biaya izin pembukaan toko di sana. Kalau bisa, besok siang revisi hitungannya sudah bisa dipresentasikan,” kata Kyuhyun dengan tegas.

“Ne, sajangnim,” sahut manajer pengembangan bisnis Kyuhyun dengan patuh yang segera bergerak mencari data bersama 10 anak buahnya.

Manajer pengembangan bisnis berganti dengan manajer produksi. Kyuhyun kembali pada multi kegiatannya, mendengarkan presentasi sambil melanjutkan bacaannya mengenai Hyejin.

Sebelum menulis artikel ini, TCS sempat mengobrol beberapa menit dengan wanita ini di sela-sela kesibukannya. Song Hyejin-ssi menceritakan tentang kehidupannya yang sangat nyaman saat ini. Suami yang sangat mencintainya, anak-anak yang lucu, bisnis yang berkembang pesat, dan kekayaan yang tidak ada habisnya. Siapa yang tidak ingin bernasib sama seperti Song Hyejin?

TCS mengenal Song Hyejin-ssi sejak wanita ini pulang dari Swiss untuk melanjutkan usaha Song Corporation namun menjadi pusat perhatian ketika perusahaan Song dan Cho merger. Kisah cinta yang begitu dramatis antara kedua insan penerus raksasa pada industri fashion Korea itu membuat TCS ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kisah Song Hyejin dan Cho Kyuhyun saat itu. Beruntung, Song Hyejin-ssi termasuk sosialita yang mendukung keberadaan TCS. Ia tidak pernah marah jika kami bertanya padanya. Karena itu, kami begitu mencintai wanita satu ini.

Kyuhyun tersenyum geli, dalam hati, membaca tulisan yang menurutnya memuji Hyejin dengan agak berlebihan namun tidak ada yang salah dari pemberitaan tersebut. Salah satu keberuntungan bagi Kyuhyun bisa menikah dengan wanita paling memikat selama 3 tahun berturut-turut versi majalah Cosmopolitan Korea.

Kemampuan multi tasking Kyuhyun memang tidak ada tandingannya. Ketika telinganya fokus mendengar perkembangan bisnisnya, matanya fokus melihat pemberitaan mengenai wanita paling berpengaruh dalam hidupnya dan tangannya sibuk bergerilya menjawab pesan-pesan di smartphone-nya.

Ok, aku akan datang.

Hold saja sampai jatuh tempo.

Yess, execute immediately.

Tolong disiapkan kontrak dengan WB company. Aku akan bertemu dengan Woo Bin siang ini.

Kyuhyun menjawab semua pesan yang masuk ke dalam smartphone-nya namun tidak ada satupun pesan yang berasal dari istrinya padahal sudah 3 jam mereka berpisah, membuat Kyuhyun gemas. Harus ia dulu yang mengirimkan pesan.

Kau sedang apa? Kenapa tidak menghubungiku? Kau sudah 3 jam tidak bertemu denganku. Apa kau tidak merindukanku?

Aku sibuk mengurus 3 bocah yang entah kenapa hanya mengambil sifatmu yang tidak bisa diam. Sekarang aku baru punya waktu untuk bersantai. Apa aku harus selalu merindukanmu?

Yaak!!

Wae?! Nanti siang juga kita bertemu. Tenang saja.

Ya ya ya. Aku sedang membaca artikel tentang dirimu di website TCS. The hottest CEOs’ Woman no.2. Chukkae!! Apa kau sudah membacanya?

Belum. Siapa yang nomor 1?

Tidak terpikir sebelumnya bagi Kyuhyun untuk melanjutkan bacaannya sampai melihat nama wanita yang dinobatkan menjadi the hottest CEOs’ woman no. 1. Karena pertanyaan Hyejin, Kyuhyun menggeser layar iPad-nya untuk menemukan nama wanita itu.

1. Jung HyunAh

Kyuhyun tidak membaca satupun kata tentang HyunAh. Ia tahu siapa Jung HyunAh, pemilik agency terbesar di industri entertainment korea. Suaminya, Henry Lau, pria kewarganegaraan Chinese-Canadian yang berprofesi sebagai violis terkenal sekaligus CEO dari Jung Entertainment.

Jung Entertainment sendiri sebenarnya adalah perusahaan milik ayah HyunAh yang diwariskan kepada HyunAh namun diberikan HyunAh kepada Henry karena HyunAh lebih ingin mengikuti kata passionnya yang tertarik pada dunia pertambangan dan perminyakan.

Nomor 1-nya Jung HyunAh. Kau sedang apa? Sudah siap-siap ke kantor?

Kyuhyun mengirimkan pesan kepada Hyejin yang dibalas Hyejin tidak lama kemudian.

Baru selesai berenang. Aku mau mandi dulu baru ke kantor. Kau, rapatlah dengan benar!!

Darimana kau tahu aku sedang rapat?

Kau pikir aku tidak punya mata-mata di sana?

Mata Kyuhyun menyusuri ruangan rapatnya dan mendapati seorang wanita yang sedang menatapnya dengan tajam.

Cho Hyemi. Iya kan?

Aku tidak akan memberitahumu. Rapat yang benar sana!!! Dasar bandel. Aku mau mandi dulu. Sampai jumpa nanti.

Yaaaa!!! Beritahu aku siapa orangnya.

Semenit, dua menit berlalu dan tidak ada balasan dari Hyejin. Kyuhyun hanya bisa pasrah karena sudah tabiat wanita itu jika sudah tidak mau membalas pesan maka artinya ia tidak akan menanggapi meskipun Kyuhyun mengganggunya dengan puluhan pesan.

Beritahu aku begitu kau sampai di kantor. Kau tidak boleh menemui siapapun sebelum bertemu denganku. Saranghae!

Kyuhyun menyingkirkan smartphone dan iPad-nya, memfokuskan seluruh inderanya kepada layar besar yang menampilkan realisasi dan rencana produksi bulan depan.

“Terkait dengan rencana ekspansi bisnis kita, bukankah kita harus memiliki mesin baru? Kapasitas mesin kita sudah hampir full. Kita butuh minimal dua mesin baru. Coba hubungi Shinhwa Enterprises. Kemarin dia menawarkan aku untuk uji coba mesin baru mereka selama setahun dengan gratis. Kalau cocok, kita boleh membelinya. Coba satu mesin saja. Satu mesin lagi kita ambil dari Taiwan. Hubungi Grace Kim untuk pembiayaannya. Sudah jelas?”

“Jelas, sajangnim,” kata manajer produksi.

Kyuhyun melanjutkan rapat dengan presentasi-presentasi bagian lain yang masih panjang sampai menghabiskan waktu lewat dari jam makan siang.

“Maaf karena rapatnya lewat dari jam makan siang tapi Lee Bona-ssi sudah menyiapkan makan siang yang enak untuk kita semua di ruang sebelah. Silahkan dinikmati. Terima kasih,” kata Kyuhyun menutup rapatnya namun tidak mengikuti acara makan siang dengan anak buahnya.

Kyuhyun memilih kembali ke ruangannya karena sekretarisnya sudah memberitahukan, “Nyonya Hyejin sudah datang, sajangnim. Beliau menunggu di ruangan.”

Dengan terburu-buru tanpa mengurangi kewibawaannya, Kyuhyun berjalan menuju ruangannya yang terpaut jarak hanya 5 meter dari ruang rapatnya. Ketika ia sudah masuk ke dalam ruangannya, kewibawaan Kyuhyun seakan runtuh ketika bertemu dengan istrinya. Sikap dingin dan tegasnya ketika rapat sirna tergantikan oleh sikap hangat dan ingin dimanja.

Tanpa basa-basi, Kyuhyun langsung memeluk erat istrinya. “Aku merindukanmu. Kenapa baru datang?”

“Aku sudah datang dari tadi. Kau yang baru selesai rapat.”

“Kenapa tidak memberitahuku? Aku bilang kau harus memberitahuku kan?”

“Konsentrasimu pasti akan langsung kabur kalau aku memberitahumu. Bisa-bisa kau membubarkan rapat meskipun belum selesai. Iya kan? Lebih baik aku menunggu di sini.”

Kyuhyun tersenyum cerah dan tidak tahan untuk tidak mengecup bibir pink istrinya yang merupakan salah satu bagian favoritnya dari sekian banyak bagian pada tubuh istrinya itu.

“Sudah makan siang? Semoga belum. Kalaupun sudah, kau harus tetap menemani aku makan siang,” ujar Kyuhyun dengan manja membuat Hyejin mau tidak mau tersenyum mendengarnya.

“Kau yang bertanya, kau yang menjawab. Dasar,” sahut Hyejin sambil mencubit pipi tembem suaminya dengan gemas. “Aku lapar. Kajja! Sebelum aku pingsan kelaparan.”

Hyejin menggandeng lengan Kyuhyun untuk mengajaknya pergi namun Kyuhyun tetap berdiri di tempatnya, bersikeras menarik Hyejin kembali ke dalam pelukannya dengan banyak kecupan yang ia daratkan di pipi Hyejin.

“Kita pergi 10 menit lagi ya. Aku belum puas memelukmu,” rengek Kyuhyun dengan manjanya tidak jauh berbeda dengan 3 keturunannya.

Hyejin menyusupkan kedua lengannya dari bawah ketiak Kyuhyun, melingkari tubuh suami tercintanya dan mengaitkannya di punggung Kyuhyun. Dengan erat, Hyejin mendekap tubuh Kyuhyun. “Saranghae,” bisik Hyejin yang bisa ditangkap telinga Kyuhyun dengan jelas.

“Nado jeongmal jeongmal jeongmal saranghaeyo. Kau tidak pernah mempertanyakannya kan?” Balas Kyuhyun.

“Aku tidak pernah meragukannya jadi buat apa aku mempertanyakannya?”

“Istriku memang yang paling pintar. Sini aku berikan hadiah,” kata Kyuhyun lalu menangkup wajah Hyejin dalam kedua telapak tangannya, memajukan bibirnya dan melumat bibir wanita yang paling dicintainya itu dengan lembut.

“Itu sih hadiah untukmu bukan untukku,” ujar Hyejin sambil tertawa setelah berhasil melepaskan dekapan Kyuhyun dari tubuhnya.

“Memang,” jawab Kyuhyun dengan seringaian puas yang sangat menggemaskan. “Ayo kita makan siang. Aku sudah kelaparan. Jangan sampai aku berubah pikiran untuk memilih memakanmu.”

“Dasar. Kajja!!”

Hyejin menggandeng lengan Kyuhyun, mengajaknya untuk segera pergi menuju restoran kesukaannya yang tidak berada jauh dari gedung Song-Cho Corporation. Sepasang suami istri itu berjalan kaki sambil bergandengan tangan, tanpa menyadari banyak pasang mata yang memandang mereka dengan tatapan iri.

Long last, TCS’ favorite couple!

xoxo @gyumontic